Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATERNITAS

NUTRISI PADA BAYI BARU LAHIR





DISUSUN OLEH

GILANG MAULANA SYARIF
201110300511008
IV A


PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2013


Nutrisi Untuk Bayi Baru Lahir
Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi baru lahir, baik bayi yang dilahirkan
cukup bulan (matur) maupun kurang bulan (prematur). Berbagai hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ASI memberikan banyak keuntungan fisiologis maupun
emosional. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara
eksklusif sekurangnya selama usia 6 bulan pertama, dan rekomendasi serupa juga
didukung oleh American Academy of Pediatrics (AAP), Academy of Breastfeeding
Medicine, demikian pula oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Periode pemberian makan pada bayi meliputi :
- ASI Eksklusif
- ASI + MP-ASI
- Makanan Keluarga


ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain
pada bayi berumur nol sampai enam bulan.Air susu ibu adalah makanan yang terbaik
untuk bayi dan susu formula tidak mungkin menyamai ASI. Komposisi ASI berubah
sesuai kebutuhan bayi. Di dalam ASI terdapat kolostrom adalah susu yang dihasilkan
oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.
Kolostrum warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting bagi bayi karena
mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh. Selain itu ASI juga mengandung
foremilk / hindmilk. Foremilk (susu awal) adalah susu ASI yang diproduksi pada awal
proses menyusui. Sedangkan hindmilk (susu akhir) adalah ASI yang diproduksi pada
akhir proses menyusui. Foremilk diproduksi dalam jumlah banyak, mengandung banyak
protein laktosa dan protein lainnya, berkadar air tinggi, namun kadar lemaknya rendah.
umlah lemak yang tinggi dalam hindmilk ini akan memberikan banyak energi pada bayi,
dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Sementara jumlah air yang berlimpah
dalam foremilk mampu memenuhi kebutuhan air bayi. Air Susu Ibu (ASI) adalah
makanan yang terbaik yang dapat diberikan oleh ibu pada bayinya, juga untuk bayi
prematur. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan prematur berbeda dengan
komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan cukup bulan dan perbedaan ini
berlangsung selama kurang lebih 4 minggu. Jadi apabila bayi lahir sangat prematur ( < 30
minggu ) maka pada usia kronologis 4 minggu ASI ibunya perlu ditambahkan zat gizi
lain agar komposisinya menyamai komposisi ASI prematur. Dalam kandungan ASI juga
terdapat faktor protektif dikarenakan terdapat enzim, biofaktor maupun limfosit.


Tanda Keberhasilan Laktasi :
- Penurunan BB 7 % dalam beberapa hari pertama
- Kembali ke BB lahir dalam 2 minggu
- Laktasi berhasil dilakukan pada 2-4 hari pertama
- Minimal 8x menyusui dalam 24 jam
- Bayi dengan mudah melekat pada puting
- Pada usia 5-7 hari bayi defekasi 3-6 x/hari dalam miksi 4 6x/hari
- Kenaikan BB sebanyak 25-30 g/hari (750 900 g/bln) pada 3 bulan pertama






ASI + MP-ASI
Makanan pendamping ASI atau bisa disebut MP-ASI adalah makanan yang diberikan
kepada bayi selain ASI, dimana jenis dan karakter dari makanan tersebut disesuaikan
dengan umur bayi. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang
mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Makanan pendamping ASI ini adalah merupakan sebuah proses transisi dari asupan
kepada bayi yang semula hanya susu (Air Susu Ibu/ASI) menuju ke makanan yang semi
padat. Tujuan pemberian makan sebagai pemenuhan kebutuhan zat gizi untuk
kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan aktivitas, dll. Tidak hanya itu, tujuan
pemberian makan juga sebagai pendidikan untuk ketrampilan makan, pembinaan rasa,
disiplin dan sarana pembelajaran. Serta pemberian makan juga faktor psikologis untuk
kepuasan dan hubungan erat ibu-anak.Proses penyapihan dari ASI menuju makanan
pendamping ASI mulai dengan pemberian makanan khusus, selain ASI secara bertahap
jenis, konsistensi, tekstur, sampai seluruh kebutuhan nutrisi anak dipenuhi oleh makanan
keluarga. Makanan khusus yang di berikan berbentuk cair, lunak, padat dan jenis
makanannya bisa seperti jus, biskuit, bubur susu, nasi tim. Sedangkan untuk pemberian
bertahap ; dari jenis, konsistensi, tekstur, jumlah/kali dan frekuensi/hari.

Kapan mulai diberikan MP-ASI ?
1. Kesiapan fisik : refleks ekstrusi, dapat menahan kepala tetap tegak dan dapat duduk
dengan sedikit bantuan.
2. Kesiapan psikologis : menunjukkan minat terhadap makanan, membuka mulut jika
diberi sendok dan bisa memberikan tanda lapar / kenyang.


Makanan pertama pada umumnya berupa bubur tepung beras yang diperkaya zat besi.
Berikan hanya 1 jenis (bukan kombinasi), bergizi, tekstur halus dan konsistensi agak
encer. Diberikan setelah minum ASI atau formula, kecuali bila bayi menolak berulang
atau tampak tidak berminat bisa diberikan sebelum minum ASI atau susu formula.

