Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan
manusia, karena pendidikan dapat menentukan peradapan manusia pada masa
yang akan datang. Pendidikan juga mempunyai peranan yang sangat menentukan,
tidak hanya bagi perkembangan dan perwujudan individu melainkan juga bagi
kehidupan bangsa dan negara. Kemajuan suatu bangsa tergantung dari bagaimana
bangsa tersebut mengenal, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia,
hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada
masyarakat.
Salah satu untuk memajukan sumber daya manusia (SDM) adalah
pendidikan matematika. Matematika merupakan pelajaran yang diberikan di
seklah memegang peranan penting dalam membentuk !aln intelektual untuk
berpikir se!ara kritis, analisis, lgis, kreatif dan sistematis. "ujuan pengajaran
matematika memberi tekanan pada penatan nalar, pembentukan sikap serta
keterampilan siswa dalam menerapkan matematika, dan berfungsi untuk
membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang
luas dan mampu mengemangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknlgi, ke!akapan yang ditumbuhkan pada siswa merupakan
1
2
sumbangan mata pelajaran matematika pada ke!akapan hidup yang ingin di!apai
melalui kurikulum.
Matematika merupakan suatu mata pebelajaran yang diajarkan pada
setiap jenjang pendidikan di #ndnesia dimulai dari Seklah Dasar (SD) sampai
dengan Seklah Menegah $tas (SM$). Dikarenakan pendidikan merupakan salah
satu hal yang penting untuk menentukan maju mundurnya suatu bangsa, maka
untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subjek dalam pembangunan
yang baik, di perlukan mdal dari hasil pendidikan itu sendiri. %leh karena itu,
pembaharuan dalam bidang sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan harus
terus dilakukan.
Persalan sekarang adalah bagaimana, menemukan !ara yang terbaik
untuk menyampaikan berbagai knsep yang yang diajarkan sehingga siswa dapat
menggunakan dan mengingat lebih lama knsep tersebut. &agaimana guru dapat
berkmunikasi baik dengan siswanya. &agaimana guru dapat membuka wawasan
berfikir yang beragam dari seluruh siswa, sehingga dapat mempelajari berbagai
knsep dan !ara mengaitkannya dalam kehidupan nyata. &agaimana sebagai guru
yang baik dan bijaksana mampu menggunakan mdel pembelajaran yang
berkaitan dengan !ara meme!ahkan masalah (prblem slving).
Menurut $rends (dalam "riant,'(()*++)., it is strange that we
expect studentto learn yet seldom teach then about lerning, we
expect student to solve problems yet seldom teach then about
problem solving. -ang berarti mengajar guru selalu menuntut
siswa bagaimana siswa untuk belajar, guru juga menuntut siswa
untuk menyelesaikan masalah, tapi jarang mengajarkan bagaimana
siswa seharusnya menyelesaikan masalah.
3
.ntuk men!apai tujuan tersebut, diperlukan prses pembelajaran yang
menarik dan relevan. Pembelajaran yang memerankan guru sebagai pendidik
membuat desain instruksinal, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dan
mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan siswa berperan sebagai subjek pembelajar,
yaitu mengalami prses belajar, men!apai hasil belajar dan menggunakan hasil
belajar sebagai tahapan pengetahuan dan kemampuan dalam kegiatan
pembelajaran.
/amun, walaupun matematika telah dikenal siswa sejak dipendidikan
dasar, pada dasarnya matematika masih dianggap mata pelajaran yang sulit.
Padahal matematika merupakan salah satu !abang ilmu yang sangat penting.
Selain itu, matematika juga merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan
se!ara nasinal, mulai dari Seklah Dasar, Seklah Menegah Pertama sampai
dengan Seklah Menengah $tas. %leh karena itu, dalam pelaksanaan kegiatan
belajaran mengajar pada pelajaran matematika guru hendaknya dapat memilih dan
menggunakan strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa se!ara aktif
dalam belajar, bail se!ara mental, maupun ssial sehingga memudahkan siswa
untuk memahami knsep yang diberikan. Dalam prses belajar mengajar yang
berlangsung, pada umumnya guru menggunakan metde knvensinal yang
berpusat pada guru karena metde ini mudah dilaksanakan !epat dan murah. 0al
ini menyebabkan hasil belajar yang di!apai siswa rendah.
&erdasarkan hal tersebut, maka pembelajaran matematika seharusnya di
arahkan pada kegiatan1kegiatan yang mendrng siswa belajar se!ara aktif, baik
fisik, mental, maupun ssial untuk memahami matematika. 2uru memberikan
4
drngan pada siswa untuk mengguakan tritasnya dalam membangun gagasan,
walaupun tanggung jawab untuk belajar berada pada siswa, tetapi guru
bertanggung jawab untuk men!iptakan situasi yang mendrng prakarsa,
mrivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.
Sehubungan dengan itu pembelajaran diseklah guru diharapkan
menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Penggunaan strategi dalam
kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah prses
pembelajaran sehingga dapat men!apai hasil yang ptimal. "anpa adanya strategi
yang jelas, prses pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaraan
yang telah ditetapkan sulit ter!apai se!ara ptimal. Dengan kata lain tidak dapat
berlangsung se!ara efektif dan efisien strategi pembelajaran sangat berguna, baik
bagi guru maupun siswa. &agi guru, strategi dapat di jadikan pedman dan a!uan
bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran. &agi siswa, pengguna
strategi pembelajaran dapat mempermudah prses belajar siswa. (3ena, '((4*').
Salah satu strategi yang dapat dijadikan alternatif bagi guru adalah
strategi peme!ahan masalah sistematis (systematic approach to problem solving),
merupakan petunjuk untuk membantu menyelesaikan masalah dan meningkatkan
hasil belajar. (3ena, '((4*++).
Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif
untuk pengajaran prses berpikir tinggi, pembelajaran ini !!k untuk
mengembangkan pengetahuan dasar maupun kelmpk (5atumanan, '(('*6'7).
Menurut pengamatan penelitian pada waktu PP8 di M"s 2.PP# Pagar
$lam, pada pelajaran Matematika masih !enderung bersifat knvesinal. Pada
5
setiap kegiatan belajar mengajar siswa jarang dihadapkan dengan permasalahan
