Anda di halaman 1dari 21

A.

INTRODUKSI ALGINAT Pada Akhir abad yang lalu, seorang ahli kimia dari Skotlandia memperhatikan bahwa rumput laut tertentu yang berwarna coklat (algae) bisa menghasilkan suatu ekstrak lendir yang aneh. Ia menamakannya algin. Substansi alam ini kemudian diidentifikasikan sebagai suatu polimer linier dengan berbagai kelompok asam karboksil dan dinamakan asam alginik. Asam alginik serta kebanyakan garam anorganik tidak larut dalam air, tetapi garam yang diperoleh dengan natrium, kalium, dan amonium larut dalam air (Anusavice !, "##$, Pg. %&'(#$). etika bahan cetak agar men)adi langka karena Perang *unia II (!epang adalah sumber agar utama), penelitian untuk menemukan bahan pengganti yang cocok semakin dipercepat. +asilnya sudah tentu, hidrocoloid ireversibel, atau bahan cetak alginat. Penggunaan umum bahan hidrocoloid ireversibel ini )auh melampaui penggunaan bahan cetak lain yang ada. ,aktor utama penyebab keberhasilan bahan cetak )enis ini adalah manipulasi mudah, nyaman bagi pasien, dan relatif tidak mahal, karena tidak memerlukan banyak peralatan (Anusavice !, "##$, Pg. %&'(#$). Alginat (hidrocoloid ireversibel) adalah bahan cetak yang mengandung air, digunakan untuk mencetak detail minimal, seperti yang diperlukan untuk membuat model studi. Alginat merupakan polisakarida linier yang disusun oleh residu asam -' *'manuronat dan .'/'guluronat yang dihubungkan melalui ikatan (,$. Alginat menampilkan afinitas terhadap kation multivalen seperti 0a"1 dan mampu mengikat ion selektif dan kooperatif, sebuah proses yang mengarah ke pembentukan secara ionik (fisik) gel alginat yang terkait secara silang ( aban !, "##2, Pg.(#). Alginat berasal dari alga coklat yang merupakan tumbuhan laut. Alginat )uga merupakan turunan rumput laut, tetapi diedarkan dalam bentuk bubuk. Alginat ini didasarkan pada asam alginat, yang berasal dari tanaman laut. Struktur dari asam alginat cukup kompleks. 3eberapa molekul hidrogen pada gugus karboksil diganti dengan natrium, sehingga membentuk suatu garam larut dalam air, dengan berat molekul dari "####'"#####. 4aram asam alginat (diperoleh dari rumput laut) )ika dicampur dengan air dalam proporsinya yang tepat akan membentuk hidrocoloid
1

ireversibel, suatu gel yang dipergunakan dalam pencetakan gigi geligi. 0etakan alginat harus dibuang dalam waktu (56 &# menit, karena selama penyimpanan lebih lan)ut cetakan pasti menyusut karena penguapan air dari gel alginat. Asam alginat tidak larut dalam air, karenanya yang biasa digunakan dalam industri adalah natrium alginat (Anusavice !, "##$, Pg. %&'(#$). 3ahan cetak alginat digunakan secara rutin oleh praktisi gigi dan mewakili bahan cetak yang paling umum digunakan dalam kedokteran gigi. 3ahan cetak alginat banyak digunakan untuk membentuk model studi yang digunakan untuk merencanakan perawatan. Porositas dalam bahan cetak dapat mempengaruhi akurasi dari cetakan yang dihasilkan. 3eberapa studi melaporkan bahwa bahan cetak porositas telah dikurangi dengan menggunakan perangkat pencampuran mekanis (+amilton 7!, "#(#, Pg. $89). B. KOMPOSISI ALGINAT omponen aktif utama dari bahan cetak hidrocoloid ireversibel adalah salah satu alginat yang larut air, seperti natrium, kalium, atau alginat trietanolamin. Proporsi yang tepat dari masing'masing bahan kimia yang digunakan bervariasi sesuai dengan )enis bahan mentah yang digunakan dan bergantung pada pabrik. 3ila bahan pengisi ditambahkan dengan )umlah yang tepat, akan dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasan gel alginat, menghasilkan tekstur yang halus, dan men)amin permukaan gel padat, yang tidak bergelombang (Anusavice !, "##$, Pg. %&'(#$). 3ila alginat larut air dicampur dengan air, bahan tersebut membentuk sol. Sol sangat kental meskipun dalam konsentrasi yang rendah. Alginat dapat larut membentuk sol dengan cepat bila bubuk alginat dan air dicampur dengan kuat. 3erat molekul dari campuran alginat amat bervariasi, bergantung pada buatan pabrik. Semakin besar berat molekul, semakin kental sol yang ter)adi (Phillips, "##&, Pg (#&). omposisi bahan cetak alginat, fungsi, dan persentase berat dari masing' masing komponen ditun)ukkan pada tabel yang diberikan berikut ini : Material Jumlah (%) Tujua
2

