Anda di halaman 1dari 22

ANDRAVI NA PRANATHANI A

030. 09. 01 5
Uveitis Granulomatosa
Definisi
Uveitis merupakan peradangan pada uvea.

Uvea adalah lapisan pada mata yang berada di
antara lapisan sklera dan retina dan terdiri dari iris,
badan siliar dan koroid
Epidemiologi
Insidensi uveitis sekitar 15 per 100.000 orang
Sekitar 75% merupakan uveitis anterior
Sekitar 50% pasien dengan uveitis menderita
penyakit sistemik terkait
Di Amerika Serikat, uveitis merupakan penyebab
kebutaan nomor tiga
Umur penderita biasanya bervariasi antara usia
prepubertal sampai 50 tahun
Anatomi uvea
Iris
Iris adalah bagian paling anterior dari uvea yang
merupakan perpanjangan dari koroid. Memiliki fungsi
mengatur cahaya yang masuk ke mata.
Anatomi uvea
Korpus siliaris
Coprus ciliaris merupakan lanjutan dari koroid pada
bagian depan. Corpus ciliaris berbentuk segitiga pada
potongan melintang.
Anatomi uvea
Koroid
Merupakan bagian paling posterior lapisan vaskularis
mata. Bagian dalamnya berhubungan dengan iris, dan
bagian luarnya berhubungan dengan sclera.
Anatomi uvea
Arteri ciliaris posterior
Arteri ciliaris anterior
Klasifikasi uveitis
Berdasarkan anatomi
Anterior
Intermediet
Posterior
Panuveitis

Klasifikasi uveitis
Klasifikasi klinis
Akut
Kronis

Klasifikasi patologis
Supuratif
Non supuratif
Granulomatosa
Non granulomatosa
Klasifikasi uveitis
Klasifikasi etiologi
Infeksi
Alergi
Toksik
Trauma
Infeksi non sistemik
Idiopatik
Patofisiologi
Infeksi/alergi Penyebaran secara hematogen
Infeksi lokal pada mata Rusaknya blood aqueous
barrier Peningkatan protein, fibrin, dan sel
radang di dalam humor akuous Flare

Fase akut Penumpukan sel berupa pus di coa
hipopion Migrasi eritrosit Hifema

Berulang dan kronis Perlekatan sel radang pada
kornea Keratic precipitate
Uveitis granulomatosa
Peradangan yang terjadi pada uvea akibat adanya
invasi mikroba aktif ke jaringan.

Dapat terjadi pada uvea anterior maupun posterior.

Etiologi
Uveitis granulomatosa disebabkan oleh adanya
invasi mikroba akibat penyakit sistemik.

Seperti sifilis, tuberkulosis, penyakit virus, jamur
(histoplasmosis), atau parasit (toxoplasmosis).
Gejala klinis
Uveitis anterior
Nyeri
Mata merah
Fotofobia
Blefarospasme
Lakrimasi
Penurunan visus

Uveitis posterior
Penurunan visus
Fotopsia
Floating pada bagian depan
mata
Micropsia atau macropsia
Pemeriksaan fisik
Uveitis anterior

Edema palpebra
Injeksi siliar
Corneal sign
Keratic preticipitat
CoA
Aqueous flare
Hipopion
Hifema
CoA dangkal

Iris
Perubahan bentuk, warna
Nodul
Sinekia posterior
Pupil
Miosis
Bentuk ireguler
Pupillary reaction
Oclusio pupil
Lensa
Eksudat
Katarak
Vitreous
Pemeriksaan fisik
Uveitis posterior
Vitreous tampak keruh
Koroid dan retina pucat keruh dengan batas tidak jelas

Uveitis granulomatosa dan non-granulomatosa
Non- Granulomatosa Granulomatosa
Onset
Nyeri
Fotofobia
Penglihatan Kabur
Merah Sirkumneal
Keratic precipitates
Pupil
Sinekia posterior
Noduli iris
Lokasi
Perjalanan penyakit
Kekambuhan
Akut
Nyata
Nyata
Sedang
Nyata
Putih halus
Kecil dan tak teratur
Kadang-kadang
Tidak ada
Uvea anterior
Akut
Sering
Tersembunyi
Tidak ada atau ringan
Ringan
Nyata
Ringan
Kelabu besar (mutton fat)
Kecil dan tak teratur
Kadang-kadang
Kadang-kadang
Uvea anterior, posterior,difus
Kronik
Kadang-kadang

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan lab darah
Peningkatan leukosit
LED
Serologi
Pemeriksaan urine
Pemeriksaan fesces
Radiologi
Skin test
Penatalaksanaan
Terapi Non spesifik
Midriatil topikal
Kortikosteroid topikal dan sistemik
Antibiotik topikal
Kompres hangat

Terapi spesifik
Komplikasi
Uveitis anterior
Katarak
Glaukoma sekunder
Choroiditis
Gangguan retina
Papilitis
Keratopati




Uveitis posterior
Penjalaran ke uvea anterior
Katarak
Degenerasi vitreous
Oedem macula
Prognosis
Ada atau tidaknya penyulit
Pengobatan yang segera dan tepat
TERIMAKASIH