Anda di halaman 1dari 32

1

I.

PENDAHULUAN

Berbagai penyakit saraf seperti penyakit serebrovaskular, trauma kepala, nyeri dengan berbagai penyebab, epilepsi, infeksi susunan saraf pusat, gangguan perkembangan otak dan juga demensia cenderung meningkat insidensi dan prevalensinya. Untuk penyakit serebrovaskular (stroke), jumlah penderitanya tidak saja meningkat, namun telah merambah pada usia-usia produktif.

Penyakit saraf tidak hanya sebagai penyebab angka kematian yang utama, tetapi juga sebagai penyebab angka kesakitan. Mengingat bahwa penyakit serebrovaskular masih merupakan penyebab kematian dan penyebab kecacatan yang menempati peringkat dalam data kesehatan nasional. Stroke merupakan salah satu sumber penyebab gangguan otak pada usia masa puncak produktif dan menempati urutan kedua penyebab kematian sesudah penyakit jantung pada sebagian besar negara di dunia

Proses pikir, emosi dan tingkah laku merupakan bagian tidak terpisahkan dari dinamika komunikasi interpersonal dalam kehidupan sosial. Meskipun perkembangannya sangat individual, berbeda antara satu orang dengan lainnya, namun ada persamaan kualifikasi yang penting dan tidak dapat dipungkiri dalam tatanan kehidupan sosial tersebut.

Terganggunya proses pikir, emosi maupun tingkah laku dapat menyebabkan berbagai hendaya ataupun kendala dalam kehidupan sehari-hari yaitu gangguan dalam menjalankan peran atau fungsi sosialnya.

Kemajuan penatalaksanaan penyakit saraf mulai dari diagnostik, terapi medik, terapi surgikal, dan rehabillitasi menyebabkan jumlah penderita penyakit saraf yang ditangani semakin baik dan meningkatkan harapan hidup penderita. Meskipun demikian hal ini tidak menyelesaikan masalah karena adakalanya meninggalkan sekuele pada penderita sehingga mengurangi produktivitas kerja dan kualitas hidup. Selain itu semuanya memerlukan biaya yang sangat besar, dan sumber daya manusia yang terampil dalam penatalaksanaannya.

Tindakan pencegahan terhadap penyakit saraf perlu ditingkatkan karena selain murah dan mudah, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, tetapi memerlukan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia terhadap penyakit saraf. Faktor resiko dari penyakit saraf terutama penyakit serebrovaskular perlu mendapat perhatian khusus, karena resiko hari ini merupakan penyakit di masa yang akan datang. Selain memfokuskan perhatian pada mereka yang telah menderita penyakit, kita juga perlu memusatkan perhatian pada mereka yang belum menderita tetapi mempunyai resiko untuk menderita penyakit.

Tujuan umum blok ini, membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menegakkan diagnosa penyakit, pengobatan, menilai kesembuhan, menilai prognosis, dan pencegahan penyakit-penyakit saraf dan jiwa yang sering dijumpai di layanan primer.

Blok Brain and Mind ini mempunyai beban kredit sebesar 6 SKS, yang akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) minggu, pada awal semester 6.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

2

II. PRASYARAT MAHASISWA

Blok Brain and Mind System ini merupakan salah satu blok Tahap II (Pathological Sciences) dalam struktur kurikulum. Mahasiswa pada Tahap II adalah mahasiswa yang telah melalui Tahap I (Basic Medical Sciences), mahasiswa ini telah mencapai keterampilan generik yaitu keterampilan belajar sepanjang hayat, dan dasar-dasar ilmu kedokteran.

III. TUJUAN

TUJUAN BLOK Tujuan umum

Melalui Blok Brain and Mind System ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter layanan primer, yaitu:

1. Komunikasi efektif

2. Keterampilan klinik dasar

3. Landasan ilmiah ilmu kedokteran

4. Pengelolaan masalah kesehatan

5. Pengelolaan informasi

6. Mawas diri dan pengembangan diri

7. Etika, moral, dan profesionalisme dalam praktek

Tujuan khusus

Setelah menyelesaikan modul sistem saraf ini mahasiswa diharapkan mampu:

1. berkomunikasi efektif baik verbal maupun nonverbal secara santun dalam upayanya mengelola pasien dengan masalah saraf atau jiwa dengan mengintegrasikan penalaran klinis dan biomedis sehingga menunjang terciptanya kerja sama yang baik antara dokter dengan pasien, keluarga, komunitas, dalam penanganan masalah saraf atau jiwa.

2. melakukan anamnesis (dan pemeriksaan fisik) yang lengkap dengan teknik yang tepat serta mencatat riwayat penyakit secara lengkap dan kontekstual.

3. menjelaskan semua prosedur klinik rutin dan menganalisis data sekunder pasien dengan kelainan saraf atau jiwa dengan mengintegrasikan ilmu biomedik dan ilmu klinik.

4. memilih

berbagai

prosedur

menafsirkan hasilnya.

klinik,

laboratorium,

dan

penunjang

lain

dan

5. melakukan tindak pencegahan dan tindak lanjut dalam tata laksana masalah saraf dan jiwa dengan mempertimbangkan keterbatasan ilmu dalam diagnosis maupun tata laksananya.

6. mencari, mengumpulkan, menyusun, dan menafsirkan informasi menyangkut masalah saraf dan jiwa dari berbagai sumber dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta surveilans dan pemantauan status kesehatan pasien.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

3

7. peka terhadap tata nilai pasien dan mampu memadukan pertimbangan moral dan pengetahuan/keterampilan klinisnya dalam memutuskan masalah etik yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf.

