Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

GRAVITASI UNIVERSAL
(Teori Geosentris dan Heliosentris, Hukum Kepler,
Hukum Gravitasi Newton dan Tafsiran Newton
Terhadap Hukum Kepler)
Diajukan untuk Memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Ilmu
Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) Semester Ganjil
Dosen Pembimbing : Lina Avianty M, Si
Disusun Oleh :
Eli Anisa (05380!
E"na #us$i%a (05&0&5!
'URUSAN #ENDIDIKAN (ISIKA
(AKULTAS #ENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU #ENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS #ENDIDIKAN INDONESIA
)00*
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya
sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. Solawat serta salam
kami haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga,
sahabat serta para pengikutnya sampai akhir zaman.
Makalah ini membahas tentang graitasi uniersal dalam sub pokok
bahasan yaitu teort geosentris dan heliosentris, hukum !epler, hukum graitasi
Newton dan ta"siran Newton terhadap hukum !eper.
Makalah ini disususn unutk memenuhi salah satu tugas mata kuliah #lmu
Penegetahuan $umi dan Antaraiksa %#P$A& pada semester ganjil tahun akademik
'(()*'((+ denghna dosen pembimbing
!ami menyadari bahwa isi dalam makalah ini masih sangat kurang. ,leh
karena itu saran dan kritik yang membangun dari pemba-a sangat kami harapkan
untuk perbaikan di masa yang akan datang.
$andung, September '(()
Tim Penyusun
A!TAR "#"
!ata Pengantar
.a"tar #si
$ab # Pendahuluan
$ab ## Teori /eosentris dan 0eliosentris
$ab ### 0ukum10ukum !epler
$ab #2 0ukum /raitasi Newton
$ab 2 Ta"siran Newton Terhadap 0ukum !epler
.a"tar Pustaka
$A$ "
PENAH%&%AN
Pemahaman manusia akan ilmu pengetahuan tentang alam semesta %sains&
pada tiga setengah abad sebelum masehi hanya didasarkan pada pengamatan atau
obserasi tanpa ada penjelasan yang didukung oleh per-obaan atau eksperimen
seperti yang lazim dilakukan untuk mengetahui suatu "enomena alam.
Ada dua persoalan yang menjadi pokok pikiran pada zaman itu %zaman
3unani& yaitu ke-enderungan benda1benda untuk jatuh ke bumi dan gerakan
planet1planet yang dianggap sebagai persoalan yang terpisah.
Sejak dahulu kala manusia tertarik akan benda1benda antariksa yang
terlihat di langit. Para ahli pada waktu itu men-oba melukiskan si"at gerak benda1
benda antariksa. $erdasarakan pengamatan sehari1hari tampak bahwa semua
benda anatariksa terbit di timur dan tenggelam di barat. 4adi mereka berpandangan
bahwa bumi sebagai pusat alam semesta. Pandangan ini disebut pandangan
geosentris %teori geosentris& atau disebut juga sistem Ptolemaeus.
,rang pertama yang menyatakan bahwa bumi kita ini bergerak
mengelilingi matahari adalah Ni-holas 5operni-us. Tetapi orang pertama yang
memperhitungkan tentang perubahan posisi planet1planet terhadap matahari
adalah Try-ho $rahe dan orang yang serius men-ermati dan menganalisis data
posisi planet1planet yang dikumpulkan oleh Try-ho $rahe adalah 4ohanes !epler.
4ohanes !epler menghasilkan tiga hukum tentang gerak planet. Sedangkan orang
yang men-oba memahami hukum1hukum !epler adalah Sir #ssa- Newton sampai
dia berhasil menyusun hukum graitasi uniersal yang sangat terkenal.
$A$ ""
TE'R" GE'#ENTR"# AN HE&"'#ENTR"#
Astronomi sebagai ilmu baru berkembang di 3unani pada abad #2 SM
yang berpendapat bahwa bumi berbentuk datar. .ua abad kemudian mun-ul
terobosan pertama dalam astronomi yang dilakukan oleh Aristoteles yang
berpendapat bahwa bumi bulat bundar. Terobosan kedua hampir dilakukan oleh
Arisrar-hus pada abad ### SM yang menyatakan bahwa bumi berputar dan beredar
mengelilingi matahari yang merupakan pusat gerak langit %heliosentris&. Namun
dia tidak -ukup banyak pendukung. 6aman astronomi klasik 3unani ditutup oleh
0ippar-hus pada abad # SM yang menyatakan bumi yang bundar itu diam,
matahari, bulan dan planet1planet mengelilingi bumi dalam lintasan yang lebih
