Anda di halaman 1dari 16

HEPATITIS B

Tugas dari dr. Suyanto Sidik, Sp.Pd, KGEH, FINASIM


Disusun ole Ayu !a"i M.
PENDAHULUAN
Hepatitis #irus akut "erupakan in$eksi siste"ik yang do"inan "enyerang ati dan "erupakan urutan
perta"a dari %er%agai penyakit ati di seluru dunia.
Tingkat pre#alensi epatitis & di Indonesia sangat %er#ariasi %erkisar dari ',() di &an*ar"asin sa"pai
'(,+,) di Kupang, seingga ter"asuk negara ende"isitas sedang sa"pai tinggi. Di negara-negara asia
diperkirakan %a.a penye%aran perinatal dari i%u pengidap epatitis "erupakan *a.a%an atas pre#alensi in$eksi
H&/ yang tinggi. Ha"pir se"ua %ayi yang dilairkan dari i%u dengan H%eAg positi$ akan terkena in$eksi pada
%ulan kedua dan ketiga keidupannya. Adanya H%eAg pada i%u sangat %erperan penting untuk penularan.
0alaupun i%u "engandung H%sAg positi$ na"un H%eAg negati$, "aka daya tularnya renda.
,
Pre#alensi anti H1/ pada donor dara di %e%erapa te"pat di Indonesia "enun*ukkan angka di antara
2.(-3,34). Sedangkan pre#alensi anti H1/ pada epatitis #irus akut "enun*ukkan %a.a epatitis 1 5,(,(-
6+,6)7 "ene"pati urutan kedua setela epatitis A akut 538,9-+9,3)7 sedang urutan ketiga epatitis & 5+,6-
'(,8)7.
,
1
HEPATITIS B
DEFINISI
Penyakit in$eksi akut pada yang "enye%a%kan peradangan ati yang dise%a%kan ole /irus Hepatitis
&.
,,',3,6,(
In$eksi H&/ "e"punyai ' $ase akut dan kronis :
,
Akut, in$eksi "un;ul segera setela terpapar #irus itu.%e%erapa kasus %eru%a "en*adi epatitis $ul"inan.
Kronik, %ila in$eksi "en*adi le%i la"a dari + %ulan
EPIDEMIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO
Hepatitis & "erupakan penyakit ende"is di seluru dunia, tetapi distri%usi ;arier #irus epatitis &
sangat %er#ariasi dari satu negara ke negara lainnya. Di area dengan pre#alensi tinggi seperti Asia Tenggara,
1ina, dan A$rika, le%i dari setenga populasi perna terin$eksi ole #irus epatitis & pada satu saat dala"
keidupan "ereka, dan le%i dari 9) populasi "erupakan pengidap kronik #irus ini. Keadaan ini "erupakan
aki%at in$eksi /H& yang ter*adi pada usia dini.
,,',6,(
In$eksi /H& yang ter*adi pada "asa %ayi dan anak u"u"nya tidak "e"%erikan ge*ala klinis
5asi"to"atik7, seingga sering kali tidak diketaui. Dengan de"ikian dapat di"engerti %ila angka laporan
"engenai *u"la pengidap *au di %a.a angka yang se%enarnya.
,,',3,6,(
Pada %ayi dan anak terdapat "asala epatitis & yang serius karena risiko untuk ter*adinya in$eksi
epatitis & kronis %er%anding ter%alik dengan usia saat ter*adinya in$eksi. Data-data "enun*ukkan %a.a %ayi
yang terin$eksi /H& se%elu" usia , taun "e"punyai resiko kronisitas sa"pai 82), sedangkan %ila in$eksi
/H& ter*adi pada usia antara '- ( taun risikonya "enurun "en*adi (2), %akan %ila ter*adi in$eksi pada anak
%erusia di atas ( taun anya %erisiko (-,2) untuk ter*adinya kronisitas.
,,',(,
Pre#alens H&sAg di %er%agai daera di Indonesia %erkisar antara 3-'2), dengan $rekuensi ter%anyak
antara (-,2). Pada u"u"nya di luar <a.a angka ini le%i tinggi. Di <akarta pre#alens H&sAg pada suatu
populasi u"u" adala 6,,). Angka-angka ini sangat tinggi seingga diperlukan suatu ;ara untuk
"enurunkannya. Pengo%atan untuk "engilangkan #irus epatitis & sa"pai saat ini %elu" "e"uaskan dan
anya dapat diperti"%angkan pada pasien dengan ;riteria yang sangat selekti$ serta "enelan %iaya yang ;ukup
tinggi. 1ara lain yang dapat digunakan adala dengan i"unisasi epatitis & se;ara uni#ersal. &erdasarkan data
di atas, "enurut klasi$ikasi 0H=, Indonesia tergolong dala" Negara dengan pre#alens in$eksi /H& sedang
sa"pai tinggi, seingga strategi yang dian*urkan adala dengan pe"%erian #aksin pada %ayi sedini "ungkin.
,,',3.6
Tingginya angka pre#alens epatitis & di Indonesia terkait dengan ter*adinya in$eksi H&/ pada "asa
dini keidupan. Se%agian %esar pengidap /H& ini diduga "endapatka in$eksi H&/ "elalui trans"isi #erti;al,
sedangkan se%agian lainnya "endapatkan "elalui trans"isi ori>ontal karena kontak erat pada usia dini.
Tingginya angka trans"isi #erti;al dapat diperkirakan dari tingginya angka pengidap /H& pada i%u a"il pada
%e%erapa ru"a sakit di Indonesia. =le se%a% itu perlu dilakukan usaa untuk "e"utuskan rantai penularan
sedini "ungkin, dengan ;ara #aksinasi %akan %ila "e"ungkinkan di%erikan *uga i"unisasi pasi$ 5H&Ig7.
,,',6,
Masa inku%asi ,(-,92 ari 5rata-rata +2-82 ari7
2
/ire"ia %erlangsung sela"a %e%erapa "inggu sa"pai %ulan setela in$eksi akut
Se%anyak ,-() de.asa, 82) neonatus dan (2) %ayi akan %erke"%ang "en*adi epatitis kronik dan #ire"ia
yang persisten
In$eksi persisten diu%ungkan dengan epatitis kronik, sirosis, dan kanker ati.
