Anda di halaman 1dari 35

I. ANALISIS PENDAHULUAN A..

PEMERIKSAAN ORGANOLEPTIS Dalam cara ini suatu zat dapat dikenal berdasarkan sifat-sifat fisikanya, yaitu menggunakan panca indera, meliputi warna, rasa, bau, dan bentuk dengan dilihat, diamati, diraba kehalusannya dengan ujung jari, dibau, dan dirasakan Contoh: Warna Putih : Putih sekali Putih kusam 'gak putih !idokain, teofilin, kafein "it #$, #%, metampiron, aminofilin papa&erin asam benzoat Putih agak kekuningan Putih agak kebiruan

sulfamerazin ()*, parasetamol, sulfadiazine, Ca glukonat nikotinamid

+engkilat: Putih agak mengkilat Putih sekali agak mengkilat 'gak putih, mengkilat Coklat muda: ,inin tanas ,ebiruan: Prometazin Rasa

sulfaguanidin

,ekuningan: ,loramfenikol, tetrasiklin

-idak berasa: sulfaguanidin, sulfadiazin, talkum Pahit: .angat pahit tebal0 Pahit "it#%, #1,kafein,teofilin,aminofilin,efedrin, parasetamol metampiron, as. #enzoate, sulfamerazin, sulfatiazol "it #$, C-+ .edikit pahit kloramfenikol, kinin, heksamin, prometazin /agak

-ebal di lidah: benzokain, lidokain, prokain, papa&erin /agak tebal0 ,ecut: ,ecut pahit 'gak kecut +asam khas 'setosal "it C, piperazin citrate ,imia 2armasi 3 Analisis Pendahuluan Bau .pesifik 4 khas: "itamin #$, "itamin C, *e5amin -idak berbau : Prokain *Cl, !idokain *Cl

Bentuk .erbuk halus: ,ristal : "itamin C, benzokain B. KELARUTAN #asa umumnya larut dalam asam, dan asam umumnya larut dalam basa. .enyawa anorganik atau senyawa organik yang sudah dalam bentuk garamnya larut dalam pelarut anorganik, sedangkan senyawa organik larut dalam pelarut organik. 6leh karena itu dalam uji kelarutan, zat uji dilarutkan dalam berbagai pelarut, antara lain: $. '7uades dingin '7uades panas #asa 'sam 'lkohol Contoh: ,inin larut dalam eter, namun sukar larut dalam air ,inin *Cl dan ,inin sulfas larut dalam air :fedrin sukar larut dalam air :fedrin *Cl atau :fedrin sulfas larut dalam air C. PENGARANGAN DAN PEMIJARAN ;at uji dipanaskan dan dipijarkan di dalam cawan porselin hingga diperoleh sisa. *al-hal yang perlu diamati: $. <arna mula-mula %. <arna saat meleleh /terjadi asap0 8. <arna sisa pijar 9. #au yang muncul, contoh: )a6* 8 ) dingin *%.69 8 ) *%.69 pekat )a6* 8 ) panas

,imia 2armasi 3 Analisis Pendahuluan

+enggelembung bau caramel : laktosa, amilum

+enggelembung seperti sarang tawon : Ca-glukonat <angi : ,afein #au salak : #romural, ,inin #au udang : *eksamin #au kacang : "itamin #$

+elalui pemijaran dapat diperoleh informasi, seperti: a. +engetahui zat organik dan anorganik ;at organik memiliki atom C /karbon0, sehingga pada permukaan pengarangan menjadi hitam. *itam pada pemijaran dapat ditimbulkan dari Cu, +n. =ika hitam dari logam /oksida logam0 maka apabila ditambah *Cl4*%.69 atau asam nitrat /)a)6% dalam *Cl0 maka warna hitam akan hilang /oksida logam > asam pemanasan dilanjutkan. b. +engetahui mengandung kation atau tidak ;at yang mengandung logam jika dipijarkan akan meninggalkan sisa dengan memberikan warna yang bermacam-macam untuk tiap kation, contoh: .isa putih : )a, ,, Ca, #a, +g, 'l, ;n /saat panas berwarna kuning0 .isa coklat : 2e .isa kuning : #i, Pb .isa hitam : Cu, +n D. FLUORESENSI #entuk serbuk ataupun larutan di amati di bawah sinar ultra &iolet, contoh: 2luoresensi ungu : salisilat 2luoresensi hijau : kinin 2luoresensi biru lemah : -heobromin 2luoresensi kuning : ;n6 2luoresensi biru kuat : -heophylin ,imia 2armasi 3 Analisis Gugus garam0. 'pabila warna hitam setelah ditambah asam tidak hilang /tetap0, berarti karbon masih belum habis, maka penambahan asam dan

II. ANALISIS GUGUS ?una mengidentifikasi ada tidaknya gugus fungsi tertentu, seperti inti benzen, fenol, alkohol poli&alen, gugus pereduksi, amina aromatik, gugus sulfon, gugus aldehid, dll. A. SEN AWA NITROGEN !. A"#n ar$"at#s ;at uji > D'# /dimetil amino benzaldehida0*Cl jingga Contoh: benzokain, sulfonamida ;at uji > *Cl merah jingga Contoh: fenasetin Aeaksi Diazo /amin aromatis primer0 : ;at uji > *Cl %) > $ ml air > )a)6 % > teteskan B-naftol dalam )a6* merah ungu %. Basa A"#n ;at uji dalam suasana asam /* %.690 > reagen +ayer alkaloid0 B. GUGUS PEREDUKSI ;at uji > reagen 2ehling ( dan (( /$ : $0 endapan tembaga oksida berwarna merah bata Contoh: Positif pada suhu kamar : "it C /asam askorbat0 Positif setelah pemanasan : ()*, gula pereduksi. Positif setelah dihidrolisis dengan asam: sakarosa C. GUGUS ALDEHIDA ;at uji > reagen .chiff D. GUGUS FENOL ;at uji > 2eCl8 warna dari merah hingga ungu Contoh: Positif pada suhu kamar : pirazolon, tetrasiklin Positif setelah dipanaskan : asetosal, nipagin ,imia 2armasi 3 Analisis Gugus E. GUGUS ALKOHOL POLI&ALEN ;at uji dalam suasana alkali /)a6*0 > larutan Cu.69 F. REAKSI IODOFORM biru atau &iolet warna dari merah hingga ungu endapan kekuningan /mengandung endapan jingga lalu merah jika B-naftol diganti C-naftol warna endapan dipanaskan @-$@ menit didinginkan warna merah jingga atau endapan warna merah jingga dan endapan merah

;at uji > %ml )a6* 8)

panaskan

beberapa tetes iodium

bau iodoform akan tercium

bila terdapat benzokain atau turunan etil ester G. REAKSI GABUNGAN DENGAN ASAM SULFANILAT ;at uji > $ ml )a6* 8) > campuran asam sulfanilat dan )a)6% $DE /$:$0 Contoh: +erah : parasetamol +erah tua : tetrasiklin +erah ungu : teofilin, setelah campuran dipanaskan dengan )a6* 8) H. REAKSI SULFON ;at uji > ,+n69 > *Cl > asam oksalat /menghilangkan warna0 > #aCl% endapan berwarna. ,imia 2armasi 3 Analisis Golongan III. ANALISIS GOLONGAN A. GOLONGAN KARBOHIDRAT !. Reaks# M$'#s( ;at uji > larutan naftol dalam alkohol > *%.69 pekat lewat dinding %. Reaks# A')$k$n)ensas# ;at uji > )a6* dipanaskan warna kuning biru atau &iolet *. Reaks# Ku+r#,#' ;at uji dalam suasana alkali /)a6*0 > larutan Cu.69 B. GOLONGAN FENOL - SALISILAT !. ;at uji > 2eCl8 ungu biru /fenol dan salisilat0 salisilat fenol dipanaskan bau gondopuro Catt: =ika ditambah etanol warna tetap %. ;at uji > metanol > asam sulfat pekat !. Reaks# Is$n#tr#' ;at uji > kloroform, )a6* dan etanol %. Reaks# In)$,en$' ;at uji > ammonia, )a-hipoklorit, dan fenol lebih lanjut merah D. GOLONGAN SULFONAMIDA !. Reaks# E(r'#.( ;at uji > D'# *Cl kuning sampai jingga dipanaskan warna hijau biru pemanasan dipanaskan bau busuk dari isonitril cincin &iolet merah

