Anda di halaman 1dari 15

PEMBUATAN METHANOL DARI PROSES GASIFIKASI BATUBARA

Teknologi Gasifikasi Gasifikasi (gasification) adalah konversi bahan bakar karbon menjadi produk gas gas yang memiliki nilai kalor yang berguna. Pengertian ini tidak memasukkan istilah pembakaran (combustion) sebagai bagian daripadanya, karena gas buang (flue gas) yang dihasilkan dari pembakaran tidak memiliki nilai kalor yang signifikan untuk dimanfaatkan [Higman, van der urgt, !""#$. %arena proses ini merupakan konversi material yang mengandung karbon, maka semua hidrokarbon seperti batubara, minyak, vacuum residue, petroleum coke atau petcoke, &rimulsion, bahkan gas alam dapat digasifikasi untuk menghasilkan gas sintetik (syngas). Gasifikasi batubara pada prinsipnya adalah suatu proses perubahan batubara menjadi gas yang mudah terbakar. Proses ini melalui beberapa proses kimia dalam reaktor gasifikasi (gasifier). 'ula(mula batubara yang sudah diproses se)ara fisis diumpankan ke dalam reaktor dan akan mengalami proses pemanasan sampai temperatur reaksi serta mengalami proses pirolisa (menjadi bara api). %e)uali bahan pengotor, batubara bersama(sama dengan oksigen dikonversikan menjadi hidrogen, karbon monoksida dan methana. Gasifikasi Batu a!a *erdapat # jenis penggas (gasifier) yang banyak digunakan untuk gasifikasi batubara, yaitu tipe moving bed (lapisan bergerak), fluidized bed (lapisan mengambang), dan entrained flow (aliran semburan). %arena masing masing penggas memiliki kelebihan dan kekurangan, maka alat mana yang akan digunakan lebih ditentukan oleh karakteristik bahan bakar dan tujuan gasifikasi.

+ntuk model moving bed, batubara yang digasifikasi adalah yang berukuran agak besar, sekitar beberapa sentimeter ( lump coal). atubara dimasukkan dari bagian atas, sedangkan oksidan berupa oksigen dan uap air dihembuskan dari bagian ba,ah alat. 'ekanisme ini akan menyebabkan batubara turun pelan pelan selama proses, sehingga ,aktu tinggal ( residence time) batubara adalah lama yaitu sekitar - jam, serta menghasilkan produk sisa berupa abu. %arena penggas model ini beroperasi pada suhu relatif rendah yaitu maksimal sekitar ."""/, maka batubara yang akan digasifikasi harus memiliki suhu leleh abu (ash fusion temperature) yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar abu tidak meleleh yang akhirnya mengumpul di bagian ba,ah alat sehingga dapat menyumbat bagian tersebut. 0isamping produk utama yaitu gas hidrogen dan karbon monoksida, gasifikasi pada suhu relatif rendah ini akan meningkatkan persentase gas metana pada produk gas. %arena gas metana ini dapat meningkatkan nilai kalor gas sintetik yang dihasilkan, maka penggas moving bed sesuai untuk produksi 12G (Synthetic Natural Gas) maupun gas kota (town gas)./ontoh alat tipe ini adalah penggas 3urgi, yang digunakan oleh 1asol di 4frika 1elatan untuk produksi produksi 12G. ' sintetis dan 0akota Gasifi)ation di 41 untuk

Gambar -. *ipikal penggas jenis moving bed (1umber5 2. Holt, 6le)tri) Po,er 7esear)h 8nstitute)

