Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Hepatitis adalah peradangan hati, paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Ada lima virus hepatitis disebut sebagai tipe A, B, C, D dan E. Hepatitis A dan E biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis B, C dan D biasanya terjadi sebagai akibat kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi. (WHO, 2013) Salah satu penyebab terbanyak dari hepatitis akut adalah Hepatitis A virus (HAV). Manusia menjadi satu-satunya reservoir untuk virus ini. Sejak penerapan investigasi serologi akurat pada 1980-an, epidemiologi, manifestasi klinis, dan sejarah alam dari hepatitis A telah menjadi jelas. Frekuensi relatif HAV sebagai penyebab hepatitis akut telah menurun dalam masyarakat Barat, sementara sebaliknya, pemberitahuan kasus-kasus individu telah meningkat. Perbaikan dalam kebersihan, kebijakan kesehatan masyarakat, dan sanitasi memiliki dampak terbesar pada hepatitis A. Vaksinasi dan imunisasi pasif juga telah berhasil menyebabkan beberapa penurunan penyakit pada kelompok berisiko tinggi. (Gilroy, 2014) Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Virus ini menyebar terutama ketika seseorang mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh tinja penderita HAV. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang buruk. (WHO, 2013)

1.2.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan penjelasan untuk Pemahaman Singkat Tentang Hepatitis A.

1.3.

Tujuan Penulisan Memahami tentang Virus Hepatitis A.

BAB II TINJAU PUSTAKA

2.1.

Definisi Virus Hepatitis A merupakan famili picornavirus, untai tunggal, memiliki positif sense RNA genom yang dikelilingi oleh unenveloped kapsid ikosahedral yaitu sekitar 28 nm diameter. Pada ujung 5 'dari untai RNA adalah protein virus yang disebut VPG. (Hunt, 2011)

2.2.

Gejala Klinis Masa inkubasi rata-rata untuk HAV adalah 28 hari (rentang: 15-50 hari). HAV dapat hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan, tergantung pada kondisi lingkungan, dan dapat mati dengan pemanasan sampai >185oF (>85oC) selama satu menit. (Centers for Disease Control and Prevention, 2013) Gejala awal dari infeksi HAV dapat keliru untuk flu. Beberapa orang, terutama anak-anak, mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Terkadang gejala yang timbul dapat berupa demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, ketidaknyamanan perut, urin berwarna gelap dan jaundice (menguningnya kulit dan putih mata). (WHO, 2013)

2.3.

Pencegahan Peningkatan sanitasi, keamanan pangan dan imunisasi adalah cara yang paling efektif untuk memerangi HAV. Penyebaran HAV dapat dikurangi dengan kecukupan pasokan air minum yang bersih, pembuangan limbah dalam masyarakat, menjaga kebersihan diri sendiri seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. (WHO, 2013) Vaksinasi juga merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi HAV. Penting untuk masyarakat yang memiliki presetase paparan besar dan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit bagi penderita HAV tersebut. (Centers for Disease Control and Prevention, 2013)

BAB III PEMBAHASAN

3.1.

Opini Tterhadap Tinjau Pustaka Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyebab utama dari terkenanya penyakit ini ialah ketika seseorang tanpa sadar telah mengkonsumsi air atau makanan yang mengandung tinja penderita hepatitis A tersebut. Karena penyebab hepatitis A erat kaitannya dengan kebersihan, maka hal utama yang perlu diperhatikan ialah menjaga kebersihan diri sendiri. Menanamkan kebiasan baik seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, memasak terlebih dahulu persediaan air minum menjadi salah satu pencegahan dalam tertularnya hepatitis A. Ada baiknya pula bila sedang berpergian membawa persediaan air bersih sendiri. Terkadang gejala hepatitis A tidak timbul pada pasien, atau gejala yang timbul sering dikira merupakan penyebab penyakit lain maka dari itu vaksinasi baik digunakan untuk menghindari terjangkitnya hepatitis A atau mengurangi tingkat keparahan penyakit bagi penderita.

BAB IV KESIMPULAN

4.1.

Kesimpulan Virus hepatitis A ditularkan melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Hepatitis A dikaitkan dengan kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Beberapa orang, mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Peningkatan sanitasi, keamanan pangan dan imunisasi adalah cara yang paling efektif untuk memerangi HAV. Vaksinasi juga merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi HAV.

4.2.

Saran Agar terhindar dari hepatitis A, perlu adanya kesadaran dari tiap individu untuk menjaga kerbersihan diri dan lingkungan. Dan bagi pasien penderita hepatitis A, perlu lebih meningkatkan sanitasi diri sendiri agar tidak tertular orang lain.

Daftar Pustaka

Centers for Disease Control and Prevention. (2013, April 1). Retrieved Feb 24, 2014, from http://www.cdc.gov/hepatitis/HAV/HAVfaq.htm Gilroy, R. K. (2014, February 14). MedScape. Retrieved Feb 24, 2014, from EMedicine: http://emedicine.medscape.com/article/177484-overview#a0101 Hunt, R. (2011, May 24). Microbiology and Immunology On-line. Retrieved Feb 24, 2014, from pathmicro: http://pathmicro.med.sc.edu/virol/hepatitis-virus.htm WHO. (2013, July). World Health Organization. Retrieved Feb 24, 2014, from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs328/en/