Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL GINJAL AKUT

1. PENGERTIAN GAGAL GINJAL AKUT


Adalah penurunan tiba-tiba faal ginjal pada individu dengan ginjal sehat
sebelumnya, dengan atau tanpa oliguria dan berakibat azotemia progresif disertai
kenaikan ureum dan kreatinin darah (Imam Parsoedi A dan Ag. Soeito !Ilmu
Penyakit dalam "ilid II#$% &
2. KLASIFIKASI :
%. 'agal 'injal Akut Prerenal
(. 'agal 'injal Akut Post )enal
*. 'agal 'injal Akut )enal
Gagal Ginjal Akut Prrnal!
'agal ginjal akut Prerenal adalah keadaan yang paling ringan yang dengan +epat
dapat reversibel, bila ferfusi ginjal segera diperbaiki. 'agal ginjal akut Prerenal
merupakan kelainan fungsional, tanpa adanya kelainan histologik,morfologik pada
nefron. -amun bila hipoperfusi ginjal tidak segera diperbaiki, akan menimbulkan
terjadinya nekrosis tubulat akut (-.A&.
Eti"l"gi
%.Penurunan /olume vaskular #
a. 0ehilangan darah,plasma karena perdarahan,luka bakar.
b. 0ehilangan +airan ekstraselular karena muntah, diare.
(. 0enaikan kapasitas vaskular
a. sepsis
b. 1lokade ganglion
+. )eaksi anafilaksis.
*. Penurunan +urah jantung,kegagalan pompa jantung
a. renjatan kardiogenik
b. Payah jantung kongesti
+. .amponade jantung
d. 2istritmia
e. 3mboli paru
f. Infark jantung.
1
Gagal Ginjal Akut P"#rnal
''A posrenal adalah suatu keadaan dimana pembentukan urin +ukup, namun
alirannya dalam saluran kemih terhambat. Penyebab tersering adalah obstruksi,
meskipun dapat juga karena ekstravasasi
Eti"l"gi
1. 4bstruksi
a. Saluran ken+ing ! batu, pembekuan darah, tumor, kristal dll.
b. .ubuli ginjal ! 0ristal, pigmen, protein (mieloma&.
(. 3ktravasasi.
Gagal Ginjal Akut Rnal
%. ''A renal sebagai akibat penyakit ginjal primer seperti !
a. 'lomerulonefritis
b. -efrosklerosis
+. Penyakit kolagen
d. Angitis hipersensitif
e. -efritis interstitialis akut karena obat, kimia, atau kuman.
(.-efrosis .ubuler Akut ( -.A &
-efropati vasomotorik akut terjadi karena iskemia ginjal sebagai kelanjutan ''A.
Prerenal atau pengaruh bahan nefrotoksik.1ila iskemia ginjal sangat berat dan
berlangsung lama dapat mengakibatkan terjadinya nekrosis kortikol akut( -0A&
dimana lesi pada umumnya difus pada seluruh korteks yang besifat reversibel.1ila
lesinya tidak difus (pat+hy& ada kemungkinan reversibel.
P$rik#aan La%"rat"riu$ !
%. 2arah ! ureum, kreatinin, elektrolit, serta osmolaritas.
(. 5rin ! ureum, kreatinin, elektrolit, osmolaritas, dan berat jenis.
*. 0enaikan sisa metabolisme proteinureum kreatinin dan asam urat.
6. 'angguan keseimbangan asam basa ! asidosis metabolik.
7. 'angguan keseimbangan elektrolit ! hiperkalemia, hipernatremia atau
hiponatremia, hipokalsemia dan hiperfosfatemia.
8. /olume urine biasanya kurang dari 699 ml,(6 jam yang terjadi dalam (6 jam
setelah ginjal rusak.
:. ;arna urine ! kotor, sedimen ke+oklatan menunjukan adanya darah, <b,
=ioglobin, porfirin.