Pada tipe fluidized bed, batubara yang digasifikasi ukurannya lebih ke)il dibandingkan pada moving bed, yaitu beberapa milimeter sampai maksimal -" mm saja. *ipikal penggas ini memasukkan bahan bakarnya dari samping ( side feeding) dan oksidan dari bagian ba,ah. &ksidan disini selain sebagai reaktan pada proses, juga berfungsi sebagai media lapisan mengambang dari batubara yang digasifikasi. 0engan kondisi penggunaan oksidan yang demikian maka salah satu fungsi tidak akan dapat maksimal karena harus melengkapi fungsi lainnya, atau bersifat komplementer. Hal ini mengakibatkan tingkat konversi karbon pada tipe ini maksimal hanya sekitar 9:; saja, tidak setinggi pada tipe moving bed dan entrained flow yang dapat men)apai 99; atau lebih. [Higman, van der urgt, !""#$. %arena penggas ini beroperasi pada suhu sekitar .""<-""""/, maka batubara yang akan diproses harus memiliki temperatur melunak abu (softening temperature) di atas suhu operasional tersebut. Hal ini bertujuan agar abu yang dihasilkan selama proses tidak meleleh, yang dapat mengakibatkan terganggunya kondisi lapisan mengambang. 0engan suhu operasi yang relatif rendah, penggas ini banyak digunakan untuk memproses batubara peringkat rendah seperti lignit atau peat yang memiliki sifat lebih reaktif dibanding jenis batubara yang lain. Pengembangan lebih lanjut teknologi penggas jenis ini sangat diharapkan untuk dapat mengakomodasi se)ara lebih luas penggunaan batubara peringkat rendah, biomassa, dan limbah seperti '1= (Municipal Solid penggas H*= (!igh "emperature "ransport Gasifier. aste). /ontoh alat model ini adalah penggas =inkler yang merupakan pionir penggas fluidized bed, inkler), dan % 7 (#ellog $rown %oot)

Gambar !. *ipikal penggas jenis fluidi>ed bed (1umber5 2. Holt, 6le)tri) Po,er 7esear)h 8nstitute) %emudian untuk tipe entrained flow, penggas ini sekarang mendominasi proyek proyek gasifikasi baik yang berbahan bakar batubara maupun minyak residu. Pada alat ini, batubara yang akan diproses dihan)urkan dulu sampai berukuran -"" mikron atau kurang. atubara serbuk ini disemburkan ke penggas bersama dengan aliran oksidan, dapat berupa oksigen, udara, atau uap air. Proses gasifikasi berlangsung pada suhu antara -!""<-?"""/, dengan ,aktu tinggal batubara kurang dari - detik. 0engan suhu operasi sedemikian tinggi, pada dasarnya tidak ada batasan jenis batubara yang akan digunakan karena abunya akan meleleh membentuk material seperti gelas (glassy slag) yang bersifat inert. 'eski demikian, batubara sub(bituminus sampai dengan antrasit lebih disukai untuk penggas jenis ini. 3ignit atau brown coal pada prinsipnya dapat digasifikasi, hanya saja kurang ekonomis karena kandungan airnya yang tinggi yang menyebabkan konsumsi energi yang besar. 'eskipun abu akan meleleh membentuk slag, tapi batubara berkadar abu tinggi sebaiknya dihindari pula karena dapat mengganggu kesetimbangan panas akibat proses pelelehan abu dalam jumlah banyak. atubara dengan suhu leleh abu tinggi biasanya di)ampur dengan kapur (limestone) untuk menurunkan suhu lelehnya sehingga suhu pada penggas pun dapat ditekan. Gasifikasi suhu tinggi pada penggas ini menyebabkan kandungan metana dalam gas sintetik sangat sedikit, sehingga gas sintetik berkualitas tinggi dapat diperoleh.

