Anda di halaman 1dari 33

Presentasi Kasus

THERMAL COMBUSTIO
Disusun Oleh :
Prisilla Desfiandi, S.Ked
110.2010.220
Pembimbing :
dr.H.Supriyono, Sp.B
Presentasi kasus ini diajukan sebagai salah satu tugas kepaniteraan klinik bagian ilmu
bedah
pada
RUMAH SAKI UMUM DA!RAH
K"A #I$!%"&
'U&I 201(
1
KAA P!&%A&AR
Assalamualaikum.
Alhamdulillah puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-ya. Shala!at serta salam ter"urahkan
kepada abi #uhammad SAW$ dan para sahabat serta pengikutnya hingga akhir %aman.
&arena atas rahmat dan ridh'-ya$ penulis dapat menyelesaikan presentasi kasus dengan
judul (H!RMA$ #"MBUSI") sebagai salah satu tugas untuk memenuhi persyaratan
mengikuti ujian kepaniteraan klinik di bagian )lmu *edah +S,D -ileg'n. *erbagai
kendala yang telah dihadapi penulis hingga presentasi kasus ini selesai tidak terlepas dari
bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Atas bantuan yang telah diberikan$ baik m'ril
maupun materil$ maka selanjutnya penulis ingin menyampaikan u"apan terima kasih yang
tulus kepada :
1. dr. H.Supriyono, Sp.B selaku k'nsulen dan kepala S#. *edah +S,D -ileg'n yang
telah memberikan bimbingan$ ilmu$ saran dan kritik kepada penulis dalam
penyelesaian presentasi kasus ini.
/. dr.Arie Soetoto, Sp.B", dr. Ri*+y &otario, Sp.B" dan dr.,e-riyanto, Sp.B yang
telah membantu dan memberikan ilmu kepada penulis selama kepaniteraan di bagian
bedah.
0. &edua 'rang tua ter"inta dan tentunya teman-teman seperjuangan di bagian )lmu
*edah +S,D -ileg'n peri'de Desember /110 - .ebruari /112.
Penulis menyadari sepenuhnya bah!a dalam penyusunan presentasi kasus ini$
kesalahan dan kekurangan tidak dapat dihindari$ baik dari segi materi maupun tata bahasa
yang disajikan. ,ntuk itu penulis mem'h'n maa3 atas segala kekurangan dan kekhila3an
/
yang dibuat. Sem'ga presentasi kasus ini dapat berman3aat$ khususnya bagi penulis dan
pemba"a dalam memberikan sumbang pikir dan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia
ked'kteran. &ritik dan saran yang k'nstrukti3 sangat penulis harapkan demi memper'leh
hasil yang lebih baik di dalam penyempurnaan presentasi kasus ini.
Akhir kata$ dengan mengu"apkan Alhamdulillah$ sem'ga Allah SWT selalu merahmati
kita semua.
-ileg'n$ 4uni /112
Penulis
0
DA,AR ISI
4,D,5 ..................................................................................................................................i
&ATA P67ATA+ ..........................................................................................................ii
DA.TA+ )S) ........................................................................................................................i8
*A* ) 5APO+A &AS,S ..................................................................................................1
).
)dentitas .................................................................................................................
...1
)).
Anamnesa.......... ....................................................................................................
...1
))). Pemeriksaan
.isik ..................................................................................................../
)9. Pemeriksaan
5ab'rat'rium.......................................................................................:
9.
+esume ..................................................................................................................
...;
9).
Diagn'sis ...............................................................................................................
...;
9)). Di3erential
Diagn'sis ................................................................................................;
9))). ,sulan Pemeriksaan ................................................................................................<
)=. +en"ana
Terapi .........................................................................................................<
=.
Pr'gn'sis ...............................................................................................................
...<
*A* )) T)4A,A P,STA&A .........................................................................................11
2
).
De3inisi ..................................................................................................................
.11
)). )nsidensi dan
6pidemi'l'gi..... ...............................................................................11
))).
6ti'l'gi ..................................................................................................................
.11
)9.
&lasi3ikasi...............................................................................................................
.11
9.
Pat'3isi'l'gi ...........................................................................................................
1<
9). #ani3estasi
klinis....................................................................................................1>
9)).
Diagn'sis ...............................................................................................................1>
9))). Penatalaksanaan.....................................................................................................1?
)=.
&'mplikasi ............................................................................................................
./;
=.
Pr'gn'sis ...............................................................................................................
./;
*A* ))) P6,T,P ............................................................................................................./<
DA.TA+ P,STA&A ........................................................................................................./>
:
BAB I
$AP"RA& KASUS
I. Identitas pasien
ama : y. -
,sia : 2; tahun
4enis &elamin : Perempuan
Alamat : 5ink. 4'mbang kali +T 1/@+W 1?$ &e". 4'mbang
Agama : )slam
Pekerjaan : S!asta
Pendidikan : S#A
Status : #enikah
#asuk +S,D : 11 4uni /112
'. +# : ::>;12
II. Ana.nesa
Dilakukan se"ara aut'anamnesa dan all'anamnesa pada tanggal 1/ 4uni /112 pukul
1;.01 W)* di +uang *'ugen8ille +S,D -ileg'n
Kelu/an uta.a
Pasien datang dengan keluhan luka bakar pada paha dan betis pada kaki kanan akibat
tersiram minyak kelapa sa!it panas sejak 1 hari S#+S.
Kelu/an ta.-a/an
Pusing
Ri0ayat penya+it se+aran1 :
Pasien datang ke )nstalasi 7a!at Darurat +S,D -ileg'n dengan luka bakar
sepanjang paha hingga betis kanan sejak 1 jam S#+S. 5uka bakar didapatkan ketika
pasien sedang memasak dan tanpa sengaja minyak kelapa sa!it panas pada !ajan
tumpah dan mengenai kaki kanan pasien. Pasien mengeluhkan nyeri pada sepanjang
luka. Pasien sempat diberi penanganan pertama luka bakar di klinik *'na #edika.
;
Pasien mengaku mengalami pusing. Pasien tidak mengeluhkan adanya demam$
batuk$ pilek$ dan sesak na3as. &eluhan mual dan muntah tidak dikeluhkan pasien.
*A& dan *A* tidak ada keluhan.
Ri0ayat penya+it da/ulu :
Pasien menyangkal pernah mengalami keluhan seperti ini$
Pasien juga menyangkal adanya ri!ayat Diabetes #elitus$
Pasien juga menyangkal adanya ri!ayat Aipertensi dan penyakit ginjal
Pasien juga menyangkal adanya ri!ayat Asma dan Alergi baik makanan$ "ua"a$ atau
'bat-'batan.
Pasien mengatakan belum pernah menderita sakit T* paru dan juga tidak pernah
mendapat peng'batan paru selama ; bulan.