atau sal yang memerlukan analisis didalam peme!ahannya sehingga adanya
ke!enderungan !ara berfikir siswa tidak berkembang. Dalam hal ini siswa tidak
mampu menyelesaikan suatu sal yang berbeda dengan !nth yang sudah
dianjurkanleh guru padahal sal tersebut !ara mengerjakannya sama dengan
!nth yang di jelaskan leh guru.
&erdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan judul 9Pengaruh Strategi Metde Peme!ahan Masalah
Sistematis (Systematic Approach To Problem Solving) "erhadap 0asil &elajar
Siswa Pada Pembelajaran Matematika Pkk &ahasan %perasi 0itung &entuk
$ljabar Kelas :## M"s 2uppi Pagar $lam "ahun $jaran '(6';'(67,.
1.2 Masalah dan Pembatasan Masalah
1.2.1 Masalah
Sehubungan dengan latar belakang diatas maka menjadi masalah dalam
penelitian ini adalah 9 $pakah ada pengaruh strategi metde peme!ahan masalah
sistematis (systematic approach to problem solving) terhadap hasil belajar siswa
pada pembelajaran matematika pkk bahasan perasi hitung bentuk aljabar kelas
:## M"s 2uppi Pagaralam "ahun ajaran '(6';'(67<,
1.2.2 Pembatasan Masalah
$gar permasalahan dalam penelitin ini tidak menyimpang dari sasaran
yang diharapkan maka ruang lingkup dalam penelitian ini adalah *
6
a. 0asil pembelajaran yang diambil adalah hasil belajar siswa yang menggunakan
metde strategi pembelajaran peme!ahan masalah sistematis (systematic
approach to problem solving).
b. Materi yang diberikan yaitu perasi hitung bentuk aljabar.
c. Penelitian diadakan di M"s 2uppi Pagaralam kelas :## "ahun ajaran
'(6';'(67.
1.3 Tuuan Penel!t!an
"ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 9 pengaruh strategi
metde peme!ahan masalah sistematis (systematic approach to problem solving)
terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika pkk bahasan perasi
hitung bentuk aljabar kelas :## M"s 2uppi Pagaralam "ahun ajaran '(6';'(67,.
1.4 Man"aat Penel!t!an
$dapun manfaat dalam penelitian ini adalah *
1. &agi 2uru
Sebagai salah satu alternatif pertimbangan pembelajaran matematika dalam
rangka meningkatkan keprfesinalannya sebagai pendidik untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pembelajaran matematika.
2. &agi Siswa
Siswa dapat menyelesaikan masalah atau sal yang diberikan leh guru, siswa
dapat lebih aktif dalam belajar dan sebagai sarana dalam meningkatkan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
3. &agi peneliti
7
Sebagai pengalaman dalam melakukan penelitian yang dapat menambah
wawasan bagi peneliti.
4. &agi seklah
Dapat memberikan sumbangan yang baik pada seklah dalam rangka
memberikan pembelajaran, matematika khususnya.
1.5 Anga#an Dasar dan H!#$tes!s
1.%.1 Angga#an Dasar
Menurut Prf. Dr. 3inarn Surakhmad M. S!. =d (dalam $rikunt,
'((+*+>). $ngapan dasar atau pstulat adalah sebuah titik tlak pemikiran yang
kebenaranya diterima leh peneliti.
$nggaran dasar dalam penelitian ini dengan metde sistematic approach
to problem solving, siswa dapat meme!ahkan masalah selangkah demi selangkah
dengan menggunakan aturan tertentu, baik itu masalah pribadi atau perrangan
masalah kelmpk dipe!ahkan sendiri atau bersama1sama.
1.%.2 H!#$tes!s
Menurut Prf. Drs. Sutrisn 0adi M$ dalam kutipan Prf. Dr. Suharsimi
$rikunt ('((>*+?) 0iptesis merupakan jawaban permasalahan dibedakan atas '
hal sesuai dengan taraf pen!apaian yaitu*
1. @awaban permasalahan yang berupa kebenaran pada taraf teritik, ter!apai
melalui memba!a.
2. @awaban permasalahan yang berupa kebenaran pada taraf peraktek, di!apai
setelah penelitian selesai, yaitu setelah pengellahan terhadap data.
8
Sehubungan dengan pembatasan pengertian diatas maka hiptesis dapat
diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan
penelitian, sampai terbukti melalui data yang dikumpulkan.
&erdasarkan titik tlak pada angapan dasar diatas, maka penulis
merumuskan hiptesis sebagai berikut * 9$da pengaruh strategi metde
peme!ahan masalah sistematis
(systematic approach to problem solving) terhadap hasil belajar siswa pada
pembelajaran matematika pkk bahasan perasi hitung bentuk aljabar kelas :##
M"s 2.PP# Pagaralam "ahun ajaran '(6';'(67<,
BAB II
TIN&AUAN PU'TA(A
2.1 Pr$ses Belaar Mengaar
2.1.1 Pegert!an Belaar
Menurut pandangan &. A Skiner (dalam Sagala, '(6(*6?) mengemukakan
belajar adalah suatu prses adaptasi atau penyesuain tingkah laku yang
berlangsung se!ara prgresif. &elajar juga di pahami sebagai suatu prilaku, pada
saat rang belajar, maka respnsnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak
belajar, maka respnsnya menurun. 8ester D. Brw mengemukakan belajar 9 ialah
upaya untuk memperleh kebiasaan1kbiasaan, pengetahun, dan sikap1sikap 9.
Slamet dalam Syaful &ahri( '(()*67) mengemukakan belajar adalah * 9 suatu
prses usaha yang di lakukan individu untuk memperleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru se!ara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya 9.
&elajar meme!ahkan masalah (problem to solving), tipe belajar ini menurut
2agne (dalam Sagala, '(6(*'') merupakan tipe belajar yang paling kmpleks,
karena di dalamnya terkait tipe1tipe belajar yang lain, terutama penggunaan
aturan1aturan yang ada disertai prses analisis dan penyimpulan. Dalam tipe
belajar ini lama, tetapi dengan tipe belajar problem solving ini kemampuan
penalaran anak dapat berkembang. Problem solving atau meme!ahkan masalah
sesuatu yang biasa dalam hidup setiap manusia dan tiap hari sepuluh atau dua
puluh kali ia meme!ahkan masalah.
9
&erdasarkan uraian di atas maka belajar dapat di artikan sebagai suatu prses
perubahan tingkah laku kebiasaan1kebiasaan, pengetahuan, dan sikap1sikap pada
waktu tertentu dan di perlukan leh manusia yang berawal dari tidak tahu menjadi
tahu.
2.1.2 Pengert!an Mengaar
2uru sebagai pengajar merupakan pen!ipta kndisi belajar siswa yang di
desain se!ara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. siswa sebagai subjek
dalam prses belajar mengajar merupakan pihak yang menikmati kndisi belajar
di!iptakan leh guru. Sering di katakan mengajar adalah menrganisasikan
aktifitas siswa dalam arti yang luas. Peranan guru bukan semata1mata memberikan
