Anda di halaman 1dari 64

HAMA, PENYAKIT DAN GULMA

Penjelasan Umum Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dianjurkan menggunakan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Hal ini sesuai dengan UU No. 12 tahun 1992 tentang sistem udida!a tanaman terkait dengan pengendalian hama" pen!akit dan gulma harus erdasarkan pada hasil monitoring. PHT mengunakan komponen pengendalian !ang saling kompati el di lapangan (peman#aatan jasa musuh alami" pengendalian manual dan aplikasi insektisida !ang ramah lingkungan). $nsektisida erspektrum luas !ang dapat mem unuh semua organisme han!a digunakan jika keadaan memaksa dan se agai pilihan terakhir misaln!a pada saat terjadi peledakan populasi hama (outbreak). %e erhasilan PHT pada tanaman kelapa sa&it akan ter'apai jika seluruh komponen pengendalian di erda!akan sesuai keperluann!a serta dapat saling melengkapi. (trategi dan ke ijakan pengendalian ke depan harus memenuhi pers!aratan ) *apat melestarikan keseim angan alami !ang erdampak positi# terhadap lingkungan tanpa pengaruh samping !ang menjadikan masalah le ih kompleks. *apat mempertahankan potensi produksi kelapa sa&it" aik kualitas maupun kuantitas dari serangan organime pengganggu. 1.1. 1.1.1. HAMA Hama i !i"itan an Pengen aliann#a

1.1.1.1. Kum"ang $ema%an aun &Apogonia expeditionis ' Adoretus compressus( +erupakan serangga hama dari %las (erangga" Ordo ,oleoptera. (erangga de&asa (kum ang) ini mulai akti# memakan daun i it kelapa sa&it menjelang malam hari. ,ara pengendalian dengan melakukan pen!emprotan insektisida piretroid sintetik seperti ) (ipermetrin" *eltametrin" -am da sihalotrin dan .etasi#lutrin. Pen!emprotan dilaksanakan dengan menggunakan %napsa'k (pra!er ke daun i it" dengan konsentrasi / '' per liter air dan 0olume semprot sekitar 21 s2d 133 '' larutan per i it (tergantung umur i it). Pen!emprotan dilakukan mulai jam 14.33 5 19.33.

6am ar. 7.1.1.1. Apogonia expeditionis (kiri) dan Adoretus compressus (kanan) 1.1.1.). !elalang .elalang merupakan serangga hama dari Ordo Orthoptera. 8enis elalang !ang sering dijumpai men!erang i it adalah Valanga nigricornis dengan 'ara memakan daun i it. *ara $engen alian + Pengendalian dilakukan dengan men!emprotkan insektisida piretroid sintetik seperti (ipermetrin" *eltametrin" -am da sihalotrin dan .etasi#lutrin se'ara merata di seluruh tanaman" dengan konsentrasi / '' insektisida per liter larutan.

1.1.1.,. Tungau Mera- &.e /$i er Mite( Tungau +erah (Red Spider Mite) !ang sering dijumpai men!erang i it kelapa sa&it adalah Tetranychus piercei" !ang er&arna kuning kemerah9merahan dan erkem ang dengan 'epat terutama pada musim kering. %utu tanaman ini mengisap 'airan pada agian a&ah daun !ang masih muda. :pa ila terjadi serangan erat" &arna daun akan terlihat seperti de#isiensi +g (kuning 5 orange) dan daun melengkung ke a&ah" pertum uhan i it menjadi lemah dan kerdil sehingga sangat peka terhadap in#eksi er agai jenis pen!akit. Pada tahap serangan !ang lanjut i it akan mati. Pengendalian dilakukan dengan pen!emprotan *imethoate ;3 < konsentrasi 1 '' per liter larutan !ang di'ampur dengan sur#a'tant. Pen!emprotan terutama di arahkan pada agian a&ah daun. =otasi 2 minggu sekali. 1.1.1.0. Meal#"ugs &Kutu Puti-( %utu !ang adann!a diselimuti oleh lapisan lilin putih. %utu ini menjadi er aha!a jika mengganggu perakaran i itan !ang men!e a kan i it terlihat pu'at seperti de#isiensi nitrogen. .iasan!a serangan terjadi pada saat musim kering atau pen!iraman i itan !ang kurang. Perkem angan hama ini di antu oleh semut" karena semut sengaja mengem ang iakan kutu ini untuk mendapatkan madu !ang dikeluarkan oleh kutu terse ut se agai makanann!a. Pengendalian dapat dilakukan dengan %ar o#uran /< se an!ak 13 g atau %ar osul#an 1< se an!ak 1 g per i it dita ur di permukaan tanah i itan. 1.1.1.1. /i$ut atau Keong &/nails( Hama ini merusak jaringan lunak dari daun sehingga tinggal serat. Pengendalian dengan menggunakan +etaldeh!de 1<.

1.1.1.2. Ulat $ema%an aun %ela$a sa3it &UPDK/( :pa ila ditemukan serangan ulat" dapat dilakukan tindakan manual maupun kimia. Pengendalian ulat lihat .a 7.1.2.4. 1.1.1.4. Ti%us Tindakan !ang dilakukan terhadap serangan tikus di i itan adalah dengan mem erikan umpan ra'un tikus pada daerah !ang diserang dan diletakkan pada jalur masuk tikus ke i itan. 1.1.). Hama i T!M an TM serta Pengen aliann#a Umumn!a men!erang di T.+ !ang aru tanam. i itan" namun serangan dapat juga terjadi pada areal

1.1.).1. Kum"ang $ema%an aun &Apogonia expeditionis ' Adoretus compressus(

Pen!emprotan dilakukan menjelang malam (jam 14.33 5 19.33) jika menggunakan pestisida kontak. .e erapa pestisida kontak !ang digunakan adalah (ipermetrin" *eltametrin dan -am da sihalotrin dengan 'ara se agai erikut ) a. *engan %napsa'k (pra!er ) konsentrasi insektisida (#ormulasi) 3./ < dengan dosis 1.313 '' insektisida dalam /13 liter larutan per ha. . *engan +ist lo&er ) konsentrasi insektisida (#ormulasi) 3.7 < dengan dosis 1"313 '' insektisida dalam 141 liter larutan per ha. Pengendalian lainn!a dapat dilakukan dengan Light Trap misaln!a lampu petromaks (jam 1>.33 5 2/.33) 1.1.).). Kum"ang $enggere% $u5u% &Oryctes rhinoceros( +erupakan serangga hama dari Ordo ,oleoptera dan dikenal se agai kum ang penggerek pu'uk. (erangan O. rhinoceros sangat er aha!a pada T.+ karena kum ang dapat dengan mudah menggerek pu'uk tanaman sampai ke titik tum uh" sehingga akan dapat mematikan tanaman kelapa sa&it.

6am ar 7.1.2.2.a. Oryctes rhinoceros dan gejala serangann!a pada T.+

/ensus an $engen alian se5ara manual (ensus populasi kum ang dan atau kerusakan aru pada T.+ dan T+ (!ang masih terjangkau tangan petugas) di areal replanting dilakukan se'ara men!eluruh" ersamaan dengan pelaksanaan pengendalian se'ara manual (&inkling). %egiatan ini dilakukan seminggu sekali. Tenaga sensus2petugas pengendalian manual dilengkapi dengan alat pengait dari jari sepeda (atau sejenisn!a dengan ukuran serupa) !ang di engkokkan dan dirun'ingkan pada agian ujungn!a untuk mengait kum ang dari lu ang gerekan" kemudian mem unuhn!a. 8umlah kum ang dan kerusakan aru !ang dijumpai di'atat. Tin a%an Pen5ega-an Pen'egahan dilakukan dengan menghilangkan tumpukan ahan organik seperti ) atang ka!u" kelapa" kelapa sa&it dan karet !ang sudah mati" #i er serta tandan kosong kelapa sa&it" agar tidak digunakan se agai tempat erkem ang iak oleh O. rhinoceros. Tumpukan ahan organik di ongkar dan dise ar merata di sekitarn!a" sehingga tidak ada penumpukan lagi. Pengen alian i La$angan a. 8ika jumlah kum ang dan atau kerusakan aru ? 1 per ha" maka pengendalian manual tetap dilanjutkan untuk minggu erikutn!a. . Pada tanaman !ang terserang dan kondisi pu'uk mengering" segera dilakukan pem uangan pu'uk dan pelepah lain !ang rusak" agar sinar matahari dapat langsung mengenai daerah serangan untuk mengham at serangan patogen sekunder. '. 8ika populasi kum ang dan atau kerusakan aru @ 1 per Ha" maka dilakukan pengendalian dengan insektisida dan #eromon" sampai populasi kum ang dan kerusakan aru terse ut menjadi ? 1 per ha. $nsektisida !ang digunakan adalah ) %ar osul#an dosis 1 g produk per pohon per 2 minggu dita urkan di ketiak daun atau (ipermetrin konsentrasi 2 < se an!ak 133 '' larutan per pohon disemprotkan dengan knapsa'k spra!er mulai dari pu'uk sampai 2 pelepah di a&ahn!a" pada areal !ang masih terjangkau. Petugas aplikasi %ar osul#an harus menggunakan sarung tangan karet dan masker. :plikasi #eromon dilakukan dengan menggantungkan satu sachet erisi #eromon 1 ml !ang akan ha is dalam &aktu 2 ulan (slow release) pada perangkap. Perangkap erupa em er (kapasitas minimum 12 l dan tinggi /3 'm) !ang tutupn!a sudah di eri lu ang diameter 1 'm se an!ak 1 uah" kemudian tutup terse ut dipasang ter alik dan diikat dengan ka&at. (elain itu" perangkap dapat juga erupa em er tanpa tutup dan dipasang lem ar seng se'ara men!ilang (seperti huru# A) di agian atas em er. Untuk men'egah genangan air hujan di dalam em er" maka di uat lu ang ke'il9 ke'il pada dasar em er. Bm er !ang erisi #eromon terse ut (#erotrap) digantung pada tiang am u atau ka!u dengan ketinggian 2.1 m dan dipasang 1 #erotrap per 1 ha areal kelapa sa&it. (etiap 2 hari dilakukan

penghitungan jumlah kum ang !ang terperangkap dan selanjutn!a dimusnahkan. Pengutipan lar0a dan pupa dilakukan pada reeding site dengan rotasi 1 ulan" sampai tidak dijumpai lagi lar0a dan pupa Oryctes rhinoceros.

6am ar 1.1.2.2.'. (ketsa Pemasangan Ceromon di lapangan ) :. Perangkap em er dengan lem ar seng !ang dipasang men!ilang" .. Perangkap em er dengan tutup erlu ang !ang dipasang ter alik" ,. ,ara pemasangan perangkap di lapangan pada tiang dengan ketinggian 2"1 m ((um er gam ar : dan , dari lea#let (ime *ar !). 1.1.).,. Hama $ema%an a%ar Hama pemakan akar terdiri atas kum ang pemakan akar (Ordo ,oleoptera" Camili Blateridae) serta ulat penggerek akar Su etula sunidesalis dan S. palmi!ora (Ordo -epidoptera" Camili P!ralidae)" ditemukan di e erapa ke un di =iau" terutama areal gam ut. -ar0a dari hama ini memakan akar tanaman kelapa sa&it. .elum ditemukan metode !ang tepat untuk mengendalikan hama terse ut" upa!a !ang dilakukan masih dalam skala penelitian. Namun tern!ata jika diterapkan best practices" maka serangga terse ut tidak menim ulkan masalah pada tanaman kelapa sa&it.

1.1.).0. !elalang Penjelasan lihat .a 1.1.1.2. Tindakan !ang dilakukan apa ila terdapat serangan di lapangan adalah ) Pen!emprotan tanaman menggunakan insektisida (lihat 7.1.2.1 poin a D ). 1.1.).1. .a#a$ +erupakan serangga hama dari Ordo $soptera" terutama men!erang tanaman di lahan gam ut. .e erapa ra!ap !ang penting adalah ) a. "optotermes cur!ignathus# merupakan hama !ang utama karena kasta pekerjan!a mampu merusak jaringan mati dan jaringan hidup tanaman. . Macrotermes gil!us# ukan merupakan hama !ang utama karena kasta pekerjan!a han!a memakan jaringan mati. =a!ap ini akan merugikan tanaman jika kolonin!a mem uat sarang di daerah perakaran dekat atang kelapa sa&it" karena dapat mengaki atkan kelapa sa&it menjadi miring dan akhirn!a tum ang. 8ika pem entukan sarang oleh koloni erada di ga&angan maka ra!ap ini tidak mem aha!akan. *ara $engen alian + a. *ilakukan sensus pada areal !ang terserang dan di eri tanda. . Pelaksanaan sensus sekaligus dengan aplikasi termisida" rotasi sensus diatur erdasarkan jumlah serangan ra!ap dan jenis tanahn!a ) Pada tanah gam ut ) E (erangan F ; pohon per ha" rotasi sensus setiap 1 ulan. E (erangan ? ; pohon per ha" rotasi sensus setiap 2 ulan. Pada tanah mineral sensus dilakukan jika terdapat serangan. '. Pada pohon !ang terserang dilakukan pem ersihan serasah di sekitar pangkal atang dan disemprot atau disiram termisida. d. Pohon !ang diaplikasi di eri tanda silang dengan 'at dan di'atat pada lem ar #ormulir sensus untuk memudahkan e0aluasi dan penentuan rotasi sensus erikutn!a. e. :plikasi menggunakan +etode .arrier !aitu dengan 'ara men!emprot atau men!iram se'ara merata pada pangkal atang dan piringan pohon terserang. Piringan disemprot pada radius 13 'm" dan pada pangkal atang sampai ketinggian 13 'm dari tanah Termisida anjuran ) E Cipronil 13 g2l" konsentrasi / 51 '' per liter air. E Golume aplikasi sekitar 2 l larutan termisida per pohon.

6am ar 1.1.2.1. 6ejala serangan ra!ap (6am ar kiri a&ah) dan pengendalian dengan pen!emprotan termisida dengan metode arrier. 1.1.).2. Ulat $enggere% "ua- &Tirathaba rufivena ' Tirathaba mundella( Hama ini umumn!a men!erang pada a&al T+ !ang tidak dilakukan kastrasi dan sanitasi sesuai standar. Ulat penggerek uah men!erang unga dan uah muda sampai men'apai inti. (iklus hidupn!a 1 ulan" terdiri dari stadia telur ; hari" ulat 17 hari (1 instar)" dan kepompong 13 hari. Telur diletakkan pada tandan unga jantan dan etina. %upu9 kupu er&arna 'oklat kehijauan. Pada serangan erat pengendalian dapat dilakukan dengan men!emprotkan insektisida *eltametrin" -am da sihalotrin" (ipermetrin dan insektisida iologis er ahan akti# $acillus thuringiensis dengan konsentrasi / '' per liter air. Golume semprot sekitar 3.13 sampai 3.41 liter larutan per tandan. 8ika serangan elum terlalu erat dan elum luas" maka le ih disarankan penggunaan insektisida iologis. Penggunaan insektisida kimia sintetik han!a dilakukan dalam keadaan terpaksa dan se agai pilihan !ang terakhir.

