Anda di halaman 1dari 13

KASUS

Seorang ibu 58 tahun, keluhan nyeri-nyeri pada ruas-ruas jari tangan kanan dan
kaki. Nyeri ini sering dialami terutama kalau memakan jenis kacang-kacangan
ataupun kari kambing. Hal ini telah dialami selama 1 tahun ini tetapi mulai
berobat ke dokter sejak setengah tahun yang lalu. Berobatnya juga tidak teratur
karena masalah keuangan. Ibu ini sering minum jamu-jamuan diwarung untuk
menghilangkan penyakit ini. Namun belakangan ini ibu merasa nyeri ulu hatinya
perih. Awal-awal kalau minum promaag sakit ulu hatinya berkurang. Tapi
belakangan ini tidak berkurang sakitnya akhirnya ibu tersebut dating ke dokter
lagi.

Langkah P-Treatment:
1) Analisis masalah pasien :
Masalah utama :
Nyeri pada ruas-ruas jari tangan kanan dan kaki selama 1 tahun.
Masalah tambahan :
Mengeluh pada ulu hati terasa nyeri.

2) Tujuan Terapi :
Menghilangkan keluhan nyeri pada ruas-ruas jari tangan kanan dan kaki
dengan obat yang sesuai dengan efek samping minimal dan mendapatkan
obat dengan harga terjangkau.
Mengatasi nyeri ulu hati dengan obat yang sesuai dengan keluhan dengan
mendapatkan obat harga terjangkau.




3) Pemilihan Terapi :
Terapi Non Farmakologi :
Edukasi pasien, bahwa penyakit mengarah pada arthritis gout, karena
pada anamnesa didapatkan pasien megeluh nyeri setelah makan bahan
makanan yang mengandung purin. Dan menjelaskan keadaan pasien saat
ini adalah pada fase akut. Pada keluhan nyeri ulu hati pasien mengarah
pada gastritis ditunjang dengan riwayat minum obat anti nyeri 1 tahun
belakangan dan juga sering mengkonsumsi jamu-jamuan.
Pengaturan diet, menyarankan pasien agar menghidari makanan tinggi
purin seperti yang telah dikonsumsi pasien kacang-kacangan, dan daging
kambing
Istirahat sendi, mengurangi aktivitas yang berlebihan saat terjadi nyeri
akut pada ruas-ruas jari tangan dan kaki.
Berhenti konsumsi jamu-jamuan. Karena mengkonsumsi jangka
panjang dapat memperberat keluhan nyeri ulu hati bahkan dapat terjadi
berak darah hitam atau melena.
Menganjurkan rutin kontrol, untuk menghindari komplikasi yaitu
kerusakan sendi dan ginjal.
Terapi Farmakologi :
Pada fase akut gout arthtritis tujuan utama pengobatan adalah
menghilangkan keluhan nyeri dan peradangan yang telah terjadi dengan
menggunakan obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Sehingga pada kasus ini
pemilihan obat pirai sebagai analgesik dan juga memiliki efek menurunkan kadar
asam urat tidak dianjurkan pada pengobatan fase akut. Karena obat pirai seperti
allupurinol yang dapat mempengaruhi kadar asam urat, pada fase akut tidak
berguna mengatasi serangan klinis bahkan kadang-kadang meningkatkan
frekuensi serangan nyeri pada awal terapi.
Pemberian obat anti nyeri (analgesik) yang spesifik agar nyeri segera
berkurang, dengan efek samping minimal dan harga terjangkau.
Pemberian obat gastritis untuk mengurangi nyeri pada ulu hati, yang aman
dan harga terjangkau.

Pemilihan Obat Analgesik
Golongan Obat Efficacy Safety Suitabilility Cost
AINS COX
Nonselektif
+


+++ +++ ++++
AINS COX 2
Pereferential
Inhibitor.
+++
Karena COX 2 teraktivasi
adanya kerusakan jaringan
+++
Hanya menghambat PG
yang inflamasi aman pada
lambung
+++ +++
AINS COX 2
Selektif
++++
Karena COX 2 teraktivasi
adanya kerusakan jaringan
+++
Hanya menghambat PG
yang inflamasi aman pada
lambung
+++ +

Berdasarkan golongan obat, yang efektif untuk meredahkan nyeri pada gout arthritis adalah AINS COX 2 pereferential dan AINS
COX 2 selektif. Karena COX 2 diinduksi selama inflamasi dan digunakan untuk memfasilitasi respon inflamasi. Namun berdasarkan cost,
golongan obat AINS COX 2 pereferential lebih terjangkau.
Nama Obat Efficacy Safety Suitabilility Cost
Diklofenak