infrmasi, melainkan mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and
acilitatiing the learning) agar prses lebih memadai.
Menurut 0amalik ( '(()*??) menyatakan bahwa 9 mengajar adalah
menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di seklah 9, /asutin
dalam Surysubrt, '((4*6>) 9 mengajar merupakan suatu aktivitas
mengrganisasiatau mengatur lingkungan sebaik1baiknya dan menghubungkannya
dengan anak, sehingga terjadi belajar mengajar 9.
&erdasarkan kutipan diatas mengajar dapat diartikan suatu sebagai yang
sangat penting, mengajar sebagai prses penyampaian infrmasi yang dilakukan
leh serang guru kepada siswa, untuk menanamkan pengetahuan dan
keterampilan kepada siswa. $gar kegiatan belajar mengajardapat berjalan se!ara
ptimal.
10
2.2 'trateg! Pembelaaran
Srategi pembelajaran merupakan !ara1!ara yang berbeda untuk men!apai
hasil pebelajaran yang berbeda dibawah kndisi yang berbeda 5eigeluth dalam
3ena ('((4*>). :ariabel pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga yaitu
a. Strategi pengrganisasikan (organi!ational strategy), merupakan !ara untuk
menata isi suatu bidang studi, dan kegiatan ini berhubungan dengan tindakan
pemilihani isi;materi, penataan isi , pembuatan diagram, frmat, dan
sejenisnya.
b. Strategi penyampaian (delivery strategy), adalah !ara untukmenyampaikan
pembelajaran pada siswa dan;atau untuk menerima serta merespns masukan
dari siswa.
c. Strategi pengellaan (management strategy), adalah !ara untuk menata
interaksi antara siswa dan variabel strategi pembelajaran lainnya (variabel
strategi pengrganisasian dan penyampain). Strategi pengellaan pembelajaran
berhubungan dengan pemilihan tentang strategi pengrganisasian dan strategi
penyampaian yang di gunakan selama prses pembelajaran berlangsung.
Menurut Di!k dan Barrey dalam Surybrt ('((4*64>) strategi
pembelajaran adalah suatu pendekatan dalam mengella se!ara sistematis
kegiatan pembelajaran sehingga sasaran didik dapat men!apai isi pembelajaran
atau tujuan seperti yang diharapkan. Strategi instruksinal memiliki lima
kmpnen, sebagai berikut * 6) kegiatan pra instruksinal, penyajian infrmasi, ')
partisipasi peserta didik, 7) tes, dan ?) tindak lanjut.
11
Menurut Sanjaya 3ina (dalam Khiru, '(()*6() istilah strategi,
sebagaimana banyak istilah lainnya, dipakai dalam banyak knteks dengan makna
yang tidak selalu sama. Di dalam knteks belajar mengajar, strategi berarti pla
umum perbuatan guru1peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar
mengajar.
&eberapa pendapat ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi
pembelajaran suatu !ara ataupun kegiatan guru untuk membelajarkan siswa dalam
prses mengajar.
2.3 Matemat!ka
2.3.1. Pengert!an Matemat!ka
Matematika berasal dari bahasa latin "manthanein atau "mathema,
yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa belanda
disebut 9wis#unde, yang berarti ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan
penalaran. Menurut kamus bahasa indnesia matematika adalah ilmu tentang
bilangan, hubungan antara bilangan dan prsedur perasinal yang digunakan
dalam penyelesaikan masalah mengenai bilangan1bilangan.
&erdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa matematika
merupakan ilmu yang luas, tidak hanya berhubungan dengan menghitung saja.
$kan tetapi juga berkenaan dengan ide1ide yang tersusun baik dan men!akup pada
prses penalaran infrmasi serta menentukan slusi dari suatu permasalahan.
Matematika terbentuk se!ara empiris melalui pengalaman manusia, kemudian
diprses dengan rasi, dileh se!ara analisis dan sintetis dengan penalaran
didalam struktur kgnitif, sehingga terbentuk knsep1knsep matematika. Materi
12
matematika dipilih untuk menumbuh kembangkan kemampuan1kemampuan dan
membentuk diri pribadi siswa serta terpandu kepada perkembangan #lmu
Pengetahuan dan "eknlgi (#P"=K).
2.) Has!l Pembelaaran
0asil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai
indikatr tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran dibawah kndisi
yang berbeda Degeng (dalam 3ena, '((4*+). :ariabel hasil pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu
a. Keefektifan pembelajaran, diukurdari tingkat pen!apaian siswa, dan terdapat
empat indikatr untuk mempreskripsikannya, yaitu (6) ke!ermatan penguasaan
perilaku yang di pelajari,(') ke!epatan untuk kerja untuk kerja, (7) tingkat alih
belajar, dan (?) tingkat retensi.
b. =fisiensi pembelajaran,diukur dengan perbandingan antara keefektifan dan
jumlah waktu yang dipakai siswa dan;atau jumlah biaya yang di gunakan
dalam pembelajaran.
c. Daya tarik pembelajaran, diukur denagan mengamati ke!enderungan siswa
untuk tetap;terus belajar;terus belajar.
Menurut 2agne (dalam Sudjana, '(6(*'') membagi lima kategri hasil
belajar, yakni (a) infrmasi velbal, (b) keterampilan intelektual, (!) strategi
kgnitif (d) sikap, dan (e)keterampilan mtris. Dalam sistempendidikan nasinal
rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan intruksinal,
menggunakan klasifikasi hasil belajar dari &enyamin &lm yang se!ara garis
besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kgnitif, ranah afektif, dan
13
ranah psikmtris. Menurut 0rwart kingsley dalam Sudjana membagi tiga
ma!am hasil belajar mengajar* (6). Keterampilan dan kebiasaan, ('). Pengetahuan
dan keterampilan, (7). Sikap dan !ita1!ita.
Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah berupa keterampilan dan
dapat pula berupa perubahan sikap dalam belajar, dan merupakan hasil test yang
diperleh siswa setelah mengalami prses belajar mengajar yang dapat berhasil
atau tidaknya siswa tersebut.
2.% Tuuan Pembelaaran
Dalam prses pembelajaran, guru harus menetapkan terlebih dahulu
tujuan pembelajaran yang ingin di !apai. Menurut taksnmi &lm, se!ara
teretis tujuan pembelajaran dibagi atas tiga kategri, yaitu (6) tujuan
pembelajaran ranah kgnitif, (') tujuan pembelajaran ranah efektif, dan (7) tujuan
pembelajaran ranah psikmtrik.
$danya perbedaan tujuan pembelajaran akan berimplikasi pula pada
adanya perbedaan strategi pembelajaran yag harus diterapkan. @adi, dalam
penerapan suatu strategi pembelajaran pembelajaran tidak bisa mengabaikan