rumit yang terdiri dari lingkaran1lingkaran ke-il dinamakan epi-y-le yang
menumpangi lingkaran1lingkaran yang lebih besar. Sistem geosentris ini
disempurnakan oleh 5ladius Ptolemaus pada abad ## M yang merupakan ilmuwan
astronomi Mesir !uno. Sistem geosentris ini disebut juga teori geosentris atau
lebih dikenal sistem Ptolemaus. Pandangan Ptolemaus ini memang sesuai dengan
pengamatan mata telanjang yaitu semua benda antariksa terbit di timur dan
terbenam di barat. Tetapi bila sistem ini digambarkan di atas kertas, maka gerak
benda langit menjadi sulit dan rumit untuk ditelusuri.
7ebih dari tiga belas abad toeri geosentris diterima masyarakat dunia.
$arulah pada tahun 898', seorang ilmuwan astronomi berkebangsaan Polandia,
Ni-olaus 5operni-us %8:+;189:;& mengemukakan bahwa benda langit
mengelilingi matahari dengnan orbit lingkaran. Pernyataan ini mendukung
pernyataan Arista-us yang sebelumnya telah mengatakan bahwa mataharilah
pusat tata surya. Sistem ini disebut sistem heliosentris %bahasa 3unani < Helios =
matahari&. .alam sistem 5operni-us gerak benda langit tampak menjadi lebih
sederhana dan memudahkan pengelompokkan keluarga benada langit se-ara
bersistem. .alam pandangan ini para ilmuwan kemudian mengemukakan apa
yang dikenal dengan sistem tata surya, yaitu kelompok atau keluarga benda langit
yang bergerak mengelilingi matahari.
Adanya dua teori yang bertentangan tersebut telah merangsang para ahli
ilmu hitung untuk memperoleh data pengamatan yang lebih teliti. .ata seperti itu
akhirnya didapat oleh Ty-ho $ra-he. Namun dalam melakukan pengamatan,
$ra-he belum menggunakan teleskop. Pada tahun 8)(>, !epler mendukung
gagasan teori heliosentris dengan mengeluarkan tiga hukumnya yang selain
menyebutkan bahwa matahari adalah pusat tata surya juga memperbaiki mengenai
bentuk orbit planet, yaitu yang berbentuk ellips. Pada tahun yang sama, /alileo
menjadi penemu teleskop yang pertama. Melalui pengamatang dengan
menggunakan teleskopnya, /alileo menyimpulkan bahwa bumi bukanlah pusat
gerak. Penemuan teleskop oleh /alileo ini bukan saja mmbantu menguatkan
konsep heliosentris 5operni-us tetapi juga membuka lembaran baru dalam
perkembangan ilmu astronomi selanjutnya.
Hukum Copernicus (Heliosentris)
$A$ ""
H%K%( KEP&ER
4ohanes !epler merupakan orang ketiga yang paling menonjol di antara
para ahli astronomi pada abad pertengahan setelah Ty-ho $ra-he dan Sir #ssa-
Newton. !epler dilahirkan pada tahun 89+' di suatu kota di 4erman.
,rang 3unani !uno mempunyai anggapan bahwa lingkaran adalah bentuk
yang mulia sehingga mereka per-ya bahwa benda langit bergerak dalam lintaasan
yang berupa lingkaran. Paham ini menimbulkan kesulitan, bahkan Ni-holas
5operni-us %8:+;189:;&, dengan teori heliosentrisnya yang menempatkan
matahari sebagai pusat tata surya, pada saat itu masih beranggapan bahwa orbit
planet mengelilingi matahari berupa lingkaran.
Menjelang akhir abad ?2#, Ty-ho $ra-he mempelajari tentang gerakan
planet. #a sempat menerbitkan buku mengenai posisi1posisi bintang, perubahan
warnanya, jarak dan arti arti dari semua bintang. $uku itulah yang menjadikan
Ty-ho $ra-he terkenal sebagai ahli astronomi.
.engan mengunakan data dari $ra-he, 4ohanes !epler, selama kurang
lebih dua puluh tahun telah bereksperimen sampai dia mengemukakan bahwa
orbit planet mengelilingi matahari tidaklah berbentuk lingkaran melainkan
berbentuk ellips. #a juga menunjukkan bahwa planet tidak bergerak dengan
kelajuan konstan tetapi bergerak lebih -epat ketika dekat dengan matahari
dibandingkan bila jauh. !epler berhasil mengembangkan hubungan matematika
antara periode planet dan jarak rata1ratanya dari matahari yang kemudian
dituangkan melalui ketiga hukummya tentang gerakan planet. !etiga hukum
!epler merupakan hukum empiris yang hanya berdasarkan hasil pengamatan..
Adapun ketiga hukum ketiga !epler tersebut adalah <
8. Semua planet bergerak dalam lintasan berupa ellips dengan matahari
sebagai salah satu titik "okusnya

