Anda di halaman 1dari 10

K0NSEP DASAR DAN ASUHAN KEPERAWATAN LUKA BAKAR DERAJAT II

DISUSUN OLEH:
OVINA ALDISA RANI MULYASARI YUNITA ANGGUN SAPUTRI

Definisi

Luka bakar ialah perlukaan yang disebabkan karena kontak atau

terpapar

dengan

zat-zat

termal,

chemical, elektrik atau radiasi yang menyebabkan Luka bakar (Luckman and Sorensens, 1993, hal 1985).

Klasifikasi
Derajat I / luka bakar ketebalan partial superfisial (superfisial partial thickness burn) Epidermis mengalami kerusakan atau cedera, pada awalnya nyeri dan gatal akibat adanya stimulasi reseptor sensoris, kering, tampak merah, biasanya akan sembuh dengan spontan tanpa meninggalkan jaringan parut, sembuh 3-5 hari. Mengenai epidermis dan dermis, luka bakar ini akan terasa nyeri dan berwarna merah-pink, akan membentuk lepuh (bullae) serta edema, luka ini akan sembuh dalam 3-4 minggu.

Derajat II / Cedera ketebalan partial dalam (deep dermal partial thickness burn)

Derajat II / luka bakar ketebalan penuh (Full thickness burn)

Mengenai lapisan lemak, lapisan epidermis mengalami kerusakan. Luka berwarna coklat, putih, merah atau hitam, tidak menimbulkan rasa nyeri karena semua reseptor sensoris telah mengalami kerusakan total. Akan sembuh dalam 3-5 bulan.
Kerusakan melebihi subkutan dan mencapai otot dan tulang. Terjadi pengelupasan kulit, keadaan

Derajat IV

Anatomi Fisiologi

Kulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot dan mempunyai fungsi sebagai pelindung tubuh dan berbagai trauma ataupun masuknya bakteri, kulit juga mempunyai fungsi utama reseptor yaitu untuk mengindera suhu, perasaan nyeri, sentuhan ringan dan tekanan, pada bagian stratum korneum mempunyai kemampuan menyerap air sehingga dengan demikian mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subkutan.

Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil metabolisme makanan yang memproduksi energi, panas ini akan hilang melalui kulit, selain itu kulit yang terpapar sinar ultraviolet dapat mengubah substansi yang diperlukan untuk mensintesis vitamin D. kulit tersusun atas 3 lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan jaringan subkutan.

Lapisan epidermis

- Stratum korneum. - Sratum lusidum. - Stratum granulosum. - Stratum spinosum/stratum akantosum. - Stratum basal/germinatum.

Lapisan dermis - Bagian atas, pars papilaris (stratum papilaris) terbagi menjadi - Bagian bawah, pars retikularis (stratum retikularis). dua yaitu Dermis juga tersusun dari pembuluh darah serta limfe, serabut saraf, kelenjar keringat serta sebasea dan akar rambut. Jaringan subkutan atau hipodermis Kelenjar Pada Kulit Merupakan lapisan kulit yang terdalam. Lapisan ini terutamanya adalah jaringan adipose yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal seperti otot dan tulang. Kelenjar keringat ditemukan pada kulit pada sebagian besar permukaan tubuh. Kelenjar ekrin ditemukan pada semua daerah kulit. Kelenjar apokrin berukuran lebih besar dan kelenjar ini terdapat aksila, anus, skrotum dan labia mayora.

Etiologi

Listrik Thermal

: voltase aliran, listrik, petir, defibrilator. : api, air panas, kontak dengan objek panas, berjemur, sinar ultraviolet (luka bakar karena sinar panas matahari).

Chemical

: organo phospat, acid (asam), korosi, alkalis.

Inhalasi inhalasi zat merokok dan CO.

: saluran pernafasan yang terpapar dengan panas yang hebat, kimia yang merugikan,

Test Diagnostik
Darah lengkap AGD Foto rontgen dada Bronkoskopi

Elektrolit serum
CoHbg BUN

Scan paru
EKG Fotografi luka bakar

Therapi dan Pengelolaan Medik

Pemberian cairan Pemberian analgetik Pemberian antibiotik Perawatan luka dengan hidroterapi dan penggantian balutan

Bedrest Debridement Meningkatkan nutrisi.

Komplikasi

Gagal respirasi yang akut

Syok sirkulasi Gagal ginjal Sindrom kompartemen Ileus paralitik