Anda di halaman 1dari 3

Diet Hipertensi, Kolesterol, & Asam Urat

Oleh : dr. Tri Rejeki Herdiana


Resep sederhana dalam meraih kondisi tubuh yang sehat nan prima adalah makan secukupnya
dan olahraga secukupnya. Namun yang umumnya terjadi adalah salah satu faktor tersebut
tidak saling melengkapi. Oleh karenanya, bermunculanlah beraneka penyakit degeneratif yang
membawa berbagai potensi ancaman bagi kesehatan tubuh manusia.
Meninjau keunikan metabolisme tubuh manusia satu sama lainnya, makin beragam pula risiko
yang muncul. Ada beberapa tubuh yang rentan akan gejala hipertensi, ada pula yang mudah
terancam akan tingginya kolesterol dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung
koroner salah satunya.
Diet Rendah Garam
Bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) ataupun penyakit ginjal, kondisi tubuh
penderita membutuhkan makanan dengan kandungan garam yang sedikit.
Pengurangan penggunaan garam yang dimaksud bukanlah dilaksanakan pada semua jenis
garam, namun pengurangan yang ada lebih kepada maksud pembatasan jumlah garam /
natrium klorida (NaCl) dalam makanan disamping penyedap masakan (monosodium glutamat =
MSG), serta sodium karbonat. Dimana sangat dianjurkan pada pelaku diet ini untuk
mengonsumsi garam dapur (garam yang mengandung iodium) tidak lebih daripada 6 gram per
hari atau setara dengan satu sendok teh.
Tujuan dari diet ini adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta membantu
menghilangkan penimbunan garam atau air dalam jaringan tubuh.
Cukup mudah untuk menjalani diet ini, cukup menyesuaikan dengan penyakit yang diderita,
membatasi konsumsi kalori, protein serta mineral, serta menyesuaikan garam natrium yang
dibutuhkan tubuh.
Untuk memudahkan diet ini cobalah untuk :
1. Tidak meletakkan garam di atas meja makan
2. Pilihlah sayuran yang segar. Makanan yang terdapat di kemasan kaleng banyak
mengandung garam. J ika pun mau tidak mau harus mengonsumsi sayuran kaleng maka
cuci bersih sayuran dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kandungan
garam yang melekat di sayuran tersebut.
3. Pilihlah buah yang segar, karena umumnya buah-buah yang segar memiliki kandungan
rendah natrium namun kaya akan kandungan kalium
4. Menambahkan rasa di makanan dengan bumbu atau rempah lainnya seperti bawang
putih, bawang merah, jahe, kunyit, salam, gula, atau cuka selain garam.
5. Untuk makanan camilan pilihlah kacang, biskuit, dan makanan camilan lainnya yang
tidak mengandung banyak garam.
6. Hindarilah penggunaan saus tomat, terasi, petis, MSG, tauco pada makanan yang akan
Anda konsumsi.


Sumber : glenkirk.blogspot.com
Diet Rendah Kolesterol
Langkah untuk melakukan diet rendah kolesterol biasanya diambil oleh orang yang memiliki
kadar kolesterol tinggi maupun penderita penyakit jantung. Karena pada mekanismenya,
kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengundang
risiko serangan jantung.
Pada hakikatnya tubuh manusia masih membutuhkan kolesterol untuk pembentukan senyawa-
senyawa yang memiliki inti sterol seperti vitamin D, hormon-hormon anabolik, serta empedu.
Tujuan dari diet ini ialah untuk mencukupkan kadar kolesterol yang ada dalam darah, yang
secara tidak langsung bersamaan dengan proses pengurangan berat badan.
Pada pelaku diet ini, cobalah untuk makan dalam porsi yang sedikit namun dengan frekuensi
tinggi. Hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh, dimana pada umumnya lemak
jenuh terdapat pada daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan,
mentega, kuning telur, dan keju. Disamping bahaya lemak jenuh pada lemak hewani tersebut,
masih terdapat ancaman yang dihindari dari lemak nabati, seperti halnya minyak kacang dan
minyak kelapa sawit.
Bahan yang mengalami salah persepsi oleh jebakan trik pemasaran yang dilakukan oleh
perusahaan produsen minyak goreng. Masyarakat di perkenalkan oleh minyak goreng yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang tanah, minyak biji kapas, minyak kacang kedelai,
minyak jagung dan minyak bunga matahari sekalipun.
Memang benar adanya minyak sayur yang berasal dari tumbuh-tumbuhan memiliki kandungan
lemak tak jenuh dalam komposisi produknya, namun sedikit yang mengetahui bahwasanya
lemak jenuh tetap akan muncul ketika sampai pada proses pencernaan manusia. Sedahsyat
apapun minyak goreng tersebut mengklaim dirinya memiliki lemak tak jenuh, tetap saja, ketika
masuk ke tubuh manusia, akibat reaksi proses pencernaan alamiah dengan kehadiran minyak
goreng tersebut pada tubuh maka akan terformulasikan yang menghasilkan lemak jenuh jua.
J adi intinya, kurangi makanan yang melalui proses goreng-gorengan. J ikapun sudah terlanjur
mengonsumsi, imbangkan dengan berolahraga. Dengan harapan, lemak jenuh dapat terbakar
habis menjadi energi.
Mulai pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti roti,
beras, gandum. Konsumsi ayam tanpa kulit. untuk kebutuhan nutrisi pada daging, gantilah
dengan putih telur. Kurangi pula makanan yang mengandung kaya gula, seperti es krim,
cokelat, soft drink, gula-gula, dan lainnya.

Sumber : www.chaldean.org

Diet Purin
Pembatasan konsumsi zat purin dikhususkan bagi penderita gangguan asam urat. Dimana
sedikit banyak gangguan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan pola makan.
Diet rendah purin bertujuan untuk mengurangi makanan yang kaya akan kandungan purin
seperti sarden, kangkung, jerohan, bayam. J ika pada kadar normal makanan sehari-hari
ambang kandungan purin yang bisa ditoleransi adalah 600 1000 mg, maka pada program diet
ini dibatasi berkisar pada 120 150 mg.
Dengan pembatasan kandungan purin tersebut, dapat menghasilkan penurunan kadar asam
urat dalam darah dan melancarkan pengeluaran asam urat.
Diet ini dapat dipermudah dengan melakukan kiat sederhana sebagai berikut :
1. Mengonsumsi kalori, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh
secukupnya.
2. Dengan mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dapat membantu pengeluaran
asam urat melalui air seni. Diperlukan zat karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi
lebih dari 100g/hari. Adapun zat karbohidrat kompleks didapat pada singkong, roti, dan
ubi
3. Melakukan diet rendah lemak, karena lemak cenderung menjadi penghambat
pengeluaran asam urat.
4. Disamping diet rendah lemak, diperlukan pula diet rendah protein, karena kandungan
protein dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Anjuran asupan protein
disarankan pada penderita maksimal di kisaran 50-70 g/hari
5. Guna membantu pengeluaran kelebihan asam urat serta mencegah pengendapan asam
urat pada ginjal cobalah untuk meminum sedikitnya 2 hingga 3 liter/hari.
6. Hindari mengonsumsi alkohol karena kandungan alkohol dapat menjadi penghambat
pengeluaran asam urat dari tubuh.[](DA/ AS)