=ika ditambah % &olume etanol terjadi warna kuning

C. GOLONGAN ANILIN - TURUNAN AMIN AROMATIK

Catt: ,uning sitrun : sulfamezatin, sulfadiazine, sulfamerasin F ,uning: elkosin =ingga : sulfaguanidin F ,uning tua: sulfanilamid %. Reaks# K$rek A+# ;at uji > *Cl encer celupkan batang korek api jingga intensif sampai kuning ,imia 2armasi 3 Analisis Golongan *. Reaks# D#a/$ ;at uji > *Cl %) > $ ml air > )a)6 % > teteskan B-naftol dalam )a6* merah jika B-naftol diganti C-naftol warna endapan merah ungu warna coklat terjadi endapan 0. U1# Br$"at ;at uji > *%.69 pekat > kristal ,#r68 E. GOLONGAN PIRA2OLON !. ;at uji > reagen +ayer > *Cl %. ;at uji > larutan 2eCl8 *. ;at uji > *Cl > )a)6% !. Reaks# Parr# ;at uji > etanol > reagen Parri > uap ammonia G. GOLONGAN ALKALOIDA !. Reaks# Ma3er ;at uji > reagen +ayer %. Reaks# Mar4u#s ;at uji > formalin > *%.69 pekat *. Reaks# Asa" P#krat ;at uji > asam pikrat 0. Reaks# Su5'#"at ;at uji > sublimat endapan /mikroskopis0 ,imia 2armasi 3 Reaksi Khusus I&. REAKSI KHUSUS A. REAKSI MURE6IDE ;at uji pada drupple plate > $,@ ml *%6% > @ tetes *%.69 pekat hingga kering sisa > beberapa tetes amonia 1) B. REAKSI 2WIKKER panaskan di atas waterbath warna merah ungu endapan /mikroskopis0 warna ungu /alkaloid opium0 endapan warna ungu biru /no&algin0, ungu /piramidon0, merah /antipirin0 hijau /antipirin0, ungu /piramidon0 endapan jingga lalu

F. GOLONGAN BARBITURAT

;at uji > $D tetes reagen ;wikker ( > % tetes reagen ;wikker (( sulfatiazol, sulfanilamid0 C. REAKSI &ITALI7MORIN

warna ungu /barbiturat,

;at uji > D,@ ml asam nitrat berasap diuapkan di atas waterbath hingga kering sisa kering berwarna kuning > @ ml aseton > $ ml ,6*-etanol D,$ ) ungu : strikhnin +erah jingga : asam salisilat =ingga : prometasin *ijau : lidokain D. REAKSI KUPRIFIL - CHEN7KAO ;at uji > $ ml air > 8 tetes *Cl 8) > @ tetes larutan Cu.6 9 %E > $-% ml )a6* 8) ungu /sulfonamid0 /efedrin0 dan lapisan air tetap biru /reaksi chen-kao0 E. REAKSI MAR8UIS ;at uji > formalin > *%.69 pekat F. HEKSAMIN ;at uji > *Cl pekat > antipirin kristal seperti intan kecil-kecil /mikroskopik0 warna ungu /alkaloid opium0

dinginkan

timbul warna +erah

warna biru

jika dikocok dengan $ ml eter maka lapisan eter berwarna merah

,imia 2armasi 3 Analisis Kristal &. REAKSI KRISTAL A. DENGAN ASETON7AIR @ tetes zat uji dalam aseton pada obyek glas > % tetes akuades amati di bawah mikroskop B. DENGAN REAGEN DRAGENDORF ;at uji ditaburkan pada obyek glas > *Cl D,@) hingga larut > $ tetes reagen dragendorf biarkan $@-8D menit panaskan perlahan amati di bawah mikroskop C. DENGAN LARUTAN ASAM PIKRAT ;at uji diratakan pada obyek glas > *Cl D,@) hingga larut > $ tetes reagen asam pikrat biarkan beberapa saat hingga terbentuk kristal amati di bawah mikroskop ,imia 2armasi 3 Analisis Individual &I. REAKSI7REAKSI INDI&IDUAL A. TURUNAN SALISILAT !. NATRIUM SALISILAT biarkan hingga terbentuk kristal

;at uji > % tetes 2eCl8 gondopuro0 ;at uji > *Cl

warna ungu stabil meskipun ditambah etanol4alkohol panaskan perlahan bau lebih tajam bau metil salisilat /bau

;at uji > % ml metanol > 8-9 tetes *%.69 pekat encerkan dengan akuades endapan

amati kristal /putih jarum0 panaskan warna &iolet didihkan bau metil asetat encerkan dengan bau etil

%. ASETOSAL ;at uji > 2eCl8 > *%.69 encer akuades bau lebih tajam didihkan setelah dingin > akuades hingga penuh ;at uji > % ml metanol > *%.69 pekat ;at uji > etanol > *%.69 pekat *. SALIPIRIN ;at uji > D'# *Cl ;at uji > 2eCl8 ;at uji > reagen +ayer warna rose endapan putih amati warna B. TURUNAN ANILIN !. PARASETAMOL ;at uji > $D ml akuades > $ tetes 2eCl8 ;at uji > $ ml )a6* 8) )a)6% warna merah panaskan 8 mrnit > $D ml akuades setelah dingin > $ tetes , %Cr%6G ;at uji > $ ml *Cl panaskan biru &iolet setelah dingin > $ ml asam sulfanilat > beberapa tetes warna ungu kuat hampir hitam

asetat /menunjukkan adanya asetat0

;at uji > reagen ;wikker #

warna &iolet yang tidak berubah menjadi merah /bandingkan dengan fenasetin0 ,imia 2armasi 3 Analisis Individual ;at uji pada drupple plate > asam nitrat encer %. FENASETIN ;at uji > asam nitrat pekat didihkan ambil $ tetes larutan yang telah dididihkan, letakkan amati kristal di bawah mikroskop setelah dingin > %ml akuades pada obyek glass > $-% tetes air dingin ;at uji > % ml *%.69 pekat bau etil asetat ;at uji > $ ml asam nitrat air dingin amati warna ambil $ tetes letakkan pada obyek glass > $-% tetes amati kristal di bawah mikroskop amati warna

*asil reaksi di atas setelah dingin membentuk kristal kuning panaskan hingga mulai mendidih

;at uji > $ ml aseton bawah mikroskop

teteskan pada obyek glass > $-% tetes air dingin

amati kristal di amati kristal di

;at uji > $ ml *Cl teteskan pada obyek glass > $-% tetes reagen dragendorf bawah mikroskop C. TURUNAN PIRA2OLON !. METAMPIRON ;at uji > reagen +ayer ;at uji > $ ml 'g)68 %. ANTIPIRIN ;at uji > reagen +ayer ;at uji > 2eCl8 endapan putih > *%.69 encer kuning hijau intensif merah darah endapan putih kuning warna biru diamkan merah tak berwarna warna ungu dengan endapan perak metalik amati kristal di bawah mikroskop ;at uji > *Cl encer > 2eCl8

Aeaksi kristal dengan ,92e/C)01

;at uji > beberapa tetes )a)6% > *%.69 encer ;at uji > D'# *Cl warna rose lama Aeaksi kristal dengan asam pikrat

amati kristal di bawah mikroskop ,imia 2armasi 3 Analisis Individual

D. TURUNAN ASAM BARBITURAT !. REAKSI UMUM ;at uji pada drupple plate > alkohol hingga larut > %-8 tetes reagen Parri > $ tetes amonia pekat warna ungu %. FENOBARBITAL 9LUMINAL: ;at uji pada drupple plate > alkohol hingga larut > %-8 tetes reagen Parri > $ tetes amonia pekat warna ungu kebiruan ;at uji > % tetes alkohol > % tetes reagen ;wikker # amati di bawah mikroskop ;at uji > % tetes )a6* di bawah mikroskop %DD mg zat uji > $D ml )a6* ;at uji > $ ml *%.69 pekat /bandingkan dengan barbital0 ;at uji > @ ml air > beberapa tetes )a6* > $ ml asam sitrat dengan barbital0 endapan putih /bandingkan didihkan gas yang membirukan lakmus merah setelah dingin > )a)6% arang panaskan perlahan jika perlu panaskan untuk melarutkan > *Cl encer amati kristal panaskan terbentuk kristal ungu