Ada beberapa panduan dasar dalam pemberian makanan baru walupun tidak ada urutan
khusus alangkah baiknya diperhatikan untuk tekstur halus dan konsistensi encer pada
awal pemberian yang ditingkatkan bertahap, mulailah dengan jumlah sedikit (1-2 sendok
teh), bertahap di tambah 1 sendok makan atau lebih sampai jumlah yang sesuai. Berilah
jarak waktu antara pemberian makan baru, makanan baru berjarak 4 - 7 hari (riwayat
alergi +), perhatikan adanya reaksi simpang, dicoba satu persatu jenis makanan, di coba
pada pagi hari oleh ibu. Tidak hanya itu, perhatikan factor keamanannya seperti cuci
tangan dan semua peralatan, tidak menggunakan peralatan bersama-sama atau
mengunyah terlebih dulu.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pemberian makanan pada bayi :
Sebaiknya hindari pemberian wortel, bit, bayam, sawi hijau dan lobak. Karena
kandungan saturan tersebut nitrat tinggi bisa menyebabkan methemoglobinemia, tidak
boleh diberikan kepada bayi < 6 bulan. Mengkonsumsi made memang baik tetapi made
jangan di berikan pada bayi < 12 bulan karena bisa menyebabkan C. botulinum. Selain
itu, susu sapi (whole milk, susu segar) sebaiknya tidak boleh di berikan kepada bayi < 12
bulan karenan terdapat kandungan zat besi rendah, tinggi kadar natrium, kalium dan chlor
bisa menjadi beban ginjal.

Bayi 6-8 bulan
- ASI on demand
- Mulailah MPASI, coba hanya 1 jenis (bukan kombinasi) dan lakukan evaluasi
beberapa hari untuk melihat toleransi sebelum coba yang lain
- Usia 6 - 8 bulan
- 6 bln mulai 2 - 3 sendok bubur HALUS, 1 - 2 kali / hari, dapat ditingkatkan hingga
3x sehari 1/2 mangkok / gelas Aqua.
- 8 bln bubur kasar atau tim saring.
- Selingan diberikan 1-2 kali
- Finger food : setelah usia 8 bulan.


Bantu bayi untuk lebih mandiri :
- Beri finger foods.
- Minum dari cangkir sejak usia 6-8 bulan.
- Buat jadwal makan sedemikian rupa sehingga terjadi rasa lapar dan kenyang yg
teratur.


Bayi 9 - 11 bulan
- Usia 9-11 bulan:
- Berikan nasi tim kasar, dengan lauk pauk dicincang atau diparut sehingga bayi
dapat mencoba untuk mengambilnya sendiri.
- Berikan sekitar mangkok, dapat diberikan 3-4 kali per hari, selingan 1-2 kali
tergantung keinginan bayi.

- Lakukan resposive feeding.
- Air minum selain ASI/susu boleh diberikan.

Responsive feeding
- Ibu atau pengasuh harus merespons tanda lapar atau kenyang yang di tunjukan
oleh balita
- Bicara dan lakukan kontak mata dalam proses pemberian makan
- Makan adalah proses belajar dan bentuk kasih saying orangtua-anak
Bayi bisa di kenali ketika lapar dengan gerakannya. Lapar dengan gerakan :
- Gerakan menghisap atau mengecapkan bibir.
- Membuka mulut ketika melihat sendok/makanan.
- Memasukkan tangan ke mulut atau menangis.
- Mencondongkan tubuh ke arah makanan atau berusaha menjangkaunya


Apabila kenyang, gerakannya seperti memalingkan muka, menutup mulut dengan
tangannya, rewel atau menangis dan tertidur.

Anak usia 1-2 tahun
- ASI masih tetap diberikan
- Lanjutkan pemberian makan 3 - 4 kali/hari, mulai perkenalkan dengan makanan
keluarga, 3/4 - 1 mangkok tiap makan, selingan.
- Bantu dan biarkan anak untuk makan sendiri.
- Berikan variasi makanan ( rasa, warna, bau ).
- Tawarkan beberapa kali hingga dia mau dan terbiasa.


Tips membuat suasana makan menjadi menyenangkan
- Gunakan peralatan makan dengan bentuk yang lucu, penuh warna serta bergambar
tokoh kesukaan si anak.
- Berikan makanan dalam bentuk dan warna yang bervariasi.
- Tawarkan variasi rasa makanan dan cobakan jenis makanan baru bersama dengan
makanan yang biasa dimakan.
- Jangan gunakan makanan sebagai bentuk hadiah atau hukuman.




Beberapa Tips
- Ingatlah bahwa anak cenderung untuk memilih makanan sendiri, hal ini merupakan
bentuk kemandirian. Jadi, bersabarlah.
- Berilah makanan sehat yang bervariasi. Tawarkanlah selalu bentu/rasa/tekstur
makanan baru dan berilah waktu untuk beradaptasi.
- Ingatlah selalu bahwa tugas ibu adalah memberi/menyiapkan makanan, sedangkan
anak mempunyai kebebasan memutuskan untuk mencoba makan tersebut atau tidak.
- Anak biasanya belum dapat merasakan lapar, jadi senantiasa tawarkan makanan ( tiap
2-3 jam ) dan jangan cemas jika ia tidak menghabiskannya.
- Seperti halnya orang dewasa, anak juga mengalami perubahan selera makan dari hari
ke hari.
- Jika anak sedang dalam masa tumbuh gigi, ia mungkin kehilangan nafsu makan,
namun akan kembali dalam beberapa hari.