Ri0ayat penya+it +eluar1a :
Tidak ada keluarga pasien yang mengeluhkan hal serupa. +i!ayat sakit Diabetes
#elitus$ Aipertensi$ 7angguan ginjal$ Asma$ Alergi$ dan T* Paru disangkal 'leh
pasien dan keluarga pasien.
III. Pe.eri+saan ,isi+
anda 2ital
&eadaan umum : Sakit sedang
&esadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 1:1@111 mmAg
adi : >> B@menit
+espirasi : /1 B@menit
Suhu aksila : 0;$1C-
** : ;: kg
Pe.eri+saan ,isi+ U.u.
&epala : *entuk '8al$ simetris$ n'rm'"ephale.
+ambut : Aitam$ lebat$ tidak mudah di"abut.
#ata : Tidak eB'pthalmus$ sklera tidak ikterik$ re3leks "ahaya DE@EF$ pupil
bulat dan is'k'r$ 'edem palpebral D-@-F.
Aidung : Tidak terdapat na3as "uping hidung$ tidak de8iasi septum$ darah D-F$
sekret D-F.
Telinga : *entuk n'rmal$ liang telinga luas$ tidak ada sekret$ tidak ada darah.
<
5eher :Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening$ trakhea tidak
de8iasi$ tidak terdapat pembesaran tir'id.
Th'raks : Simetris kiri dan kanan$ tidak terlihat pelebaran 8ena dan massa.
Paru-paru
)nspeksi : *entuk dan pergerakan perna3asan kanan-kiri simetris
Palpasi : .remitus taktil simetris kanan-kiri
Perkusi : S'n'r pada kedua lapang paru
Auskultasi : Suara na3as 8esikuler pada seluruh lapangan paru$ !hee%ing
D-@-F$ r'nkhi D-@-F
4antung
)nspeksi : )ktus k'rdis tidak terlihat
Palpasi : )ktus k'rdis teraba di )-S 9 linea midkla8ikula sinistra$ dan
tidak terdapat thrill.
Perkusi : *atas jantung kanan pada )-S )9 linea sternalis deBtra$ batas
jantung kiri pada /"m lateral )-S 9 linea midkla8ikula sinistra.
Auskultasi : *unyi jantung ) dan )) n'rmal$ tidak terdapat murmur dan
gall'p
Abd'men
)nspeksi : Tampak simetris$ tidak terdapat sikatrik$ tidak ditemukan
adanya spider ne8y$ tidak terlihat massa$ tidak terlihat adanya
pelebaran 8ena.
Auskultasi : *ising usus DEF$ bising a'rta abd'minalis terdengar.
Palpasi : Supel$ turg'r kulit baik$ tidak terdapat nyeri lepas$ tidak teraba
massa$ hepat'megaliD-F splen'megali D-F$ *all'tement ginjal
D-F$ undulasi D-F.
Perkusi : Suara timpani di semua lapang abd'men$ tidak ada nyeri ket'k.
6kstremitas :Akral hangat$ edema tungkai -@-$ tampak luka bakar pada kaki
kanan disertai dengan bula DEF$ hiperemis DEF$ darah DEF$ ser'us DEF.
Pe.eri+saan ,isi+ $o+al
Pe.eri+saan
3Re1io
#ranial #er4i5al dan
ora+s
Pedis
De+stra Sinistra
Inspe+si 5uka bakar
hingga kulit
>
terkelupas
sampai lapisan
epidermis
disertai bulae
pada sisi
lateral
3em'ralis dan
G tibialis
Aiperemis DEF
Palpasi
yeri DEF
%a.-ar 1.1
Preoperasi
?
I2. Pe.eri+saan $a-oratoriu.
5ab'rat'rium tanggal : 1; 4anuari /112
7DS : >> mg@dl
Ab : 10$1 g@dl
At : 0?$1H
5euk'sit : 11.?01@ul
Tr'mb'sit : /?>.111@ul
S7OT : /> u@l
S7PT : 2? u@l
,reum : 1< mg@dl
&reatinin : 1$:
atrium : 121$? mm'l@l
&alium : 0$1< mm'l@l
&l'rida : 11/$2 mm'l@l
AbsAg : negati3
Anti A)9 : n'n reakti3
2. Resu.e
Ana.nesa
Pasien datang ke )nstalasi 7a!at Darurat +S,D -ileg'n dengan luka bakar
sepanjang paha hingga betis kanan sejak 1 jam S#+S. 5uka bakar didapatkan ketika
pasien sedang memasak dan tanpa sengaja minyak kelapa sa!it panas pada !ajan
tumpah dan mengenai kaki kanan pasien. Pasien mengeluhkan nyeri pada sepanjang
luka. Pasien sempat diberi penanganan pertama luka bakar di klinik *'na #edika.
Pasien mengaku mengalami pusing. Pasien tidak mengeluhkan adanya demam$
batuk$ pilek$ dan sesak na3as. &eluhan mual dan muntah tidak dikeluhkan pasien.
*A& dan *A* tidak ada keluhan.
Pe.eri+saan ,isi+
11
Dari pemeriksaan ditemukan tanda-tanda 8ital dalam batas n'rmal$ dengan status
l'kalis ditemukannya luka bakar pada regi' 3em'ralis hingga 1@/ pedis deBtra.
Tampak darah$ bula Dbaik yang utuh dan sudah pe"ahF$ ser'us pada beberapa bagian
serta terlihat kulit mengelupas$ hiperemis$ serta disertai nyeri tekan.
Pe.eri+saan $a-oratoriu.
Peningkatan leuk'sit : 11.?01@ul
Peningkatan S7PT : 2?u@l
2I. Dia1nosis +er6a
-'mbusti' 7rade )) :H.
2II. Dia1nosis -andin1
-
2III. Usulan pe.eri+saan
Pemeriksaan lab'rat'rium DP+$ 7'l'ngan Darah dan 7DS.
I7. Penatala+sanaan
Debridement
&'nser8ati3
7. Pro1nosis
Iu' ad 8itam : ad b'nam
Iu' ad 3un"ti'nam : ad b'nam
Iu' ad sanati'nam : ad b'nam
$aporan "perasi
5ap'ran 'perasi tidak ada$ karena pasien memilih untuk menjalani ra!at jalan dan
tidak mele!ati 'perasi.
11
,ollo0 up
11 4uni /112
D1<.11$ )7DF
S@ : yeri luka bakar DEF$ lemes$ pusing.
O@ : &, : Sakit Sedang$ &esadaran : -'mp's mentis
TD : 1:1@111 mmAg$ : >> B@menit$
++ : /1B@menit$ S: 0;$1C-
Status l'kalis:
+egi' 3em'ralis dan G pedis deBtra :
)nspeksi: Tampak kulit mengelupas$ hiperemis$ bulae DEF$
darah D-F
Palpasi: nyeri tekan DEF

A@ : Pre-'p debridement "'mbusti' grade )) :H
P@ : )9.D +5 /1tpm
)nj. -e3'taBime /B1 gr
)nj. &et'r'la" 0B1 amp
79 E k'mpres a-l
*urna%in Jal3 /B1
1?.11. -'nsul : dr. Supriy'n'$ Sp.* 8ia S#S. #enunggu
ja!aban.