8. mengembangkan ketertarikan dalam melakukan riset yang berkaitan dengan masalah-masalah sistem saraf.

TUJUAN MAHASISWA Sasaran pembelajaran terminal

Bila dihadapkan pada data sekunder tentang masalah klinik, laboratorik, dan epidemiologik penyakit saraf dan jiwa, mahasiswa tahap II yang telah menjalani Blok Brain and Mind System mampu menafsirkan data tersebut dan menerapkannya dalam langkah pemecahan masalah yang baku termasuk tindakan pencegahan dan rujukan, dengan menggunakan teknologi kedokteran dan teknologi informasi yang sesuai, dengan selalu memperhatikan konsep dan pertimbangan etik.

Sasaran pembelajaran penunjang

Setelah menyelesaikan Blok Brain and Mind System, maka:

1. Apabila diberi data sekunder tentang kelainan saraf atau jiwa, mahasiswa mampu:

a.

Merumuskan masalah kesehatan pasien.

b.

Menjelaskan struktur makroskopik dan mikroskopik serta faal organ dan jaringan sistem saraf.

c.

Menjelaskan patofisiologi dan mekanisme suatu kelainan atau keadaan patologik dalam sistem saraf.

d.

Menjelaskan diagnosis dan diagnosis banding penyakit sistem saraf dan jiwa.

e.

Menjelaskan sifat farmakologi obat yang digunakan untuk kelainan sistem saraf dan jiwa (farmakodinamik dan farmakokinetik)

h.

Menyusun rencana tata laksana kelainan atau gangguan saraf dan jiwa

i.

Menjelaskan prognosis suatu penyakit sistem saraf atau jiwa beserta alasan yang mendasarinya.

j.

Mencari informasi tentang lingkup dan materi sistem saraf dan kesehatan jiwa melalui sistem teknologi informasi (IT system).

l.

Melakukan analisis etik tentang gangguan sistem saraf kesehatan jiwa.

m.

Menjelaskan komplikasi pada kelainan sistem saraf dan kesehatan serta rencana penanggulangannya.

2. Apabila diberi kasus atau pasien simulasi dengan kelainan/penyakit sistem saraf, mahasiswa mampu:

a. Melakukan anamnesis mengenai kelainan sistem saraf dengan menerapkan kemampuan komunikasi efektif.

b. Melakukan pemeriksaan fisik sistem saraf.

c. Menetapkan pemeriksaan penunjang tertentu untuk menegakkan diagnosis kelainan sistem saraf.

d. Melakukan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang kelainan sistem saraf.

e. Menetapkan diagnosis berdasarkan gejala dan tanda pada pasien serta menjelaskan mekanisme yang mendasarinya.

f. Menyusun rencana tatalaksana masalah/penyakit sistem saraf secara komprehensif (termasuk rencana pencegahan, rehabilitasi dan rujukan).

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

4

3. Apabila diberi kasus atau pasien simulasi dengan kelainan jiwa, mahasiswa mampu:

a. Melakukan wawancara psikiatri dengan menerapkan kemampuan komunikasi efektif.

b. Melakukan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang kelainan sistem saraf.

c. Menetapkan diagnosis berdasarkan gejala dan tanda pada pasien serta menjelaskan mekanisme yang mendasarinya.

d. Menyusun rencana tatalaksana masalah kesehatan secara komprehensif

(termasuk rencana pencegahan, rehabilitasi dan rujukan).

4. Bila diberi data masalah kelainan/penyakit sistem saraf dan jiwa dalam suatu komunitas, mahasiswa mampu:

a. Menentukan besarnya masalah kelainan/penyakit sistem saraf atau jiwa dalam masyarakat.

b. Menentukan faktor penyebab/risiko kelainan/penyakit sistem saraf dan dapat menghubungkan faktor tersebut dengan kelainan/penyakit sistem saraf yang didapat.

c. Membuat rencana pencegahan primer dan sekunder dan rencana rehabilitasi kelainan/penyakit sistem saraf.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

5

IV. LINGKUP BAHASAN

Pokok

Subpokok

Strategi

Kode

Departemen

Bahasan

Bahasan

Pembelajaran

Tahapan

Pengenalan blok Brain and Mind System

Pemutaran film Brain and Mind System

Film

BMS-F1

MEU & TIM BLOK

Lingkup Bahasan-1: Struktur dan Fungsi Sistem Saraf Pusat dan Perifer

 

Dasar-dasar

     

Formatio

Reticularis

Struktural

Reticularis

Formatio

Kuliah

BMS-K1

 

Dasar-dasar

dan

dan

Anatomi

Sistem Limbik

Struktural Sistem

limbik

Praktikum

BMS-Pr.1

Fungsi

Mekanisme sensorik pada SSP

     

sensorik SSP

Tutorial

Fisiologi

Fungsi Motorik

Mekanisme motorik

SSP

pada SSP

 

Nervous System

     

Biolistrik

 

Tubuh

Sinyal Listrik dari Otak

Kuliah

BMS-K2

Fisika

Kedokteran

Penggunaan Listrik / Magnet

   

Elektroenceph

Dasar fisiologi EEG.

     

alogram

 

Fungsi formatio

Kuliah

BMS-K3

Fisiologi

Proses

kesadaran

retikularis dalam

proses kesadaran

Kimia otak

Zat-zat kimia alami

   

Kuliah

BMS-K4

Fisiologi

Emosi dan

Fisiologi emosi dan sistem limbik.

Perilaku

termotivasi

Fisiologi perilaku

termotivasi

Cairan

Pembentukan dan

   

Serebrospinal

fungsi CSF

Tutorial

Fisiologi

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

6

     

Biokimia

Fungsi

       

Intelektual dari

Proses Belajar, Bahasa dan Ingatan.

