Anda di halaman 1dari 15

Pap Smear

NORMAL

KLR

DISPLASIA

PAP SMEAR
SEBAGAI METODE SKRINING SITOLOGI TUJUAN UTAMA : LESI PRAKANKER EKSFOLIATIF EKSO ENDOSERVIKS SENSITIVITAS 47 66 % 90 % TIAP TAHUN SPESIVISITAS 63 98 %

INDIKASI
MENIKAH / COITUS S.D. 65 TAHUN BILA :

2 HASIL TERAKHIR (-) RIWAYAT ABNORMAL (-) RATA-RATA 52 TAHUN RENTANG 17 92 TAHUN

PENDAPAT LAIN : TETAP LANJUT


SYARAT PEMERIKSAAN
PENDERITA / PASIEN DI LUAR HAID TANPA ANTISEPTIK INTERVAL PASCA SANGGAMA KECURIGAAN SETIAP SAAT PASCA TINDAKAN / OPERASI 6 Mgg PENGOBATAN LOKAL DIHENTIKAN

SYARAT PEMERIKSAAN
KLINISI STATUS / FORMULIR ALAT MEMENUHI SYARAT PAP SMEAR LANGKAH PERTAMA PELICIN SPEKULUM (-) PORSIO & SERVIKS TERLIHAT ASAL EKSO & ENDOSERVIKS AHLI PA EVALUASI & PELAPORAN

Cara Pengambilan Pap Smear

1. 2. 3. 4. 5.

Formulir konsul sitologi Spatula Ayre Objek glass Spekulum cocor bebek Tabung fiksasi alkohol 95 %

PROSEDUR PEMERIKSAAN
PENGAMBILAN LESI PRAKANKER o > EKSOSERVIKS (SPATULA 360 ) o > ENDOSERVIKS (CYTOBRUSH 180 ) FIKSASI & PENGIRIMAN
FIKSASI BASAH (ALKOHOL 95%) 30 FIKSASI KERING (HAIR SPRAY) 5-10 KIRIM PEMULASAN & INTERPRETASI

SISTIM PELAPORAN HASIL PAP SMEAR & PADANANNYA


PENTING : TERMINOLOGI DIMENGERTI DALAM PERKEMBANGAN :
KLASIFIKASI PAPANICOLAU (KELAS I V) DISPLASIA KARSINOMA IN SITU CIN / NEOPLASIA INTRAEPITEL SERVIKS BRITISH SOCIETY FOR CLINICAL CYTOLOGY THE BETHESDA SYSTEM PERLU PADANAN

Padanan dari klasifikasi


Class I Class II Class III Mild Mod Class IV Sev Class V

Normal

Inflam

Dysplasia CIN I CIN II

Cancer
CIS CIN III Cancer

Normal

Atypia

Koilocytosis

WNL

Benign Cellular Changes

AS CUS

LGSIL

HGSIL

HGSIL

Carcinoma

NEGATIF

AS CUS

LGSIL

HGSIL

HGSIL

Carcinoma

ALUR PENANGANAN HASIL PAP SMEAR