Anda di halaman 1dari 7

Konsep Sehat dan Sakit dalam Islam

Ditulis oleh drfatnan di/pada September 23, 2008 Konsep sehat dan sakit bagi kebanyakan orang masih membingungkan dan kurang jelas. palagi kita sebagai seorang muslim haruslah tahu dan !ajib memahaminya. Kkebetulan disaat bro!sing dan sear"hing artikel,saya menemukan artikel dari multiply perihal konsep sehat dan sakit. kh muhammad menulisnya dengan ringkas, sederhana dan jelas. gar tidak mengurangi keorisinalitas ide beliau, tulisan tersebut tidak saya ubah sedikitpun. Sakit dan penyakit merupakan suatu peristi!a yang selalu menyertai hidup manusia sejak jaman #abi dam. Kita memahami apapun yang menimpa manusia adalah takdir, sakit pun merupakan takdir. $antas kalau sakit merupakan takdir, kalau kita sakit kenapa harus men"ari sehat /kesembuhan% $antas buat apa dan apa manfaat berobat% Dari sinilah landasan kita berpijak dalam memahami sehat, sakit, obat dan upaya pengobatan. SEHAT SAKIT PANDANGAN ALQURAN Dan &ingatlah kisah' yub, ketika ia menyeru (uhannya) *&+a (uhanku', Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan ,ngkau adalah (uhan yang -aha .enyayang di antara semua .enyayang/. -aka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah llah. & l 0uran Surah l nbiyaa1 2234)83586' yat diatas mengisahkan #abi yub yang ditimpa penyakit, kehilangan harta dan anak5anaknya. Dari seluruh tubuhnya hanya hati dan lidahnya yang tidak tertimpa penyakit, karena dua organ inilah yang dibiarkan llah tetap baik dan digunakan oleh #abi yub untuk ber7ikir dan memohon keridhoan llah, dan llah pun mengabulkan doanya, hingga akhirnya #abi yub sembuh dan dikembalikan harta dan keluarganya. Dari sini dapat diambil pelajaran agar manusia tidak berprasangka buruk kepada llah, tidak berputus asa akan rahmat llah serta bersabar dalam menerima takdir llah. Karena kita sebagai manusia perlu meyakini bah!a apabila llah mentakdirkan sakit maka kita akan sakit, begitu pula apabila llah mentakdirkan kesembuhan, tiada daya upaya ke"uali dengan i7in5#ya kita sembuh. &+aitu (uhan' yang telah men"iptakan ku, -aka Dialah yang menunjuki ku. Dan (uhanku, yang Dia memberi -akan dan minum kepadaKu. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan ku. Dan yang akan mematikan ku, kemudian akan menghidupkan aku &kembali'. Dan yang mat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat/. & l 0uran surah sy Syu1araa1 2284) 98 : 82' KONSEP SAKIT Di hadapan llah, orang sakit bukanlah orang yang hina. -ereka justru memiliki kedudukan yang sangat mulia. *(idak ada yang yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan &kronis', kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya, ke"uali dengan itu llah menghapus dosanya.) &;adist diri!ayatkan oleh l5<ukhari'

<ahkan llah menjanjikan apabila orang yang sakit apabila ia bersabar dan berikhtirar dalam sakitnya, selain llah menghapus dosa5dosanya. *(idaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain ke"uali llah hapuskan dengannya &dari sakit tersebut' kejelekan5kejelekannya &dosa5dosanya' sebagaimana pohon menggugurkan daunnya./ &Diri!ayatkan oleh =mam -uslim' !ika kam" men#en$"k o%an$ sakit& mintalah kepadan'a a$a% (e%doa kepada Allah "nt"km"& ka%ena doa o%an$ 'an$ sakit sepe%ti doa pa%a malaikat)* &;>. sy5Suyuti' KONSEP SEHAT #abi -uhammad S ? le!at sunnahnya memberi perhatian yang serius terhadap kesehatan manusia. Sunnah #abi menganggap keselamatan dan kesehatan sebagai nikmat llah yang terbesar yang harus diterima dengan rasa syukur. @irman llah dalam l 0uran Surah =brahim 2364)9 Dan &ingatlah juga', tatkala (uhanmu memaklumkanA *Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah &nikmat' kepadamu, dan jika kamu mengingkari &nikmat5Ku', -aka Sesungguhnya a7ab5Ku sangat pedih/. +ent"k s'"k"% te%hadap nikmat Allah melal"i kesehatan ini adalah senantiasa men#a$a kesehatan ses"ai den$an s"nnat"llah) >asulullah bersabda. *Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan !aktu luang./ &;>. <ukhari yang diri!ayatkan oleh =bnu bbas'
#< )