Susunan Saraf

Kuliah

BMS-K5

Fisiologi

Pusat

 
 

Kanal Ion Voltage- Gated dan Ligand Gated dalam Membran Neuronal

     

Farmakologi

Sistem Saraf

Pusat

Mekanisme Obat

dalam Memodulasi

Transmisi Sinap

 

Excitatory Central

Neurotransmitter

Inhibitory Central

Kuliah

BMS-K6

Farmakologi

Neurotransmitter

 

Farmakologi

 

Analgesik Opioid

Farmakologi

Farmakologi

Analgetik

Antagonis Reseptor

Opioid

Farmakologi Analgetik Non-Opioid

 

Primary Neuroglial

     

Tumor (Glioma)

Neoplasma

Primitive

Pada Central

Nervous

Neuroepithelial

Neoplasma

System

Neuronal Neoplasma

Tumor Jinak Pada Sistem Saraf

Patologi

Kuliah

BMS-K7

Anatomi

Primary

Multiple Sclerosis

Disease Of

Myelin

 

Infeksi Pada

Jenis Infeksi Pada Saraf

Sistem Saraf

 

Patofisiologi

     

kelumpuhan :

Diferensiasi UMN & LMN.

Kelumpuhan

Analisa topik :

Kuliah

BMS-K8

Neurologi

- Lesi kortikal.

 

- Lesi subkortikal.

 

- Lesi batang

otak.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

7

   

-

Lesi medulla

     
 

spinalis.

 

-

Lesi motor

 

neuron.

 

-

Lesi saraf

 

perifer.

 

-

Lesi sambungan

 

saraf otot.

 

-

Lesi otot.

 

1.

Sindroma

     

Gangguan

Parkinson

Neurologi

Ekstrapiramida

2.

Sindroma

hiperkinetik-

Kuliah

BMS-K9

dan

l

Farmakologi

 

hipotonik

 

Pengertian

     

kesadaran

Pengertian koma

- Koma matabolik

- Koma diensefalik

Gangguan

kesadaran

- Tingkatan koma

Skala koma Glasgow (SKG)

Kuliah

BMS-K10

Neurologi

Pola pernafasan

Refleks batang otak

Perawatan koma

 

Meningitis Purulenta

     

Radang

Meningitis Serosa

Susunan Saraf

Kuliah

BMS-K-11

Neurologi

Pusat

Ensefalitis

 

MO Penyebab

     

Meningitis Purulenta

1. Pyogenic cocci (N.meningitidis, S.pneumoniae)

2. Hemophilus influenza tipe b

3. Staphylococcus aureus

4. Listeria monocytogenes

MO Penyebab

Meningitis

Mikroba pada

Infeksi

Susunan Saraf

Pusat

Granulomatosa

1. Mycobacterium

tuberculosis

(meningitis

Kuliah

BMS-K12

Mikrobiologi

 

tuberculosa)

2. Treponema

 

pallidum

3. Cryptococcus

 

neoformans

4. Coccidioides

 

immitis

5. Histoplasma

 

capsulatum

MO Penyebab

Aseptic Meningitis

1.

Poliovirus

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

8

 

2.

Coxackie virus

     

3. Echovirus

 

(Enterocytophatic

Human Orphan)

4. Herpes simplex

5.

Paramyxovirus

(Mumps)

6.

Rhabdovirus

(Rabies virus)

7. Leptospira

8. Clostridium tetani

MO Penyebab

Encephalitis

1. Togavirus

 

(Chikungunya dan

ARBO Virus

lainnya)

2. Flavivirus

3. Rabies virus

4. HIV virus

MO penghasil

neurotoxin

1.

Clostridium tetani

(tetanospasmin)

2.

Clostridium

botulinum

Mikroorganisme

penyebab Brain

Abscess

1. Streptococcus sp.

2. Staphylococcus

 

aureus

3. Enterobacteriaceae

4. Bacterioides

 

Naegleriasis

     

Acanthamoebiasis

Parasit pada

Neurocysticercosis

Infeksi Sistem

Kuliah

BMS-K13

Parasitologi

Saraf Pusat

Cerebral Malaria

Cerebral

 

Toxoplasmosis

 

Korteks serebri

     

Fungsi korteks

Gangguan

serebri

Kuliah

BMS-K14

Neurologi

Fungsi Kortikal

Gangguan fungsi

     
 

korteks serebri

 

Patofisiologi Gangguan Peredaran Darah Otak

     

Klasifikasi Gangguan Peredaran Darah Otak

Kuliah

Gangguan

Peredaran

dan

BMS-K15

Neurologi

Faktor Resiko Gangguan Peredaran Darah Otak

Darah Otak

Tutorial

TIA

Stroke Hemoragik :

 

Neurologi

- Perdarahan

BMS-K16

Intraserebral

 

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

9

 

-

Perdarahan

     

Subarakhnoidal

- Pasca Stroke

- Pencegahan Stroke

Stroke Non

Hemoragik :

- Thrombosis Serebri

- Embolia Serebri

 

Medical Nutrition

   

Therapy

Medical

Nutrition

Nutrition Related

Factors

Tutorial

Ilmu Gizi

Therapy for

Medik

Stroke

Nutrition Problems in Stroke

 
 

Jenis dan Patogenese Epilepsi

     

Kriteria Diagnostik

Epilepsi

Neurologi

Epilepsi

Prinsip Pengobatan

Kuliah

BMS-K17

dan

Epilepsi

Obat-obat Anti

Farmakologi

Epilepsi

Tatalaksana Status

Epilepsi

 

Definisi dan Patofisiologi

     

Skala Koma Glasgow

Klasifikasi dan insidens.