2
>. 1erat jenis urine ! kurang dari %,9(9 menunjukan penyakit ginjal, +ontoh !
glomerulonefritis, piolonefritis dengan kehilangankemampuan untuk
memekatkan# menetap pada %,9%9menunjukan kerusakan ginjal berat.
$. P<. 5rine ! lebih dari : ditemukan pada IS0., nekrosis tubular ginjal, dan gagal
ginjal kronik.
%9. 4smolaritas urine ! kurang dari *79 m4sm,kg menunjukan kerusakan ginjal, dan
ratio urine,serum sering %!%.
%%. 0lierens kreatinin urine ! mungkin se+ara bermakna menurun sebelum 15- dan
kreatinin serum menunjukan peningkatan bermakna.
%(. -atrium 5rine ! 1iasanya menurun tetapi dapat lebih dari 69 m3?,@ bila ginjal
tidak mampu mengabsorbsi natrium.
%*. 1ikarbonat urine ! =eningkat bila ada asidosis metabolik.
%6. S2= urine ! mungkin ada karena infeksi, batu, trauma, tumor, atau peningkatan
'A.
%7. Protein ! protenuria derajat tinggi (*-6B& sangat menunjukan kerusakan
glomerulus bila S2= dan arna tambahan juga ada. Proteinuria derajat rendah
(%-(B& dan S2= menunjukan infeksi atau nefritis interstisial. Pada -.A
biasanya ada proteinuria minimal.
%8. ;arna tambahan ! 1iasanya tanpa penyakit ginjal ataui infeksi. ;arna tambahan
selular dengan pigmen ke+oklatan dan sejumlah sel epitel tubular ginjal
terdiagnostik pada -.A. .ambahan arna merah diduga nefritis glomular.
2arah !
%. <b. ! menurun pada adanya anemia.
(. Sel 2arah =erah ! Sering menurun mengikuti peningkatan kerapuhan,penurunan
hidup.
*. P< ! Asidosis metabolik (kurang dari :,(& dapat terjadi karena penurunan
kemampuan ginjal untuk mengeksresikan hidrogen dan hasil akhir metabolisme.
6. 15-,0reatinin ! biasanya meningkat pada proporsi ratio %9!%
7. 4smolaritas serum ! lebih beras dari (>7 m4sm,kg# sering sama dengan urine.
8. 0alium ! meningkat sehubungan dengan retensi seiring dengan perpindahan
selular ( asidosis& atau pengeluaran jaringan (hemolisis sel darah merah&.
:. -atrium ! 1iasanya meningkat tetapi dengan bervariasi.
>. Ph# kalium, dan bikarbonat menurun.
$. 0lorida, fosfat dan magnesium meningkat.
%9. Protein ! penurunan pada kadar serum dapat menunjukan kehilangan protein
melalui urine, perpindahan +airan, penurunan pemasukan, dan penurunan
3
sintesis,karena kekurangan asam amino esensial
%%. C..Skan
%(. =)I
%*. 30' mungkin abnormal menunjukan ketidakseimbangan elektrolit dan
asam,basa.
&. PENGKAJIAN
%. Aktifitas dan istirahat !
a. gejala ! 0elitihan kelemahan malaese
b. .anda ! 0elemahan otot dan kehilangan tonus.
(. Sirkulasi.
.anda ! hipotensi,hipertensi (termasuk hipertensi maligna,eklampsia, hipertensi
akibat kehamilan&.
2isritmia jantung.
-adi lemah,halus hipotensi ortostatik(hipovalemia&.
2/I, nadi kuat,<ipervolemia&.
3dema jaringan umum (termasuk area periorbital mata kaki sakrum&.
Pu+at, ke+enderungan perdarahan.
*. 3liminasi
a. 'ejala ! Perubahan pola berkemih, peningkatan frekuensi,poliuria (kegagalan
dini&, atau penurunan frekuensi,oliguria (fase akhir&
2isuria, ragu-ragu, dorongan, dan retensi (inflamasi,obstruksi,
infeksi&.
Abdomen kembung diare atau konstipasi
)iayat <P1, batu,kalkuli
b. .anda ! Perubahan arna urine +ontoh kuning pekat,merah, +oklat, beraan.