H&/ dite"ukan di dara, se"en, sekret ser#iko#aginal, sali#a, ;airan tu%u lain
1ara trans"isi :
- Melalui dara : peneri"a produk dara, I/D?, pasien e"odialisis, peker*a keseatan, peker*a yang terpapar
dara
- Trans"isi seksual
- Penetrasi *aringan 5perkutan7 atau per"ukosa : tertusuk *aru", penggunaan ulang alat "edis yang
terkonta"inasi, penggunaan %ersa"a pisau ;ukur, tato, akupuntur, penggunaan sikat gigi %ersa"a
- Trans"isi "aternal neonatal
- Tak ada %ukti penye%aran $e;al-oral
ETIOLOGI
Gambar 1. Virus Hepaiis B
/irus epatitis & "erupakan kelo"pok #irus DNA dan tergolong dala" $a"ily Hepadna#iridae. Na"a
$a"ily Hepadna#iridae ini dise%ut de"ikian karena #irus %ersi$at epatotropis dan "erupakan #irus dengan
geno" DNA. Ter"asuk dala" $a"ily ini adala #irus epatitis woodchuck 5se*enis "ar"ot dari A"erika ?tara7
yang tela dio%ser#asi dapat "eni"%ulkan karsino"a ati, #irus epatitis & pada %e%ek Peking, dan %a*ing
tana (ground squirrel). /irus epatitis & tidak %ersi$at sitopatik.
,,',(
Gambar !. Ra"ai DNA Virus Hepaiis B
3
/irus epatitis & akan tetap %ertaan pada proses desin$eksi dan sterilisasi alat yang tidak "e"adai,
selain itu /H& *uga taan teradap pengeringan dan penyi"panan sela"a , "inggu atau le%i. /irus epatitis
& yang utu %erukuran 6' n" dan %er%entuk seperti %ola, terdiri dari partikel geno" 5DNA7 %erlapis ganda
dengan selu%ung %agian luar dan nukleokapsid di %agian dala". Nukleokapsid ini %erukuran '4 n" dan
"engandung geno" 5DNA7 /H& yang se%agian %erantai ganda (partially double stranded) dengan %entuk
sirkular. Sela"a in$eksi /H&, terdapat ' "a;a" partikel #irus yang terdapat dala" dara yaitu : #irus utu
5#irion7 yang dise%ut *uga partikel Dane dan selu%ung #irus yang kosong 5H&sAg7. ?kuran kapsul #irus kosong
%erukuran '' n", dapat %er%entuk seperti %ola atau $ila"ent.
,
Gambar #. Ge"$m Virus Hepaiis B
Geno" /H& terdiri dari kurang le%i 3'22 pasangan %asa. Tela diketaui adanya 6 open reading
frame 5=!F7 #irus epatitis & yang letaknya %eri"pitan. Kee"pat =!F itu adala S untuk gen S (surface/
permukaan), 1 untuk gen 1 (core), @ untuk gen @, P untuk gen P 5poly"erase7. Dua =!F lainnya 5=!F( dan
=!F+7 tela dideskripsikan tetapi "asi "e"%utukan kon$ir"asi le%i lan*ut.
,
Gen S dan 1 "e"punyai ulu yang dise%ut pre-S dan pre-1. daera 1 dan pre-1 "engkode protein
nukleokapsid, H&;Ag dan H&eAg. Daera Pre-1 terdiri dari 94 nukleotida yang "engkode untuk '8 asa"
a"ino , sedangkan gen 1 "engkode ',' asa" a"ino pre;ursor untuk H&eAg. =!F S terdiri dari %agian pre-S',
pre-S', dan S, "engkode untuk protein H&sAg. Gen ini terdiri dari ''+ asa" a"ino.
,,',3,6
Gen P "erupakan =!F terpan*ang dan "engkode DNA poly"erase, gen ini *uga %er$ungsi se%agai
reverse transcriptase. Gen @ "engkode ' protein yang %eker*a se%agai transakti#ator transkripsional, %er$ungsi
"e"%antu replikasi #irus. Gen ini "erupakan =!F terpendek. Gen ini "engkode untuk pe"%entukan protein @
/H& 5H&AAg7 yang terdiri dari ,(6 asa" a"ino. Protein ini *uga %erperan pada patogenesis karsino"a
epatoselualar 5KHS7.
,,',3
Adanya DNA-/H& di dala" seru" "erupakan %aku e"as untuk "enilai akti#itas replikasi #irus.
DNA-/H& dapat dideteksi dengan "etode i%ridisasi atau dengan "etode yang le%i sensiti#e yaitu dengan
polymerase-chain-reaction 5P!17. DNA-/H& kuantitati$ sangat %er"an$aat untuk "e"perkirakan respons
penyakit teradap terapi.
,.9,8
4
Gambar %. Per&emba"'bia&a" Virus Hepaiis B (i Hai
Siklus idup Hepatitis & #irus adala ko"pleks. Hepatitis & adala satu dari %e%erapa non-retro#iral
yang "enggunakan transkripsi ke%alikan se%agai se%ua %agian dari proses replikasinya. /irus "eningkatkan
"asukan ke sel dengan ;ara "e"%uat suatu sel peka rangsangan teradap per"ukaan dari sel dan "asuk ke sel
terse%ut dengan endo;ytosis. Se;ara parsial lilitan ganda DNA #irus ke"udian "e"%uat se;ara penu lilitan
ganda serta "entrans$or"asikan ke dala" ;o#alently "enutup DNA "elingkar 5;;;DNA7 yang %ertindak
se%agai satu ;etakan 5te"plate7 untuk penyalinan e"pat "!NA #irus. M!NA paling %esar, 5adala le%i
pan*ang dari geno" #irus7, digunakan untuk "e"%uat ;opy %aru dari geno" dan untuk "e"%uat inti ;apsid
protein serta DNA #irus poly"erase. E"pat ;atatan #irus Ini "engala"i pe"rosesan ta"%aan dan "eneruskan
untuk "e"%entuk keturunan #irions yang %e%as dari sel atau ke"%ali ke nukleus serta re-;y;led untuk
"engasilkan le%i lagi "eng;opy. M!NA la"a ke"udian "engangkut ke"%ali ke ;ytoplas" di"ana #irion P
protein "ensintesa DNA "elalui nya ke%alikan akti#itas trans;riptase.