Gejala klinis

Pemeriksaan neurologik dan umum / jejas.

Trauma

Susunan Saraf

Pemeriksaan penunjang.

Lusid interval.

Kuliah

BMS-K18

Neurologi

Pusat

Amnesia.

Oedem serebri.

Pengelolaan tepat.

Terapi obat- obatan.

Prognosa.

Indikasi rujuk / konsultasi.

Rehabilitasi

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

10

Nyeri kepala

Struktur yang pain sensitive di kepala.

     

Mekanisme terjadinya nyeri

Klasifikasi nyeri kepala kronis

Nyeri kepala tipe vaskuler

Sefalgia jenis kontraksi otot

Neurologi

Sefalgia pada tumor otak, hipertensi, stroke

Kuliah

BMS-K19

dan

Farmakologi

   

Keseimbangan

 

Klasifikasi vertigo

 

Penyebab vertigo

Vertigo

 

Gejala-gejala

gangguan

   

keseimbangan

 

Diagnosa banding

vertigo

 

Gejala tumor otak yg salah

     

Anamnese tumor.

Pem. PD tumor otak.

Pemeriksaan penunjang

Tumor Cerebri

Medikamentosa.

Kuliah

BMS-K20

Neurologi

Radiasi.

Operatif.

Konservatif.

Radiotherapi.

Kortikosteroid.

   

I. N. Olfaktorius

     

- gejala gangguan

- sindroma Foster

 

Kennedy

 

-

pemeriksaan

 

II. N. Optikus

- gejala gangguan

- neuritis optikus

- papillitis, oedem atrofi retina

Gangguan

- penyebab- penyebabnya

- visus

- lesi khiasma

Nervus

Kranialis

Kuliah

BMS-K21

Neurologi

- pemeriksaan

 

III, IV, dan VI

- gerakan bola mata bersama pupil

- oftalmoplegia

- strabismus

- gejala gangguan

- deviasi konjugae

- sindroma- sindroma

- pemeriksaan

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

11

 

V.

Trigeminus

     

- cabang-cabang

- neuralgia & jenis

- pemeriksaan

VII.

Fasialis

- gejala kerusakan

- kausa kerusakan

- kelumpuhan UMN

- Tics, neuralgia,

 

crocodile tears

-

Pemeriksaan

VIII. Statoakustikus

(oktavus)

- N. Kohlearis

- Gejala kerusakan

 

tuli, tinnitus

-

Pemeriksaan :

Swabach, Rinne,

Weber

- N. Vestibularis

- Gejala gangguan

- Vertigo,

 

nistagmus,

Menierre

syndrome

-

Test pemeriksaan

IX.

Glossopharyngeus

-

Sindroma Vernett

-

Neuralgia

-

Pemeriksaan

X.

N. Vagus

-

gejala gangguan & kausa

-

pemeriksaan + reflex okulokardiak, faring, sinus karotid

XI.

N. Assesorius

-

gejala gangguan

-

pemeriksaan

XII.

N. Hipoglossus

-

gejala gangguan LMN + kausa

-

gejala gangguan

UMN + kausa

-

pemeriksaan

 

Pola pernafasan abnormal spesifik

     

Kandung kemih neurogenik

Gangguan

Demam sentral (ggn regulasi temperature)

Saraf Otonom

Diabetes insipidus

Kuliah

BMS-K22

Neurologi

Hischsprung

Sindroma horner

Causalgia

Excessive sweating

Beurger

Pemeriksaan

Pengobatannya

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

12

 

Batasan neuropati.

     

Etiologi neuropati.

Gejala-gejala umum

neuropati.

- Diagnostik

neuropati.

Gangguan

Diabetik Neuropati

Saraf Tepi

Kuliah

BMS-K23

Neurologi

Alkoholik Neuropati

Sindrome Guillain

Barre

Neuropati Otonom

 

Pandangan umum

     

Patofisiologi

Gejala klinik

Prosedur diagnostik

Terapi

Prognosa

Rehabilitasi

Trauma

Gangguan

Tumor

Tumor

Medula

Spinalis

 

intrameduler

Tumor

ekstrameduler

intradura

Tumor

ekstramedulerekst

radural

Infeksi

Kelainan kongenital

Kuliah

BMS-K24

Neurologi

 

Mekanisme dan patofisiologi back pain

Klasifikasi, etiologi dan uraian singkat back pain

Back Pain

HNP spondilosis, spondilolisthesis, spondilitis TB, spondiloarthrosis, dll

Pemeriksaan back pain

Laboratorium

Diagnosa

Pengobatan dan rehabilitasi

Prognosa

Rujukan

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

13

Pain

Nyeri Nosiseptif

     

Nyeri Neuropatik

 

Definisi

Kuliah

BMS-K25

Neurologi

Occipital neuralgia

Neuralgia

Brachialgia

Erb’s-Duchene

paralyse

Intercostal neuralgia

Pudendal neuralgia

 

Patofisiologi dan

     

penyebab miopatia

Jenis-jenis miopatia

Gejala, diagnosa, prognosa dan penatalaksanaan :

DMP

Miopatia

Miositis /

Kuliah

BMS-K26

Neurologi

poliomiositis

Miotonia

Gangguan pada

neuro-muscular

junction;

Myasthenia Gravis

Periodic paralysis

 

Spasme Infantil

     

Epilepsi yang

 

Sering pada

Sindroma Lennox-

Kuliah

BMS-K27

I.Kes.Anak

Anak

Gastaut

Kejang

 