Potasium Alginat alsium *ihidrat Potasium potasium borat Sodium fosfat

(9

;ntuk menguraikan di air dan bereaksi dengan ion kalsium ;ntuk bereaksi dengan potasium alginat untuk membentuk gel kalsium alginat yang tidak dapat larut ;ntuk menetralkan efek penghambatan hidrocoloid memberikan pada seting gipsum, berkualitas permukaan

Sulfat ($

sulfat, (# <inc

fluorida, silikat, atau "

tinggi untuk die ;ntuk lebih cenderung bereaksi dengan ion kalsium untuk menyediakan waktu ker)a sebelum gelation ;ntuk mengontrol konsistensi

Diatomaceus earth 52 atau bubuk silikat Organic glycols Wintergreen, peppermint, anise Pigmen *isinfektan (quaternary ammonium salts dan Small Sedikit Sedikit ('"

dari

alginat yang sudah dicampur dan fleksibilitas dari set impression ;ntuk mengurangi debu ketika bubuk ditangani ;ntuk membuat rasanya lebih enak ;ntuk memberikan warna ;ntuk membantu disinfeksi organisme yang dapat bertahan

chlorhexidine) =abel ".( omposisi 3ahan 7aterial 0etak dan ,ungsinya alsium sulfat apapun dapat digunakan sebagai reaktor. 3entuk dihidrat umumnya digunakan, tetapi untuk keadaan tertentu hemihidrat menghasilkan waktu penyimpanan bubuk yang lebih lama serta kestabilan gel yang lebih memuaskan. Fluoride, seperti kalium titanium fluorid ditambahkan sebagai bahan mempercepat pengerasan stone untuk mendapat permukaan model stone yang keras dan padat terhadap cetakan(Anusavice !, "##$, Pg. (#&).
C. MANIPULASI ALGINAT 3

!ara Me "am#ur a. Perbandingan bubuk alginat dengan air 3ubuk alginat dan air hendaknya diukur sesuai dengan yang dian)urkan pabrik. b. >aktu dan cara pengadukan Pengadukan dilakukan dengan cepat sambil menekan adonan alginat pada dinding bowl sampai halus dan homogen. Pengadukan )uga dilakukan dengan cara menekan

4ambar (. Hand-mixing Alginat spatula pada dinding bowl dengan cepat dan memutar perlahan bowl hingga adonan men)adi halus. ?amun pengadukan dengan mesin lebih bagus. (Phillips, (%%2, pg.("&6(&5) 3ila pengadukan tidak sempurna, kekuatan gel akan berkurang sampai 5#@. *emikian )uga bila pengadukan terlalu lama, gel akan rusak dan kekuatannya akan menurun. >aktu pengadukanyang umum adalah &# detik sampai ( menit tergantung kepada tipe alginat yang digunakan.(0ombe, (%92, Pg. "((6"($) >aktu pencampuran alginat dengan tipe pengerasan normal adalah selama satu menit sedangkan waktu pencampuran alginat dengan tipe pengerasan cepat adalah selama $5 detik.Setelah $5 detik, pengadukan dihentikan, alginat yang sudah berbentuk cream dan homogen dimasukkan ke dalam cetakan bentuk cincin hingga berlebih.

4ambar ". 0ampuran halus dan homogen dari adonan alginat

Adonan diratakan dengan spatula .>aktu pencampuran ini sangat penting untuk diperhatikan dalam pemanipulasian alginat karena dengan pengadukan yang tepat dapat menghilangkan butiran'butiran pada campuran cetakan alginat. (AB3rien, (%9% Pg. (9$'(92) 3ila syarat'syarat tersebut terpenuhi, maka hasil yang didapat adalah alginate dengan permukaan yang halus, seperti krim dan tidak menetes dari spatula ketika diangkat dari rubberbowl c. Suhu air ;ntuk menghindari waktu pengerasan yang terlalu cepat, sebaiknya digunakan air dengan suhu antara (9'"$B 0. Semakin tinggi suhu, semakin cepat setting ter)adi, begitupun sebaliknya. Rea$%i mulai #e "am#ura %am#ai setting Ceaksi khas sol'gel dapat digambarkan secara sederhana sebagai reaksi alginat larut air dengan kalsium sulfat dan pembentukan gel kalsium alginat yang tidak larut. alsium sulfat bereaksi dengan cepat untuk membentuk kalsium alginat tidak larut dari kalium atau natrium alginat dalam suatu larutan cair. Produksi kalsium alginat ini begitu cepat sehingga tidak menyediakan cukup waktu ker)a. !adi, suatu garam larut air, seperti trinatrium fosfat ditambahkan pada larutan untuk memperpan)ang waktu ker)a. Strateginya adalah kalsium sulfat akan lebih suka bereaksi dengan garam lain dibanding alginat larut air. !adi, reaksi antara kalsium sulfat antara alginat larut air dapat dicegah asalkan ada trinatrium fosfat yang bereaksi. 3ila se)umlah kalsium sulfat, kalium alginat, dan trinatrium fosfat dicampur dan sebagian atau seluruhnya dilarutkan dalam air dengan proporsi tepat, reaksi berikut ter)adi pertama kali: " ?a&PA$ 1 & 0aSA$ 0a&(PA$)" 1 & ?a"SA$