'
)ARA TRANSMISI
Trans"isi /H& teruta"a "elalui dara atau ;airan tu%u 5*alur parenteral7 yang terdiri dari trans"isi
#erti;al 5perinatal7 dan ori>ontal. Trans"isi perinatal ter*adi dari i%u ke %ayi, sedang trans"isi ori>ontal
u"u"nya karena kontak erat antar keluarga B indi#idu. Trans"isi perinatal dari i%u yang terin$eksi #irus
epatitis & 5/H&7 ke %ayi adala sala stu ;ara trans"isi yang paling serius karena %ayi lair akan "e"iliki
risiko tertinggi untuk "en*adi epatitis kronis dan dapat %erlan*ut "en*adi sirosis atau karsino"a epatoselular.
Trans"isi #erti;al ini dapat ter*adi intrauterine 5pranatal7, saat lair 5intranatal7, dan setela lair 5pas;anatal7.
Trans"isi intrauterine sangat *arang, anya ter*adi pada C') dari seluru ke*adian trans"isi perinatal. &esarnya
risiko trans"isi #erti;al ini sangat ditentukan ole status serologi i%u. &ila H&sAg dan H&eAg i%u positi$, risiko
trans"isi #erti;al sangat tinggi yaitu se%anyak 42-82), se"entara %ila anya H&sAg yang positi$, risiko
trans"isi #erti;al terse%ut le%i renda yaitu ,2-+4). &ila anti H&e i%u positi$, %erpotensi untuk "eni"%ulkan
epatitis $ul"inan pada %ayi, .alaupun *arang ter*adi.
,,',6,
PATOGENESIS
Hepatitis &, tidak seperti epatitis #irus lain, "erupakan #irus nonsitopatis yang "ungkin
"enye%a%kan ;edera dengan "ekanis"e yang diperantarai i"un. Dangka perta"a dala" epatitis akut adala
in$eksi epatosit ole H&/, "enye%a%kan "un;ulnya antigen #irus pada per"ukaan sel. Eang paling penting
5
dari antigen #irus ini "ungkin adala antigen nukleokapsid, H&;Ag dan H&eAg, pe;aan produk H&;Ag.
Antigen-antigen ini, %ersa"a dengan protein istoko"pati%ilitas 5MH17 "ayor kelas I, "e"%uat sel suatu
sasaran untuk "elisis sel T sitotoksis.
,,6,(
Mekanis"e perke"%angan epatitis kronis kurang di"engerti dengan %aik. ?ntuk "e"ungkinkan
epatosit terus terin$eksi, protein core atau protein MH1 kelas I tidak dapat dikenali, li"$osit sitotoksik tidak
dapat diakti$kan, atau %e%erapa "ekanis"e lain yang %elu" diketaui dapat "engganggu pengan;uran
epatosit. Agar in$eksi dari sel ke sel %erlan*ut, %e%erapa epatosit yang sedang "engandung #irus arus
%ertaan idup.
,,6,(
Mekanis"e yang diperantarai i"un *uga dili%atkan pada keadaan-keadaan ekstraepatis yang dapat
diu%ungkan dengan in$eksi H&/. Ko"pleks i"un yang sedang %ersirkulasi yang "engandung H&sAg dapat
ter*adi pada penderita yang "engala"i poliartritis, glo"erulone$ritis, poli"ialgia reu"atika, krioglo%uline"ia,
dan sindro" Guillan &arre yang terkait.
,,'
Mutasi H&/ le%i sering terkait untuk #irus DNA %iasa, dan sederetan strain "utan tela dikenali.
Eang paling penting adala "utan yang "enye%e%kan kegagalan "engekspresikan H&Ag dan tela
diu%ungkan dengan perke"%angan epatitis %erat dan "ungkin eksaser%asi in$eksi H&/ kronis yang le%i
%erat.
,,'
Sela"a in$eksi H&/ akut %er%agai "ekanis"e syste" i"un diakti#asi untuk "en;apai pe"%ersian
#irus dari tu%u. &ersa"aan dengan itu ter*adi peningkatan seru" transa"inase, dan ter%entuk anti%ody spesi$ik
teradap protein H&/, yang terpenting adala anti-H&s.
,
?ntuk dapat "e"%ersikan H&/ dari tu%u seseorang di%utukan respons i"un non-spesi$ik dan
respons i"un spesi$ik yang %eker*a dengan %aik. Segera setela in$eksi #irus ter*adi "ekanis"e e$ektor syste"
i"un non-spesi$ik diakti$kan, antara lain inter$eron. Inter$eron ini "en ingkatkan ekspresi HDA kelas I pada
per"ukaan sel epatosit yang terin$eksi /H&, seingga nantinya "e"udakan sel T sitotoksis "engenal sel
epatosit yang terin$eksi dan "elisiskannya. Selan*utnya antigen presenting cell 5AP17 seperti sel "akro$ag
atau sel Kup$$er akan "e"$agositosis dan "engola /H&. Sel AP1 ini ke"udian akan "e"presentasikan
antigen /H& dengan %antuan HDA kelas II pada sel 1D6 5sel T helper B T7 seingga ter*adi ikatan dan
"e"%entuk suatu ko"pleks. Ko"pleks ini ke"udian akan "engeluarkan produk sitokin. Sel 1D6 ini "ulanya
adala %erupa T2, dan akan %erdi$erensiasi "en*adi T, atau T'. Di$erensiasi ini tergantung pada adanya
sitokin yang "e"pengaruinya.
,
Pada tipe di$erensiasi T2 "en*adi T, akan diproduksi sitokin ID-' dan IFN F, sitokin ini akan
"engakti$kan sel T sitotoksis untuk "engenali sel epatosit yang terin$eksi /H& dan "elisiskan sel terse%ut
yang %erarti *uga "elisiskan #irus. Pada epatitis & kronis sayangnya al ini tidak ter*adi. Di$erensiasi ternyata
le%i do"inan ke ara T', seingga respons i"un yang diasilkan tidak e$ekti$ untuk eli"inasi #irus intrasel.
,
Selain itu, ID-,' yang diasilkan ko"pleks T dan sel AP1 akan "engakti$kan sel NK 5natural killer7.
Sel ini "erupakan sel pri"iti#e yang se;ara non-spesi$ik akan "elisiskan sel yang terin$eksi. Induksi dan
akti#asi sitotoksis dan proli$erasi sel NK ini %ergantung pada inter$eron. 0alaupun peran sel NK yang *elas
%elu" diketaui, ta"paknya sel ini %erperan penting untuk ter*adi resolusi in$eksi #irus akut. Pada epatitis &
kronis siketaui terdapat gangguan $ungsi sel NK ini.