+++
Penghambat COX 2 preferential. Absorpsi melalui GIT
waktu paruh singkat 1-3 jam. Diakumulasi di cairan
sinovial sehingga efek pada sendi lebih panjang.
+
Efek samping: mual,
gastritis,perdarahan gastrointestinal,
eritema kulit dan sakit kepala.
++++
Kontraindikasi :
hipersensitivitas
+++++
Rp.12.000
(Na diklofenak Generik )
Dosis: 2-3 x 50mg Tab
Meloxicam
+++
Bekerja sebagai anti inflamasi, analgesik, antipiretik.
Cenderung menghambat COX 2 dibandingkan COX 1.
Diserap relatif lambat hingga 20 jam dan dikonversi
menjadi metablit tidak aktif.
+++
Efek samping pada seluran
pencernaan kurang.
GIT: Dispepsia, mual muntah,
konstipasi, kembung, diare.
++++
Kontraindikasi :
hipersensitivitas

+++
Rp. 23.000
(Meloxicam Generik)
Dosis: 1 x 7,5mg Tab
Dapat ditingkatkantkan 1
x 15mg Tab
Celecoxib
++++
Penghambat COX 2 yang sangat selektif kira-kira 375
kali lebih efektif untuk COX 2 daripada COX 1. Absorbsi
berkurang dengan adanya makanan 20-30%. Waktu
paruh efektif hingga 11 jam.
Indikasi: artritis reumatoid, osteoatritis
++
Efek samping pada GIT: Dispepsia,
diare, kembung, mual muntah,
++++
Kontraindikasi :
hipersensitivitas
+
(Celebex)
Rp. 150.000
Dosis 1-2 x 200mg Kap
Berdasarkan dari efficacy adalah pada obat celecoxib namun pertimbangan pada cost diklofenak dan meloxicam sangat terjangkau
dibandingkan celecoxib. Tapi pada criteria safety meloxicam jauh lebih unggul dibandingkan diklofenak karena efek samping pada
gastrointestinal meloxicam memiliki efek samping yang lebih minimal atau jarang terjadi. Sehingga pada obat AINS dipilih Meloxicam.
Pemilihan Obat Gastritis
Gol. Obat Efficacy Safety Suitabilility Cost
Antagonist
H
2
-receptor
+++
Menghambat reseptor H
2
secara selektif
dan reversible. Perangsang reseptor H
2
akan merangsang sekresi asam lambung,
sehingga pada pemberian ranitidin,
sekresi asam lambung dihambat.
++
Efek samping: nyeri kepala, pusing, diare, dan nyeri
otot. Kebingungan dan halusinasi seringkali terjadi
pada pasien tua. Ginekomastia, galaktorea, dan
penurunan jumlah sperma dapat terjadi.
++++
Kontraindikasi:
Hipersensitivitas terhadap
antagonist H
2
-receptor.

+++
Ranitidin
Hexphrem :
(Rp. 12.000)
2 x 150 mg Tab
Proton
Pump
Inhibitor
++++
IPP menghambat sekresi asam lambung
dengan cara menghambat H
+
/K
+
ATPase
yang ada didalam sel parietal lambung
sehingga efek dari anti sekresi kuat dan
lama.
++++
Efek samping: secara umum dapat ditoleransi
dengan baik. Peningkatan konsentrasi bakteri yang
hidup di lambung, Osteoporosis dan
hipergastrinemia pada penggunaan jangka panjang.
++++
Kontraindikasi:
Hipersensitivitas terhadap
obat-obat golongan proton
pump inhibitor.

++++
Omeprazole:
(Rp. 9000)
2 x 20mg Cap

Sucralfate
++
Kerja melindungi mukosa dari serangan
pepsin asam. Senyawa ini merupakan
kompleks alumunium hidroksida dan
sukrosa sulfat dengan sifat antasida
minimal.
++
Efek samping: konstipasi, sakit kepala, pusing,
insomnia, vertigo, mulut kering, diare, mual,
muntah, hiperglikemia, rasa tidak nyaman pada
perut.
++++
Kontraindikasi:
Hipersensitivitas
P : Pasien dengan
CRF/dialysis, laktasi.
+
Inpepsa sirup:
(Rp. 92.000)
4 x 2 C
Berdasarkan efficacy dari ketiga golongan obat diatas yang paling spesifik adalah golongan obat proton pump inhibitor. Dari krtiteria
safety tidak ada efek samping serius, suitabillity dan cost pada golongan obat ini terdapat jenis obat yang terjangkau yaitu omeprazole
4.) Penulisan dan Pemberian Resep
Penulisan Resep