1?./1. )nstruksi dr. Supriy'n'$ Sp.* : Terapi lanjut.
1/ 4uni /112
D1;.01$ +uang
*'ugen8illeF
S@ : pasien mengeluhkan perih dan nyeri pada luka bakar sepanjang
kaki kanannya.
O@ : &, : sakit sedang
&S : -'mp's #entis
S : 0<$/-
TD : 101@>1 mmhg
++ : /1B
: ?1B
Status l'kalis:
+egi' 3em'ralis dan G pedis deBtra :
)nspeksi: Tampak kulit mengelupas$ hiperemis$ bulae DEF$
darah D-F
1/
Palpasi: nyeri tekan DEF
A@ : Pre-'p debridement "'mbusti' grade )) :H
P@ : )9.D +5 K /1 tpm
)nj. -e3'taBime /B1 gr
)nj. &et'r'la" 0B1 amp
79 /B k'mpres S
10 4uni /112
D1;.01F
S@ : pasien menyatakan nyeri pada luka bakar berkurang. Pasien sudah
bisa berjalan. Pusing D-F.
O@ : &, : Sakit Sedang$ &esadaran : -'mp's mentis
TD : 1/1@>1 mmAg$ : >1 B@menit$
++ : /1B@menit$ S: 0<$1C-
Status l'kalis:
+egi' 3em'ralis dan G pedis deBtra :
)nspeksi: Tampak kulit mengelupas$ hiperemis$ bulae DEF$
darah D-F
Palpasi: nyeri tekan DEF

A@ : "'mbusti' grade )) :H$ pasien men'lak dilakukan 'perasi dan
meminta pulang.
P@ : )9.D +5 /1tpm
)nj. -e3'taBime /B1 gr
)nj. 7entamy"in 0B>1 mg
)nj. &et'r'la" 0B>1 mg
79
Pasien Pulang Paksa.
10
BAB II
I&'AUA& PUSAKA
1. Definisi $u+a Ba+ar
5uka bakar ialah suatu trauma atau kerusakan@kehilangan jaringan yang
disebabkan 'leh k'ntak dengan sumber panas$ arus listrik$ bahan kimia$ radiasi$ atau
k'ntak dengan suhu renadah D3r'st biteF yang mengenai kulit$ muk'sa dan jaringan
lebih dalam.
1
5uka bakar adalah kerusakan se"ara langsung maupun yang tidak langsung pada
jaringan kulit yang tidak menutup kemungkinan sampai ke 'rgan dalam$ yang di
sebabkan k'ntak langsung dengan sumber panas yaitu api$ air@ uap panas$ bahan kimia$
radiasi$ arus listrik$ dan suhu sangat dingin.
2. Insidensi dan !pide.iolo1i
Di Amerika dilap'rkan sekitar / sampai 0 juta penderita luka bakar setiap
tahunnya dengan jumlah kematian men"apai :111-;111 kematian pertahun dengan
:11-1111 diantaranya merupakan angka kematian akibat trauma elektrik. Di
)nd'nesia belum ada lap'ran tertulis$ +umah Sakit -ipt' #angun &usum' 4akarta
pada tahun 1??> di lap'rkan 11< kasus luka bakar yang dira!at$ dengan angka
kematian 0<$0> sedangkan di +umah Sakit Dr. Sut'm' Surabaya pada tahun /111
dira!at 11; kasus luka bakar$ kematian /;$21H.
1$0
8. !tiolo1i
Penyebab luka bakar selain terbakar api langsung atau tidak langsung$ juga
pajanan suhu tinggi dari matahari$ listrik$ maupun bahan kimia. 5uka bakar karena
api atau akibat tidak langsung dari api$ misalnya tersiram air panas$ banyak terjadi
pada ke"elakaan rumah tangga.
/
Se"ara umum penyebab luka bakar dapat
dikel'mp'kkan sebagai berikut 9
1.
5uka *akar Api D.ire *urnF
1.
5uka *akar Suhu Tinggi DThermal *urnF
2.
5uka *akar *ahan &imia D-hemi"al *urnF
8.
5uka *akar Sengatan 5istrik D6le"tri"al *urnF
(.
5uka *akar +adiasi D+adiati'n )njuryF.
1
12
(. Klasifi+asi
Dera6at $u+a Ba+ar
*erat luka bakar bergantung pada dalam$ luas$ dan letak luka. ,sia dan
kesehatan pasien sebelumnya akan sangat mempengaruhi pr'gn'sis. Adanya trauma
inhalasi juga akan mempengaruhi berat luka bakar.

&edalaman luka bakar ditentukan
'leh tinggi suhu$ lamanya pajanan suhu tinggi$ adekuasi resusitasi$ dan adanya
in3eksi pada luka. Selain api yang langsung menjilat tubuh$ baju yang ikut terbakar
juga memperdalam luka bakar. *ahan baju yang paling aman adalah yang terbuat
dari bulu d'mba D!'lF. *ahan sintetis seperti nil'n dan dakr'n$ selain mudah
terbakar juga mudah meleleh 'leh suhu tinggi$ lalu menjadi lengket sehingga
memperberat kedalaman luka bakar. &edalaman luka bakar dideskripsikan dalam
derajat luka bakar$ yaitu luka bakar derajat )$ ))$ atau ))):
1$/$?
%a.-ar 2.1 &lasi3ikasi derajat luka bakar Dsumber: &ir"hheimer$ /110
http:@@!!!.med.nyu.eduF.
Derajat )
Pajanan hanya merusak epidermis sehingga masih menyisakan banyak jaringan
untuk dapat melakukan regenerasi. 5uka bakar derajat ) biasanya sembuh dalam
:-< hari dan dapat sembuh se"ara sempurna. 5uka biasanya tampak sebagai
1:
eritema dan timbul dengan keluhan nyeri dan atau hipersensiti8itas l'kal. -'nt'h
luka bakar derajat ) adalah sunburn.
1$/$?
%a.-ar 2.2 5uka bakar derajat 1 Dsumber &art'hadm'j'$ /112F
Derajat ))
5esi melibatkan epidermis dan men"apai kedalaman dermis namun masih terdapat
epitel 8ital yang bisa menjadi dasar regenerasi dan epitelisasi. 4aringan tersebut
misalnya sel epitel basal$ kelenjar sebasea$ kelenjar keringat$ dan pangkal rambut.