,
Per*alanan klinis H&/ u"u"nya di%agi "en*adi 6 stadiu" :
,
6
,. Stadiu" I
&ersi$at i"un toleran. Pada neonatus, stadiu" ini dapat %erlangsung anya '-6 "inggu sa*a. Pada
periode ini, replikasi #irus dapat terus %erlangsung .alaupun seru" ADT anya sedikit atau %akan tidak
"eningkat sa"a sekali serta tidak "eni"%ulkan ge*ala klinis.
'. Stadiu" II
Mulai "un;ul respons i"un dan %erke"%ang. Hal ini akan "engaki%atkan sti"ulasi sitokin dan
"enye%a%kan sitolisis epatosit se;ara langsung dan ter*adi proses in$la"asi. Pada stadiu" ini H&eAg tetap
diproduksi, tetapi seru" DNA-/H& "enurun *u"lanya karena sel yang terin$eksi *uga "enurun. Pada
epatitis & akut, stadiu" ini "erupakan periode si"to"atik dan u"u"nya %erlangsung sela"a 3-6 "inggu.
Pada pasien dengan epatitis kronis stadiu" ini dapat %erlangsung sela"a ,2 taun atau le%i, yang ke"udian
akan "elan*ut sitosis dan ko"plikasinya.
3. Stadiu" III
Di"ulai ketika pe*a"u "a"pu "e"pertaankan respons i"unnya dan "a"pu "engeli"inasi sel
epatosit yang terin$eksi seingga sel yang terin$eksi "enurun *u"lanya dan replikasi #irus akti$ %erakir.
Pada stadiu" ini tidak terdapat lagi H&eAg dan ke"udian "un;ul anti%ody teradap H&eAg. Penurunan
*u"la DNA #irus yang %er"akna dite"ukan .alaupun DNA-/H& pasien tetap positi$.
6. Stadiu" I/
H&sAg "engilang dan ti"%ul anti%ody teradap H&sAg 5anti-H&s7.
,
Petanda Stadiu" I Stadiu" II Stadiu" III Stadiu" I/
H%sAg G G G H
Anti-H&s H H H G
DNA-/H& G kuat G H H
Anti H&; G G G G
H%eAg G G H H
Anti H%e H H G G
AST I ADT N "eningkat N N
Faktor yang dapat %erperan dala" e#olusi ke 6 stadiu" di atas adala :
,
,. Predisposisi geneti; 5!as Asia7
'. Adanya #irus lain 5#irus epatitis D, #irus epatitis 17
3. Pengo%atan "enggunakan i"unosupresi$
6. <enis kela"in 5lelaki le%i %uruk dis%anding pere"puan7
(. Ti"%ul H&/ "utan
Seorang %ayi dengan in$eksi perinatal ole H&/ "e"punyai predisposisi untuk "engala"i in$eksi
H&/ kronis, karena :
,
,. Pada neonatus syste" i"unnya %elu" se"purna
'. Diduga H&eAg i%u akan "ele.ati %arier plasenta dan H&eAg ini "enye%a%kan sel T helper tidak responsi#e
teradap H&;Ag
3. H&eAg pada neonatus yang lair dari i%u pengidap dengan H&eAg positi$
7
6. Adanya IgG anti H&; i%u yang se;ara pasi$ "asuk dala" sirkulasi %ayi akan "enutupi ekspresi H&;Ag di
per"ukaasn epatosit %ayi, seingga akan "engganggu pengenalan dan pengan;uran epatosit ole sel T
sitotoksik.

GE*ALA KLINIS
Hepatitis & %iasanya asi"to"atik atau dengan ge*ala yang ringan sa*a. 0alaupun de"ikian in$eksi
H&/ yang ter*adi pada "asa anak-anak "e"punyai risiko untuk "en*adi kronis. Kronisitas teruta"a ter*adi
pada anak yang "endapat in$eksi perinatal. Meskipun asi"to"atik, se%etulnya tingkat replikasi DNA-/H&
tinggi. Tetapi al ini tidak %erarti in$eksi epatitis & kronis selalu ringan pada anak-anak karena dapat langsung
ter*adi KHS.
,,',

Pada pe"eriksaan $isik, epato"egali "erupakan satu-satunya kelainan yang dite"ukan.
,
In$eksi epatitis & kronis pada anak yang "elan*ut sa"pai de.asa %eru%ungan dengan tingginya
angka ke*adian sirosis dan KHS. Karsino"a epatoseluler aki%at epatitis & .alaupun *arang dite"ukan tela
diketaui dapat ter*adi pada anak pengidap epatitis & kronis. !isiko pengidap /H& untuk %erke"%ang "en*adi
KHS '32 A le%i %esar di%andingkan populasi u"u". Frekuensi tertinggi ter*adinya KHS dite"ukan pengidap
epatitis & %er*enis kela"in lelaki dengan sirosis. Hu%ungan KHS dengan /H& pada anak tela dilaporkan.
0alaupun a"pir se"ua kasus KHS yang dilaporkan ter*adi pada anak didaului ter*adinya sirosis, tetapi
adanya kasus yang tanpa sirosis "engara pada kesi"pulan %a.a integrasi geno" /H& "ungkin %ersi$at
onkogenik.
3,6,(
0alaupun u"u"nya in$eksi epatitis & %ersi$at asi"to"atik, tetapi pada se%agian ke;il kasus 5kurang
dari ,)7 dapat ter*adi epatitis $ul"inan. &ila suda epatitis $ul"inan, u"u"nya %ersi$at $atal. Hepatitis
$ul"inan pada %ayi %eru%ungan erat dengan i%u pengidap dengan H&eAg negati#e dan anti-H&e positi$. Selain
itu terdapat u%ungan adanya "utan pre-core dengan ge*ala in$eksi epatitiS & yang %erat, ter"asuk epatitis
$ul"inan.
