Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Pembahasan Sasaran Tempat A. TUJUAN 1.

Tujuan umum Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang anagement Nyeri dengan baik . !. Tujuan khusus Setelah menerima pendidikan kesehatan tentang anagement Nyeri anagement Nyeri : Nyeri : Pasien dan Keluarga Pasien : Kelas 1 lama No.

diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat mengerti tentang

selama "# menit diharapkan pasien dan keluarga pasien dapat: a. b. %. d. e. $. '. P(K(K enjelaskan tentang pengertian anagement Nyeri

enjelaskan tentang $isiologis nyeri enjelaskan tentang tipe&tipe nyeri enjelaskan tentang respon nyeri enjelaskan tetang $aktor yang mempengaruhi respon nyeri enjelaskan tentang penanganan nyeri. AT)*+

a. Pengertian Nyeri b. ,isiologis nyeri %. Tipe - tipe nyeri d. *espon nyeri e. ,aktor yang mempengaruhi respon nyeri $. Penanganan nyeri

..

)T(/) Penyuluhan kesehatan diberikan dengan %ara %eramah dan tanya ja0ab.

/. ST*AT)1+ P)2AKSANAAN 3"# 5aktu dan tempat Pembukaan 36 menit4 14 !4 "4

enit4 Kegiatan audien%e enja0ab salam endengarkan dan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan endengarkan dan memperhatikan kesempatan engajukan pertanyaan

Kegiatan penyuluhan emberikan salam emperkenalkan diri enjelaskan tujuan maksud

Penyajian materi 3!# menit4

14

enjelaskan pengertian managemen nyeri

!4 menjelaskan tentang $isiologis nyeri "4 menjelaskan tentang tipe&tipe nyeri 74 menjelaskan tentang respon nyeri 64 menjelaskan tentang $aktor yang mempengaruhi respon nyeri 84 menjelaskan tentang penanganan nyeri Penutup 36 menit4 !4 14 emberikan untuk bertanya enyimpulkan materi

kepada klien dan keluarga

enyimpulkan materi

bersama klien dan keluarga "4 74 elaksanakan e9aluasi engu%apkan salam enja0ab Pertanyaan enja0ab Salam

).

)/+A /alam melaksanakan kegiatan penyuluhan langsung dengan media : & Po0erpoint kesehatan disajikan se%ara

,. ):A2UAS+ )9aluasi lisan dengan mengajukan beberapa pertanyaan; 14 Jelaskan pengertian Nyeri;;< !4 Jelaskan tentang $isiologis nyeri;;< "4 Jelaskan tipe&tipe nyeri;;< 74 Jelaskan tentang respon nyeri;;< 64 Jelaskan tetang $aktor yang mempengaruhi respon nyeri;;< 84 Jelaskan tentang penanganan nyeri;;<

K(NS)P T)(*+ A. P)N1)*T+AN Pada tahun 1===; the :eteran>s ?ealth Administration mengeluarkan kebijakan untuk memasukan nyeri sebagai tanda 9ital ke lima; jadi pera0at tidak hanya mengkaji suhu tubuh; nadi; tekanan darah dan respirasi tetapi juga harus mengkaji tentang nyeri. %.a$$ery 31=@=4 mengatakan nyeri sebagai penjelasan pribadi tentang nyeri ketika dia mengatakan tentang nyeri A apapun yang dikatakan tentang nyeri dan ada dimanapun ketika dia mengatakan hal itu ada A. enurut +ASP 1=@= 3+nternational Asso%iation $or the Study o$ Pain4 nyeri adalah A suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan; yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan jaringan A; dari de$inisi tersebut diatas dapat disimpulkan bah0a nyeri bersi$at subyekti$ dimana indi9idu mempelajari apa itu nyeri; melalui pengalaman yang langsung berhubungan dengan luka 3injuri4; yang dimulai dari a0al masa kehidupannya. '. ,+S+(2(1+ NB)*+ *eseptor nyeri adalah organ tubuh yang ber$ungsi untuk menerima rangsang nyeri. (rgan tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah ujung syara$ bebas dalam kulit yang berespon hanya terhadap stimulus kuat yang se%ara potensial merusak. *eseptor nyeri disebut juga nosire%eptor; se%ara anatomis reseptor nyeri 3nosire%eptor4 ada yang bermielien dan ada juga yang tidak bermielin dari syara$ peri$er. 'erdasarkan letaknya; nosireseptor dapat dikelompokkan dalam beberapa bagaian tubuh yaitu pada kulit 3Kutaneus4; somatik dalam 3deep somati%4; dan pada daerah 9iseral; karena letaknya yang berbeda&beda inilah; nyeri yang timbul juga memiliki sensasi yang berbeda. Nosire%eptor kutaneus berasal dari kulit dan sub kutan; nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan dide$inisikan. *eseptor jaringan kulit 3kutaneus4 terbagi dalam dua komponen yaitu :