*. BARBITAL 9&ERONAL: ;at uji pada drupple plate > alkohol hingga larut > %-8 tetes reagen Parri > $ tetes amonia pekat warna ungu tua ;at uji > % tetes alkohol > % tetes reagen ;wikker # amati di bawah mikroskop ;at uji > % tetes )a6* di bawah mikroskop %DD mg zat uji > $D ml )a6* ;at uji > $ ml *%.69 pekat dengan luminal0 ;at uji > @ ml air > beberapa tetes )a6* > $ ml asam sitrat /bandingkan dengan luminal0 ,imia 2armasi 3 Analisis Individual E. TURUNAN SULFONAMIDA !. REAKSI UMUM ;at uji pada drupple plate > $-% tetes D'# *Cl ;at uji pada tabung reaksi > )a6* gojog amati warna yang terjadi, amati pula > Cu.6 9 kristalnya di bawah mikroskop / bandingkan tiap-tiap sulfa0 kelebihan alkali netralkan dengan *Cl amati warna yang terjadi / bandingkan tiap-tiap sulfa0 amati warna yang didihkan gas yang membirukan lakmus merah setelah dingin > )a)6 % /bandingkan panaskan perlahan jika perlu panaskan untuk melarutkan > *Cl encer amati kristal panaskan terbentuk kristal ungu

;at uji pada drupple plate > larutan jenuh ,#r6 8 > $-% tetes *%.69 pekat terjadi /bandingkan tiap-tiap sulfa0 Aeaksi kristal dengan aseton-air %. SULFAGUANIDIN ;at uji > D'# *Cl ;at uji > reagen Parri Aeaksi kuprifil warna orange, ada kristal agak putih warna hijau biru warna biru muda

amati di bawah mikroskop /bandingkan sulfa lain0

;at uji > Cu asetat > aseton ;at uji > *%.69 > ,Cl ;at uji > @ ml )a6*

warna biru muda warna orange yang lama-lama hilang didihkan untuk melarutkan bau amonia amati di bawah mikroskop /bandingkan sulfa lain0 amati kristal di bawah mikroskop

Aeaksi kristal dengan aseton-air ;at uji > $-% tetes benzaldehide *. SULFADIA2IN ;at uji > D'# *Cl ;at uji > reagen Parri

warna kuning lama-lama orange warna hijau ungu

;at uji > Cu asetat > aseton kelabu ungu

warna &iolet hitam endapan hijau zaitun diamkan

;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.6 9 Aeaksi kristal dengan aseton-air amati di bawah mikroskop

;at uji > )a6* > *Cl hingga netral > beberapa tetes Cu.69

amati warna dan endapan ,imia 2armasi 3 Analisis Individual

0. SULFAMERA2IN ;at uji > D'# *Cl ;at uji > reagen Parri warna kuning lama-lama orange merah warna ungu warna coklat hitam endapan hijau zaitun diamkan

;at uji > Cu asetat > aseton kelabu tua

;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.6 9 Aeaksi kristal dengan aseton-air ;. SULFAME2ATIN ;at uji > D'# *Cl ;at uji > reagen Parri warna ungu lama-lama orange muda warna ungu warna hijau lama-lama coklat amati di bawah mikroskop

;at uji > Cu asetat > aseton kelabu tua

;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.6 9 Aeaksi kristal dengan aseton-air <. SULFACETAMID ;at uji > alkohol > beberapa tetes *%.69 pekat dengan air ;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.69 =. SULFATIA2OL ;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.69 Aeaksi kristal dengan aseton-air >. PTALIL SULFATIA2OL ;at uji > D'# *Cl ;at uji > reagen Parri warna kuning warna ungu merah amati di bawah mikroskop panaskan amati di bawah mikroskop

endapan hijau zaitun

diamkan

bau etil asetat pada pengenceran endapan biru kemerahan endapan biru hijau

;at uji > $D ml akuades > $ ml )a6* D,$) > D,@ ml Cu.69 Aeaksi kristal dengan aseton-air amati di bawah mikroskop

endapan biru hijau

,imia 2armasi 3 Analisis Individual F. &ITAMIN !. &ITAMIN B! 9ANEURIN HC': Aeaksi kristal dengan asam pikrat ;at uji > reagen !uff ;at uji > reagen +ayer amati kristal di bawah mikroskop Panaskan serbuk pada cawan porselin hingga bau kacang warna hijau lalu endapan kuning endapan putih kekuningan endapan merah bata

%. &ITAMIN B% 9RIBOFLA&IN: ;at uji > reagen 2ehling ':2ehling # /$:$0 Aeaksi kuprifil positif ;at uji > 'g)68 ;at uji > 2eCl8 warna merah warna merah amati kristal di bawah mikroskop warna kuning muda kocok biarkan warna ungu > *. &ITAMIN B< 9PIRIDOKSIN: Aeaksi kristal dengan reagen Dragendorf ;at uji > reagen +ayer 0. &ITAMIN C 9ASAM ASCORBAT: ;at uji > akuades >)a*C68 /padat0 > 2e.69 /padat0 *%.69 encer warna ungu hilang +ereduksi reagen 2ehling, 'g)68, ,+n69 +ereduksi reagen #arfoed dalam keadaan dingin +embentuk kristal osazon dengan fenilhidrazin ;at uji > Cu.69 > amonia ;at uji > 'g)68 endapan hijau lama-lama kuning coklat warna &iolet hijau ;at uji > )a6* > 2e.69 /cair0

endapan abu-abu ,imia 2armasi 3 Analisis Individual G. ANTIBIOTIKA

!. TETRASIKLIN HC' ;at uji > *%.69 pekat ;at uji > reagen +ar7uis warna merah ungu encerkan warna kuning tua warna merah anggur

%. KLORAMFENIKOL BASA

;at uji > metanol > CaCl% > serbuk ;n tetes 2eCl8 > *Cl encer orange Aeaksi kristal dengan aseton-air

panaskan di atas waterbath $D menit

tuang filtrat

pada tabung lain > kristal )a-asetat > benzoil klorida % tetes warna merah ungu panaskan ;at uji > *Cl pekat > serbuk ;n

kocok $ menit > beberapa warna

setelah dingin > D'# *Cl % tetes

amati kristal di bawah mikroskop H. ANTIHISTAMIN

!. CHLORPHENILAMINE MALEAT 9CTM: Aeaksi kuprifil positif ;at uji > reagen +ar7uis %. PROMETA2IN ;at uji > *)68 pekat merah magenta !arutan di atas > $ tetes kalium bikromat !. ISONIA2ID 9INH: ;at uji > Cu-asetat > ,C). ;at uji > Cu.69 ;at uji > 'g)68 warna hijau kuning warna biru lama-lama biru muda endapan putih coklat ,imia 2armasi 3 Analisis Individual Aeaksi kristal dengan Dragendorf Aeaksi kristal dengan asam pikrat Aeaksi kristal dengan sublimat ;ar uji pada drupple plate > 2eCl8 %. NIKOTINAMID ;at uji > akuades > sianogen bromida > $ ml anilin kuning emas Aeaksi kristal dengan Dragendorf ;ar uji pada drupple plate > 2eCl8 ;at uji > Cu-asetat > ,C). *. PIPERA2IN SITRAT amati kristal di bawah mikroskop warna merah coklat endapan kristal merah segera menjadi amati kristal di bawah mikroskop amati kristal di bawah mikroskop amati kristal di bawah mikroskop warna merah coklat dan gas amati warna dan gelembung gas warna merah terang I. TURUNAN PIRIDIN warna merah cherry diamkan merah tua panaskan warna warna kuning amati kristal di bawah mikroskop Aeaksi kristal dengan aseton-air

;at uji > larutan )a6* > larutan iodium

warna hijau

Aeaksi kristal dengan Dragendorf

amati kristal di bawah mikroskop aduk warna &iolet dalam keadaan panas > didihkan

;ar uji pada drupple plate > nikotinamid > asam asetat glasial ;at uji > akuades > larutan *gCl% > H tetes *%.69 pekat ,+n69 warna &iolet hilang, timbul endapan putih J. ANESTESI LOKAL !. BEN2OKAIN

Aeaksi Diazo: ;at uji > *Cl %) > $ ml air > )a)6% > teteskan B-naftol dalam )a6* jingga lalu merah jika B-naftol diganti C-naftol warna endapan merah ungu panaskan ;at uji > $ ml asam asetat > asam pikrat jenuh panaskan lagi makan kristal larut ;ar uji pada drupple plate > D'# *Cl ;at uji > asam asetat > asam sulfat pekat biru pemanasan lebih lanjut

endapan

setelah dingin terbentuk kristal

setelah dingin terbentuk kristal lagi amati warna panaskan bau etil asetat dipanaskan warna hijau