Kuliah

BMS-K28

I.Kes.Anak

Demam

 

1. Anamnese

     

2. Pemeriksaan fisik

Kuliah

Pemeriksaan

dan

BMS-K29

Neurologi

Neurologis

3. Mengkonstruksikan

Skill Lab

fakta yang diperoleh menuju diagnosa

Kelainan

Menghitung sel pada CSF

   

Patologi

Klinik

Cairan Otak

 

Kuliah

BMS-K30

(CSF)

Perubahan CSF pada infeksi bakteri

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

14

 

Perubahan CSF pada infeksi virus

     

Perubahan CSF pada infeksi jamur

Perdarahan

Subarachnoidal

Perubahan CSF pada Intracerebral Hematoma

Perubahan CSF pada Hypertensive Encephalopathy

Perubahan CSF pada tumor intrakranial

Perubahan CSF pada Metabolic Encephalopathy

Pemeriksaan

Foto Schaedel

     

Radiologi pada

CT Scan Kepala

Kuliah

BMS-K31

Radiologi

Sistem Saraf

Brain MRI

Tindakan

       

Bedah pada

Trauma Kapitis

Kuliah

BMS-K32

Bedah Saraf

Kelainan

       

Sistem Saraf

Neoplasma Sistem

Kuliah

BMS-K33

Bedah Saraf

Saraf

Aliran-aliran

       

dalam Psikiatri

 

Definisi

Faktor-faktor yang

Mempengaruhi

Kepribadian

Topografi

Kepribadian

Kepribadian

Struktur Kepribadian

Teori-teori Sehubungan dengan Perkembangan Kepribadian

Kuliah

BMS-K34

Psikiatri

 

Definisi

Emosi

Hal-hal yang Mempengaruhi Emosi

Tingkatan Emosi

 

Definisi

Intelegensia

Hal-hal yang

mempengaruhi

 

Tingkat Intelegensia

Kepemimpinan

 

Gangguan Proses

     

Pikir

Simtomatologi

Gangguan Afek, Mood dan Emosi Lainnya

Kuliah

BMS-K35

Psikiatri

Gangguan

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

15

 

Psikomotor

     

Gangguan Persepsi

Gangguan Memori

Gangguan Orientasi

 

Hubungan Dokter-

   

Pasien

Pemeriksaan

Teknik Wawancara

Psikiatrik

Psikiatri

Skill Lab

Psikiatri

Pemeriksaan Status

Mental

Mekanisme

Definisi

     

Pertahanan

Fungsi MPE

Ego

Jenis-jenis MPE

 

Definisi

 

Kuliah dan

BMS-K36

Psikiatri

Etiologi

Tutorial

Gangguan

Jenis-jenis Gangguan Kepribadian

   

Kepribadian

Gambaran Klinis

 

Gangguan Ansietas

     

Menyeluruh

Gangguan Panik

Gangguan

Gangguan Fobik

Kuliah

BMS-K37

Psikiatri

Ansietas

Gangguan Obsesif

Kompulsif

     

Gangguan Stres

Pasca Trauma

 

Gangguan

     

Somatisasi

Gangguan

Hipokondrik

Gangguan

Gangguan Konversi

Kuliah

BMS-K38

Psikiatri

Somatoform

Gangguan Pencitraan Tubuh

Gangguan Nyeri

Somatoform

 

Farmakalogi NAPZA

     

Farmakologi dasar

obat antipsikotik

Farmakologi

 

NAPZA dan

Kuliah

BMS-K39

Farmakologi

Psikofarmaka

Farmakologi dasar lithium dan obat penstabilisasi mood

Farmakologi dasar

antidepresan

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

16

Efek Samping

Mekanisme Efek Samping Psychoactive Agents

     

dari Obat-obat

Kuliah

BMS-K40

Farmakologi

Psikoaktif

 

Penyalahgunaan Zat

     

Gangguan

Ketergantungan Zat

Sehubungan

dengan

Sindroma Putus Zat

Kuliah

BMS-K41

Psikiatri

Penggunaan

Zat Psikoaktif

Toleransi

Intoksikasi

 

Deviasi Seksual

     

Gangguan Identitas

Seksual

Gangguan

 

Sehubungan

Homoseksual

Kuliah

BMS-K42

Psikiatri

dengan

 

Seksual

Gangguan Seksual

     
 

Dasar-dasar terjadinya gangguan psikosomatik

     

Gangguan

 

psikosomatik

Jenis-jenis penyakit

yang berhubungan

dengan gangguan

Kuliah

BMS-K43

Psikiatri

psikosomatik

 

Cakupan Psikiatri

     

Psikiatri

Forensik

Forensik

Peranan Dokter

dalam Kasus

 

Forensik

 

Dementia

     

Gangguan

Delirium

Mental Organik

Halusinosis Organik

 

Gangguan Afektif

Kuliah dan

BMS-K44

Psikiatri

Bipolar

Tutorial

Gangguan

Gangguan Depresif

Mood

Gangguan Distimik

Siklotimia

Gangguan

Dasar-dasar Terjadinya Gangguan Waham Menetap

     

Waham

Menetap

Gambaran Klinis

 

Definisi

Kuliah dan

 

BMS-K45

Psikiatri

Penyebab

Tutorial

Skizofrenia

Gambaran klinis

   

Subtipe skizofrenia

Psikosis

Defenisi

Reaktif

Penyebab

 

Dasar-dasar

     

Psikogeriatrik

Psikogeriatrik

Kuliah

BMS-K46

Psikiatri

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

17

 

Perubahan Psikis di Usia Tua

     

Gangguan-gangguan Psikis yang Banyak dijumpai di Usia Tua

 

Antipsikotik

     

Antidepresan

Psikofarmaka

Antianxietas

Mood stabilizer

 

Dasar-dasar dan

Kuliah

BMS-K47

Psikiatri

Psikoterapi

Pelaksanaan

Psikoterapi

 

Sejarah

Metode

ECT

Indikasi

Kontra indikasi

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

18

V. LINGKUP BAHASAN BLOK PENDUKUNG

V.1.

