Anda di halaman 1dari 11

Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No.
23 Tahun 1992). Derajat kesehatan yang optimal dapat dicapai dengan
terpenuhinya: Pangan yang memenuhi syarat kesehatan, Sandang yang memadai,
Perumahan dan transportasi yang memenuhi syarat kesehatan, Pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit, Pengobatan dan perawatan penyakit,
Penyediaan obat-obatan,Pendidikan dan pelatihan tentang kesehatan.
Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor perkantoran. Untuk itu kita
perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 dalam rangka menekan serendah
mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta
meningkatkan produktivitas dan efesiensi.
Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan /pekerja
diperkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini
bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis
pekerjaannya.
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 2

Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura
dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building
Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat
40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi
mata 37%, lemah 31%.
Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal
23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib
diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang
mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja
secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya,
untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program
perlindungan tenaga kerja. Dari uraian tersebut saya tertarik untuk menganalisa
resiko apa saja yang dapat terjadi di sector perkantoran.
1.2. Rumusan masalah
a. Apa yang di maksud kesehatan dan keselamatan kerja
b. Apa saja resiko yang dapat terjadi di sector perkantoran
c. Apa saja factor penyebab resiko kerja
1.3. Tujuan Masalah
a. Untuk mengetahui apa yang di maksud kesehatan dan keselamatan kerja
b. Untuk mengetahui apa saja resiko yang dapat terjadi di sector perkantoran
c. Untuk mengetahui apa saja factor penyebab resiko kerja
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 3

BAB II
ISI
2.1. Tinjauan Pustaka
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang
memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari
bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang
wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan
menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya
(cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka
panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu
kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat
pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik,
atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap
penyakit-penyakit/gangguan - gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor
pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.
Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan.
Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :
a. Sasarannya adalah manusia
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 4

b. Bersifat medis.
Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik,
mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan
kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan
lingkungan dan pekerjaannya.
Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat
tetap sehat dan bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan
kesehatan atau penyakit. Oleh karenanya, perhatian utama dibidang kesehatan
lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit
serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin.
Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981) ditentukan oleh empat
faktor yakni :

1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia
(organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri,
microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan,
pekerjaan).
2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku.
3. pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan,
pencegahan kecacatan, rehabilitasi, dan
4. genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia.
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 5

Demikian pula status kesehatan pekerja sangat mempengaruhi
produktivitas kerjanya. Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja
yang lebih baik bila dibandingkan dengan pekerja yang terganggu kesehatannya.\
Ruang Lingkup K3
Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman, 1990)
a. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja
yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja,
bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan.
b. Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi :
1) Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian
2) Peralatan dan bahan yang dipergunakan
3) Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi, maupun
sosial.
4) Proses produksi
5) Karakteristik dan sifat pekerjaan
6) Teknologi dan metodologi kerja
c. Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak
perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang
maupun jasa.
d. Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut
bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes.


Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 6

BAB III
PEMBAHASAN
2.1. Analisa Masalah

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang
memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari
bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang
wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan
menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
Seseorang yang bekerja di perkantoran khusus nya pekerjaan di bagian
commissary atau mengatur dan mencatat perbekalan biasanya akan berkutat pada
kerjanya di meja kerja selama seharian. Hal ini bisa mengakibatkan beberapa hal
buruk bagi kesehatan, sebab banyak jenis penyakit yang dapat timbul karena
kurangnya gerak tubuh. karyawan di lingkungan perkantoran lebih sering
menghabiskan waktu dengan duduk bekerja di depan layar monitor. Hal ini
dianggap berdampak buruk bagi kesehatan dan berat badan. Pasalnya, gerak fisik
seseorang akan semakin berkurang dan membuat sejumlah otot tubuhpun tidak
bekerja secara maksimal. Kurangnya gerakan otot tubuh tersebut akan sangat
terkait dengan resiko beberapa penyakit, berikut adalah beberapa Penyakit Pekerja
Kantoran :
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 7

Pencahayaan yang kurang mengakibatkan mata cepat lelah serta karena bekerja
terlalu lama menatap monitor komputer sehingga mengakibatkan mata menjadi
kering dan lelah.

