Anda di halaman 1dari 4

Viskositas menunjukkan kekentalan suatu bahan yang diukur dengan

menggunakan alat viscometer. Semakin tinggi viskositas suatu bahan maka bahan
tersebut akan makin stabil karena pergerakan partikel cenderung sulit dengan
semakin kentalnya suatu bahan. Nilai viskositas berkaitan dengan kestabilan emulsi
suatu bahan yang artinya berkaitan dengan nilai stabilitas emulsi bahan. Viskositas
atau kekentalan dari suatu cairan adalah salah satu sifat cairan yang menentukan
besarnya perlawanan terhadap gaya geser.
Viskositas terjadi terutama karena adanya interaksi antara molekul-
molekul cairan. Suatu cairan dimana viskositas dinamiknya tidak tergantung pada
temperatur, dan tegangan gesernya proposional (mempunyai hubungan liniear)
dengan gradien kecepatan dinamakan suatu cairan Newton. Perilaku viskositas
dari cairan ini adalah menuruti Hukum Newton untuk kekentalan.
Berat Jenis (specific weight) dari suatu benda adalah besarnya gaya grafitasi
yang bekerja pada suatu massa dari suatu satuan volume, oleh karena itu berat
jenis dapat didefinisikan sebagai: berat tiap satuan volume. Pada percobaan ini
pertama-tama dilakukan pengukuran massa jenis masing-masing zat yang akan
dicobakan, yaitu aquades, aseton, kloroform dan toluen, dengan suhu 30
o
C, 35
o
C,
40
o
C dan 45
o
C.
Percobaan ini dilakukan dengan menimbang piknometer kosong yang
bertujuan untuk mengetahui masa pikonometer kosong agar mengetahui masa
sampel ketika dimasukkan kedalam piknometer. Saat pengisian ke dalam
piknometer tidak boleh terdapat gelembung karena akan mempengaruhi hasil
penimbangan.
Dari hasil diketahui bahwa suhu berbanding terbalik dengan massa jenis zat.
Semakin tinggi suhu maka semakin kecil massa jenis zat-nya. Hal ini disebabkan
karena ketika suhu mengingkat, molekul pada zat cair akan bergerak cepat
diakibatkan oleh tumbukan antar molekul, akibatnya molekul dalam zat cair akan
meregang dan massa jenis akan semakin kecil.
Pada percobaan selanjutnya, zat cair yang telah ditentukan massa jenisnya
dimasukkan ke dalam viskometer dengan mengusahakan agar tidak ada
gelembung dalam viskometer. Hal ini bertujuan agar aliran laminar tidak terganggu
oleh adanya gelembung yang akan mengakibatkan waktu yang diperoleh tidak
sesuai dengan waktu yang seharusnya.
Pada percobaan ini digunakan tiga jenis larutan dengan suhu yang berbeda. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap viskositas zat cair.
Dari hasil analisis di atas, diperoleh bahwa methanol memiliki koefisien
viskositas lebih rendah debandingkan etanol. Selain itu dapat pula diketahui
bahwa semakin tinggi suhu larutan, maka koefisien viskositas semakin menurun.
Hal ini karena pada suhu tinggi, gerakan partikel dalam larutan lebih cepat
sehingga viskositasnya menurun.Pada percobaan ini kita menggunakan akuades
sebagai pembanding. Hal ini dilakukan karena akuades sudah memiliki ketetapan
untuk nilai viskositasnya Hasil yang didapat dari grafik yaitu semakin besar suhu
maka akan semakin kecil massa jenis zat-nya. Hal ini karena ketika suhu
meningkat, molekul pada zat cair akan bergerak cepat diakibatkan oleh tumbukan
antar molekul, akibatnya molekul dalam zat cair akan meregang dan massa jenis
akan semakin kecil. Selain itu dapat pula diketahui bahwa semakin tinggi suhu
larutan, maka koefisien viskositas semakin menurun. Hal ini karena pada suhu
tinggi, gerakan partikel dalam larutan lebih cepat sehingga viskositasnya menurun.
Molekul semakin merapat sehingga molekul-molekul pada tiap bahan
berkumpul dan menyebabkan ma s s a me ma d a t k a r e n a s u h u y a n g
d i g u n a k a n k e c i l . Selain itu juga terjadi interaksi di antara molekul -
molekul zat yang melibatkan ikatan hidrogen yang menyebabkan jarak
antar molekul juga semakin kecil.
