Anda di halaman 1dari 14

WALK THROUGH SURVEY

DI PERUSAHAAN PT. MANDOM INDONESIA TBK


4 JULI 2013
Pelatihan Hiperkes Dan Kesehatan Kerja
Dokter Perusahaan
Periode 1 5 juli 2013
1
BAB I
PENDAHULUAN
Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-
informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia merancang suatu sistem
kerja, sehingga manusia dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai
tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Fokus dari
ergonomi adalah manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas, prosedur, dan
lingkungan dan pekerja serta kehidupan sehari-hari dimana penekananya adalah pada faktor
manusia.
Para operator dalam melakukan pekerjaanya, posisi kerja mereka tidak sesuai dengan
prinsip-prinsip ergonomi yaitu terlalu membungkuk, jangkauan tangan yang tidak normal,
alat yang terlalu kecil dan lain-lain. Sehingga dari posisi kerja operator tersebut dapat
mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan yaitu: kelelahan dan rasa nyeri pada
pinggang akibat dari posisi duduk yang tidak ergonomis tersebut, timbulnya rasa nyeri pada
bahu dan kaki akibat ketidaksesuaian antara pekerja dan lingkungan kerjanya.
Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatankedokteran beserta
prakteknya yang bertujuan, agar pekerjamasyarakat memperoleh derajat kesehatan setingg-
tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha pre!entif dan kuratif,
terhadap penyakit-penyakitgangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor
pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.
"enis sifat-sifat kesehatan kerja yaitu :
#. Sasaran adalah manusia
$. %ersifat medis
Salah satu perusahaan yang kami kunjungi mengenai masalah ergonomi dan
kesehatan kerja adalah P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K, yaitu perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri kosmetika dan -angi--angian.
2
B.Tujua
#.&ujuan umum
.ntuk mengetahui ergonomi dan kesehatan kerja pada P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K.
$.&ujuan Khusus
.ntuk mengetahui beberapa hal yang menyangkut ergonomi dan kesehatan kerja, yang
meliputi:
a/ Sikap kerja
b/ 0ara kerja
c/ %eban kerja
d/ 1i2i kerja
e/ Pelayanan kesehatan
f/ Pencegahan penyakit menular seperti 3,4(,*S dan konsumsi narkoba
g/ Penyakit akibat kerja
h/ &op ten *isease
!. Wa"#u $a T%&'a# K%()a#a
#/ 5aktu
Kunjungan ini dilakukan pada hari kamis,6 juli $7#8 97:.77 sd #$.77 5,%/
$/ &empat
Kunjungan ini dilakukan di P&.'()*+' ,)*+)ES,( &%K "l.;os Sudarso,
"akarta
D. P*+,)- P%*u.a/aa
(. ,*E)&,&(S PE<.S(3(()
#. )ama : P&. 'andom ,ndonesia &bk
$. Sektor usaha : Kosmetika
8. (lamat : jl. ;os Sudarso by-pass jakarta utara #67#7
6. "umlah pekerja : #877 9 data terakhir /
a. Staf : maincourse : 877 orang, bagian produksi: #777
=. .sia pekerja : $7->7 tahun
>. 5aktu kerja : pukul 7?.77 @ #>.=7 5,%
,stirahat : ##.87, #$.77, #$.87
A. 3ari kerja : setiap hari 9senin- jumat/, berlaku shift kerja
?. *okter perusahaan : $ orang
.ntuk keluhan seperti sakit kepala, sakit perut, masuk angin dan penyakit
lainnya pekerja dapat datang langsung ke klinik perusahaan dan bertemu
langsung dengan dokter yang akan memberikan obat yang berasal dari klinik
perusahaan. Sedangkan untuk keluhan yang memerlukan tindakan lebih lanjut,
dirujuk kerumah sakityang bekerja sama dengan perusahaan tersebut.
3
:. S'K8 : Perusahaan melakukan pelatihan k8 yang rutin terhadap 67 karya-an
setiap $ atau 8 kali setahun.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
$.# Pengertian Ergonomi
4
Ergonomi sering disebut Human Factor Engineering, suatu ilmu yang mengatur
bagaimana manusia bekerja. ,stilah BergonomiC berasal dari bahasa ;unani yaitu Ergo 9kerja/
dan )omos 9peraturan dan hukum kerja/ serta dapat didefenisikan sebagai penerapan ilmu-
ilmu biologi tentang manusia bersama-sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk
mencapai penyesuaian satu sama lain secara optimal dari manusia terhadap pekerjaannya.
Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari perancangan pekerjaan-
pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia, sistem orang dan mesin, peralatan yang dipakai
manusia agar dapat dijalankan dengan cara yang paling efektif termasuk alat-alat peragaan
untuk memberi informasi kepada manusia. Perhatian utama ergonomi adalah pada efisiensi
yang diukur berdasarkan pada kecepatan dan ketelitian performance manusia dalam
penggunaan alat. Faktor keamanan dan kenyamanan bagi pekerja telah tercakup di dalam
pengertian efisiensi tersebut.
Suatu rancangan memenuhi kriteria BbaikC apabila mampu memenuhi konsep E)(SE
9Efektif, )yaman, (man,Sehat dan Efisien/. *an untuk mencapai konsep E)(SE ini maka
ilmu ergonomi memiliki peran yang sangat besar. Karena di dalam ilmu ergonomi manusia
merupakan bagian utama dari sebuah system 93uman ,ntegrated *esign/, maka harus
disadari benar bah-a faktor manusia akan menjadi kunci penentu sukses didalam
operasionalisasi sistem manusia-mesin 9produk/D tidak peduli apakah sistem tersebut bersifat
manual, semiautomatics 9mekanik/ ataupun full-automatics.
$.$ 'anfaat dan Peran ,lmu Ergonomi
Ergonomi memeiliki beberapa manfaat, diantaranya :
a/ 'eningkatkan unjuk kerja, seperti : menambah kecepatan kerja, ketepatan,
keselamatan kerja, mengurangi energi serta kelelagan yang berlebihan.
b/ 'engurangi -aktu, biaya pelatihan dan pendidikan
c/ 'engoptimalkan pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan
ketrampilan yang diperlukan.
d/ 'engurangi -aktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan
yang disebabkan kesalahan manusia.
e/ 'eningkatkan kenyamanan karya-an dalam bekerja
*alam lapangan kerja, ergonomi ini juga mempunyai peranan yang cukup besar. Semua
bidang pekerjaan selalu menggunakan ergonomi. Ergonomi ini diterapkan pada dunia kerja
supaya pekerja merasa nyaman dalam melakukan pekerjaannya. *engan adanya rasa nyaman
5
tersebut maka produkti!itas kerja diharapkan menjadi meningkat. Secara garis besar
ergonomi dalam dunia kerja akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
#/ %agaimana orang mengerjakan pekerjaannya.
$/ %agaimana posisi dan gerakan tubuh yang digunakan ketika bekerja.
8/ Peralatan apa yang mereka gunakan.
$.8 <esiko Karena Kesalahan Ergonomi
Sering dijumpai pada sebuah industri terjadi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja
tersebut disebabkan oleh faktor dari pekerja sendiri atau dari pihak menajemen perusahaan.
Kecelakaan yang disebabkan oleh pihak pekerja sendiri, karena pekerja tidak hati-hati atau
mereka tidak mengindahkan peraturan kerja yang telah dibuat oleh pihak manajemen.
Sedangkan faktor penyebab yang ditimbulkan dari pihak manajemen, biasanya tidak adanya
alat-alat keselamatan kerja atau bahkan cara kerja yang dibuat oleh pihak manajemen masih
belum mempertimbangkan segi ergonominya. 'isalnya pekerjaan mengangkat benda kerja di
atas =7 Kg tanpa menggunakan alat bantu. Kondisi ini bisa menimbulkan cidera pada pekerja.
.ntuk menghindari cedera, pertama-tama yang dapat dilakukan adalah
mengidentifikasi resiko yang bisa terjadi akibat cara kerja yang salah. Setelah jenis pekerjaan
tersebut diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan cara kerja yang bisa
mengakibatkan cidera.