Hukum Kepler I
'. /aris yang menghubungkan tiap planet dan matahari dalam selang waktu
yang sama akan menyapu luas daerah yang sama
Hukum Kepler II
;. !uadrat periode tiap planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata1rata
planet ke matahari
Hukum Kepler III
..% 8 &
0ukum !epler ini sekaligus memperkuat teori heliosentris yang dikemukakan
oleh 5operni-us. Sayangnya !epler tidak dapat menjelaskan tentang konsep gaya
yang menyebabakan keteraturan tersebut. Namun hukum graitasi Newton
nantinya akan memberikan penjelasan "isis pada ketiga hukum !epler. .alam
kasus inihukum graitasi Newton mengharuskan setiap planet ditarik menuju
matahari dengan sebuah gaya yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari
planet ke matahari. .engan -ara ini, Newton mampu menerangkan gerak planet
dalam tata surya dan gerak benda jatuh di dekat permukaan bumi dengan konsep
yang sama. Newton menggabungkan konsep mekanika benda langit dan mekanika
bumi yang sebelumnya dianggap sebagai dua masalah yang berbeda.
$A$ """
H%K%( GRA)"TA#" NE*T'N
Newton dilahirkan di Woolsthrope, 7in-olnshire, #nggris ketika musim
dingin tahun 8):'. Penemuan Newton tentang graitasi diilhami dari pengamatan
peristiwa buah apel yang jatuh dari pohonnya ketika dia sedang duduk di bawah
pohon tersebut. Saat itu sekolahnya, dimana ia menjadi asisten dosen, ditutup
karena wabah penyakit menular.
0ukum !epler memberikan kemudahan bagi Newton dalam
menghubungkan per-epatan sebuah planet dalam orbitnya dengan gaya yang
dilakukan oleh matahari pada planet, yang berubah se-ara terbalik dengan kuadrat
jarak antara matahari dan planet. Newton mampu membuktikan bahwa gaya yang
berubah se-ara terbalik dengan kuadrat jarak pisah akan menghasilkan orbit elips
yang diamati oleh !epler.
3ang menjadi pertanyaan utama bagi Newton adalah mengenai gaya yang
harus bekerja untuk mempertahankan bulan pada orbitnya yang hampir berupa
lingkaran dalam mengelilingi bumi. .ia juga memikirkan mengapa benda yang
jatuh bebas diper-epat dan mempunyai arah menuju pusat bumi. Newton
menyimpulkan bahwa pasti ada gaya yang bekerja pada benda tersebut, yang kita
sebut dengan gaya graitasi.
Newton berusaha menentukan besar gaya graitasi yang diberikan bumi
pada bulan dengan membandingkan gaya graitasi pada benda1benda
dipermukaan bumi. .ari penemuan ilmuwan sebelumnya, per-epatan sebuah
benda yang jatuh bebas karena graitasi adalah >,@ m*s
'

