Anda di halaman 1dari 8

KEGANASAN PADA ESOFAGUS

Dibagi secara patologis menjadi :


1. Karsinoma (terbanyak), tumor ganas berasal dari sel epitel
2. Leimiosarkoma (otot polos)
3. Fibrosarkoma (jaringan ikat)
4. Melanoma Maligna, tumor ganas berasal dari melanosit
Insiden : - laki > wanita ( 3x)
- Umur 40-70 tahun
Etiologi : Faktor diet, merokok, alkohol, minuman panas, esofagitis,
akalasia (ujung esofagus mengecil, tampak seperti birds beak kalau
dilakukan barium meal, yaitu meminum barium untuk uji radiologi),
barrett (pada 1/3 distal esofagus terdapat mukosa lambung, yang akan
menjadi kanker)
Lokasi :
1/3 Atas+tengah, berupa karsinoma squamosa (tumor ganas yg
terdiri dari sel gepeng/squamosa)


1/3 bawah, berupa adenokarsinoma





Gambaran Klinis :
1. Disfagia progresif : minggubulan, mulai dari ngga bisa makan
padat, cair, sampai ngga bisa nelen air liur nya sendiri
2. Regurgitasi, yaitu apa yang ditelan akan dikeluarkan lagi
3. Anemi karena perdarahan
4. Hematemesis melena
5. Gejala metastase : paru, hati, tulang, supraclavicula (yaitu adanya
metastasis ke kelenjar getah bening supraclavicula terutama di
sebelah kiri virchow node)

KEGANASAN SALURAN CERNA
Sarcoma: tumor ganas yang
timbul di jaringan mesenkim
Diagnosis:
1. Gambaran klinis
2. Esofagografi/OMD (kepanjangan dari OMD itu Oesophagus Maag
Duodenum, yg aku denger sih begitu._.)
3. Endoskopi + Biopsi PA
4. Endo USG Trans Esofagus
5. CT Scan
6. MRI

Terapi :
1. Reseksi
esofagus diangkat, gaster disambung sampai letaknya di belakang
sternum. Jadi, orangnya kalo kenyang tepuk2 dada, bukan perut..
2. By pass paliatif
3. Radioterapi
4. Stent paliatif
Esofagusnya ditahan sama metalic stent supaya terbentuk jalan
agar cairan bisa masuk.
5. Gastrostomi
Jika esophagus sudah tidak bisa diapa2in lagi, dilakukan
gastrostomi agar makanan langsung ke lambung, tidak lewat
esophagus lagi.

Prognosis :
Jelek
Inoperable pada 75% kasus
Survival < 6 bln
Adeno Karsinoma lebih baik dari karsinoma squamous
KEGANASAN LAMBUNG

Insiden:
Cina, Jepang, Cili (negara penghasil tembaga no.1, bukan
penghasil cabe :P)
Indonesia asli (khususnya sumatera & manado)1-2% , tionghoa
20%
Jarang di bawah usia 40 th, tertinggi dekade ke -6
Laki laki > perempuan

Etiologi
Sebab pasti tak diketahui, diduga berhubungan:
Diet rendah serat
Jika kita sedikit makan serat, waktu transitnya jadi lebih lama,
sehingga resiko terpapar atau terbentuknya karsinogen dalam
saluran pencernaan lebih tinggi
Makanan terlalu asin, pedas atau asam
Alkohol
Tukak lambung
Anemi pernisiosa
Golongan darah A

Gambaran Klinik
- Keluhan tidak khas/samar : stadium dini
- Keluhan umum : lesu, anoreksia, penurunan BB
- Keluhan gastrointestinal: ganguan pasase, disfagia, cepat kenyang
- Anemia
- PF/ teraba masa, asites, Virchow node
Diagnosis:
1. Gambaran klinik
2. Radiologi dobel kontras/OMD
Yaitu dengan barium meal, nantinya akan terlihat filling defect

3 Gastroskopi

4 Histopatologi





Komplikasi:
1. Perforasi
2. Perdarahan masif


3. Gastrik Outlet Obstruksi
biasanya terjadi di pilorus makanan ga bisa masuk ke usus
tertahan di lambung muntah, anoreksia

4. Ikterus obstruksi
Terjadi karena adanya metastasis ke hati


Bisa metastasis ke omentum advance case

Ini yang udah berhasil direseksi oleh
tim dr. Luthfi







Ulkus peptikus. Bisa berkembang menjadi karsinoma


Terapi
1 Kuratif : Total Gastrektomi atau Subtotal Gastrektomi
+ LD regional
2 Paliatif : gastrektomi, by pass Gastroyeyunostomi,
Yeyunostomi feeding
3 Kemoterapi paliatif

Prognosis
- Kanker dini : lebih baik. 5 Years of Survival Rate sampai 50%
- Kanker lanjut : jelek. 5 YSR < 10%









KEGANASAN KOLOREKTAL

Insidensi, berdasarkan letaknya:
Sekum dan kolon Asenden 10 %
Kolon transversum termasuk fleksura hepar dan lien 10 %
Kolon Desenden 5 %
Rektosikmoid 75 % paling banyak

Klasifikasi


Metastasis






Metastatis ke otak: menjadi ngga sadar
Metastasis ke tulang panggul, columna vertebrata: sakitnya luar
biasa, walaupun sampai dikasih morfin tetep sakit. Satu obatnya:
ke Balikpapan..
Kalau ada fistula (lubang) dari rektum ke vagina, maka urin akan
bercampur dengan feses


Ini adalah foto tumor primer pada kolon. Tapi, tumor ini sudah metastasis
ke bagian usus lain dan omentum