1.1.).4. Ulat $ema%an aun %ela$a sa3it &UPDK/( +erupakan serangga hama pemakan daun dari Ordo -epidoptera !ang terdiri atas ulat api (-ima'odidae) dan ulat kantong (Ps!'hidae). 1.1.).4.1. 6enis UPDK/ an $ola serangann#a Pengetahuan terhadap kehidupan ulat dan pola serangann!a (Ta el 7.1.2.4.1. a 5 ') sangat mem antu upa!a pengendalian se'ara enar.
1

Setothosea asigna Thosea bisura

Thosea !etusta

Setora nitens

%loneta diducta

%loneta bradleyi

&arna trima

Susica pallida

Mahasena corbetti %upa Metisa plana

6am ar 1.1.2.4. Coto e erapa jenis UP*%(

Ta el 1.1.2.4.1a. *aur hidup UP*%(


Daur Hi u$ 6enis UPDK/ Ulat a$i Setothosea asigna Setora nitens Thosea bisura Thosea vetusta Ploneta diducta Darna trima Susica pallida Ulat %antong Mahasena corbetti Metisa plana Cremastopsyche pendula 6umlaTelur &!utir( Telur &Hari( /339;33 /33 733 H >39221 939/33 H 23339 /333 1339/33 ;9> 194 199 19> ;97 /91 /91 13921 11921 H &Hari( ;1919 /3 229/1 ;/911 /39/4 279// ;3 739123 ;4917 H Ulat Instar >99 >99 49> 49> 794 794 794 11912 ;91 H Pu$a &Hari( /49;2 149/1 1;91> 23929 1191; 1391; 23 2/9;3 219/3 H Total &Hari( >79139 1297> ;4972 73992 ;19;4 /9912 71 9/91>1 >/9134 H .ata) &Hari( 97 19 11 >3 ;7 ;> 71 121 9; H

%eterangan ) H *ata tidak tersedia Ta el 1.1.2.4.1 . Tempat peletakan telur dan kepompong UP*%(" serta posisi daun !ang diserang
6enis UPDK/ S. asigna S. nitens D. trima T. bisura T. vetusta P. diducta S. pallida M. corbetti M. plana C. pendula Tem$at Ke$om$ong Tanah di sekitar piringan dan ga&angan Pada daun" ketiak daun" tanah dan di sela9sela akar pada pangkal atang *i dalam kantong ulat Leta% Telur7Daun #ang Diserang .er aris2 eraturan di a&ah permukaan helai daun. Umumn!a men!erang daun tengah 9 daun atas Terse ar2tidak eraturan di a&ah permukaan helai daun" pada umumn!a men!erang daun tengah 9 daun a&ah *i dalam kantongan daun (karena imago etina tidak ersa!ap dan mati dengan telur masih di dalam perut)" iasan!a men!erang mulai dari daun a&ah mengarah ke daun atas

Ta el 1.1.2.4.1'. Ukuran UP*%( dan kategori serangan


U%uran Ulat &5m( 6enis UPDK/ Ulat a$i S. asigna S. nitens T. bisura T. vetusta P. diducta D. trima S. pallida U. Kantong M. corbetti M. plana C. pendula %e'il ?1 ?1 ?1 ?1 ?1 ? 3.1 ?1 ?1 ? 3.1 ? 3.1 (edang 192 192 192 192 192 3.1 9 1 192 192 3.1 9 1 3.1 9 1 .esar F2 F2 F2 F2 F2 F1 F2 F2 F1 F1 Kategori /erangan &e%or7$l-( =endah ?1 ?1 ?1 ? 13 ? 13 ? 13 ? 13 ? 13 ? 13 ? 13 (edang 7 9 13 7 9 13 7 9 13 11 9 23 11 9 23 11 9 23 11 9 23 11 9 23 11 9 23 11 9 23 .erat F 13 F 13 F 13 F 23 F 23 F 23 F 23 F 23 F 23 F 23 !atas Kritis &e%or7Pl$-( 7 9 13 7 9 13 7 9 13 11 9 23 11 9 23 11 9 23 11 5 23 7 5 13 11 9 23 11 5 23

1.1.).4.). Pen#e"a" terja in#a le a%an serangan UPDK/ Ulat pemakan daun kelapa sa&it se'ara umum dapat dijumpai pada semua umur tanaman dan hidup erdampingan dengan musuh alamin!a di alam. -edakan serangan terjadi apa ila terdapat ketidak9seim angan alam" dimana musuh alami tidak dapat mengim angi perkem angan dari UP*%(. 1.1.).4.,. Pengen alian UPDK/ 1.1.).4.,.1. Dete%si Pada areal non endemik" dilakukan *eteksi. a. Pengamatan a&al untuk memantau UP*%( sejak dini . (etiap di0isi harus mempun!ai petugas monitoring dan pengendali hama se'ara tetap se an!ak 2 orang !ang juga dapat melakukan pengam ilan 'ontoh daun. (+:=T=$ se'ara rutin melakukan pelatihan terhadap petugas lapangan terse ut. '. Pengamatan dimulai pada aris / atau 13 digilir setiap periode pengamatan dan setiap 1/ aris erikutn!a. Pada pohon !ang diamati dipilih 1 daun !ang terserang paling erat erdasarkan kerusakan daunn!a se agai sampel ) Umur tanaman ? 4 tahun" pengamatan dilakukan setiap selang 1 pohon Umur tanaman F 4 tahun" pengamatan dilakukan setiap 11 pohon dan sampel daun harus dipotong. d. *eteksi dilakukan se'ara rutin dua a&ah atas kritis paling a&ah. ulan sekali jika ke eradaan UP*%( di

e. :pa ila rerata populasi pada selang atas kritis" maka dilakukan e0aluasi untuk mengetahui kondisi musuh alami" sehingga dapat ditentukan tindak lanjutn!a seperti deteksi rutin atau sensus" agar segera dikonsultasikan dengan (+:=T=$. #. :pa ila rerata populasi di atas selang atas kritis" maka harus dilakukan sensus.

Ta el 1.1.2.4./.1. *eteksi UP*%( Nama pengamat Tanggal No Baris ) ) Catatan pengamatan Ts Ph Jn Ts Ph .lok2-uas ) %e un2*i0isi ) Jumlah Sdg Brt

Ph

Jn

Jn

Ts

Rgn

Total

Total Prakiraan jumlah titik sensus %eterangan ) Ph I pohon" 8n I jenis ulat" Ts I Tingkat serangan =gn I ringan" (dg I sedang" .rt I erat 1.1.).4.,.). Kegiatan sensus Pada areal endemik (areal !ang telah mengalami serangan UP*%( setiap tahun)" tidak dilakukan *eteksi" tetapi langsung dilakukan (BN(U(. a. (ensus populasi serangan (ensus dilakukan apa ila ) E Hasil deteksi menunjukan rerata populasi ulat pada selang atas kritis namun akti#itas musuh alami sangat rendah. E Hasil deteksi menunjukkan rerata populasi ulat di atas selang atas kritis. E Hasil deteksi menunjukkan adan!a serangan se'ara sporadis di atas selang atas kritis. .ila pola serangan sporadis" titik sensus di#okuskan pada pusat serangan sporadis" tetapi ila pola serangan merata (peledakan serangan) titik sensus dipilih se'ara sistematis setiap 1/ aris tanaman mulai aris ke / Pengamatan dilakukan pada 1 pohon di sekitar titik sensus. Pada pohon sampel terse ut diam il 1 pelepah sampel dengan tingkat serangan ter erat. Posisi pelepah sampel ditentukan erdasarkan jenis UP*%( (menga'u kepada hasil deteksi) s ) E Pelepah daun atas dipilih dari pelepah 9 sampai 21 untuk jenis UP*%( ) S. asigna# S. nitens# T. bisura# T. !etusta dan S. pallida.

Pelepah daun a&ah dipilih dari pelepah F 21 untuk jenis UP*%( ) &. trima# %. diducta# %. bradleyi# M. corbetti# M. plana dan ". pendula. Perhitungan lar0a dilakukan se agai erikut ) 1 sisi daun populasi ? /3 ekor" lar0a dihitung pada semua anak daun. 1 sisi daun populasi F /3 J 13 ekor" jumlah lar0a pada sisi terse ut dikali 2 1 sisi daun populasi F 13 ekor" dihitung jumlah lar0a pada 1 anak daun setiap 13 anak daun pada kedua sisi daun" kemudian dikali 13

E E E

Tabel 1.1.2.7.3.2.a. Data Sensus Serangan UPDKS Tanggal Jenis hama Nama Pengamat Titi Sensus Baris 3 Sampel #/phn$$$$ Sampel %/phn$$$$ Baris 16 Sampel &/phn$$$$ Sampel '/phn$$$$ $$$$$$$$$$dst n(a Total Rerata . Pengamatan ke eradaan musuh alami Pada pelepah sampel terse ut juga dilakukan e0aluasi terhadap tingkat serangan dan mortalitas se'ara alami !ang dise a kan oleh predator" parasit dan entomopatogen pada telur dan lar0a UP*%(. Hasil sensus dan pengamatan ke eradaan musuh alami digunakan untuk menentukan tindakan !ang akan dilakukan erdasarkan kriteria standar (Ta el 1.1.2.4./.2.'.). Ta el 1.1.2.4./.2. . Ta el =ekapitulasi Hasil Pengamatan %e eradaan +usuh :lami %e un2*i0.2.lok ) 8enis hama ) Nama Pengamat ) -uas2:rah ) Titi Total Penga) Telur/ Sehat matan !arva # %0/#00 #0/'0 % $$$$/$$$$ $$$$/$$$$ & ' dst$$ Kondisi telur/larva Sa it / +ati dan lain)lain Parasit Predator !ain% #0/#0/#0 0/$$$$/$$$$ $$$$$/$$$$$ $$$$/$$$$ * telur/larva sa it atau mati -0/.0 $$$$$$$$/$$$$$$$$$ : : : Ke"il Stadia !arva Sedang Besar Kebun/Div/blo !uas Jumlah : : Keterangan

,irus 0/&0 $$$$/$$$$

Total #0/.0 $$$$$/$$$$

,atatan )

Rata2

8ika < parasitasi telur F /3< agar dihu ungi (martri se elum dilakukan pengendalian.

Ta el 1.1.2.4./.2.'. %riteria standar untuk menentukan tindakan pengendalian Luas /erangan &Ha( J73 73 5 133 F 133 J73 Mortalitas Alami $a a lar8a &9( @ /3 @ 13 @ 41 ? /3 Tin a%an Pengen alian $ntegrasi pengendalian dengan insektisida iologis (0irus atau $acillus thuringiensis)" penggunaan musuh alami" kutip lar0a" kutip pupa" light trap Pengendalian kimia&i (dengan tujuan menghilangkan sum er serangan sedini mungkin" sehingga dapat dihindari terjadin!a serangan le ih luas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan) Pengendalian kimia&i. Namun jika terjadi trend kenaikan musuh alami pada lok !ang elum dikendalikan" maka perlu dilakukan e0aluasi ulang (hu ungi (martri)

73 5 133 /13 liter air per ha

? 13 /13 liter air per ha

*atatan + Pengam ilan keputusan harus dikomunikasikan dengan (+:=T=$.

1.1.).4.,.,. Pengen alian a. +elindungi dan +elestarikan +usuh :lami UP*%( .e erapa jenis musuh alami UP*%( !ang an!ak ditemukan antara lain ) Predator ) Sycanus spp." 'ocanthecona spp. (khususn!a '. (urcellata)" dan "allimerus arcu er. Parasitoid ) parasitoid telur seperti Trichogrammatoidea thoseae# parasitoid lar0a seperti Metaplectrus solitarius# 'uplectromorpha bicarinata# (ornicia ceylonica# Apanteles aluella# A. metisae dan Spinaria spinator# parasitoid lar0a9pupa seperti "haetexorista )a!ana dan "hlorocryptus purpuratus. Bntomopatogen ) E .akteri ) $acillus thuringiensis. E 8amur ) "ordyceps militaris dan $eau!eria bassiana. E Girus ) *udaurelia# Multiple nuclear polyhedrosis !irus# *uclear polyhedrosis !irus dan +ranulosis !irus.

Predator dan parasitoid dapat erkem ang iak apa ila lingkungann!a mendukung" misaln!a dengan memelihara dan melestarikan tum uhan liar !ang erguna agi musuh alami terse ut se agai sum er makanan tam ahan atau makanan alternati# (lihat .a 7./.;). Ulat !ang terkena 0irus dikutip untuk dihan'urkan dan 'airann!a disemprotkan kem ali ke lapangan untuk pengendalian UP*%(. 8ika tidak ada lagi serangan UP*%(" maka ulat !ang mati karena 0irus terse ut dapat disimpan di dalam #reeKer suhu 51> o, sampai sekitar 13 tahun. (e elum dimasukkan ke dalam #reeKer" maka ulat er0irus terse ut harus ditim ang" kemudian setiap 1 atau 2 kg ulat er0irus dimasukkan ke dalam satu kantong plastik dan diikat erat dengan karet gelang. Hal ini untuk memudahkan perhitungan pada saat ulat er0irus terse ut akan digunakan untuk pengendalian UP*%( dan menghindari kerusakan 0irus aki at keluar masuk #reeKer erulang kali. o *osis akteri :pa ila menggunakan $acillus thuringiensis" maka dosis !ang digunakan adalah 133 ml per ha areal. Penghitungan konsentrasi dan pelaksanaan di lapangan sama seperti pada ta el 7.1.2.4././. Penggunaan akteri dapat dilakukan se'ara e#ekti# pada lar0a !ang masih ke'il sampai sedang.

*osis 0irus *osis 0irus Her o *isease adalah /33 ml suspensi 0irus2ha. (uspensi 0irus terse ut di uat dari 1 kg ulat er0irus di lender" diperas" disaring dan di ilas sampai menjadi 1333 ml suspensi 0irus. Perhitungan konsentrasi dan 0olume semprot sama seperti ta el 1.1.2.4././.

. Pengendalian se'ara +ekanis Handpi'king ) E Pada saat stadia lar0a erukuran sedang sampai esar untuk T.+. E Pada saat stadia pupa. Untuk UP*%( !ang pupan!a di daun atau ketiak daun seperti ulat api &arna trima dan ulat kantong" pengutipan pupa han!a dapat dilakukan untuk T.+. Pengutipan pupa dapat dilakukan pada semua umur tanaman untuk UP*%( !ang pupan!a di tanah. E Pada saat stadia imago pengutipan dilakukan untuk imago etina ulat kantong. -ar0a hasil kutipan !ang terserang 0irus dapat digunakan lagi untuk pengendalian dengan 'ara dihan'urkan dan disemprotkan kem ali ke lapangan atau disimpan di dalam #reeKer se agai stok. Pupa ulat api !ang erhasil dikumpulkan terdiri atas pupa sehat" pupa !ang terparasit oleh serangga dan pupa !ang sakit karena terin#eksi entomopatogen. (ehu ungan dengan hal itu" pupa terse ut jangan langsung dimusnahkan tetapi dimasukkan ke dalam kurungan kassa erukuran 2 m L / m L 2 m !ang agian a&ahn!a di eri lapisan pasir sete al sekitar 23 'm (6am ar 1.1.2.4././.a). Ukuran lu ang kassa diupa!akan sekitar 3.1 'm L 3.1 'm" sehingga kupu dari UP*%( tidak isa keluar dan akan mati di dalam kurungan" tetapi imago parasitoid dapat lolos keluar. (elanjutn!a" kepompong !ang ditum uhi jamur "ordyceps diam il dan dise arkan kem ali di lapangan. (elain itu" pupa !ang ada di dalam kurungan kassa terse ut juga dapat dijadikan petunjuk kapan pemerangkapan kupu harus dilaksanakan di lapangan. %urungan kassa terse ut ditempatkan di dekat kantor *i0isi atau di pinggiran lok terserang. -ight Trap Pemerangkapan kupu dari hama ini dilakukan dengan perangkap 'aha!a lampu" menggunakan lampu petromak dan em er plastik !ang diisi air deterjen. %husus untuk Setothosea asigna le ih aik menggunakan lampu mer'uri2lampu A- 133 &att. Pemasangan light trap dilakukan pada jam 1>.33 5 2/.33 dan dilaksanakan terus menerus pada areal serangan selama 4 malam (sesuai dengan umur kupu)" setiap lok dipasang 1 lampu petromak2lampu A-.

6am ar 1.1.2.4././.a. %urungan kassa untuk pengumpulan pupa UP*%(

Sycanus leucomesus

'ocanthecona urcellata

Ulat S. nitens terparasit Telur S. asigna terparasit Spinaria spinator Trigrammatoidea Thoseae

Ulat &. trima terparasit Apanteles aluella

Pupa S. asigna terparasit ". Millitaris

Ulat S. asigna terin#eksi +NPG

Ulat S. asigna terin#eksi 0irus . *udaurelia

6am ar 1.1.2.4././. . .e erapa jenis musuh alami UP*%(

Handpi'king -ar0a D Pupa

-ightrap (Petromak"U.Giolet D +er'ur!)