Percobaan ini menggunakan metode Oswald. Metode Ostwald yang
diukur adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah tertentu cairan untuk mengalir
melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri.
Disini juga dapat ditentukan hubungan waktu alir terhadap viskositas. Semakin
lama waktu alir maka viskositas semakin kecil. Jadi dapat dikatakan bahwa
semakin encer suatu zat cair maka waktu alirnya akan semakin lama.
Nilai viskositas yang diperoleh pada suhu yang dingin antara aseton dan
etanol menunjukan bahwa nilai densitas air lebih besar apabila dibandingkan
dengan densitas aseton dan densitas etanol. Hal ini karena, massa air lebih besar
daripada massa etanol dan aseton.Dari hasil perhitungan densitas pada setiap
suhu dan bahan diperoleh nilai yang densitas yang naik turun, terkadang densitas
menunjukan kenaikan harga, namun terkadang pula densitas
menunjukan penurunan harga. Hal ini dikarenakan massa yang diperoleh pada tiap
bahan menunjukan angka yang naik turun.
Viskositas dipengaruhi oleh gaya Van Der Waals. Gaya Van Der
Waals adalah gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol. Selain
itu juga dipengaruhi oleh energi ambang, yaitu sejumlah energi minimum yang
diperlukan oleh suatu zat untuk dapat bereaksi hingga terbentuk zat baru.. Waktu
yang dihasilkan cairan untuk mengalir bebas pun berbeda-beda. Ini disebabkan
karena proses antara pemanasan dan waktu mengukur viskositas terlalu jauh. Bisa
juga karena tingkat ketelitian yang rendah karena pada percobaan ini kita
menggunakan termometer untuk mengatur suhu. Padahal agar suhu terjaga
dengan baik, seharusnya di gunakan thermostat.
Dari perhitungan yang dilakukan dapat dibuktikan bahwa semakin banyak
waktu yang diperlukan oleh suatu cairan untuk mengalir, maka viskositas cairan
tersebut semakin besar pula. Hsl ini berarti waktu yang diperlukan oleh suatu
cairan untuk mengalir sebanding atau berbanding lurus dengan viskositasnya.
Dar i per cobaan di per ol eh has i l per c obaan yai t u dens i t as b
ahan har ga masing-masing viskositas tiap bahan dan grafik hubungan antara
1/T terhadap Ln . Dari harga densitas yang diperoleh pada suhu yang
dingin antara aseton, klooform dan toluena menunjukan bahwa nilai
densitas air lebih besar apabila dibandingkan dengan densitas aseton dan
larutan sampel lainnya. Hal ini karenakan, massa air lebih besar daripada
massa aseton dan lainnya. Dari hasil perhitungan densitas pada setiap
suhu dan bahan diperoleh nilai yang densitas yang naik turun,
terkadang densitas menunjukan kenaikan harga, namun terkadang pula densitas
menunjukan penurunan harga.
Hal ini dikarenakan massa yang diperoleh pada tiap bahan menunjukan
angka yang naik turun. Pada hasil percobaan diperoleh viskositas cairan yang
menunjukan bahwa semakin rendahnya suhu maka viskositas yang diperoleh
akan semakin besar. Hal ini dikarenakan karena molekul semakin merapat
sehingga molekul-molekul pada tiap bahan berkumpul dan menyebabkan
massa memadat karena suhu yang digunakan kecil . Selain itu juga terjadi interaksi
di antara molekul-molekul zat yang melibatkan ikatan hidrogen yang
menyebabkan jarak antar molekul juga semakin kecil.
Dari percobaan diperoleh hubungan densitas dengan suhu, yakni
semakin besar suhu maka densitas yang diperoleh akan semakin mengecil, hal inid
ikarenakan massa pada larutan akan berkurang akibat adanya pergerakan molekul
pada larutan yang menyebabkan adanyainteraksi antar molekul
sehinggaterjadi gaya london yang menyebabkan jarak antar molekul semakin
besar. Dari percobaan dapat kita lihat bahwa, aseton memiliki nilai viskositas
yang lebih besar daripada etanol.
Hal ini dikarenakan densitas aseton yangdiperoleh memiliki jumlah yang
lebih besar daripada etanol.
Nilai A yang diperoleh besar, karena harga b yang diperoleh pun bermuatan positif
sehingga A yang diperoleh besar. Sedangkan nilai E bermuatan negatif karena a
yang diperoleh bernilai minus. Dari grafik diperoleh grafik data yang linier.