tujuan pembelajaran yang akan di!apai.(Menurut 3ena, '((4*6?).
Menurut 0akim ('(66*6(() tujuan pembelajaran menggambarkan bentuk
tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah prses
pembelajaran. 5umusan tujuan pembelajaran dapat dibuat dalam berbagai ma!am
!ara. Seringkali terjadi, rumusan tujuan itu menggambarkan apa yang akan
dilakukan guru dalam prses pembelajaran. @ika rumusan sema!am ini dibuat,
14
tidak memberi tuntunan kepada siswa untuk belajar sehingga memperleh hasil
tertentu. Dengan singkat dapat dikemukakan bahwa rumusan tujuan harus
mennggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin di!apai siswa melalui prses
pemelajaran yang dilaksanakan.
&erdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
pembelajaran adalah menggambarkan tingkah laku atau kemampuan siswa setelah
terjadinya prses pembelajaran.
2.6 Pengert!an Masalah
Suatu situasi dikatakan masalah bagi seserang jika ia menyadari
keberadaan situasi tersebut, mengakui bahwa situasi dapat menemukan
pem!ahannya, atau merupakan masalah bagi seserang bila situasi itu
memerlukan tindakan penyelesaian yang belum diketahui prsedur
penyelesaiannya. Demikian juga dengan masalah dalam pembelajaran
matematika, bahwa suatu pertanyaan tersebut menantang untuk dijawab yang
jawabannya tidak dapat dilakukan se!ara rutin saja, lebih lanjut pertanyaan yang
menantang ini menjadi masalah bagi seseramg bila rang itu menerima
tantangan itu. Menurut &ell dan 0udy
(:eynisai!ha.blgspt.!m;'(66;(C;Peme!ahan masalah) diakses C @uli '(6'.
Menurut Dindyal (Kadirraea.blgspt.!m;'(();(+;Pendidikan) diakses
C @uli '(6'. Suatu situasi disebut masalah jika terdapat beberapa kendala pada
kemampuan peme!ahan masalah. $danya kendala tersebut beberapa kendala
tersebut menyebabkan serang peme!ah masalah tidak dapat menentukan
peme!ahan suatu masala se!ara langsung. Menurut 3ikipedia ('(()*6), bahwa
15
masalah matematika adalah suatu masalah yang diterima untuk dianalisis dan
mungkin dapat diselesaikan dengan metde1metde matematika. 0al ini berarti
bahwa, suatu masalah matematika bilamana masalah tersebut dapat dianalisis dan
peme!ahannya dapat diperleh dengan menggunakan metde atau prsedur
matematika.
&erdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setiap pertanyaan itu
adalah suatu masalah yang mengandung tantangan dalam menyelesaikan sal
yang sulit untuk dipe!ahkan.
2.* Met$de Peme+ahan Masalah (Problem Solving)
Metde peme!ahan masalah (problem solving) adalah penggunaan mtde
dalam kegiatan pembelajaran dengan jala melatih siswa menghadapi berbagai
masalah baik itu masalah pribadi atau perrangan maupun masalah kelmpk
untuk dipe!ahkan sendiri atau se!ara bersama1sama(Menurut $hmadi dkk,
'(66*>>). Metde problem solving (metde peme!ahan masalah) bukan hanya
sekadar metde mengajar, tetapi juga merupakan suatu metde berfikir, sebab
dalam problem solving dapat menggunakan metde1metde lainnya dimulai
dengan men!ari data sampai kepada menerik kesimpula(Menurut Djamarah Dain,
'((+*46).
Peme!ahan masalah (Problem Solving) adalah belajar meme!ahkan
masalah. Pada tingkat ini para peserta didik belajar merumuskan meme!ahkan
masalah, memberikan respns terhadap rangsangan yang mengambarkan atau
membangkitkan situasi prblemati!, yang mempergunakan berbagai kaidah yang
16
telah di kuasainya. &elajar meme!ahkan masalah itu berlangsung sebagai berikut *
#ndividu menyadari masalah bila ia di hadapkan kepada situasi keraguan dan
kekaburan sehingga merasakan adanya sema!am kesulitan (menurut khiru
$hmadi,'(66*')).
Dengan demikian, metde peme!ahan masalah adalah sebuah mete
pembelajaran yang berupaya membahas permasalahan untuk men!ari peme!ahan
atau jawabannya. Sebagaimana metde mengajar, metde peme!ahan masalah
sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada para siswa. Dengan metde ini,
siwa belajar meme!ahkan suatu masalah menurut prsedur kerja metde ilmiah.
Peme!ahan dalam suatu masalah siswa di drng dan di beri kesempatam
seluas1luasnya untuk berinisiatif dan berfikir sistematis dalam menghadapi
masalah dengan menerapkan pengetahuan yang di dapat sebelumnya. 0akikat
peme!ahan masalah adalah melakukan perasi pr!edural urutan tindakan, tahap
demi tahap se!ara sistematis, sebagai serang pemula ($ovice) meme!ahkan suatu
masalah. (3ena,'((4*>').
&erdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa, siswa di
hadapkaEn dengan sal F sal yang sulit untuk menyelesaikannya dan peme!ahan
suatu masalah di lakukan dengan !ara bertahap.
2.8 'trateg! Peng$rgan!sas!an Pembelaaran
Strategi pengrganisasian adalah !ara untuk membuat urutan
(Se%uencing) dan mensintesis (Synthesi!ing) fakta, knsep, prsedur, dan prinsip
yang berkaitan, suatu isi pembelajaran.Se%uencing terkait dengan !ara pembuatan
urutan penyajian isi suatu bidang studi, dan Synthesi!ing terkait dengan !ara
17
menunjukan kepada siswa hubungan ; keterkaitan antara fakta, knsep, prsedur,
atau prinsip suatu isi pembelajaran.
Synthesi!ing bertujuan untuk membuat tpik F tpik dalm suatu bidang
studi menjadi lebih bermakna bagi siswa. 0al ini dilakukan dengan menunjukan
keterkaitan tpik F tpik itu terkait dalam keseluruhan isi bidang studi. $danya
kebermaknaan tersebut akan menyebabkan siswa memiliki retensi yang lebih baik
dan lebih lamaterhadap tpik F tpik yang di pelajari (Degeng Dalam
3ena,'((4*)). Penataan urutan sangat penting artinya, karna amat di perlukan
dalam pembuatan sintesis. Sintesis yang efektif hanya dapat di buat apabila isi
telah di tata dengan !ara tertentu, dan yang lebih penting, karena pada hakikatnya
semua isi bidang studi memiliki prasyarat belajar (degeng Dalam Kutipan
3ena,'((4*)). Strategi pengrganisasian pembelajaran dapat dibagi menjadi dua,
yaitu Strategi Mikr dan Strategi Makr (5eigeluth Dalam Kutipan 3ena,'((4)
Strategi Pengrganisasian Makr adalah strategi untuk menata urutan keseluruhan
isi bidang studi (lebih dari satu ide), sedangkan strategi mikr adalah strategi
untuk menata urutan sajian untuk suatu ide tunggal (Knsep, Prinsip, dan
Sebagainya).
2.9 'trateg! Pengel$lahan Pembelaaran