+ist .lo&er D Pengendalian

Po&erdrill dan Pengendalian

Puls#og %22 .io dan Pengendalian

6am ar 1.1.2.4././.'. Pengendalian UP*%( '. Pengendalian se'ara %imia .e erapa pertim angan !ang digunakan di dalam pengam ilan keputusan untuk melaksanakan pengendalian se'ara kimia ) Untuk menghilangkan sum er serangan a&al jika dijumpai serangan erat pada areal !ang sempit (? 73 ha). Penggunaan insektisida kimia diharapkan dapat menekan populasi UP*%( sedini mungkin (serangan tidak meluas)" dan meminimalisasi dampak negati# terhadap lingkungan. Pengendalian kimia&i merupakan tindakan darurat !ang dilakukan jika pengendalian mekanis dan peran musuh alami tidak dapat menurunkan populasi hama sampai di a&ah atas toleransi. Penggunaan insektisida kimia ertujuan menurunkan populasi UP*%( se'ara 'epat" serta menghindari kerusakan dan kerugian !ang le ih esar. :plikasi insektisida sintetik dilakukan se'ara selekti# pada areal !ang perlu dikendalikan sesuai sensus pengendalian selekti#. Pen!emprotan dan penga utan menggunakan piretroid sintetik (*eltametrin" -am da sihalotrin" (ipermetrin" .etasi#lutrin) dosis 233 ml per ha tanaman di lapangan. Pengendalian Ulat %antong menggunakan sistim lokalisir (pengendalian dimulai dari pinggir serangan !ang sudah di atasi)" diselesaikan per Kona pengendalian sampai tuntas" selanjutn!a diteruskan ke Kona pengendalian erikutn!a.

Ta el 1.1.2.4././. %e utuhan alat dan ahan untuk pengendalian UP*%( di lapangan


Tanaman (asaran .i itan Umur / Tahun Umur 7 Tahun Umur 4 Tahun %onsentrasi Golume -arutan Piretroid (intetik 3.1 9 3./ < 219133 ml air2 i it M 3.34 < M /33 liter air2ha M 3.11; < M 141 liter air2ha Tangki depan (-$ I air N $nsektisida M 1 l2ha" ; < $nsektisida) Tangki elakang (-P) M ; l solar2 ha $nsektisida murni 11 9 /3 ''2pohon $nsektisida murni 11 9 /3 ''2pohon

No 1 2

8enis :lat %napsa'k (pra!er +ist .lo&er Puls#og :lat Penga utan .or mekanik 2.or .atang

,ara :plikasi *isemprotkan se'ara merata pada daun i itan *isemprotkan merata pada semua daun *isemprotkan merata pada seluruh lingkaran daun 1 L pengisian dika utkan untuk 2 rintis (M 1 ha)" sehingga penempatan ahan aplikasi per lok han!a pada sepanjang salah satu ,= Pohon di or pada posisi M 1 m dari tanah miring ke a&ah M 73" isi 11 9 /3 '' insektisida dengan spuit %antong plastik erisi insektisida dipasang pada akar pohon sehat (akti#). Pastikan ujung akar sampai pada dasar kantong plastik

Umur 4 Tahun Umur / Tahun

$n#us akar

%eterangan) ,= I ,olle'tion =oad" -$ I -arutan $nsektisida" -P I -arutan Pem a&a

$nsektisida kimia sistemik sulit pengadaann!a karena se agian esar dilarang eredar di $ndonesia. Penggunaan insektisida dari e erapa ahan akti# se aikn!a dilakukan se'ara ergantian pada periode tertentu untuk mengantisipasi keke alan UP*%(. 6i%a $o$ulasi UPDK/ su a- ter%en ali ma%a $engen alian se5ara %imia segera i-enti%an an %em"ali %e$a a $engen alian -a#ati #ang ila%sana%an se5ara ter$a u engan $engen alian me%anis.

1.1.).4.,.0. E8aluasi a. +erupakan kegiatan untuk mengetahui tingkat kematian lar0a aki at pengendalian dengan menggunakan insektisida atau musuh alami. B0aluasi dilakukan dengan sensus. Hasil e0aluasi menentukan tindak lanjut pengendalian ila diperlukan. . Oaktu e0aluasi :pa ila menggunakan insektisida piretroid sintetik ((ipermetrin" *eltamethrin" -am da sihalotrin" .etasi#lutrin)" e0aluasi dilakukan 1 hari setelah aplikasi. :pa ila pengendalian ditunda karena meman#aatkan musuh alami !ang ada di lapangan" e0aluasi dilakukan setiap 4 hari untuk mengetahui tingkat penekanan populasi UP*%( oleh musuh alami. :pa ila pengendalian menggunakan 0irus atau akteri" e0aluasi dilakukan pada 13 hari setelah aplikasi. 1.1.).4.,.1. Tin a% lanjut $engen alian a. 8ika hasil pengendalian menunjukkan jumlah lar0a masih di atas atas toleransi (lihat ta el 1.1.2.4.1' dan ta el 1.1.2.4./.2 2') dan stadia UP*%( !ang ada masih memungkinkan untuk dikendalikan se'ara kimia maka segera dilakukan pengendalian ulangan. . 8ika pengendalian ulangan dengan insektisida tidak memungkinkan" untuk mem antu mengurangi populasi pada siklus erikutn!a hendakn!a dilakukan pengutipan pupa. '. Pengutipan pupa tetap dilakukan pada semua kondisi serangan d. Pupa !ang dikutip dimasukkan ke dalam kurungan kassa (6am ar 1.1.2.4././.a) di dekat kantor di0isi atau di pinggiran lok terserang untuk men!elamatkan musuh alamin!a dan mengetahui &aktu pem entukan imago" sehingga dapat digunakan se agai a'uan dalam tindakan -ight Trap e. Pemerangkapan imago dilakukan untuk mengurangi potensi UP*%( !ang masih tersisa.

1.1.).:. Ti%us +erupakan hama mamalia dari kelompok kelapa sa&it pada semua umur tanaman ) inatang pengerat. Tikus men!erang

a. Pada T.+ tikus menggerek pangkal pelepah dan atang !ang dapat men!e a kan tanaman mati. . Pada T+ tikus merusak unga jantan" unga etina" tandan uah segar" dan rondolon !ang eraki at hilangn!a produksi. 1.1.).:.1. Pengen alian ti%us $a a T!M a. Pada T.+ dilakukan aplikasi rodentisida dengan sistem 'ampaign. . (ensus serangan tikus dimulai sejak tanaman erumur 1 ulan. Tetapi apa ila terjadi serangan pada i it !ang aru ditanam" perlu perhatian khusus. .aiting langsung dilakukan dengan sistem 'ampaign. %erusakan erupa penggerekan pada pangkal pelepah ter a&ah dan atang !ang dapat mematikan tanaman" terutama di T.+1 dan a&al T.+2. Pada T.+/ setelah kastrasi selesai dan menjelang panen perdana" kerusakan tikus pada unga jantan dan uah sa&it.

'. =otasi sensus rutin dilakukan / ulan sekali &8anuari, :pril" 8uli dan Okto er(. Pengamatan dimulai aris ketiga dan dilanjutkan pada setiap 13 aris erikutn!a dan dilakukan terhadap semua pohon dalam aris terse ut. (ejak T.+2 'ampain di lok dilakukan apa ila ada serangan F 1<. :pa ila ada indikasi serangan tikus se elum &aktu sensus periode erikutn!a ti a" maka ke un terserang terse ut segera melakukan sensus dan jika ada serangan" segera dilakukan aiting sistem 'ampaign. d. (istem 'ampaign dimulai dengan rotasi 1" 1 utir umpan setiap pohon. Umpan diletakkan di dekat pangkal atang pada satu sisi pohon supa!a mudah diamati. $nter0al pengulangan ganti umpan !ang telah dimakan harus dilakukan setiap tiga hari sampai tidak ada lagi serangan !ang aru. Umpan !ang dipasang setiap ulangan di eri tanda lidi. Pekerja !ang melakukan atau kantong plastik. aiting harus menggunakan sarung tangan karet

e. :pa ila serangan tikus tetap tinggi atau makin meningkat agar menghu ungi (+:=T=$ #. (etiap pem erian umpan harus di'atat (ta el 1.1.2.>.2).

g. Ta el 1.1.2.>.1. *ata (ensus (erangan Tikus pada T.+ %e un2*i0isi .lok2Tahun Tanam2-uas ) ) Tanggal ) Pengamat)

.aris / 1/ 2/ // ;/ 1/ 7/ *st

8umlah Pohon *iamati (ehat Terserang Perhitungan Total Perhitungan Total

Total < Pohon

%eterangan

Total
,eterangan- %erhitungan menggunakan sistem Turus.

1.1.).:.). Pengen alian ti%us $a a TM a. Pada T+ muda dilakukan aplikasi rodentisida dengan sistim 'ampaign. . Pada T+ remaja 2 tua :pa ila Tyto alba elum erkem ang dilakukan aplikasi rodentisida dengan sistim 'ampaign. :pa ila T. alba sudah erkem ang dan masih diperlukan pem asmian tikus" maka harus menggunakan ahan akti# ,oumatetralil" !aitu rodentisida generasi pertama. '. (ensus dilakukan setiap / ulan di ulan 8anuari" :pril" 8uli dan Okto er untuk seluruh ke un dengan sample areal se an!ak 1 < (setiap 23 aris" 1 aris disensus). Ta el sensus serupa dengan Ta el 1.1.2.>.1 dengan men!esuaikan arisann!a. Parameter pengamatan erupa serangan !ang merusak unga jantan" uah" dan rondolan. (atuan penghitungan serangan adalah pohon" misaln!a pada satu pohon terdapat serangan di / posisi" maka perhitungan jumlah serangann!a adalah 1 pohon. :pa ila tingkat serangan F 1 <" segera dilakukan aiting pada lok terse ut dengan sistim 'ampaign. -okasi penempatan umpan di pinggir piringan arah rumpukan pelepah dan di eri tanda potongan helai daun dengan lidin!a. :pa ila ada indikasi serangan tikus !ang 'ukup erat se elum &aktu sensus periode erikutn!a ti a" maka ke un dapat segera melakukan sensus dan jika hasiln!a menunjukkan tingkat serangan F 1 < segera dilakukan aiting dengan sistim 'ampaign.

K-usus untu% %e"un engan -istori serangan ti%us #ang selalu tinggi, a$at ila%u%an sensus setia$ "ulan, an ila%u%an "aiting ji%a serangan ; 1 9.

d. $nter0al pengulangan ganti umpan harus dilakukan setiap / hari sampai tingkat umpan !ang dimakan ? 23 <. Umpan !ang dipasang setiap ulangan harus di eri tanda lidi dengan &arna ('at) !ang er eda setiap ulangan e. (etiap pem erian umpan harus di'atat (Ta el 1.1.2.>.2) #. Program pem erian umpan ) Pem erian umpan di dalam suatu areal !ang erdekatan dilakukan se'ara serentak. Pekerja !ang melakukan aiting harus menggunakan sarung tangan karet. g. :pa ila serangan tikus tetap tinggi atau makin meningkat agar menghu ungi (+:=T=$ Ta el 1.1.2.>.2. *ata aplikasi rodentisida sistim 'ampaign =odentisida)
Tahap pasang umpan :&al 6anti $ 6anti $$ 6anti $$$ 6anti $G *st Total .lokPP. 8umlah Tanggal umpan

%e un2*i0isi)
.lokPP. 8umlah Tanggal umpan .lokPP 8umlah Tanggal umpan

< 133

< 133

< 133

1.1.).:.,. Penang%aran an $ele$asan Tyto alba %e la$angan Tata 'ara penangkaran dan pelepasan Tyto alba ) a. $denti#ikasi Tyto alba jantan dan etina 8antan ditandai dari ulu dada er&arna kuning dengan intik9 intik hitam .etina ditandai dengan &arna intik hitam. ulu di dada er&arna putih dengan intik9

Ukuran panjang N /1 'm" erat 133 5 733 g" etina le ih erat.

. .ertelur dan mengeram) .urung akan ertelur pada umur > ulan" dan iasan!a urung ertelur setiap 2 hari" sekali periode peneluran dapat dihasilkan se an!ak 7 5 4 telur dan dua kali peneluran per tahun !akni di pertengahan dan akhir tahun Telur akan menetas setelah 2> hari dierami. .iasan!a N 1 anak urung sekali menetas dan dapat dihasilkan N 9 anak urung per pasang per tahun. :pa ila makanan kurang" maka anakn!a akan dikani al. :nak urung !ang ada di lapangan" setelah erumur /1 sampai ;3 hari dapat diam il dan ditangkarkan. :nak urung terse ut di eri makan dengan tikus !ang telah dipotong menjadi ; agian kemudian di'a'ah sampai tulangn!a han'ur. 8ika urung elum mampu makan sendiri harus disuapi. 8umlah makanan minimal 1 ekor tikus per hari sesuai dengan perkem angan urung. Pem erian makanan dilakukan sore hari sekitar jam ; sampai jam 1. (etelah urung dapat makan sendiri" tikus 'ukup dipotong menjadi 2 agian. (esudah urung erumur / sampai ; ulan" tikus tidak perlu dipotong lagi namun harus dimatikan dulu. Tikus !ang sudah usuk tidak oleh di erikan kepada urung hantu. Tempat minum diusahakan erukuran esar karena perilaku meminum dengan memasukkan adann!a ke tempat minuman. .urung di eri minuman dengan air !ang ersih dan diganti setiap hari. urung

'. Penangkaran dan pem erian makan urung

d. Pemindahan urung dari penangkaran ke gupon di lapangan .urung !ang erumur / sampai ; ulan sudah dianggap de&asa dan dapat dipasangkan untuk dipindahkan ke dalam gupon di lapangan. Pada a&al pemindahan" pasangan urung terse ut dikurung di dalam gupon selama 11 hari. Pada periode ini" urung di eri makan minimal 2 ekor tikus setiap hari. (etelah 11 hari pintu gupon di uka sehingga urung dapat ter ang keluar. Pem erian makanan dilanjutkan sampai / hari setelah pintu gupon di uka" se agai antisipasi jika urung hantu terse ut elum dapat menangkap tikus sendiri. 6upon (6am ar 1.1.2.>./. .) dipasang 1 gupon per /3 ha di pertengahan lok dan di erikan tanda lokasin!a di ,=. (elanjutn!a dapat ditingkatkan

e. 6upon dan pemeliharaann!a di lapangan

menjadi 1 gupon per 11 ha" lokasin!a satu arah ke selatan atau utara dan posisi gupon erada / 5 ; aris ke dalam dari +=. %emampuan 1 pasang ekor tikus per tahun. urung hantu memakan se an!ak 1.133 s2d 1.>33

(etiap ulan perlu di'ek tiang dan atap gupon supa!a tidak o'or (masuk air hujan) serta semua pelepah !ang ersandar2melintang dipotong untuk menghalang musuh urung hantu agar jangan masuk ke dalam gupon dan men!erang telur atau anak urung hantu. +elakukan sensus setiap ulan untuk menentukan gupon akti# dan gupon !ang ada telur atau anak urung (etahun sekali se elum musim ertelur dikeluarkan semua kotoran" tulang tikus dan lain9lain dari dalam gupon.

#. %riteria 6upon :kti# :da tanda9tanda gupon dikunjungi T. alba seperti !ang ditemukan di sekitar gupon. ulu" dan kotoran aru

:da akti0itas %ehidupan urung hantu di dalam gupon (perkem ang iakan" dan akti0itas memakan tikus !ang dapat ditandai dari adan!a sisa9sisa tulang tikus !ang aru di dekat tiang gupon).

