Anda di halaman 1dari 9

PENYULUHAN

PERAN KELUARGA PADA PASIEN GANGGUAN JIWA










Disusun Oleh :
AGUS AMIN SUKRESNO
H1A009002


Pembimbing: dr. Andri Sudjatmoko, Sp.KJ
dr. Sheno Almes


KEPANITERAAN KLINIK PSIKIATRI
RSJ SOEPRAPTO DAERAH BENGKULU
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2014
Peran Keluarga pada Pasien Gangguan Jiwa

Definisi Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari satuan masyarakat, tidak aka nada masyarakat jika
tidak ada keluarga, dengan kata lain masyarakat merupakan sekumpulan keluarga-keluarga.

Fungsi Keluarga
1. Affection
Menciptakan suasana persaudaraan/menjaga perasaan
Mengembangkan kehidupan seksual dan kebutuhan seksual
Menambah anggota baru
2. Security and Acceptance
Mempertahankan kebutuhan fisik
Menerima individu sebagai anggota
3. Identity and Satisfaction
Mempertahankan motivasi
Mengembangkan peran dan self image
Mengidentifikasi tingkat sosial dan kepuasan aktivitas
4. Affilation and companionship
Mengembangkan pola komunikasi
Mempertahankan hubungan yang harmonis
5. Soscialization
Mengenal kultur (nilai dan perilaku)
Aturan/pedoman hubungan internal dan eksternal
6. Control
Mempertahankan kontrol sosial
Adanya pembagian kerja
Penempatan dan menggunakan sumber daya yang ada

Empat faktor penyebab pasien kambuh dan perlu dirawat di rumah sakit, menurut
Sullinger (1988) :
1. Pasien : Sudah umum diketahui bahwa pasien yang gagal memakan obat secara teratur
mempunyai kecenderungan untuk kambuh. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
25% sampai 50% pasien yang pulang dari rumah sakit tidak memakan obat secara
teratur.
2. Dokter (pemberi resep) : Makan obat yang teratur dapat mengurangi kambuh, namun
pemakaian obat neuroleptic yang lama dapat menimbulkan efek samping Tardive
Diskinesia yang dapat mengganggu hubungan sosial seperti gerakan yang tidak
terkontrol.
3. Penanggung jawab pasien: Setelah pasien pulang ke rumah maka keluarga tetap
bertanggung jawab atas program adaptasi pasien di rumah.
4. Keluarga : Berdasarkan penelitian di Inggris dan Amerika keluarga dengan ekspresi
emosi yang tinggi (bermusuhan, mengkritik, tidak ramah, banyak menekan dan
menyalahkan), hasilnya 57% kembali dirawat dari keluarga dengan ekspresi emosi yang
tinggi dan 17% kembali dirawat dari keluarga dengan ekspresi emosi keluarga yang
rendah. Selain itu pasien juga mudah dipengaruhi oleh stress yang menyenangkan (naik
pangkat, menikah) maupun yang menyedihkan (kematian/kecelakaan). Dengan terapi
keluarga pasien dan keluarga dapat mengatasi dan mengurangi stress. Cara terapi
bisanya: Mengumpulkan semua anggota keluarga dan memberi kesempatan
menyampaikan perasaan-perasaannya. Memberi kesempatan untuk menambah ilmu dan
wawasan baru kepda pasien ganguan jiwa, memfasilitasi untuk hijrah menemukan situasi
dan pengalaman baru.