Balan ringan lebih baik


-enjaga kesehatan mutlak dilakukan oleh kita semua dengan "ara2 yang murah dan efektif. $ebih baik berjalan kaki 30 menit/hari daripada berlari 3 kali seminggu 2 jam.Setuju%% karena kita harus -embudayakan hidup sehat karena Sehat adalah Caya ;idup.

http)//drfatnan.!ordpress."om/2008/0D/23/konsep5sehat5dan5sakit5dalam5islam/
abu, 3

Dimensi
Oleh: Drs

Keperawatan

November

dalam
denan

Islam

2004

HM

M !

=S$ - menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia kesehatan dan kepera!atan guna menolong orang yang sakit dan meningkatkan kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja, beribadah dan melaksanakan aktiEitas lainnya. jaran =slam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi =slam terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. *?ahai sekalian manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. ?ahai orang5orang yang beriman, makanlah dari apa yang baik5baik yang Kami re7ekikan kepadamu &0S al5<aFarah) l88, l92'. -akanan yang baik dalam =slam, bukan saja saja makanan yang halal, tetapi juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan, baik 7atnya, kualitasnya maupun ukuran atau takarannya. -akanan yang halal bahkan sangat enak sekalipun belum tentu baik bagi kesehatan. Sebagian besar penyakit berasal dari isi lambung, yaitu perut, sehingga apa saja isi

perut kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Karena itu salah satu resep sehat #abi -uhammad Sa! adalah memelihara makanan dan ketika makan, porsinya harus proporsional, yakni masing5masing sepertiga untuk makanan, air dan udara &;>. (urmud7i dan al5;akim'.. njuran =slam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi =slam untuk me!ujudkan kesehatan masyarakat, sebab kebersihan pangkal kesehatan, dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. =tu sebabnya ajaran =slam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan, seperti buang kotoran dan sampah sembarangan, membuang sampah dan limbah di sungai/sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya, dan =slam sangat menekankan kesu"ian &al5thaharah', yaitu kebersihan atau kesu"ian lahir dan batin. Dengan hidup bersih, maka kesehatan akan semakin terjaga, sebab selain bersumber dari perut sendiri, penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor. =slam juga sangat menganjurkan kehati5hatian dalam bepergian dan menjalankan pekerjaan, dengan selalu mengu"apkan basmalah dan berdoa. gama sangat melarang perilaku nekad dan ugal5ugalan, seperti bekerja tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. *Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan/ &al5<aFarah)) lDG'. ;al ini karena sumber penyakit dan kesakitan, tidak jarang juga berasal dari pekerjaan dan risiko perjalanan. Sekarang ini ke"elakaan kerja masih besar disebabkan kurangnya pengamanan dan perlindungan kerja. $alu lintas jalan rayaA darat, laut dan udara juga seringkali di!arnai ke"elakaan, sehingga kesakitan dan kematian karena ke"elakaan lalu lintas ini tergolong besar setelah !abah penyakit dan peperangan. Badi !alaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya sedemikian rupa, risiko kesakitan masih besar, disebabkan faktor eksternal yang di luar kemampuannya menghindari. (ermasuk di sini karena faktor alam berupa rusaknya ekosistem, polusi di darat, laut dan udara dan pengaruh global yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. Karena itu =slam memberi peringatan antisipatif) jagalah sehatmu sebelum sakitmu, dan jangan abaikan kesehatan, karena kesehatan itu tergolong paling banyak diabaikan orang. Hrang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan sakit.
Perspektif Keperawatan Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan, maka profesi keperawatan tidak bisa dihindari. Kapan dan di mana pun, keperawatan sangat dibutuhkan, baik yang dilakukan secara sederhana dan tradisional sampai pada yang semi modern dan supermodern. Keperawatan secara umum dapat dibagi dua, yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan medis. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelayanan kesehatan diartikan sebagai pelayanan yang diterima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan, diagnosis dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu (KBBI, l !" #!$%. Menurut Ben&amin 'umenta (l ( " l#%, pelayanan kesehatan ialah kegiatan yang sama, yang dilakukan oleh pranata sosial atau pranata politik terhadap keseluruhan masyarakat sebagai tu&uannya. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan makrososial yang berlaku antara pranata atau lembaga dengan suatu populasi, masyarakat atau komunitas tertentu. )edangkan pelayanan medis ialah suatu upaya dan kegiatan pencegahan dan pengobatan penyakit, semua upaya dan kegiatan peningkatan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan atas dasar hubungan indi*idual antara para ahli pelayanana medis dengan indi*idu yang membutuhkannya. Pelayanan medis ini merupakan kegiatan mikrososial yang berlaku antara orang perorangan ('umenta, l ( " l#%. +l Purwa ,adiwardoyo (l ( " l-% menambahkan, pelayanan medis mengandung semangat pelayanan dan usaha maksimal dengan mengutamakan kepentingan pasien dan mengandung nilai ethos yang tidak egoistis dan materialistis. Dengan demikian, pelayanan kesehatan lebih bersifat hubungan antarlembaga atau institusi kesehatan