6am ar 1.1.2.>./a. Penangkaran Tyto alba

/ambar #$#$%$0$&b$ S etsa dan 1oto /upon Tyto alba di !apangan Keterangan + .ahan kandang dan gupon dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. 1.1.).<. Tu$ai 4 +erupakan hama dari %las +amalia" Camili *iuridae. (e agian dari spesiesn!a" misaln!a Sciurus notatus (tupai pohon)" Sciurus pre!ostii (tupai ter ang)" dan Lariscus insignis (tupai tanah) dapat memakan daging uah dan iji kelapa sa&it. Pengendalian tupai dilakukan dengan 'ara pemasangan perangkap dan uru tupai menggunakan senapan angin. 1.1.).1=. !a"i Pada T.+ ? 2 tahun" hama ini memakan um ut tanaman dengan 'ara merusak dan mem ongkar pohon !ang mengaki atkan kematian tanaman. .a i juga memakan rondolan kelapa sa&it. (pe'ies a i !ang men!erang tanaman kelapa sa&it antara lain ) Sus scropa dan Sus barbatus

Meto e $engen alian !a"i isesuai%an engan %on isi serangan + a. Pengamanan kolekti# umumn!a dilakukan pada areal dengan populasi a i hutan !ang tinggi" dengan menggunakan pagar ka&at jerat jera a i dan pintu cattle grid. Pagar %a&at 8erat 8era .a i (6am ar 1.1.2.13.1 D 7.1.2.13./) +ata jerat //./ 'm dengan ring 2 'm pada ujung9ujungn!a" di uat dari ka&at an ekas mo il" 8erat dipasang 11 mata per atang panjang 1 m dengan ring > 'm pada ujung9ujungn!a !ang di entangkan pada 2 uah tiang panjang 133 'm (tinggi 73 'm di atas tanah" ;3 'm ditanam dalam tanah). =angkaian mata jerat han!a dihu ungkan dengan tali ra#ia sehingga jika a i terjerat maka rangkaian mata jerat akan terpisah satu sama lain. .a i dengan jerat di lehern!a ergerak terus di antara tiang dan akhirn!a keha isan tenaga sehingga a i lain !ang melihat menjadi jera. Pagar harus dikontrol setiap hari sekaligus memantau a i !ang terjerat untuk segera dikumpulkan dan di unuh. Pagar jerat perlu diolesi dengan olie ekas se'ara rutin tiap ulan agar peran pagar jerat jera a i er#ungsi (ada au olie dan &arna mengkilap !ang dapat mem uat a i jera) dan ka&at tidak erkarat2rusak. Pintu ,attle 6rid (6am ar 1.1.2.13.2 D 1.1.2.13./) .ahan dan alat) %a!u teras antalan pipa (2.2 m L 3.23 m L 3.23 m) I ; tg %a!u teras pen!angga antalan (2.1 m L 3.21 m L 3.21 m) I 2 tg %a!u teras pengikat pipa (2.2 m L 3.23 m L 3.13 m) I 2 tg Pipa gal0anis kisi9kisi(2.1 m diameter 4 'm te al 13 mm) I 1; tg .esi eton pengikat pipa ( 1/ mm" panjang 2.13 m) I 2 tg .aut (ukuran panjang /3 'm diameter 23 mm) I 13 tg Proses pem uatan dan perakitan ,attle 6rid dilakukan oleh &orkshop atau agian pertukangan ke un. Pemasangan ,attle 6rid di lapangan) .uat lu ang je akan di areal pemasangan pagar jerat jera a i untuk lokasi pemasangan ,attle 6rid dengan ukuran 2 m L 1.2 m L 1.1 m. Pasang ,attle 6rid di antara pagar jerat jera a i dan di atas lu ang je akan. . Pengamanan $ndi0idu" umumn!a dilakukan pada areal sisipan" dengan menggunakan ka&at duri" seng erduri" pest guard dan pagar am u untuk melindungi pangkal atang T.+. '. Pengamanan tanaman se'ara kolekti# maupun indi0idu harus tetap dilakukan sampai tanaman memasuki periode T+. d. Pengamanan indi0idu dengan pagar am u (6am ar 1.1.2.13.;) menggunakan am u etung. *i elah tanpa di ersihkan dengan ukuran panjang 1 meter le ar

1 'm se an!ak 1; ilah per pokok" ditan'apkan ;3 'm ke dalam tanah dengan agian li'in ke arah pokok dan diikat dengan ka&at eton 2 lingkar 23 'm dari tanah dan 23 'm dari ujung atas. *ilakukan kontrol setiap 2 ulan sekaligus penggantian ilah am u !ang lapuk atau ka&at eton !ang putus. e. Pengamanan tanaman se'ara kolekti# maupun indi0idu harus tetap dilakukan sampai tanaman memasuki periode T+. #. %egiatan pengamanan lain !ang dapat dilakukan adalah mem uru a i.

6am ar 1.1.2.13.1. Pagar ka&at jerat jera a i untuk melindungi tanaman kelapa sa&it se'ara kolekti# dari serangan hama a i.

6am ar 1.1.2.13.2. Pintu ,attle 6rid !ang sudah siap untuk dipasang di lapangan se'ara terpadu dengan pagar ka&at jerat jera a i

6am ar 1.1.2.13./. Pagar ka&at jerat jera a i se'ara terpadu dengan pintu 'attle grid !ang sudah terpasang di lapangan.

6am ar 1.1.2.13.; Pagar am u untuk melindungi tanaman kelapa sa&it indi0idu dari serangan a i. 1.1.).11. Gaja-

se'ara

6ajah ('lephas maximus) merupakan salah satu pro lem utama di areal perke unan kelapa sa&it di (umatera" iasan!a men!erang tanaman pada #ase i itan sampai T.+. (erangan hama ini mematikan tanaman dan menim ulkan kerusakan pada areal !ang luas Upa!a untuk mengendalikan inatang ini ti a% "ersi>at mem"unu- karena termasuk sat&a !ang dilindungi. Pengendalian gajah dilakukan dengan pemasangan ele'tri' #en'ing pada per atasan areal ke un dengan hutan !ang merupakan lintasan 6ajah. Tata 5ara $emasangan Po3er ?en5ing /istem + a. (e elum pelaksanaan pemasangan Po&er Cen'ing (istem" areal !ang akan dipagar harus di ersihkan dari 6ajah. Pada jalur !ang akan digunakan untuk pemasangan ka&at #en'ing dan peralatann!a harus di e askan dari pepohonan

dengan le ar sekitar 23 m ke arah luar" areal.

iasan!a dapat

erupa jalan

atas

. Pada jalur !ang telah di uat" ditentukan lokasi sentral dengan luasan sekitar 17 m2 untuk menempatkan oL esi !ang di'or permanen guna pen!impan perangkat energiKer" atter!" dan ampere pengontrol. "$ (olar ,ell se agai sum er energi diletakkan di atas tiang !ang sudah diran'ang dan ka eln!a disam ungkan ke energiKer. %a!u2 roti ukuran ; L ; Q ditanam sepanjang atas pagar dengan jarak 1 5 2 m se agai tiang utama perentang ka&at. d$ Pada jalur !ang akan dipasang ka&at #en'ing dipasang ka!u roti ukuran / L /Q setiap jarak 11 m se agai tiang pen!angga jarak rentangan ka&at. Pen!angga lain !ang digunakan adalah #i erglass diameter 3.1Q. e. %a&at penghantar listrik diameter 2 mm direntangkan dari tiang utama ke tiang lainn!a sepanjang jalur #en'ing. 8umlah jalur ka&at disesuaikan dengan sat&a sasaran. #. Hu ungkan arus !ang telah terpasang dari sum er ke ka&at rentangan. Tegangan listrik !ang dialirkan diukur dengan *igital Ble'tri' Cen'e +eter. (istem !ang aik dan normal iasan!a menghasilkan tegangan antara 4 9 9 kilo 0olt tergantung 'ua'a dan ke ersihan sistem dari enda9 enda asing !ang dapat mem uang arus. Pengukuran tegangan ini dikontrol tiap hari pada e erapa tempat !ang telah ditentukan. :pa ila terjadi penurunan tegangan listrik di a&ah kisaran terse ut maka harus dilakukan penge'ekan ke alat dan jaringann!a g. *aerah jaringan po&er #en'ing harus dira&at dengan pen!emprotan gulma dilakukan setiap / ulan sekali h. (etelah tanaman erumur 1 tahun" alat ini dapat di uka 1.). PENYAKIT ll(

1.).1. Pen#a%it i !i"itan an Pengen aliann#a 1.).1.1. !er5a% aun "i"itan &Curvularia sp Cercospora s$ !elminthosporium (ering ditemukan men!erang tanaman di i itan !ang tidak dira&at sesuai standar. 6ejala "ur!ularia erupa er'ak9 er'ak 'oklat (atau kumpulan er'ak 'oklat) !ang dikelilingi oleh klorosis kekuningan atau orange. Pada .elminthosporium gejala terse ut iasan!a erukuran le ih ke'il. 6ejala "ercospora erupa er'ak9 er'ak 'oklat (atau kumpulan er'ak 'oklat) !ang mengering menjadi kela u. Pengen alian "er5a% aun "i"itan + a. *ilakukan pengelolaan i itan sesuai standar" terutama aspek pengairan" media tanah" dan pemupukan. . Pengendalian dilakukan dengan aplikasi #ungisida )

Pada main nurser! dilakukan se'ara ergantian antara #ungisida sistemik dan non sistemik. Pada pre nurser! jangan digunakan #ungisida .enom!l karena akan mengaki atkan pertum uhan i it menjadi a normal" se aikn!a digunakan %lorotalonil" +an'oKe dan Thiram.

'. .e erapa #ungisida !ang direkomendasikan antara lain ) .enom!l" HeLa'onaKole" +an'oKe " Thiram dan %lorotalonil. Cungisida diaplikasikan se'ara ergiliran dengan konsentrasi 3.1 s2d 3./ < dan dilakukan setiap minggu. d. :pa ila gejala serangan sangat parah" perlakuan #ungisida seperti .a 1.2.1.1'. i it harus diisolasi dan di erikan

e. .i it !ang mati agar dikumpulkan dan dimusnahkan. #. Penentuan tindakan kurati# dilakukan oleh asisten i itan setelah erkoordinasi dengan B+. 8ika ada keraguan dalam pengam ilan keputusan dapat menghu ungi (+:=T=$. 1.).1.). !last *aun i it !ang terserang pen!akit ini menjadi pu'at" lemah" tidak mengkilap dan &arnan!a eru ah dari hijau menjadi 'oklat. *aun menjadi rapuh dan jika i it terserang di'a ut akarn!a sudah lunak. Pen!akit ini jarang ditemukan apa ila pera&atan i it dilakukan dengan aik dan enar. %eadaan kering dan panas !ang terjadi pada kantong plastik jika tidak 'ukup pen!iraman akan merangsang perkem angan jamur %hytium splendens .raun dan Rhi/octonia lamelli era (mall. !ang merupakan pen!e a sekunder. Pen5ega-an an $engen alian ila%u%an + a. 8ika serangan tidak erat" maka i itan harus diisolasi dan di erikan tindakan ) Pen!iraman se'ara teratur Pem erian naungan dan mulsa untuk mengurangi panas di dalam tanah poli ag . 8ika i it telah mengering atau mati" maka dimusnahkan 1.).1.,. Antra%nus &Antra5nose( Pen!akit ini dise a kan oleh er agai ma'am 'enda&an" antara lain ) $otriodiplodia sp." +lomerella singulata" dan Melanconium elaedis dengan gejala serangan !ang hampir serupa. i it harus disingkirkan dan

+lomerella singulata

Melanconium elaedis

$otriodiplodia sp.

6am ar 1.2.1./. 6ejala daun !ang terserang pen!akit antraknus dengan er agai pen!e a . Pada umumn!a 'enda&an ersi#at se agai parasit luka. Penularan erasal dari spora pada daun !ang terserang. Pen!akit ini an!ak dijumpai di pre9nurser!

apa ila i itan di erikan naungan !ang terlalu erat sehingga kelem a ann!a tinggi. (erangan ditandai dengan adan!a er'ak daun mulai dari ujung anak daun !ang er&arna hijau pu'at" makin lama menjadi 'oklat" mem usuk dan akhirn!a kering er&arna kela u dan sangat rapuh. (pora 'enda&an er&arna merah ke'oklatan. .atas daun !ang sakit diselaputi miselia !ang er&arna ke'oklatan" terdapat atas !ang jelas antara jaringan daun !ang sakit dengan !ang sehat. Pengen alian $en#a%it ini ila%u%an engan 5ara + a. Naungan i itan harus dikurangi atau di uka agar tidak terlalu lem a . . :plikasi #ungisida ) Pada pre nurser! jangan digunakan #ungisida .enom!l karena akan mengaki atkan pertum uhan i it menjadi a normal" se aikn!a digunakan %lorotalonil dan +an'oKe . Pada main nurser! dilakukan se'ara ergantian antara #ungisida sistemik dan kontak Cungisida sistemik (.enom!l" HeLa'onaKole"Thiram" +an'oKe )" dan #ungisida kontak %lorotalonil diaplikasikan dengan konsentrasi 3.1 s2d 3./ <. Untuk pengendalian pre0enti# rotasi aplikasi setiap 2 minggu" sedangkan pada tindakan pengendalian kurati# aplikasi #ungisida dilakukan setiap minggu. '. :pa ila gejala serangan sangat parah" perlakuan #ungisida seperti .a 1.2.1.1 . i it harus diisolasi dan di erikan

d. .i it !ang mati agar dikumpulkan dan dimusnahkan

1.).1.0. /$ear .ot 6ejala usuk pu'uk (spear rot) ini dapat men!erang i it kelapa sa&it dan jika tidak dikendalikan dapat menular ke pelepah lain di sekitarn!a" ahkan dapat men!e a kan kematian. .iasan!a terjadi jika i itan sering tergenang sehingga erkem ang e erapa mikroorganisme !ang erasosiasi dengan pen!akit ini" seperti (usarium sp ('enda&an) dan 'rwinia sp ( akteri) Pengen alian ter-a a$ serangan $en#a%it "usu% $u5u% + a. Pu'uk !ang usuk di uang dan disemprot #ungisida. ,ara aplikasi #ungisida dapat dilihat pada 7.2.1.1 . . :pa ila ada serangan" maka di akar. 1.).). i it harus diisolasi dan i it !ang mati harus

Pen#a%it i T!M an TM serta Pengen aliann#a

1.).).1. !usu% $ang%al "atang an "atang atas & "anoderma boninense( +erupakan pen!akit utama di tanaman tua" tanaman replanting" dan tanaman kelapa sa&it !ang ditanam pada areal ekas palma !ang lain. Pen!akit ini dise a kan oleh +anoderma boninense !ang merupakan jamur kelas .asidiom!'etes. Pada areal non endemik +. $oninense" !akni areal generasi pertama kelapa sa&it ekas hutan atau ekas tanaman non palma" tingkat serangan pen!akit usuk pangkal atang (.P.) ini masih sangat rendah dan iasan!a serangan pen!akit mulai dijumpai setelah tanaman erumur F13 tahun. Namun dengan ertam ahn!a generasi tanaman kelapa sa&it" kejadian pen!akit .P. ini akan meningkat dan dijumpai pada umur tanaman semakin muda. Pada generasi ke9/ kelapa sa&it" pen!akit sudah dapat dijumpai men!erang tanaman kelapa sa&it !ang erumur kurang dari 1 tahun di lapangan. 6ejala a&al dimulai dari e erapa pelepah daun muda er&arna pu'at seperti kekurangan hara. Pada tahap lanjut daun akan mengalami pengeringan mulai dari daun tua menuju daun !ang le ih muda. 8umlah daun pu'uk (tom ak) !ang tidak mem uka le ih an!ak dari iasan!a. Pelepah daun akan patah dan menggantung. Umumn!a adan uah akan mun'ul di agian a&ah atang" untuk di lahan gam ut adan uah dapat mun'ul di agian tengah atang.