dan per-epatan bulan
dapat dihitung dari persamaan a
r
=
'
*r %karena bulan dianggap bergerak
melingkar&, dimana v adalah laju bulan dalam mengelilingi bumi dan r adalah
orbit bulan dalam mengelilingi bumi. !ita tahu bahwa orbit bulan dalam
mengelilingi bumi adalah ;@:.((( km dan bulan sekali mengorbit bumi selama '+
hari %T = '+& maka<
a
r
=
'
*r = %'r
'
& * %T
r
r& = (,(('+' m*s
'
.engan membandingkan per-epatan graitasi bumi dan per-epatan sentripetal
bulan didapat <
a
r
8*;)(( g
.engan demikian, per-epatan bulan terhadap bumi kira1kira 8*;)(( kali
per-epatan benda yang ada dipermukaan bumi atau ;)(( kali lebih kuat dari apel
yang jatuh. 4arak antara bumi dan bulan adalah ;@:.((( km, atau sama dengan )(
kali radius bumi yang besarnya ):(( km %ini merupakan jarak apel dari pusat
bumi dimana diameter bumi dihitung sekitar 8'.@(( km&. 4arak dari pusat bumi ke
bulan adalah )( kali lebih jauh dari benda1benda di permukaan bumi. .ari sinilah
Newton menyimpulkan bahwa hubungan antara per-epatan graitasi dan jarak
benda terhadap bumi yaitu <
g 8*A
'
Menurut hukum Newton ketiga, ketika bumi memberikan gaya graitasi
ke benda apapun, seperti bulan misalnya, benda tersebut akan memberikan gaya
yang sama besar tetapi berlawanana arah pada bumi. $erdasarkan simetri ini,
Newton menyimpulkan bahwa besar gaya graitasi harus sebanding dengan kedua
massa sehingga <
B M
C
M
$
* A
'
dimana M
E
adalah massa bumi dan M
B
adalah massa benda lain dan R adalah jarak
dari pusat bumi ke pusat benda lain tersebut. Seratus tahun setelah Newton
mempublikasikan hukumnya, pada tauhn 8+>@ 0enry 5aeroish berhasil
menemukan nilai konstanta / yang besarnya ),)+ D 8(
E88
N*m
'
*kg
'
.
$uah Apel dan Gerak $ulan (en+elilin+i $umi
0ukum graitasi Newton menyatakan hubungan antara gaya dan gerak
sebagai suatu hubungan sebab1akibat. .alam kasus ini gaya dikaitkan dengan
kekuatan mendorong atau menarik sebagai penyebab Fperubahan gerakG sebuah
benda. Atau dengan kata lain, gaya merupakan penyebab perubahan besar
ke-epatan %laju& dan arah gerak %arah ke-epatan& benda. .engan hukum graitasi
Newton kita dapat menerangkan gerakan bulan dalam mengelilingi bumi dan
benda yang jatuh ke bumi %misalnya kisah apel Newton&.
Pertama, kita akan membahas mengenai gerak bulan mengelilingi bumi
berdasarkan hukum graitasi Newton. Andaikan bulan tidak tidak mengalami
gaya apapun, bulan akan -enderung diam atau bergerak lurus dengan ke-epatan
tetap. Tetapi kenyataannya bulan tidak bergerak lurus melainkan bergerak
mengelilingi bumi, berarti pada bulan harus bekerja suatu gaya yang tak lain
adalah gaya tarik graitasi bumi. 3ang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah
mengapa bulan tidak jatuh tertarik ke bumi seperti halnya apel yang jatuh, padahal
gerak keduanya sama1sama dipengaruhi oleh gaya graitasi. 0al ini disebabkan
oleh bulan pada saat semula bergerak dengan ke-epatan awal tertentu terhadap
bumi. !ita tahu bahwa orbit bulan dalam mengelilingi bumi berupa lingkaran, dan
setiap benda yang bergerak melingkar dengan ke-epatan tertentu terjadi
per-epatan ke arah pusat benda, yang kita sebt dengna per-epatan sentripetal.
Per-epatan sentripetal inilah yang menyebabkan bulan tidak tertarik jatuh ke
bumi. 4adi, dalam hal ini gaya graitasi hanya mempengaruhi gerak bulan.
Mengenai pengaruh gaya graitasi terhadap apel yang jatuh kita tinjau
hukum kedua Newton yang menyatakan bahwa besarnya perubahan gerak benda
%yang disebut per-epatan& berbanding terbalik dengan massa benda tersebut dan
berbanding lurus dengan gaya penyebabnya. $esaran massa tersebut dapat
disetarakan dengan berat benda %dalam hukum graitasi& dan se-ara "isika
merupakan ukuran keengganan benda untuk mengubah keadaan gerak semula
%kelembaman benda&. 4adi se-ara "isika hukum ini menyatakan bahwa benda yang
massanya lebih besar%atau lebih berat& mempunyai ke-enderunga untuk
mempertahankan dirinya atau mengubah keadaan geraknya semula sedangkan
benda yang jauh lebih ke-il massanya memperlihatkan perilaku yang lebih luwes.
.alam kasus antara apel yang jatuh dengan bumi, apel mempunyai ke-enderungan
untuk jatuh ke bumi karena massa apel yang sangat lebih ke-il dari bumi. .an
penyebab apel jatuh yang tertarik ke arah pusat bumi tidak lain adalah gaya yang
disebut Newton dengan gaya graitasi.
$A$ ")
TA!#"RAN NE*T'N TERHAAP H%K%( KEP&ER
Walaupun hukum !epler merupakan langkah penting untuk memahami
erakan planet1planet, namun hukum tersebut tetap saja hanya aturan empiris ang
diperoleh dari pengamatan astronomis Ty-he $ra-he. 0ukum graitasi Newton
menjelaskan penjelasan "isis pada ketiga hukum !epler. $erikut ini akan kita
tunjukkan bahwa hukum !epler merupakan akibat dari hukum graitasi Newton
namun sebelumnya kita tinjau dahulu hukum gerak dua benda.
Menurut hukum gerak dua benda, jika terdapat dua benda yang sedang
bergerak maka pada kedua benda tersebut akan saling menarik akibat gaya
graitasi. Misalkan kedua benda tersebut adalah benda 8 dan ' yang massanya
masing1masing m
8
dan m
'
bergerak dalam koordinat sistem kartesius dan
koordinat kedua benda tersebut masing1masing %D
8
, y
8
, z
8
& dan %D
'
, y
'
, z
'
&. Maka
pada benda 8 akan bekerja gaya <
'
8 '
8
' '
d r mm
m G
dt r
.. % ' &
r adalah jarak kedua benda. .alam komponen sumbu D, y, z persamaan di atas
dapat ditulis sebagai berikut <

