Anda di halaman 1dari 9

Teori mengenai hati dan bilirubin

HATI
Hati adalah bagian dari tubuh kita yang berfungsi sangat untuk kelangsungan hidup , hati juga
mempunyai beberapa fungsi , saya akan member tahu beberapa fungsi hati hati disini disebut juga
haper . Hepar merupakan kelenjar terbesar pada tubuh dibungkus oleh jaringan ikat (Glissons
Capsule), beratnya berkisar 1200-1600 gram dan menerima darah 1500 ml permenit
FUNGSI HATI
a. Penawar Racun
Tanpa hati, manusia akan mati terbunuh oleh racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun-racun
tersebut dapat berasal dari obat-obatan, alkohol, asam laktat, dan zat amonia. Salah satu proses
metabolisme di dalam tubuh akan memberikan hasil samping berupa asam laktat yang dapat
merugikan tubuh. Penumpukan asam laktat ditandai dengan rasa pegal pada otot.
Hati akan mengubah asam laktat ini menjadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat
digunakan sebagai sumber energi yang disimpan di dalam otot.
Pada proses metabolisme protein akan dihasilkan produk sampingan berupa zat amonia. Zat ini
bersifat racun dan membahayakan tubuh.Tetapi kemudian hati mengubahnya menjadi urea dan
dikeluarkannya bersama dengan air kencing.
b. Tempat Pembentukan dan Pembongkaran Sel Darah Merah
Hati akan dilewati darah kurang lebih 1,4 liter setiap menit. Pada saat darah melewati hati
tersebut maka akan mengalami pencucian, sekitar 3 juta sel darah merah mati setiap detik dan
ini akan dilebur dan hasil peleburannya akan disimpan untuk didaur ulang sebagai bahan baku
dalam membuat sel darah merah baru serta sebagai bahan baku zat empedu.
c. Tempat Pembentukan dan Pembongkaran Protein
Protein larut dalam plasma darah, sekitar 50 gram protein per hari dihasilkan oleh hati.
d. Mengubah Glukosa Menjadi Glikogen atau Sebaliknya
Dengan adanya fungsi hati ini maka kadar gula dalam darah dapat diatur karena kadar gula darah
yang tidak tepat akan berakibat fatal bagi tubuh. Pada saat gula darah dalam tubuh naik maka hati
mengubahnya ke bentuk glikogen, dan sebaliknya pada saat gula darah turun, glikogen
diubah menjadi glukosa.
e. Menghasilkan Zat yang Melarutkan Lemak
Hati menghasilkan sekitar 0,5 1 liter zat empedu setiap hari. Zat inilah yang dapat melarutkan
lemak. Telah dijelaskan di depan bahwa sel darah yang mati akan didaur ulang sebagai bahan
baku untuk membuat sel darah merah dan zat empedu.
f. Untuk Menyimpan Vitamin
Hati menyimpan beberapa vitamin yang masuk ke dalam tubuh apabila jumlahnya berlebihan.
Pada saat tertentu ketika tubuh memerlukan maka akan mengeluarkannya. Jenis-jenis vitamin
tersebut antara lain vitamin A, D, E, B12.