Strategi Pengellahan Pembelajaran sangat penting dalam system strategi
pembelajaran se!ara keseluruhan. &agaimanapun baiknya peren!anaan strategi
pengrganisasian, namun jika strategi pengellaan tidak di perhatikan maka
aktivitas pembelajaran tidak bisa maksimal. Pada dasarnya strategi pengellaan
18
pembelajaran terkait dengan usaha penataan #nstraksi antar siswa dengan
kmpnen strategipembelajaran yang terkait.
Strategi pengellaan berkaitan dengan penataan kapan suatu strategi atau
kmpnen strategi tepat dipakai dalam suatu situasi pembelajaran. (Menurut
Degeng dalam 3ena, '((4*66) paling tidak ada empat hal yang menjadi
urusanstrategipengellaan yaitu*
2.9.1 Penad,alan Penggunaan 'trateg! Pembelaaran
Dalam setiap tindak pembelajaran, serang guru harus mampu membuat
perhitungan se!ara akal sehat tentang strategi pembelajaran apa saja yang akan
digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dalam suatu kegiatan
pembelajaran serang guru tidak mungkin menggunakan satu strategi saja,
melainkan harus mampu meramu berbagai strategi sehingga menjadi satu
kesatuan yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. %leh karena itu,
serang guru dituntut untuk mampu meran!ang tentang kapan, strategi apa, dan
berapa kali suatu strategi digunakan tentu sangat berhubungan dengan kndisi
pembelajaran yang ada.
2.-.2 Pembuatan .atatan (emauan Belaar '!s,a
Dalam mengajar serang guru wajib mengetahui seberapa jauh isi
pembelajaran yang telah diajarkan dapat di!apai leh siswa karena hal tersebut
merupakan suatu kewajiban, agar dapat diketahui tingkat kemajuan belajar siswa.
/amun, permasalahannya adalah kapan, berapakali dan bagaimana !ara
melakukan tes hasil belajar tersebut< 0al ini perlu dipertimbangkan leh serang
guru dalam hal ini pengetahuan serang guru tentang evaluasi pembelajaran akan
19
sangat membantu untuk menjawab pertanyaan * kapan, berapa kali, dan
bagaimana !ara melakukan tes hasil belajar<.
Batatan kemajuan belajar siswa sangat penting bagi guru, karena dapat
digunakan untuk melihat efektivitas dan efisiensi pembelajaran yang dilakukan
dari hasil analisis terhadap efektivitas dan efesiensi pembelajaran, guru akan
dapat menentukan langkah1langkah selanjutnya, seperti* (6). $pakah strategi
pembelajaran yang digunakantelah sesuai atau belum<, ('). $pakah rendahnya
hasil belajar siswa disebabkan leh fa!tr guru atau siswa<, (7). $pakah
penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran sudah sesuai atau belum<, dan lain
sebagainya. Aaktr1faktr tersebut menjadikan pembuatan !atatan kemajuan
belajar siswa sangat penting.
2.-.3 ($ntr$l Belaar
Kntrl belajar terkait dengan kebebasan siswa untuk melakukan pilihan
pada bagian isi yang dipelajari, ke!epatan belajar, kmpnen strategi
pembelajaran yang dipakai dan strategi kgnitif yang digunakan (degeng dalam
3ena, '((4*67). $gar siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat dapat melakukan
pilihan1pilihan tersebut, maka serang guru harus mampu meran!ang kegiatan
pembelajaran yang mampu memberikan berbagai alternative pilihan belajar bagi
siswa. @ika guru mampu meran!ang pembelajaran yang demikian maka system
pembelajaran yang bersifat individu akan dapat dilakukan. Dengan system
pembelajaran yang demikian, guru lebih berperan sebagai peran!ang
pembelajaran(instruction designen) dari pada hanya sebagai penyampai isi
pembelajaran.
20
2.10 Pembelaaran Berbas!s Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah telah dikenal sejak Gaman @hn
Dewey, yang sekarang ini mulai diangkat sebab ditinjau se!ara umum
pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi
masalah yang tentik dan bermakana yang dapat memberikan kemudahan kepada
siswa untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.
Menurut "an (dalam 5usman, '(66*''4) pembelajaran berbasis masalah
merupakan invasi dalam pembelajaran karena dalam pembelajaran kemampuan
berpikir siswa betul1betul diptimalisasikan melalui prses kerja kelmpk atau
tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji,
dan mengembangkan kemampuan berpikirnya se!ara berkesinambungan.
Menurut Mffit (dalam 5usman, '(66*'?6) mengemukakan bahwa
pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pendekatanpembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu knteks bagi siswa untuk
belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan peme!ahan masalah serta untuk
memperleh pengetahuan dalam knsep yang efisensi dari materi pelajaran.
Menurut &aud dan Aeletti (dalam 5usman, '(66*'7() mengemukakan
bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah invasi yang paling signifikan
dalam pendidikan Menurut Margetsn (dalam 5usman, '(66) mengemukakan
bahwa kurikulum pembelajaran membantu untuk meningkatkan perkembangan
keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pla piker, yang terbuka, refleksi,
21
kritis, dan belajar aktif. Kurikulum pembelajaran memfasilitasi keberhasilan
meme!ahkan masalah, kmunikasi, kerja kelmpk dan keterampilan
interpersonal dengan lebih baik dibandingkan dengan pendekatan lain.
8angkah1langkah pembelajaran berbasis masalah
1. 2uru menjelaskan tujuan pembelajaran menjelaskan lgistik yang dibutuhkan
memtivasi siswa terlibat dalam aktivitas peme!ahan masalh yang dipilih.
2. 2uru membantu siswa mendefinisikan dan mengrganisasikan tugas belajar
yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan tpik, tugas, jadwal
dan lain1lain.
3. 2uru mendrng siswa untuk mengumpulkan infrmasi yang sesuai,
melaksanakan eksprimen untuk mendapatkan penjelasan dan peme!ahan
masalah, pengumpulan data, hiptesis, peme!ahan masalah.
4. 2uru membantu siswa meren!anakan dan menyiapkan karya yang sesuai
seperti lapran dan membantu mereka berbagai tugas dengan temannya
5. 2uru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi tehadap
penyelidikan merekadan prses1prses yang mereka gunakan
2.11 'trateg! Peme+ahan Masalah '!stemat!s /Systematic Approach To
Problem Solving) Pada Pembelaaran Matemat!ka.
Peme!ahan masalah sistematis (Systematic Approach To Problem
Solving) adalah petunjuk untuk melakukan suatu tindakan yang berfungsi untuk
