Anda di halaman 1dari 2

Obat ini merupakan antiinflamasi yang sangat

kuat. Karena Obat-obat ini menghambat enzim


phospholipase A2 sehingga tidak terbentuk asam
arakidonat. Asam arakidonat tidak terbentuk berarti
prostaglandin juga tidak akan terbantuk. Namun, obat
anti inflamasi golongan ini tidak boleh digunakan
seenaknya. Karena efek sampingnya besar. Bisa
menyebabkan moon face, hipertensi, osteoporosis dll.
Senyawa teroid adalah senyawa golongan lipid
yang memiliki stuktur kimia tertentu yang memiliki tiga
cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Suatu
molekul steroid yang dihasilkan secara alami oleh
korteks adrenal tubuh dikenal dengan nama senyawa
kortikosteroid.
Kortikosteroid sendiri digolongkan menjadi dua
berdasarkan aktifitasnya, yaitu glukokortikoid dan
mineralokortikoid. Glukokortikoid memiliki peranan
pada metabolisme glukosa, sedangkan
mineralokortikosteroid memiliki retensi garam. Pada
manusia, glukortikoid alami yang utama adalah kortisol
atau hidrokortison, sedangkan mineralokortikoid utama
adalah aldosteron. Selain steroid alami, telah banyak
disintetis glukokortikoid sintetik, yang termasuk
golongan obat yang penting karena secara luas
digunakan terutama untuk pengobatan penyakit-
penyakit inflasi. Contoh antara lain adalah
deksametason, prednison, metil prednisolon,
triamsinolon dan betametason (Ikawati,
2006). Aldosteron adalah hormon steroid dari
golonganmineralkortikoid yang disekresi dari bagian
terluar zona glomerulosa pada
bagian korteks kelenjar adrenal, yang berpengaruh
terhadap tubulus distal dan collecting
ductsdari ginjal sehingga terjadi peningkatan
penyerapan
kembalipartikel air, ion, garam oleh ginjal dan sekresi
potasium pada saat yang bersamaan. Hal ini
menyebabkan peningkatan volume dan tekanan darah.
Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi
kecepatan sintetis protein. Molekul hormon memasuki
sel melewati membran plasma secara difusi pasif.
Hanya di jaringan target hormon ini bereaksi dengan
reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel dan
membentuk kompleks reseptor-steroid. Kompleks ini
mengalami perubahan komformasi, lalu bergerak
menuju nukleus dan berikatan dengan kromatin. Ikatan
ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintetis protein
spesifik.
Induksi sintetis protein ini yang akan menghasilkan
efek fisiologik steroid (Darmansjah, 2005).
Berdasarkan masa kerjanya golongan kortikosteroid
dibagi menjadi :
o Kortikosteroid kerja singkat dengan masa paruh < 12
jam, yang termasuk golongan ini adalah
kortisol/hidrokortison, kortison, kortikosteron,
fludrokortison
o Kortikosteroid kerja sedang dengan masa paruh 12 36
jam, yaitu metilprednisolon, prednison, prednisolon,
dan triamsinolon.
o Kortikosteroid kerja lama dengan masa paruh >36 jam,
adalah parametason, betametason dan deksametason.