4liguri (biasanya %(-(% hari& poliuri ((-8 liter,hari&.
6. =akanan,Cairan
a. 'ejala ! Peningkatan berat badan (edema& ,penurunan berat badan (dehidrasi&.
=ual , muntah, anoreksia, nyeri uluhati
Penggunaan diuretik
b. .anda ! Perubahan turgor kulit,kelembaban.
3dema (5mum, bagian baah&.
4
7. -eurosensori
a. 'ejala ! Sakit kepala penglihatan kabur.
0ram otot,kejang, sindrom Dkaki 'elisahE.
b. .anda ! 'angguan status mental, +ontoh penurunan lapang perhatian,
ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, ka+au,
penurunan tingkat kesadaran (azotemia, ketidak seimbangan elektrolit,
asama basa.
0ejang, faskikulasi otot, aktifitas kejang.
8. -yeri,0enyamanan
a. 'ejala ! -yeri tubuh , sakit kepala
b. .anda ! Perilaku berhati-hati,distrkasi, gelisah.
:. Pernafasan
a. 'ejala ! nafas pendek
b. .anda ! .akipnoe, dispnoe, peningkatan frekuensi, kusmaul, nafas amonia, batuk
produktif dengan sputum kental merah muda( edema paru &.
>. 0eamanan
a. 'ejala ! adanya reaksi transfusi
b. .anda ! demam, sepsis(dehidrasi&, ptekie atau kulit ekimosis, pruritus, kulit
kering.
$. Penyuluhan,Pembelajaran!
'ejala ! riayat penyakit polikistik keluarga, nefritis herediter, batu urianrius,
malignansi., riayat terpapar toksin,(obat, ra+un lingkungan&, 4bat nefrotik
penggunaan berulang Contoh ! aminoglikosida, amfoterisisn, 1,anestetik vasodilator,
.es diagnostik dengan media kontras radiografik, kondisi yang terjadi bersamaan
tumor di saluran perkemihan, sepsis gram negatif, trauma,+edera kekerasan ,
perdarahan, +edra listrik, autoimun2=, gagal jantung,hati.
5
'. (IAGN)SA KEPERAWATAN *ANG +UNGKIN +UN,UL :
%. Perubahan kelebihan volume +airan b,d gagal ginjal dengan kelebihan air.
(. )esiko tinggi terhadap menurunnya +urah jantung berhubungan dengan
ketidakseimbangan +airandan elektrolit, gangguan frekuensi, irama, konduksi
jantung, akumulasi,penumpukan urea toksin, kalsifikasi jaringan lunak.
*. 'angguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
katabolisme protein
6. 0elelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik,pembatasan
diet, anemia.
7. )esiko tinggi terhadap infeksi b,d depresi pertahanan imunologi.
8. )esiko tinggi terhadap kekurangan volume +airan b,d kehilangan +airan
berlebihan.
:. 0urang pengetahuan tentang kondisi,prognosis dan kebutuhan pengobatan b,d
kurang mengingat.
6
-. REN,ANA INTER.ENSI
(IAGN)SA KEP. TUJUAN / KRITERIA INTER.ENSI RASI)NAL
%. Perubahan kelebihan
+airan b,d gagal ginjal dgn
kelebihan air
Perubahan kelebihan +airan tidakterjadi
Kritria !
=enunjukan haluaran urine tepat
1".urine normal
11 stabil
.anda vital normal
3dema tidak ada
Catat pemasukan dan pengeluaran
akurat.
Aasi bj. 5rine
.imbang 11. .iap hari dengan alat
yang sama.
Aasi nadi, .ekanan darah, suara paru.
0aji kulit, ajah area edema evaluasi
derajat edema
Auskulstasi paru dan bunyi jantung
0olaborasi #
Perbaiki penyebab ! +ontohnya
memperbaiki ferfusi ginjal
Aasi pemeriksaan @ab! 1un,0reatinin,
-a, 0, <b,<t, Aoto thoraF
1atasi +airan sesuai dengan Indikasi
1erikan obat sesuai dengan
indikasi!2iuretik,antihipertensi.