6am ar 1.2.2.1. (erangan +anoderma boninense pada kelapa sa&it ) :. 6ejala serangan pada T.+" . dan ,. (erangan pada T+ remaja di areal replanting" *. (erangan -ama pada T+ Tua" mengaki atkan an!ak tanaman mati" B. Pohon tum ang2mati" C 9 H. .adan uah +. boninense !ang mun'ul dari atang !ang telah tum ang" maupun pada atang kelapa sa&it !ang masih hidup. Pengen alian $en#a%it "usu% $ang%al "atang &"anoderma boninense(

Pengendalian pada skala lapangan sampai saat ini masih elum menunjukkan hasil !ang memuaskan. Namun demikian perlu dilakukan e erapa tindakan untuk men'egah dan mengantisipasi meluasn!a serangan pen!akit .P. terse ut. Hal ini erdasarkan hasil9hasil penelitian !ang sudah dilaksanakan di (martri dan di lem aga penelitian lainn!a" aik di dalam maupun di luar negeri. Untuk menentukan tindakan terse ut areal perke unan kelapa sa&it di edakan menjadi dua golongan !akni ) a. :real non endemik +. boninense :real non endemik +. boninense adalah areal kelapa sa&it pertama) ekas hutan atau ekas tanaman lain non palma. . :real endemik +. boninense :real endemik +. boninense adalah areal kelapa sa&it generasi pertama ekas tanaman palma atau areal kelapa sa&it generasi kedua dan seterusn!a. 1.).).1.1. Tin a%an $engen alian !P! $a a areal non en emi% 1.2.2.1.1.1. (ensus a. (ensus terhadap tanaman !ang terserang .P. dimulai pada saat tanaman erumur / tahun dengan 'ara sensus terhadap keseluruhan pohon (133<) dan menggunakan peta sensus tanaman. . Penentuan tingkat serangan pen!akit .P. dilakukan erdasarkan kriteria pada Ta el 1.2.2.1.1.a. dan hasiln!a dituliskan pada peta serta di'atat pada Ta el 1.2.2.1.1. . (elanjutn!a hasil sensus direkap dalam Ta el 1.2.2.1.1.'. untuk dianalisa tindakan !ang akan dilakukan pada masing9masing lok. '. 8ika tidak ditemukan tanaman !ang ergejala sakit" maka inter0al sensus tetap / tahun sekali. d. 8ika ditemukan tanaman dengan gejala sakit" maka sensus dilakukan dengan inter0al 1 tahun sekali. 1.2.2.1.1.1.Tindakan pengendalian erdasarkan hasil sensus a. Tindakan !ang dilakukan 1.2.2.1.1.d. erdasarkan hasil sensus disajikan pada Ta el erikutn!a aru (generasi

Ta el 1.2.2.1.1.a. %riteria (ensus (erangan +anoderma sp. 6ejala -uar Pada Tanaman Tanaman sehat *aun muda er&arna pu'at2kusam" ada atau tidak ada adan uah *aun tom ak2pu'uk !ang elum mekar /" daun muda atau seluruh daun terlihat pu'at" ada atau tidak ada adan uah *aun tom ak /" seluruh daun tampak pu'at" daun a&ah mengering mulai dari ujung helai daun" daun tua mulai patah" ada atau tidak ada adan uah Pangkal atang atau atang atas mulai usuk atau lapuk" ada adan uah dan pohon mati" tanaman tum ang atau tidak tum ang %eterangan ) untuk titik kosong di eri tanda % (kor 3 1 2 %ategori Normal =ingan (edang Tanda Peta

.erat

.erat sekali2 mati

Ta el 1.2.2.1.1. . ,atatan Tanaman Terserang +anoderma sp. .lok2*i0isi -uas (Ha)


Posisi Pohon No. .rs No. Pohon *aun Tom ak ; / / / 1 1 2 .adan .uah

) )

Nama Pengamat Tanggal Pengamatan


%ondisi Tanaman *aun Pu'at2 %uning : : : : T : : *aun Tua ,oklat2 %ering T : : T T T T Tandan .uah :2T : T : : : : :

) )

=o oh

(kor

13 1> /;

: : : : T T T

T T T T T T T

/ / ; 2 3 2 1

; 11 2>

/ st . .

11

%eterangan)

: I ada RT I tidak ada

Ta el 1.2.2.1.1.'. =ekapitulasi (ensus (erangan +anoderma sp. %e un ) *i0isi ) Tahun )

Hasil (ensus Tahun $ni No .lok (akit 8ml Pohon 3 1 skor 2 / ; +ati 6anoderma +ati -ainn!a 8ml Pohon

Hasil (ensus Tahun lalu (akit skor 3 1 2 / ; +ati 6anoderma +ati -ainn !a

Ta el 1.2.2.1.1.d.
Pertam ahan (erangan .aru (Pohon2Ha2Tahun) ?1

Tindakan penanganan serangan +anoderma sp. erdasarkan pertam ahan jumlah dan tingkat serangan di areal non endemik
Tindakan Tanaman ergejala sakit dengan skor 1 di iarkan. Tanaman sakit dengan skor 29; !ang sudah dijumpai adan uah +anoderma segera dieradikasi dengan 'ara atang ditum ang" tunggul di ongkar dan lu ang ongkaran di uat 1.1 m L 1.1 m L 1.1 m. (elanjutn!a tunggul dan atang dirajang" dise ar di ga&angan mati. 8ika umur tanaman ? 4 tahun" dilakukan pen!isipan.

Keterangan + :pa ila pertam ahan serangan aru 1 pohon2Ha2Tahun" maka sudah diklasi#ikasikan se agai areal endemik sehingga 'ara pengendaliann!a sama dengan 1.2.2.1.2.;. 1.).).1.). Tin a%an $engen alian !P! $a a areal en emi% 1.2.2.1.2.1. =eplanting dan penanaman -ihat 1.7.1 dan 1.7.2. 1.2.2.1.2.2. .i itan untuk areal endemik +anoderma sp. .i itan pada areal endemik +anoderma sp. dan2atau akan ditanam di areal endemik +anoderma sp. ) Me ia tana- "i"itan -arus boninense. ari areal #ang ti a% terserang "anoderma

1.2.2.1.2./. (ensus a. (ensus terhadap tanaman !ang terserang .P. dimulai pada saat tanaman erumur 7 ulan dan dilanjutkan setiap sekali setahun" dengan 'ara sensus terhadap keseluruhan pohon (133<) dan menggunakan peta sensus tanaman. . Pelaksanaan sensus 1.2.2.1.1.1. . dan pen'atatan hasil sensus sama dengan

1.2.2.1.2.;. Tindakan pengendalian erdasarkan hasil sensus a. Tanaman sakit dengan skor 192 di um un. . Tanaman sakit skore /9; segera dieradikasi dengan 'ara atang ditum ang" tunggul di ongkar dan lu ang ongkaran di uat 1.1 m L 1.1 m L 1.1m" kemudian tunggul dan atang dirajang" dise ar di ga&angan mati. 8ika umur tanaman ? 4 tahun" dilakukan pen!isipan. 1.).).). Pen#a%it "usu% arang &*-ar5oal !ase .ot @ #stulina deusta ( +erupakan pen!akit !ang men!erang pada #ase T+ muda !aitu peralihan dari T.+ ke T+. 6ejala serangan erupa usuk arang di pangkal atang" pangkal atang mengeras er&arna hitam" akar menjadi rapuh dan tanaman tum ang. :real !ang terserang memerlukan penanganan !ang khusus dengan menggunakan Trichoderma sp. Untuk ke un !ang telah ditemukan indikasi serangan" segera hu ungi (+:=T=$ untuk identi#ikasi dan tindak lanjutn!a.

6am ar 1.2.2.2. 6ejala tanaman di lapang seperti de#isiensi hara" tanaman pu'at (6am ar kiri). Tanaman mudah ro oh (6am ar tengah)" karena jaringan di tengah atangn!a terserang 0stulina deusta dengan penampakan hitam seperti arang (6am ar kanan). 1.).).,. /$ear .ot +erupakan gejala usuk pada tanaman kelapa sa&it T.+ dan T+ !ang dimulai dari pu'uk" jika tidak dikendalikan dapat meluas ke pelepah lain di sekitarn!a ahkan dapat men!e a kan kematian.

.iasan!a terjadi di areal !ang mempun!ai kelem a an tinggi atau sering tergenang air dan pen!e aran serangan ersi#at sporadis. .elum dapat dipastikan pen!e a pen!akit ini" namun e erapa mikroorganisme ditemukan erasosiasi dengan jaringan sakit antara lain (usarium sp ('enda&an) dan 'rwinia sp ( akteri) Pe oman $engen alian s$ear rot + a. Tidak perlu sensus rutin" pengamatan dini dapat diga ungkan dengan kegiatan lain" misaln!a dengan mem erda!akan mandor pera&atan. 8ika terjadi serangan di T.+ sampai dengan T+ !ang masih isa dijangkau harus segera dilakukan pengendalian. (erangan pada T+ !ang tinggi pohonn!a tidak isa dijangkau lagi harus di ongkar" di'a'ah dan disemprot dengan #ungisida. . ,ara pengendalian se agai erikut ) (anitasi jaringan sakit ) pu'uk (daun tom ak)" pelepah !ang mengelilingi pu'uk dan jaringan di pangkal pu'uk !ang usuk di uang dan dimusnahkan" sehingga permukaan jaringan sakit terkena 'aha!a matahari se'ara langsung. (elanjutn!a pada jaringan sakit dilakukan aplikasi 'ampuran akterisida (treptomisin se an!ak 1 g produk dan #ungisida .enom!l atau +ankoKe atau %lorotalonil se an!ak 1913 g produk !ang dilarutkan ke dalam 1 liter air per pohon. ,ara aplikasi larutan terse ut dapat disemprotkan dengan spra!er atau disiramkan dengan em er ke agian pu'uk tanaman sakit terse ut. 1.).).1. !usu% tan an &Marasmius palmivorus( Marasmius palmi!orus merupakan pen!e a usuk tandan" sehingga tandan tidak erkem ang dengan aik. Pen!akit ini tim ul jika sanitasi di sekitar lingkungan tandan jelek. Umumn!a ditemukan pada #ase T+ muda" tetapi dapat juga men!erang pada #ase tanaman !ang le ih tua jika ke ersihan lingkungan di sekitar tandan tidak diperhatikan dengan aik. Pe oman $engen alian Marasmius s$ + a. Tidak perlu disensus se'ara khusus. $n#ormasi serangan dapat diperoleh dari mandor !ang ertugas di areal terse ut. . *ilakukan pera&atan tanaman sesuai standar udida!a !ang ada. .uah !ang usuk harus di uang di ga&angan mati dan di akar atau disemprot dengan #ungisida .enom!l atau +ankoKe atau %lorotalonil konsentrasi 3./ <. Pada pohon ekas tandan usuk terse ut harus disemprot juga dengan #ungisida terse ut pada konsentrasi !ang sama dan 0olume semprot 1 liter larutan per pohon. 1.,. GULMA a. 6ulma merupakan 0egetasi !ang tum uh se'ara alami dan menjadi pesaing agi tanaman utama (kelapa sa&it)" sehingga ke eradaann!a tidak dikehendaki

karena merugikan pertum uhan dan produksi kelapa sa&it serta dapat mengganggu kelan'aran akti0itas lainn!a. . Terdiri dari kelompok gulma rumput9rumputan" gulma erdaun le ar " gulma erka!u" gulma pakisan" gulma teki9tekian" gulma pisang liar dan keladi9keladian" gulma am u9 am uan dan gulma air. Konse$ Pengen alian Gulma a. Penanganan terhadap tum uhan pesaing tanaman utama dengan tindakan ) +engem angkan2melestarikan tum uhan liar erguna se agai inang parasitoid dan atau predator se'ara terkendali (dalam atas tidak mengganggu tanaman pokok dan proses udida!a kelapa sa&it). +emusnahkan gulma er aha!a (NoLious Oeed). +em atasi pertum uhan gulma lunak. +enerapkan konsep pengelolaan gulma tepadu ($ntegrated Oeed +anagement) dengan mem erda!akan seluruh komponen pengendalian" meliputi 'ara kultur teknis" tindakan pre0enti#" iologis" mekanis" dan kimia&i. Pengen alian Gulma i !i"itan Pengendalian gulma di dalam pol! ag dilakukan se'ara manual. Pengendalian gulma di luar pol! ag dilakukan dengan her isida kontak antara lain ParaSuat dengan rotasi 1 ulan sekali dan dapat dikurangi jika pelepah i it telah menutupi permukaan tanah. Untuk meningkatkan e#ekti#itas pen!emprotan dapat ditam ahkan ahan perekat. Ujung pipa alat tidak mengenai dengan ketat" dianjurkan di la 1.,.). semprot dipasangi sungkup ulat ter uat dari plastik agar her isida i it. :lat semprot tidak oleh o'or" pekerja semprot harus dia&asi terlatih dan menggunakan alat pelindung sesuai dengan !ang el kemasan produk her isida.

1.,.1.

Pengen alian Gulma i La$angan (tandar dan tindakan pengendalian gulma dimulai dari a&al penanaman di T.+ adalah se agai erikut ) a$ *ilakukan pem ersihan piringan sampai /3 'm di luar atas kanopi daun atau sampai maksimum 1>3 'm dari pangkal pohon kelapa sa&it" sedangkan jalan rintis di ersihkan sele ar M 1.2 m dilakukan setelah tanaman erumur > 7 ulan. . Pengendalian se'ara pre0enti# dan kultur teknis ) Penanaman dan pera&atan ka'angan untuk men!aingi pertum uhan gulma " lihat .a 1.13.

'. Pengendalian se'ara iologis %a'angan er#ungsi se agai pengendalian iologis melalui persaingan hidup.

+engem angkan agensia pengendali ha!ati gulma seperti) %areuchaetes pseudoinsulata dan "ecidochares connexa untuk mengendalikan "hromolaena odorata" serta Actinote anteas untuk mengendalikan "hromolaena odorata dan Mikania spp. %iri :tas) Penanaman ka'angan Tengah :tas) Pengem angan tum uhan erguna %anan :tas ) "ecidochares connexa (-alat .isul pada gulma putihan) %iri .a&ah ) %areuchaetes pseudoinsulata ulat pemakan gulma putihan %anan .a&ah) Actinote anteas untuk mengendalikan gulma putihan dan Mikania.

6am ar 1./.2a. Pengendalian gulma se'ara iologis d. Pelestarian tum uhan liar erguna .e erapa jenis tum uhan liar !ang erguna se agai inang imago parasitoid dan atau predator hama kelapa sa&it !ang tum uh di lapang perlu dilestarikan karena erman#aat untuk mendukung perkem angan musuh alami hama kelapa sa&it dan er#ungsi se agai penutup tanah alami. -ihat .a 1./.;. dan .a 1./.1. e. Pera&atan se'ara mekanis (alah satu pilihan adalah dengan menggunakan =otar! (lasher untuk pera&atan jalan panen di daerah datar !ang memungkinkan masuk alat terse ut pada saat tanaman T.+ 2. *ongkel anak ka!u" dll :tas ) Pem ersihan jalan rintis dengan rotar! slasher di areal datar. .a&ah ) Pem ersihan gulma di ga&angan (dongkel anak ka!u) dengan alat 'angkul

6am ar 1./.2 . Pengendalian gulma se'ara mekanis. #. Pengendalian (e'ara %imia

8enis her isida !ang digunakan untuk semprot piringan ) - Tanaman umur < 12 ulan her isida kontak. - Tanaman umur 12 ulan digunakan her isida sistemik dan kontak. Pada pen!emprotan di jalan rintis dan ga&angan dapat menggunakan her isida kontak atau sistemik sesuai gulma !ang menjadi sasaran (target). Pen!emprotan sampai atas 1 meter dari aliran air

g. 8ad&al dan program pengendalian gulma di T.+ lihat Ta el 1./.2 a" Ta el 1./.2. ." dan Ta el 1./.2.'. Untuk T+ lihat Ta el 1./.2.d. h. -angkah !ang harus dilakukan se elum pen!emprotan ) $denti#ikasi jenis gulma untuk menentukan her isida !ang digunakan. %ali rasi pen!emprotan (-ihat .a 1././.). i. Pengendalian 6ulma .erka!u *isemprot dengan 'ampuran Tri'lop!r 1 l dengan (ur#a'tan 3.11 l per ha lanked. (emprot ulang se'ara selekti# tum uh9tum uhan !ang masih elum terkendali dengan 'ampuran her isida !ang sama /9; ulan setelah rotasi pertama. Pengendalian gulma erka!u keras !ang terpen'ar dapat dilakukan dengan mem a at2memotong agian atas pohon dan dilanjutkan dengan mengoleskan se'ara merata 'ampuran Tri'lorp!r N solar (konsentrasi 1 <) pada sekeliling pangkal atang sele ar M 23 'm dan pada ketinggian /3 'm dari tanah. j. Pengendalian 6ulma Pisang *ikendalikan dengan teknik inplant" !aitu ) .atang ka!u seukuran atang korek api direndam 2; jam di dalam larutan +et!l metsul#uron. (atu paket larutan (1 g +eth!l metsul#uron N 13 '' air) dapat merendam ;3 atang anak korek api. .atang pisang dilu angi dengan alat esi seukuran jeruji sepeda motor. .atang ka!u !ang telah direndam dimasukkan ke atang pisang. *osis / inplant per rumpun. k. Pengendalian %eladi *isemprot dengan +eth!l metsul#uron (konsentrasi 3.3// < dan dosis 3.341 kg per ha) ditam ah (ur#a'tan (konsentrasi 3.22 < dan dosis 3.1 -iter per ha) l. Pengendalian Mikania micrantha *ikendalikan dengan Cloroksipir 3./41 l2ha 1.1 l2ha lanket (untuk T+ saja). lanket atau dengan 2.;9* dosis

m. Pengendalian :s!stasia *ikendalikan dengan 2";9* dosis 3.23 l2ha lanket (untuk T+ saja)" Cloroksipir 3./41 l2ha lanket atau 3.341 kg meth!lmetsul#uron per ha lanket. n. Nama .ahan :kti# dan Nama *agang Her isida disajikan pada utir 7.;.