Dengan adanya jaringan yang masih tersisa tersebut$ luka dapat sembuh dalam /-0
minggu. 7ambaran luka bakar berupa gelembung atau bula yang berisi "airan
eksudat dari pembuluh darah karena perubahan permeabilitas dindingnya$ disertai
rasa nyeri. Apabila luka bakar derajat )) yang dalam tidak ditangani dengan baik$
dapat timbul edema dan penurunan aliran darah di jaringan$ sehingga "edera
berkembang menjadi full-thickness burn atau luka bakar derajat ))).
1$/$?
%a.-ar 2.8 5uka *akar derajat / D sumber: &art'hadm'j'$ /112F
1;
Derajat )))
#engenai seluruh lapisan kulit$ dari subkutis hingga mungkin 'rgan atau jaringan
yang lebih dalam. Pada keadaan ini tidak tersisa jaringan epitel yang dapat menjadi
dasar regenerasi sel sp'ntan$ sehingga untuk menumbuhkan kembali jaringan kulit
harus dilakukan "angk'k kulit. 7ejala yang menyertai kulit tampak pu"at abu-abu
gelap atau hitam$ dengan permukaan lebih rendah dari jaringan sekeliling yang
masih sehat$ luka bakar tanpa disertai nyeri maupun bula$ karena pada dasarnya
seluruh jaringan kulit yang memiliki persara3an sudah tidak intak.
1$/$?
%a.-ar 2.( 5uka *akar derajat 0
$uas $u+a Ba+ar
5uas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh.
Semakin luas permukaan tubuh yang terlibat$ m'rbiditas dan m'rtalitasnya
meningkat$ dan penanganannya juga akan semakin k'mpleks. Ada beberapa met'de
"epat untuk menentukan luas luka bakar$ yaitu:
+umus ? atau rule of nine untuk 'rang de!asa
Pada de!asa digunakan Lrumus ?$ yaitu luas kepala dan leher$ dada$ punggung$
pinggang dan b'k'ng$ ekstremitas atas kanan$ ekstremitas atas kiri$ paha kanan$
paha kiri$ tungkai dan kaki kanan$ serta tungkai dan kaki kiri masing-masing ?H.
Sisanya 1H adalah daerah genitalia. +umus ini membantu menaksir luasnya
permukaan tubuh yang terbakar pada 'rang de!asa.
/$?$11
1<
%a.-ar 2.: 7ambar luas luka bakar
Walla"e membagi tubuh atas bagian ?H atau kelipatan ? yang terkenal dengan nama
rule '3 nine atua rule '3 !alla"e yaitu:
1F &epala dan leher : ?H
/F 5engan masing-masing ?H : 1>H
0F *adan depan 1>H$ badan belakang 1>H : 0;H
2F Tungkai maisng-masing 1>H : 0;H
:F 7enetalia@perineum : 1H
T'tal : 111H
Pada anak dan bayi digunakan rumus lain karena luas relati3 permukaan kepala anak
jauh lebih besar dan luas relati3 permukaan kaki lebih ke"il. &arena perbandingan
luas permukaan bagian tubuh anak ke"il berbeda$ dikenal rumus 11 untuk bayi$ dan
rumus 11-1:-/1 untuk anak. ,ntuk anak$ kepala dan leher 1:H$ badan depan dan
belakang masing-masing /1H$ ekstremitas atas kanan dan kiri masing-masing 11H$
ekstremitas ba!ah kanan dan kiri masing-masing 1:H.
/
1>
%a.-ar 2.; 5uas luka bakar$ rules '3 nine untuk de!asa$ rumus 11-1:-/1 untuk
anak$ dan rumur 11 untuk bayi Dsumber: De 4'ng$ /11:F
#et'de 5und dan *r'!der
#et'de yang diperkenalkan untuk k'mpensasi besarnya p'rsi massa tubuh di kepala
pada anak. #et'de ini digunakan untuk estimasi besarnya luas permukaan pada
anak. Apabila tidak tersedia tabel tersebut$ perkiraan luas permukaan tubuh pada
anak dapat menggunakan L+umus ? dan disesuaikan dengan usia:
o
Pada anak di ba!ah usia 1 tahun: kepala 1>H dan tiap tungkai 12H. T'rs'
dan lengan persentasenya sama dengan de!asa.
o
,ntuk tiap pertambahan usia 1 tahun$ tambahkan 1.:H untuk tiap tungkai dan
turunkan persentasi kepala sebesar 1H hingga ter"apai nilai de!asa.
?
1?
%a.-ar 2.< 5und and *r'!der "hart Dsumber: Pasety'n'$ /11;.
?
F
Berat=Rin1an $u+a Ba+ar
1. 5uka bakar berat Dmajor burnF
a. Derajat ))-))) M /1 H pada pasien berusia di ba!ah 11 tahun atau di atas usia
:1 tahun
b. Derajat ))-))) M /: H pada kel'mp'k usia selain disebutkan pada butir pertama
". 5uka bakar pada muka$ telinga$ tangan$ kaki$ dan perineum
d. Adanya "edera pada jalan na3as D"edera inhalasiF tanpa memperhitungkan luas
luka bakar
e. 5uka bakar listrik tegangan tinggi
3. Disertai trauma lainnya
g. Pasien-pasien dengan resik' tinggi
/. 5uka bakar sedang Dmoderate burnF
a. 5uka bakar dengan luas 1: K /: H pada de!asa$ dengan luka bakar derajat )))
kurang dari 11 H.
/1
b. 5uka bakar dengan luas 11 K /1 H pada anak usia N 11 tahun atau de!asa M 21
tahun$ dengan luka bakar derajat ))) kurang dari 11 H.
". 5uka bakar dengan derajat ))) N 11 H pada anak maupun de!asa yang tidak
mengenai muka$ tangan$ kaki$ dan perineum
0. 5uka bakar ringan
a. 5uka bakar dengan luas N 1: H pada de!asa
b. 5uka bakar dengan luas N 11 H pada anak dan usia lanjut
". 5uka bakar dengan luas N / H pada segala usia Dtidak mengenai muka$ tangan$
kaki$ dan perineum
:. Patofisiolo1i
Arus listrik menimbulkan kelainan karena rangsangan terhadap sara3 dan
't't. 6nergi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui arus
menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut. 6nergi panas dari l'n"atan arus
listrik tegangan tinggi yang mengenai tubuh akan menimbulkan luka bakar yang
dalam karena suhu bunga api listrik men"apai /:11-. Arus listrik dapat
menimbulkan kejangan 't't dan bila arus tersebut melalui jantung$ maka dapat
menimbulkan 3ibrilasi 8entrikel. &ejang tetanik tersebut dapat menimbulkan 3raktur
k'mpresi 8ertebrae.
/
Panas yang timbul pada pembuluh darah akan merusak intima sehingga
terjadi thr'mb'sis yang timbul perlahan yang menyebabkan kematian seOl atau
nekr'sis pada luka listrik seakan-akan pr'gresi3. Pada tegangan rendah arus searah
tidak berbahaya$ sebaliknya pada tegangan tinggi$ arus searah sangat berbahaya.