*erdapat beberapa tipe penggas entrained flow berdasarkan kondisi dan )ara mengumpan bahan bakarnya. Penggas %oppers(*ot>ek yang merupakan pionir jenis ini mengumpan batubara serbuk dalam kondisi kering dari bagian ba,ah, atau disebut dry up. Gas sintetik akan keluar dari bagian atas alat. *ipe dry up ini juga dijumpai pada penggas 1hell dan 'itsubishi (//P). +ntuk arah umpan dari ba,ah, selain terdapat bahan bakar dalam kondisi kering, terdapat pula bahan bakar dalam kondisi basah atau disebut slurry up. *ipikal jenis ini adalah penggas 6(Gas dari /ono)o Phillips. 1elain slurry up, terdapat pula metode slurry down, yang dijumpai pada penggas /hevron *e@a)o. 1e)ara umum, bahan bakar berupa batubara kering mengkonsumsi energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan dalam keadaan basah (slurry) sehingga lebih menguntungkan.

Gambar #. *ipikal penggas jenis entrained flo, (dry do,n) (1umber5 2. Holt, 6le)tri) Po,er 7esear)h 8nstitute)

Gas hasil gasifikasi batubara mengalami proses pembersihan sulfur dan nitrogen. 1ulfur yang masih dalam bentuk H!1 dan nitrogen dalam bentuk 2H# lebih mudah dibersihkan sebelum dibakar dari pada sudah dalam bentuk oksida dalam gas buang. 1edangkan abu dibersihkan dalam reaktor gasifikasi. Gas yang sudah bersih ini dibakar di ruang bakar dan kemudian gas hasil pembakaran disalurkan ke dalam turbin gas untuk menggerakkan generator. Gas buang dari turbin gas dimanfaatkan dengan menggunakan H71G (!eat %ecovery Steam

Generator) untuk membangkitkan uap. +ap dari H71G (setelah turbin gas) digabungkan dengan uap dari H71G (setelah reaktor gasifikasi) digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang akan menggerakkan generator. Pe" uatan Metanol #a!i Gasifikasi Batu a!a Pada proses pembuatan metanol dari batubara, menggunakan reaktor Aluidi>ed ed karena memiliki keunggulan yaitu5 -. !. #. B. C. 'ampu memproses bahan baku berkualitas rendah, %ontak antara padatan dan gas bagus, 3uas permukaan reaksi besar sehingga reaksi dapat berlangsung dengan )epat, 6fisiensi tinggi, dan 6misi rendah. 7eaksi yang terjadi pada Aluidi>ed ed umumnya terdiri dari empat

proses, yaitu pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi. Pada gasifier jenis ini, kontak yang terjadi saat pen)ampuran antara gas dan padatan sangat kuat sehingga perbedaan >ona pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi tidak dapat dibedakan. 1alah satu )ara untuk mengetahui proses yang berlangsung pada gasifier jenis ini adalah dengan mengetahui rentang temperatur masing(masing proses, yaitu5

Pengeringan PirolisisF0evolatilisasi &ksidasi 7eduksi

5 * D -C" E/ 5 -C" G * G :"" E/ 5 :"" G * G -C"" E/ 5 ?"" G * G -""" E/

Proses pengeringan, pirolisis, dan reduksi bersifat menyerap panas (endotermik), sedangkan proses oksidasi bersifat melepas panas (eksotermik). Pada pengeringan, kandungan air pada bahan bakar padat diuapkan oleh panas yang diserap dari proses oksidasi. Pada pirolisis, pemisahan volatile matters (uap air, )airan organik, dan gas yang tidak terkondensasi) dari arang atau padatan karbon bahan bakar juga menggunakan panas yang diserap dari proses oksidasi.