=enentukan fungsi ginjal dan
kebutuhan penggantian +airan.
=engukur kemampuan ginjal
mengkonsentrasikan urin.
Pengaasan status +airan tubuh
=engetahui ta+hi+ardi,hipertensi dan
edema paru dan bunyi nafas tambahan.
=udah terjadinya edema dan
mengetahui akumulasi +airan
2eteksi dini terjadinya oedema paru
=engembalikan ke fungsi normal.
=engkaji berlanjutnya disfungsi gagal
=anajemen +airan diukur untuk
menggantikan pengeluaran dari semua
sumber ditambah prakiraan kehilangan
yang tak tampak..
5ntuk melebarkan lumen tubulerdari
debris, meningkatkan vol. 5rine
adekuat, antihipertensi untuk mengatasi
hipertensi sehingga menurunkan aliran
darah ginjal
(. )esiko tinggi tehadap .ujuanPenurunan +urah jantung tidak Aasi .2 dan frekuensi jantung 2eteksi dini terhadap kelebihan +airan
7
penurunan +urah jantung b,d
kelebihan +airan
terjadi, denga kriteria !
=empertahankan +urah jantung,
.2. 2an denyut jantung normal
-adi ferifer kuat! sama dengan aktu
pengisisn kapiler
4bservasi 30'
Auskultasi bunyi jantung.
0aji arna kulit, membran mukosa dan
dasar kuku.
Selidiki kram otot, kesemutan pada jari
dan kejang otot.
Pertahankan tirah baring dan dorong
istirahat adekuat
0olaborasi !
Pemeriksaan ! @ab.0,-a, Ca.
1erikan tambahan oksigen
1erikan obat sesuai dengan indikasi !
Inotropik(digoksin&
-abi+
)espon terhadap berlanjutnya gagal
ginjal
2eteksi dini untuk persiapan dialisis
2eteksi dini terhadap vasokontriksi atau
anemia, sianosis yang mungkin
berhubungan dgn. 'agal ginjal
Indikator hipokalemia yang dpt.
mempengaruhi kontraktilitas dan fungsi
jantung.
=enurunkan konsumsi oksigen,kerja
jantung
2eteksi dini perubahan elektrolit darah
=emaksimalkan sediaan oksigen.
=emperbaiki +urah jantung
=engatasi <ipokalemia dan
memperbaiki iritabilitas jantung.
=emperbaiki asidosis
*. Perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh b,d
katabolisme protein.
.ujuan kebutuhan nutrisi terpenuhi,
dengan kriteria #
=empertahankan,meningktkan 1erat
badan,
1ebas oedema.
0aji,+atat pemasukan diet
1erikan makanan sedikit dan sering
.aarkan peraatan mulut, berikan
permen karet atau penyegar mulut
diantara aktu makan
.imbang berat badan setiap hari
0olaborasi! konsul dengan ahli gizi.
1erikan tinggi kalori, rendah protein,
rendah garam.
=embantu dalam mengidentifikasi
defisiensi dari kebutuhan diet.
=eminimalkan anoreksia dan mual
=enghindari membran mukosa mulut
kering dan pe+ah
2eteksi dini perpindahan keseimbangan
+airan
=enentukan kalori individu, dan
kebutuhan nutrisi
0alori diperlukan untuk memenuhi
kebut. 3nergi, rendah protein
disesuaikan dengan fungsi ginjal yang
8
1erikan obat sesuai dengan indikasi# Ae,
Ca, /it. 2, /it 1+ompleks
Anti emetik
menurun.
=engatasi anemia, memperbaiki kadar
normal serum , memudahkan absorbsi
kalsium, diperlukan koenzim, pada
pertumbuhan sel..
6. 0elelahan b,d penurunan
produksien energi
metabolik,pembatasan diet,
anaemia
.ujuan !
0elelahan berkurang,hilangdengan
kriteria !