Aeaksi iodoform : ;at uji > ammonia, )a-hipoklorit, dan fenol merah

,imia 2armasi 3 Analisis Individual %. PROKAIN HC' ;at uji > $ ml asam asetat > asam pikrat jenuh panaskan lagi makan kristal larut ;at uji pada drupple plate > D'# *Cl setelah % menit warna hilang $D mg zat uji > @ ml akuades > %-8 tetes asam nitrat > $D tetes 'g)6 8 amonia endapan larut didihkan bau amonia amati kristal di bawah mikroskop gojog warna hijau cerah menjadi positif bila ;at uji > %-8 ml )a6* *. LIDOKAIN HC' Aeaksi kristal dengan asam pikrat dan kristal halus ;at uji > $ ml alkohol > D,@ ml reagen Parri > % tetes *Cl pekat amati kristal di bawah mikroskop amati warna / tes negatif0 ;at uji pada drupple plate > D'# *Cl lidokain dihidrolisa dahulu dengan asam @D mg ;at uji > @ ml akuades > $ ml asam nitrat > $ ml 'g)6 8 dengan akuades larutkan dalam amonia berlebih cuci endapan yang terbentuk endapan putih > panaskan setelah dingin terbentuk kristal merah &iolet warna lembayung setelah dingin terbentuk kristal lagi amati warna

;at uji > $ ml *Cl encer >$ tetes fenol > $-% tetes kalium bromat

@ ml larutan zat uji $Eb4& > @ tetes asam sulfat encer > % tetes ,+n69 D,$)

K. ALKALOID 6ANTIN !. REAKSI UMUM Aeaksi +ure5ide : ;at uji pada drupple plate > $,@ ml *%6% > @ tetes *%.69 pekat atas waterbath hingga kering atas waterbath hingga kering sisa > beberapa tetes amonia 1) sisa > beberapa tetes amonia 1) Aeaksi +ure5ide : ;at uji pada drupple plate > serbuk ,Cl68 > @ tetes *Cl pekat panaskan di panaskan di warna merah ungu warna merah ungu

,imia 2armasi 3 Analisis Individual %. KAFEIN !arutan jenuh zat uji > larutan iod 5antin lain0 ;at uji pada drupple plate > serbuk Cu asetat > $ tetes air turunan 5antin lain0 ;at uji > % ml amonia $D E > )a6* berlebih kristal larut gojog diamkan /bandingkan dengan turunan 5antin lain0 tidak terjadi endapan > *Cl encer endapan coklat panaskan amati !arutan jenuh zat uji > larutan iod kristal larut endapan putih terbentuk kristal kembali amati kristal di bawah mikroskop panaskan jika perlu warna &iolet /bandingkan dengan tidak terjadi endapan coklat /bandingkan dengan turunan

!arutan jenuh zat uji pada drupple plate > larutan sublimat @E dinginkan ;at uji pada obyek glass > *Cl % tetes > reagen Dragendorf kristal di bawah mikroskop *. TEOBROMIN ;at uji pada obyek glass > % tetes asam nitrat bawah mikroskop ;at uji pada obyek glass > % tetes *Cl kristal roset panaskan panaskan

> $ tetes 'g)6 8

amati kristal di terbentuk amati

> % tetes larutan sublimat panaskan jika perlu

amati kristal di bawah mikroskop

;at uji pada obyek glass > % tetes *Cl > reagen Dragendorf kristal di bawah mikroskop ;at uji > % ml amonia $D E 5antin lain0 ;at uji pada drupple plate > serbuk Cu asetat > $ tetes air turunan 5antin lain0 0. TEOFILIN ;at uji > % ml amonia $D E gojog gojog

diamkan /bandingkan dengan turunan 5antin lain0 tidak terjadi endapan coklat /bandingkan dengan turunan warna &iolet /bandingkan dengan

!arutan jenuh zat uji > larutan iod

diamkan /bandingkan dengan turunan 5antin lain0

,imia 2armasi 3 Analisis Individual !arutan jenuh zat uji > larutan iod 5antin lain0 ;at uji pada drupple plate > serbuk Cu asetat > $ tetes air turunan 5antin lain0 ;at uji > $ ml )a6* panaskan setelah dingin > reagen sulfanilat > beberapa tetes )a)6 % amati kristal di bawah mikroskop endapan seperti gelatin > % ml asam nitrat $DE >)a6* hingga basa warna merah ungu warna &iolet /bandingkan dengan tidak terjadi endapan coklat /bandingkan dengan turunan

Aeaksi kristal dengan Dragendorf endapan larut ;. AMINOFILIN ;at uji > % ml amonia $D E 5antin lain0 gojog

;at uji > $ ml amonia pekat > % ml 'g)6 8

diamkan /bandingkan dengan turunan 5antin lain0 tidak terjadi endapan coklat /bandingkan dengan turunan warna &iolet /bandingkan dengan

!arutan jenuh zat uji > larutan iod

;at uji pada drupple plate > serbuk Cu asetat > $ tetes air turunan 5antin lain0 Aeaksi kristal dengan Dragendorf Aeaksi kristal dengan sublimat

amati kristal di bawah mikroskop amati kristal di bawah mikroskop L. ALKALOID KININ

!. KININ DAN GARAMN A ;at uji > 2eCl8 warna orange berfluoresensi biru endapan kuning panaskan jika perlu amati kristal di bawah ;at uji > akuades > *%.69 ;at uji > *Cl > reagen +ayer mikroskop %. EUKININ ;at uji > 2eCl8 warna orange berfluoresensi biru endapan kuning ,imia 2armasi 3 Analisis Individual ;at uji pada obyek glass > reagen *rapatit mikroskop panaskan jika perlu amati kristal di bawah ;at uji > akuades > *%.69 ;at uji > *Cl > reagen +ayer

;at uji pada obyek glass > reagen *rapatit

;at uji > $D ml )a6* dalam etanol absolut *. KININ TANNAS ;at uji > 2eCl8 warna biru hitam ;at uji > akuades > *%.69 ;at uji > *Cl > reagen +ayer mikroskop ;at uji > *%.69 $) ;at uji > )a6*

endapan putih

berfluoresensi biru endapan kuning panaskan jika perlu amati kristal di bawah

;at uji pada obyek glass > reagen *rapatit warna coklat kemerahan warna orange coklat

M. ALKALOID OPIUM !. PAPA&ERIN Aeaksi Coralyn : $D mg zat uji > $ ml asam asetat anhidrida > 8 tetes asam sulfat pekat fluoresensi kuning kehijauan $D mg zat uji > $D ml air yang mengandung D,@ ml *Cl encer > @ tetes kalium ferrisianida endapan kuning jeruk lain0 ;at uji pada obyek glass > $ tetes *Cl > $-% tetes sublimat amati kristal di bawah mikroskop /bedakan dengan alkaloid opium lain0 'mati warna serbuk langsung di bawah sunar I" /bedakan dengan alkaloid opium lain0 $D mg zat > @ ml *%.69 encer > $ tetes asam nitrat pekat %. MORFIN $D mg zat uji > $D ml air yang mengandung D,@ ml *Cl encer > @ tetes kalium ferrisianida endapan kuning jeruk lain0 ,imia 2armasi 3 Analisis Individual ;at uji pada obyek glass > $ tetes *Cl > $-% tetes sublimat amati kristal di bawah mikroskop /bedakan dengan alkaloid opium lain0 'mati warna serbuk langsung di bawah sunar I" /bedakan dengan alkaloid opium lain0 $D mg zat > $ ml 2eCl8 kehijauan warna biru &iolet kuning @ mg zat > % ml *%.69 encer > beberapa tetes kalium ferrisianida > $ tetes 2eCl8 amati kristal di bawah mikroskop /bedakan dengan alkaloid opium panaskan warna merah > $-% tetes 2eCl 8 warna &iolet setelah dingin amati kristal di bawah mikroskop /bedakan dengan alkaloid opium

$D mg zat >% ml *%.69 pekat merah darah

setelah dingin > beberapa tetes asam nitrat encer N. ALKALOID SOLANACEAE

warna

!. REAKSI UMUM Aeaksi "italli : ;at uji pada cawan porselen > 9-@ tetes *)6 8 pekat /jangan sampai gosong0 &iolet > aseton amati warna yang terjadi warnanya tetap endapan putih panaskan hingga kering warna biru residu > %-8 tetes larutan ,6* dalam alkohol

