Anda di halaman 1dari 2

I.

Dasar teori
Alkohol merupakan senyawa yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom jenuh.
Alkohol mempunyai rumus umum ROH, dimana R merupakan alkil, alkil tersubtitusi hidrokarbonsiklik.
Alkohol disini tidak memiliki gugus fenol (gugus hidroksil berikatan dengan aromatik), enol (gugus
hidroksil berikatan dengan karbon vinilik) karena sifat sifatnya berbeda. Alkohol diklasifikasikan
menjadi 3 kelompok alkohol primer, sekunder dan tersier (Riswayanto, 2009).
Sifat Fisik Alkohol berupa cairan jernih, berbau khas, mendidih ditemperatur tinggi, sangat larut
dalam air karena ada ikatan hidrogen antara gugus OH dan molekul H2O. Sedangkan sifat kimia
alkohol, mengalami dehidrasi (reaksi yang melibatkan hilangnya H dan OH dalam membentuk H2O )
untuk membentuk alkena/eter, oksidasi terkendali untuk menghasilkan aldehida dan keton. (Keenan &
Kleinfelter 1980).
Hidrokarbon dapat diklasifikasikan menurut macam-macam ikatan karbon yang dikandungnya.
Hidrokarbon dengan karbon-karbon yang mempunyai satu ikatan dinamakan hidrokarbon jenuh.
Hidrokarbon dengan dua atau lebih atom karbon yang mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga
dinamakan hidrokarbon tidak jenuh (Fessenden & Fessenden, 1997).
Hidrokarbon umumnya terbagi menjadi 2 macam, yaitu Hidrokarbon alifatik dan Hidrokarbon
aromatic. Hidrokarbon alifatik terdiri atas rantai karbon yang tidak mencakup bangun siklik. Golongan ini
sering disebut sebagai hidrokarbon rantai terbuka atau hidrokarbon siklik. Contoh hidrokarbon alifatik
yaitu etana (C2H6). Hidrokarbon alisiklik atau hidrokarbon siklik terdiri atas atom karbon yang tersusun
dalam satu lingkar atau lebih. Hidrokarbon aromatik merupakan golongan khusus senyawa siklik yang
biasanya digambarkan sebagai lingkar enam dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap bersilih ganti.
Kelompok ini digolongkan terpisah dari hidrokarbon asiklik dan alifatik karena sifat fisika dan kimianya
yang khas (Syukri, 1999).
Gugus Fungsi adalah kedudukan kereaktifan kimia dalam molekul satu kelompok senyawa
dengan gugus fungsi tertentu menunjukan gejala reaksi yang sama. Sesuai kesamaan gejala reaksi
tersebut, maka dapat dikelompokan pada pengelompokan senyawa. (Fessenden, 1986)
No. Struktur Gugus Rumus Umum Nama IUPAC / trivial Nama Gugus
1 -OH R-OH Alkanol / alcohol Hidroksil
2 -O- R-O-R Alkoksi alkana / Eter
3
C
O
H

R C
O
H
Alkanal / aldehid Aldehid












Daftar Pustaka :
Fessenden, Ralph J, dan Fessenden, Joan S. 1997. Dasar-dasar Kimia Organik. Jakarta: Bina
Aksara
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung: ITB
Riswayanto, 2009. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.
Fessenden, Ralph J, 1986, Organic Chemistry (Edisi ke-2), Willard Grant Press Publisher, USA.
Keenan and Kleinfelter, Wood, 1980, Kimia Universitas, Erlangga, Jakarta.



4
C
O

R C
O
R'
Alkanon/keton Karbonil
5
C
O
OH
R C
O
OH
Asam alkanoat/
karboksilat
Karboksil
6
C
O
O
R C
O
OR'
Alkil alkanoat / ester Ester
7 -NH
2
R NH
2
Amina Amin