,,'
Gambar +. Kea(aa" ,ai pa(a ,epaiis -a"' me".a(i &r$"is
Diperkirakan aki%at ketidakadiran H&eAg di dala" seru" "enye%a%kan #irus tidak "a"pu "e"%uat
respons i"un untuk toleran teradap /H&. Mutasi pada daera pre-core "erupakan ;ara #irus untuk
"elepaskan diri teradap tekanan respons i"un. Adanya anti%ody teradap H&eAg 5anti-H&e7 "endaului
8
ti"%ulnya stop codon pre-core, seingga tidak "engerankan %a.a sekuens pre-core tipe wild dapat
dite"ukan %ila terdapat anti-H&e.
,,'
Ge*ala %erke"%ang dan "un;ul antara 32-,92 ari setela terpapar #irus. A.alnya ge*ala seperti $lu %iasa.
Ge*ala-ge*ala yang "un;ul antara lain :
- Keilangan na$su "akan
- 1epat lela
- Mual dan "unta
- Gatal seluru tu%u
- Nyeri a%do"en kanan atas
- Kuning, kulit dan atau sklera
- 0arna urin seperti te atau ;ola
- 0arna $eses le%i pu;at
Hepatitis $ul"inan adala perke"%angan yang le%i %erat dari %entuk akut. Ge*alanya:
- Ketidaksei"%angan "ental seperti : %ingung, letargy, alusinasi (hepatic encephalopati)
- Kolaps "endadak disertai keadaan sangat le"a
- <aundi;e
- Pe"%engkakan a%do"en
Gagal ati, ge*alanya :
- Asites
- <aundi;e yang persisten
- Keilangan na$su "akan, penurunan %erat %adan
- Munta disertai dara
- Perdaraan pada idung, "ulut, anus, atau keluar %ersa"a $eses
DIAGNOSIS
Skrining untuk epatitis & rutin "e"erlukan assay sekurang-kurangnya ' pertanda serologis. H&sAg
adala pertanda serologis perta"a in$eksi yang "un;ul dan terdapat pada a"pir se"ua orang yang terin$eksiJ
kenaikannya sangat %ertepatan dengan "ulainya ge*ala. H&eAg sering "un;ul sela"a $ase akut dan
"enun*ukkan status yang sangat in$eksius. Karena kadar H&sAg turun se%elu" akir ge*ala, anti%ody IgM
teradap antigen core epatitis & 5IgM anti H&;Ag7 *uga diperlukan karena ia naik a.al pas;a in$eksi dan
"enetap sela"a %e%erapa %ulan se%elu" diganti dengan IgG anti-H&;Ag, yang "enetap sela"a %e%erapa taun.
IgM anti-H&;Ag %iasanya tidak ada pada in$eksi H&/ perinatal. Anti-H&;Ag adala satu pertanda serologis
in$eksi H&/ akut yang paling %erarga karena ia "un;ul a"pir sea.al H&sAg dan terus ke"udian dala"
per*alanan penyakit %ila H&sAg tela "engilang. Hanya anti-H&sAg yang ada pada orang-orang yang
dii"unisasi dengan #aksin epatitis &, sedang anti-H&sAg dan anti-H&;Ag terdeteksi pada orang dengan
in$eksi yang se"%u.
,,',3,6
9
PENATALAKSANAAN
Tatalaksana epatits & akut tidak "e"%utukan terapi anti#iral dan prinsipnya adala suporti$. Pasien
dian*urkan %eristiraat ;ukup pada periode si"pto"atis. Hepatitis & i""unoglo%ulin 5H&Ig7 dan kortikosteroid
tidak e$ekti$. Da"i#udin ,22 "gBari dilaporkan dapat digunakan pada epatitis $ul"inan aki%at eksaser%asi
akut H/&.
,,',3,6,(
Pada H&/ kronis, tu*uan terapi adala untuk "engeradikasi in$eksi dengan "en*adi nor"alnya nilai
a"inotrans$erase, "engilangnya replikasi #irus dengan ter*adinya serokon#ersi H&eAg "en*adi antiH&e dan
tidak terdeteksinya H&/-DNA lagi. &ila respons terapi ko"plit, akan ter*adi pula serokon#ersi H&sAg "en*adi
anti H&s, seingga sirosis serta karsino"a epatoseluler dapat di;ega.
&erdasarkan reko"endasi APASD 5Asia acific Association for !tudy of the "iver), anak dengan H&/
diperti"%angkan untuk "endapat terapi anti#iral %ila nilai ADT le%i dari ' kali %atas atas nor"al sela"a le%i
dari + %ulan, terdapat replikasi akti$ 5H&eAg danBatau H&/-DNA positi$7. Se%aiknya %iopsy ati dilakukan
se%elu" "e"ulai pengo%atan untuk "engetaui dera*at kerusakan ati. Inter$eron dan la"i#udin tela disetu*ui
untuk digunakan pada terapi epatitis & kronis. &ila anya "e"akai inter$eron 5dosis (-,2 M?B"
'
, su%kutan
3AB"inggu7 dian*urkan di%erikan sela"a 6-+ %ulan, sedangkan %ila anya digunakan la"i#udin tersendiri
di%erikan paling sedikit sela"a , taun atau paling sedikit + %ulan %ila tela ter*adi kon#ersi H&eAg "en*adi
anti H&e.
,,',3,6,(
Fa;tor yang %erpengaru pada respon pengo%atan adala :
,. Faktor genetik
'. Adanya strain "utan
3. Trans"isi #ertikal
6. Da"anya in$eksi singkat
(. Nilai transa"inase %asal
+. De#el H&/-DNA renda
4. Nilai alanin a"inotrans$erase %asal tinggi
9. Didapat pada de.asa
8. I"unoko"peten
,2. Tipe .ild 5H&eAg positi$7
,,. Penyakit ati ko"pensasi
DIAGNOSA BANDING
Diagnosis %anding epatitis & kronis adala epatitis 1, de$isiensi K,-antitrypsin, tyrosine"ia, ;ysti;
$i%rosis, gangguan "eta%olis" asa" a"ino atau gangguan "eta%olis"e kar%oidrat atau gangguan oksidasi
asa" le"ak. Penye%a% lain dari epatitis kronis pada anak ter"asuk penyakit 0ilsonLs, epatitis autoi"un, dan
pengo%atan yang epatotoksik.