'
8 8 '
8 8 '
' ;
d x x x
m Gmm
dt r


..
% ; &
'
8 8 '
8 8 '
' ;
d y y y
m Gmm
dt r

..
%: &
'
8 8 '
8 8 '
' ;
d z z z
m Gmm
dt r

..
% 9 &
.engan -ara yang sama, kita peroleh komponen gaya yang bekerja pada
benda ' yaitu <
'
' ' 8
' 8 '
' ;
d x x x
m Gmm
dt r



..% ) &
'
' ' 8
' 8 '
' ;
d y y y
m Gmm
dt r

.. % + &
'
' ' 8
' 8 '
' ;
d z z z
m Gmm
dt r

.. % @ &

Apabila keenam persamaan di"erensial di atas kita pe-ahkan, maka kita
dapat menentukan koordinat kedua benda %D
8
, y
8
, z
8
& dan %D
'
, y
'
, z
'
& sebagai "ungsi
waktu t atau dengan kata lain kita dapat menentukan posisi benda setiap
saatsehingga kita juga dapat menentukan letak kedua benda tersebut.
Hntuk mempermudah pengerjaan, kita dapat meninjau gerak benda yang
satu relati" terhadap yang lain %misal gerak relati" planet terhadap matahari&.
.alam kondisi ini, benda yang satu kita anggap diam dan yang lain merupakan
pusat koordinat. Posisi awal benda dapat ditulis sebagai berikut <
D = D
'
E D
8
... %>&
y = y
'
E y
8
... %8(&
z = z
'
E z
8. I
%88&
dan kita de"inisikan
M = m
8
J m
'
.. % 8' &
.engan mensubstitusikan posisi awal benda dan de"inisi M kita dapatkan <
'
' ;
d x x
GM
dt r
.. % 8; &
'
' ;
d y y
GM
dt r
.. % 8: &
'
' ;
d z z
GM
dt r
.. % 89 &
!alikan persamaan %8;& dengan y, %8:& dengan D, lalu keduanya dikurangkan
sehingga didapat <

' '
' '
(
d y d x
x y
dt dt
I %8)&
(
d dy dx
x y
dt dt dt
_


,
I %8+&
$ila persamaan di atas kita integrasikan maka diperoleh <
8
dy dy
x y
dt dt

I %8@&
.engan -ara yang sama kita peroleh <
'
dz dy
y z
dt dt
I %8>&
;
dx dz
z x
dt dt
I %'(&
dengan merupakan konstanta. 4ika ketiga persamaan di atas kita kita kalikan
dengan z,D, dan y, kemudian ketiganya dijumlahkan, maka diperoleh <
a
8
z J a
'
D J a
;
y = ( I %'8&
Persamaan %8>& disebut persamaan bidang datar, jadi orbit benda terletak pada
sebuah bidang datar yang tetap.
!alikan persamaan %8;& dengan '%dD*dt&, persamaan %8:& dengan '%dy*dt&, dan
persamaan %89& dengan '%dy*dt&, kemudian ketiganya dijumlahkan maka akan
diperoleh <
' ' '
' ' ' ;
' '
dx d x dy d y dz d z GM dx dy dz
x y z
dt dt dt dt dt dt r dt dt dt
1
1
+ + + +
1
1
]
]
I %''&
atau
' ' '
;
'
d dx dy dz GM dx dy dz
x y z
dt dt dt dt r dt dt dt
1
_ _ _ 1
+ + + +
1

1
, , , ]
1
]
I%';&
4arak antara kedua benda dan ke-epatan benda dapat dinyatakan <
r
'
= D
'
J y
'
J z
'
... %':&
' ' '
'
dx dy dz
v
dt dt dt
1 1 1
+ +
1 1 1
] ] ]
... %'9&
.ari persamaan %'8&, %'', dan %';& diperoleh<
'
'
'
dv GM dr
dt r dt
I %')&
4ika persamaan di atas kita integralkan terhadap t, maka akan diperoleh <
'
'
GM
v !
r
+ I %'+&
dimana h adalah suatu konstanta sembarang.
Hntuk menyederhanakan persoalan kita tinjau gerak benda dalam bidang
%D, y& sehingga gerak benda hanya ditentukan oleh persamaan %8;& dan %8:&.
.engan -ara yang telah dikemukakan sebelumnnya, kedua persamaan tersebut
menghasilkan dua hasil integral %lihat kembali persamaan %8@& dan %')&& yaitu <
' '
'
dx dy GM
!
dt dt r
_ _
+