FAKTOR PERUSAK HATI

Berikut ini ada beberapa penyebab dan resiko penyakit dari timbulnya kerusakan pada
fungsi hati, antara lain :
1. Faktor genetik atau keturunan dari beberapa gen orang tua yang memiliki riwayat penyakit
liver kemudian menurun pada anak yang kemungkinannya juga dibawa sejak lahir.
2. Terjadinya kelainan-kelainan dalam sistem metabolisme dan atau kerusakan pada proses awal
pencernaan makanan.
3. Terjadinya infeksi-infeksi virus atau bakteri
4. Gemar konsumsi minuman beralkohol, bersoda tinggi. Diketahui bahwa minuman beralkohol
dan minuman yang mengandung soda tinggi mengakibatkan kerusakan pada fungsi organ tubuh
yang sangat penting, termasuk organ hati dan gangguan kesehatan lainnya.
PENYAKIT HATI
(ada banyak penyakit hatinya mangga dipilih aja ya sendiri )
Berikut ini ada beberapa jeni penyakit hati yang memiliki kemungkinan besar dapat
terjadi pada anak :
1. Alagilles syndrome merupakan suatau kondisi atau keadaan dimana saluran empedu
mengalami penyempitan dan kondisinya semakin parah, terutama terjadi pada awal tahun pertama
kehidupan.
2. Alpha 1- antitrypsin deficiency, yakni penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh
adanya faktor genetik yang dimiliki dari gen orang tua yang menurun pada anak yang kemudian
berakibat pada penyakit hepatitis dan sirosis ( kerusakan fungsi hati ).
3. Biliary atresia, yakni suatu keadaan dimana saluran empedu yang membentang dari hati ke
usus halus terlalu kecil penampangnya atau bahkan sama seklai tidak ada.
4. Galactosemia adalah suatu penyakit yang dari genetik atau keturunan yang tidak dapat
mengendalikan gula-gula tertentu di dalam susu formula anak. Susu formula yang banyak
mengandung gula akan secara mudah menyebar luas yang menyebabkan kerusakan yang cukup
fatal terhadap hati dan organ-organ tubuh lainnya.
5. Hemorrhagic telangiectasia, yakni keadaan dimana terjadi perdarahan yang sering kali terjadi
melalui kulit dan saluran pencernaan ke pembuluh darah yang tipis.
6. Hepatitis aktif kronis, yang merupakan gangguan penyakit yang diakibatkan dari peradangan
pada organ hati yang mengakibatkan luka yang meningglakan bekas dan gangguan fungsi hati.
7. Kanker hati, yakni suatu jenis penyakit kronis yang disebabkan adanya gangguan atau
kerusakan pada organ tubuh lainnya yang berhubungan langsung pada organ hati. Misalnya
lambung, usus yang kemudian berkembang dan meyebar ke organ hati.Namun awal mulanya
kanker hati itu muncul dari gangguan fungsi hati itu snediri.
8. Neonatal hepatitis, adalah hepatitis yang terjadi pada bayi yang baru lahir dan biasanya terjadi
pada beberapa bulan pertama kelahiran.
9. Reyes syndrome, yakni suatu keadaan yang disebabkan adanya kelebihan lemak yang
kemudian menyebar luas. Pada beberapa kasus dalam jenis penyakit hati ini dihubungkan oleh
penggunaan obat aspirin, terutama yang berhubungan dengan beberapa jenis obat seperti
chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
10. Thalassemia, yakni suatu penyakit yang cukup langka dan jarang sekali ditemukan hanya
sekian persen saja orang yang mengindap penyakit Thalassemia. Penyakit Thalassemia masih
satu kelompok dengan anemia (kurang darah) atau memilki jumlah sela darah merah yang
rendah.Penderita Thalassemia harus melakukan pemerikasaan dan pengobatan secara rutin dan
pemberian tambahan darah yang disesuaikan dengan jenis golongan darah.
11. Tyrosinemia, yang merupakan suatu kondisi tubuh yang diakibatkan adanya kelainan yang
menyebabkan pad sistem metabolisme pada hati.
12. Wilsons disease, yakni suatu keadaan yang disebabkan oleh faktor keturunan yang dilatar
belakangi oleh adanya perluasan mineral tembaga didalam hati. Biasanya dikarenakan dari
beberapa jenis makanan tertentu.
Jenis penyakit hati selain pada anak yang memiliki kemungkinan dan resiko besar pada
kondisi kesehatan dalam hal ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, diantaranya :