a. *eseptor A delta erupakan serabut komponen %epat 3ke%epatan tranmisi 8&"# mCdet4 yang memungkinkan timbulnya nyeri tajam yang akan %epat hilang apabila penyebab nyeri dihilangkan b. Serabut . erupakan serabut komponen lambat 3ke%epatan tranmisi #;6 mCdet4 yang terdapat pada daerah yang lebih dalam; nyeri biasanya bersi$at tumpul dan sulit dilokalisasi Struktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada tulang; pembuluh darah; syara$; otot; dan jaringan penyangga lainnya. Karena struktur reseptornya komplek; nyeri yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi. *eseptor nyeri jenis ketiga adalah reseptor 9iseral; reseptor ini meliputi organ&organ 9iseral seperti jantung; hati; usus; ginjal dan sebagainya. Nyeri yang timbul pada reseptor ini biasanya tidak sensiti$ terhadap pemotongan organ; tetapi sangat sensiti$ terhadap penekanan; iskemia dan in$lamasi. .. T+P) NB)*+ Pada tahun 1=D8; the National +nstitutes o$ ?ealth .onsensus .on$eren%e on Pain mengkategorisasikan nyeri menjadi tiga tipe yaitu: 14 Nyeri akut merupakan hasil dari injuri akut; penyakit atau pembedahan; !4 Nyeri kronik non keganasan dihubungkan dengan kerusakan jaringan yang dalam masa penyembuhan atau tidak progresi$ ;dan "4 Nyeri kronik keganasan adalah nyeri yang dihubungkan dengan kanker atau proses penyakit lain yang progresi$. /. *)SP(N NB)*+ *espon terhadap nyeri meliputi respon $isiologis dan respon perilaku. Nyeri akut repon $isiologisnya adalah adanya peningkatan tekanan darah 3a0al4; peningkatan denyut nadi; peningkatan pernapasan; dilatasi pupil; dan keringat dingin; respon perilakunya adalah gelisah; ketidakmampuan berkonsentrasi; ketakutan dan disstress.

Nyeri kronis respon $isiologisnya adalah tekanan darah normal; denyut nadi normal; respirasi normal; pupil normal; kulit kering; dan respon perilakunya berupa imobilisasi atau ketidak akti$an $isik; menarik diri; dan putus asa; karena tidak ditemukan gejala dan tanda yang men%olok dari nyeri kronis ini maka tugas tim kesehatan; pera0at khususnya menjadi tidak mudah untuk dapat mengidenti$ikasinya.. ). ,AKT(* BAN1 14 Usia Anak belum bisa mengungkapkan nyeri; sehingga pera0at harus mengkaji respon nyeri pada anak. Pada orang de0asa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan $ungsi. Pada lansia %enderung memendam nyeri yang dialami; karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan. !4 Jenis kelamin 1ill 31==#4 mengungkapkan laki&laki dan 0nita tidak berbeda se%ara signi$ikan dalam merespon nyeri; justru lebih dipengaruhi $aktor budaya 3eE: tidak pantas kalo laki&laki mengeluh nyeri; 0anita boleh mengeluh nyeri4. "4 Kultur (rang belajar dari budayanya; bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut keper%ayaan bah0a nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan; jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri. 74 akna nyeri 'erhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. 64 Perhatian Tingkat seorang klien mem$okuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. enurut 1ill 31==#4; perhatian yang ) P)N1A*U?+ *)SP(N NB)*+

meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat; sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. Tehnik relaksasi; guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. 84 Ansietas .emas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang %emas. @4 Pengalaman masa lalu Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau; dan saat ini nyeri yang sama timbul; maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. D4 Pola koping Pola koping adapti$ akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladapti9e akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. =4 Support keluarga dan sosial +ndi9idu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan. ,. +NT)NS+TAS NB)*+ +ntensitas nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh indi9idu; pengukuran intensitas nyeri sangat subjekti$ dan indi9idual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda oleh dua orang yang berbeda. Pengukuran nyeri dengan pendekatan objekti$ yang paling mungkin adalah menggunakan respon $isiologik tubuh terhadap nyeri itu sendiri. Namun; pengukuran dengan tehnik ini juga tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri 3Tamsuri; !##@4.

1. P)NAN1ANAN NB)*+ 14 anajemen nyeri non $armakologik. Pendekatan non $armakologik biasanya menggunakan terapi perilaku 3hipnotis; bio$eedba%k4; pelemas ototCrelaksasi;akupuntur; terapi kogniti$ 3distraksi4; restrukturisasi kognisi; imajinasi dan terapi $isik. Nyeri bukan hanya unik karena sangat berbeda satu dengan yang lainnya mengingat si$atnya yang indi9idual; termasuk dalam penanganannya pun kita seringkali menemukan keunikan tersebut; baik itu yang memang dapat kita terima dengan kajian logika maupun yang sama sekali tidak bisa kita nalar 0alaupun kita telah berusaha memaksakan untuk menalarkannya. !4 anajemen nyeri dengan pendekatan $armakologik Ada tiga kelompok utama obat yang digunakan untuk menangani rasa nyeri: a. Analgetika golongan non narkotika b. Analgetika golongan narkotika %. Adju9an "4 Prosedur in9asi$ Prosedur in9asi$ yang biasanya dilakukan adalah dengan memasukan opioid ke dalam ruang epidural atau subarakhnoid melalui intraspinal; %ara ini dapat memberikan e$ek analgesik yang kuat tetapi dosisnya lebih sedikit. Prosedur in9asi$ yang lain adalah blok sara$; stimulasi spinal; pembedahan 3rhiFotomy;%ordotomy4 teknik stimulasi; stimulasi %olumna dorsalis.

/A,TA* PUSTAKA Priharjo; * 31=="4. Pera0atan Nyeri; pemenuhan akti9itas istirahat. Jakarta : )1. hal : D@. Shone; N. 31==64. 'erhasil engatasi Nyeri. Jakarta : Ar%an. ?lm : @8&D#

*amali. A. 3!###4. Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan +stilah. Jakarta : /jambatan. Syai$uddin. 31==@4. Anatomi $isiologi untuk sis0a pera0at.edisi&!. Jakarta : )1.. ?lm : 1!"&1"8. Tamsuri; A. 3!##@4. Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta : )1.. ?lm 1&8" Potter. 3!##64. ,undamental Kepera0atan Konsep; Proses dan Praktik. Jakarta: )1.. ?lm 16#!&16"".