1erpartisipasi pada aktivitas yang
diberikan
3valuasi laporan kelelahan
0aji kemampuan untuk berpartisipasi
dalam aktivitas yang diinginkan.
Identifikasi faktor stress yang dapat
memperberat
)en+anakan periode istirtahat adekuat
1erikan bantuan dalam aktivitas sehari-
hari
.ingkatkan partisipasi sesuai dengan
kemampuan
0olaborasi # Aasi # pemeriksaaan
3lekrolit
=enentukan derajat dan efek
ketidakmampuan.
=embantu memilihkan intervensi
=engatasi penyebab
=en+egah kelelahan berlebihan
=emberikan keamanan pada pasien
=embatasi frustasi..
0etidakseimbangan mengganggu fungsi
neuromuskuler
7. )esiko tinggi terhadap
kekurangan volume +airan
b,d kehilangan +airan yang
berlebihan.
.ujuan !
0ekurangan +airan tidak terjadi, dengan
kriteria #
Intake dan out put seimbang
.urgor kulit baik.
=embran mukosa lembab, nadi ferifer
teraba, elektroluit dalam batas normal.
5kur pemasukan dan pengeluaran
dengan akurat
Perhatikan tanda dan gejala dehidrasi
1erikan +airan yang diizinkan,program
pengobatan
0ontrol suhu lingkungan
=embantu memperkirakan kebutuhan
+airan
0ehilangan +aiarn dapat menyebabkan
status gangguan hipovolemik
Aase diuretik dpt. berlanjut fase
oliguria, aspada dehidrasi nokturnal.
=enurunkan diaforesis..
8. )esiko tinggi terhadap
infeksi b,d depresi
pertahanan imunologi.
.ujuan !
)esiko infeksi tidak terjadi, dengan
kriteria #tidak mengalami tanda-tanda
infeksi
Patuhi prosedur peraatan,tingkatkan
+u+i tangan yang baik.
<indari prosedur invasif
=enurunkan resiko infeksi silang
=embatasi introduksi bakteri ke dalam
9
1erikan peraatan kateter rutindan
tingkatkan peraatan perianal
2orong nafas dalam batuk dan
pengubahan posisi sering.
tubuh
=enurunkan resiko IS0 asenden
=en+egah atelektasis, menurunkan
resiko infeksi paru.
:. 0urang pengetahuan
tentang kondisi, prognosis
dan kebutuhan pengobatan
b,d kurang mengingat.
0lien dan keluraga dapat memahami,
tentang kondisi, prognosis, dan
pengobatan, dengan kriteria!
=enunjukan perubahan prilaku, dapat
berpartisipasi dalam pengobatan dan
peraatan
0aji ulang proses penyakit, prognosis,
dan faktor pen+etus jika diketahui.
"elaskan tingkat fungsi ginjal, setelsh
episode akut berlalu.
2iskusikan dialisis ginjal bila dilakukan
0aji ulang ren+ana diet
2orong pasien dan keluarga untuk
mengobservasi karakteristik urine,
jumlah frekuensi dan pengeluaran
2iskusikan pembatasan aktivitas
2iskusikan penggunaan obat
.ekankan perlunya peraatan,
pemeriksaan lab.
Identifikasi gejala yang memerlukan
intervensi medik, +ontohnya
peningkatan 11, oedema, letargi,
=emberikan dasar pengetahuan
Pasien mungkin mengalami defek sisa
yang bersifat sementara
Sebagai informasi tambahan dalam
mengambil keputusan
-utrisi adekuat perlu untuk proses
penyembuhan
Perubahan dapat menunjukan gangguan
fungsi ginjal
.indakan penghematan energi.
4bat dapat menimbulkan reaksi toksik
pada ginjal, perlu dilaporkan
penggunaan obat oleh pasien.
=enghindari kekambuhan,komplikasi
5paya dalam men+egah komplikasi.
10
perdarahan,tanda infeksi, atau gangguan
mental.
11
ANALISA (ATA
-ama 0lien ! .n. A
)uang ! 1edah A.