Pembakaran mengoksidasi kandungan karbon dan hidrogen yang terdapat pada bahan bakar dengan reaksi eksotermik, sedangkan gasifikasi mereduksi hasil pembakaran menjadi gas bakar dengan reaksi endotermik. Pi!olisis Pirolisis atau devolatilisasi disebut juga sebagai gasifikasi parsial. 1uatu rangkaian proses fisik dan kimia terjadi selama proses pirolisis yang dimulai se)ara lambat pada * G #C" E/ dan terjadi se)ara )epat pada * D :"" E/. %omposisi produk yang tersusun merupakan fungsi temperatur, tekanan, dan komposisi gas selama pirolisis berlangsung. Proses pirolisis dimulai pada temperatur sekitar !#" E/, ketika komponen yang tidak stabil se)ara termal, seperti lignin pada biomassa dan volatile matters pada batubara, pe)ah dan menguap bersamaan dengan komponen lainnya. Produk )air yang menguap mengandung tar dan P4H (polyaromatic hydrocarbon). Produk pirolisis umumnya terdiri dari tiga jenis, yaitu gas ringan (H !, /&, /&!, H!&, dan /HB), tar, dan arang. Oksi#asi $Pe" aka!an% &ksidasi atau pembakaran arang merupakan reaksi terpenting yang terjadi di dalam gasifier. Proses ini menyediakan seluruh energi panas yang dibutuhkan pada reaksi endotermik. &ksigen yang dipasok ke dalam gasifier bereaksi dengan substansi yang mudah terbakar. Hasil reaksi tersebut adalah /& ! dan H!& yang se)ara berurutan direduksi ketika kontak dengan arang yang diproduksi pada pirolisis. 7eaksi yang terjadi pada proses pembakaran adalah5 / H &! /&! #9#.:: kIFmol karbon

7eaksi pembakaran lain yang berlangsung adalah oksidasi hidrogen yang terkandung dalam bahan bakar membentuk kukus. 7eaksi yang terjadi adalah5 H! H J &! H!& :B! kIFmol H!

Re#uksi $Gasifikasi% 7eduksi atau gasifikasi melibatkan suatu rangkaian reaksi endotermik yang disokong oleh panas yang diproduksi dari reaksi pembakaran. Produk yang dihasilkan pada proses ini adalah gas bakar, seperti H !, /&, dan /HB. 7eaksi berikut ini merupakan empat reaksi yang umum telibat pada gasifikasi.

ater&gas reaction =ater(gas rea)tion merupakan reaksi oksidasi parsial karbon oleh kukus yang dapat berasal dari bahan bakar padat itu sendiri (hasil pirolisis) maupun dari sumber yang berbeda, seperti uap air yang di)ampur dengan udara dan uap yang diproduksi dari penguapan air. 7eaksi yang terjadi pada ,ater(gas rea)tion adalah5 / H H!& H! H /& -#-.#? kIFkg mol karbon

Pada beberapa gasifier, kukus dipasok sebagai medium penggasifikasi dengan atau tanpa udaraFoksigen.

$oudouard reaction oudouard rea)tion merupakan reaksi antara karbondioksida yang terdapat di dalam gasifier dengan arang untuk menghasilkan /&. 7eaksi yang terjadi pada oudouard rea)tion adalah5 /&! H / !/& -:!.C? kIFmol karbon

Shift conversion 1hift )onversion merupakan reaksi reduksi karbonmonoksida oleh kukus untuk memproduksi hidrogen. 7eaksi ini dikenal sebagai ,ater(gas shift yang menghasilkan peningkatan perbandingan hidrogen terhadap karbonmonoksida pada gas produser. 7eaksi ini digunakan pada pembuatan gas sintetik. 7eaksi yang terjadi adalah sebagai berikut5

/& H H!& /&! H H!

B-.9? kIFmol

Methanation 'ethanation merupakan reaksi pembentukan gas metan. 7eaksi yang terjadi pada methanation adalah5 / H !H! /HB :B.9" kIFmol karbon