, ,
I %'@&
dan
dy dx
x y c
dt dt
I %'>&
!ita ubah koordinat kartesius ke koordinat polar dengan mendeni"isikan <
D = r -os K ... %;(&
y = r sin K ... %;8&
sehingga persamaan %'@& dan %'>& menjadi <
' '
'
'
dr d
r !
dt dt r

_ _
+ +

, ,
I %;'&
dan
r
'

d
dt

= - I %;;&
dengan
L = /M ... %;:&
eliminasi t dari persamaan %;;& dan %;:& maka kita peroleh <
'
: ' ' '
8 8 '
(
dr !
r d r c r c

_
+

,
... %;9&
.e"inisikan ariable u = 8*r 1 L*-
'
, maka persamaan %;9& menjadi <
'
' '
du
u H
d
_
+

,
... %;)&
dengan 0 sebagai tetapan
'
'
: '
!
H
c c

+ ... %;+&
Peme-ahan persamaan %;)& adalah <
H = 0 -os %K E M& I %;@&
M adalah konstanta. Sekarang kita nyatakan persamaan di atas menjadi <
8 -os
p
r
e v

+
... %;>&
dengan
'
c
p

... %:(&
8
'
'
'
8 !c
e

_ +


,
... %:8&
dan
v = K E M ... %:'&

Persamaan %;>& merupakan persamaan irisan keru-ut, suatu irisan keru-ut
dapat berupa elips, lingkaran, parabola atau hiperbola. .ari ini Newton
menunjukkan bila sebuah benda yang bergerak mengelilingi pusat gaya ke mana
benda itu ditarik oleh sebuah gaya yang berubah dengan 8 * r
'
, lintasan benda itu
adalah elips, parabola dan hiperbola. 7intasan*orbit parabola dan hiperbola
berlaku untuk banda1benda % bila ada & yang hanya sekali mendekati satu lewatan
matahari dan tak pernah kembali. ,rbit sema-am itu bukan orbit tertutup. Satu1
satunya orbit tertutup yang mungkin dalam medan gaya berbanding terbalik
kuadrat adalah elips. !arena elips adalah suatu irisan keru-ut, hasil ini
membuktikan 0ukum !epler Pertama. % sedangkan lingkaran merupakan kasus
istimewa dari elips, dimana titik1titik "okus elips berimpit, sehingga sumbu
semimayornya sama dengan sumbu semiminornya &. 4adi, hukum pertama !epler
adalah akibat langsung hukum graitasi Newton. Parameter " disebut prmeter
kerucut# e disebut eksentrisits dan v disebut nomli $enr. Arti geometri
parameter ini diperlihatkan pada gambar ..%8.:& di bawah ini yang menunjukkan
orbit berupa elips.
0ukum kedua !epler, hukum luasan sama, diperoleh dari kenyataan
bahwa gaya yang diberikan oleh matahari pada planet diarahkan ke matahari.
/aya sema-am itu dinamakan +a,a sentral. !arena gaya pada sebuah planet
adalah sepanjang garis dari planet ke matahari, gaya itu tidak mempunyai torsi
terhadap matahari.
0ukum graitasi Newton menunjuk hukum ketiga !epler untuk kasus
khusus orbit lingkaran. Hntuk itu marilah kita tinjau sebuah planet yang bergerak
mengelilingi matahari dengan kelajuan v pada orbit lingkaran dengan jari1jari r
yang masing1masing bergerak nelingkar terhadap pusat massanya C, di bawah
poengaruh gaya graitasi. %gambar 8I&
!arena bergerak dalam lingkaran maka planet pada gambar di atas memiliki
per-epatan sentripetal
'
*r. Maka gaya graitasi haruslah sama dengan gaya
sentripetal yang diperlukan untuk mempertahankan geraknya. Se-ara matematis
dapat dinyatakan sebagai berikut<
B = ma .. % :; &
( )
'
'
GMm v
m
r
R r