Panas timbul karena tahanan yang dijumpai !aktu arus mengalis$ dan dampaknya
dipengaruhi pada jaringan dan keadan kulit. ,rutan tahanan jaringan dari yang
paling rendah ialah sara3$ pembuluh darah$ 't't$ kulit$ tend'$ dan tulang. 4aringan
yang tahanannya tinggi akan lebih banyak dialiri arus listrik seperti tangan dan kaki
yang memiliki lapisan epidermis yang tebal$ sehingga luka bakar akibat arus listrik di
daera ini juga lebih berat.
/
Pada path'genesis tersambar petir$ dimana petir ber8'ltase /1-111 juta 8'lt
dan arus dapat men"apai /1.111 ampere dengan suhu inti sampai 01.11 kel8in$ hal
inilah yang menyebabkan hantaran arus listrik dapat masuk melalui kepala$ terlebih
melalui l'bang kepala$ telinga$ mata$ mulut$ atau leher$ tubuh$ dan kaki. Pada jalan
/1
arus listrik terdapat sebagian 'tak$ pusat pernapasan$ dan jantung sehingga k'rban
dapat pingsan$ henti napas$ maupun henti jantung.

Perjalanan penyakit luka bakar terdiri atas 3ase akut D3ase sy'kF$ sub akut$ dan
3ase lanjut.
o
.ase akut dimulai dari "idera a!al sampai dengan sy'k a!al teratasiF$ atau
sering disebut sebagai 3ase sy'k 1-</ jam setelah kejadian$ yang menjadi
an"aman hidup adalah gangguan air!ay berupa pembengkakan jalan napas
akibat "idera inhalasi 'leh udara panas atau gas t'ksik hasil pr'duk
pembakaran. 7angguan breathing akibat es"har yang melingkar di dada atau
trauma t'raks terkait "idera misalnya 3raktur iga atau pneum't'raks$ serta
gangguan "ir"ulati'n akibat peningkatan permeabilitas dinding kapiler
sehingga dapat menyebabkan ekstra8asasi "airan intra8as"ular dalam jumlah
yang besar.
?
o
.ase sub akut$ setelah 3ase sub akut dile!atin sekitar 0 minggu atau lebih
yang menjadi masalah adalah keadaan hipermetab'lisme$ in3eksi hingga $
serta in3lamasi dalam bentuk S)+S.
o
.ase lanjut
.ase ini berlangsung setelah penutupan luka sampai terjadinya maturasi
jaringan. #asalah yang dihadapi adalah penyulit dari luka bakar seperti parut
hipertr'3ik$ k'ntraktur dan de3'rmitas lain yang terjadi akibat kerapuhan
jaringan atau struktur tertentu akibat pr'ses in3lamasi yang hebat dan
berlangsung lama.
/
;. Manifestasi +linis
-edera saat tersengat listrik lebih dari sekedar luka bakar. .'kal luka bakar
terjadi pada titik masuk dan keluar melalui kulit. *egitu berada di dalam tubuh$
perjalanan saat ini melalui 't't$ menyebabkan "edera lebih seperti han"ur daripada
luka bakar termal. 7ejala klinis yang dapat terlihat berupa luka bakar pada kulit atau
lapisan yang lebih dalam$ k'ntraksi 't't atau nyeri$ mati rasa atau kesemutan$
kejang. Pada keadaan tertentu dapat terjadi patah tulang sebagai akibat kejang yang
kuat pada 't't skelet. Sedangkan k'ntraksi 't't yang terjadi pada muskulus
inter"'stal di dada dapat mengakibatkan henti napas sehingga penderita dapat as3iksi.
*ila arus tersebut melalui jantung maka dapat terjadi gangguan irama$ berupa
//
3ibrilasi 8entrikel. Pada ke"elakaan tersengat arus listrik pada daerah kepala pasien
sering mengalami pusing$ nyeri kepala$ pingsan$ bahkan dapat terjadi edema 'tak.
/$;$>
Tr'mb'sis sering terjadi di kapal jauh di ujung sebuah$ menyebabkan
kedalaman nekr'sis jaringan yang lebih besar daripada yang terlihat pada
pemeriksaan a!al. Tr'mb'sis terjadis ebagai akibat panas yang timbul dari arus
listrik merusak intima pembuluh darah. -edera 't't terbesar biasanya paling dekat
dengan tulang$ dimana panas tertinggi perla!anan dihasilkan. Peng'batan "edera
listrik tergantung pada luasnya 't't dalam dan sara3 kehan"uran lebih dari 3akt'r-
3akt'r lainnya. Adanya Penurunan hemat'krit "epat tiba-tiba kadang-kadang berikut
penghan"uran sel darah merah 'leh energi listrik. Perdarahan ke dalam jaringan
dapat terjadi sebagai akibat gangguan pembuluh darah dan pesa!at jaringan. Dalam
beberapa kasus$ kapal thr'mb'sed han"ur kemudian dan menyebabkan perdarahan
besar interstisial.
;$>
<. Dia1nosis
Diagn'sis pada luka bakar didasarkan 'leh penyebab$ serta gambaran klinis luka
bakar$ men"akup derajat luka bakar dan luas luka bakar menggunakan rumus +ules
'3 nine atau 5und-*r'!der. Pada pemeriksaan 3isik perlu dinilai letak luka serta
gambaran luka$ peemriksaan lab'rat'rium dan penunjang juga diperlukan untuk
menilai k'mplikasi atau trauma penyerta pada pasien luka bakar listrik.
11
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan:
1. Pemeriksaan darah rutin dan analisa gas darah
/. ,rinalisis
0. Pemeriksaan keseimbangan elektr'lit
2. 6&7 untuk melihat 3ungsi jantung
:. +adi'l'gi K jika ada indikasi A+DS dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan
untuk menegakkan diagn'sis S)+S dan #ODS.
>. Penatala+sanaan
Indi+asi Ra0at Inap $u+a Ba+ar
Pasien luka bakar diindikasikan untuk ra!at inap harus mengikuti ped'man
dari Ameri"an *urn Ass'"iati'n.
/0
1.
Pasien yang lebih muda dari 11 tahun atau lebih tua dari :1 tahun mengalami
luka bakar parsial atau dengan luka bakar seluruh lapisan Dgrade ))F lebih dari
11H.
/.
5uka bakar parsial atau luka bakar sampai lebih dari /1H pada usia lainnya.
0.
&husus daerah$ termasuk sendi$ tangan$ kaki$ perineum$ alat kelamin$ !ajah$
mata$ atau telinga.
2.
5uka bakar seluruh lapisan lebih besar dari :H.
:.
5uka bakar akibat aliran listrik Dtermasuk petirF$ disebabkan kerusakan
jaringan dalam tubuh dapat terjadi akibat aliran listrik yang masuk ke dalam
tubuh.
;.
5uka bakar kimia
<.
-idera inhalasi
>.