1. Terdapat batu empedu pada saluran empedu yang mengakibatkan penyumbatan
danmengganggu fungsi hati untuk membantu empedu menghasilkan cairan empedu. Penderita
yang memiliki sakit pada saluran empedu yang didalamnya terdapat batu emepdu akan
mengalami penurunan sistem imunitas tubuh secara drastis, beberapa diantaranya ada yang
mengalami perubahan bentuk tubuh yang kurus dan gemuk. Bentuk pada batu empedu dalam
kategori ringan bila di diagnosis terlihat seperti batu pasir atau batu kerikil dalam jumlah kecil
dan menyebar luas di saluran empedu dan bila dalam kategori berat batu empedu akan terlihat
seperti sebesar biji kopi.
2. Hemochromatosis, yakni suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya penyerapan secara
berlebihan terhadap zat besi yang disimpan terlalu lama pada organ hati. Penimbunan dari zat
besi ini menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Untuk itu keseimbangan akan sumber gizi,
nutrisi, vitamin serta mineral sangat dibutuhkan.
3. Hepatitis, yakni suatu gangguan kesehatan yang diakibatkan adanya peradangan dan infeksi
dari prgan hati yang disebabkan dari salah satu jenis virus.
4. Penyakit cystic dari hati, yakni luka-luka yang disebabkan adanya massa yang menghasilkan
cairan pada organ hati.
5. Porphyria, yakni keadaan dimana tubuh salah dalam menggunakan dan mengoptimalkan
prohyrins dan fungsi dalam hati. Porphyrins merupakan sel atau hormon guna membantu
pembuatan hemoglobin didalam sel darah merah untuk mengantarkan oksigen keseluruh tubuh.
6. Primary sclerosing cholangitis, yakni suatu keadan tubuh yang mengalami peradangan dan luka
goresan didalam saluran empedu dari hati yang semakin menyempit.
7. Sarcoidosis, yakni suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan
organ-organ tubuh lainnya.
8. Sirosis, yakni suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada jaringan dan sel-sel
hati yang kemudian diganti oleh jaringan parut.
9. Type I glycogen storage disease, gangguan fungsi hati yang mengalami gangguan pada
pengendalian gula dalam darah yang terjadi apabila seseorang dalam keadaan sedang berpuasa.
BILIRUBIN
Bilirubin adalah pigmen kuning ( 85 %) yang berasal dari perombakan heme
dari hemoglobin dalam proses pemecahan eritrosit oleh selretikuloendotel. Warna kekuningan
dan warna hijau kekuning-kuningan dari empedu disebabkan oleh bilirubin. Sekitar 15% bilirubin
lainnya berasal daridegradasi hemoglobin dari eritrosit yang belum dewasa, sumsum tulang
(eritrosit yang tidak efektif) dan heme lainnya seperti katalase, sitokrom ataumioglobin.Satu gram
hemoglobin akan menghasilkan 34 mg bilirubin, sisanya25% berasal dari pelepasan hemoglobin
karena eritropoesis yang tidak efektif pada sumsum tulang. Bayi baru lahir akan memproduksi 8
sampai 10mg/kgBB/hari, sedangkan orang dewasa sekitar 3 4 mg/kgBB/hari.Peningkatan
produksi bilirubin pada bayi baru lahir disebabkan masa hiduperitrosit bayi lebih pendek (70
sampai 90 hari) dibandingkan dengan orangdewasa (120 hari)
Macam dan sifat bilirubin
A. Bilirubin terkonjugasi /direk
Bilirubin terkonjugasi/direk adalah bilirubin bebas yang bersifat larutdalam air sehingga
dalam pemeriksaan mudah bereaksi. Bilirubinterkonjugasi (bilirubin glukoronida atau
hepatobilirubin) masuk ke saluran empedu dan diekskresikan ke usus. Selanjutnya flora usus akan
mengubahnyamenjadi urobilinogen.Bilirubin terkonjugasi bereaksi cepat dengan asam sulfanilat
yangterdiazotasi membentuk azobilirubin. Peningkatan kadar bilirubin direk ataubilirubin
terkonjugasi dapat disebabkan oleh gangguan ekskresi bilirubinin trahepatik antara lain Sindroma
Dubin Johson dan Rotor, Recurrent (benign) intrahepatic cholestasis, Nekrosis hepatoseluler,
Obstruksi saluranempedu. Diagnosis tersebut diperkuat dengan pemeriksaan urobilin dalamtinja
dan urin dengan hasil negatif
B. Bilirubin tak terkonjugasi/ indirek
Bilirubin tak terkonjugasi (hematobilirubin) merupakan bilirubinbebas yang terikat
albumin, bilirubin yang sukar larut dalam air sehinggauntuk memudahkan bereaksi dalam
pemeriksaan harus lebih dulu dicampurdengan alkohol, kafein atau pelarut lain sebelum dapat
bereaksi, karena itudinamakan bilirubin indirek. Peningkatan kadar bilirubin indirek
mempunyaiarti dalam diagnosis penyakit bilirubinemia karena payah jantung akibatgangguan
dari delivery bilirubin ke dalam peredaran darah. Pada keadaan inidisertai dengan tanda-tanda
payah jantung, setelah payah jantung diatasimaka kadar bilirubin akan normal kembali dan harus
dibedakan denganchardiac chirrhosis yang tidak selalu disertai bilirubinemia.Bilirubin berikatan
dengan albumin sehingga zat ini dapat diangkutke seluruh tubuh. Dalam bentuk ini, spesies
molekular disebut bilirubin tak terkonjujgasi. Sewaktu zat ini beredar melalui hati, hepatosit
melakukan fungsi sebagai berikut :
1. Penyerapan bilirubin dan sirkulasi
2. Konjugasi enzimatik sebagai bilirubin glukuronida
3. Pengangkutan dan ekskresi bilirubin terkonjugasi ke dalam empedu untuk dikeluarkan dari tubuh
Konjugasi intrasel asam glukoronat ke dua tempat di molekulbilirubin menyebabkan
bilirubin bermuatan negatif, sehingga bilirubinterkonjugasi ini larut dalam fase air. Apabila
terjadi obstruksi atau kegagalanlain untuk mengekskresikan bilirubin terkonjugasi ini zat ini akan
masuk kembali ke dan tertimbun dalam sirkulasi.Selain bilirubin masuk ke dalam usus, bakteri
kolon mengubahbilirubin menjadi urobilinogen yaitu beberapa senyawa tidak berwarna
yangkemudian mengalami oksidasi menjadi pigmen coklat urobilin.Urobilin diekskresikan dalam
feses tetapi sebagian urobilinogen direabsorpsi melaluiusus, dan melalui sirkulasi portal diserap
oleh hati dan direekskresikan dalamempedu. Karena larut air, urobilinogen juga dapat keluar
melalui urin apabilamencapai ginjal