3ila pasokan trinatrium fosfat menipis, ion kalsium mulai bereaksi dengan kalium alginat untuk membuat kalsium alginat seperti berikut:
"

nAlg 1 n 0aSA$

"

SA$ 1 0anAlg
5

4aram yang ditambahkan dikenal sebagai bahan memperlambat ( retarder). Ada se)umlah garam larut air yang dapat digunakan, seperti natrium atau kalium fosfat, kalium oksalat, atau kalium karbonat, trinatrium fosfat, natrium tripolifosfat dan tetranatrium pirofosfat. *ua nama terakhir adalah yang paling sering digunakan dewasa ini. !umlah bahan memperlambat (natrium fosfat) harus disesuaikan dengan hati'hati untuk mendapat waktu gelasi yang tepat. Ceaksi yang ter)adi belakangan ini tidak memperbesar sifat elastic bahan gel kalsium alginat yang terbentuk sampai seluruh trisodium fosfat terpakai. *engan demikian pabrik dapat mengontrol waktu pengerasan dengan mengatur )umlah ketentuan produknya. Pe &aruh terha'a# setting rea$%i 'a e$%#a %i %erta "ara #e &u$ura Air dingin dapat memperlambat waktu pengerasan, sehingga air dingin )uga digunakan untuk memperlambat reaksi. *engan demikian campuran air dingin dengan bahan cetak alginat dapat mencegah ter)adinya pengerasan yang terlalu cepat. ;ntuk menghindari premature setting maka temperature air yang seharusnya disunakan sebagai pencampur alginat adalah "(,(D0 atau kurang. 7enurut 0raig C4 ((%9#) air hangat dapat memperpendek waktu pengerasan. arena menurutnya reaksi pengerasan merupakan

=etapi ia )uga tidak menyarankan penggunaan air dengan suhu lebih rendah dari (9D0 dan lebih tinggi dari "$D0. suatu reksi yang khas dimana la)u reaksi tersebut diperkirakan men)adi dua kali lipat lebih cepat setiap peningkatan suhu air sebesar (#D0 (0raig et al ,(%%" Pg. (2('(8"). 3ahwa perbedaan rasio >EP dan suhu air ternyata mempengaruhi waktu setting alginat. Semakin dingin airnya semakin lambat waktu settingnya, begitu pula )ikasemakin panas airnya semakin cepat setting-nya. Pada proses manipulasi (working time) )umlah adukan dalam ( menit tersebut )uga dapat mempengaruhi waktu setting. !adi tidak hanya pengaruh suhu ruangan, banyaknya bubuk alginat, dan suhu air sa)a yang men)adi faktor yang mempengaruhi waktu setting. Semakin banyak adukan dalam ( menitnya maka akan makin cepat proses setting. Pencampuran tersebut )uga mempengaruhi kualitas pada penggunaan alginat pada
6

proses pencetakan. ,aktor'faktor yang mempengaruhi setting time adalah sebagai berikut : (. Casio >EP =iap alginat mempunyai rasio >EP standar yang telah dia)ukan oleh pabriknya dan )uga mempunyai sendok ukur alginat dan gelas ukur airnya masing'masing sehingga mempermudah manipulasi. ?amun bila petun)uk pabrik tidak ditaati dengan baik, sifat manipulasi dari campuran alginat akan terpengaruh. 7isalnya, variasi perbandingan bubuk dan air sebesar (5@ sudah dapat mempengaruhi waktu pengerasan dan konsistensi secara nyata. !ika ingin memanipulasi sendiri sebetulnya tidak ada masalah, tetapi rasio >EP yang terlalu besar dapat memperlambat proses setting sehingga waktu pengadukan dan )umlah pengadukan harus diperhitungkan agar proses setting tidak ter)adi pada saat manipulasi (working time). =etapi )ika rasio >EP terlalu sedikit maka yang ter)adi sebaliknya. Apabila rasio >FP, maka akan memperlambat setting time Apabila rasio >GP, maka akan mempercepat setting time

". =emperatur air Semakin tinggi suhu air semakin cepat pula waktu setting, Semakin rendah suhu air semakin lambat waktu setting

&. ,aktor situasional yaitu cara pengadukan. Pengadukan bahan alginat yang tidak tepat dapat merusak kualitas hasil cetakan. 7engaduk alginat dan air menggunakan spatula dengan gerakan angka 9,membentuk putaran intermiten ((9#H) sambil menekan adonan alginate pada dinding bowl sampai halus dan homogen. Pengadukan )uga dilakukan dengan cara menekan spatula pada dinding bowl dengan cepat dan memutar perlahan mangkuk karet hingga adonan men)adi halus. +al ini akan menghasilkan adonan yang halus dan homogen. Semua bubuk harus tercampur, bila terdapat sisa bubuk, gel yang baik tidak akan terbentuk dan sifat bahan men)adi kurang sempurna.
7