Pembentukan metan dipilih terutama ketika produk gasifikasi akan digunakan sebagai bahan baku indutri kimia. 7eaksi ini juga dipilih pada aplikasi IG&& $Integ!ate# Gasifi'ation &o" ine#(&)'le% menga)u pada nilai kalor metan yang tinggi. yang atubara muda merupakan

alternatif yang baik terutama batubara muda yang mempunya kandungan air hingga #C;, yang tidak ekonomis untuk diangkut dan diperdagangkan. atubara keberadaannya hampir merata dibanding dengan sumber minyak bumi. Gas metan memang lebih mudah untuk dipergunakan pada proses A*, namun gas ini telah mempunyai harga mahal. ahkan gas ini dapat pula diproduksi dari batu bara dengan proses A* memerlukan biaya #(#,C +10 per '' tu, bandingkan dengan harga gas alam jenis yang sama mempunyai harga bisa dua kali lipat. Diag!a" Kualitatif Flo* Diag!a" P!o'ess Pe" uatan Metanol #engan Gasifikasi Batu a! Pertama batubara masuk sebagai aliran - dengan kondisi temperatur #"E/, dan tekanan - atm ke dalam Hopper (A(---). 0i Hopper terdapat =/ (=eight /ontrol), keluar sebagai aliran !, pada kondisi temperatur #"E/ dan tekanan atm. %emudian masuk ke 7eaktor Aluidi>ed ed (7(--"), reaktor fluidi>ed bed adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fase. 7eaktor jenis ini menggunakan fluida ()airan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiran(butiran ke)il) dengan ke)epatan yang )ukup sehingga katalis akan tertolak sedemikian rupa dan akhirnya katalis tersebut dapat di analogikan sebagai fluida juga. Proses ini,

dinamakan fluidisasi. ketika di 7eaktor terdapat Pressure /ontrol, kemudian dinaikkan tekanannya menjadi -? atm dan temperaturnya naik menjadi :."E/ sebagai aliran ke(:. 0isini bahan lain selain batubara adalah udara, udara masuk sebagai aliran ke(# dengan kondisi * K !9E/ dan P K - atm, di flo, ini ada A/ untuk mengontrolnya kemudian bahan ini masuk ke %ompresor (G(--#), bahan ini sebagai aliran ke(C dengan * K !9E/ dan P K 9,C atm. 3alu masuk ke Aurna)e (L( --B) yang bertugas untuk memanaskan udara, udara yang telah dipanaskan keluar sebagai aliran ke(. dengan * K :."E/ dan P K -? atm kemudian udara masuk ber)ampur ke 7eaktor Aluidi>ed ed (7(--") dengan umpan atubara a,al tadi. %eluar dari 7eaktor, bahan masuk ke 1iklon (H(--C) dan keluar sebagai aliran ke(? dengan temperatur :."E/ dan tekanan -? atm. %emudian masuk ke 6@pander (G(--.), ada P/ disini, fungsi dari e@pander sendiri adalah untuk menurunkan tekanan jadi bahan tadi keluar sebagai aliran ke(9 dengan temperatur :C9,:E/ dan tekanan -",! atm. 'asuk ke /ooler (6(--:) ada */ disini, sebagai aliran ke(-", dengan * K B""E/ dan P K -",! atm. %emudian masuk ke 4bsorber 1 (0(!-") ada P/ disini dan masuk ke 6@pander (G(!--) sebagai aliran ke(-! dengan * K #9C,CE/ dan P K -",! atm. 'asuk ke /ooler (G(!-!) , seharusnya kode ini adalah (6(!-!), disini ada */ dan bahan keluar sebagai aliran ke(-# dengan * K :"E/ dan P K .,C atm, setelah keluar ada A/. 'asuk ke 4bsorber (0(!!"), ada P/ disini dan kemudian terdapat !

aliran yaitu aliran yang masih bisa digunakan dan aliran sisa. 4liran sisa akan bertindak sebagai aliran ke(!C dan * K --CE/ dan P K .,C atm dan masuk ke *angki Gas uang (A(!!#). %emudian aliran yang masih bisa digunakan masuk ahan diteruskan ke sebagai aliran ke(-B dan * K --CE/ dan P K .,C atm.

