Anda di halaman 1dari 3

PENENTUAN DOSIS TAWAS DALAM PENGOLAHAN AIR LEACHEATE (LINDI)

LAPORAN
Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Mata Kuliah Penyehatan Tanah dan Pengelolaan Sampah Padat-B

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2010

Senin, 24 Mei 2010 PRAKTIKUM IV


Judul Tujuan : PENENTUAN DOSIS TAWAS DALAM PENGOLAHAN AIR LEACHEATE : Untuk mengetahui serta memahami dalam menentukan dosis efektif pembubuhan tawas (Al2(SO4)3) yang dibubuhkan pada air leacheate/lindi dalam menurunkan kekeruhan Metode Prinsip : Jar Test : Pembubuhan berbagai dosis tawas (Al2(SO4)3) untuk mengurangi/menurunkan nilai kekeruhan yang terkandung pada air leacheate sehingga didapatkan dosis yang efektif

Alat

Bahan Air eacheate/lindi Aquadest H2SO4 pekat atau 4 N Tawas (Al2(SO4)3

Becker glass Corong Jar test Jerigen Labu ukur Neraca analitik Pipet volume Turbidimeter

Prosedur

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Pembuatan reagen tawas (Al2(SO4)3) (1 ml = 10 mg 1000ml /1 L = 10 g) 2.1. Timbang tawas (Al2(SO4)3) sebanyak 10 g lalu masukkan ke dalam labu ukur ukuran 1000 ml/1 L kemudian masukkan larutan H2SO4 pekat sebanyak 10-20 ml selanjutnya dilarutkan diaddkan dengan aquadest hingga mencapai tanda batas 3. Siapkan air leacheate/lindi yang telah disaring kemudian masukkan ke dalam jerigen ukuran 5 L 4. Siapkan 6 buah becker glass (5 buah untuk sampel dan 1 buah untuk kontrol) dan tempeli label yang disesuaikan dengan pemipetan larutan tawas (Al2(SO4)3) (label yang ditempeli yaitu 5 ml, 10ml, 15 ml, 20 ml, 25 ml) 5. Tuangkan air leacheate/lindi ke dalam masing-masing becker glass sebanyak 500 ml kemudian lakukan pengukuran kekeruhan awal dengan menggunakan turbidimeter 6. Jika nilai NTU <100 maka tawas (Al2(SO4)3) awal yang dipipet sebanyak <10 ml, sedangkan jika nilai NTU >100 maka tawas (Al2(SO4)3) awal yang dibubuhkan sebanyak 10-20 ml 7. Masukkan tawas (Al2(SO4)3) ke dalam masing-masing becker glass terkecuali kontrol tidak diberikan perlakuan apapun 8. Tempatkan masing-masing becker glas di bawah alat jar test kemudian nyalakan dengan ketentuan di bawah ini :

Jar test diputar dengan v = 100 rpm dalam t = 1 menit Jar test diputar dengan v = 60 rpm dalam t = 15-20 menit kemudian diamkan selama 30-60 menit 9. Amati becker glass yang mengalami penurunan kekeruhan yang signifikan kemudian ukur kekeruahannya dengan menggunakan alat turbidimeter 10. Setelah dilakukan pengukuran kekeruahan awal dan akhir, masukkan ke dalam rumus di bawah ini :

Perhitungan

Kekeruhan awal = 59,6 NTU Kekeruhan akhir larutan leacheate yang telah diberikan perlakuan = 24,0 NTU (10 ml tawas)

Kesimpulan

Setelah dilakukan berbagai perlakuan terhadap air leacheate dengan berbagai pemipetan larutan tawas atau (Al2(SO4)3) sebanyak 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml, dan 25 ml ternyata pada kelima becker glass yang berisikan air leacheate sebanyak 500 ml didapat larutan yang paling jernih yaitu larutan dengan label pemipetan 10 ml yang kemudian diukur nilai kekeruhannya didapat 24,0 NTU dengan perhitungan dosis efektif sDE) sebesar 50.ml.