dengan kelompok masyarakat yang lebih bersifat massal, sedangkan pelayanan medis lebih bersifat hubungan indi*idual antara pemberi layanan medis, dalam hal ini dokter, paramedis dan perawat dengan pengguna, pasien atau orang yang membutuhkan pelayanan medis, dengan lebih menekankankan kepada ethos ker&a profesional dan tidak materialistis. Dalam tulisan ini, perbedaan istilah di atas tidak terlalu dipersoalkan, karena muaranya &uga sama, yakni mencegah penyakit dan peningkatan dera&at kesehatan. 'umenta mengatakan, pelayanan kesehatan dan pelayanan medis mempunyai tu&uan yang sama, yakni memenuhi kebutuhan indi*idu atau masyarakat untuk mengatasi, menetralisasi atau menormalisasi semua masalah atau semua penyimpangan terhadap keadaan kesehatan, atau semua masalah dan penyimpangan terhadap keadaan medis normatif. Karena itu pranata sosial atau politik, seperti ormas kepemudaan, keagamaan dan partai politik, memang bisa sa&a memberikan pelayanan kesehatan, misalnya untuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat, bakti sosial dan se&enisnya, tetapi tetap harus beker&asama dengan institusi dan pemberi layanan medis yang profesional. )ebab tanpa melibatkan para profesional di bidang kesehatan dan medis, pelayanan yang diberikan tidak akan berhasil, bahkan akan kontraproduktif. Di tengah tingginya tuntutan kepada profesionalisme ker&a sekarang serta daya kritis masyarakat yang &uga meningkat, setiap peker&aan harus di&alankan secara profesional. .erlebih peker&a di bidang kesehatan dan medis, sebab peker&aan ini sangat berisiko dan berkaitan dengan hidup matinya manusia, yang dalam sumpah dunia kedokteran, harus dilindungi dan diselamatkan se&ak calon manusia itu masih berada di dalam perut ibunya. Mulianya Profesi Perawat Menurut mantan /ektor 0ni*ersitas +l1+2har, )yeikh Mahmoud )yaltout (l 34" l5$%, banyak sekali petun&uk 6abi Muhammad )+7 yang &elas sekali menuntut perlunya profesi keperawatan. Perintah untuk berobat, peringatan terhadap penyakit menular, perintah mengasingkan diri terhadap penyakit menular, pen&enisan makanan1makanan sehat untuk tubuh, dll, menun&ukkan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat Islam sangat menuntut hadirnya para perawat di tengah masyarakat manusia. )ebab orang yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan dan