+
.. % :: &
4ika M adalah massa matahari dan m adalah massa planet, kita dapat menganggap
r jauh lebih besar dibandingkan A, sehingga A diabaikan terhadap r. Peme-ahan
untuk v
'
menghasilkan <
'
GM
v
r
.. % :9 &
( )
' GM
r
r
.. % :) &
dengan
'
%

.. % :+ &
maka,
' '
'
: r GM
% r

.. % :@ &
' ;
'
: r
%
GM

.. % :> &
' '
;
: %
r GM

.. % 9( &
.ari persamaan di atas tampak bahwa massa planet m tidak terlibat.
$esaran
'
:
GM

adalah konstanta, harga


'
;
%
r
merupakan perbandingan yang tetap
untuk semua planet. Persamaan 8I membuktikan hukum !epler ketiga.

$A$
KE#"(P%&AN
Teori /eosentris menyatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya
sedangkan matahari dan planet1planet lain bergerak mengelilingi bumi.
Teori 0eliosentris menyatakan bahwa menyatakan bahwa mataharilah
yang merupakan pusat tata surya sedangkan bumi dan poanet1planet
lainnya bergerak mengelilingi matahari.
0ukum !epler menyatakan bahwa <
8& Semua planet bergerak dalam lintasan berupa elips dengan matahari
sebagai salah satu titik "okusnya
'& /aris yang menghubungkan tiap planet dan matahari dalam selang
waktu yang sama akan menyapu luas daerah yang sama
;& !uadrat periode tiap planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata1
rata planet ke matahari
0ukum /raitasi Newton merupakan penjelasan lebih rin-i mengenai
konsep gaya yang tidak dapat diterangkan oleh !epler
0ukum /raitasi Newton %hukum graitasi uniersal& menyatakan bahwa<
dimana <
B = gaya graitasi %N&
/ = konstanta graitasi uniersal %),)+ D 8(
E88
N*m
'
*kg
'
&
m
8,'
= massa benda*planet 8 dan ' %kg&
r
8,'
= jarak antara kedua benda*planet %m&
%tanda negati" menunjukkan gaya pada kedua benda*planet besarnya sama
namun berlawanan tanda&.
B
=
1
/
m
8
m
'
r
'
8'
A!TAR P%#TAKA
5hairudin CS, A-hmad. %'((9&. !emPH7 < Sejarah Astronomi %Pusat Tata Surya
$ukan 0anya Matahari&. NonlineO. Tersedia <
http<**www.is-.or.id*indeD.phpPaksi = detail artikel Q R -ontent id = 9)@
by = yes Q kolom = kemPH7 Q edisi tDt = '((9(8N9 September '(()O
Boster, $ob. %'((;&. Terpadu Bisika SMH !elas '. 4akarta < Crlangga
/ian-oli, .ouglas 5. %'((8&. Bisika %terjemahan 3uhilza 0anum&. 4akarta <
Crlanggga
0adi, Mi"ta-hul. % &. #nteraksi Bundamental Q Partikel Clementer NonlineO.
Tersedia < http<**www."isikSnet.lipi.go.id*utama.-giPartikel Q
8()9')'98( Q '9 N9 September '(()O
Suratman, M. %'(('&. Pegangan Bisika # SMH Hntuk !elas #. $andung < 52
Armi-o
Sutantyo, Winardi. %8>@:&. Astro"isika < Mengenal $intang. $andung < #T$
Sutrisno, 7eo. %'((9&. Bisika dalam !ehidupan Sehari1hari < $erat Tubuh !ita di
$ulan. Tersedia < http<**www.pontianakpost.-om*berita*indeD.aspP$erita =
edukasi Q id = 8((998N9 September '(()O
Tipler, Paul A. %8>>@&. Bisika untuk Sains dan Teknik %terjemahan 7ea Prasetyo
dan Aahnad W Adi&. 4akarta < Crlangga