$.6 Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah hal yang sangat penting didalam dunia kerja khusus nya dunia
industri yang bergerak dibidang produksi, kesehatan kerja hendaknya dapat dipahami betapa
penting nya kesehatan kerja tersebut di dalam bekerja kesehariannya. 3al ini memiliki
kepentingan yang besar, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun dikarenakan aturan
6
perusahaan yang meminta untuk menjaga hal-hal tersebut dalam rangka meningkatkan
kinerja dan mencegah potensi kerugian bagi perusahaan.
Patut diketahui pula bah-a ide tentang kesehatan telah ada sejak dua puluh tahun
yang lalu, namun hingga saat ini, masih ada pekerja dan perusahaan yang belum memahami
korelasi antara kesehatan dengan peningkatan kinerja perusahaan, bahkan tidak mengetahui
eksistensi aturan tersebut. Sehingga para pengusaha tidak mementingkan kesehatan para
pekerja an menjadikan hal tersebut menjadi hal yang mahal dan dapat mengganggu proses
para pekerja.
.ntuk menjalani semua itu maka pemerintah telah menerbitkan undang-undang no # tahun
#:A7 tentang keselamatan kerja, yaitu :
#. 'encegah dan mengurangi kecelakaan.
$. 'encegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran.
8. 'encegah dan mengurangi bahaya peledakan.
6. 'emberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada -aktu kebakaran atau
kejadian- kejadian lain yang berbahaya.
=. 'emberikan pertolongan pada kecelakaan.
>. 'emberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.
A. 'encegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluaskan suhu, kelembaban, debu,
kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran.
?. 'encegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun
psikis, peracunan, infeksi dan penularan.
:. 'emperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
#7. 'enyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik.
##. 'enyelenggarakan penyegaran udara yang cukup.
#$. 'emelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.
#8. 'emperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses
kerjanya.
#6. 'engamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau
barang
#=. 'engamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
#>. 'engamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan
penyimpanan barang.
#A. 'encegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
#?. 'enyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
*ari undang-undang yang dibuat tersebut, maka para pekerja dapat bekerja dengan
tenang dan dapat menaikkan pendapatan perusahaan tempatnya bekerja tanpa harus
7
memikirkan bagaimana membayar biaya pengobatan apabila pekerja tersebut sakit karena
kesehatan mereka sudah dijamin oleh undang-undang.
*asar 3ukum
.. no.#8$778
Pasal ?>
9#/ Setiap pekerjaburuh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas:
a/ Keselamatan E kesehatan kerja
b/ 'oral E kesusilaan
c/ Perlakuan yang sesuai dengan harkat E martabat manusia
d/ .ntuk melindungi keselamatan kerjaburuh guna me-ujudkan produkti!itas kerja yang
optimal diselenggarakan upaya K8.
9$/ Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat 9#/ E ayat 9$/ dilaksanakn sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
.. no.#6#:>:
Pasal :
&iap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas:
#. Keselamatan
$. Kesehatan
8. Kesusilaan
6. Pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia E
moral agama
Pasal #7
Pemerintah membina norma perlindungan tenaga kerja yang meliputi :
#. )orma keselamatan kerja
$. )orma kesehatan kerja
8. )orma kerja
6. Pemberian ganti kerugian, pera-atan E rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja
.. no.##:A7
#. (gar pekerja E setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja selalu berada dalam
keadaan sehat E selamat.
$. (gar sumber-sumber produksi dapat dipakai E digunakan secara aman E efisien.
8. (gar proses produksi berjalan secara lancar tanpa hambatan.
.. no.8#::$
#. Kecelakaan kerja
8
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja
termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang
terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja E pulang kerumah
melalui jalan yang biasa atau -ajar dilalui.
$. "aminan kecelakaan kerja
&enaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima jaminan kecelakaan
kerja meliputi:
#. %iaya pengangkutan.
$. %iaya pemeriksaan pengobatan danatau pera-atan.
8. %iaya rehabilitasi.
6. Santunan berupa uang meliputi :
a. Santunan sementara tidak mampu bekerja.
b. Santunan cacat sebagian untuk selamanya.
c. Santunan cacat total untuk selamanya baik fisik maupun mental.
d. Santunan kematian
BAB III
HASIL PENGAMATAN
8.# S,K(P KE<"(
3asil pengamatan mengenai sikap tenaga kerja dilapangan sebagian besar sudah
sesuai dengan aspek keselamatan kerja dan ergonomis. &enaga kerja menggunakan alat@alat
pelindung diri yang sesuai dengan kebutuhan, seperti masker, kaca mata pelindung, baju
pelindung, penutup kepala, dan ear plug.