Pekerjaan yang mendominasi untuk duduk statis mengakibatkan penyakit Saraf
terjepit karena terjepitnya saraf leher yang meluas ke tangan dan lengan serta
terperangkap dalam otot dada melintas pada sendi bahu. Ini bisa mengakibatkan
tangan dan lengan mati rasa

Postur tubuh buruk karena Posisi duduk membungkuk saat kerja
Nyeri pada leher karena Kursi tidak bisa memberi tempat bersandar yang baik
untuk kepala bisa menimbulkan ketegangan, nyeri leher hingga sakit kepala yang
biasa disebabkan monitor komputer yang lebih rendah dari pandangan.
Ambeien karena terlallu banyak duduk dan ketidaknyamanan duduk
Nyeri pada punggung bagian bawah yang terjadi karena orang yang selalu duduk
dalam waktu yang lama, kursi yang tidak menopang kurva lumbal bawah akan
mengakibatkan nyeri punggung
Stres merupakan penyakit yang sering di alami karyawan seperti ayah saya karena
terlalu banyak beban pekerjaan. Tubuh yang kurang gerak juga mengakibatkan
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 8

buruknya kesehatan mental seperti stres dan kecemasan, yang bisa berdampak
pada kurangnya motivasi dan berakibat menurunkan produktifitas.
Sakit kepala yangdi akibatkan rasa stres dan kecemasan pada beban pekerjaan
yang di hadapinya
Terkena pemaparan udara AC secara terus menerus pada ruangan dapat
meyebabkan angin duduk, masuk angina
Masih banyak lagi resiko yang dapat ditimbulkan dari pegawai kantor yang
didominasi berdiam di ruangan dan duduk secara terus menerus.

3.2. Solusi permasalahan
Untuk penyakit yang di sebabkan karena pencahyaan dan radiasi computer
seperti mata lelah, factor pencahayaan dapat di atur sedemikian mungkin untuk
menunjang pekerjaan agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan optimal, serta
letakkan komputer dengan jarak 50 sampai 66 cm dan sedikit lebih rendah dari
pandangan mata Anda.. Serta sesuaikan kontrasnya agar tidak terlalu menyilaukan
mata Anda
Kemudian untuk penyakit yang diakibatkan karena pemaparan AC pada
ruangan tersendiri dapat diatur suhunya agar tidak terlalu dingin supaya
pemaparan udara AC tidak terlalu berdampak terlalu tinggi. Kemudian untuk
ruang yang di gunakan bersama usahakan memakai baju hangat atau jaket.
Serta berbagai macam penyakit yang dtimbulkan dari pegawai kantoran
yang disebabkan karena duduk terlalu lama seperti postur tubuh yang buruk, nyeri
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 9

pada leher dan sering nyeri punggung dapat di cegah dengan tidak terlalu sering
duduk dengan posisi membungkuk usahakan duduk senyaman mungkin dan
bersandar ke bahu kursi, lakukan gerak meregangkan leher dengan cara
memiringkan telinga ke bahu dan tahan hingga 30 detik di setiap sisinya.dan
sesekali berdiri agar otot tidak kejang akibat posisi statis.
Mengurangi Stres akibat terlalu banyak beban pekerjaan dapat
dilakukannya refreshing dengan teman kantor, sekedar ngopi-ngopi atau
pemenuhan kebutuhan psikologisnya. Atau anda perlu melakukan berjalan di
sekitar ruang kerja serta memakai tangga daripada lift. Hal ini akan dapat memacu
darah Anda dan mengurangi rasa stres.












Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 10







BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Seseorang yang bekerja di perkantoran khusus nya
pekerjaan di bagian commissary atau mengatur dan mencatat
perbekalan biasanya akan berkutat pada kerjanya di meja kerja
selama seharian. Hal ini bisa mengakibatkan beberapa hal buruk
bagi kesehatan. Factor resiko dalam pekerjaan tersebut diantaranya
Mata lelah akibat terlalu lama di depan computer
serta pencahayaan yang buruk
Nyeri pada leher, postur tubuh buruk, ambeien serta
nyeri punggung belakang yang diakibatkan posisi
duduk yangt kurang baik
Sakit kepala dan stress akibat terlalu banyak beban
pekerjaan
4.2. Saran
Analisis Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Page 11

untuk para tenaga kerja diharapkan sadar akan pentingnya
menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, dan selalu
mengikuti standar operasional kerja agar tidak terjadi
kecelakaan atau timbulnya penyakit yang tidak di sadari
dari pekerjaan tersebut
untuk para pemilik perusahaan atau atasan dan yang
menentukan peraturan kerja di usahakan memberikan
jaminan asuransi kesehatan kepada para pegawainya.