6@pander (G(!!-) dan ke /ooler (6(!!!), bahan ini sebagai aliran ke(-. dan * K --CE/ dan P K -,- atm ada */ disini untuk mengatur temperatur, keluar dari */ sebagai aliran ke(-C, * K --B,?E/ dan P K -,- atm, disini ada A/ untuk mengatur Alo,nya bahan kemudian masuk ke 1tripper (0(!#").

4da sisa bahan yang masuk ke *angki enlield (A(!#-) dengan * K #:E/ dan P K -,- atm. 1isa bahan lain masuk sebagai aliran ke(-: dengan * K --9,BE/ dan P K -,- atm ke 6@pander (G(!#!). %eluar dari 6@pander sebagai aliran ke(-? dan * K --B,BE/ dan P K !,9 atm kemudian diteruskan ke /ooler (6(!##) disini ada */, keluar dari /ooler masuk ke *angki Hidrogen (A(#--) sebagai aliran ke( !- dengan * K (-CE/ dan P K !" atm, masuk ke /ooler (6(#-!) untuk mendinginkan bahan. %emudian bahan dari /ooler ini akan satu aliran dengan bahan dari /ooler (6(!##). 0isini terdapat A/ untuk mengatur Alo, bahan yang tergabung tadi, jadi aliran ini bertindak sebagai aliran ke(!!, * K !C9,:E/ dan P K -,- atm. 1etelah itu bahan masuk ke 7eaktor Ai@ed 7eaktor Ai@ed ed (7(#-"), 7eaktor Ai@ed ed merupakan suatu reaktor yang mana katalis berdiam di dalam reaktor bed. 0i ed, ada */ di 7eaktor ini, ketika bahan keluar dari reaktor ada P/, jadi aliran ini sebagai aliran ke(!B, dengan * K !C9,:E/ dan P K # atm. 0i reaktor fi@ed bed, terjadi pengolaha kemudian masuk ke /ooler (6(#-#) dan ada */ disini. %emudian masuk ke 'enara 0istilasi (0(#!"), 'enara 0istilasi ini bertingkat -B, aliran yang masuk sebagai aliran ke(!. dengan * K !C9,:E/ dan P K # atm. 1isa keluar dari 0istilasi ada 3/, ini sebagai aliran ke(## dengan * K !C9,:E/ dan P K # atm, kemudian masuk ke 7eboiler (6(#!B) dengan bertindak sebagai aliran ke(#! dan * K !C9,:E/ dan P K # atm. Hasil dari 7eboiler masuk kembali ke 0istilasi. %eluar dari 0istilasi ada P/ untuk mengontrol tekanan, disini aliran ke(!9 dengan * K !C9,:E/ dan P K # atm masuk ke %ondensor (6(#!-) sebagai aliran ke(!? dan * K !C9,:E/ dan P K # atm. %emudian masuk ke *angki 0istilat (A( #!!) sebagai aliran ke(!:, * K !C9,:E/ dan P K # atm, lalu masuk ke Pompa (3( #!#) sebagai aliran ke(#", * K !C9,:E/, P K # atm. ahan di aliran ini bisa masuk lagi ke dalam 0istilasi. 0ari *angki 0istilat, bahan sebagai aliran ke(#-, * K !C9,:E/, P K # atm kemudian masuk ke %ondensor (6(#!C) disini ada */, bahan ini sebagai aliran ke(#B, * K !C9,:E/ dan P K # atm. 1etelah ini adalah hasil akhir yaitu 'etanol, metanol ini kemudian akan dimasukkan ke dalam *angki 'etanol (A(#!.) di tangki ini ada 38 (3evel 8ndi)ator).