%. ATROPIN DAN GARAMN A -es "italli positif pada penambahan aseton Aeaksi kristal dengan #auchardat ;at uji > % ml air > beberapa tetes *Cl encer > beberapa tetes #aCl% *. STRIKNIN DAN GARAMN A ;at uji > % ml *%.69 pekat > $ butir kristal kalium bikroma Aeaksi kristal dengan sublimat atau kalium ferrosianida ;at uji > *Cl dalam cawan panaskan warna merah hablur kuning cuci endapan dengan akuades warna merah ungu ,imia 2armasi 3 Analisis Individual 0. EFEDRIN HC' Aeaksi Chen-,ao positif : ;at uji > $ ml air > 8 tetes *Cl 8) > @ tetes larutan Cu.6 9 %E > $-% ml )a6* 8) warna biru ungu /sulfonamid0 jika dikocok dengan $ ml eter maka panaskan bau lapisan eter berwarna merah /efedrin0 dan lapisan air tetap biru /reaksi chen-kao0 ;at uji > @ ml akuades > beberapa tetes )a6* > 8 ml kalium ferri sianat aldehide O. BAHAN PEMBAWA - PENGAWET - LAIN7LAIN !. ASAM BEN2OAT ;at uji > @ ml akuades panaskan untuk melarutkan setelah dingin disaring panaskan filtrat > 2eCl 8 endapan coklat kemerahan > *Cl endapan larut setelah dingin encerkan bau etil benzoat /bau frambos0 pindahkan warna biru lembayung yang tidak mantap ;at uji > kalium bikromat warna ungu

> beberapa tetes *%.69

-es "italli positif namun pada penambahan aseton

Aeaksi esterifikasi : zat uji > etanol > asam sulfat pekat dengan akuades hingga hampir penuh ;at uji > Pb-asetat kristal bentuk roset %. KALSIUM GLUKONAT

% ml 'g)68 9E > amonia tetes demi tetes hingga endapan coklat pertama tepat larut > zat uji didihkan cermin perak endapan putih endapan putih > beberapa tetes *Cl > beberapa tetes asam ;at uji > akuades > larutan amonium oksalat %,@E endapan larut ;at uji > akuades > larutan amonium oksalat %,@E asetat 8E endapan tak larut Aeaksi kuprifil positif *. KALSIUM LAKTAT ;at uji > akuades > *%.69 pekat hingga asam ;at uji > larutan )a6* > $-% tetes Cu.69 (dentifikasi Ca positif ,imia 2armasi 3 Analisis Individual 0. NIPAGIN ;at uji > @ ml akuades coklat ;at uji > aseton pipet dan teteskan di atas setetes air pada obyek glass warna merah darah panaskan bau salak dan amonia panaskan bau gondopuro panaskan kristal larut setelah dingin amati kristal di bawah mikroskop ;at uji > reagen +illon ;. BROMURAL ;at uji > larutan )a6* ;at uji > asam salisilat > *%.69 pekat ;at uji > asam nitrat encer mengapung kembali <. TALK ;at uji tak larut akuades, *Cl pekat ataupun basa ;at uji > )a%C68 bakar > *Cl hingga larut > )'6* hingga basa > reagen titan yellow didihkan cuci dengan air amati kristal di bawah mikroskop warna merah jambu ;at uji > *Cl 4 *%.69 pekat +ereduksi reagen 2ehling =. BOLUS ALBA .erbuk putih kotos tenggelam dalam air /seperti pecahan kaca transparan0 didihkan setelah dingin > $ tetes 2eCl 8 warna ungu kemerahan hangatkan dengan ,+n69 kocok supernatan warna biru bau asetaldehide

kristal mengapung

;at uji > *Cl 4 *%.69 pekat

didihkan

cuci dengan air

amati kristal di bawah mikroskop

/ bandingkan dengan talkum0 ;at uji > larutan )a6* > reagen titan yellow >. HEKSAMIN ;at uji > antipirin > $ tetes *Cl pekat ;at uji > *%.69 encer panaskan Aeaksi kristal denga sublimat amati kristal di bawah mikroskop bau khas formaldehide warna &iolet warna merah orange

amati kristal di bawah mikroskop

;at uji pada drupple plate > asam salisilat > *%.69 pekat .isa pemijaran panas orange, dingin kuning .isa pemijaran > *%.69 pekat > kristal )a%.69 mikroskop .isa pemijaran > *Cl encer hingga larut -es nitrat untuk )## -es karbonat untuk C## !@. LAKTOSA Pada pemijaran berbau caramel ;at uji > akuades > ag-amoniakal Aeaksi 2ehling positif Aeaksi +ollish positif -es iodin tidak berwarna /bandingkan dengan amilum0 ;at uji > akuades merah kecoklatan !!. AMILUM ;at uji > reagen #ouchardat -es iodin positif warna biru panaskan diamkan > @ ml )a6* $) endapan 'g

?. BISMUTH SUB NITRAT DAN BISMUTH SUB KARBONAT hangatkan bila perlu amati kristal di bawah noda hitam

celupkan kawat Cu /klip 4 ballpoint0

panaskan

larutan kuning lama-lama endapan merah

setelah dingin > Cu-tartrat

warna biru tua atau hitam seperti norit

5ar5#ta'
Posted on 'pril 8, %D$$ by sayacintafarmasi #arbital adalah suatu golongan obat tidur yang mempunyai inti hasil kondensasi ester etil dari asam dietilmalonal dan ureum. #arbital /barbiturat0 digunakan sebagai obat hipnotik, sedati&e, antikon&ulsan, dan anastetik dengan sifat nonselektif. #arbiturat bersifat lipofil, sukar larut dalam air tetapi mudah dalam pelarut-pelarut nonpolar seperti minyak dan

kloroform. ,arena sifat lipofiliknya, barbiturat mudah menembus ..P dan daya hipnotiknya juga diperkuat. Dengan meningkatnya sifat lipofilik ini maka efeknya dan lama kerjanya dipercepat. #arbital merupakan deri&at dari asam barbiturate. 'sam barbiturat merupakan hasil reaksi kondensasi antara urea dengan asam malonat melalui eliminasi % molekul air. II.% S#,at7s#,at U"u" .ifat-sifat umum senyawa barbital antara lain : $. #arbital mempunyai asam berbasa satu yang sangat lemah, asam barbiturate dapat dalam bentuk keto dan bentuk enol, bentuk enol ini yang menyebabkan bereaksi asam dan dapat diionisasi. 6leh karena itu barbital larut dalam alkali. -etapi garam-garam )a nya tidak stabil dalam air terutama sekali pada pemanasan, dalam air akan terhidrolis. 6leh karena mudah terhidrolisa maka garamnya dalam air tidak boleh disimpan lama. %. 'sam barbiturate sukar larut dalam air, mudah larut dalam eter, kloroform, dan etil asetat 8. +udah mengadakan sublimasi, hasil sublimasi dapat dipakai untuk mengidentifikasi barbital, terutama jika sublimasi dalam keadaan &acuum. 9. #arbital mempunyai titik lebur yang tajam, tetapi titik lebur ini sulit digunakan untuk identifikasi karena titik lebur tiap zat berdekatan. +isal : -! !uminal : $G8 3 $G9 C -! Prominal : $G9 3 $G1 C A)a+un 5ar5#ta' 5an3ak )#Aunakan untukB $. .ebagai obat tidur : Dalam dosis yang banyak %. .ebagai sedati& : Dalam dosis yang sedikit 8. .ebagai obat antikon&ulsif 9. .ebagai obat anastetika,narcose pendek II.* PenAA$'$nAan Sen3aCa Bar5#ta' Penggolongan barbiturat disesuaikan dengan lama kerjanya, yaitu: J #arbiturat kerja panjang /1 jam0 Contohnya: 2enobarbital digunakan dalam pengobatan kejang J #arbiturat kerja singkat / 8 jam 0 Contohnya: Pentobarbital, .ekobarbital, dan 'mobarbital yang efektif sebagai sedatif dan hipnotik J #arbiturat kerja sangat singkat / %-9 jam0 Contohnya: -iopental, yang digunakan untuk induksi intra&ena anestesia. II.0 Is$'as# Pengisolasian senyawa barbital dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1. 1. Pengocokan dengan Eter Suasana Asam