$. >aktu pengadukan. >aktu pengadukan amatlah penting. ekuatan gel dapat berkurang sampai 5#@ bila pengadukan tidak sempurna. >aktu pengadukan $5 detik sampai ( menit umumnya sudah cukup, bergantung pada merek dan )enis alginat : Semakin besar intensitas pengadukan dalam satu menit, maka semakin cepat waktu setting'nya. Semakin sedikit intensitas pengadukan dalam satu menit,

makasemakin lambat waktu setting'nya 5. Sterilisasi peralatan Peralatan yang bersih adalah penting karena banyak masalah dan kegagalan yang disebabkan oleh alat pengaduk yang kotor atau terkontaminasi. ontaminasi selama pengadukan dapat membuat bahan mengeras terlalu cepat, kekentalannya tidak sempurna, atau rentan ter)adi robeknya cetakan ketika dikeluarkan dari mulut. Sebagai contoh, sepotong kecil gipsum yang tersisa pada mangkuk dari adukan plaster atau stone sebelumnya, dapat mengkontaminasi bahan cetak dan mempercepat pengerasan. Sebaiknya digunakan mangkuk terpisah untuk mengaduk alginat dan stone (!.anusavice I enneth."##$, pg. (#&) M('i)i$a%i Ma i#ula%i Al&i at *. Me &atur +a$tu Setting 'a +a$tu $erja (. 7enggunakan air dingin dalam pencampuran bubuk alginat dapat memperlambat waktu setting. ". 3ubuk alginat harus diaduk dengan kuat dan cepat agar udara yang terkandung dapat dipastikan sesedikit mungkin sehingga dapat memperlambat waktu setting. Setelah $5 detik, pengadukan dihentikan, alginat yang sudah berbentuk cream dan homogen dimasukkan ke dalam cetakan bentuk cincin hingga berlebih. Adonan diratakan dengan spatula. &. Semakin tinggi temperatur, semakin pendek waktu gelasi.
8

$. *itambahkan natrium atau kalium fosfat, kalium oksalat, atau kalium karbonat, trinatrium fosfat, natrium tripolifosfat dan tetra natrium pirofosfat untuk memperlambat waktu ker)a dalam pengadukan karena garam tersebut merupakan pelambat reaksi (retarder). 5. !umlah air dalam pengadukan bahan cetak gigi palsu harus disesuaikan karena dapat mempengaruhi waktu ker)a pengadukan pengadukan. 0ontoh :apabila digunakan (5 g Alginat, maka )umlah air adalah $# ml, waktu gelasi adalah sekitar & 6 $ menit pada temperatur ruang 2. =rinatrium fosfat ditambahkan pada larutan untuk memperpan)ang waktu ker)a (tidak cepat mengeras). ,. Me &atur -i%$(%ita% Al&i at Semakin tinggi suhu makaviskositas akan menurun. +al ini disebabkan karena alginat merupakan senyawa yang berbentuk polimer rantai pan)ang yang mudah sekali terdegradasi. !ika semakin tinggi suhu ekstraksi maka banyak rantai pan)ang alginat terdegradasi men)adi rantai pendek sehingga menyebabkan viskositas turun. .. Me &atur Re 'eme (Per%e Berat) Semakin tinggi suhu maka rendemen semakin tinggi. +al ini disebabkan karena semakin tinggi suhu ekstraksi, maka semakin banyak alginat yang dapat terlarut. D. SI/AT0SI/AT ALGINAT SI/AT R12OLOG3 Alginat cukup encer untuk sanggup mencatat detil halus dalam mulut. *ari awal sampai ketika proses pencampuran material (proses men)adi gel) tidak lagi lekat dan lengket bila disentuh. (Prof. J. Shama 3hat, "##2, Pg. (#$) SI/AT /ISIK

Sifat'sifat alginat antara lain :

waktu pencampuran (mixing time), waktu ker)a

(working time), waktu pengerasan (setting time), kekuatan elatisitas, deformasi tetap, kekuatan gel, fleksibilitas serta stabilitas dimensi. (. >aktu pencampuran >aktu pencampuran adalah waktu yang diperlukan untuk pengadukan bubuk alginatedengan air. Pada alginat, tipe pengerasan normal waktu pengadukan adalah ( menit dan untuk tipe pengerasan cepat adalah &#'$5 detik >aktu pencampuran ini penting karena pengadukan yang tidak sempurna dapatmengurangi kekuatan gel hingga 5#@. Pengadukan yang baik akan menghasilkan campuranyang halus, dengan konsistensi seperti krim serta tidak menetes dari spatula apabila spatula diangkat dari rubberbowl ". >aktu ker)a dan waktu pengerasan >aktu pengerasan alginat ditentukan oleh pabrik. *alam hal ini pabrik akan memberikan batas waktu pengerasan dan perlu untuk memilih sebuah produk dengan waktu pengerasan yang sesuai.3erdasarkan spesifikasi !merican Dental !ssociation "!D!# nomor (9 terdapat " tipe alginat : K =ipe I (pengerasan cepat) >aktu ker)a >aktu pengerasan : tidak kurang dari ( menit (5 detik : ( ' " menit

K =ipe II (pengerasan normal) >aktu ker)a >aktu pengerasan : tidak kurang dari " menit : " ' $,5 menit