Ta el 1./.2.a. (tandar pekerjaan pem erantasan lalang di areal T.+


.otasi $er Ta-un = A 1) !ulan 7 / &Umur( 1, A )0 )1 A ,2 !ulan !ulan ; ; 9 9 ,4 A 0: !ulan ; 9

Kegiatan7Gulma /asaran

Her"isi a

Dosis 7

Oiping (pot (pra!ing

6l!phosate 6l!phosate

3.31 l 7.33 l

Ta el 1./.2. . (tandar pekerjaan pera&atan ga&angan di areal T.+ tanah mineral dan gam ut
Dosis 7 Ha "l a n % et = A 1) !ulan .otasi $er Ta-un &Umur( 1, A )0 )1 A ,2 ,4 A 0: !ulan !ulan !ulan

Kegiatan7Gulma /asaran

Her"isi a

TANAH MINE.AL Manual *angir %a'angan *ongkel :nak %a!u /em$rot .en a-an Pakisan2:nak ka!u (6ulma sederhana) =umput9rumputan dan daun le ar =umput am u *ominan anak ka!u *ominan putihan2senduduk TANAH GAM!UT .a at 6a&angan (emprot 6a&angan Pakisan2:nak ka!u (6ulma sederhana) =umput9rumputan dan daun le ar =umput am u *ominan anak ka!u *ominan putihan2senduduk

9 9 Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate +eth!l metsul#uron 6l!phosate Tri'lop!r (ur#a'tan +eth!l metsul#uron (ur#a'tan 9 Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate +eth!l metsul#uron 6l!phosate Tri'lop!r (ur#a'tan +eth!l metsul#uron (ur#a'tan

9 9 1.133 l 3.341 kg 1.133 l 3.341 kg 2.333 l 1.333 l 3.113 l 3.113 kg 1.333 l 9 1.133 l 3.341 kg 1.133 l 3.341 kg 2.333 l 1.333 l 3.113 l 3.113 kg 1.333 l

/ / 1 1 1 2 2

9 ; ; ; ;

9 ; 2 2 2

9 ; 2 2 2

1 1 1 1 9 9

9 ; ; ; 2 2

9 2 2 2

9 2 2 2

Ta el 1./.2.'. (tandar pekerjaan pera&atan piringan dan jalan rintis T.+


Kegiatan7Gulma /asaran PE.ABATAN PI.INGAN 6aruk Piringan +anual (emprot Piringan ) =umput9rumputan dan daun le ar lunak Pakisan =umput9rumputan dan daun le ar =umput9rumputan dan dominan +ikania 6ALAN PIKUL &1+ )( Golume 4.1 < dosis lanket =umput9rumputan dan daun le ar lunak Pakisan =umput9rumputan dan daun le ar =umput9rumputan dan dominan +ikania He"isi a Dosis 7 Ha e>e%ti> 9 3.133 l 3./41 l 3.323 kg 3./41 l 3.323 kg 3./41 l 3.391 l = A 1) !ulan ; 9 1 9 9 .otasi $er Ta-un7Umur 1, A )0 )1 A ,2 !ulan !ulan 9 9 1 9 9 1 ; ; ; ;

9 6l!phosate Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate +eth!l metsul#uron 6l!phosate CluroL!p!r

6l!phosate Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate +eth!l metsul#uron 6l!phosate


CluroL!p!r

3.11 l 3.11 l 3.337 kg 3.11 l 3.337 kg 3.11 l


3.2> l

9 2 9 9

9 1 9 9

2 2 2 2

Ta el 1./.2.d. (tandar pekerjaan pera&atan T+


Dosis 7 Ha "l a n % et

Kegiatan7Gulma /asaran

Her"isi a

.ota si7Ta -un

Konsentrasi &9(

HK7Ha

GABANGAN Manual *:% T+ +uda *:% T+ =emaja9Tua /em$rot /ema% (emak (e'ara Umum (emak *ominan Putihan ("hromolaena odorata)2+elastoma *ominan anak ka!u PI.INGAN ' 6ALAN PIKUL &e>e%ti>( Manual 6aruk Piringan T+ +uda9Tua /em$rot TM Mu a Pakisan =umput9rumputan daun le ar lunak =umput9rumputan dominan +ikania Pada lokasi dengan kualitas air jelek /em$rot TM .emaja@Tua Pakisan =umput9rumputan daun le ar lunak =umput9rumputan dominan +ikania Pada lokasi dengan kualitas air 8elek T P H Dol. =.)19 osis "lan%et Pada lokasi umum Pada lokasi dengan kualitas air 8elek (areal gam ut) LALANG Oiping T+ +uda

9 9 Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron Teepol +eth!l metsul#uron Tri'lop!r (ur#a'tan

9 9 1.133 l 3.341 kg 1.333 l 3.113 kg 1.333 l 3.113 l

/ 2 2 2 2

9 9

1.1 9 2 1./ 9 1.1 ;.191 lanket ;.191 lanket ;.191 lanket

9 Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate 6l!phosate CluroL!p!r (ul#osat +eth!l metsul#uron Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron 6l!phosate 6l!phosate CluroL!p!r (ul#osat +eth!l metsul#uron Parakuat diklorida +eth!l metsul#uron (ul#osat +eth!l metsul#uron 6l!phosate2

9 3./41 l 3.323 kg 3.133 l 3.213 l 3.37/ l 3./41 l 3.323 kg 3.213 l 3.31/ kg 3.133 l 3.213 l 3.37/ l 3./41 l 3.323 kg 3.33; l 3.3332 kg 3.33; l 3.3332 kg 3.3;3 l

1 / / / / / / / /

2 (setelah pruning)

=.911 ) 3.193.7 *DA + =.)1 &ti a% untu% 5am$uran ParaCuat(

=.911 ) 3.193.7 *DA + =.)1 &ti a% untu% 5am$uran ParaCuat(

/ /

7.3

3.2

Oiping T+ =emaja 5 Tua (pot (pra!ing

(ul#osat (pada lokasi kualitas air jelek)

3.3/3 l ;.333 l

3.1 2 ;.3

1.,.,

Alat /em$rot (istem pen!emprotan untuk mengendalikan gulma perlu pemilihan jenis alat semprot dan noKKle !ang sesuai untuk setiap jenis pekerjaan" gulma sasaran" her isida dan dosis" ke utuhan larutan (air) dan e#isiensi hasil kerja !ang ter'apai.

1.,.,.1

6enis Alat /em$rot *ua kategori !ang diterapkan di ke un pada saat ini ) a. :lat pen!emprot gendong (%ap) Untuk semua kerja pen!emprotan di -," T.+ dan a&al T.+ muda. %e utuhan larutan (air) dari 0olume sedang (M ;13 l2ha)" 0olume rendah (lo& 0olume) 233 5 ;13 l2ha dan apa ila gulma sudah erkurang mengarah ke 0er! lo& 0olume (G-G) 133 5 233 l2ha. Harus memilih jenis NoKKle !ang sesuai untuk pekerjaan !ang akan dilaksanakan. 8enis alat semprot !ang digunakan saat ini adalah (:112=. 11 5 %apasitas %ap 11 liter (=. Cield). . ,*: (,ontrolled *roplet :ppli'ation) (pra!er (istem ini memakai 0olume larutan !ang sangat rendah (ultra lo& 0olume 5 U-G) sekitar 12 5 23 l2ha dengan utir 'airan 213 mikron. ,o'ok untuk her isida sistemik dan tidak oleh digunakan untuk 'ampuran paraSuat . (esuai untuk pen!emprotan piringan di T+ remaja 5 tua dan jalan rintis di T+ muda dengan tum uhan gulma ringan sampai sedang. Prestasi kerja tinggi" e#isien dan 'ost e#ekti#. 8enis alat !ang digunakan saat ini ) +i'ron Her i :ttila knapsa'k spra!er (amurai *i uat oleh ke un sendiri

1.,.,.)

6enis NoEel :gar pen!emprotan dapat dilakukan tepat dengan sasaran kerja" dosis her isida dan 0olume larutan" maka pan'aran !ang keluar dari spra!er harus mempun!ai pola tertentu dan hal ini ditentukan oleh jenis noKKle !ang diseleksi untuk masing9masing pekerjaan pen!emprotan.

Ta le 1././.2. 8enis noKKle !ang isa digunakan


Gut$ut Mere% 6enis noEEle .e>> F no !*P* 5o e Larutan H 1 "ar l7menit .eCuire /$ra# Dolume l7-a /3at&m(

Ke5e$atan !erjalan m7menit

(T (pra! noKKle -urmark

G-G 13 G-G 133 G-G 233 %uning Hijau .iru +erah

Orange *BC931 Tello& *BC931 =ed *BC93; :N 3"7 :N 1"2 :N 1"> :N 2";

*23"2/21 *23";721 *23"9221 *23"721 *21"221 *21">21 *22";21

3"2/ 3";7 3"92 3"7 1"2 1"> 2";

;; 93 1>3 ;33 ;33 ;33 ;33

1"> 1"> 1"> 3"1 1"3 1"1 2"3

/3 /3 /3 /3 /3 /3 /3

(T (pra! noKKle

Hollo& ,one ) Tello& =ed .ro&n 6re! H, 5 32 H, 5 3; H, 5 31 H, 5 37 H,23">2/ H,21"72/ H,22"32/ H,22";2/ 3";7 3"9/ 1"11 1"/9 12> 217 /23 />7 1"2 1"2 1"2 1"2 /3 /3 /3 /3

a. NoKKle harus diperiksa setiap minggu dan dilakukan kali rasi. :pa ila #lo&rate F 13< dari spesi#ikasi harus diganti. NoKKle !ang sum at digo!ang9go!angkan dalam air ersih. :pa ila perlu han!a tangkai unga rumput !ang lunak digunakan untuk mem ersihkan sum atan. . %e un harus mempun!ai stok noKKle !ang 'ukup untuk pekerjaan !ang diprogramkan. '. Tekanan pompa harus selalu dikontrol ) =. 11 5 ,ali rator 5 0al0e tekanan 'onstant 2 ar. d. Perhatikan ke'epatan erjalan" le ar semprot di tekanan pompa untuk men'apai 0olume larutan per ha ( lanket). 1.,.,., Kali"rasi Alat /em$rot

Untuk memastikan agar her isida dapat teraplikasi sesuai dosisn!a" maka se elum aplikasi harus dilakukan kali rasi alat dan penghitungan 0olume semprot per ha ) L I ? J 1=,=== DJa - I ke utuhan larutan dalam 1 hektar (liter per ha). *engan mengetahui ke utuhan larutan per ha maka dapat diketahui konsentrasi ahan dalam larutan terse ut.

C I Clo&rate" merupakan jumlah larutan !ang keluar melalui noKel setiap satu menit. NoKel !ang digunakan harus standar dari pa rik. :pa ila Clo&rate F 13 < dari standar maka noKel harus diganti. Pem ersihan noKel !ang tersum at dengan 'ara menggo!ang9go!angkan dalam air ersih" meniup dan men'ongkel noKel tidak diperkenankan. %ali rasi dilakukan dengan #rekuensi seminggu sekali. G I %e'epatan erjalan (meter per menit)" merupakan pen!emprot erjalan dengan mem a&a alat semprot. ke'epatan rata9rata

a I -e ar semprot (m)" merupakan le ar hasil semprotan !ang keluar dari noKel !ang ditentukan oleh jenis noKel" tekanan alat semprot" dan ketinggian semprotan. *onto- + (emprot piringan menggunakan 6ramoLone 1.1 liter per hektar dengan noKel Polijet iru $,$. Clo&rate 1.7 liter per menit" le ar semprot 1.2 meter" dan ke'epatan pen!emprot erjalan /7 meter per menit. %e utuhan -arutan I 1.7 L 13"333 I /43./4 liter per ha /7 L 1.2 %onsentrasi 6ramoLone I 1.1 liter ) /43./4 liter L 133 < I 3.; <" artin!a) :pa ila %napsa'k spra!er !ang digunakan erisi 11 liter" maka 6ramoLone !ang di'ampurkan dalam setiap %napsa'k adalah 11 liter L 3.; < I 3.37 liter atau 73 ''. 1.,.0. Tum"u-an Liar !erguna +erupakan tum uhan liar !ang erman#aat se agai inang imago parasitoid dan predator UP*%( atau se agai inang agi mangsa alternati# predator UP*%(. Tanaman ini diupa!akan ke eradaann!a di areal pertanaman karena peranann!a dalam mendukung perkem angan agensia pengendali ha!ati UP*%( . ,ontoh dari e erapa tum uhan erguna ) Turnera subulata" 'rechtites sp" 0rena lobata# "asia tora# 'uphorbia spp" &ipla/ium asperum# $orreria alata# Antigonon leptopus# 'lephantopus tomentosus dan Ageratum spp. (6am ar 7./.;a.) Pe oman $engem"angan tanaman "erguna + Penanaman Turnera subulata dan "asia tora di pinggir lok sepanjang jalan ke un dan daerah !ang kosong dalam lok. Per an!akan Turnera subulata dengan 'ara stek" sedangkan "asia tora dengan iji. :pa ila Turnera subulata telah tinggi 41 'm dilakukan pemangkasan sampai 13 'm dari permukaan tanah. "asia tora !ang telah tua diremajakan kem ali dengan penanaman i it !ang aru.

Tanaman erguna lainn!a iasan!a tum uh se'ara alami di dalam lok. Pemangkasan atau a at dilakukan apa ila tanaman terse ut telah mengganggu kelapa sa&it.

Turnera subulata

Antigonon leptopus.

"asia tora

%a'angan (-,,)

$orreria alata

&ipla/ium spp.

'lephantopus tomentosus

Ageratum cony/oides

0rena lobata

'recthites !aleriani olia

'uphorbia heterophylla

6am ar 7./.;a. .e erapa 'ontoh jenis tum uhan liar erguna.