Terdapat maslaah medis sebelumnya Dpre-eBisting medi"al "'nditi'nF.
?.
Terdapat trauma penyerta$ tetapi dengan luka bakar yang paling berp'tensi
menimbulkan m'rbiditas dan m'rtalitas.
11.
5uka bakar ke"il pada pasien dengan permasalahan s'sial$ termasuk pada
anak yang berisik' tinggi.
?$11
Peng'batan pada luka bakar$ terlebih dahulu arus listrik diputus$ lalu
dilanjutkan dengan resusitasi jantung dengan masase jantung dan napas buatan.
-airan parenteral harus diberikan. &adang luka bakar di kulit luar tampak ringan$
tetapi kerusakan jaringannya lebih dalam dan luas. Apabila banyak terjadi kerusakan
't't maka urin akan menjadi lebih gelap 'leh my'gl'bin$ penderita ini perlu
diberikan manit'l dengan d'sis a!al /:gr$ disusul d'sis rumatan 1/$: gr@jam untuk
memeprbaiki 3iltrasi ginjal dan men"egah gagal ginjal. Apabila ada edema 'tak dapat
diberikan diureti" pada luka bakar yang dalam dan berat$ perlu membersihkan
jaringan mati se"ara bertahap karena tidak semua jaringan mati tampak jelas pada
hari pertama. *ila terdapat luka pada ekstremitas mungkin diperlukan 3asi't'mi pada
hari pertama untuk men"egah sindr'm k'mpartemen. Selanjutnya dilakukan "angk'k
kulit atau rek'nstruksi.
/
atala+sana resusitasi lu+a -a+ar
a. Tatalaksana resusitasi jalan na3as:
1. )ntubasi
Tindakan intubasi dikerjakan sebelum edema muk'sa menimbulkan
mani3estasi 'bstruksi. Tujuan intubasi mempertahankan jalan na3as dan
/2
sebagai 3asilitas pemelliharaan jalan na3as.
/. &rik'tir'id't'mi
*ertujuan sama dengan intubasi hanya saja dianggap terlalu agresi3 dan
menimbulkan m'rbiditas lebih besar dibanding intubasi. &rik'tir'id't'mi
memperke"il dead spa"e$ memperbesar tidal 8'lume$ lebih mudah
mengerjakan bilasan br'nk'al8e'lar dan pasien dapat berbi"ara jika
dibanding dengan intubasi.
0. Pemberian 'ksigen 111H
*ertujuan untuk menyediakan kebutuhan 'ksigen jika terdapat pat'l'gi jalan
na3as yang menghalangi suplai 'ksigen. Aati-hati dalam pemberian 'ksigen
d'sis besar karena dapat menimbulkan stress 'ksidati3$ sehingga akan
terbentuk radikal bebas yang bersi3at 8as'dilat'r dan m'dulat'r sepsis.
2. Pera!atan jalan na3as
:. Penghisapan sekret Dse"ara berkalaF
;. Pemberian terapi inhalasi
*ertujuan mengupayakan suasana udara yang lebih baik didalam lumen jalan
na3as dan men"airkan sekret kental sehingga mudah dikeluarkan. Terapi
inhalasi umumnya menggunakan "airan dasar natrium kl'rida 1$?H ditambah
dengan br'nk'dilat'r bila perlu.
<. *ilasan br'nk'al8e'lar
>. Pera!atan rehabilitati3 untuk respirasi
?. 6skar't'mi pada dinding t'rak yang bertujuan untuk memperbaiki
k'mpliansi paru
b. Tatalaksana resusitasi "airan
+esusitasi "airan diberikan dengan tujuan preser8asi per3usi yang
adekuat dan seimbang di seluruh pembuluh darah 8askular regi'nal$ sehingga
iskemia jaringan tidak terjadi pada setiap 'rgan sistemik. Selain itu agar dapat
meminimalisasi dan eliminasi "airan bebas yang tidak diperlukan$
'ptimalisasi status 8'lume dan k'mp'sisi intra8askular untuk menjamin
sur8i8al@maksimal dari seluruh sel$ serta meminimalisasi resp'ns in3lamasi
dan hipermetab'lik dengan menggunakan kelebihan dan keuntungan dari
berbagai ma"am "airan seperti kristal'id$ hipert'nik$ k'l'id$ dan sebagainya
pada !aktu yang tepat. Ada beberapa "ara untuk menghitung kebutuhan
/:
"airan ini:
-ara 68ans
1. 5uas luka bakar DHF B ** DkgF menjadi m5 a-l per /2 jam
/. 5uas luka bakar DHF B ** DkgF menjadi m5 plasma per /2 jam
0. /.111 "" gluk'sa :H per /2 jam
Separuh dari jumlah 1E/E0 diberikan dalam > jam pertama. Sisanya
diberikan dalam 1; jam berikutnya. Pada hari kedua diberikan setengah
jumlah "airan hari pertama. Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah "airan
hari kedua.
-ara *aBter
5uas luka bakar DHF B ** DkgF B 2 m5
Separuh dari jumlah "airan diberikan dalam > jam pertama. Sisanya diberikan
dalam 1; jam berikutnya. Pada hari kedua diberikan setengah jumlah "airan
hari pertama. Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah "airan hari kedua.
". +esusitasi nutrisi
Pada pasien luka bakar$ pemberian nutrisi se"ara enteral sebaiknya dilakukan
sejak dini dan pasien tidak perlu dipuasakan. *ila pasien tidak sadar$ maka
pemberian nutrisi dapat melalui naso-gastric tube D7TF. utrisi yang
diberikan sebaiknya mengandung 11-1:H pr'tein$ :1-;1H karb'hidrat dan
/:-01H lemak. Pemberian nutrisi sejak a!al ini dapat meningkatkan 3ungsi
kekebalan tubuh dan men"egah terjadinya atr'3i 8ili usus.
2
/;
Pera0atan lu+a -a+ar
Terapi pembedahan pada luka bakar
1. 6ksisi dini
6ksisi dini adalah tindakan pembuangan jaringan nekr'sis dan debris
DdebridementF yang dilakukan dalam !aktu kurang dari < hari Dbiasanya hari ke
:-<F pas"a "edera termis. Dasar dari tindakan ini adalah:
a. #engupayakan pr'ses penyembuhan berlangsung lebih "epat. Dengan
dibuangnya jaringan nekr'sis$ debris dan eskar$ pr'ses in3lamasi tidak
akan berlangsung lebih lama dan segera dilanjutkan pr'ses 3ibr'plasia.
Pada daerah sekitar luka bakar umumnya terjadi edema$ hal ini akan
menghambat aliran darah dari arteri yang dapat mengakibatkan terjadinya
iskemi pada jaringan tersebut ataupun menghambat pr'ses penyembuhan
dari luka tersebut. Dengan semakin lama !aktu terlepasnya eskar$ semakin
lama juga !aktu yang diperlukan untuk penyembuhan.
b. #emutus rantai pr'ses in3lamasi yang dapat berlanjut menjadi
k'mplikasi-k'mplikasi luka bakar Dseperti S)+SF. Aal ini didasarkan atas
jaringan nekr'sis yang melepaskan (burn toxicP Dlipid protein complexF
yang menginduksi dilepasnya mediat'r-mediat'r in3lamasi.