membantu seserang dalam menyelesaikan suatu permasalahan, se!ara
perasinal tahap1tahap peme!ahan masalah sistematis terdiri atas empat tahap
berikut Klamers, dkk (dalam 3ena, '((4*+()
22
a. Memahami masalah
b. Membuat ren!ana penyelesaian
c. Melaksanakan ren!ana penyelesaian
d. Memeriksa kembali, menge!ek hasilnya.
Menurut M. $srri ('((C*'C) ada tiga strategi peme!ahan masalah yang
biasa digunakan *
a. Algoritma * adalah prsedur langkah demi langkah yang bersifat sistematik
dan knsisten serta menghasilkan penyelesaikan yang sama setiap kali
digunakan.
b. &euristi# * adalah jalan pintas yang memiliki kemungkinan tinggi untuk
membawa kepada penyelesaian yang tepat (rules o thumb). #ni merupakan
butir1butir infrmasi lama yang pernah digunakan dalam pada masa yang lalu.
c. 'erumus#an Sub F Tu(uan * adalah strategi memperin!ikan suatu masalah yang
kmpleks ke dalam beberapa sub1tujuan atau sub1masalah sehingga
memudahkan dalam penyelesaian.
.ntuk meningkatakan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan suatu
permasalahan, Mattes, dkk. (dalam 3ena,'((4*+6) membangun suatu sistem
heuristik yang dituangkan dalam bentuk program o action and methods (P$M).
P$M ini merupakan strategi umum yang dapat di adaptasikan ke dalam bidang
yang lebih khusus,yang disebut dengan peme!ahan masalah sistematis.
Penggunaan peme!ahan masalah sistematis dalam menyelesaikan suatu masalah
dilengkapi dengan )ey *elation +hart ( K5 Bhart), yaitu lembaran yang berisi
!atatan tentang persamaan untuk memudahkan mengingat dan memun!ulkan
23
kembali hubungan yang diperlukan untuk menyelesaikan latihan sal yang sedang
dihadapi.
Se!ara umum peme!ahan masalah sistematis terdiri dari empat fase
utama, yaitu analisis sal, peren!anaan prses penyelesaian sal, perasi
perhitungan, dan penge!ekan jadwal serta interprestasi hasil. Dan se!ara umum
perasinal tahap1tahap peme!ahan masalah tersebut dijelaskan dapat dijelaskan
dengan table berikut*
"able '.6
"ahap F "ahap Peme!ahan Masalah Sistematis
/ "ahap
Pembelajaran
"ujuan Kegiatan 2uru Kegiatan siswa
6. $nalisis sal Memperleh
gambaran
yang
menyeluruh
tentang data
yang diketahui
dan besaran
yang tidak
diketahui
Membimbing
siswa se!ara
bertahap untuk
melakukan
analisis sal
Memba!a seluruh
sal yang diba!a
se!ara seksama.
Menstrasfrmasika
n sal kebentuk
skema yang
menggambarkan
situasi sal.
Memperkirakan
jawaban.
'. "ransfmasi sal Mengubah
sal kebentu
standar
Membimbing
siswa
melakukan
transfrmasi
sal
Menge!ek, apakah
sal sudah
berbentuk standar<
7. %perasi hitungan Memperleh
jawaban sal
Membimbing
siswa
melakukan
perasi
hirungan
Mensbtitusikan
data yang
diketahui kedalam
bentuk standar
yang telah
diperleh,
kemudian
melakukan
perhitungan
?. Penge!ekan dan
interpretasi
Menge!ek
apakah sal
telah
Membimbing
siswa
melakukan
-ang dibuat pada
fase 6 menge!ek,
menge!ek jawaban
24
diselesaikan
dengan benar
dan lengkap
penge!ekan
terhadap hasil
penyelesaian
sal
dengan !ara
membandingkan
jawaban perkiraan
dengan apakah
jawaban sudah
sesuai dengan
yang dinyatakan<
Kesalahan1
kesalahan apa
yang telah
dilakukan.
(Made, 3ena, '((4*+')
Penggunaan systematic oproach to solving problem pada dasarnya untuk
membentuk siswa dalam belajar meme!ahkan masalah se!ara bertahap. Seperti
dikemukan leh bagne bahwa !ara terbaik yang dapat membentuk siswa dalam
peme!ahan masalah adalah meme!ahkan masalah selangkah demi selangkah
dengan menggunakan aturan tertentu pada pembelajaran matematika.
Menurut Dahar (dalam 3ena, '((4) untuk memperleh pengetahuan
prsedur dibutuhkan latihan1latihan dan umpan balik dengan prsedur peme!ahan
masalah sistematis, siswa banyak melakukan latihan dan guru memberikan
petunjuk se!ara menyeluruh. Dengan latihan yang dilakukan leh siswa
dihadapkan siswa memiliki keterampilan dalam peme!ahan sal. Penggunaan
peme!ahan masalah sistematis dalam latihan mernyelesaikan sal didukung leh
teri belajar $subel tentang belajar bermakna, yang menekankan perlunya
menghubungkan infrmasi baru pada knsep1knsep yang relevan yang terdapat
dalam struktur kgnetif seserang. Dalam menggunakan peme!ahan masalah
sistematis, siswa dilatih tidak hanya mengetahui apa yang diketahui, apa yang
dinyatakan, tetapi juga dilatih untuk menganalisis sal, mengetahui se!ara pasti
25
situasi sal, besaran yang diketahui dan yang dinyatakan serta perkiraan jawaban
sal.
Strategi pembelajaran peme!ahan masalah sistematis khusunya pada
pembelajaran Matematika bertujuan untuk melatih siswa menghadapi masalah
baik itu masalah pribadi atau perrangan maupun masalah kelmpk untuk
dipe!ahkan sendiri atau se!ara bersama1sama.
2.12 Taha#an0Taha#an 'trateg! Pembelaaran Berbas!s Masalah /'PBM1
&anyak ahli yang menjelaskan bentuk penerapan SP&M. Menurut @hn
Dewey (Dalam, 3ina Sanjaya '((> * '6C) serang ahli pendidikan berkebangsaan
$merika menjelaskan + langkah SP&M yang kemudian ia namakan metde
Peme!ahan Masalah (problem solving) yaitu *
a. Merumuskan masalah, yaitu langkah1langkah siswa menentukan masalah yang
akan dipe!ahkan.
b. Menganalisis masalah, yaitu langkah meninjau masalah kritis dari berbagai
sudut pandang.
!. Merumuskan hiptesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai
kemungkinan peme!ahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
d. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa men!ari dan menggambarkan
infrmasi yang diperlukan untuk peme!ahan masalah.
e. Pengujian hiptesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan
kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penlakan hiptesis yang diajukan.
26
f. Merumuskan rekmendasi peme!ahan masalah, yaitu langkah siswa
menggambarkan rekmendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan, hasil
pengujian hiptesis dan rumusan kesimpulan.
2.13 (eleb!han dan (ekurangan Met$de Problem Solving
Metde prblem slving mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai
berikut *
$. Kelebihan Metde Problem Solving
a. Metde ini dapat membuat pendidikan diseklah menjadi lebih relevan
dengan kehidupan, khususnya denga dunia kerja.
b. Prses belajar mengajar melalui peme!ahan masalah dapat membiasakan