BLOK COMMUNITY RESEARCH PROGRAM – VI

Lingkup

Pokok Bahasan

Kode Tahapan

STAF

Bahasan

Konsep

   

dr.Juliandi

pembuatan

Pengantar pembuatan proposal

dr. Arlinda

proposal

CRP6-K1

(Minggu I)

     

dr.Juliandi

Prof.Rozaim

ah

Pembuatan

Perumusan masalah Tujuan penelitian, hipotesis dan manfaat penelitian

pendahuluan

CRP6-K2

(Minggu I)

     

dr.Arlinda

Pembuatan

Tinjauan

dr.Rina A

pusataka

CRP6-K3

(Minggu II)

Tinjauan pustaka, dan kerangka konsep

 

Penentuan desain

 

dr.Juliandi

Pembuatan

penelitian

Prof.Rozaim

metode

 

CRP6-K4

ah

penelitian

Pengukuran dalam

(Minggu II)

penelitian

Instrumen

   

dr.Juliandi

penelitian

Merancang kuesioner

dr.Isti IF

(Minggu III)

 

CRP6-5

Etika dalam

   

dr.Arlinda

penelitian

Etika dalam penelitian dan Inform Consent

CRP6-K6

Prof.Rozaim

ah

(Minggu II)

   

Minggu III

(Kegiatan Mahasiswa)

(di

luar jadwal

TIM

kegiatan kelas)

PENILAI

Minggu III-IV

Kegiatan Tim Penilai

(di

luar jadwal

TIM

kegiatan kelas)

PENILAI

 

FEED BACK

 

dr.Juliandi

MINGGU V

PROPOSAL

CRP6-K7

dr.Isti IF

PENELITIAN I

 

FEED BACK

 

dr.Juliandi

MINGGU V

PROPOSAL

CRP6-K8

dr.Ist IF

PENELITIAN I

MINGGU

KEGIATAN

 

VI-X

PENYUSUNAN

(di luar jadwal kegiatan kelas)

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

19

Lingkup

Bahasan

Pokok Bahasan

Kode Tahapan

STAF

PROPOSAL

V.2.

BLOK COMMUNITY HEALTH ORIENTED PROGRAM – IV

   

Kode

Pokok Bahasan

Subpokok Bahasan

Tahapan

Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja

Pengantar higene perusahaan dan kesehatan kerja

CHOP4-K1

 

Penyakit akibat kerja

CHOP4-K2

Penyakit akibat kerja

CHOP4-K3

Penyakit akibat kerja

CHOP4-K4

Masalah kesehatan

   

pada pekerjaan

Pencegahan terjadinya penyakit akibat kerja

CHOP4-K5

Kecelakaan kerja

CHOP4-K6

V.3.BLOK BIOETHICS AND HUMANITIES PROGRAM – VI

Lingkup bahasan Blok Bioethics and Humanities Program di semester 6 (BHP6) terdiri dari:

1. Mata Kuliah Bahasa Indonesia (1sks)

2. Mata Kuliah Bahasa Inggeris (1sks)

Adapun materi Bahasa yang diberikan pada semester ini bertujuan untuk mendukung penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

20

V.3.1. MATERI KULIAH BAHASA INDONESIA

Pokok Bahasan

Kode Tahapan

Ejaan yang Disempurnakan

BHP-IND-K1

Kalimat Efektif

BHP-IND-K2

Ragam Wacana Eksposisi

BHP-IND-K3

Lanjutan dalam bentuk tugas

BHP-IND-K4

Ragam Wacana Argumentasi

BHP-IND-K5

Lanjutan dalam bentuk tugas

BHP-IND-K6

V.3.2. MATERI KULIAH BAHASA INGGRIS

Pokok Bahasan

Kode Tahapan

Introduction to Writing

BHP-ENG-K1

Writing an Outline

BHP-ENG-K2

Practice Writing an Outline

BHP-ENG-K3

Writing a Summary from Reading

BHP-ENG-K4

Writing an Outline for a Presentation

BHP-ENG-K5

Doing a Presentation Based on an Outline

BHP-ENG-K6

VI.DAFTAR BAHAN RUJUKAN

       

Edisi /

Departemen

Judul Buku

Penulis

Penerbit

Tahun

 

Hand atlas of Human Anatomy

Spatelhotz

J.B. Lippincott

Seventh

Company

Edition

Anatomi

Grays Anatomi

Grays

 

8 th Ed.

Anatomi Klinik

Richard S. Snell

EGC

2006

Neuroanatomi Klinik

Richard S. Snell

EGC

Edisi 5/2007

 

Bioinstrumentation

John G. Webster

John Wiley & Sons

 
   

MacGraw-Hill

 

Physics for the Life Sciences

Alan H. Cromer

Book Company,

Fisika

USA

Kedokteran

Medical Phyysics

Cameron John R, Skofronick James G

John Wiley & Sons

 

Physics with Health Sciences Applications

Paul Peter Urone

   
 

Review of Medical Physiology

 

McGraw Hill

 

Fisiologi

Ganong WF

Company

Ed.22 / 2006

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

21

       

Edisi /

Departemen

Judul Buku

Penulis

 

Penerbit

Tahun

 

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran

Guyton&Hall

EGC

Ed.9 / 1997

Fisiologi Manusia

Sherwood L.