1.,.0

Da>tar Penggolongan Tum"u-an Liar i Per%e"unan Kela$a /a3it Ta el 1./.1.a. Tum uhan liar !ang diharapkan (:)" tum uhan liar !ang merupakan $nang :PH ($) dan tum uhan liar !ang merupakan gulma di olehkan2so t weed (.) Nama !otani .um$ut@rum$utan Axonopus compressus $rachiaria distachya "entotheca lappacea "ommelina nudi lora "yrtococcum accrescens %aspalum con)ugatum Gulma aun le"ar Ageratum cony/oides $orreria lati olia "leome rutidosperma &ianella nemerosa 'recthites !aleriani olia 'lephantopus tomentosus 'uphorbia heterophylla 'uphorbia hirta %hysallis minima Turnera subulata 0rena lobata Ka5angan "litoria lauri olia "rotalaria spp "asia tora /ema% "lerodendrum serratum Pa%is &ipla/ium asperum &ipla/ium esculentum *ephrolepis bisserata Nama Umum =umput karpet2paitan (ukat %elanjang =umput pagar (pider&ort iasa =umput %retekan =umput paitan2ker au .a adotan" Oedusan %entangan 9 9 (introng Tutup .umi Patikmas Patikan %er au .ladder 'herr! 9 9 9 Orok 5 orok 9 6reen Oit'h Tongue Pakis sa!ur Pakis sa!ur Pakis meram at Kategori : . . . : . .2$ .2$ .2$ . :2$ :2$ :2$ :2$ . :2$ :2$ . . :2$ . :2$ :2$ :

Ta el 1./.1. . Tum uhan liar !ang merupakan gulma er aha!a ( noxious weeds) (,) Nama !otani Adiantum spp Asystasia intrusa $racharia mutica "hromolaena odorata "lidemia hirta &icranopteris linearis 'leusine indica .edyotis !erticiliata Merremia umbellata 1mperata cylindrica 1schaemum muticum Lantana camara Melastoma malabathricum Mikania micrantha Mimosa pigra Mimosa in!isa Ottochloa nodosa %aspalum picticulatum %assi lora oetida %ennisetum polystachyon %teridium spp Rottboellia exaltata Scleria sumatrensis Stenochlaena palustris Tetracera scandens &an species berkayu lainnya Nama Umum Pakis tiang :s!stasia =umput am u raksasa" (ukat kelanjang Putihan" krin!uh" a anjaran -inggi" Harendong Pakis ka&at =umput angsa2lulangan .orreria erka!u 6reater +ala!an .ind&eed -alang =umput am u -antana" Tem elekan (enduduk +ikania %u'ingan hijau %u'ingan merah =umput sarang ua!a Paspalum raksasa 6am utan =umput ekor ku'ing 9 =umput gatal %risan Pakis kresek 6ulma api

/ulma Rumput)rumputan 2/rasses3 4tas: Imperata clyndrica Ba5ah: Paspalum conjugatum

/ulma Berdaun !ebar 2Broad !ea6s3 4tas: Mikania micrantha Ba5ah: Asystasia intrusa

6ulma .erka!u (.rush Oeeds)

6ulma Pakisan (Cerns)

:tas) "hromolaena odorata %iri .a&ah- "lidemia hirta %anan .a&ah) Melastoma malabathricum

%iri :tas) %teridium sp %anan :tas) Stenochlaena palustris %iri .a&ah) &icranopteris linearis %anan .a&ah) *ephrolepis biserrata

6am ar 1./.1.a. 6am ar e erapa jenis gulma er aha!a ( noxious weeds)

6ulma Pisang -iar dan %eladi9keladian :tas) Musa spp %iri .a&ah) "olacasia sp %anan .a&ah) "aladium sp

6ulma Teki9tekian ((edges) %iri :tas) Scleria sumatrensis %anan :tas) "yperus compressus %iri .a&ah) "yperus aromatikus %anan .a&ah) "yperus rotundus

6ulma .am u9 am uan (ejenis am u liar

6ulma :ir (:Suati' Oeeds) .ydrilla !erticilata 'ichhornia craasipes

6am ar 1./.1.a. 6am ar e erapa jenis gulma er aha!a (noxious weeds) (lanjutan)

1.0. NAMA !E!E.APA !AHAN PE/TI/IDA Ta el 1.;.a. *a#tar e erapa nama ahan akti# dan nama dagang insektisida !a-an A%ti> Sipermetrin &eltametrin Lambda sihalotrin $etasi lutrin Tebu eno/ida $acillus thuringiensis Nama Dagang ,!m us 13 B, (herpa 13 B, *e'is 2.1 B, +atador 21 B, .uldog 21 B, +idi' 233 C .a'tospeine OP Thuri'ide HP Clor a' C, *ipel OP ,arbosul an &imetoat &ikotol Methaldehide ,lorpiri os (ipronil +arshal 16 +arshal 233 B, Per#e'thion ;33 B, =ogor ;3 %anon ;33 B, %elthane 233 B, +etapar 99 OP (iputoL 1 6 -entrek ;33 B, Termi an ;33 B, =egent 13 (, (istemik dan %ontak (istemik dan %ontak %ontak %ontak %ontak dan lam ung %ontak %ontak dan lam ung =a'un Perut /i>at %ontak dan lam ung %ontak dan lam ung Hama /asaran UP*%(" Apogonia# Adoretus# Oryctes# Tirathaba" .elalang UP*%(" Tirathaba# Apogonia# Adoratus# .elalang UP*%(" Tirathaba" :pogonia" Adoretus" .elalang" %utu daun UP*%(" elalang Ulat kantong Setothosea asigna Setora nitens# Setothosea asigna Setothosea asigna Setora nitens# Setothosea asigna Oryctes# ulat kantong" .elalang" Adoretus# Apogonia %utu daun" Tungau merah" Aphis sp Tungau (iput =a!ap

Ta el 1.;. . *a#tar e erapa nama ahan akti# dan nama dagang her isida !a-an A%ti> ParaSuat di'hloride 2";9* dimeth!lamine (alt +eth!l metsul#uron 6l!phosate" isoprop!l amine (ul#osat CluaKi#op9p9 ut!l CluroL!p!r :la'hlor OL!#luor#en Tri'lop!r 6lu#osinate :lkilaril poliglikol eter Nama Dagang 6ramoLone Her atop 247 :( Oeedrol 423 :, :ll! 23 O*6 +etsulindo 23 OP =oundup iosor Hat'het ;>3 :( Tou'hdo&n Cusilade 121 B, (tarane 233 B, Topstar 132/33 +B -asso 6oal 2B 6arlon ;>3 B, .asta 11 :gristik /i>at %ontak (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik (istemik Gulma /asaran (emua gulma *aun le ar *aun le ar" Pakisan" Um i9 um ian" *aun sempit (Paspalum" -epto'hloa) *aun sempit" rumput9rumputan *aun sempit" rumput9rumputan =umput9rumputan Paspalum" Bleusi ne and *igitaria spp *aun le ar Pre9emergent Pre9emergent" daun le ar (emak elukar" tanaman erka!u" .am u" *aun le ar (emua gulma .ahan perata dan perekat

Ta el 1.;.'. *a#tar e erapa nama ahan akti# dan nama dagang #ungisida !a-an A%ti> Manko/eb ,lorotalonil $enomyl 23 4 .exacona/ole Nama Dagang *ithane +9;1 >3 OP +anKate 233 *a'onil 41 OP .enlate :n0il 13 (, /i>at (istemik %ontak (istemik (istemik 6amur /asaran "ercospora sp" %hytophthora sp" +leosporium sp "ercospora sp" .elminthosporium sp" %hytophthora sp" :ntraknosa "ercospora sp "ercospora sp

Ta el 1.;.d. Toleransi tanaman kelapa sa&it terhadap her isida

TGLE.AN/I T!M TM TM &/etela- Umur 1 Ta-un( &,@1 ta-un( &2 ta-un %e atas( :ll! 23 O*6 T T T 6ramoLone PP913 T T T 2"; 9 * :mine NT NT T .asta 11 T T T =oundup TH T T .asagran T T T (tarane 233 T T T 6arlon 213 NT NT NT 6oal 2 B, T T T Tou'hdo&n TH T T Cusilade T T T Keterangan+ T I Tolerant , NTI Non Tolerant, K I Harus /angat Hati@-ati Her"isi a

1.1. PETUN6UK PE/TI/IDA

UMUM

TENTANG

KEAMANAN

DALAM

!EKE.6A

DENGAN

$.%.$ Memilih Pestisida 1. *alam memilih #ormulasi pestisida !ang akan digunakan untuk mengendalikan suatu jasad pengganggu tanaman" le ih dahulu harus diketahui dengan pasti jenis jasad pengganggu !ang men!erang tanaman. Cormulasi pestisida !ang dipilih harus sesuai dengan jenis jasad pengganggu !ang akan dikendalikan" karena suatu #ormulasi pestisida han!a e#ekti# terhadap jenis jasad pengganggu tertentu. 2. (e elum mem eli pestisida a'alah le ih dahulu la el pada &adah atau pem ungkus pestisida" terutama keterangan mengenai jenis9jenis jasad pengganggu !ang dapat dikendalikan" 'ara menggunakan" dan aha!a !ang dapat ditim ulkan oleh pestisida itu. .elilah #ormulasi pestisida !ang erdasarkan keterangan pada la el e#ekti# terhadap jasad pengganggu tanaman !ang akan dikendalikan" dapat digunakan dengan alat !ang tersedia" dan aman untuk keadaan di tempat pestisida itu akan digunakan. /. .elilah han!a pestisida !ang telah terda#tar dan diiKinkan oleh pemerintah (*eparteman Pertanian) untuk digunakan" dikemas dalam &adah atau pem ungkus asli" dan dengan la el resmi !ang dimuat keterangan lengkap mengenai pestisida itu. Pada la el !ang terda#tar senantiasa ter'antum nomor penda#taran" nama dan alamat lengkap pemegang penda#taran2produsen pestisida !ang ersangkutan. 8angan mem eli pestisida !ang tidak terda#tar" karena pestisida !ang demikian elum diuji oleh lem aga !ang er&enang" sehingga man#aatn!a maupun aha!an!a elum diketahui dengan pasti. Pestisida !ang tidak dikemas dalam &adah asli2atau !ang pada &adahn!a tidak terda#tar la el resmi !ang asli" tidak terjamin mutun!a karena mungkin sekali

pestisida terse ut palsu !ang sama sekali tidak e#ekti# untuk digunakan dan ahkan mungkin dapat merusak tanaman atau menim ulkan aha!a lainn!a. $.%.$ Menyimpan Pestisida 1. (impanlah pestisida dalam &adah atau pem ungkus asli !ang tertutup rapat dan tidak o'or atau rusak" jangan men!impan pestisida dalam otol atau &adah lain dan tanpa la el. 2. (impanlah pestisida dalam lemari atau peti khusus !ang dapat dikun'i" atau dalam ruang khusus !ang juga dapat dikun'i" sehingga tidak terjangkau oleh anak9anak" he&an piaraan atau ternak serta jauh dari makanan" minuman" atau sum er api. /. (impanlah pestisida di tempat !ang mempun!ai 0entilasi aik" tidak terkena langsung matahari dan tidak terkena air pada &aktu hujan. (elama dalam pen!impanan" usahakan &adah pestisida senantiasa tertutup rapat" karena uap air" Kat asam dalam udara" suhu !ang relati# tinggi" sinar matahari dan air dapat merusak pestisida" sehingga menjadi kurang atau tidak e#ekti# lagi. ;. (ediakanlah air dan ahan pem ersih (sa un atau deterjen dan lain9lain)" ahan pen!erap pestisida (pasir" kapur" se uk gergaji atau tanah)" sapu" sekop dan &adah untuk tempat mem uang pestisida !ang tumpah. -e ih aik lagi apa ila disediakan pemadam api !ang sering diperiksa agar selalu dalam keadaan aik. 1. Periksalah se'ara teratur pestisida !ang disimpan untuk mengetahui kodisi &adah pestisida mungkin terjadi ke o'oran atau terjadi kerusakan pestisida. 7. (iapkanlah &adah kosong dari er agai jenis dan ukuran untuk digunakan me&adahkan pestisida apa ila terjadi ke o'oran. $.%.& Mengguna'an Pestisida 1. 6unakanlah pestisida han!a apa ila keadaan memang enar9 enar memerlukan. 2. (e elum menggunakan pestisida" pekerja harus le ih dahulu makan dan minum se'ukupn!a. /. .a'alah la el pestisida dengan 'ermat dan ikutilah semua petunjuk !ang ter'antum pada la el terse ut. ;. :nak9anak" &anita hamil dan pekerja !ang kesehatann!a kurang aik" tidak diper olehkan ekerja atau diperkerjakan untuk menggunakan pestisida. 1. :pa ila ada luka di kulit" tutuplah luka terse ut dengan aik se elum ekerja dengan pestisida. Usahakan agian luka !ang sudah ditutup terse ut tidak ersentuhan dengan pestisida karena pestisida le ih mudah terserap kedalam tu uh melaui kulit !ang ter uka. 7. Pekerja !ang ekerja dengan pestisida harus memakai pakaian pelindung khusus !ang menutupi seluruh lengan dan kaki ( aju lengan panjang dan 'elana panjang). (arung tangan harus dipakai pada &aktu mengen'erkan atau men'ampur pestisida !ang masih pekat. (edapat mungkin pakai sepatu oot" topi" dan pelindung muka (ka'a mata" penutup hidung dan mulut) pada &aktu menggunakan pestisida. 4. .ekerja dengan pestisida !ang elum dien'erkan (pekat) harus sangat hati9hati. >. Pada &aktu ekerja jangan makan" minum atau merokok. 9. .ukalah tutup &adah pestisida dengan hati9hati" sehingga pestisida tidak memer'ik atau tumpah" kemudian tutup kem ali dengan enar dan rapat. Pestisida dalam

&adah kantong akan le ih aman apa ila mem ukan!a dengan pisau atau gunting daripada dengan mero ek. 13. 8angan men'ium pestisida. Hindarkan pestisida terhirup melalui perna#asan atau terkena kulit" mata" mulut atau pakaian. 11. -akukanlah penakaran" pengen'eran atau pen'ampuran pestisida di tempat ter uka atau dalam ruang !ang mempun!ai 0entilasi aik. 12. Untuk menakar" men'ampur" mengen'erkan" mangaduk dan menggunakan alat9alat terse ut harus selalu dalam keadaan ersih. .ersihkanlah dengan air !ang an!ak dan uanglah air untuk men'u'i alat terse ut di tempat !ang khusus dan aman. 8angan menggunakan alat9alat itu untuk keperluan lain" -e ih9le ih untuk keperluan !ang erhu ungan dengan ahan makanan dan minuman. 1/. :pa ila diperlukan air untuk mengen'erkan" pakailah air !ang ersih. 1;. Periksalah alat pen!emprot dan usahakan selalu dalam keadaan aik" ersih dan tidak o'or. 11. ,ampurlah pestisida sesuai dengan takaran !ang dianjurkan. 8angan menggunakan pestisida dengan takaran !ang erle ihan atau kurang dari !ang dianjurkan. :duk 'ampuran terse ut sampai rata dengan hati9hati agar tidak tumpah atau memer'ik. 17. 8angan men'ampur dua atau le ih pestisida sekaligus apa ila hal terse ut tidak dianjurkan atau tidak tertulis pada la el masing9masing pestisida itu. 14. +asukkanlah 'ampuran terse ut ke dalam tangki atau alat pen!emprotan dengan hati9hati dan jaga jangan sampai tumpah. 8angan meniup noKKle atau lu ang atau selang !ang tersum at" jangan menggunakan lidi" tapi gunakanlah sikat atau alat sejenis lainn!a. 1>. Untuk menghindarkan aha!a kera'unan pestisida pada tanaman" hendaklah alat9 alat jangan digunakan untuk pestisida !ang er eda jenisn!a misaln!a jangan menggunakan alat !ang sama untuk aplikasi her isida dan insektisida. 19. Usahakanlah tidak ekerja sendiri" terutama dalam ekerja dengan pestisida !ang relati# sangat era'un. 23. 8ika penggunaan pestisida mutlak diperlukan pada malam hari" usahakanlah penerangan !ang memadai. 21. :nak9anak dan he&an piaraan tidak diper olehkan mendekati atau erada di tempat pen'ampuran atau penggunaan pestisida. 22. 8angan men!emprot atau mene arkan pestisida pada &aktu akan turun hujan" 'ua'a panas" angin ertiup ken'ang dan arah semprotan atau se aran erla&anan dengan arah angin. 2/. Hindarkan semprotan ter a&a angin ke tempat lain supa!a tidak mengenai tempat tinggal penduduk" tanaman di tempat lain" sungai" kolam" danau atau makanan ternak. 2;. Perhatikanlah masa kadaluarsa penggunaan suatu pestisida seperti !ang ter'antum dalam la el dari masing9masing pestisida itu.

Gam"ar 1.1.,.a. *ara Mem"ersi-%an NoEel

Gam"ar 1.1.,.". *ara Untu% Mengeta-ui Kon isi NoEel 21. :pa ila pada &aktu ekerja" pestisida mengenai pakaian" kulit" mata atau agian tu uh lain" ersihkanlah segera" 'u'ilah kulit !ang terkena pestisida dengan air dan ahan pem ersih (sa un" deterjen dan lain9lain). :pa ila pestisida mengenai mata" 'u'ilah mata !ang terkena dengan air ersih selama 11 menit.