(ATA KE+UNGKINAN
PEN*E0A0
+ASALAH
S.! 0lien mengeluh badan
lemas, mual-mual, nafsu
makan menururn
4.! <b, :,:mg,dl.
ARF
Penurunan fungsi glomerolus
Pembentukan eritropoetin
berkurang
<b. 1erkurang
5reum dan kreatinin
meningkat
=ual-mual, kurang nafsu
makan
)esiko terjadi gangguan
transport oksigen
)esiko terjadi gangguan
transport oksigen
S. 0lien mengeluh sering
+egukan
4.!Intake (:99 CC. 4utput
**99 CC urea -!%*,*
mg,dl, 0reatinin!9,$:
0#*%,-a..! %6% Cl.! %%%
ARF

Penurunan Aungsi
'lomerolus
'angguan keseimbangan
+airan dan elektrolit
Intake dan out put tidak
seimbang
0ekurangan +airan
0ekurangan +airan
S. -yeri pada tempat
pemasangan P-S tidak,
bengkak tidak, keluar
+airan eFudat.tidak.riayat
<idro -ephrosis 1erat
.indakan injury pada
jaringan kulit sampai ginjakl
)esiko infeksi.
12
4.! .erpasang P-S kiri
dan kanan
2iagnosa 0eperaatan 2an Prioritas 2iagnosa
%. 0ekurang +airan b,d intake dan out put tidak seimbang
(. )esiko gangguan transport oksigen b,d <b. 1erkurang
*.)esiko terjadi infeksi b,d tindakan injury pada jaringan kulit sampai ginjal
13
PEREN,ANAAN KEPERAWATAN
-ama 0lien !
)uang ! 1edah A
(IAGN)SA TUJUAN1KRITERIA INTER.ENSI RASI)NAL
%. 0ekurangan volume
+airan b,d kehilangan
+airan yang berlebihan.
.ujuan !
0ekurangan +airan tidak terjadi,
dengan kriteria #
Intake dan out put seimbang
.urgor kulit baik.
=embran mukosa lembab, nadi
ferifer teraba, elektroluit dalam batas
normal.
5kur pemasukan dan pengeluaran dengan
akurat
Perhatikan tanda dan gejala dehidrasi
1erikan +airan yang diizinkan,program
pengobatan
0ontrol suhu lingkungan
=embantu memperkirakan kebutuhan
+airan
0ehilangan +aiarn dapat menyebabkan
status gangguan hipovolemik
Aase diuretik dpt. berlanjut fase oliguria,
aspada dehidrasi nokturnal.
=enurunkan diaforesis..
)esiko gangguan
transport oksigen b,d
<b. 0urang
.ujuan! setelah dilakukan tindakan
keperaatan ,klien dapat
menunjukan peningkatan <b.
2engan kriteria !
<b. =eningkat, mual muntah
berkurang, nafsu makan bertambah
"elaskan penyebab badan lemas, tidak nafsu
makan, mual-mual.
1erikan .ransfusi s,d program pengobatan
a. Istirahatkan klien
1erikan diet s,d program( .0)P&
2engan penjelasan klien dapat memahami
sehingga dapat berkoordinasi dalam
tindakankeperaatan,terapi.
=eningkatkan <b.meningktan transport
oksigen
=embatasi kebutuhasn oksigenasi
jaringan.
=enyesuaikan dengan fungsi ginjal yang
terganggu
2eteksi dini gangguan transport oksigen
14
4bservasi vital sign dan daerah akral
0olaborasi !
1erikan Anti mual sebelum makan
daerah ferifer
=engatasi gangguan , meningkatkan nafsu
makan, memperbaiki kondisi.
)esiko terjadi infeksi
b,d tindakan
pemasangan P-S.kiri
dan kanan
.ujuan ! setelah dilakukan tindakan
keperaatan klien tidak menunjukan
tanda-tanda infeksi, dengan
kriteria !daerah pemasangan P-S.
.idak bengkak, tidak merah, tidak
keluar +airan eFudat, tidak nyeri.