Cara ini pertama kali dikembangkan oleh .tass 6tto yakni dengan jalan mengasamkan dengan asam tartat, tarik dengan eter. Intuk memurnikan maka larutan eter cuci dengan larutan soda, asamkan. ,ocok lagi dengan eter, lapisan eter uapkan sehingga terdapat kristal daripada #arbital.?una penambahan asam adalah bentuk keto tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. #entuk enol larut dalam air tapi tidak larut dalam pelarut organik. Dengan ion-ion * /penambahan asam0 maka sesuai dengan hukum kimia maka keseimbangan bergeser kekiri. =adi senyawa tersebut berada dalam bentuk yang tidak terdisosiasi yang dapat ditarik dengan eter. +enurut Aulhmann dan '. #urgin sebagai ganti asam batu anggur atau asam tartat dapat dipakai *%.69 D,@ ) p* $ untuk mengasamkan larutan. +enurut penyelidikan K #uchi dan L Pertia, pemurnian daripada lapisan eter dengan larutan soda memang dapat menarik kuantitatif dari #arbital kecuali Pentotal. 6leh karena itu K #uchi dan Pertia mengusulkan identifikasi yang lebih baik sehingga semua barbital tertarik. Caranya ialah larutan #arbital diasamkan dengan asam tartat hingga p* nya M%,D@. Dimana konsentrasi asam tartat % 3 %,@E dari larutan #arbital. Cairan ini dikocok dengan eter, lapisan eter pisahkan dan cuci dengan larutan )a%C68 %E dengan p* $D,H@. !arutan soda asamkan, kocok dengan eter, lapisan eter kumpulkan dan pisahkan. ,eringkan dengan )a%.69 eksikatus. !apisan eter uapkan sehingga diperoleh kristal dari barbital. 1. 2. Cara Tembaga Pyridin (Zwikker) #arbital larutkan dalam campuran tembaga pyridin. -ambahkan beberapa tetes Cu.69 /campur 9 ml Cu.69 $DE > $ ml pyridin > @ ml air0. +aka barbital akan mengendap, endapan disaring cuci berturut-turut dengan air yang mengandung piridin dengan spiritus GDE akhirnya eter. :ndapan > asam encer sehingga kristal kembali diuraikan menjadi barbital yang akan dipisahkan bila dikocok dengan eter atau kloroform. !apisan eter bila diuapkan akan terdapat barbital dan dapat dilakukan reaksi identifikasi selanjutnya. 1. 3. Coba t Ca cium Com! eks (Cara Pese") Campuran barbital dilarutkan dalam methanol, tambahkan beberapa tetes pereaksi Cobalt )itrit $DE dan CaCl% $DE, basakan maka barbital akan mengendap. :ndapan dikumpul dan dicentrifius. .etelah mengendap cuci dengan methanol, asamkan sehingga barbital akan memisah dari endapan, tarik dengan eter, kloroform, uapkan hingga mengkristal dan dilakukan identifikasi. 1. #. Sub imasi $ikro Cara ini juga dipakai untuk memurnikan hasil isolasi dari campuran barbital yang telah tercampur zat kotoran. *asil sublimasi dipengaruhi oleh suhu, tinggi ring sublimasi, dan lama sublimasi diadakan. II.; I)ent#,#kas# Bar5#ta' Dalam pengidentifikasian suatu senyawa, dalam hal ini adalah senyawa #arbital digolongkan dengan % cara, yaitu: ,(+(' (dentifikasi dengan melakukan berbagai reaksi warna dan pengendapan 2(.(,'

(dentifikasi dengan -itik !eleh, ,romatografi !apis -ipis, ,romatografi ?as, dan spektrofotometer (A #erikut ini akan dijabarkan mengenai semua proses reaksi identifikasi dari senyawa #arbital, secara garis besarnya, reaksi identifikasi terbagi atas: 1. A. %EA&S' ($($ PE%EA&S' +AS'. %EA&S' Parri <arna "anillin <arna, ;wikker /campuran Cu.69 dan piridin0 <arna, :ndapan #iuret /Cu.69 > )a6*0 <arna (odoform :ndapan, #au Lanthydrol :ndapan 2ormaldehide <arna #uchi-Pertia :ndapan, ,ristal Aesorsinol <arna +erkuri :ndapan !. REAKSI PARRI Prinsip: pembentukan senyawa kompleks antara barbital dengan senyawa Co dalam +e6* bebas air. #arbital dalam +etanol murni > % tetes CoCl% dalam asam asetat $E dan % tetes )*96* N warna ungu Pertama kali ditemukan oleh Parri tahun $O8@ dengan: "eronal > *%.69 /p0 > C )aftol N ungu intensif J M$)#,#kas# $'e( P$t1eC#1) #arbiturat dilarutkan dalam spiritus fortior > CoCl% > $ tts )*96* /p0 N ungu J M$)#,#kas# $'e( Mars(a'' #arbital dalam lingkungan asam /eter atau kloroform0, pisahkan lapisan eter dan kloroform, uapkan N residu taruh di atas kertas saring yang kering > beberapa tetes larutan Co/)680 % $E dan +e6* absolut . ,ertas saring kering taruh di atas uap amoniak N warna ungu merah. (dentifikasi ini tidak spesifik karena memberikan hasil positif berwarna ungu juga kepada beberapa sulfa, theophyllin, asam camphoricum, theobromin, dan asam pthalat. #arbital yang negatif ialah Pseudobarbital, 'dalin, #romural, .odormid, .ulfonal 1. 2. %EA&S' Z)'&&E% Aeaksi kompleks barbital, Cu piridin. J +odifikasi: ,omponen basa digunakan piridin atau isopropilamin Pelarut digunakan kloroform /C*Cl80 J CaraB !arutkan zat dalam $ ml campuran /$ bagian piridin4$ bagian isopropilamin dalam O bagian C*Cl80 > ( ml Cu.69 $E dalam air Nkocok N diamkan J Has#'B -erdapat barbital N lapisan C*Cl8 unAu, lapisan air 5#ru Diganggu asam salisilat dan aspirin N 5#ru 'da tiobarbital Nlapisan C*Cl8 5#ru, lapisan air 5#ru Diganggu tiofilin, teobromin, )a-salisilat, dan tiourasil Nlapisan C*Cl8 (#1au 1. 3. %EA&S' *(C+' ,A- PE%T'A

;at > C*Cl8 > reagen /Co/)680 % D,D$+ dalam metanol0 > D,%@ ml isobutilamin $+ dalam C*Cl8 N ungu 1. #. PE-/E-,APA- ,E-/A- %EA/E- $'..0@D mg zat dalam air4aseton > 9 ml pereaksi N endapan Imumnya akan memberikan endapan dengan garam *g-/)itrat, 'setat, .ulfat0 tetapi tidak mengendap dengan *gCl % 1. *. %EA&S' TE%+A,AP S(*ST'T(E- *A%*'TA. !. LASSAIGNE 9a)an3a (a'$Aen )an 5e'eranA: Cara membuat filtrat !assaigne: ;at dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam tabung reaksi kering, masukkan )a, masukkan sedikit lagi zat N pijar M8DP N larutkan dalam etanol J Pemeriksaan .: $48 filtrat asamkan dengan *)68 N panaskan hingga mendidih > @ tts lar 'g)68 @E N endapan /Cl-, #r-,(-0 J +embedakan Cl-, #r-,('gCl, 'g#r, dan 'g( > amoniak N 'gCl larut, 'g#r dan 'g( mengendap 1. 2. *E'.STE'- TEST (adanya gugus 1a ogen2 34 *r) Pijar dengan kawat Cu N memberikan nyala hijau /Cu-halogenida yang menguap0 1. 3. A,A-5A /(/(SA- TA& 6E-(+

*ilangnya warna #rom oleh larutan zat dalam air *ilangkan warna ,+n69 :

;at > )a6* %) > $ tetes ,+n69 1. #. A,A-5A /(/(S 3E-'. A%0$AT'S J 6ksidasi menjadi asam benzoat D,D@ g zat > $D tts ,+n69 > beberapa tetes )a6* 9) diuapkan sampai kering N sisa > $D tts air, uapkan lagi, lalu tambahkan air > 8 tts *%.69 9). ,ocok dengan eter, keringkan dengan )a-.ulfat eksicatus, masukkan ke dalam tabung reaksi N akan terdapat kristal asam benzoat menempel di tabung /positif gugus fenil0 J Aeaksi :kkert $D mg zat > *%.69 /p0 > @ tts formalin N merah anggur /positif barbital, luminal, &eronal0 !arutan warna dipanaskan dengan air mendidih N jingga kuning dengan florosensi hijau /positif gugus fenil0 1. C. %EA&S' )A%-A ,A- PE-/E-,APA!. )enAan H%SO0 9P: D,D$ g zat > beberapa tetes *%.69 /p0 dipanaskan N timbul warna %. MAR8UIS D,D$ g zat dilarutkan dalam 9ml *%.69 /p0 > $ml formaldehid, panaskan di <# N merah Q florosensi hijau /.andoptal0, tidak florosensi /!uminal, dll0 *. KRISTAL +7DAB