". Semakin lama penundaan tindakan eksisi$ semakin banyaknya pr'ses
angi'genesis yang terjadi dan 8as'dilatasi di sekitar luka. Aal ini
mengakibatkan banyaknya darah keluar saat dilakukan tindakan 'perasi.
Selain itu$ penundaan eksisi akan meningkatkan resik' k'l'nisasi mikr' K
'rganisme pat'gen yang akan menghambat pemulihan graft dan juga eskar
yang melembut membuat tindakan eksisi semakin sulit.
Tindakan ini disertai anestesi baik l'kal maupun general dan pemberian
"airan melalui in3us. Tindakan ini digunakan untuk mengatasi kasus luka
bakar derajat )) dalam dan derajat ))). Tindakan ini diikuti tindakan
hem'stasis dan juga (skin graftingP Ddianjurkan (split thickness skin
graftingPF. Tindakan ini juga tidak akan mengurangi m'rtalitas pada pasien
luka bakar yang luas. &riteria penatalaksanaan eksisi dini ditentukan 'leh
beberapa 3akt'r$ yaitu:
- &asus luka bakar dalam yang diperkirakan mengalami penyembuhan
lebih dari 0 minggu.
/<
- &'ndisi 3isik yang memungkinkan untuk menjalani 'perasi besar.
- Tidak ada masalah dengan pr'ses pembekuan darah.
- Tersedia d'n'r yang "ukup untuk menutupi permukaan terbuka yang
timbul.
6ksisi dini diutamakan dilakukan pada daerah luka sekitar batang tubuh
p'steri'r. 6ksisi dini terdiri dari eksisi tangensial dan eksisi 3asial. 6ksisi
tangensial adalah suatu teknik yang mengeksisi jaringan yang terluka lapis demi
lapis sampai dijumpai permukaan yang mengeluarkan darah DendpointF.
2
Permukaan kulit yang dilakukan tindakan ini tidak b'leh melebihi /:H dari
seluruh luas permukaan tubuh. ,ntuk memperke"il perdarahan dapat dilakukan
hem'stasis$ yaitu dengan tourniquet sebelum dilakukan eksisi atau pemberian
larutan epinephrine 1:111.111 pada daerah yang dieksisi. Setelah dilakukan hal-
hal tersebut$ baru dilakukan (skin graftP. &euntungan dari teknik ini adalah
didapatnya 3ungsi 'ptimal dari kulit dan keuntungan dari segi k'smetik.
&erugian dari teknik adalah perdarahan dengan jumlah yang banyak dan
endpoint bedah yang sulit ditentukan.
2
6ksisi 3asial adalah teknik yang mengeksisi jaringan yang terluka sampai lapisan
3as"ia. Teknik ini digunakan pada kasus luka bakar dengan ketebalan penuh Dfull
thicknessF yang sangat luas atau luka bakar yang sangat dalam. Alat yang
digunakan pada teknik ini adalah pisau s"alpel$ mesin pem't'ng
(electrocauteryP. &euntungan tindakan ini ialah lebih mudah dikerjakan$ "epat$
perdarahan tidak banyak$ endpoint yang lebih mudah ditentukan sedangkan
kerugian khususnya di bidang k'smetik$ peningkatan resik' "edera pada sara3-
sara3 super3isial dan tend'n sekitar$ edema pada bagian distal dari eksisi.
.as"i't'mi adalah pr'sedur yang digunakan untuk meng'bati sindr'm
k'mpartemen akut. Sayatan dibuat pada kulit yang meluas ke 3asia untuk
mengurangi tekanan. Perhatikan bah!a -arpal Tunnel Syndr'me D-TSF dapat
disebabkan 'leh luka bakar melingkar di pergelangan tangan dengan
pembengkakan berturut-turut.
2
2. Skin grafting
/>
Skin grafting adalah met'de penutupan luka sederhana. Tujuan dari met'de ini
adalah:
a. #enghentikan evaporate heat loss
b. #engupayakan agar pr'ses penyembuhan terjadi sesuai dengan !aktu
". #elindungi jaringan yang terbuka
Skin grafting harus dilakukan se"epatnya setelah dilakukan eksisi pada luka
bakar pasien. &ulit yang digunakan dapat berupa kulit pr'duk sintesis$ kulit
manusia yang berasal dari tubuh manusia lain yang telah dipr'ses maupun
berasal dari permukaan tubuh lain dari pasien Daut'gra3tF. Daerah tubuh yang
biasa digunakan sebagai d'n'r aut'gra3t adalah paha$ b'k'ng dan perut.
11
%a.-ar 2.> a.Pemanenan "angk'k kulit dengan dermat'm$ b: #6SA "angk'k
kulit dengan ukuran yang berbeda$ ": situs d'n'r setelah panen "angk'k kulit$ d:
penampilan "angk'k kulit setelah lampiran ke daerah penerima D0 minggu
kemudianF. DSumber : Alharbi$et all./11/F
Teknik mendapatkan kulit pasien se"ara aut'gra3t dapat dilakukan se"ara
split thickness skin graft atau full thickness skin graft. *edanya dari teknik K
teknik tersebut adalah lapisan-lapisan kulit yang diambil sebagai d'n'r. ,ntuk
memaksimalkan penggunaan kulit d'n'r tersebut$ kulit d'n'r tersebut dapat
direnggangkan dan dibuat lubang K lubang pada kulit d'n'r Dseperti jaring-jaring
dengan perbandingan tertentu$ sekitar 1 : 1 sampai 1 : ;F dengan mesin. #et'de
ini disebut mess grafting.
11
/?
7ambar /.? Alat untuk debridement kulit dan skin graft (sumber !larbi"et all"
2#$2%
&etebalan dari kulit d'n'r tergantung dari l'kasi luka yang akan dilakukan
grafting$ usia pasien$ keparahan luka dan telah dilakukannya pengambilan kulit
d'n'r sebelumnya. Pengambilan kulit d'n'r ini dapat dilakukan dengan mesin
Ldermatome ataupun dengan manual dengan pisau Aumbly atau 7'ulian.
Sebelum dilakukan pengambilan d'n'r diberikan juga 8as'k'nstrikt'r Dlarutan
epine3rinF dan juga anestesi.
