Anda di halaman 1dari 2

Cara Kerja Printer 3 Dimensi

Jika kemarin saya membahas tentang Cara Kerja Layar 3D Tanpa Kacamata, kali ini saya akan
membahas tentang Cara Kerja Printer 3D.

M
encetak sesuatu dengan tampilan 2 dimensi merupakan hal yang biasa , tapi bagaimana jika
mencetak menggunakan printer 3 dimensi pasti rasannya berbeda dan tentu masih asing bagi kita.
Yah, Printer 3D saat ini sudah ada, seperti yang sudah diproduksi oleh dimensionprinting dengan
nama produk uPrint Plus.
Dahulu printer 3 dimensi masih sulit untuk dibuat karena kesulitan utama mmbuat printer 3 dimensi
adalah bagaimana membutuhkan lapisan-lapisan dengan ketebalan hanya 0,1 milimeter. Kemajuan
teknologi membuat hal itu kini bukan lagi sebuah masalah.
Pada dasarnya, cara kerja membuat cetakan 3 dimensi sama saja dengan printer inkjet konvensional
dimana printer membuat layer atau lapisan-lapisan cetakan warna untuk membuat sebuah objek
terlihat seperti seharusnya. Hanya saja pada printer 3 dimensi yang digunakan bukanlah tinta tetapi
plastic molten wax dan material lainnya sehingga menjadi sebuah objek yang diinginkan.
Prinsip utama untuk pencetakan printer 3 dimensi yaitu membutuhkan data yang berbentuk 3
dimensi juga atau yang disebut dengan data digital tiga dimensi. Dalam dunia keteknikan biasa
disebut dengan CAD ( Computer Aided Design ). CAD merupakan aplikasi yang mampu menampilkan
data dalam 3 dimensi.
Sebenarnya ada beberapa metode yang digunakan dalam membuat printer 3 dimensi. Metode kerja
printer 3 dimensi yang pertama adalah yang menggunakan aplikasi. Cara kerjanya, bahan pengikat
yang digunakan pada printer 3 dimensi ini menggunakan bubuk kering yang dipadukan dengan suatu
bahan perekat berbentuk cairan. Percampuran ini memungkinkan printer untuk dapat membuat
lapisan demi lapisan hingga menjadi sebuah objek yang nyata.


Metode lainnya adalah dengan menggunakan tekniik photopolymerisasi, dimana cairan plastic inti
disorot dengan cahaya ultraviolet yang akhirnya mengeraskan cairan tersebut. Selanjutnya sinar
laser yang akan dipancarkan mengarah sesuai dengan objek yang hendak dibuat. Sinar laser tersebut
akan meleburkan bagian yang bukan bagian dari objek yang bukan diinginkan.
Cara kerja ini mirip dengan cara kerja para pemahat atau pematung yang menggunakan kayu atau
batu gelondongan untuk dipahat menjadi sebuah objek yang diinginkan.
Tentu saja dengan adanya teknologi ini sebuah disain dapat langsung diwujudkan ke dalam bentuk
aslinya dengan perantara computer. Bila pada teknologi konvensional manufaktur harus harus
melalui proses panjang dan rumit, dengan teknologi ini tidak lagi. Printer 3D memutus mata rantai
cetakan yang cenderung lebih rumit. Sebuah benda dapat langsung dibuat satu persatu.