EGC Jakarta

Ed.2 / 1996

     

Mc

Graw Hill

 

Pharmacology

Katzung

Comp

2004

Farmakologi

Basic and Clinical Pharmacology

Katzung B. G.

Lange Mc Graw Hill

2004

dan Terapeutik

Pharmacology

Godmann & Gillmann

   

Principles of

Golan et al

Lippincott W & W

2005

Pharmacology

 

Basic Pathology

Robbin, Kumar

WB Sanders

2004

Patologi

   

Lippincott

Williams &

 

Anatomi

Pathology

Rubin & Farber

3 rd ed. / 1999

Wilkins

     

McGraw Hill,

8 th ed. / 2007

Neurologi

Principle of Neurology

Victor M, & Ropper AH

New York

 

Gilroy J

McGraw Hill,

3 rd ed. / 2000

 

Basic Neurology

New York

 

Medical Microbiology & Immunology

Levinson &

 

7 th ed. / 2003

Mikrobiologi

Jawetz

McGraw Hill

Manual of Clinical Microbiology

Lennette, E.H. Balow, A. Hausler, W and Truant

American Society

1980/3 rd , ed.

 

for

Microbiology

 

Infections of the Central Nervous System

W. Micahel Scheld, Richard J. Whitley, Christina M. Marra

Lippincolt

 

Williams &

3 rd ed.

Parasitologi

Wilkins

Foundations of

Roberts, Larry S. Janovy, Jr. John

 

7 th ed. / 2005

Parasitology

McGraw Hill

   

Kennet F, Swaiman, Stephen Ashwal, Donna M, Ferriero

 

Fourth Edition/

Pediatric Neurology

Mosby Elsevier

2006

Ilmu Kesehatan

       

Anak

Neonatologi

Tricia Lacy Gomella

Appleton

Lange

Editon 4

Nelson Text Book of Pediatrics

Behrman RE, Kliegman RM, Jenson BH

 

17 th edition/

WB.Saunders

2004

       

2005

Radiologi

Radiologi Diagnostik

Iwan Ekayuda

FK-UI RSCM

Edisi 2

     

W.B. Saunders

4 th edition /

2003

Bedah Saraf

Neurological Surgery

Youmans

Company,

Philadephia

Head Injury

Cooper

McGraw-Hill,

4 th edition /

New York

2000

 

Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry Behavioral Sciences /Clinical Psychiatry

 

Lippincott

 

Wiliams &

9 th ed. / 2003

Sadock BJ, Sadock VA

Wilkins,

Psikiatri

Philadelphia

 

Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook

Sadock BJ, Sadock VA, ed.

Lippincott

8 th ed. / 2005

Wiliams &

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

22

         

Edisi /

Departemen

Judul Buku

Penulis

Penerbit

Tahun

 

of Psychiatry

 

Wilkins,

 

Philadelphia

Essential Psyhopharmacology Neuroscientific Basis and Practical Applications

 

Cambridge

 

nd ed. / 2000

Stahl SM

University Press

2

Pharmacology of Antipsychotics and Mood Stabilizers

 

Cambridge

 

Stahl SM

University Press

 

2002

Shorter Oxford Textbook of Psychiatry

Gelder M, Harrison P, Cowen P

Oxford University Press, New York

5

th ed. / 2006

Review of General Psychiatry

Goldman HH

Mc. Graw Hill Companies, Inc , Singapore

5

th ed. / 2000

Current Diagnosis & Treatment in Psychiatry

Ebert MH, Loosen PT , Nurcombe B, eds.

Lange Medical Books/ Mc Graw –Hill, Singapore

International

Edition 2000

Diagnostic and Statistical Manual of mental Disorders

Amerian Psychiatric

Text Revision.

4

th ed. / 2004

Association

Washington DC

 

Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia

Direktorat Kesehatan Jiwa, Direktorat jendral Pelayanan Medik,

Departemen

 

Kesehatan RI,

Edisi III. / 1993

Jakarta

Textbook of Psychopharmacology

Schatzberg AF, Numeroff CB

The American

 

Publishing

3

rd ed. / 2003

 

Krause’s Food & Diet Therapy

L. Kathleen Mahan & Sylvia Escott Stumps

Saunders

 

Ed 12

Ilmu Gizi

William’s Essential of Nutriton & Diet Therapy

Eleanor D. Schlenker & Sara Long

Mosby Elsevier

 

Ed 9

VII. METODE PEMBELAJARAN

A. PEMUTARAN FILM

Pemutaran film bertujuan memberikan wawasan dan gambaran mengenai lingkup Brain and Mind System dan membangkitkan minat mahasiswa untuk memahami blok ini.

B. KULIAH

Kulih diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dengan durasi selama 50 menit setiap kali kuliah.

Kuliah hanya bertujuan untuk memberikan konsep dasar dalam memahami materi- materi yang berhubungan dengan saraf dan jiwa, sehingga akan memudahkan mahasiswa dalam membaca buku teks dan referensi lainnya. Kuliah tidak bertujuan untuk memberikan isi keseluruhan materi, dengan demikian mahasiswa diwajibkan untuk membaca referensi yang dianjurkan.