,,6
10
KOMPLIKASI
Hepatitis $ul"inan akut ter*adi le%i sering pada H&/ daripada #irus epatitis lain, dan risiko epatitis
$ul"inan le%i lan*ut naik %ila ada in$eksi %ersa"a atau superin$eksi dengan HD/. Mortalitas epatitis $ul"inan
le%i %esar dari 32). Transplantasi ati adala satu-satunya inter#ensi e$ekti$J pera.atan pendukung yang
ditu*ukan untuk "e"pertaankan penderita se"entara "e"%eri .aktu yang di%utukan untuk regenerasi sel
ati adala satu-satunya pilian lain.
,,',(
In$eksi /H& *uga dapat "enye%a%kan epatitis kronis, yang dapat "enye%a%kan sirosis dan karsino"a
epatoseluler pri"er. Inter$eron al$a-'% tersedia untuk pengo%atan epatitis kronis pada orang-orang %eru"ur ,9
taun atau le%i dengan penyakit ati ko"pensata dan replikasi H&/. Glo"erulone$ritis "e"%ranosa dengan
pengendapan ko"ple"en dan H&eAg pada kapiler glo"erulus "erupakan ko"plikasi in$eksi H&/ yang *arang.
,,',(
PEN)EGAHAN
Dasar uta"a i"unopro$ilaksis adala pe"%erian #aksin epatitis & se%elu" paparan.
,. I"unopro$ilaksis #aksin epatitis & se%elu" paparan
a. /aksin reko"%inan ragi
o Mengandung H%sAg se%agai i"unogen
o Sangat i"unogenik, "enginduksi konsentrasi proteksi anti H%sAg pada M 8() pasien de.asa "uda seat
setela pe"%erian ko"plit 3 dosis
o E$ekti#itas se%esar 9(-8() dala" "en;ega in$eksi H&/
o &ooster tidak direko"endasikan .alaupun setela ,( taun i"unisasi a.al
o &ooster anya untuk indi#idu dengan i"unoko"pro"ais *ika titer di%a.a ,2"?B"D
%. Dosis dan *ad.al #aksinasi H&/. Pe"%erian IM 5deltoid7 dosis de.asa untuk de.asa, untuk %ayi, anak
sa"pai u"ur ,8 taun dengan dosis anak 5,B' dosis de.asa7, diulang pada , dan + %ulan ke"udian
;. Indikasi
o I"unisasi uni#ersal untuk %ayi %aru lair
o /aksinasi ;at; up untuk anak sa"pai u"ur ,8 taun, %ila %elu" di#aksinasi
o Grup resiko tinggi :
Pasangan dan anggota keluarga yang kontak dengan karier epatitis &
'. I"unopro$ilaksis pas;a paparan dengan5 #aksin epatitis & dan i"unoglo%ulin epatitis & 5H&IG7.7
Dosis 2,26-2,24"DBkg H&IG sesegera "ungkin setela paparan
/aksin H&/ perta"a di%erikan pada saat atau ari yang sa"a pada deltoid sisi lain
/aksin kedua dan ketiga di%erikan , dan + %ulan ke"udian.
Neonatus dari i%u yang diketaui "engidap H%sAg positi$ :
o 2,( "l H&IG di%erikan dala" .aktu ,' *a" setela lair di %agian anterolateral otot paa atas
o /aksin H&/ dengan dosis (-,2 ug, di%erikan dala" .aktu ,' *a" pada sisi lain, diulang pada , dan +
%ulan.
,,'

11
/aksin Ko"%inasi
Digunakan kepada orang yang "e"punyai ke"ungkinan akan terpapar kedua in$eksi #irus epatitis A dan
&.
,
T.inriA untuk epatitis A dan &
usia '-,( taun anya "e"%utukan ' kali #aksinasi dengan inter#al %ulan ke 2 dan ke +.
orang de.asa diatas usia ,( taun "e"%utukan 3 dosis penyuntikan #aksin ini dengan inter#al .aktu
penyuntikan 2 %ulan, , %ulan dan + %ulan ke"udian
I"unisasi Pada &ayi
I"unisasi %ayi uni#ersal dengan #aksin epatitis & sekarang dian*urkan ole A"eri;an A;ade"y o$
Pediatri;s 5AAP7 dan Pelayanan Keseatan Masyarakat AS karena strategi selekti$ tela gagal untuk "en;ega
"or%iditas dan "ortalitas aki%at in$eksi /H&. Masa neonatus tela di*adikan sasaran karena le%i dari 82) %ayi
yang "endapat in$eksi perinatal akan "en*adi pengidap kronis. !isiko "endapat status pengidap kronis
%erkurang "enurut u"urJ (2) anak yang le%i tua dan ,2) orang de.asa yang "en*adi pengidap kronis. Dua
#aksinDNA reko"%inan tersedia di A"erika SerikatJ keduanya tela ter%ukti sangat i"unogenik pada anak.
/aksin yang %erasal dari plas"a asli sa"a i"unogeniknya tetapi tidak di%uat lagi di AS.
6
&ayi yang dilairkan ole .anita yang H&sAg positi$ arus "endapat #aksin pada saat lair, u"ur ,
%ulan dan + %ulan. Dosis perta"a arus diseertai dengan pe"%erian 2,( "l i""unoglo%ulin epatitis & 5IGH&7
sesegera "ungkin sesuda lair karena e$ekti#itasnya %erkurang dengan ;epat dengan %erta"%anya .aktu
sesuda lair. AAP "ereko"endasikan %a.a %ayi yang dilairkan dari i%u yang H&sAg negati#e "endapat
dosis #aksin perta"a pada saat lair, kedua pada u"ur ,-' %ulan, dan ketiga
Pada taun ,88,, EPI 5#$panded rogram on %mmuni&ation7 "enetapkan target untuk "e"asukkan
#aksin H& ke dala" progra" i"unisasi nasional. Pada taun ,88', 'orld (ealth Assembly% "enyetu*ui
"asuknya #aksi H& ini dala" progra" nasional di se"ua Negara dengan pre#alensi pengidap H&sAg N9).
Se*ak taun ,884 disetu*ui untuk dilaksanakan di se"ua Negara. Saat ini kira-kira ,22 negara tela
"e"asukkan #aksin H& ke dala" progra" i"unisasi nasional "ereka. Kelo"pok sasaran dan strategi i"unisasi
"ungkin sa*a %er%eda tergantung dari situasi epide"iologi sete"pat. Sasaran 0H= adala penurunan 92)
insidens pengidap %aru anak-anak pada taun '22,.3
/aksin H& %ila di%erikan se%elu" in$eksi dapat "en;ega penyakit dan "en;ega "un;ulnya
pengidap a"pir se"ua peneri"a #aksin. /aksin H& tela dipakai ole le%i dari (22 *uta orang dan ter%ukti
"erupakan sala satu #aksin tera"an, i"unogenik dan e$ekti$. 0alaupun #aksin ini dapat dipakai untuk se"ua
u"ur, na"un #aksin ini paling e$ekti$ apa%ila digunakan se%agai %agian dari ske"a i"unisasi %ayi.