11
Pr'sedur 'perasi skin grafting sering menjumpai masalah yang dihasilkan
dari eksisi luka bakar pasien$ dimana terdapat perdarahan dan hemat'm setelah
dilakukan eksisi$ sehingga pelekatan kulit d'n'r juga terhambat. Oleh karenanya$
pengendalian perdarahan sangat diperlukan. Adapun beberapa 3akt'r yang
mempengaruhi keberhasilan penyatuan kulit d'n'r dengan jaringan yang mau
dilakukan grafting adalah:
- &ulit d'n'r setipis mungkin
- Pastikan k'ntak antara kulit d'n'r dengan bed Djaringan yang
dilakukan gra3tingF$ hal ini dapat dilakukan dengan "ara "egah gerakan geser$
baik dengan pembalut elastik Dbalut tekanF$drainase yang baik$ gunakan kasa
ads'rben.
11
?. Ko.pli+asi
Se"ara umum k'mplikasi dari luka bakar yang paling sering ialah sy'k karena
kekurangan "airan$ sepsis$ gagal ginjal$ dan gagal na3as. -edera tegangan tinggi
sering menghasilkan luka bakar dan pasien berisik' tinggi mi'gl'binuria dan gagal
ginjal.
0
Walaupun jarang terjadi k'mplikasi luka bakar listrik lainnya yang harus
01
di!aspadai adalah terjadinya nekr'sis usus atau my'gl'binuria yang dapat
berkembang menjadi tubular nekr'sis akut sebagai dampak dari nekr'sis 't't yang
luas. Output urin harus selalu dua sampai tiga kali n'rmal dengan "airan intra8ena.
Alkalini%ati'n dari urin dan diuretik 'sm'tik dapat diindikasikan jika terdapat
my'gl'binuria. &'mplikasi neur'l'gi seperti penurunan kesadaran$ amnesia
retr'grad$ serta depresi sum-sum tulang belakang serta neur'psikiatri Dperubahan
tingkah laku dan rasa lelah kr'nisF. Salah satu k'mplikasi lanjut luka bakar listrik
adalah terbentuknya katarak. &atarak dapat unilateral atau bilateral$ biasanya terlihat
pada trauma di atau sekitar kepala. &ematian paling sering di rumah sakit
diakibatkan 'leh pneum'nia$ sepsis$ dan kegagalan multi 'rgan.
/$2
10. Pro1nosis
Pr'gn'sis pada pasien luka bakar sangat bergantung pada derajat kerusakan luka$
luas permukaan$ daerah atau l'kasi luka$ dan usia serta kesehatan pasien. Penyulit
juga mempengaruhi pr'gn'sis pasien. Penyulit yang timbul pada luka bakar antara
lain gagal ginjal akut$ edema paru$ S)+S$ in3eksi dan sepsis$ serta parut hipertr'3ik
dan k'ntraktur.
1$11
01
BAB III
P!&UUP
8.1 Kesi.pulan
5uka bakar ialah suatu trauma atau kerusakan@kehilangan jaringan yang
disebabkan 'leh k'ntak dengan sumber panas$ arus listrik atau bahan kimia yang
mengenai kulit$ muk'sa dan jaringan lebih dalam.

Pemeriksaan lab'rat'rium perlu
dilakukan pada luka bakar may'r. Aal ini untuk menunjang tatalaksana$ mengingat
luka bakar may'r dapat menyebabkan kerusakan yang lebih berat dan gangguan
keseimbangan metab'lisme tubuh yang berat. Penatalaksanaan yang e3ekti3 dan
e3isien pada penderita luka bakar dapat menghambat beratnya luka bakar$ men"egah
k'mplikasi$ dan mengurangi angka kematian karena luka bakar.
8.2 Saran
1. #emberikan edukasi yang jelas kepada pasien tentang penyakitnya dan 3akt'r-
3akt'r yang dapat memperberat penyakit.
/. Pada pasien luka bakar dengan pemasangan kateter diharapkan sebaiknya
dilakukan pemantauan urin dan "airan Dbalan"e "airanF untuk melihat tanda-tanda
k'mplikasi seperti sy'k hip'8'lemik$ mi'gl'binuria.
0. Pen"egahan trauma elektrik khususnya akibat petir dapat dilakukan dengan
men"ari perlindungan di rumah$ gedung$ atau sangkar 3araday D"'nt'hnya m'bilF
saat petir datang. Aindari untuk berlindung diba!ah p'h'n di lapangan$ !alaupun
hutan merupakan tempat perlindungan yang "ukup aman.
0/
DA,AR PUSAKA
1. &art'hadm'j'$Suhart'. 5uka *akar DCombustioF Diunduh dari
http:@@elib.3k.u!ks.a".id pada &amis$ 1; 4anuari /112.
/. +. Sjamsuhidajat$ Wim De 4'ng. /11:. *uku Ajar )lmu *edah 6disi /. Penerbit *uku
&ed'kteran 67-: 4akarta. h.;<->0.
0. -ushing$ Tra"y. /110. 6le"tri"al injuries ini 6mergen"y #edi"ine. Diakses dari
http:@@emedi"ine.meds"ape."'m@arti"le@<<11<?-'8er8ie!Qa11?? pada Senin$ 10
4anuari /112.
2. 7e'rgiade$ 7reg'ry dan W.-hrist'pher Preders'n. 1??:. 5uka *akar. *uku Ajar
*edah 6disi ). *uku &ed'kteran 67-: 4akarta.
:. Pri"e T$ -''per #A. 6le"tri"al and 5ighting )njuries. )n: #arB 4$ A'"kberger +$
Walls +. &osen's (mergency )edicine. 9'l 0. :
th
ed. #'sbyO /11/:/111-/1/1.
;. ,tama$ Aerry.S.Rudha. /11/. 5uka *akar Akibat 5istrik. Diakses dari
http:@@herrysetyayudha.!'rdpress."'m@/11/@10@1;@laka-bakar-akibat-listrik@ pada
Senin$ 10 januari /112.
<. Th'mas SS. 6le"tri"al burns '3 the m'uth: still sear"hing 3'r an ans!er. *urns. #ar
1??;O//D/F:10<-21.
>. &ir"heimer$Sid. /111. 6le"tri"al *urns. e! R'rk ,ni8ersity. Diakses dari
http:@@!!!.med.nyu.edu pada &amis$ 1; 4anuari /112.
?. Prasety'n'$ Theddeus dan 5e' +endy. /11>. #erujuk Pasien 5uka *akar:
Pertimbangan Praktis dalam #ajalah &ed'kteran )nd'nesia 9'lume :>. .akultas
&ed'kteran ,ni8ersitas )nd'nesia : 4akarta.
11. 7reenberg$ #i"hael. /11>.Teks-Atlas &ed'kteran &edaruratan$ 4ilid /. Penerbit
6rlangga: 4akarta. h.;?:-;?<.
11. Alharbi$Jiyad dan Piatk'!ski$A.et all. /11/. Treatment '3 burns in the 3irst /2
h'urs: simple and pra"ti"al guide by ans!ering 11 Suesti'ns in a step-by-step 3'rm.
W'rld 4'urnal O3 6mergen"y Surgery.<:10.
00