Keluarga merupakan unit yang paling dekat dengan pasien dan merupakan perawat utama
bagi pasien. Keluarga berperan dalam menentukan cara atau asuhan yang diperlukan pasien di
rumah. Keberhasilan perawat di rumah sakit dapat sia-sia jika tidak diteruskan di rumah yang
kemudian mengakibatkan pasien harus dirawat kembali (kambuh). Peran serta keluarga sejak
awal asuhan di RS akan meningkatkan kemampuan keluarga merawat pasien di rumah sehingga
kemungkinan dapat dicegah.
Pentingnya peran serta keluarga dalam pasien gangguan jiwa dapat dipandang dari berbagai
segi. Pertama, keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal
dengan lingkungannya. Keluarga merupakan institusi pendidikan utama bagi individu untuk
belajar dan mengembangkan nilai, keyakinan, sikap dan perilaku. Individu menguji coba
perilakunya di dalam keluarga, dan umpan balik keluarga mempengaruhi individu dalam
mengadopsi perilaku tertentu. Semua ini merupakan persiapan individu untuk berperan di
masyarakat.
Jika keluarga dipandang sebagai suatu sistem maka gangguan yang terjadi pada salah satu
anggota merupakan dapat memengaruhi seluruh sistem, sebaliknya disfungsi keluarga merupakan
salah satu penyebab gangguan pada anggota. Bila ayah sakit maka akan memengaruhi perilaku
anak, dan istrinya, termasuk keluarga lainnya. Salah satu faktor penyebab kambuh gangguan jiwa
adalah; keluarga yang tidak tahu cara menangani perilaku pasien di rumah (Northouse, 1998).
Pasien dengan diagnosa skizofrenia diperkirakan akan kambuh 50% pada tahun pertama, 70%
pada tahun kedua dan 100% pada tahun kelima setelah pulang dari rumah sakit karena perlakuan
yang salah selama di rumah atau di masyarakat.

Menurut Friedman (1998), dukungan sosial keluarga adalah sikap, tindakan dan
penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Anggota keluarga adalah orang yang bersifat
mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan.
Friedman (1998), menyatakan bahwa fungsi dasar keluarga antara lain adalah fungsi efektif,
yaitu fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan psikososial, saling mengasuh
memberikan kasih sayang serta menerima dan mendukung. Menurut Friedman (2003) dukungan
sosial keluarga adalah bagian integral dari dukungan sosial. Dampak positif dari dukungan sosial
keluarga adalah meningkatkan penyesuaian diri seseorang terhadap kejadian-kejadian dalam
kehidupan.

House (dalam Smet, 1994) membedakan empat jenis atau dimensi dukungan sosial, antara
lain :
a. Dukungan Emosional
Dukungan emosional mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang
yang bersangkutan. Bentuk dukungan ini membuat individu memiliki perasaan nyaman,
yakin, diperlukan dan dicintai oleh sumber dukungan sosial, sehingga dapat menghadapi
masalah dengan lebih baik.
b. Dukungan Penghargaan
Dukungan penghargaan terjadi lewat ungkapan hormat (penghargaan) positif untuk orang
itu, dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu, dan
perbandingan positif orang itu dengan orangorang lain, contohnya dengan
membandingkannya dengan orang lain yang lebih buruk keadaannya.
c. Dukungan Instrumental
Dukungan instrumental mencakup bantuan langsung, seperti kalau orang memberi pinjaman
uang kepada orang itu. Bentuk dukungan ini dapat mengurangi beban individu karena
individu dapat langsung memecahkan masalahnya yang berhubungan dengan materi.
d. Dukungan Informatif
Dukungan informatif mencakup memberikan nasehat, petunjuk-petunjuk, saran-saran atau
umpan balik. Jenis informasi seperti ini dapat menolong individu untuk mengenali dan
mengatasi masalah dengan lebih mudah.