5) Komunikasi Terapi
Informasi Penyakit
Arthritis gout dapat disebabkan karena peningkatan asam urat karena diet
tinggi purin yang menyerang sendi
Gejalanya biasanya menyerang jempol kaki dan juga dapat mempengaruhi
pada sendi lain termaksuk pergelangan tangan, kaki, lutut dan lengan.
Keluhan nyeri ulu hati dikarenakan efek samping dariobat nyeri
sebelumnya dan juga riwayat sering mengkonsumsi jamu-jamuan.
Informasi Terapi
Nyeri pada sendi diatasi dengan meloxicam sebagai subtitusi obat
analgesik yang dapat meredahkan nyeri pada arthritis. dapat dikonsumsi
dr. Christi Angelia AL
SIP. 112. xxxx
Jln. Perjuangan 6 No. B2
Telp. 085247558514
Jumat, 8 Agustus 2014

R/ Meloxicam tablet 15 mg No. XV
1 dd Tab 1

R/ Omeprazole Hexphrem caps 20 mg No. XXX
2 dd caps I segera ac.





Pro : Ny. R
Usia : 58 tahun
Alamat : Jln. Sempaja Lestari Indah


karena obat ini memiliki efek samping yang lebih minimal untuk saluran
cerna.
Pemberian obat Proton Pump inhibitor untuk mengobati nyeri ulu hati.
Menyarankan pasien untuk memberhentikan obat anti nyeri golongan
NSAID yang telah dikonsumsi selama 1 tahun terakhir, serta tidak
menkonsumsi jamu-jamuan.
Istirahat untuk mengurangi aktifitas, saat gejala nyeri timbul.

Informasi Obat dan Penggunaan
Meloxicam diminum 1 kali sehari, sebanyak 1 tablet dan dianjurkan
diminum jika terdapat keluhan nyeri timbul agar efek samping yang timbul
hanya sedikit. Obat sebaiknya dikonsumsi 1 jam sesudah makan.
Omeprazole yang diberikan diminum 2 kali sehari, sebanyak 1 kapsul.
Obat dikonsumsi segera sebelum makan.

6) Monitoring dan Evaluasi
Kontrol setelah 2 minggu pengobatan untuk mengevaluasi nyeri pada ruas-
ruas tangan dan kaki agar dapat melanjutkan terapi berikutnya jika gejala
akut sudah hilang.













DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen farmakologi dan terapeutik FK UI. Editor: Gunawan S, dkk.
2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Departemen FK UI: Jakarta.
2. Sukandar Yulinah, dkk. 2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta: PT. ISFI
Penerbitan- Jakarta
3. Katzung Bertram. Editor: Sjabana Dripa, dkk. 2002. Farmakologi Dasar
dan Klinik. Salemba Medika : Jakarta.
4. Editor: Sudoyo A, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid: III.
Interna Publishing: Jakarta.















Bagian Farmakologi Klinik Tugas
Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman


P-Treatment




Oleh :

Christi Angelia Arung Labi
0808015029


Pembimbing :
dr. Lukas D. Leatemia, M.Kes, MPd,Ked




Laboratorium Farmakologi Klinik
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Samarinda
2014
Bagian Ilmu Kulit Kelamin Journal Reading
Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman


SUMMARY OF THE NIAID-SPONSORED
FOOD ALERGY GUIDELINES




Oleh :
Christi Angelia Arung Labi
0808015029


Pembimbing :
dr. Darwis Tonea Sp.KK


Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepanitraan Klinik
Pada Bagian Ilmu Kulit Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Samarinda
2013
Bagian Ilmu Kulit Kelamin Journal Reading
Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman


SUMMARY OF THE NIAID-SPONSORED
FOOD ALERGY GUIDELINES




Oleh :
Christi Angelia Arung Labi
0808015029


Pembimbing :
dr. Darwis Tonea Sp.KK


Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepanitraan Klinik
Pada Bagian Ilmu Kulit Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Samarinda
2013

Bagian Ilmu Kulit Kelamin
Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman


STATUS PASIEN POLIKLINIK





Oleh :
Christi Angelia Arung Labi
0808015029






Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepanitraan Klinik
Pada Bagian Ilmu Kulit Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Samarinda
2014