>aktu setting tergantung pada komposisi (misal kandungan trisodium fosfat) dan pada suhu pencampuran. &. ekuatan Llastisitas dan deformasi tetap
10

3ahan'bahan ini diklasifikasikan elastis tetapi mereka tidak begitu sempurna. 7ereka mengalami deformasi tetap. 7enurut spesifikasi !D!, deformasi tetap alginatharus lebih kecil dari &@ apabila alginatmengalami kompresi (#@ selama &# detik. Llastisitas $ecovery M (##'& M %8@ K waktu bergantung bahan dan fungsi dari $. Presentase kompresi >aktu dibawah kompresi >aktu setelah penghapusan kompresi beban eparahan undercuts Presentase deformasi berkurang Impresi berada di bawah kompresi untuk waktu yang lebih singkat ketika waktu pemulihan yang lebih lama (+apus impresi dari mulut setelah 9 menit) ekuatan 4el 7enurut !D! spesifikasi nomor (9, kekuatan gel harus lebih dari #,&$& 7pa ( #,5'#,9 7Pa) K ,aktor yang mempengaruhi Penurunan wEp ratio dalam batas'batas tertentu, meningkatkan kekuatan gel =eknik dan lama pengadukan, apabila teknik pengadukan tidak akurat maka kekuatan gel akan berkurang hingga 5#@

K *eformasi tetap menurun )ika

5. ,leksibilitas 7enurut !D! nomor (9, fleksibilitas harus 5'"#@. +al ini diukur sebagai )umlah regangan diproduksi ketika sampel stres antara (##'(### gmEcm".
11

Sebagian besar alginat memiliki nilai ("'($ @ *ipengaruhi oleh perbandingan air dan bubuk

2. Stabilitas *imensional Seperti pada hidrocoloid lain, pada gel alginat perubahan dimensi yang ter)adi karena sineresis dan imbibisi, maka kita harus menuangkan cetakan segera dengan stone cast setelah mencatat impresi (lihat bahan dari hidrocoloid). (3hat Shama, "##2, Pg. (#2). SI/AT R12OLOG3 Alginat cukup encer untuk sanggup mencatat detil halus dalam mulut. *ari awal sampai ketika proses pencampuran material (proses men)adi gel) tidak lagi lekat dan lengket bila disentuh. (Prof. J. Shama 3hat, "##2, Pg. ""2' ""8) SI/AT M2KANIS Selama proses pengerasan bahan perlu diperhatikan agar cetakan )angan dibuka. Ceaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi sehingga bahan yang berkontak dengan )aringan mengeras lebih dahulu. Adanya tekanan yang diberikan pada gel misalnya oleh karena bergeraknya sendok cetak akan menimbulkan tegangan pada bahan yang akan menyebabkan perubahan pada alginat setelah dikeluarkan dari dalam mulut. 3esarnya toleransi yang dapat dilakukan oleh alginat ini dinamakan recovery de%ormation. 3ahan ini cukup elastis untuk dapat ditarik melewati undercut, walaupun demikian kadang'kadang bagian cetakan dapat patah bila melalui undercut yang dalam. *imensi cetakan alginat tidak stabil pada penyimpanan disebabkan oleh karena adanya syneresis. *apat kompatibel dengan model plaster dan stoneN beberapa alginat memberi permukaan yang berbubuk bila diisi dengan bahan model dental stone tertentu.3ubuk alginat tidak stabil disimpan pada ruangan yang lembab atau kondisi yang lebih hangat dari suhu kamar.

SI/AT BIOLOGIS
12

=idak beracun dan tidak mengiritasi ke )aringan mulut. >adah didinginkan setelah menggelinding, lalu wadahnya di)auhkan dari muka sewaktu dibuka untuk mengindari penghirupan debu atau menggunakan anti'debu alginat.

7emiliki rasa dan aroma yang baik. (Prof. J. Shama 3hat, "##2, Pg. (#$)

2. /UNGSI ALGINAT Alginat dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai makanan tradisional (sedidadi dan 3udihard)o, "###). *alam industri tekstil, alginat digunakan sebagai <at tambahan pewarna tekstil. Alginat dapat digunakan dalam pembuatan kapsul lunak dan dikonsumsi sebagai minuman untuk menurunkan kadar gula dalam darah (7c 0ormick, "##(). *alam dunia kedokteran, ada tiga bentuk utama dari alginat yang sangat bermanfaat, yaitu natrium alginat, potasium alginat dan kalsium alginat. ?atrium alginat adalah garam natrium dari asam alginat. Sementara kalium alginat adalah garam kalium dari asam alginat. ;mumnya kalsium alginat digunakan di rumah sakit karena memiliki daya serap yang kuat, menyerap banyak eksudat dengan cepat, menyediakan fasilitas kunci pada mikroorganisme untuk luka yang terinfeksi, bentuk gel yang menciptakan lingkungan yang lembab yang ideal untuk merangsang penyembuhan luka, tidak menempel pada luka, mengurangi rasa sakit, dan dapat dengan mudah terkelupas dari kulit (Solanki 4, "#((, Pg. (#'(") Pe &&u aa Al&i at 'alam Ke'($tera Gi&i 4aram asam alginat yang diperoleh dari rumput laut )ika dicampur dengan air dalam proporsi yang tepat akan membentuk hidrocoloid irreversibel, yakni suatu gel yang dipergunakan dalam pencetakan gigi'geligi (Oa< 7A, "##8, "#9'"(&)
13

