Anda di halaman 1dari 3

Intervensi N o 1 Diagnosa Tujuan & KH

1.

Intervensi /erikan H0 pada pasien tentang penyakitnya 1tur posisi semi fo!ler
1.

Rasional Informasi yang adekuat dapat memba!a pasien lebih kooperatif dalam memberikan terapi $. 4alan nafas yang longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat berjalan dengan lan5ar. ". 6ianosis merupakan salah satu tanda manifestasi ketidakadekuatan suply 2$ pada jaringan tubuh perifer . %. emberian oksigen se5ara ade7uat dapat mensuplai dan memberikan 5adangan oksigen& sehingga men5egah terjadinya hipoksia. 3. Dyspneu& sianosis merupakan tanda terjadinya gangguan nafas disertai dengan kerja jantung yang menurun timbul takikardia dan 5apilary refill time yang memanjang,lama. ). Ketidakmampuan tubuh dalam proses respirasi diperlukan intervensi yang kritis dengan menggunakan

Ketidakefektifan pola ola nafas kembali nafas berhubungan efektif setelah dilakukan dengan keadaan tubuh tindakan kepera!atan yang lemah selama " # $% jam& dengan kriteria hasil' - Tidak terjadi hipoksia atau hipoksemia - Tidak sesak - RR normal (1)*$+ # , menit- Tidak terdapat kontraksi otot bantu nafas - Tidak terdapat sianosis

$.

".

2bservasi tanda dan gejala sianosis /erikan terapi oksigenasi

%.

3.

2bservasi tanda*tanda

vital

).

2bservasi timbulnya gagal nafas.

8.

Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan pengobatan

alat bantu pernafasan (mekani5al ventilation-. 8. engobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam proses terapi kepera!atan
1.

9angguan pertukaran 9as berhubungan dengan distensi kapiler pulmonar

:ungsi pertukaran gas dapat maksimal setelah dilakukan tindakan kepera!atan selama " # $% jam dengan kriteria hasil' - Tidak terjadi sianosis - Tidak sesak - RR normal (1)*$+ # , menit- /91 normal' partial pressure of o;ygen ( a2$-' 83* 1++ mm Hg partial pressure of 5arbon dio;ide ( a<2$-' "3*%3 mm Hg o;ygen 5ontent (2$<T-' 13*$"= o;ygen saturation (6a2$-' >%*1++= bi5arbonate (H<2"-' $$*$) m07,liter pH' 8."3*8.%3

1. /erikan H0 pada pasien tentang penyakitnya $.

". %.

3.

).

Informasi yang adekuat dapat memba!a pasien lebih kooperatif dalam memberikan terapi 1tur posisi pasien semi $. 4alan nafas yang longgar fo!ler dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat berjalan dengan lan5er /antu pasien untuk ". osisi yang berbeda melakukan reposisi menurunkan resiko perlukaan se5ara sering akibat imobilisasi /erikan terapi oksigenasi %. emberian oksigen se5ara ade7uat dapat mensuplai dan memberikan 5adangan oksigen& sehingga men5egah terjadinya hipoksia 2bservasi tanda ? tanda 3. Dyspneu& sianosis vital merupakan tanda terjadinya gangguan nafas disertai dengan kerja jantung yang menurun timbul takikardia dan 5apilary refill time yang Kolaborasi dengan tim memanjang,lama. medis dalam memberikan ). engobatan yang pengobatan diberikan berdasar indikasi

"

Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan area invasi mikroorganisme sekunder terhadap pemasangan selang endotrakeal

Infeksi tidak terjadi setelah dilakukan tindakan kepera!atan selama " # $% jam& dengan kriteria hasil' - asien mampu mengurangi kontak dengan area pemasangan selang endotrakeal - 6uhu normal (")&3o<-

1.

/erikan H0 pada pasien tentang kondisi yang dialaminya 2bservasi tanda*tanda vital.

$.

".

2bservasi daerah pemasangan selang endotrakheal @akukan tehnik pera!atan se5ara aseptik Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan pengobatan

%.

3.

sangat membantu dalam proses terapi kepera!atan 1. Informasi yang adekuat dapat memba!a pasien lebih kooperatif dalam memberikan terapi $. Aeningkatnya suhu tubuh dpat dijadikan sebagai indi5ator terjadinya infeksi ". Kebersihan area pemasangan selang menjadi fa5tor resiko masuknya mikroorganisme %. Aeminimalkan organisme yang kontak dengan pasien dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi 3. engobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam proses terapi kepera!atan