Five Years of Survival Rates
Duke A (terbatas di mukosa) : 85-90 %
Duke B (lewat musk mukosa) : 60 %
Duke C (KGB regional + ) : 30 %
Duke D (meta Jauh) : 5 %

Diagnosa dini CA Kolorektal
Tahap Awal : Gejala & tanda tak khas
Pencegahan Primer, untuk kelompok RESiko TInggi, yaitu:
Usia mulai 40-50 th
Adenoma dan Polip
Genetik : FAP (familial adenomatous polyposis), HNPCC
(hereditary non-polyposis colon carcinoma), Linch Sindrom dll
Riwayat kanker pada keluarga
Jika di keluarga ada yg terkena kanker, kanker apapun, berarti
sudah ada deposit 5% untuk terkena CA kolon
Kolitis ulcerativa, Crohn, Ca Ginekologis
Pencegahan Sekunder : Pengenalan simptom awal
Adalah upaya menemukan Ca Koloektal dalam fase asimptomatis
dan kondisi premalignant. Dilakukan melalui Surveilance dan
Screening




Gejala/tanda Kolon
kanan
Kolon
kiri
Rektum
Nyeri perut
Massa abdomen
Perdarahanrektum
Diare + perbhn BAB
Penurunan BB
Muntah
Obstruksi usus
80 %
70 %
20 %
40 %
50 %
30 %
5 %
60 %
40 %
20 %
60 %
15 %
10 %
20 %
5 %
0 %
60 %
80 %
25 %
0 %
5 %
Screening Ca Colon:
Pemeriksaan Colok Dubur/RT setiap tahun usia > 40 th
Dari pemeriksaan colok dubur, bisa diketahui:
1. Adanya tumor rektum (15 cm)
2. Lokasi dan jarak dari anus
3. Posisi tumor, melingkar / menyumbat lumen
4. Perlengketan dengan jaringan sekitar
5. Dapat dilakukan biopsi
6. Resektabilitas tumor
7. Komplikasi lokal lain : fistula dll
8. Rencana penanganan dan prognosa
Pemeriksaan Fecal Occult Blood Test (FOTB) setiap tahun : usia >
50 th. Dilakukan terutama bila diduga ada CA di colon kanan.
Karena darah biasanya bercampur dgn feses dan tidak terlihat

Pemeriksaan Kolonoskopi setiap tahun : usia > 50 th






Gejala Klinis
1. Dyspepsia
2. Anemia
Lebih sering bila terjadi di kolon kanan. Karena kolon kanan dekat
dengan ileum, dimana ileum adalah tempat penyerapan vit. B12
dan folat, untuk pembentukan hemoglobin
3. Dengan benjolan, sisi kanan 2 kali lebih sering dari kiri
4. Kelompok darurat
Obstruksi, sering pada Ca kolon kiri

DIAGNOSIS
Anamnesis
- Perubahan kebiasaan BAB
- Perdarahan anus / hematoschizia
- Penurunan BB
Tumor menghasilkan hormon u/ menghilangkan nafsu makan
- Faktor Predisposisi ( faktor resiko)
riwayat kanker
riwayat polip usus
riwayat colitis/crohn, amubiasis kronis
riwayat tumor ginekologis
- makan tinggi lemak, rendah serat
Pemeriksaan fisik
- Status Gizi
- Anemia
- Massa di abdomen
- KGB regional yg membesar
- Pembesaran hepar
- Colok dubur
Laboratorium
- Darah rutin, LFT, RFT, Elektrolit
- Tinja : FOBT/benzidin test
- Tumor Marker : CEA
Pemeriksaan radiologi
- Kolon Inloop / Barium Enema
- USG : abdomen, transrectal
- CT Scan (bisa dilihat metastasisnya, radiasi tinggi), MRI PET
Scan (bisa dilihat jaringan lunaknya, radiasi lebih rendah)
Endoskopi


Terapi
A. Operasi, untuk tumor lokal
B. Kemoterapi, untuk tumor yang sudah bermetastasis, yaitu dengan
obat. Ada 2 jenis obat:
Obat cytotoxic, komponen kimianya akan menghambat sintesis
dan transkripsi DNA, dan mitosis sel kanker
anti-cancer drugs, summarized as biological agents bind to
receptor molecules in the cancer cells that are not directly
involved in DNA replication or mitosis, but regulate them.
Examples for this type of drugs are hormones and antihormones
used in the treatment of breast cancer
C. Radioterapi, untuk tumor lokal. Zat Radikal akan menginisiasi reaksi
berantai yang akan menghancurkan DNA agar proliferasi terhambat
dan sel tumor apoptosis.


MILES OPERATION
Jika tumor berukuran lebih dari 5-7 cm, maka kolon distal dan rektum
direseksi. Selanjutnya, pasien kolostomi permanen.

Jika tumor kurang dari 5 cm, bagian kolon yg terkena tersebut direseksi.
Kolon yg tersisa akan disambung dengan stapler. (ABDOMINO PERINEAL
RESECTION)











Selesai
Semoga tentir ini berguna buat teman-teman semuaa.
Mohon maaf kalau ada kesalahan. Kalau ada yang salah, kasih tau yaa
Semoga sumatif 2 kita lancaarrr. Amiin..
-Ryllis

Daftar Pustaka
Slide dr. Achmad Luthfi SpB KBD

Kumar, V, Abbas, AK, Fausto, N. 2010. Robbins and Cotran Dasar Patologis
Penyakit Ed 7. Jakarta: EGC

Schulz, Wolfgang Arthur. 2005. Molecular Biology of Human Cancers.
Netherland: Springer