Anda di halaman 1dari 4

PENALARAN

OLEH :

NAMA NPM KELAS M. KULIAH

: NATAL PANJAITAN : 15211107 : 3EA27 : BAHASA INDONESIA

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

METODE PENALARAN Ada dua jenis metode penalaran yaitu, penalaran deduktif dan induktif : 1. Metode Induktif Metode berpikir induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasi pengamatan empiric dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini panalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Contoh: Ani bersekolah dengan memakai seragam merah puti karena masih SD, Anton Bersekolah dengan memaki seragam merah putih karena dia masih SD.

Kesimpulan : Semua siswa yang masih SD memaki seragam merah putih saat bersekolah

2. Metode Deduktif Metode berpikir deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

PENALARAN INDUKTIF DAN INDUKTIF Penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar. contoh penalaran induktif adalah : Kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata Kesimpulan : setiap hewan punya mata

Penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk meningkatkan ketelitian premis yang diangkat. Untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik. Penalaran induktif ini mengangkat 1 kasus untuk ditarik dalam kesimpulan umumnya. contohnya

kurang banyak. dan meski penalaran induktif sudah kuat dengan contoh yang banyak, kesimpulan induktif yang dihasilkan pun masih bisa dipertanyakan keabsahannya. Sementara lebih jauh, penulis blog ingin tahu apakah kesimpulan tersebut berlaku jika diaplikasikan kepada pihak lain, dalam hal ini kepada ulil. Berbeda dengan penalaran Deduktif, penalaran deduktif adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. Jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan. contoh penalaran deduktif adalah : Contoh Semua hewan punya mata Anjing termasuk hewan Kesimpulan : anjing punya mata

KESALAHAN PENALARAN Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi. Salah nalar ada dua macam: 1. Salah nalar induktif, berupa (1)Kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas (2)Kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat (3)Kkesalahan analogi

2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan karena : (1)Kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi (2)Kesalahan karena adanya term keempat (3)Kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi (4)Kesalahan karena adanya 2 premis negatif

C. Konsep dan simbol dalam penalaran Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

D. Ciri- Ciri Penalaran : 1. dilakukan dengan sadar 2. didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui 3. Sistematis 4. terarah, bertujuan 5. menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru 6. sadar tujuan 7. premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh 8. pola pemikiran tertentu 9. sifat empiris rasional

Anda mungkin juga menyukai