D,D$ g zat dalam 9ml *%.69 /p0 > beberapa butir kristal p-D'#, panaskan beberapa menit di <# N merah /!uminal0, merah tua /)embutal, :&ipan0 0. &ANILIN7 H%SO0 sedikit zat dipanaskan dengan $E &anillin dalam *%.69 /p0, beberapa menit di <# N merah karsen 1. ,. %EA&S' )A%-A !. SALISILDEHID7H%SO0 D,D$ g zat > (ml *%.69 /p0 > beberapa tetes salisildehid $E dalam spiritus, panaskan di <# N merah frambos /dial0 %. FURFUROL7H%SO0 ;at dalam *%.69 /p0 > larutan furfurol @E dalam spiritus, panaskan di <# N ungu /Phanodorm, +edomin0, merah coklat /-hiobarbital, Pentotal0 *. FENOL7H%SO0 +erah rosa /Phanodorm, ,emithal, :&ipan0, jingga Cydopal 0. PIPERONAL7H%SO0 D,@E piperonal dalam alkohol > zat N berwarna ;. NITRASI "enurut RANWE2 $D mg zat > $Dml *)68 4*%.69 /p0, panaskan $DP di air mendidih, dinginkan, encerkan dengan air N kuning dan endapan > )*96* berlebih N kuning 1. E. %EA&S' &%'STA. !. SUBLIMASI "eronal, !uminal, Phenodorm, 'llonal, Difenil hidantion %. REAKSI NaOH )enAan ASAM ASETAT !arutan zat dalam #a6*4,6* N asamkan dalam asam asetat N kristal yang diawali dengan adanya tetes minyak warna hijau *. REAKSI PENGENDAPAN )enAan FOSFAT !arutan zat dalam ,6*, teteskan pada objek glass > kristal amonium fosfat N endapan 0. REAKSI CuD FeD )an Br K$"+'eks ;at > pereaksi pada objek glass N panaskan N kristal ;. REAKSI BAUCHARDAT ;at > pereaksi bauchardat N kristal /&eronal, luminal, ruonal0 <. REAKSI )enAan A8UA BROM !arutkan zat dalam ,6* > $ tetes a7ua brom N kristal /phenodorm, &eronal0 =. REAKSI )enAan AANO* !arutan zat dalam 'g)68 @E > amoniak hingga endapan larut >. A8UA BARIT ;at padat > $ tetes a7ua barit N kristal /dial0 II.< I)ent#,#kas# Turunan Sen3aCa Bar5#ta' !. ALLONAL R .inonim : isopral > pyramidon R Pemerian : bubuk berwarna kuning, pahit R Aeaksi ;at >2eCl8 N ungu

;at > '7ua brom N ungu N hilang ;at > ,mn69 N mereduksi (sopral : > Pyramidon : > Aeaksi kristal : Dragendorf #ouchardat 2e-kompleks Cu-kompleks

%. AM TAL R .inonim :'sam ethylisoamylbarbiturat R #+ : %%H,%G R Pemerian : kristal agak putih R -! : $@1-$@HDC R ,elarutan : dalam air : /$:$8DD0F ethanol /$:@0F chloroform /$:G0F ether /$:10 R 2ungsi : *ypnotik R Aeaksi : !arutan dalam air yang jenuh bereaksi asam terhadap lakmus /memberi warna merah terhadap lakmus0 R Aeaksi kristal : S larutan jenuh dalam )a6*>)*9 fosfat, kristal, lama S 2e-kompleks

S Cu-kompleks S ;at > pereaksi <agenaar : jarum kecil dan besar S .ublimasi

*. APROBARBITAL R .inonim : (sopral R Aumus molekul : C$D*$9)%68 R #+ : %$D,%8 R Pemerian : ,ristal putih, agak pahit, higroskopis, -! : $9DDC R !arutan jenuh dalam air : asam R ,elarutan : hampir tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, C*Cl8, eter, aseton, asam asetat glasial, alkali hidroksida R 2ungsi :.edati&e, hipnotik R Aeaksi : ;at >formalin *%.69N kuning coklat berflouresensi biru ;at dapat mereduksi ,+n69 dan '7ua #rom /warna menjadi hilang0

Aeaksi kristal :
o o o o

Cu-kompleks 2e-kompleks .ublimasi )a6* > )*9 fosfat

0. DIAL R .inonim : 'llobarbital, @,@ asam diallylobarbiturat R Aumus molekul : C$D*$%)%68 R #+ : %DH,%$ R Pemerian : kristal agak pahit R -! : $G$-$G8 DC R p*: larutan jenuh bereaksi asam terhadap lakmus R ,elarutan :dalam air /$:8DD0 : air mendidih /$:@D0 : etanol /$:%D0F ether /$:%D0F sangat larut dalam etanol panas, larut dalam aseton, ethylasetat R 2ungsi : *ypnotik sedati&e R Aeaksi : ;at >)a6* >,+n69 N segera hijau ;at >"anilin-*%.69 Nmerah

;at >'7ua brom N mereduksi /warna hilang0 ;at >.alisilaldehid-*%.69 Nmerah ;at > *%.69 /p0 > beberapa butir kristal p-D'# Nmerah Aeaksi kristal :
o o o o o o o

)a6* > 'sam asetat glasial 2e-kompleks .ublimasi Cu-,ompleks !arutan jenuh>)a6* >/)*908P69 2e-,omplek ;at >'7ua #arit N keping-keping, lama-lama jarum

1. 7. ,'P+E-5.+5,A-T0'-8-a R .inonim : Dilantoin )a, alepsin, Phenitcinum )a R #+ : %G9,%@

R Pemerian : bubuk kristal putih , rasa seperti sabun, pahit menggigit, tidak berbau, agak higroskopik,terpapar udara akan menyerap C6% dan melepaskan difenylhydantoin R ,elarutan : dalam air / $:110 tetapi larutan keruh kecuali ditambah alkali hingga p* $$,GF larut dalam $D,@ ml ethanolF tidak larut dalam eter dan kloroform, mudah terdisosiasi oleh asam lemah seperti C6% dengan mengurai diphenylhydantoin R 2ungsi :'nticon&ulsant, antiepilepsis R Aeaksi : P'AA( : sebelum ditambahkan )*8 : ungu, setelah ditambahkan berwarna biru ;at >)a6* : merah keunguan tak tetap, ada bintik-bintik ungu <. E&IPAN R .inonim : asam )-methylcyclohe5anyl methyl barbiturat, *e5obarbital R .truktur molekul : C$%*$1)%68 R #+ : %8@,%1 R Pemerian : kristal prisma, tak berasa R -! $9@-$9GDC R ,elarutan : praktis tidak larut dalam air, alkali karbonatF larut dalam methanol, ethanol, ether, C*Cl8, aseton, benzen, basa. R 2ungsi : .edati&e hipnotik R Aeaksi : ;at >*%.69 pekat N kuning lama-lama merah jingga o Aeaksi kristal : a. larutan jenuh dalam )a6* > )*9 fosfat b. 2e-kompleks c. #i-kompleks d. Cu-kompleks e. .ublimasi =. KEMITHAL R .inonim : @-allyl-@ /%-cyclohe5enal0-%-thiobarbiturat )a R Aumus molekul : C$8*$1)%6%.na R #+ : %HG,81 R Pemerian : #ubuk kuning pucat, agak pahit, higroskopis R -! : $9H-$@1 R ,elarutan : larut dalam air R 2ungsi : 'nastetik R Aeaksi : Aeaksi Parri : > Penarikan dari pembawa diasamkan lebih dahulu

Aeaksi dengan aseton air : tetes minyak Aeaksi kristal :

a. <agenaar b. 'seton 3air

>. LUMINAL R .inonim : asam phenylaethylobarbiturat, gardenal R #+ : %8%,%8 R Aumus molekul : C$%*$%)%68 R Pemerian :#entuk garam #a, kristal dengan 8 fase berbeda, rasa agak pahit R ,elaruan : air /$:$DDD0, ethanol /$:H0, C*Cl8 /$:9D0, ether /$:$80, benzen /$:GDD0, larut dalam alkali hidroksida dan karbonat R -! : $G9-$GH R p* : asam R 2ungsi :antikon&ulsan, hipnotik sedati& R Aeaksi : ;at > C-naphtol >*%.69 pekatN ungu Aeaksi ekkert /gugus phenyl0 : zat>formalin *%.69 pekat N merah
o