Alginat merupakan bahan cetak yang penggunaanya paling luas dalam kedokteran gigi. +al ini dikarenakan kemudahan penggunaannya, harga yang relatif murah, proses pengerasan yang cepat, serta keakuratan yang memuaskan. Alginat dipakai menurut viskositasnya. Pada pembuatan geligitiruan lengkap, )enis kekentalan tinggi dian)urkan untuk pembuatan cetakan pendahuluan karena dera)at kecermatan model yang dihasilkan tidak dituntut setinggi seperti yang diperlukan bagi model ker)a yang akan digunakan untuk membuat geligi tiruan atau sewaktu membuat cetakan akhir yang bertu)uan untuk mencatat seakurat mungkin bentuk mukosa sekaligus sulkus secara fungsional. Selain itu alginat )uga dipakai untuk pencetakan pada pembuatan geligitiruan sebagian lepasan, alat ortodontik, dan model studi yang membantu dalam pembuatan rencana perawatan dan diskusi dengan pasien, termasuk perencanaan perawatan untuk perawatan restoratif dan ortodontik. Akan tetapi, alginat tidak cukup akurat untuk pembuatan mahkota dan )embatan (Solanki 4, "#((, Pg. (#'("). /. A1LI MODI/IKASI Pati ubi kayu merupakan suatu karbohidrat yaitu polisakarida yang terdiri dari Amilosa "5@ (. (,$* glukosa 37 $#.###'&$#.###) dan Amilopektin 85@: ((,2 * glukosa 37 ( )uta. 7enurut 0arley, perbandingan )umlah amilosa dan amilipektin mempengaruhi tingkat kekenyalan gel (Lrungan A0. (%%8: ((6(5). Pati ubi kayu bila dicampur dengan air akan ter)adi proses gelatinisasi yang dimulai pada suhu (# o dan mencapai maksimal pada suhu 59o'8#o0, dimana ikatan hidroksil berkurang dan membentuk massa gel. *alam penelitian digunakan campuran bahan cetak alginate dan pati ubi kayu dengan tu)uan sebagai berikut : (. 7engetahui pengaruh penambahan pati ubi kayu pada bahan cetak gigi alginat dalam hal kemampuannya membuat reproduksi gigi dan )aringan sekitarnya secara cermat dalam rangka pembuatan gig tiruan lepas. ". *i samping itu pada penelitian ini )uga digunakan bubuk alginat murni yang berasal dari algae coklat yang dicoba dikembangkan sebagai dasar bahan cetak gigi alginat.
14

Penambahan pati ubi kayu sampai batas $8,5@ pada bahan cetak alginat masih dapat dipergunakan sebagai bahan cetak, karena masih dapat menghasilkan reproduksi detail garis pada kedalaman 5#Pm maupun kedalaman 85Pm. Penambahan pati ubi kayu sampai dengan $8,5@ ke dalam bubuk alginat kemasan masih dapat menghasilkan reproduksi detail terhadap garis sedalam 5#Pm dan 85Pm dalam proses pencetakan. *engan demikian penggunaan pati ubi kayu sebagai langkah penghematan agar biaya pencetakan lebih ekonomis dalam rangka pembuatan gigi tiruan. Pada penelitian ini selain digunakan bahan cetak alginat kemasan, )uga dicoba penggunaan bubuk alginat murni yang berasal dari algae coklat dan ditambahkan pati ubi kayu. +asil yang didapat campuran bubuk alginat murni dengan penambahan pati ubi kayu bila dicampur dengan air, adonan cepat mengeras dan menggumpal sehingga sulit digunakan untuk mencetak. ;ntuk memperlambat proses pengerasan dalam penelitian ini digunakan bahan retarder yaitu
"

SA$.

Proses hidrasi pati ubi kayu ter)adi, maka proses pembentukan gel dari pati lambat dan akan sulit terbentuk kecuali pada kondisi suhu antara 55,9 o06 8#o0 atau bahan'bahan kimia tertentu seperti Potassium palmitat, trimethyl ammonium bromida atau sodium lauril sulfat. *engan demikian akan menghambat pembentukan gel dari alginat, mengakibatkan kekuatan dan reproduksi detailnya akan menurun. +asil yang diperoleh ter)adi penurunan )umlah pada setiap kelompok perlakuan, tetapi masih terdapat di dalam batas kriteria yang ditetapkan oleh A?SIEAS ?o. (9 dan ISA (52&E=ahun (%89 yaitu pada kedalaman 5#Pm dan 85Pm dan secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p F #,#5). Penambahan pati ubi kayu sampai batas $8,5@ pada bahan cetak alginat masih dapat dipergunakan sebagai bahan cetak, karena masih dapat menghasilkan reproduksi detail garis pada kedalaman 5#Pm maupun kedalaman 85Pm. G. 2NT2RPR2NU2R Alginat bersifat non'toksik, non'alergik, dan dapat terurai dalam tubuh
15