perawatan kesehatan tidak lain adalah institusi beserta indi*idu perawat yang mengabdi di dalamnya. Islam tidak membedakan apakah ia dokter, paramedis atau perawat, sepan&ang ia mengabdi di bidang pengobatan dan perawatan penyakit, maka ia merupakan orang mulia. Bahkan dalam banyak kitab fikh dan hadits, selalu ada bab khusus yang membahas tentang penyakit dan pengobatan (kitab al1maridh wa al1thib%. Di dalam Islamic 8ode of Medical 9thics diterangkan bahwa pengobatan dan keperawatan merupakan profesi mulia. +llah menghormatinya melalui muk&i2at 6abi Isa bin Maryam dan 6abi Ibrahim yang pandai mengobati penyakit dan selalu menyebut nama +llah sebagai penyembuh penyakitnya. )ama halnya dengan semua aspek ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran dan keperawatan adalah sebagian dari ilmu +llah, karena +llah1lah yang menga&arkan kepada manausia apa yang tidak diketahuinya. +llah berfirman" I:ra wa rabbukal akram, allad2i allama bil :alam, allamal insana ma lam ya;lam (Bacalah dan .uhanmulah yang paling mulia, yang menga&ar manusia dengan perantaraan :alam (baca tulis%, dan Dia menga&arkan kepada manusia segala apa yang tidak diketahuinya. <) al1+la:" 41 #%. Melalui ayat ini +llah menyuruh mempela&ari alam semesta beserta segenap organisme dan anorganisme yang ada di dalamnya dengan nama dan kemuliaan .uhan, melalui baca tulis, eksperimen, penelitian, diagnonis, dsb. Ini terbukti dengan semakin banyaknya studi di bidang kedokteran dan kesehatan, semakin terungkap tanda1tanda kekuasaan +llah terhadap makhluk1 makhluk16ya. Berkaitan dengan ini pengadaan praktik kedokteran dan perawatan adalah perintah agama kepada masyarakat, yang disebut fardlu kifayah, yang diwakili oleh beberapa institusi untuk melayani kebutuhan kesehatan dan pengobatan masyarakat dan dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa kecuali, tanpa melihat kepada perbedaan ras, agama dan status sosialnya. Kewa&iban ini merupakan tugas negara untuk men&amin kebutuhan bangsa akan para dokter dan perawat dalam berbagai bidang spesialisiasi. Dalam Islam hal ini merupakan kewa&iban negara terhadap warganegaranya. Kesehatan harus men&adi tu&uan, dan keperawatan kedokteran sebagai cara, pasien adalah tuan, dokter dan perawat sebagai pelayannya. Peraturan1peraturan, &adwal1&adwal, waktu dan pelayanan

harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menentukan keadaan pasien dan ditempatkan paling atas dengan kese&ahteraan dan kesenangan yang pantas. )tatus istimewa harus diberikan kepada pasien selama ia men&adi pasien, tidak membedakan siapa dan apa dia. )eorang pasien berada pada tempat perlindungan karena penyakitnya dan bukan karena kedudukan sosialnya, kekuasaan atau hubungan pribadinya. Karena itu dokter dan perawat mengemban tugas mulia, yang dalam sumpah &abatannya mereka sudah bersumpah dengan nama.uhan, ber&an&i untuk mengingat .uhan dalam profesinya, melindungi &iwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan, melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkannya dari kematian, penyakit, rasa sakit dan kecemasan. +llah ber&an&i akan menolong setiap orang di akhirat dan di hari pembalasan, siapa sa&a yang menolong saudaranya di dunia. 7alaupun kematian merupakan hak prerogatif +llah menentukannya, namun manusia diberi kewenangan yang maksimal untuk mengatasi penyakitnya dengan bantuan dokter dan perawat. Itu sebabnya terhadap penyakit yang parah sekalipun, dokter dan perawat tetap melakukan usaha maksimal dan memberi semangat hidup para pasien bersangkutan. +&aran1a&aran normatif agama tentang perawatan di atas, tidak hanya sebatas dasar teoritis, melainkan sudah pula dipraktikkan dalam realitas kehidupan di masa lalu. Di masa1masa awal perkembangan Islam dikenal se&umlah wanita yang mengabdikan dirinya di bidang keperawatan, di antaranya /ufaidah, ia ber&asa mendirikan rumah sakit pertama di 2aman 6abi Muhammad )aw guna menampung dan merawat orang1orang sakit, baik karena penyakit maupun terluka dalam peperangan Kalau di 9ropa dikenal nama =ean ,enry Dunant, dokter )wiss yang melalui Konferensi =enewa l(-$ diakui sebagai Bapak Palang Merah Interasional, diikuti oleh >lorence 6ightingale sebagai Ibu Perawat Dunia pertama, maka /ufaidah1lah yang dianggap sebagai ?6ightingale@ dalam Islam. Para Khalifah +bbasiyah &uga banyak memiliki dokter dan perawat istana yang mendapatkan kedudukan istimewa turun temurun. =ur&is ibnu Bakhti, ,unain bin Ishak dan keturunannya merupakan para dokter dan perawat yang handal. Ba2mi +lim, bukan sa&a aktif dalam dunia keperawatan, tapi &uga membangun rumah sakit Aamki Baghcha di Istanbul1.urki, dan masih banyak lagi. >iguritas Ibnu )ina (+*icenna% dan +bubakar al1/a2i (/a2e2% yang dianggap pelopor ilmu kedokteran dengan karya1karya tulis monumentalnya di bidang keperawatan medis, semakin memacu banyaknya masyarakat yang ter&un dalam profesi keperawatan, baik pria maupun wanita. Kesiapan Mengabdi Masyarakat )ekarang se&umlah akademi dan perguruan tinggi semakin banyak membina mahasiswanya yang berorientasi kepada profesi keperawatan. Kondisi ini tentu patut disambut gembira, sebab tenaga keperawatan di daerah kita, apalagi di perdesaan dan pedalaman masih sangat kurang. 0ntuk lebih memberikan kesiapan fisik dan mental dalam menekuni profesi keperawatan, kiranya penting digarisbawahi hal1hal mendasar berikut" Pertama, hendaklah profesi keperawatan yang disandang di&adikan sebagai profesi yang sebenarnya. Menurut pakar pendidikan, +hmad .afsir (l -%, suatu peker&aan dapat dipandang sebagai peker&aan profesional apabila" B. Memiliki keahlian khusus untuk profesi tersebut, dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif untuk membantu klien atau pasien. Ini berarti para perawat harus terus meningkatkan ilmu, keahlian dan pengalamannya, baik melalui pembela&aran teoritis maupun praktis. Di tengah semakin ma&unya dunia kedokteran dan keperawatan, tentu menuntut setiap orang yang menggelutinya tidak boleh berhenti untuk menambah ilmu dan skill1nya untuk disumbangkan kepada masyarakat. 5. Profesi dipilih karena panggilan hidup yang akan di&alani sepenuh waktu, &adi bukan profesi terpaksa yang akan di&alani sambil lalu. Ketika sudah memantapkan hati men&adi perawat, haruslah all out menggeluti bidang ini sampai akhir dengan moti*asi yang tulus ikhlas dan penuh pengabdian. Dengan moti*asi dan dedikasi tinggi, tentu &en&ang karier dan prospeknya akan terus meningkat. 4. Profesi haruslah untuk kepentingan masyarakat, bukan indi*idu dan golongan. Ini berarti prinsip yang mendasari profesi keperawatan adalah kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan, tanpa boleh membedakan status orang yang diberikan pelayanan.