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

23

TOPIK KULIAH TERPILIH:

 

KODE

 

TOPIK KULIAH TERPILIH

TAHAPAN

DEPARTEMEN

Tema: Struktur dan Fungsi Sistem Saraf Pusat dan Perifer

Anatomi dari Sistem Sensorik dan Motorik

BMS-K1

Anatomi

Biolistrik Tubuh

BMS-K2

Fisika Kedokteran

Dasar Fisiologi EEG dan Pengaturan Kesadaran

BMS-K3

Fisiologi

Kimia Otak dan Sistem Limbik

BMS-K4

Fisiologi

Fungsi Intelektual SSP; Belajar, Bahasa dan Ingatan

BMS-K5

Fisiologi

Farmakologi Sistem Saraf Pusat dan Analgetik

BMS-K6

Farmakologi

Tema: Gangguan pada Sistem Saraf

 

Histopatologi Kelainan SSP

BMS-K7

Patologi Anatomi

Kelumpuhan

BMS-K8

Neurologi

Gangguan Ekstrapiramidal

BMS-K9

Neurologi/Farmakologi

Gangguan Kesadaran

BMS-K10

Neurologi

Radang SSP

BMS-K11

Neurologi

Mikroba pada Infeksi SSP

BMS-K12

Mikrobiologi

Parasit pada Infeksi Sistem Saraf Pusat

BMS-K13

Parasitologi

Gangguan Fungsi Kortikal/Bicara

BMS-K14

Neurologi

CVD (Stroke Iskemik)

BMS-K15

Neurologi

CVD (Stroke Hemoragik)

BMS-K16

Neurologi

Epilepsi

BMS-K17

Neurologi/Farmakologi

Epilepsi yang Sering pada Anak

BMS-K18

Anak

Kejang Demam

BMS-K19

Anak

Trauma Kapitis

BMS-K20

Neurologi

Nyeri Kepala/ Vertigo

BMS-K21

Neurologi/Farmakologi

Tumor Cerebri

BMS-K22

Neurologi/Bedah Saraf

Gangguan Nervus Kranialis

BMS-K23

Neurologi

Gangguan Saraf Otonom

BMS-K24

Neurologi

Gangguan Saraf Tepi

BMS-K25

Neurologi

Gangguan Medula Spinalis dan Low Back Pain

BMS-K26

Neurologi

Pain and Neuralgia

BMS-K27

Neurologi

Miopati

BMS-K28

Neurologi

Prosedur Diagnostik Pemeriksaan Neurologis

BMS-K29

Neurologi

Kelainan pada Cairan Cerebrospinal (CSF)

BMS-K30

Patologi Klinik

Pemeriksaan Radiologi pada Sistem saraf

BMS-K31

Radiologi

Tindakan Bedah pada Trauma Kapitis

BMS-K32

Bedah Saraf

Tindakan Bedah pada Neoplasma Sistem Saraf

BMS-K33

Bedah Saraf

Tema: Ilmu Kesehatan Jiwa

 

Aliran-aliran dalam Psikiatri, Kepribadian, Emosi, Intelegensia, dan Kepemimpinan

BMS-K34

Psikiatri

Simtomatologi

BMS-K35

Psikiatri

Mekanisme Pertahanan Ego dan Gangguan Kepribadian

BMS-K36

Psikiatri

Gangguan Anxietas

BMS-K37

Psikiatri / Farmakologi

IS3

Buku Panduan Mahasiswa Blok Brain and Mind System

24

Gangguan Somatoform

BMS-K38

Psikiatri

Farmakologi NAPZA dan Psikofarmaka

BMS-K39

Farmakologi

Efek Samping dari Obat-obat Psikoaktif

BMS-K40

Farmakologi

Gangguan Sehubungan dengan Penggunaan Zat Addiktif

BMS-K41

Psikiatri

Gangguan Sehubungan dengan Sexual

BMS-K42

Psikiatri / Farmakologi

Gangguan Psikosomatik & Psikiatri Forensik

BMS-K43

Psikiatri

Gangguan Mental Organik & Gangguan Mood

BMS-K44

Psikiatri

Gangguan Waham Menetap, Skizofrenia, & Psikosis Reaktif

BMS-K45

Psikiatri

Psikogeriatrik

BMS-K46

Psikiatri

Terapi dalam Psikiatri (Psikofarmaka, Psikoterapi & ECT)

BMS-K47

Psikiatri

C. PROBLEM-BASED LEARNING (PBL)

Kegiatan belajar Problem Base Learning (PBL) menggunakan metode 2 (dua) kali diskusi untuk setiap pemicu (trigger) dan 1 (satu) kali pertemuan pleno, yang dihadiri para pakar dari setiap departemen terkait dengan blok sistem saraf dan jiwa. Diskusi dilaksanakan dalam kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 12-15 mahasiswa dan didampingi oleh seorang tutor yang berperan sebagai fasilitator bukan narasumber, dan berlangsung selama 3x50 menit untuk setiap pertemuan tutorial. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam belajar mandiri, menentukan materi pembelajaran, mencari informasi sesuai dengan kebutuhannya, mengasah keterampilan berfikir kritis (critical thinking) melalui masalah yang relevan dengan keadaan sebenarnya yang diberikan dalam pemicu, serta mengkomunikasikannya secara efektif dalam diskusi maupun presentasi.

Dari setiap kasus, mahasiswa diwajibkan menyusun satu makalah individual yang akan dikumpulkan pada satu minggu setelah ujian akhir blok.

TEMA DISKUSI TERPILIH:

Pertemuan

     

Tutorial

Tujuan

Kode Tahapan

 

Waktu

 

Menjaring kemampuan mahasiswa mengintegrasikan konsep penurunan kesadaran

BMS-Pc1-T1

3

x 50 menit

Pemicu 1

BMS-Pc1-T2

3

x 50 menit

Pleno Pemicu 1

BMS-Pc1-Pleno

2

x 50 menit

   

BMS-Pc2-T1

3

x 50 menit

Pemicu 2