para siswa menghadapi dan meme!ahkan masalah se!ara terampil, apabila
menghadapi permasalahan didalam kehidupan dalam keluarga,
bermasyarakat dan bekerja kelak, suatu kemampuan yang sangat bermakna
bagi kehidupan manusia.
!. Metde ini merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa se!ara
kreatif dan menyeluruh karena dalam prses belajarnya siswa banyak
melakukan mental dengan menyrti permasalahan dan berbagai segi
dalam rangka men!ari peme!ahan
&. Kekurangan Metde Problem Solving
a. Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan
tingkat berfikir siswa, tingkat dan kelasnya serta pengetahuannya dan
pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan
dan keterampilan guru. Sering rang beranggapan keliru bahwa metde
27
peme!ahan masalah hanya !!k untuk S8"P, S8"$ dan P" saja. Padahal,
untuk siswa SD sederajat juga bisa dilakukan dengan tingkat kesulitan
permasalah yang sesuai dengan taraf kemampuan berfikir anak.
b. Prses belajar mengajar dengan menggunakan metde ini sering
memerlukan waktu yang !ukup banyak dan sering terpaksa mengambil
waktu pelajaran lain.
!. Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima
infrmasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir meme!ahkan
permasalahan sendiri atau kelmpk yang kadang1kadang memerlukan
berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa
(DGamarah Dain, '((+*47).
2.1) 2#eras! Bentuk Alabar
&entuk $ljabar
&entuk aljabar adalah penulisan kmbinalasi antara variabel dan bilangan.
:ariabel adalah peubah;penganti yang disimbulkan dengan huruf. &ilangan yang
berada didepan suku aljabar disebut kefisein.
1. %perasi penjumlahan dan pengurangan
Suku1suku yang sejenis pada bentuk aljabar dapat dijumlahkan atau
dikurangkan dengan menggunakan sifat distributife.
Misal, 7H I Cy I +H 1 'y dapat sederhanakan menjadi
7H I +H I Cy 1 'y (Sifat kmutatif)
J (7I+)H I (C1')y (Sifat distributif)
J 4H I >y
28
4H dan >y bukan suku sejenis sihingga tak dapat diselesaikan suku disebut
sejenis jika dari variabel sama dan pangkat sama
Bnth.
a. "entukan jumlah dari 7a 1 >b dan 1 a 1 4b
Penyelesaian*
(7a F >b) I (1a F 4b) atau 7a F >b
J 7a F >b F a F 4b 1a F 4b I
J 7a F a F >b F 4b 'a F 6?b
J (7 F 6 ) I (1> F 4 )b
J '6 I (16?b)
J 'a F 6?b
b. Kurangkan 1CH I +y dari )H 1 y
Penyelesaian*
()H F y) F (1CH I +y)
J )H F y I CH F +y atau )H F y )H F y
J )H I y I CH F +y 1CH I +y CH F +y I
J () IC)H I (161+)y 6>H F Cy
J 6>H I (1Cy)
J6>H F Cy
#ngat, mengurangi a dari b artinya b F a
2. %perasi Perkalian
29
"entukan kalian masih ingat bahwa '
7
J ' H ' H ' demikian juga a
7
J a H a
H a dengan menulis faktr masing F masing , buktikan*
(i) a
?
H a
7
J a
C
(ii) m
'
H m
7
J m
>
(iii) G
>
H G J G
+
#dentifikasi .mum a
p
H a
E
J a
p I E
Bnth*
Dengan menggunakan sifat kmulatif dan sifat assiatif, tulislah hasilnya
dalam bentu yang paling sederhana K
a. >m
'
H 7m
7
b. ?a
)
H 'a
Penyelesaian*
a. >m
'
H 7m
7
J > H m
'
H 7 H m
7
J > H 7 H m
'
H m
7
J (> H 7) H(m
'
H m
7
)
J 6> m
'I7
J 6>m
>
b. ?a
)
H 'a J ? H a
)
H ' H a
J ? H ' H a
'
H a
J )a
4
3. %perasi Pembagian
Dengan menulis faktr masing F masing, buktikan L
(i) (ii) (iii)
30
#dentitas umum a
p
*
a
E
J a
p1E
Bnth.
Sederhanakan
Penyelesaian*
4. %perasi Perpangkatan
Dengan menulis faktr faktr dan menggunakan sifat kmutatif dan sifat
assiatif, buktikan bahwa *
(i) (b
7
)
'
J b
+
(ii). (m
7
)
7
J m
4
(iii). (p
?
)
'
J p
)
Dengan relasi diatas, nyatakan perpangkatan berikut ini tanpa tanda kurung
(i). (H
?
)
7
(ii). (h
>
)
'
(iii). (t
7
)
>
Bnth*
/yatakan (y
'
)
)
tanpa tanda kurung
Penyelesaian*
(y
'
)
)
J y
' H )
J y
6+
31
BAB III
MET2D2L23I PENELITIAN
3.1 4ar!abel Penel!t!an
$rikunt ('((+*4?) variabel adalah suatu yang tidak pernah ketinggalan
dalam setiap sejenis penelitian, variabel adalah bjek penelitian atau apa yang
menjadi titik perhatian suatu penelitian. &erdasarkan pendapat di atas peneliti
menentukan variabel penelitian sebagai berikut.
a. :ariabel bebas
*
Metde Peme!ahan Masalah Sistematis (Systematic Approach
To Problem Solving).
b. :ariabel terikat
*
0asil &elajar
3.2 P$#ulas! Dan 'am#el Penel!t!an
3.2.1 P$#ulas!
Ppulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas bjek;subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan leh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Ppulasi bukan hanya rang, tapi
byek dan benda1benda alam lainnya. (Suharsimi $rikunt, '((+*67()
menyatakan ppulasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sesuai dengan
permasalahan penelitian, agar mendapatkan data yang akurat maka ppulasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa M"S 2.PP# Pagar $lam kelas :66
semester ganjil tahun ajaran '(6';'(67.
32
3.2.2 'am#el Penel!t!an
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki leh
ppulasi, bila ppulasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua pada
ppulasi karena suatu hal, maka peneliti dapat mengambil sampel dari penelitian
itu. "eknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu dengan
menggunakan simple randm (a!ak). Dikatakan simple (sederhana) karena
pengambilan anggta sampel dari ppulasi dilakukan se!ara a!ak tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam ppulasi itu. (Sugiyn, '((4*+'). Sampel
penelitian ini adalah dua kelas yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu
kelas kntrl.
3.3 Instrumen Penel!t!an
#nstrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan sesuatu metde
( $rikunt, '((+* 6?4 ). #nstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
tertulis yang berbentuk esay yang berjumlah > sal untuk mengukur hasil belajar
siswa terhadap matematika dan tes diberikan setelah prses belajar mengajar.
3.) U! .$ba Instrumen
3.).1 Pengu!an 5el!ab!l!tas
5eliabilitas berhubungan dengan masalah keper!ayaan. Suatu tes dapat
dikatakan mempuyai taraf keper!ayaan yang tinggi, jika tes tersebut dapat
memberikan hasil yang tepat. Maka pengertian dari reliabilitas tes, berhubungan
33
dengan masalah ketetapan hasi tes ($rikunt,'((C*)+). .ntuk mendapat reabilitas
perangkat tes digunakan rumus Alpha sebagai berikut*

