Anda di halaman 1dari 3

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH

Published December 31, 2011 | By admin


I. PENGERTIAN.
Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang BB < 2.500 gram
(sampai dengan 2.499 gram). BBLR dapt dibagi menjadi 2 golongan :
1. 1. Prematur murni.
Masa gestasi kurang dari 37 minggu dan BB sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi
itu atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai untuk masa kehamilan (NKB- SMK).
1. 2. Dismaturitas
Bayi lahir dengan BB kurang dari BB seharusnya untuk masa gestasi itu, berarti bayi
mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa
kehamilannya. (KMK).
Prematur murni
Masa gestasi kurang dari 37 mgg atau 259 hari . Penyebab antara lain :
1. 1. Faktor ibu.
a. Penyakit.
Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan , misalnya toksemia grafidarum,
trauma fisis dan psikologis, penyakit lain ialah nefritis akut atau tindakan operatif dapat
merupakan faktor etiologi prematuritas.
b. Usia.
Angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia ibu dibawah 20 tahun dan pada
multigravida yang jarak antar kelahirannya terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia
ibu antara 26 35 tahun.
c. Keadaan sosial ekonomi.
Keadaan ini sangat berperan untuk timbulnya prematuritas, dan kejadian tertinggi terdapat
pada sosial ekonomi yang rendah, hal ini disebabkan karena keadaan gizi yang kurang baik
dan pengawasan ANC yang kurang. Demikian pula keadaan prematuritas pada bayi yang
lahir dari perkawinan yang tidak sah ternyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayi
yang lahir dari perkawinan yang sah
1. Faktor janin.
Hidramnion, Kehamilan ganda umumnya akan mengakibatkan lahir bayi BBLR.
Dismaturitas
Dismaturitas ialah bayi baru lahir yang BB lahir kurang dibanding dengan BB seharusnya
untuk masa gestasi bayi itu (KMK). Pengertian BB kurang dari BB lahir dibawah persentil
ke-10 menurut kurva pertumbuhan intrauterin Usher Lubchenco atau dibawah 2 SD menurut
kurvapertumbuhan intra uterin Usher dan Mc. Lean. Dismaturitas dapat terjadi preterm term
atau post term nama lain yang digunakan ialah KMK (kecil untuk masa kehamilan,
insufisiensi plasenta. Untuk dismaturitas post term sering disebut post maturity. Penyebab
dismaturitas ialah setiap keadaan yang mengganggu pertukaran zat antara ibu dan janin.
Gejala klinis.
Seperti telah diterngkan diatas, dismatur dapat terjadi preterm term, post term. Pada
preterm akan terlihat gejala fisis bayi prematur murni ditambah dengan gejala dismaturitas.
Dalam hal ini BB < 2.500 gram, karateristik fisis sama dengan bayi prematur dan mungkin
ditambah dengan retardasi pertumbuhan dan wasting demikian pula pada post term dengan
dismaturitas.
Menurut Guenwald defisit yang menyebabkan retardasi pertumbuhan biasanya
berlangsung kronis akibat defisit akan terjadi fetal distress.
Fetal distress dibagi dalam 3 golonngan yaitu :
1. Acute fetal distress
2. Sub acute fetal distress
3. Cronik fetal distres.
Bayi dismatur dengan tanda wasting atau insufisiensi plasenta dapat dibagi dalam
Stadium yaitu :
1. Stadium pertama
Bayi nampak kurus dan relatif lebih panjang, kulit longgar kering seperti perkamen , belum
terdapat noda mekonium.
1. Stadium kedua.
Stadium pertama ditambah dengan warna kehijauan pada kulit, plasenta dan umbilikus.
1. Stadium ketiga.
Ditemukan stadium 2 ditambah kulit berwarna kuning, demikian pila pada kuku dan tali
pusat.
Komplikasi prematuritas
1. Sindroma aspirasi mekonium (kesulitan bernafas).
2. Hipoglikemi simtomatik.
3. Asfiksis neonatorum
4. Penyakit membran hialin.
5. Hiperbilirubinemia.
Penatalaksanaan Bayi Dismatur.
1. Beri makanan dini early feeding untuk menghindari terjadinya hipoglikemia.
Kadar gula darah harus diperiksa 8 12 jam
1. Awasi frekwensi pernafasan pada 24 jam pertama untuk mengetahui sindroma
aspirasi mekonium.
2. Setiap jam dihitung frekwensi pernafasan (bila frek.pernafasan > 60x/mnt) dibuat
foto thorax.
3. Pencegahan terhadap infeksi sangat penting.
4. Temperatue dikelola jangan sampai kedinginan karena bayi dismature sangat mudah
menjadi hipotermi.
Bayi BBLR dapat berupa bayi prematur murni atau bayi dismatur. Hal ini sangat penting
dibedakan :
1. Morbiditas yang berlainan, misalnya prematuritas murni mudah menderita komplikasi
seperti membran hialin, perdarahan intra ventrikuler, pneumonia aspirasi.
2. Bayi dismatur mudah mengalami sindroma asfiksia mekonium, hipoglikemia
simtomatik dan hiperbilirubinemia.
3. Pada bayi dismatur yang pretem dengan sendirinya komplikasi bayi prematuritas
murni juga terjadi.
4. Pemberian makan dini lebih dari bayi prematur.