Anda di halaman 1dari 4

1

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Infeksi adalah salah satu penyakit yang masih sering terjadi di dunia. Salah
satu penyakit infeksi yang mengenai tulang adalah osteomielitis. Osteomielitis
umumnya disebabkan oleh bakteri, namun jamur dan virus juga bisa menjadi
penyebabnya. Osteomielitis dapat mengenai tulang-tulang panjang, vertebra tulang
pelvic, tulang tengkorak dan mandibula.
Banyak mitos yang berkembang tentang penyakit ini, seperti diyakini bahwa
infeksi akan berlanjut menyebar pada tulang dan akhirnya seluruh tubuh, padahal
hal yang sebenarnya adalah osteomielitis tidak menyebar ke bagian lain tubuh
karena jaringan lain tersebut punya aliran darah yang baik dan terproteksi oleh
sistem imun tubuh. Kecuali apabila terdapat sendi buatan dibagian tubuh yang
lain. Dalam keadaan ini, benda asing tersebut menjadi pathogen. Secara umum,
terapi infeksi tulang bukanlah kasus yang emergensi. Tubuh memiliki mekanime
pertahanan yang mempertahankan agar infeksi tetap terlokalisasi di daerah yang
terinfeksi.
Diagnosis dini osteomielitis sangat sulit pada pasien dengan nyeri
ekstremitas dan riwayat cidera, yang nyerinya cenderung dikaitkan dengan trauma
tersebut. Riwayat cedera umumnya terdapat pada pasien osteomielitis. Pada salah
satu penelitian 35% pasien pernah mengalami trauma pada tulang yang terkena
osteomielitis. Riwayat trauma sebelumnya dapat terjadi kebetulan dan tidak
berhubungan. Tetapi sekarang sudah diketahui bahwa trauma dapat menjadi faktor
penyebab terjadinya osteomielitis.
Beberapa tahun belakangan ini, insiden osteomielitis telah menurun,
mungkin disebabkan oleh perbaikan kesehatan umum dan perbaikan fasilitas
medik. Sekali menderita penyakit ini, sulit untuk memberantasnya. Penyakit ini
sulit diobati karena dapat terbentuk abses lokal. Abses tulang biasanya memiliki
pendarahan yang sangat kurang, dengan demikian penyampaian selsel imun dan
antibiotik terbatas.
2

Menurut data yang didapatkan dari ruang D BLUD RS dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya, selama tahun 2013 di temukan 3 kasus osteomyelitis yaitu pada
bulan februari terdapat 1 kasus, bulan mei 1 kasus, dan bulan desember 1 kasus.
Sepanjang bulan januari tahun 2014 di temukan 2 kasus.
Dari data diatas bisa diperkirakan akan di temukan peningkatan pada bulan-
bulan kedepan karena pada bulan januari saja sudah ditemukan 2 kasus
osteomyelitis.
Osteomielitis dapat terjadi pada semua usia tetapi sering terjadi pada anak-
anak dan orang tua, juga pada orang dewasa muda dengan kondisi kesehatan yang
serius. Diagnosa osteomielitis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis penyakit
dan juga gambaran radiologik.
Pasien yang beresiko tinggi mengalami Osteomielitis adalah mereka yang
nutrisinya buruk, lansia, kegemukan, atau penderita diabetes mellitus. Selain itu,
pasien yang menderita artitis rheumatoid, telah di rawat lama di rumah sakit,
mendapat terapi kortikosteroid jangka panjang, menjalani pembedahan sendi
sebelum operasi sekarang, atau sedang mengalami sepsis rentan, begitu pula yang
menjalani pembedahan ortopedi lama, mengalami infeksi luka mengeluarkan pus,
mengalami nefrosis insisi margial atau dehidrasi luka, atau memerlukan evakuasi
hematoma pasca operasi.
Melihat hal tersebut, maka penulis tertarik untuk menggali lebih dalam lagi
bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan osteomielitis.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan laporan studi kasus ini adalah bagaimana
pelaksanaan asuhan keperawatan pada Tn.M dengan osteomyelitis femur dekstra
diruang D BLUD RS dr. Doris Sylvanus ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penyusunan dan penulisan laporan studi kasus adalah untuk
menjelaskan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Tn.M dengan Osteomyelitis
Femur Dekstra diruang D BLUD RS dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.


3

1.3.2 Tujuan Khusus
Penulis mampu menerapkan proses keperawatan yang tertuang pada laporan
studi kasus Tn. M dengan Osteomyelitis Femur Dekstra diruang D BLUD RS dr.
Doris Sylvanus Palangka Raya.
1) Mengetahui pengkajian keperawatan pada pasien dengan masalah
osteomyelitis femur dekstra
2) Mengetahui diagnosa keperawatan pada pasien dengan masalah osteomyelitis
femur dekstra
3) Mengetahui intervensi keperawatan pada pasien dengan masalah osteomyelitis
femur dekstra
4) Mengetahui implementasi keperawatan pada pasien dengan masalah
osteomyelitis femur dekstra
5) Mengetahui evaluasi keperawatan pada pasien dengan masalah osteomyelitis
femur dekstra
6) Mengetahui pendokumentasian pada pasien dengan masalah osteomyelitis
femur dekstra
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1 Teoritis
Sebagai bahan pembelajaran untuk menerapkan asuhan keperawatan pada
Tn.M dengan Osteomyelitis Femur Dekstra di BLUD RS dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.
1.4.2 Praktis
1.4.2.1 Bagi IPTEK
Hasil studi kasus ini dapat membuka wawasan dalam pengembangan ilmu
pengetahuan khusunya ilmu keperawatan dan kesehatan pada umumnya serta
peningkatan asuhan keperawatan medical bedah yang berhubungan dengan
penyakit osteomyelitis.
1.4.2.2 Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mendapat pengetahuan serta menambah wawasan pengetahuan
serta pengembangan diri, khususnya dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.


4

1.4.2.3 Bagi BLUD RS dr. Doris Sylvanus
Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menetapkan prosedur tetap
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah
osteomyelitis serta dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah
sakit. Disamping itu juga dapat digunakan sebagai salah satu referensi bagi
perawat dirumah sakit dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang sesuai
standar.
1.4.2.4 Institusi Pendidikan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang nyata dan
aktual tentang asuhan keperawatan dengan osteomyelitis yang juga dapat
digunakan oleh seluruh mahasiswa seebagai literature pendidikan dalam
menunjang peningkatan pengetahuan khususnya tentang asuhan keperawatan
pasien dengan osteomyelitis.
1.4.2.5 Profesi
Dengan adanya asuhan keperawatan dengan masalah osteomyelitis
diharapkan dapat memberikan masukan sebagai referensi dan motivasi bagi
perawat untuk meningkatkan mutu dan melaksanakan asuhan keperawatan yang
lebih komprehensif.