Metabolisme bilirubin
Metabolisme bilirubin meliputi sintesis, transportasi,intake dan konjugasi serta ekskresi.
Metabolisme bilirubin diawali dengan reaksi proses pemecahan heme oleh enzim hemoksigenase
yang mengubah biliverdin menjadi bilirubinoleh enzim bilirubin reduksitase. Sel retikuloendotel
membuat bilirubin tak larut air, bilirubin yang sekresikan ke dalam darah diikat albumin
untuk diangkut dalam plasma. Hepatosit adalah sel yang dapat melepaskan ikatan,dan
mengkonjugasikannya dengan asam glukoronat menjadi bersifat larutdalam air. Bilirubin yang
larut dalam air masuk ke dalam saluran empedu dan diekskresikan ke dalam usus . Didalam usus
oleh flora usus bilirubin diubahmenjadi urobilinogen yang tak berwarna dan larut air,
urobilinogen mudah dioksidasi menjadi urobilirubin yang berwarna. Sebagian terbesar
dariurobilinogen keluar tubuh bersama tinja, tetapi sebagian kecil diserap kembali oleh darah
vena porta dikembalikan ke hati. Urobilinogen yang demikian mengalami daur ulang, keluar lagi
melalui empedu. Ada sebagian kecil yangmasuk dalam sirkulasi sistemik, kemudian urobilinogen
masuk ke ginjal dan diekskresi bersama urin

Pembentukan urobilin
Bilirubin terkonjugasi yang mencapai ileum terminal dan kolon dihidrolisa oleh enzym
bakteri glukoronidase dan pigmen yang bebas dari glukoronida direduksi oleh bakteri usus
menjadi urobilinogen, suatu senyawa tetrapirol tak berwarna.Sejumlah urobilinogen diabsorbsi
kembali dari usus ke perdarahan portal dandibawa ke ginjal kemudian dioksidasi menjadi urobilin
yang memberi warna kuning pada urine. Sebagian besar urobilinogen berada pada feces
akandioksidasi oleh bakteri usus membentuk sterkobilin yang berwarna kuning kecoklatan

Pengambilan Bilirubin oleh Hati
Bilirubin hanya sedikit larut dalam plasma dan terikat dengan protein,terutama albumin.
Beberapa senyawa seperti antibiotika dan obat-obatan bersaing dengan bilirubin untuk
mengadakan ikatan dengan albumin.Sehingga, dapat mempunyai pengaruh klinis. Dalam
hati, bilirubin dilepaskandari albumin dan diambil pada permukaan sinusoid dari hepatosit
melaluisuatu sistem transport berfasilitas (carrier-mediated saturable system) yang saturasinya
sangat besar. Sehingga, dalam keadaan patologis pun transporttersebut tidak dipengaruhi.
Kemungkinan pada tahap ini bukan merupakanproses rate limiting
Konjugasi Bilirubin
Dalam hati, bilirubin mengalami konjugsi menjadi bentuk yang lebih polarsehingga lebih
mudah diekskresi ke dalam empedu dengan penambahan 2molekul asam glukoronat. Proses ini
dikatalisis oleh enzim diglukoroniltransferase dan menghasilkan bilirubin diglukoronida. Enzim
tersebutterutama terletak dalam retikulum endoplasma halus dan menggunakan UDP-asam
glukoronat sebagai donor glukoronil. Aktivitas UDP-glukoroniltransferase dapat diinduksi oleh
sejumlah obat misalnya fenobarbital

Tinjauan Klinis Bilirubin
Kadar Bilirubin (total,indirek,direk)
Dewasa:Total : 0,1-1,2 mg/dL, 1,7-20,5 umol/L
Direk : 0,0-0,3 mg/dL, 1,75,1 mmol/L
Indirek : 0,11,0 mg/dL, 1,717,1 umol/L
Anak : 0,2-0,8 mg/Dl