Caplan (1964) dalam Friedman (1998) menjelaskan bahwa keluarga memiliki
beberapa fungsi dukungan yaitu:
a. Dukungan informasional
Keluarga berfungsi sebagai sebuah kolektor dan diseminator (penyebar) informasi tentang
dunia. Menjelaskan tentang pemberian saran, sugesti, informasi yang dapat digunakan
mengungkapkan suatu masalah. Manfaat dari dukungan ini adalah dapat menekan
munculnya suatu stressor karena informasi yang diberikan dapat menyumbangkan aksi
sugesti yang khusus pada individu. Aspek-aspek dalam dukungan ini adalah nasehat, usulan,
saran, petunjuk dan pemberian informasi.
b. Dukungan penilaian
Keluarga bertindak sebagai sebuah bimbingan umpan balik, membimbing dan menengahi
pemecahan masalah, sebagai sumber dan validator indentitas anggota keluarga diantaranya
memberikan support, penghargaan, perhatian
c. Dukungan instrumental
Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan konkrit, diantaranya: kesehatan
penderita dalam hal kebutuhan makan dan minum, istirahat, terhindarnya penderita dari
kelelahan.
d. Dukungan emosional
Keluarga sebagai tempat yang aman dan damai untuk istirahat dan pemulihan serta
membantu penguasaan terhadap emosi. Aspek-aspek dari dukungan emosional meliputi
dukungan yang diwujudkan dalam bentuk afeksi, adanya kepercayaan, perhatian,
mendengarkan dan didengarkan.

Penderita skizofrenia tidak mungkin mampu mengatasi masalah kejiwaanya sendiri. Individu
tersebut membutuhkan peran orang lain di sekitarnya, khususnya keluarganya. Peran keluarga
dalam pencegahan kekambuhan penderita skizofrenia sangat penting, karena keluargalah orang
yang paling dekat dengan penderita skizofrenia. Pencegahan kekambuhan atau mempertahankan
penderita skizofrenia di lingkungan keluarga dapat terlaksana dengan persiapan pulang yang
adekuat serta mobilisasi fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat khususnya peran
serta keluarga (Sarafino, 2006).

Lingkungan dan keluarga mempunyai andil yang besar dalam mencegah terjadinya
kekembuhan pada penderita dengan gangguan, oleh karena itu pemahaman keluarga
mengenai kondisi penderita serta kesediaan keluarga dan lingkungan menerima penderita apa
adanya dan memperlakukannya secara manusiawi dan wajar merupakan hal yang mendasar
dalam mencegah kekambuhan penderita..
Beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh keluarga dan lingkungan dalam merawat
penderita gangguan jiwa di rumah:
1. Memberikan kegiatan/kesibukan dengan membuatkan jadwal sehari-hari.
2. Berikant ugas yang sesuai dengan kemampuan penderita dan secara bertahap tingkatkan
sesuai perkembangan
3. Menemani dan tidak membiarkan penderita sendirisaat melakukan kegiatan, mis: makan
bersama, reksreasi bersama, bekerja bersama.
4. Minta keluarga dan teman menyapa saat bertemu penderita dan jangan mendiamkan
penderita berbicara sendiri
5. Mengajak dan mengikutsertakan penderita dalam kegiatan bermasyarakat misal; kerja
bakti
6. Berikan pujian yang realitas terhadap keberhasilan penderita atau dukungan untuk
keberhasilan sosial penderita
7. Mengontrrol dan mengingatkan dengan cara yang baik dan empati untuk selalu minum
obat untuk prinsip benar, benar nama obat, benar dosis, benar cara pemberian.
8. Mengenali adanya tanda-tanda kekambuhan seperti: suit tidur, bicara sendiri, marah-
marah, senyum sendiri, menyendiri, murung , bicara kacau.
9. Kontrol suasana lingkungan yang dapat memancing terjadinya marah.



















Peran Keluarga pada Pasien Gangguan Jiwa

Definisi Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari satuan
masyarakat, tidak akan ada masyarakat jika tidak ada
keluarga, dengan kata lain masyarakat merupakan
sekumpulan keluarga-keluarga.