Aeaksi kristal :

a. .ublimasi b. <agenaar c. 2e-kompleks d. Cu-kompleks e. #i-kompleks f.)*9 fosfat ?. NEMBUTAL R .inonim : ethylmethylbuthylbarbiturat )a, pentobarbital )a R R R R R R R Aumus molekul : C$$*$G)%68)a Pemerian : butir kristal4bubuk putih, rasa agak pahit ,elarutan : mudah larut dalam alkohol, air, praktis tidak larut dalam ether !arutan bereaksi alkalis terhadap lakmus dan phenolphtalein !arutan dalam air mudah terurai, tak boleh disimpan dan disterilkan. 2ungsi : *ipnotik, sedatif Aeaksi : ;at >*%.69 pekat N coklat Aeaksi kristal :

a. 2e-kompleks b. Cu-kompleks c. larutan dalam )a6* D,$ ) sampai jenuh >)*9 fosfat !@. OLTHOPHAN R Pemerian : kristal putih, rasa agak pahit R Aeaksi : ;at >*%.69 pekat N kuning jingga ;at >&anilin *%.69 pekat N kuning dengan fluoresensi hijau

;at >phenol *%.69 N rosa Aeaksi kristal :

a. 2e-kompleks b. .ublimasi c. )a6*4*'c c. #i-kompleks d. Cu-kompleks !!. Ort(a' E Na R .inonim: etil he5enil barbiturat )a, he5etal sodium R #erat molekul: %1%, %O R Aumus molekul: C$%*$O))a68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: serbuk putih, agak kuning, rasa pahit. p*: basa

,elarutan: sangat larut dalam air, larut dalam etanol, tak larut dalam eter dan benzene, larutan dalam air bereaksi alkalis terhadap lakmus, larutan dalam air tidak stabil kalau didiamkan.

R Aeaksi Aeaksi kristal: S Cu kompleks


S 2e kompleks S /)*90*%P69

!%. Pent$t(a' E Na R .inonim: -hiopental )a R )ama (IP'C: T@-etil-9,1-diokso-@-/pentan-%-il0-$,9,@,1-tetrahidropirimidin-%-ilUsulfanid sodium R #erat molekul: %19,88 R Aumus molekul:C$$*$G)%6%.)a R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: serbuk putih kekuningan, higroskopis, biru seperti bawang. p*: $%,@

,elarutan: larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam eter, benzene dan petroleum eter, larutan dalam air jika didiamkan terurai dan jika dipanaskan terjadi endapan. !arutan %,@ E b4& dalam air bereaksi alkalis kuat dengan p* $D,@.

R .pesifikasi dalam sediaan farmasetik: Dibuat dalam sediaan serbuk yang steril yang kemudian direkonstitusi dengan pelarut yang sesuai dan diberikan secara (" /untuk yang bentuk )a0. Pentothal )a steril adalah campuran penthotal )a steril /O$,G E0 dengan )a%C68 anhidrid /)a%C68 sebagai dapar /1Dmg4g )a thiopental0.

!*. Perse)$n R .inonim: 8,8-dietil-%,9-dio5otetrahidropiridin. R #erat molekul: $1G,%D R Aumus molekul: CO*$8)6% R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: serbuk kuning muda, rasa pahit. -!: O%-O8VC

p*: asam ,elarutan: larut dalam air dan pelarut organik. #ersifat hipnotik sedatif.

R Aeaksi: Parri: sangat lemah Aeaksi ,ristal:


o o

2e kompleks Cu kompleks

!0. Pan$)$r" R .inonim: siklodorm, siklobarbitalum, heksamalum R #erat molekul: %81,%1 R Aumus molekul: C$%*$1)%68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: ,ristal mengkilap, rasa sangat pahit. -!: $G$-$G9VC

,elarutan: sedikit laut dalam air, cukup larut dalam air panas /mendidih0. -erdapat dalam bentuk garam Ca. #ersifat hipnotik sedatif.

R Aeaksi: ;at > pereaksi zwikker W &iolet biru. ;at > *%.69 /p0 W kuning lama-lama jingga coklat.

Aeaksi ,ristal: S !arutan jenuh dalam )a6* > asam asetat S ,ompleks #i S ,ompleks Cu S ,ompleks 2e

S Dragendorf

!;. Pr$"#na' R .inonim: asam @-etilmetil-@-fenilbarbiturat R #erat molekul: %91,%1 R Aumus molekul: C$8*$9)%68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: ,ristal putih, tak berasa -!: $G1VC

,elarutan: larut baik dalam air panas dan alkohol. 'ntikon&ulsan dan sedatif.

.ifat antikon&ulsan nya akibat dari substitusi @-fenil. R Aeaksi: ;at > *Cl W disublimasi bentuk bintang laut. Aeaksi gugus fenil />0

Dalam tabung reaksi > *%.69 /p0 > zat > formalin /di <#0 W merah anggur ;at > *Cl W endapan. Aeaksi ,ristal: S !arutan jenuh dalam )a6* o,$ ) > asam asetat encer S /)*90*%P69

!<. Rut$na' R .inonim: asam @-metil-@-fenilbarbiturat R #erat molekul: %$H,%$ R Aumus molekul: C$$*$D)%68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: kristal, rasa agak pahit. -!: %%1VC

p*: basa. ,elarutan: tidak larut dalam air, larut dalam alcohol, eter dan alkali. Dapat membentuk garam )a yang larut. 'ntikon&ulsan dan sedatif.

.ifat antikon&ulsan nya akibat dari substitusi @-fenil. R Aeaksi: Parri />0 Aeaksi ,ristal:

S ,ompleks 2e S ,ompleks Cu S Cu amoniak S ;at dilarutkan > )*96* > diasamkan dengan *Cl /p0

!=. Ser)$"#) R .inonim: allysisopylacetluerum R #erat molekul: $H9,%8 R Aumus molekul: CO*$1)%6% R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: ,ristal, tak berasa. -!: $O9VC

,elarutan: larut dalam 8 liter air, larut dalam %$D ml air mendidih, dalam alcohol $:$D, dalam eter $:G@. .edatif.

R Aeaksi: Dapat menghilangkan warna ,+n69 (katan rangkap />0


!arutan zat dalam air > *%.69 /di <#0 W bau permen. ;at > 2eCl8 W coklat. Aeaksi #eilstein />0 .ublimasi: ring seperti air mancur.

!>. S$ner#' R .inonim: neocal, butetal, butobarbitalum. R #erat molekul: %$%,89 R Aumus molekul: C$D*$1)%68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: ,ristal rosa, keeping taplet, rasa agak pahit. -!: $%9-$%GVC

,elarutan: larut dalam etanol /$:@0, tak larut dalam petroleum eter, dalam air /$:%@D0, dalam kloroform /$:80.

R Aeaksi: Aeaksi Parri: ungu ;at > pereaksi zwikker W &iolet biru.

Aeaksi ,ristal:

o o o o o o

S .ublimasi S <agenaar S ,ompleks Cu S ,ompleks 2e S 'seton air S ,ompleks #i

!?. &er$na' R .inonim: asam dietilobarbiturat, barbital, barbiton. R #erat molekul: $H9,$O R Aumus molekul: CH*$%)%68 R Aumus bangun: R ,arakteristik: Pemerian: ,ristal jarum, rasa agak pahit -!: $HH-$O%VC

,elarutan: larut dalam air, air mendidih, alkohol amilalkohol, piridin, anilin, niirobenzen, dalam kloroform /$:G@0.

R Aeaksi: ;at > *%.69 /p0 > alfa naftol W ungu &iolet ;at > pereaksi zwikker W biru.

;at > a7uabrom W tidak membentuk endapan. Aeaksi ,ristal: S .ublimasi S ;wikker: membentuk kristal rosa S ,ompleks Cu S ,ompleks 2e S ,ompleks #i S )a6* > asam asetat S )a6* > /)*90*%P69

#entuk garamnya: "eronal )a. R .inonim: barbital )a, dienal natrium, medinal. R Pemerian: kristal putih. R ,elarutan: larut air /$:@0, dalam etanol /$:1D0, tidak larut dalam eter dan kloroform.

http:44sayacintafarmasi.wordpress.com4%D$$4D94D84barbital4 Diposkan oleh jubaidah ahmad di DG.9% ,irimkan (ni lewat :