Alo, 0iagram Pro)ess Praran)angan Pabrik 'ethanol dari Proses Gasifikasi atubara

Prosesnya dimulai dengan membuat gas sintetis yaitu gas H! atau hidrogen dan gas /& atau karbon monoksida. Gas H ! mudah terbakar dan gas /& sangat bera)un, tapi tidak perlu kha,atir karena semuanya dikontrol dalam bejana tertutup. Pembuatan gas dia,ali dengan membakar batubara dengan gas oksigen bukan udara supaya lebih efisien. atu bara akan membara ber,arna merah kemudian dimasukkan uap air, jika mulai padam dialirkan lagi oksigen dan seterusnya. 'aka akan dihasilkan )ampuran gas yang kemudian dimurnikan seperti terjadi di banyak industri kimia. 1elanjutnya diperoleh syngas yaitu H ! dan /& yang siap direaksikan menjadi molekul yang lebih tinggi dan banyak dibutuhkan. 1yngas Produ)tion agian ini terdiri dari )oal handling, drying dan grinding yang kemudian diikuti dengan gasifikasi. +nit pemisahan udara menyediakan oksigen untuk gasifier. 1yngas )leanup terdiri dari proses hydrolysis, )ooling, sour(,ater stripping, a)id gas removal, dan sulfur re)overy. Gas dibersihkan dari komponen sulfur dan komponen lain yang tidak diinginkan sampai pada level yang terendah untuk melindunginya dari do,nstream katalis. Proses sour(,ater stripping akan menghilangkan ammonia yang dihasilkan dari nitrogen yang ada pada batubara. 1ulfur dalam batubara akan dikonversikan menjadi hydrogen sulfide (H!1) dan )arbonyl sulfide (/&1). Proses hidrolisis digunakan untuk mengkonversikan /&1 dalam syngas menjadi H!1. %onversi gas sintetik bagian ini terdiri dari ,ater(gas shift, a sulfur guard bed, synthesis(gas )onversion rea)tors, /&! removal, dehydration dan )ompression, hydro)arbon dan hydrogen re)overy, autothermal reforming, dan syngas re)y)le. 4 sulfur guard bed dibutuhkan untuk melindungi katalis konversi gas sintesis yang dengan mudah dira)uni oleh tra)e sulfur pada )leaned syngas. /lean synthesis gas dipindahkan untuk mendapatkan hydrogenF)arbon mono@ide ratio yang diinginkan, dan kemudian se)ara katalitik dikonversikan menjadi bahan bakar gas. 0alam proses selanjutnya, menggunakan sintesis Ais)her(*rops)h yang merupakan teknologi untuk memproduksi bahan bakar murni dari gas sintesis hasil gasifikasi biomassa, gas alam, atau batubara. 7eaksi sintesis Ais)her(*rops)h

merupakan reaksi katalitik. %atalis komersial Ais)her(*rops)h sendiri umumnya berbasis logam Ae dan /o. %atalis yang digunakan dalam Ais)her(*rops adalah besi atau )obalt. %euntungan katalist besi dengan )obalt berlebih untuk mengkonversi )oal(derived syngas yang mana besi memiliki kemampuan mengaktivasi reaksi ,ater(gas shift dan se)ara internal mengatur rasio lo, H!F/& dari )oal derived syngas yang diperlukan dalam reaksi Ais)her(*rops. 1yngas dan produk A(* yang tidak terkonversi harus dipisahkan setelah langkah sintesis A(*. /&! dipisahkan dengan menggunakan teknik absorbsi. /&! dengan kemurnian tinggi biasanya dibuang langsung ke udara bebas. Proses pendinginan digunakan untuk memisahkan air dan hidrokarbon ringan (terutama metana, etana, dan propane) dari produk liMuid hydro)arbon yang dihasilkan pada proses sintesis A(*. Hasil dari metana di olah kembali menjadi metanol dan akhirnya akan di simpan di dalam tangki penyimpanan metanol.

Dafta! Pustaka http5FFimambudiraharjo.,ordpress.)omF!""9F"#F".Fgasifikasi(batubaraF http5FFariefrvi.blogspot.)omF!"-#F"BFmakalah(pik(pembuatan(methanol( dari.html