$. Profesi &uga memiliki organisasi dan kode etik tertentu, ini berarti para perawat mestilah merasakan bahwa dirinya merupakan bagian dari institusi dan organisasi yang mewadahinya, sekaligus sadar untuk menaati kode etik yang berlaku. #. )ebuah profesi pada dasarnya memiliki otonomi, tapi &uga tetap terbuka men&alin ker&asama dengan pihak lain yang terkait. Ini berarti para perawat, meskipun di satu sisi yakin akan kemampuannya, tapi untuk efekti*itas peker&aannya, ia harus tertap terbuka dan proaktif beker&asama dengan para pihak yang dapat menun&ang kesuksesan layanan keperawatan. =adi dalam profesi terkandung persyaratan pemilikan kompetensi personal berupa kepribadian terpu&i, kompetensi profesional berupa keahlian, serta kompetensi sosial berupa semangat pengabdian yang tinggi untuk masyarakat. Kedua, dalam men&alankan tugas keperawatan hendaknya dibarengi dengan kecermatan, kehati1 hatian dan kewaspadaan guna meminimalisasi risiko negatif yang mungkin timbul. )eringnya mencuat kasus malapraktik akhir1akhir ini haruslah di&adikan pela&aran bagi segenap insan keperawatan, dokter dan paramedis, untuk lebih hati1hati dan cermat dalam melakukan peker&aan. +gama menggariskan beberapa sikap waspada yang perlu direnungi bagi para perawat. )ayyid )abi: mengatakan, dalam memberikan perawatan medis, hendaknya paramedis men&alankan tugas sesuai bidang keahliannya. Para ulama sepakat, bahwa orang yang memberikan perawatan yang di luar keahliannya, lalu menimbulkan kecacatan atau risiko yang menambah berat penyakit pasiennya, maka dia harus bertanggung &awab sesuai kadar bahaya yang ditimbulkannya, dan risiko tersebut dapat ditebus dengan ganti rugi dari hartanya sendiri, bukan harta negara atau institusi. .etapi &ika paramedis berbuat kekeliruan, sedangkan ia seorang memiliki ilmu dan keahlian cukup, maka risiko yang timbul, &uga harus dibayarkan kepada korban. Dalam hal ini ada yang berpendapat diambil dari hartanya, ada pula berpendapat diambil dari harta negara atau institusi tempatnya beker&a. Imam Malik berpendapat, paramedis tidak perlu dituntut apa1apa, karena kesalahan itu di luar kemauannya, dan perawatan yang diberikan beserta risikonya sudah sei2in pasien sendiri atau keluarganya. +danya keharusan bertanggung &awab tidak lain untuk melindungi &iwa manusia dan mengingatkan paramedis atau perawat agar lebih cermat dan hati1hati dalam men&alankan peker&aannnya, sebab peker&aannya berkaitan langsung dengan &iwa manusia. Ketika seorang pasien meninggal, tidak hanya keluarga kehilangan anggotanya, tapi bisa pula kehilangan pengasuh, pengayom dan pemimpin keluarga, penopang ekonomi keluarga, kehilangan orang tercinta, kehilangan harapan hidupnya dan sebagainya. Ketiga, para perawat hendaknya lebih proaktif ketika mengabdikan dirinya kepada masyarakat, tidak pasif menunggu orang sakit datang ke rumah sakit sa&a. Kita semua mengetahui bahwa 06DP setiap tahun mengukur peringkat kualitas hidup manusia, human de*elopment indeC (,DI%, di mana ,DI rakyat Indonedia selalu yang terendah dibanding bangsa1bangsa di dunia dan di +sia .enggara. /endahnya dera&at kesehatan merupakan salah satu indikator kriteria yang digunakan 06DP. Dipastikan masyarakat yang kualitas kesehatannya rendah tersebut berada pada le*el ekonomi menengah ke bawah. Mereka ini baru berobat atau terpaksa datang ke rumah sakit sesudah penyakitnya parah. Dleh karenanya, para perawat hendaknya proaktif turun ke lapangan, sehingga potensi penyakit di masyarakat dapat dihindari. Bukankah dalam pengobatan berlaku prinsip, lebih baik mencegah daripada mengobati.EEE E% Penulis 7akil Kepala M+6 5 Model Ban&armasin, +lumnus >akultas .arbiyah I+I6 +ntasari Ban&armasin (l (-%, dan +lumnus 0ni*ersitas Islam Indonesia F )udan 5!!5. (.ulisan disarikan dari makalah yang disampaikan dalam forum 7isuda Program D III Keperawatan /umah )akit )uaka Insan Ban&armasin, di ,otel +rum Kalimantan akhir )eptember 5!!$.%

2 Kembali 4 2 tas 4

http)//!!!.radarbanjarmasin."om/berita/indeI.asp%<eritaJHpiniKidJ66838