Kadar bilirubin dalam serum dipengaruhi oleh metabolisme hemoglobin.Fungsi hepar dan
kejadian-kejadian pada saluran empedu. Apabila destruksi eritrosit bertambah maka terbentuk
lebih banyak bilirubin. Itu mungkinmenyebabkan bilirubin prehepatik naik sedikit, tetapi hepar
normal mempunyai daya ekskresi yang cukup besar, sehingga peningkatan bilirubindalam serum
tidak terlalu tinggi. Melemahnya fungsi hepar menyebabkan kenaikan kadar bilirubin dalam
serum. Berkurangnya daya uptake ataukonjugasi oada sel-sel hepar mungkin menyebabkan kadar
bilirubin indirek meningkat, melemahnya ekskresi bilirubin konjugat menyebabkan
kadarbilirubin posthepatik meningkat. Serum normal berisi 0,3-1,0 mg dl bilirubindan bagian
terbesar sebagai bilirubin prehepatik yang larut dalam air danmengandung0,1-0,4 mg/dl
posthepati. Bila kadar bilirubin direk atauindirekmencapai 2-4 mg/dl dapat menyebabkan
ikterus, yakni menguningnyakulit, selaput lendir dan sklera.Dalam uji laboratorium, bilirubin
diperiksa sebagai bilirubin total danbilirubin direk. Sedangkan bilirubin indirek diperhitungkan
dari selisih antarabilirubin total dan bilirubin direk. Metode pengukuran yang digunakan
adalahfotometri atau spektrofotometri yang mengukur intensitas warna azobilirubin.Pemeriksaan
kuantitatif bilirubin menggunakan sampel serum atau plasmamenggunkan beberapa
metode. Diantaranya:

A. Metode Jendrasik- Grof
Prinsip : Bilirubin bereaksi dengan DSA ( diazotized sulphanilic acid)dan membentuk senyawa
azo yang berwarna merah. Daya serap warnadari senyawa ini dapat langsung dilakukan terhadap
sampel bilirubinpada panjang gelombang 546 nm. Bilirubin glukuronida yang larut dalamair
dapat langsung bereaksi dengan DSA, namun bilirubin yang terdapatdi albumin yaitu bilirubin
terkonjugasi hanya dapat bereaksi jika ada akselerator. Bilirubin direk + bilirubin indirek= Total
bilirubin
B. Colorimetric Test - Dichloroaniline (DCA)
Prinsip : Total bilirubin direaksikan dengan dichloroanilin terdiazotisasimembentuk senyawa azo
yang berwarna merah dalam larutan asam,campuran khusus (detergen enables ) sangat sesuai untuk
menentukan bilirubin membentuk Azobilirubin dalam total.
Reaksi : Bilirubin + iondiazonium suasana asam (Dialine Diagnostik) Bilirubin direk diukur
dalam bentuk zt azo berwarna merah padaHh 546 dengan menggunakan metode Schellong dan
Wende. Metode ini dibuat berdasarkan defenisi dari bilirubin direk yaitu sebagai jumlah bilirubin
yang dapat ditentukan sesudah bereaksi selama 5 menit dengantanpa penambahan akselerator.
Pada kondisi ini, bilirubin bebas (indirek)bereaksi sangat lambat. Bilirubin indirek adalah
bilirubin total dikurangidengan bilirubin direk.Nilai normalBilirubin total : 0,3-1,0 mg/dl pada
orang dewasaBilirubin Direk : 0,25 mg/dl pada orang dewasa

Peningkatan Kadar
Bilirubin direk dan total : menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati)
atau saluran empedu (batu atau tumor). Bilirubin terkonjugasi tidak dapat keluar dari empedu
menuju usus sehingga akanmasuk kembali dan terabsorbsi ke dalam aliran darah. Sehingga
masalahklinis yang muncul pada bilirubin direk dan total adalah ikterik obstruktif karena batu
atau neoplasma, sirosis hati, hepatitis, mononucleosis infeksiosa, metastasis (kanker) hati,
penyakit Wilson.Pengaruh obat : antibiotik (amfoterisin B, klindamisin, eritromisin,gentamisin,
linkomisin, oksasilin, tetrasiklin), sulfonamide, obatantituberkulosis ( asam para-aminosalisilat,
isoniazid), alopurinol,diuretic (asetazolamid, asam etakrinat), mitramisin, dekstran,
diazepam(valium), barbiturate, narkotik (kodein, morfin, meperidin), flurazepam,indometasin,
metotreksat, metildopa, papaverin, prokainamid, steroid,kontrasepsi oral, tolbutamid, vitamin A,
C, K

Penurunan Kadar
: anemia defisiensi besi. Pengaruh obat :barbiturate, salisilat (aspirin), penisilin, kafein
dalam dosis tinggi