(blodegradable). Apabila terkena )aringan tubuh maka alginat terurai men)adi gula

sederhana dan dapat diabsorpsi. 3elakangan ini, alginat bentuk gel telah mendapat perhatian sebagai pembawa untuk pembuatan sediaan obat pelepasan terkontrol (controiled drug release). *alam penelitian ini, perhatian khusus tertu)u pada pemakaian alginat sebagai pembawa sediaan topikal, yaitu sebagai dasar salep. arena alginat bersifat hidrofilik dan dapat terurai dalam tubuh, maka sebagai dasar salep akan mempunyai beberapa keunggulan, yaitu : mempunyai kemampuan absorpsi yang kuat terhadap cairan (eksudat) dari luka, mudah dicuci dengan larutan garam, dan sisa'sisa dasar salep yang mengalami biodegradasi dalam luka tidak perlu dikeluarkan sehingga mencegah gangguan pembentukan )aringan baru. 7L=A*L PL?L/I=IA? (. Pembuatan salep kloramfenikol dengan dasar alginat ,ormula salep kloramfenikol dengan dasar alginat : loramfenikol " g 4liserin $5 g Akuades ad (## g ' 7etil paraben #,#" g ' alsium glukonat #,#5 g ' ?atrium alginat & g

alsium glukonat dan metil paraben dilarutkan dalam air panas, dan dibiarkan sampai dingin. 4liserin dicampur dengan natrium alginat, digerus sampai terbentuk pasta yang halus, kemudian larutan di atas ditambahkan ke dalam campuran ini, setelah itu digerus sampai homogen. *ibiarkan selama 9 )am untuk mendapatkan massa yang kental, lalu ditambah kloram'fenikol, kemudian digerus sampai homogen. Sebagai sampel u)i pelepasan kloramfenikol dari dasar alginat, digunakan dasar yang tanpa penambahan metil para'ben untuk menghindari gangguan dalam penentuan kadar kloramfenikol. ". Pembuatan salep kloramfenikol dengan dasar vaselin (dasar hidrokarbon) ,ormula salep kloramfenikol dengan dasar vaselin: 7 loramfenikol " g Jaselin putih ad (## g

loramfenikol dicampur dengan vaselin putih, dan digerus sampai homogen.

16

&. Pembuatan salep kloramfenikol dengan dasar salep hidrofilik ;SP (dasar serap) ,ormula salep kloramfenikol dengan dasar salep hidrofilik ;SP: loramfenikol " g Jaselin putih "5 g Stearil alkohol "5 g ' Propilen glikol (" g ' Akuades ad &8 g ' ?atrium lauril silfat ( g lalu

Stearil alkohol dan vaselin putih dilebur di atas penangas uap,

dipanaskan pada 85H0. *itambahkan bahan'bahan yang lain, yang sebelumnya telah dilarutkan dalam air pada 85H0N kemudian campuran ini digerus sampai kental. Setelah itu, ditambahkan kloramfenikol, dan digerus hingga homogen. $. Pembuatan salep kloramfenikol dengan dasar salep polietilen glikol (dasar larut dalam air) ,ormula salep dimodifikasi: loramfenikol " g Propilen glikol 5# g Polietilen glikol 2### $% g kloramfenikol dengan dasar polietilen glikol(bF yang

*alam cawan porselin ditimbang propilen glikol dan polietilen glikol 2###, lalu dipanaskan pada penangas uap pada 25H0, kemudian dibiarkan dingin sambil diaduk sampai membeku. Setelah itu, ditambahkan kloramfenikol, dan digerus sampai homogen. 5. ;)i pelepasan kloramfenikol dari salep ;)i pelepasan kloramfenikol dari salep dilakukan menurut metode yang diusulkan oleh Quber dengan beberapa perbaikanN dilakukan dengan menggunakan seperangkat alat disolusi yang terdiri dari sebuah gelas silinder berselubung air volume &## ml sebagai tempat medium, pipa kaca (pan)ang (8 cm, diameter ",$ cm), pengaduk magnet, termometer, dan termostat. 2. ;)i penyerapan air oleh dasar salep
17

;)i penyerapan air oleh dasar salep dilakukan dengan menggunakan kantong dialisis dari membran selulosa. 8. ;)i iritasi kulit ;)i iritasi kulit dasar alginat diker)akan menurut metode "( day 0umulative Studyterhadap sukarelawan. Sebanyak (## mg dasar alginat dioleskan pada lengan bawah dari tangan kiri dengan luas olesan & cm" (pan)ang & cm dan lebar ( cm) lalu olesan ditutup dengan plester. Pengolesan dilakukan tiga kali sehari. Selama percobaan, dasar salep yang telah dioleskan pada lengan di)aga supaya tidak bersentuban dengan benda' benda lain. Pengu)ian dilakukan terus'menerus selama "( hari, dan setiap hari skor dibaca dengan melihat apakah ada reaksi yang timbul pada lengan kiri. Sebagai blanko (tanpa pengolesan dasar alginat, hanya plester) adalah lengan bawah dari tangan kanan pada daerah yang sama seperti tangan kiri.