3
Pada .aktu #aksin tersedia tan ,89', para ali "engan*urkan i"unisasi %ayi pada area dengan
tingkat ende"isitas sedang sa"pai tinggi, dan i"unisasi kelo"pok risiko tinggi pada daera ende"isitas renda.
0alaupun #aksinasi H& %er"an$aat %agi kelo"pok risiko tinggi, saat ini tela di;apai kesepakatan %aik dari
sudut pandang epide"iologi "aupun praktisi %a.a strategi Okelo"pok risiko tinggiP ini tidak akan
"enurunkan insiden in$eksi H&/ se;ara %er"akna %aik dala" skala nasional "aupun internasional. Se%agian
%esar ali per;aya %a.a i"unisasi %ayi se;ara uni#ersal dan i"unisasi anak %esar "erupakan strategi yang
tepat untuk "engendalikan ingeksi H& dala" *angka pan*ang.
6
12
Indonesia adala Negara dengan angka pre#alensi H& %erkisar antara (-'2) ter"asuk Negara dengan
ende"isitas sedang sa"pai dengan tinggi, dengan trans"isi #erikal 69). =le *arena itu, strategi yang paling
tepat untuk Indonesia adala #aksinasi %ayi se;epat "ungkin setela dilairkan.
Pe"%erian #aksinasi %ertu*uan untuk "erangsang syste" i"un agar "e"%entuk keke%alan u"oral
5antigen-spesifik humoral antibody7 dan keke%alan seluler. Tidak seperti keke%alan pasi$ yang %erlangsung
se"entara, "aka keke%alan akti$ %iasanya %ertaan untuk %e%erapa taun. /aksin akan %erinteraksi dengan
syste" i"un dan u"u"nya "engasilkan respons i"un yang sa"a dengan yang diasilkan ole in$eksi ala"i,
tetapi peneri"a #aksin tidak "en*adi sakit atau terserang ko"plikasi. /aksin *uga "eni"%ulkan immunologic
memory yang serupa dengan yang didapat dari in$eksi ala"i.
6
&anyak $aktor yang "e"pengarui i"un respons teradap #aksinasi, antara lain adanya anti%odi
"aternal, si$at dan dosis antigen, ;ara pe"%erian dan adanya ad)uvant. Faktor peneri"a #aksin *uga
%erpengaru antara lain, u"ur, status nutrisi, genetik, dan penyakit yang sedang diderita.
3,6
/aksin H& ternasuk #aksin inactivated, yaitu #aksin yang terdiri dari %agian dari #irus dan tidak
"engandung #irus idup. =le karena itu, #aksin H& tidak "enye%a%kan replikasi #irus epatitis dan tidak
"enye%a%kan penyakit. Ia *uga tidak dapat %er"utasi kea ra le%i patogen. /aksin H& "erupakan H&sAg
"urni yang terikat dengan ad)uvant alu". H&sAg adala glikoprotein yang "e"%entuk selu%ung 5en#elope7
luar dari #irus H&. H&sAg %isa %erasal dari proses pe"urnian plas"a pengidap 5plasma derived vaccine) atau
diproduksi dala" yeast atau sel "a"alia "enggunakan teknologi reko"%inan 5recombinant vaccine7.
3,6
Plas"a deri#ed #a;;ine
(

Pada in$eksi ala"ia dengan #irus H&, sel ati akan "e"produksi H&sAg se;ara %erle%ian dari yang
di%utukan untuk "e"%ungkus partikel #irus. Kele%ian H&sAg ini adala ke"a"puan untuk "e"%entuk
partikel s$eris dan tu%ular %erukuran ''"". #aksin H& di%uat dengan "e"urnikan partikel H&sAg yang
%erasal dari plas"a pengidap. &aan #aksin diinakti#asi untuk "en*a"in tidak ada lagi #irus "aupun "ikro-
organis"e lain yang in$eksius. /aksin H& asal plas"a tela di%erikan pada le%i dari 42 *uta orang dengan
ke"anan dan e$ekti#itas yang luar %iasa.
Progra" i"unisasi nasional Indonesia "enggunakan #aksin *enis ini yang diproduksi PT &io Far"a
dengan teknologi KG11 5Koren Green 1ross 1orporation7 se*ak ,88, sa"pai dengan ,889.
/aksin H& asal plas"a ini "e"iliki %e%erapa keter%atasan %ila digunakan dala" progra" uni#ersal :
,. Ter%atasnya dara pengidap H& yang seat
'. Perlu ketelitian dala" proses pe"urnian dan inakti#asi
3. Keka.atiran akan konta"inasi patogen yang %erasal dari dara.
Keter%atasan ini "enye%a%kan arga #aksin asal plas"a ini terlalu "aal untuk Negara %erke"%ang,
seingga para ali "enge"%angkan #aksin dengan teknologi reko"%inan.
13
!eko"%inan #aksin H&
(

/aksin H& ini di%uat dari yeast atau sel "a"alia, sel-sel ini %erisi plasmid yang suda disisipi gen
H&sAg, seingga dengan replikasi yeast "aka plas"id turut %er-replikasi dan "engasilkan H&sAg dala"
*u"la %anyak. &entuk H&sAg s$eris yang diasilkan serupa dengan partikel s$eris '' n" ala"i, %aik dala" al
ko"posisi ki"ia "aupun i"unogenisitasnya. /aksin H& ini dapat diproduksi dala" *u"la tidak ter%atas di
dala" $er"entor, seingga tak ada lagi keka.atiran akan a%isnya %aan asal antigen se%agai"ana alnya
dengan pe"akaian #aksin asal plas"a.
Se*ak taun ,889 progra" nasional tela "enggunakan #aksin reko"%inan produksi PT &io Far"a
dengan teknologi KG11. *east yang digunakan %ukan Saccharomyces cerevisiae tetapi (ansenula polymorpha
yang "e"iliki %anyak keunggulan antara lain plas"id yang sta%il dan produkti#itas yang tinggi.
