Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR PENANGAN LIMBAH CAIR

A, penomeran dan fungsi bak pada ETP


1. bak 1 adalah bak penampung air setelah process treatment.
2. bak 2 adalah penampung air limbah yang datang dari mesin dyeing yang selanjutnya
akan berturut-turut pindah secara overflow ataupun dengan cara dipompakan ke bak 3,
bak 4 dan bak 5.
3. tangki bulat (tangki fiber ) adalah tangki penampungan air setelah di treatment di DAF.

B. penomeran dan fungsi tangki di mesin DAF


1. tangki no. 1 adalah tangki coagulant.
2. tangki no 2 adalah tangki floculant
3. tangki no 3 adalah tangki decoloring agent.
4. tangki no 4 adalah tangki polimer.
5. tangki presure hádala tangki penetrasi angin.

C. prosedur kerja mesin DAF


1. limbah cair dari mesin dan sisa proses laboratorium ditampung dalam bak 2
diequalisasikan dan diaerasikan dan secara overflow pindah ke bak 3 dan bak 4 dan
secara terus ,eneros proses aerasi guna menambah kosigen untuk menurunkan COD
limbah cair tersebut dan secara overflow masuk ke bak 5.
2. dari bak 5 limbah cair tersebut dipompakan ke tangki reaksi untuk dilakukan treatment
coagulant (tangki 1), dicolorisasi (tangki 2) dan flokulasi (tangki 3).
3. dari tangki 3 limbah dialirkan dengan pompa dengan menginjeksikan udara bertekanan
yang selanjutnya menuju ke presure tank.
4. pada presure tank, limbah yang sudah bercampur dengan udara tekan tadi, tinggal
untuk beberapa saat agar udara tadi terlarut kedalam cairan sehingga menimbulkan
gelembung halus (microbubles).
5. dengan tekanan limbah cair berpindah ke tangki no 4, disini akan direaksikan dengan
polimer guna mengikat partikel-partikel yang telah terpisah dari cairan limbah untuk
selanjutnya menuju ke tangki DAF.
6. didalam tangki DAF, partikel yang telah terikat oleh polimer diapungkan oleh
microbubles yang terbentuk pada proses sebelumnya dan berkumpul pada lapisan atas.
Kemudian akan disapu dengan di scrubber dimasukan ke slurry tangki air yang telah
jernih yang berada pada bagian bawah tangki selanjutnya mengalir ke tangki
penampungan (tangki fiber), selanjutnya akan dipompakan ke bak 1.
7. apabila ada abnormality pada proses, equipment, stop mesin DAF dan laporkan pada
dyeing officer untuk ambil tindakan lanjut, hubungi supervisor dyeing maintenance/
officer utlility SPG 1 untuk perbaikan.

D. prosedur kerja belt proces


1. sludge dari mesin DAF yang telah ditampung dalam slurry tank ditambahkan dari
catering polimer, dipompakan ke belt proses. Pada belt proses ditekan ingá kandungan
harinilla berkurang hingga lebih 20 %.
2. sludge yang keluar dari belt kemudian ditampung dalam kantong besar untuk
dikeringkan melalui MC sludge dryer, kemudian dikirimkan ke penampungan sementara
di area ETP poli division.
PELARUTAN CHEMICAL UNTUK PROSES DAF
Sebelum APD:sepatu estándar, master, kaca mata safety sarung tangan.
A. pelarutan ferrosulfat
1. masukan kurang lebih 1000 liter air murni kedalam tangki ferrol dengan cara membuka
volume air yang sudah tersedia, sampai tanda level 1000 liter.
2. masukan 150 kg ferro sulfat padat kedalam tangki ferro i. Jalankan mixer untuk proses
pengadukan hingga semua ferro larut (kurang lebih 20 menit).
Salurkan ferro sulfat dari tangki I ke tangki ferro II secara gravitasi.
3. jalankan 2 unit doping pump fero sulfat dari tangki ferro II untuk diinjectkan ke tangki
DAF no 1. dalam kondisi capacitas 2 dosing pump tidak mencukupi, alirkan ferro dari
tangki III secara gravitasi, atur bukaan valve sesuai kebutuhan.
B. Pelarutantrimer 7785
1. masukan kurang lebih 750 liter air murni kedalam tangki pelaruttrimer 7785 dengan
cara membuka valve air yang sudah tersedia, samapi tanda level 750 liter.
2. masukan 100 gram trimer sesuai dengan usuran yang tersedia kedalam tangki pelarutan
trimer. Jalankan mixer untuk proses pengadukan ingá semua trimer 7785 larut. Kurang
lebih 30 menit, alirkan larutan trimer 7785 dari tangki I ke tangki II secara gravitas.
3. jalankan doping pump trimer 7785 untuk di injectkan ke tangki sludge pada mesin belt
proses.
C. pelarutan trimer 3626
1. masukan kurang lebih 750 liter air murni kedalam tangki pelarut trimer 3626 dengan
cara membuka valve cair yang sudah tersedia sampai tanda level 750 liters.
2. masukan 100 gram trimer sesuai dengan ukuran yang tersedia ke dalam tangki trimer.
Jalankan mixer untuk proses pengadukan hingga semua trimer 3626 larut (kurang lebih30
menit).
3. jalankan semua dosing pump trimer 3626 untuk diinjectkan ke tangki daf 4. Dalam
kondisi kapasitas dosing pump tidak mencukupi, alirkan trimer dari tangki trimer ii
secara gravitasi, atur bukaan valve sesuai kebutuhan.