27. 8ika merasa kurang enak adan" erhentilah ekerja dengan segera dan a'a petunjuk dalam la el tentang pertolongan pertama dan segera hu ungi dokter dengan mem eritahukan pestisida apa !ang digunakan. 24. .ersihkanlah selalu muka dan tangan dengan air dan ahan pem ersih se elum eristirahat untuk makan" minum atau merokok. 2>. (etelah selesai ekerja dengan pestisida" mandilah segera dengan sa un. 29. Usahakan air ekas men'u'i alat9alat pen!emprot dan alat lainn!a tidak men'emari sungai" saluran air" kolam ikan" sumur dan sum er air lainn!a serta uanglah ditempat !ang aman /3. Oadah ekas !ang sudah kosong jangan dipakai untuk men!impan makanan atau minuman" akan tetapi musnahkanlah &adah ekas terse ut dengan merusak" mem akar atau mengu urkann!a di tempat !ang aman. Tanamlah &adah ekas terse ut sekurang9kurangn!a 3.1 m dalam tanah di tempat !ang jauh dari sum er air" tempat tinggal penduduk maupun tempat umum lainn!a serta erikan tanda. /1. Pasanglah tanda peringatan di tempat !ang aru diperlakukan dengan pestisida agar orang tidak memasuki tempat itu dan mem a&a atau mem iarkan ternak masuk ke tempat terse ut. /2. :pa ila pestisida digunakan dengan 'ara pengumpanan" tempatkanlah 'ampuran umpan dan pestisida terse ut dalam &adah !ang aman" dipasang di tempat !ang aman serta kumpulkanlah kem ali umpan pada saat tidak diperlukan agar anak9 anak atau he&an tidak memakann!a. $.%.& Mengatasi (ontaminasi Pestisida 1. 8ika rumput" sungai atau saluran air ter'emar pestisida" erilah tanda peringatan di tempat itu agar orang tidak menggem alakan ternak atau tidak mengam il air dari sum er !ang ter'emar terse ut. (elanjutn!a hu ungilah petugas !ang erkepentingan untuk dapat dilakukan tindakan pengamanan le ih lanjut. 2. :pa ila pestisida #ormulasi 'airan tumpah di lantai atau tanah" ersihkanlah segera" tim unlah dengan ahan pen!erap (pasir" kapur" tanah atau ser uk gergaji) kemudian sapu dan tempatkan dalam &adah !ang kuat untuk di uang dengan 'ara !ang aman. (etelah ahan pen!erap disapu" lantai di ersihkan dengan air dan ahan pem ersih (sa un" detergen dan se again!a) /. :pa ila pestisida #ormulasi padat (de u" tepung" atau utiran) tumpah di lantai" sapulah hati9hati agar tidak erter angan dan tempatkan dalam &adah khusus untuk di uang dengan 'ara !ang aman. 8ika perlu ditam ahkan pasir lem a untuk menghindarkan de u. (etelah disapu" ersihkanlah dengan air dan ahan pem ersih. ;. :pa ila &adah pestisida o'or atau rusak" &adahkan pestisida !ang masih tersisa ke dalam &adah !ang telah tersedia" pilihlah &adah !ang ter uat dari ahan !ang sama seperti &adah aslin!a. .erilah la el atau keterangan !ang jelas seperti ter'antum dalam la el se elumn!a disertai tam ahan keterangan saat dilakukan pe&adahan ulang. Pestisida !ang telah di&adahkan ulang terse ut harus segera digunakan. 1. :ir dan sa un atau detergen umumn!a dapat digunakan untuk mem ersihkan pestisida !ang tumpah. .e erapa pestisida memerlukan ahan lain se agai ahan pem ersih se elum dilakukan pem ersihan dengan air dan sa un atau detergen.

Pestisida terse ut adalah ) a. *ari golongan organo#os#at memerlukan natrium hipoklorit dan natrium kar onat. . *ari golongan kar amat memerlukan kar onat atau sa un keras. '. *ari golongan organoklor memerlukan amoniak dan soda pen'u'i atau sa un keras. Ta"el 1.1.0.a. Klasi>i%asi ting%at "a-a#a $estisi a menurut BHG
Kelas baha a Kategori 74 Sangat berbaha(a (extremely hazardous) 7B Berbaha(a (highly hazardous) Cu up Berbaha(a (moderately hazardous) 4ga Berbaha(a (slightly hazardous) !D"# untuk tikus $mg %kg berat ba&an' (elalui mulut $oral' (elalui kulit $&ermal' Pa&at )air Pa&at )air 88 %0 8 #0 8 '0

- ) -0

%0 ) %00

#0 ) #00

'0 ) '00

77

-0 ) -00

%00 ) %000

#00 ) #000

'00 ) '000

777

9-00

9 %000

9 #000

9 '000

Ta"el 1.1.0.". Per"an ingan %ara%ter >ormulasi $estisi a


*ormulasi :P :D/ SP <C 1: Solution Dust Butiran 2/3 Risiko +aktu men,am-ur Berdebu Sa6e Berdebu Per"i an Per"i an Per"i an Sangat berdebu a!e *itotoks a!e a!e ;mumn(a sa6e Kadang ada Kadang ada a!e a!e a!e .brasi/e% ,orrosi/e 4brasive 4brasive Non ) abrasive +erusa aret pompa +erusa aret pompa Non ) abrasive ) ) Penga&ukan Perlu Perlu Tida Perlu Perlu Tida Perlu Tida Resi&u ang tam-ak 4da 4da adang ada Tida 4da Tida 4da Tida kom-atibilitas &engan 0ormulasi lain Bagus se ali Bai Cu up "u up "u up Cu up ) )

1.2. TANDA DAN GE6ALA KE.A*UNAN PE/TI/IDA PE.TGLGNGAN PE.TAMA DAN PE.ABATAN MEDI/ 1.2.1 Tan a an gejala %era5unan $estisi a

/E.TA

PETUN6UK

1. Pestisida golongan organoklor Pestisida organoklor ekerja mempengaruhi sistem s!ara# pusat tetapi 'ara kerjan!a elum diketahui dengan jelas. Tanda dan gejala kera'unan pestisida golongan organoklor antara lain dapat erupa ) sakit kepala" rasa pusing" mual" muntah9muntah" men'ret" adan lemah" gugup" gemetar" kejang9kejang dan hilang kesadaran. Pestisida termasuk golongan ini antara lain ) diko#ol endosul#an. 2. Pestisida golongan organo#os#at :pa ila masuk kedalam tu uh" aik melalui kulit" mulut dan saluran pen'ernaan maupun saluran perna#asan" pestisida organo#os#at akan erkaitan dengan enKim dalam darah !ang er#ungsi mengatur ekerjan!a s!ara#" !aitu kolinesterase. :pa ila kolinesterase terikat" maka enKim terse ut tidak dapat melaksanakan tugasn!a" sehingga s!ara# dalam tu uh terus9menerus mengirimkan perintah kepada otot9otot tertentu. *alam keadaan demikian" otot9otot terse ut senantiasa ergerak9gerak tidak terkendali. *i samping tim uln!a gerakan9gerakan otot9otot tertentu tanpa terkendali" tanda gejala lain dari kera'unan pestisida organo#os#at adalah pupil atau 'elah iris mata men!impit sehingga penglihatan menjadi ka ur" mata erair" mulut er usa atau mengeluarkan an!ak air liur" sakit kepala" rasa pusing" erkeringat an!ak" detak jantung !ang 'epat" mual" muntah9 muntah" kejang pada perut" men'ret" sukar erna#as" otot9otot tidak dapat digerakkan" lumpuh" pingsan dan lain9lain. Pestisida !ang termasuk golongan ini antara lain ) diaKinon" diklor0os" dimetoat" #ention" klorpiri#os" monokroto#os. /. Pestisida golongan kar amat ,ara kerja pestisida kar amat sama dengan pestisida organo#os#at" !aitu mengham at enKim kolinesterase. Namun pengaruh pestisida kar amat terhadap kolinesterase han!a erlangsung singkat karena pestisida kar amat 'epat mengurai di dalam tu uh. Tanda dan gejala kera'unan !ang ditim ulkan oleh pestisida kar amat sama dengan !ang ditim ulkan oleh pestisida organo#os#at. Pestisida !ang termasuk golongan ini antara lain ) #eno ukar 2.P+," kar aril" kar u#uran" metomil.

;. Pestisida golongan2sen!a&a ipiridilium

(en!a&a ipiridilium dapat mem entuk ikatan dan merusak jaringan epitel dari kulit" kuku" saluran perna#asan dan saluran pen'ernakan" sedangkan larutan !ang pekat dapat men!e a kan peradangan. Tanda dan gejala kera'unan sen!a&a ipiridilium selalu terlam at diketahui atau disadari karena gejala aru tim ul setelah e erapa lama (2;542 jam). (etelah kera'unan aru terlihat gejala !ang ringan seperti sakit perut" mual" muntah dan diare karena ada iritasi pada saluran per'ernakan. Pada ;>542 jam aru tim ul gejala9gejala kerusakan ginjal seperti al unuria" proteinuria" haematuria dan peningkatan kreatinin le0er" 42 jam52; hari kemudian aru terlihat tanda9tanda kerusakan pada paru9paru. Pestisida !ang termasuk golongan ini antara lain paraSuat diklorida. 1. Pestisida golongan antikoagulan Pestisida golongan anikoagulan ekerja menjadi pengham at pem ekuan darah dan merusak jaringan9jaringan pem uluh darah. Hal ini mengaki atkan terjadi pendarahan" terutama di agian dalam tu uh. Tanda dan gejala kera'unan !ang tim ulkan oleh pestisida antikoagulan meliputi rasa n!eri pada punggung" lam ung dan usus" muntah9 muntah" pendarahan pada hidung dan gusi" tim ul intik9 intik merah pada kulit" terdapat darah dalam air seni dan ginjal" tim ul lem am pada agian sekitar lutut" siku" pantat dan kerusakan ginjal. Pestisida !ang termasuk golongan ini antara lain ) rodi#akum" di#asinon" kumatetralil" dan kumakrol. 1.2.1 Petunju% $ertolongan $ertama 1. :pa ila gejala kera'unan mulai tim ul" etapapun ringann!a gejala terse ut dirasakan" segeralah erhenti ekerja dengan pestisida dan pergilah ke dokter untuk mendapatkan pertolongan le ih lanjut. Hal terse ut harus dilakukan karena keadaan dapat 'epat erkem ang dan kondisi !ang ersangkutan akan menjadi le ih parah. (upa!a tindakan pertolongan selanjutn!a dapat dilakukan dengan 'epat dan tepat" dokter harus di eritahu nama pestisida !ang men!e a kan kera'unan. Untuk ini se aikn!a a&alah la el pestisida !ang dimaksud untuk ditunjukkan kepada dokter. 2. *alam hal kulit atau ram ut dan pakaian terkena pestisida" 'u'ilah segera kulit dan ram ut !ang terkena pestisida dengan sa un dan air !ang an!ak" dan lepaskan pakaian untuk diganti dengan !ang ersih. /. :pa ila pestisida mengenai mata" 'u'ilah mata segera dengan air ersih !ang an!ak selama 11 menit atau le ih terus5menerus" kemudian ditutup dengan kapas steril !ang dilengketkan dengan kain pem alut.

;.

:pa ila de u" u uk" uap" gas atau utir9 utir semprotan pestisida terhisap melalui perna#asan" a&alah penderita ke tempat ter uka !ang erudara segar"

1.

7.

4.

>. 9.

longgarkan pakaian !ang ketat dan aringkan dengan dagun!a !ang agak terangkat keatas supa!a dapat erna#as dengan e as. 8agalah supa!a penderita dalam keadaan tenang dan tidak kedinginan (apa ila perlu selimutilah penderita tetapi jangan sampai men!e a kan terlalu panas). (ementara menunggu pertolongan dokter" a&asi terus keadaan penderita. :pa ila pestisida tertelan dalam keadaan sadar" usahakan supa!a penderita muntah dengan 'ara men'olek agian elakang tenggorokan dengan jari tangan atau alat lainn!a !ang ersih dan2atau dengan mem eri minum larutan garam dapur se an!ak satu sendok makan dalam segelas air hangat. Ulangi pemuntahan sampai !ang dimuntahkan erupa 'airan !ang jernih. Pada &aktu penderita mulai muntah" usahakan mukan!a menghadap ke a&ah dan kepalan!a agak direndahkan supa!a muntahan tidak masuk kedalam paru9paru. (elanjutn!a harus dijaga jangan sampai muntahan menghalaingi perna#asan. Usaha pemuntahan tidak oleh dilakukan apa ila ) a. Penderita dalam keadaan kejang9kejang atau tidak sadar. . Penderita telah menelan ahan !ang mengandung min!ak umi. '. Penderita telah menelan ahan alkalis atau asam kuat !ang korosi# (se'ara kimia&i merusak jaringan hidup) dengan gejala rasa ter akar atau n!eri sekali pada mulut dan kerongkongan. :pa ila ahan korosi# tertelan dan penderita dalam keadaan sadar" erilah penderita minum susu atau putih telur dalam air" atau han!a air saja apa ila susu atau telur tidak tersedia. (usu atau telur tidak oleh di erikan kepada penderita kera'unan pestisida organoklor. :pa ila penderita tidak sadar" usahakan supa!a saluran perna#asan tidak tersum at. .ersihkan hidung dari lendir atau muntahan dan ersihkan mulut dari air liur" lendir" sisa makanan dan se again!a serta lepaskan gigi palsu. 8angan mem erikan sesuatu melalui mulut kepada penderita !ang tidak sadar. :pa ila perna#asan penderita erhenti" usahakanlah perna#asan uatan. .ersihkan le ih dahulu mulut dari air liur" lendir" sisa makanan dan se again!a serta lepaskan gigi palsu. :pa ila penderita kejang" usahakan supa!a kekejangan terse ut tidak mengaki atkan 'edera. -onggarkan pakaian di sekitar leher" taruh antal di a&ah kepala" lepaskan gigi palsu" dan erilah ganjal di antara gigi untuk men'egah supa!a i ir atau lidah penderita tergigit sendiri.

6am ar 1.7.2. Teknik Pemuntahan 8ika Pestisida Tertelan . 1.2.1 Petunju% $era3atan me is 1. Pera&atan medis setelah dilakukan pertolongan pertama terhadap penderita kera'unan pestisida dari ) a. 6olongan organoklor +en'u'i lam ung dengan mem erikan garam isotomis atau larutan natrium ikar onat 1<. Untuk mengurangi a sor si dapat di erikan /3 g norit !ang disuspensikan dalam air. . 6olongan organo#os#at ) *i erikan antidote :tropin sul#at intra0ena (i.0.) atau intramuskuler (i.m.) ila tidak mungkin dilakukan pen!untikan i.0. &osis *e&asa dan anak9anak diatas 12 tahun ) 3.; 5 2.3 mg dan untuk anak9 anak 3.31 mg2kg erat adan. *osis ini diulangi tiap 11 5 /3 menit sampai kelihatan gejala atropinisasi2gejala kera'unan ringan dari atropin seperti muka merah" #rekuensi detak jantung meningkat (1;32menit) dan pupil mele ar. PralidoLim di erikan setelah atropin" ila di erikan se elum /7 jam setelah kera'unan akan dapat menanggulangi e#ek dari pestisida organo#os#at ini. &osis *e&asa 1 g2kg erat adan dan anak9anak 23913 mg2kg erat adan dengan ke'epatan tidak le ih dari setengah dosis total tiap menit. Ulangi lagi setelah 1 jam ila kelemahan2kelumpuhan otot elum tertanggulangi. '. 6olongan kar amat Pera&atan sama dengan pada pestisida dari golongan organo#os#at tetapi di sini tidak digunakan PralidoLim. d. 6olongan2sen!a&a dipiridil Pem erian a sor en CullerUs Barth /3< suspensi dalam air melalui saluran pen'ernaan untuk mengurangi a sor si.

e. 6olongan antikoagulan Pem erian antidote #itonadion. *osis untuk de&asa dan anak9anak le ih dari 12 tahun 21 mg intra muskuler dan dosis untuk anak9anak di a&ah 12 tahun 3"7 mg2kg erat adan. 2. Pera&atan selanjutn!a ) Untuk pera&atan selanjutn!a terhadap kor an kera'unan perlu di uat 'atatan se agai erikut ) a. Tempat kejadian ) PPPPPPPPPPPPPP . Tanggal ) PPPPPPPPPPPPPP '. Nama kor an ) PPPPPPPPPPPPPP d. Umur ) PPPPPPPPPPPPPP e. 8enis kelamin ) PPPPPPPPPPPPPP #. %era'unan melalui ) mulut" perna#asan atau kulit. g. ,ontoh ) pestisida" muntahan atau sisa makanan dll h. Pertolongan !ang sudah dilakukan ) ...............PPPPPPPPP