+ASI/ *A? PL73A+ASA? Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa dasar salep alginat dibuat dari kalsium glukonat, natrium alginat, metil paraben, gliserin, dan air. alsium glukonat berguna untuk pembentukan gel. Pada >aktu pencampuran bagian yang mengandung natrium alginat dengan bagian yang mengandung kalsium glukonat, ter)adi reaksi antara kalsium glukonat dengan natrium alginat dan terbentuk gel kalsium alginat. Penggelan ini adalah karena dimerisasi antar rantai poli'/' guluronat melalui pembentukan kelat. Pembentukan gel ini mengakibatkan konsistensi dasar salep men)adi lebih kental. 4liserin berguna untuk mencegah dasar salep tidak mengering dasar salep ini adalah 2,8.
18

selama penyimpanan,

dan metil paraben sebagai

pengawet. *asar alginat merupakan massa yang transparant, berbau spesifik dan p+

19

DA/TAR PUSTAKA (. Anusavice !. PhillipBs. 3uku a)ar ilmu bahan kedokteran gigi edisi ke'(#. Alih enneth !., &hillips' (cience o% Dental )aterials, Ldisi ((, >.3.

bahasa: 3udiman !A, Purwoko S. !akarta: L40N "##$. p. (#&. ". Anusavice, Saunders 0ompany : 7iddle Last and Africa. , "##& &. 0ombe L.0., *otes On Dental )aterial, +thed , Ldinburgh : 0hurchill /ivingstone, (%92 : "((6"($. $. 0ombe L.0., (ari Dental )aterial, alih 3ahasa : =arigan S., Ldisi (, !akarta : 3alai Pustaka, (%%" : ""$'""8. 5. 0raig, C4N AB3rien, >!N Powers, !7 : Dental )aterial &roperties and )anipulation, +th ed 7osby yearsbook Inc., St. /ouis, (%%"N (2('(8". 2. 0raig ,C4N AB3rien, >!N Powers, !7 : Dental )aterial &roperties and )anipulation, +thed.7osby yearsbook Inc., St. /ouis, (%%"N (2('(8" 8. 0raig, C4 N Peyton, ,A : $estorative Dental )aterial, ,th ed., Saint /ouis the 0. J 7osby 0ompany. (%9# N(8%'(92 9. ,erracane !/. )aterials -n Dentistry. America: /ippincott >illiams I >ilkinsN "##(. p. (8%. %. +amilton 7!, Jandewalle S, Coberts +>, +amilton 4!, /ien >. )icrotomographic &orosity Determination in !lginate )ixed with .arious )ethods . /ournal o% &rosthodontics 0serial online1 2343 p 56780internet1 !vailable %rom 9$:8 http:EEwww.ncbi.nlm.nih.govEpubmedE"#$52#&& (#. amus kedokteran gigi. Alih bahasa: Sumawinata ?. !akarta: L40N (%%& Alginate, h. %. ((. 7c0abe, !, dan >alls, Angus >4. !pplied Dental )aterials th ;ed.Jictoria : 3lackwell, Inc. (cience o% Dental )aterial < =linical !pplications, "##9N pg.(#2 (". 7c 0ormick L, Ali. "##(. !lginate-:i%ecasters'>old !rt =asting /ournal-September. "##(. http:EEwww.artmolds.comEaliEpdfEAliginateRlifecasterRgold(.pdf. S(8 !anuari "##5T (&. ?ovianthy, 7.L. Pengaruh Suhu Air =erhadap (etting ?ime Alginat. =hesis. ;niversitas +asanuddin 7akassar. ("#(") ($. ?oort Cichard. -ntroduction to dental materials. /ondon: 7osbyN "##". p. (99.
20

(5. AB3rien, >! : Dental )aterial &roperties and (election 4sted. Uuintessence Publishing 0o., Illinois, (%9% N(9$'(92. (2. Phillips, C.>., (kinner's (cience o% Dental )aterials, 43th ed , Philadelphia : >.3. Saunders, (%%2 : ("&6(&5 (8. Powers !7, >ataha !0. Dental )aterials &roperties and )anipulation America: 7osby LlsevierN "##9.p N (8"'(8& (9. Powers, !ohn 7. I Sakaguchi, Conald /, =raig's$estorative Dental )aterials, Ldisi (", Llsevier Inc : India, "##% (%. Powers !7, Sakaguchi C/. $estorative dental materials. India: LlsevierN "##2. p. &. "#. Sediadi A, 3udihard)o ;. Cumput /aut omoditi ;nggulan. 4rasindo. !akarta, "###. "(. Solanki 4, Solanki C. !lginate dressings @ an overview -nternational /ournal o% )edical $esearch 0serial online1 2344 p 43-4280internet1 !vailable %rom 9$:8 "". http:EEss)ournals.comEindeV.phpEi)mrEarticleEviewEsolanki@"#etal@"##"

21