)aat luka daerah pemasangan P-S setiap
hari, dengan memperhatikan sterilitas.
4bservasi tanda-tanda infeksi pada daerah
pemasangan P-S.
1erikan obat antibiotika s,d program
pengobatan.
=embatasi,menghindari terjadinmya
infeksi
2eteksi dini terhadap tansda-tanda infeksi
15
I+PLE+ENTASI KEPERAWATAN
-ama 0lien ! .n. A
)uang ! 1edah A
N). (2. TANGGAL/
HARI/JA+
I+PLE+ENTASI PERAWAT
*
*
%
(
*
(
Senin,
(7 G9*-9(
9$.99
%9.99
%%.99
%(.99
%(.%7
=elakukan pengkajian
=elakukan pemeriksaan fisik
=elakukan peraatan luka pad tempat pemasangan P-S. 0iri dan kanan
4bservasi vital sign(.2, -adi, )), dan Suhu &
4bservasi kepatenan pemasangan infus dan jenis +airan serta jumlah,(6 jam
=emberikan transfusi %. %kantong((79++&
4bservasi vital sign( .2, -adi, )) dan suhu &
=emberikan obat Ipepsan li?uid.sebelum makan % sendok makan.
4bservasi makan klien
SU0HAN
(
(
Selasa
(8-9*-9(
9:.*9
9>.99
=erapikan tempat tidur dan lingkungan klien.
=emberikan obat Ipepsan sebelum makan (% sendok makan&
=engobservasi makan klie
=emberikan obat oral ! 0alneF % tab( (79 mg&, Cefspan ( 79 mg&, 0altropen %
tab.( 79 mg.
SU0HAN
*
(
(
*
*
(
%
(
%
9>.(9
9>.*9
9$.99
%9.99
%(.99
%(.%7
%*.99
=engambil pemeriksaan darah ( kreatini dan 5reum &
=emberikan transfusi ke *
=eraat luka daerah pemasangan P-S kiri dan kanan
=elakukan observasi tanda-tanda infeksi.
0olaborasi dengan dokter obat Ipepsan ( habis&
4bservasi vital sign ( .2. -adi, )), dan suhu &
4bservasi makan klien, mengingatkan sebelumnya minum Ipepsan % sendok
makan
4bservasi intake dan out put
)abu
(:-9*-9(
%6.99 4bservasi vital sign( .2, -adi, )), dan suhu &
=embantu meraat personal hygiene klien, mengenjurkan agar membersihkan
SU0HAN
17
%7.99
%:.99
%>.99
%$.99
kulit , memberi talk dan mengganti pakaian ( mengurangi gatal&
=emberikan obat oral
=elakukan observasi vital sign (.2, Suhu, -adi dan )) &
=elakukan evalusi ( ren+ana pindah 1edah 2&
18
E.ALUASI
-ama 0lien ! .n. A
)uang ! 1edah A
N). (2 HARI/TANGGAL/JA+ E.ALUASI PERAWAT
%
(
*
)abu,(:-9*-9(
%$*9
S. keluhan +egukan tidak ada
4.! intake , *(99++, out put (:99++
@ab. 5reum ! %*,*, kreatini, 9,$:
A# )esiko kekurangan +airan tidak terjadi
P.! ;aspadai terus keseimbangan +airan, teruskan intervensi %,(,*
dan 6&
S.!0eluhan badan lemas, berkurang, nafsu makan ada, mual-mual
hilang, tapi dengan bantuan obat ipepsan
4.! <b. %9,%mg,dl
A. )esiko terjadi gangguan transport oksigen tidak terjadi
P. ! @anjutkan intervensi %,(,* dan 6
S. ! -yeri pada tempat pemasangan P-S, tidak, bengkak, tidak,
merah tidak keluar +airan eFudat tidak.
4. .anda-tanda infeksi tidak ada
A. )esiko infeksi tidak terjadi
P.! @anjutkan intervensi %,(,* sampai P-S dilepas.
SU0HAN