Anda di halaman 1dari 5

EFEK HALL

Tujuan Percobaan :
1. Menyelidiki hubungan antara Tegangan Hall U
H
dan densitas Fluks Magnetik B
2. Menentukan Tanda dari pembawa muatan
3. Menghitung konsentrasi pembawa muatan n dan Konstanta R
H


Alat dan Bahan :
1. 1 Unit peralatan Efek Hall (Wolfram)
2. 1 Unit Inti U
3. 1 Unit alat penjepit
4. 1 Pasang keping tiang bored
5. 2 Unit koil, 250 gulungan
6. 1 Unit Transformator bertegangan sangat rendah
7. 2 Unit meteran demonstrasi dengan skala yang dapat ditukar
8. 2 Unit catu daya
9. 1 Unit modul pengukuran 0 sampai 1000 mT/3000 mT
10. 1 Unit modul pengukuran 2 mA/10mA
11. 1 Unit Resistor Shunt 30 A
12. 1 Microvoltmeter
13. 1 Unit Prob medan tangensial
14. 1 Unit magnet kalibrasi untuk prob medan tangensial
15. 1 Unit catu daya 0-12V/20 A, teregulasi
16. 1 Unit Multimeter 2 H (15 A DC)
17. 1 Unit Baterai 1,5 V/IEC RG
18. 9 Unit led penghubung,sekurang-kurangnya 3 unit dengan kapasitas beban dari 20A







Teori Dasar :
Keberadaan medan magnetik (B) pada suatu titik dalam ruang dapat diperagakan secara
langsung. Apabila muatan (q) memiliki kecepatan (v) dalam medan magnetik, akan terdapat
gaya yang bergantung pada q, besar kecepatan dan arahnya. Secara matematis dapat dituliskan
sebagai berikut:



Gaya yang dikerahkan oleh medan magnetik pada kawat yang sedang menyalurkan arus
akan dipindahkan ke kawat oleh gaya yang mengikat elektron pada kawat dipermukaannya.
Karena pembawa muatan itu sendiri mengalami gaya magnetik ketika kawat yang sedang
menyalurkan arus itu berada dalam medan magnetik luar, pembawa muatan itu dipercepat ke
arah salah satu sisi kawat. Ini menghasilkan pemisahan muatan dalam kawat yang disebut Efek
Hall. Fenomena ini memungkinkan untuk menentukan tanda muatan pada pembawa muatan
dan jumlah muatan per volume satuan n dalam suatu konduktor.
Pengukuran tanda beda potensial antara bagian atas dan bagian bawah lempengan itu
akan menandakan pembawa muatannya. Jika kita hubungkan bagian atas dan bawah
lempengan itu dengan kawat yang bertahanan R, elektron negatif akan mengalir dari bagian
atas lempengan melalui kawat ke bagian bawahnya. Begitu elektron meninggalkan bagian atas
lempengan dan memasuki bagian bawahnya, besar pemisahan pada lempengan itu untuk sesaat
berkurang. Akibatnya adalah, gaya elektrostatik pada elektron dalam lempengan itu sesaat akan
melemah sehingga gaya ini tidak lagi mengimbangi gaya magnetik yang terjadi padanya. Gaya
magnetik ini akan menggerakan lebih banyak elektron melintasi lempengan itu. Lempengan itu
dengan demikian merupakan sumber GGL. Beda potensial antara bagian atas dan bagian
bawah lempengan itu disebut tegangan Hall (VH), yang secara matematis:




Perhatikan gambar berikut.

Pengangkut pengangkut muatan tidak menimbun tanpa batas pada tepi kanan pita
karena pergeseran muatan memperbesar medan listrik Hall melintang (Transverse Hall Electric
Field) EH yang bekerja di dalam penghantar untuk menentang hanyutan pengangkut muatan
yang mengarah ke samping. Medan listrik Hall adalah manifestasi lain dari potensial hall dan
dihubungkan kepada perbedaan potensial yang dinyatakan oleh:


L = Lebar plat (lebar pada beda potensial hall)
Akhirnya dicapai sebuah kesetimbangan dimana gaya pembelok magnetik pada
pengangkut muatan yang mengarah ke samping persis dihilangkan oleh gaya listrik yang
besarnya dinyatakan oleh persamaan:


yang arahnya berlawanan yang disebabkan oleh medan listrik Hall, atau:


Atau yang kita tuliskan sebagai :


Untuk kasus dimana vd dan B tegak lurus satu sama lain maka kita akan mendapatkan
persamaan yang lebih sederhana:

dimana



Maka


atau


Dengan d = tebal pita; L= lebar pita. Untuk tebal pita yang sangat kecil (tipis), maka A d.
Sehingga persamaannya menjadi :





Jalan Percobaan :
Hidupkan rangkaian sebentar saja untuk arus lintas di atas 15 A atau arus magnet di
atas 5 A (pemanasan pada lead penghubung atau overload dari kumparan didesain untuk 5A) !
Demagnetisasikan besi pada elektromagnet sebelum memulai setiap rangkaian pengukuran.
Untuk melakukan ini, arus bolak balik sesaat melewati kumparan (set pada tegangan
maksimum 25 V AC pada transformer) lalu perlahan lahan kurangi arusnya menuju 0.
1. Kurva Kalibrasi I
B
-B :
Ukur Densitas fluks magnetik B sebagai fungsi dari arus magnet I
B
. Untuk melakukan
ini, letakkan prob medan tangensial diantara keping tiang dan tambah I
B
dengan tahap
0,5 A (fig. 3)
2. U
H
sebagai fungsi dari B untuk arus konstan I
Q

Pasang peralatan efek Hall pada elektromagnet sesuai dengan fig 1. Kepingan tiang dari
elektromagnet harus didorong secara langsung menuju piringan pembawa (jarak udara
sekecil-kecilnya dan dengan ketebalan yang sama selama perekaman kurva kalibrasi).
Hubungkan peralatan efek Hall ke microvoltmeter dan sumber tegangan sesuai dengan
fig.2. Arah medan seperti yang tercetak pada piringan pembawa (Arah arus I
B
).
Sebelum menghidupkan arus magnet I
B
. Koreksi tampilan pada instrumen pengukuran
untuk tegangan Hall U
H
menuju nol dengan arus lintas I
Q
dihidupkan. Lakukan koreksi
titik nol menggunakan tombol tekan (a) (fig 1) pada microvoltmeter.
Setelah mematikan arus magnet, cek titik nol lagi dan catat setiap kenaikan yang
terjadi. Set arus lintas I
Q
ke misalnya 15 A. Naikkan arus I
B
setiap 1 A dan baca masing
masing tegangan Hall U
H
pada setiap kasus. Baca kekuatan medan efektif untuk setiap
arus I
B
dari kurva kalibrasi I
B
-B. Ulangi rangkaian pengukuran dengan arus lintas I
Q

yang berbeda ( misalnya 20 A).


Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah
1. Efek hall terjadi bedasarkan gaya Lorentz, yang mengakibatkan adanya pemisahan
electron bermuatan positif dan electron bermuatan negative yang menyebabkan terdapat
beda potensial.
2. Beda potensial berbanding lurus dengan besaran arus
3. Densitas muatan dipengaruhi oleh tebal plat yang diuji, semakin tebal plat yang di uji
semakin kecil densitas muatannya