Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN 1.

1
Latar Belakang

CT (Computed Tomography) scan adalah teknik pencitraan diagnostik di mana jaringan tubuh direkonstruksikan secara digital dari data pelemahan sinar-x yang diperoleh dari berbagai arah di bidang tertentu (Sawhney !""#). Sejak diperkenalkan pada tahun 1$#! ke dalam praktek diagnostik medis kita telah menyaksikan e%olusi yang cepat dari teknik CT-scan mulai dari scanner generasi pertama hingga scanner multislice yang ada sekarang (&riggi !""'). (eluasnya penggunaan CT-scan mengakibatkan modalitas ini menjadi sumber utama paparan radiasi pada masyarakat dari prosedur diagnostik medis sinar-x. Segi yang tak diinginkan adalah tetap tak berubahnya CT-scan dalam memberikan dosis tinggi pada tiap pemeriksaan. )rekuensi penggunaan CT-scan dalam praktek klinis pada masyarakat tiap tahun makin meningkat akibatnya penggunaan modalitas ini telah menjadi perhatian besar sehubungan dengan e*ek kesehatan yang tak diinginkan pada masyarakat seperti induksi kanker (+gaile !""'). ,erhatian mengenai radiasi pada CT-scan telah mendorong beberapa rekomendasi dan pengembangan teknologi untuk optimasi dosis radiasi. )aktor teknik CT-scan yang digunakan juga berdampak pada dosis radiasi. ,ilihan parameter yang tepat seperti arus tabung tegangan pitch berkas %olume scan dan waktu scan akan membantu untuk mengoptimalkan dosis radiasi pada pasien. -rus tabung adalah *aktor penentu yang penting dalam dosis radiasi dalam pemeriksaan berdasarkan sinar-x. Teknik arus tabung yang digunakan pada sistem CT-scan ada dua yaitu teknik arus tabung konstan dan teknik modulasi arus tabung otomatis. Teknik arus tabung konstan adalah teknik arus tabung yang dalam keseluruhan pemeriksaan nilai arus tetap konstan meskipun terjadi perbedaan pelemahan pada bagian badan pasien yang discan. Teknik modulasi arus tabung otomatis ( Automatic Tube Current Modulation.-TC() adalah metode yang menyesuaikan arus tabung secara otomatis dalam bidang x-y atau sepanjang sumbu z 1

berdasarkan pada karakteristik pelemahan perubahan anatomi pasien dan ukuran bagian badan yang discan (/alra dkk !""0).

1.!

Rumusan Masalah

1umusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perbandingan dosis e*ekti* antara teknik arus tabung konstan dan teknik modulasi arus tabung otomatis pada prosedur pemeriksaan CT-scan bagian kepala dan bagaimana analisis penggunaan teknik arus tabung konstan dan teknik modulasi arus tabung otomatis terhadap dosis e*ekti* CT-scan pada bagian kepala.

1.2

Batasan Masalah

,enelitian yang telah dilakukan dibatasi dengan beberapa hal yaitu data penelitian ini diambil dari dua mesin CT-scan yaitu General Electric (GE) Hi peed !"#i yang berada di 1umah Sakit Sai*ul -nwar (1SS-) (alang dan Siemens omatom pirit di 1umah Sakit Tentara Soepraoen (1STS) (alang tidak membahas proses rekonstruksi untuk memperoleh citra penampang obyek dari data proyeksi tidak membahas distribusi dosis pada kepala.

1.0

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dosis e*ekti* antara teknik arus tabung konstan dengan teknik modulasi arus tabung otomatis pada prosedur pemeriksaan bagian kepala dan menganalisis penggunaan teknik arus tabung konstan dan teknik modulasi arus tabung otomatis terhadap dosis e*ekti* CT-scan bagian kepala.

1.3

Manfaat Penelitian

(an*aat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan proteksi radiasi pada pasien yang menjalani pemeriksaan menggunakan CT-scan dengan memilih teknik arus tabung dengan dosis e*ekti* terendah untuk meminimalisasi paparan radiasi yang diterima.