Fungsi Keluarga :
Affection
Menciptakan suasana persaudaraan/ menjaga
perasaan
Mengembangkan kehidupan seksual dan kebutuhan
seksual
Menambah anggota baru
Security and Acceptance
Mempertahankan kebutuhan fisik
Menerima individu sebagai anggota
Identity and Satisfaction
Mempertahankan motivasi
Mengembangkan peran dan self image
Mengidentifikasi tingkat sosial dan kepuasan
aktivitas
Affilation and companionship
Mengembangkan pola komunikasi
Mempertahankan hubungan yang harmonis
Soscialization
Mengenal kultur (nilai dan perilaku)
Aturan/pedoman hubungan internal dan eksternal
Control
Mempertahankan kontrol sosial
Adanya pembagian kerja
Penempatan dan menggunakan sumber daya yang ada

Tiga faktor penyebab pasien kambuh dan perlu
dirawat di rumah sakit, menurut Sullinger (1988) :
1. Pasien : Sudah umum diketahui bahwa pasien yang
gagal memakan obat secara teratur mempunyai
kecenderungan untuk kambuh. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan 25% sampai 50% pasien
yang pulang dari rumah sakit tidak memakan obat
secara teratur.
2. Penanggung jawab pasien: Setelah pasien pulang ke
rumah maka keluarga tetap bertanggung jawab atas
program adaptasi pasien di rumah.
3. Keluarga :Keluarga dengan ekspresi emosi yang
tinggi (bermusuhan, mengkritik, tidak ramah, banyak
menekan dan menyalahkan), hasilnya 57% kembali
dirawat dari keluarga dengan ekspresi emosi yang
tinggi dan 17% kembali dirawat dari keluarga dengan
ekspresi emosi keluarga yang rendah.

Keluarga memiliki fungsi dukungan yaitu:
a. Dukungan informasional
Keluarga berfungsi penyebar informasi tentang dunia.
Menjelaskan tentang pemberian saran, sugesti,
informasi yang dapat digunakan mengungkapkan
suatu masalah. Manfaat dari dukungan ini adalah
dapat menekan munculnya suatu stressor.
b. Dukungan penilaian
Keluarga bertindak sebagai sebuah bimbingan umpan
balik, membimbing dan menengahi pemecahan
masalah, memberikan support, penghargaan,
perhatian
c. Dukungan instrumental
Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan
praktis dan konkrit, diantaranya: kebutuhan makan
dan minum, istirahat, terhindarnya penderita dari
kelelahan.
d. Dukungan emosional
Keluarga sebagai tempat yang aman dan damai untuk
istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan
terhadap emosi. Aspek-aspek dari dukungan
emosional meliputi dukungan yang diwujudkan
dalam adanya kepercayaan, perhatian, mendengarkan
dan didengarkan.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh keluarga
dan lingkungan dalam merawat penderita gangguan
jiwa di rumah:
1. Memberikan kegiatan/ kesibukan dengan membuatkan
jadwal sehari-hari.
2. Berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan
penderitadan secara bertahap tingkatkan sesuai
perkembangan
3. Menemani dan tidak membiarkan penderita sendiri saat
melakukan kegiatan, mis: makan bersama, rekreasi
bersama, bekerja bersama.
4. Minta keluarga dan teman menyapa saat bertemu
penderita dan jangan mendiamkan penderita berbicara
sendiri
5. Mengajak dan mengikutsertakan penderita dalam
kegiatan bermasyarakat misal; kerja bakti
6. Berikan pujian yang realitas terhadap keberhasilan
penderita atau dukungan untuk keberhasilan sosial
penderita
7. Mengontrrol dan mengingatkan dengan cara yang baik
dan empati untuk selalu minum obat untuk prinsip
benar, benar nama obat, benar dosis, benar cara
pemberian.
8. Mengenali adanya tanda-tanda kekambuhan seperti:
suit tidur, bicara sendiri, marah-marah, senyum sendiri,
menyendiri, murung, bicara kacau.
9. Kontrol suasana lingkungan yang dapat memancing
terjadiny amarah.







































Penyuluhan Psikiatri


PERAN KELUARGA PADA
PASIEN GANGGUAN JIWA




Oleh:
Bagus Irawan Wahidilman
NPM. H1A009011


Pembimbing:
dr. Andri Sudjatmoko, Sp.KJ


BAGIAN ILMU PSIKIATRI
RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN 2014

Dokter Muda UNIB