=

'
6
'
6
66
6
6

n
n
r
($rikunt,'((C*6(4

Keterangan*
66
r

'
6

J 5eliabilitas tes se!ara keseluruhan


'
6

J @umlah varians skr tiap1tiap item


J :arians ttal
n
J @umlah sampel
tabel
r
66
r

6 n
Kriteria * jika M J maka butir sal dikatakan reliabel
dengan taraf signifikasi J >N dan dk J .
3.4.2 Pengu!an Tara" (esukaran
Menurut $rikunt ('((C*'(C) sal yang baik adalah sal yang tidak terlalu
mudah atau tidak terlalu sukar. Sal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa
34

=

'
6
'
6
66
6
6

n
n
r
66
r

'
6

'
6

n
tabel
r
66
r

6 n
untuk mempertinggi usaha meme!ahkannya. Sebaliknya sal yang terlalu sukar
akan meyebabkan siswa menjadi putus asa.
&ilangan yang menujukkan sukar dan mudahnya sesuatu sal disebut
indeks kesukaran (diiculty indxe). #ndeks kesukaran ini diberi simbl 9P,
singkatan dari 9Prpsi,. &esarnya indeks kesukaran antara (,(( sampai dengan
6,((. .ntuk menguji taraf kesukaran sal ditentukan dengan rumus sebagai
berikut*
,P
-
P J ($rikunt,'((C*'())
Keterangan *
P J #ndeks kesukaran butir sal
- J &anyaknya butir sal yang dijawab benar
,S J &ayaknya peserta tes
Tabel 1
(r!ter!a Indeks (esukaran
P /Pr$#$rs!1 Indeks
(esukaran
6,((1(,7( Sukar
(,7(1(,C( Sedang
(,C(16,(( Mudah
Sumber : Arikunto (2007:210)
3.4.3 Pengu!an Da6a Beda atau (eam#uhan '$al
35
,P
-
Menurut $rikunt ('((C*'66) daya beda adalah kemampuan sal untuk
membedakan siswa yang mempuyai kemampuan tinggi denga siswa yang
mempuyai kemampuan rendah. $ngka yang menujukkan besarnya daya pembeda
disebut indeks diskriminasi (D). #ndeks kesukaran berkisar antara (,(( sampai
6,((. Seluruh pengikut dikelmpkan menjadi ' kelmpk, yaitu kelmpk yang
pandai dan kelmpk yang kurang pandai. .ntuk membedakan daya beda ssl
ditentukan dengan rumus sebagai berikut *
- A
-
-
A
A
P P
,
-
,
-
=
A
-
D J ($rikunt,'((C*'67)
Keterangan *
D J Daya beda sal
J &anyaknya peserta kelas atas yang menjawab benar
-
-
A
,
J &anyaknya peserta kelas bawah yang menjawab benar
J @umlah peserat kelas atas
-
,
A
P
J @umlah peserat kelas bawah
-
P
J Prpsi peserta kelas atas yang menjawab benar
36
- A
-
-
A
A
P P
,
-
,
-
=
A
-
-
-
A
,
-
,
A
P
-
P
J Prpsi kelmpk kelas bawah yang menjawab benar
Tabel 2
(r!ter!a Da6a Pembeda
D Da6a Beda
(,((1(,'( @elek
(,'(1(,?( Bukup
(,?(1(,C( &aik
(,C(16,(( &aik Sekali
Sumber : Arikunto (2007:21!)
3.% Tekn!k Pengum#ulan Data
"es adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan
atau bakat yang dimiliki leh individu atau kelmpk ($rikunt, '((+*6>()
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pen!apaian
kmpetensi siswa dalam mata pelajaran matematika. Data tentang hasil belajar
siswa dalam mata pelajaran matematika diperleh dengan melakukan tes buatan
peneliti. "es yang diberikan dikelas eksperimen dan dikelas kntrl adalah sama.
3.7 Tekn!k anal!s!s Data
Data yang terkumpul di dalam penelitian merupakan data mentah yang
harus dilah se!ara teliti, !ermat dan sistematis. Dimana uji hiptesis
menggunakan rumus statistik uji t
t J (Sudjana, '((>*'?6)
Kriteria pengujian adalah * terima hiptesis 0 jika
tO P
Dengan *
37

Q ), (1 6) dan
Q ), (1 6)
J @umlah siswa kelas ke eksperimen
J /ilai standar deviasi siswa kelas eksperimen
J /ilai standar deviasi siswa kelas kntrl.
3.* (r!ter!a Pengu!an H!#$tes!s
.ntuk menguji hiptesis dalam penelitian ini, akan digunakan kriteria
hiptesis sebagai berikut*
0 *
6

J
'

"idak ada Pengaruh Strategi Metde Peme!ahan Masalah


Sistematis (Systematic Approach To Problem Solving)
"erhadap 0asil &elajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika
Pkk &ahasan %perasi 0itung &entuk $ljabar Kelas :## M"s
2uppi Pagar $lam "ahun $jaran '(6';'(67,.
0a *
6

M
'

$da pengaruh Strategi Metde Peme!ahan Masalah Sistematis


(Systematic Approach To Problem Solving) "erhadap 0asil
&elajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Pkk &ahasan
%perasi 0itung &entuk $ljabar Kelas :## M"s 2uppi Pagar
$lam "ahun $jaran '(6';'(67,.
38
Dengan kriteria uji jika t hitung

t tabel, pada taraf signifikan >N maka


terbukti ada pengaruh Strategi Metde Peme!ahan Masalah Sistematis
(Systematic Approach To Problem Solving) terhadap hasil belajar matematika
siswa.
.ji pihak kanan dapat digambarkan seperti*
Daerah penlakan 0
Daerah
Penerimaan
0a
DA8TA5 PU'TA(A
$srri M.'((C. Psi#ologi Pembela(aran. &andung* B: 3a!ana Prima.
$rikunt,Suharsimi.'((+. Prosedur Penelitian Suatu Pende#atan Pra#te#.
@akarta* 5ineka Bipta.
DGamarah, Dain.'((+. Strategi -ela(ar 'enga(ar. @akarta* 5ineka Bipta.
0alim, $bdul.'((4. 'atemati#a &a#i#at dan .ogi#a. @gjakarta*
$515uGGmedia.
0amalik, %emar.'((). Proses -ela(ar 'enga(ar. @akarta* &umi $ksara.
0akim, 8ukamnul.'(66. Perencanaan Pembela(aran. &andung* B: 3a!ana
Prima.
5usman.'(66. 'odel/'odel Pembela(aran 'engembang#an Proesinalisme
0uru. @akarta* P" 5ajagrafind Persada.
Sagala, Syaiful.'(6(.)onsep dan 'a#na Pembela(aran. &andung* $lfabeta.
Sugiyn.'((4. Statisti#s 1ntu# Penelitian. &andung* $lfabeda.
39
Surysubrt.'((4. Proses -ela(ar 'enga(ar dise#olah. @akarta* 5ineka Bipta.
"riant.'((C. 'odel/ 'odel Pembela(aran 2novati -erorientasi )onstru#tivisti#.
@akarta* Prestasi Pustaka.
3ena, Made.'((4. Strategi Pembela(aran 2novati )omtemporer. @akarta*
&umi $ksara.
40