E$ikasi #aksin H& reko"%inan
(

Setela 3 A suntikan IM, le%i dari 82 ) orang de.asa seat dan le%i dari 8( ) %ayi dan anak usia
kurang dari ,8 taun akan "e"%erikan repons i"un yang ;ukup. 0alaupun ter*adi penurunan i"unogenisitas
yang tergantung dari $a;tor u"ur 5setela u"ur 62 taun7. Se*u"la 82 ) peneri"a #aksin "asi
"e"perliatkan respons i"un yang adekuat. Na"un de"ikian, "endekati u"ur +2 taun anya 42 ) yang
"enun*ukkan respons i"un.
Dosis #aksin yang direko"endasikan dapat %er%eda tergantung dari u"ur peneri"a #aksin, kondisi
tertentu, dan tipe #aksin
(
Kelo"pok /aksin
!e;o"%i#aA H&
Dosis 5"l7
EngeriA-&
Dosis 5"l7
&io Far"aBKG11
Dosis 5"l7
&ayi G anak C ,, taun ( Qg 52,(7 ,2 Qg 52,(7 ,2 Qg 52,(7
Anak ,,-,8 taun ( Qg 52,(7 ,2 Qg 52,(7 '2 Qg 5,,27
De.asa M '2 taun ,2 Qg 5,,27 '2 Qg 5,,27 '2 Qg 5,,27
Penyuntikan yang dian*urkan adala intra"us;ular pada musculus deltoideus untuk anak %esar dan
orang de.asa, sedangkan pada %ayi se%aiknya pada %agian anterolateral paa. Penyuntikan orang de.asa di
%okong akan "engurangi i"unogenisitas #aksin.
Anti%ody yang diti"%ulkan karena #aksinasi akan "enurun dengan .aktu, tetapi immune memory akan
"enetap sa"pai kira-kira ,3 taun setela i"unisasi, seingga %aik anak "aupun de.asa denagn anti%ody yang
"enurun ini "asi terlindung teradap in$eksi H&/ yang serius 5klinis, antigene"ia, kelainan $ungsi H&7.
Paparan dengan H&/ akan "eni"%ulkan respons ana"nestik anti-H&s yang akan "en;ega ti"%ulnya ge*ala
klinis in$eksi.
/aksin H& dala" ke"asan uni*e;t
6

?ni*e;t adala alat suntik ter%uat dari plasti; yang disposable, pre-filled dengan o%at dosis tunggal.
=%atnya tertutup rapat dala" %lister, dengan *aru" yang terpasang per"anent. ?ni*e;t ini diran;ang untuk
"en;ega penggunaan ulang alat suntik, seingga "en*a"in safe infection, tidak ada risiko tertular penyakit
lain "elalui suntik %ekas yang terkonta"inasi.
14
Di sa"ping itu "engingat si$at #aksin H& yang relati#e sta%il teradap peru%aan suu, yaitu anya
sedikit keilangan potensi setela penyi"panan pada 34R; sela"a + %ulan, "aka 0H= "enganggap #aksin H&
adala ;alon #aksin yang dala" kondisi tertentu dapat dipakai di luar rantai dingin.al ini %ertu*uan agar dapat
"e"perluas ;akupan i"unisasi uni#ersal pada %ayi.
?paya pen;egaan u"u" teradap H&/ yang seyogianya dilakukan pula adala :
(
,. ?*i tapis donor dara teradap H&/
'. Sterilisasi alat operasi, alat suntik, peralatan gigi
3. Penggunaan sarung tangan ole tenaga "edis
6. Men;ega ke"ungkinan ter*adinya "ikrolesi yang dapat "en*adi te"pat "asuknya #irus, seperti pe"akaian
sikat gigi, sisir, alat pen;ukur ra"%ut pri%adi
(. ?ntuk "en;ega trans"isi #erti;al, se"ua i%u a"il teruta"a yang %erisiko terin$eksi H&/ se%aiknya
dian*urkan untuk diperiksa teradap H&/. Pe"eriksaan se%aiknya dilakukan pada a.al dan trise"ester ketiga
kea"ilan.
DAFTAR PUSTAKA
15
,. Dienstag, <ules D. /iral Hepatitis. Kasper, &raun.ald, Fau;i, et all. In HarrisonLs : Prin;iples o$ Internal
Medi;ine : ,9''-34. M;Gra.-Hill, Medi;al Pu%lising Di#ision, '22(.
'. Issel%a;er, Kurt. Hepatology. To"as D &oyer MD, Teresa D 0rigt MD, Mi;ael P Manns MD A TeAt%ook
o$ Di#er Disease. Fi$t Edition. Saunders Else#ier. 1anada. '22+
3. Hani$a =s.ari,Tin*auan Multi Aspek Hepatitis & pada Anak S Tin*auan Ko"preensi$ Hepatitis /irus pada
Anak. &alai pener%it FK?I, <akarta, '222
6. Dina Herlina Soe"ara, /aksinasi Hepatitis & S Tin*auan Ko"preensi$ Hepatitis /irus pada Anak. &alai
pener%it FK?I, <akarta, '222
(. <ul$ina &isanto. Hepatitis #irus S Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Anak dengan Ge*ala Kuning. Departe"en
Il"u Keseatan Anak FK?I-!S1M. <akarta. '224
+. Ste$$en ! 5=kto%er '22(7. T1anging tra#el-related glo%al epide"iology o$ epatitis AT. Am. +. ,ed. 11/ Supp0
11A: 6+SS68S. doi:,2.,2,+B*.a"*"ed.'22(.24.2,+. PMID ,+'4,(6,.
ttp:BBlinkingu%.else#ier.;o"Bretrie#eBpiiBS222'-836352(722+28-,. Diakses tanggal '9 April '2,6
4. ttp:BB....e"edi;ineealt.;o"BepatitisHaBpage'He".t" . Diakses tanggal '9 April '2,6
9. 1aruntu FA, &enea D 5Septe"%er '22+7. TA;ute epatitis 1 #irus in$e;tion: Diagnosis, patogenesis, treat"entT.
+ournal of -astrointestinal and "iver .iseases / +-". 1+ 537: '68S(+. PMID ,42,36(2.
ttp:BB....*gld.roB3'22+B3'22+H4.t"l. Diakses tanggal '9 April '2,6.
16