8.$ 0(<( KE<"(
3asil pengamatan mengenai cara kerja tenaga kerja di lapangan secara umum sudah
baik. %eberapa aspek yang kami amati, yaitu :
#. Posisi kerja
9
Posisi kerja tenaga kerja sebagian besar sudah sesuai dengan aspek ergonomi.
&enaga kerja pada proses produksi memiliki dua posisi kerja, posisi duduk dan
berdiri. Sebagian besar tenaga kerja duduk dengan tidak membungkuk, tidak
kaku, dan peralatan sesuai dengan jangkauan tenaga kerja -alaupun ada beberapa
tenaga kerja yang masih terlihat bekerja tidak sesuai dengan aspek ergonomi
karena perbedaan postur dengan tenaga kerja yang lain. Sedang posisi berdiri,
hanya dilakukan selama setengah jam yaitu pada proses pengemasan, setelah itu
bertukar posisi dengan tenaga kerja lain, hal ini merupakan kebijakan perusahaan
untuk mengurangi keletihan tenaga kerja. Saat bekerja tidak ada tenaga kerja yang
bekerja dengan posisi ekstrem.
(da hal yang menjadi catatan kami, posisi pengemudi forkliftt tidak sesuai dimana
pengemudi mengemudikan dengan cara mundur sehingga harus memalingkan
kepala dan badan dalam -aktu yang lama, karena bagian depan tertutup oleh
muatan logistic yang berlebihan.
$. Proses Kerja
*alam proses kerja, para tenaga kerja secara keseluruhan banyak menggunakan
bantuan mesin @ mesin otomatis. Selama tinjauan kami di lapangan mesin @ mesin
tersebut sesuai dengan jangkauan. *alam proses tersebut tenaga kerja juga
menggunakan tangan secara manual, dalam hal ini masih banyak tenaga kerja
yang melakukan pekerjaan yang berulang @ ulang dan monoton.
8.8 %E%() KE<"(
*alam pembahasan ini terdapat dua aspek yang dibicarakan, yang pertama adalah
beban kerja dan yang kedua adalah lamanya jam kerja.
#. %eban Kerja
%eban kerja dinilai dari barang yang di angkat oleh tenaga kerja. %arang terdiri
dari berbagai ukuran dan berat. .ntuk barang berukuran kecil dengan berat kurang
lebih sekitar = kilogram masih diangkat oleh pekerja dan ditumpuk sesuai dengan
jangkauan tenaga kerja. Sedangkan barang yang lebih besar dipindahkan dan
diangkut dengan menggunakan mesin pengangkut. Sehingga dalam pelaksanaan
yang kami amati, beban kerja telah sesuai.
$. "am Kerja
Pembagian jam kerja dibagi menjadi dua yaitu : jam kerja staff dan pega-ai
kantor dan jam kerja tenaga kerja produksi. .ntuk jam kerja staff dimulai dari
pukul 7?.77 5,% hingga pukul #>.=7 5,% selama = hari kerja 9Senin @ "umat/.
&enaga kerja produksi dibagi menjadi $ jenis jam kerja, yaitu : Kelompok pertama
terdiri dari 8 regu dengan tiga shift, yaitu : pertama 7A.77 5,% @ #8.77 5,%, shift
10
kedua #8.77 @ $$.77 5,% dan shift ketiga $$.77 @ 7A.77 5,% selama = hari kerja
9Senin @ "umat/. Kelompok kedua terdiri dari 6 regu, yaitu : dengan pembagian
shift yang sama dengan kelompok pertama tetapi dengan salah satu regu yang
libur, kelompok ini bekerja selama A hari selama $6 jam.
8.6 KESE3(&() KE<"(
8.6.# SEP.F.3 %ES(< PE);(K,& *, &E'P(& KE<"(
*ari hasil diskusi tidak diterangkan secara urut dan rinci mengenai sepuluh penyakit
tersering di perusahaan tersebut. &etapi dari keterangan nara sumber didapatkan hipertensi
dan dislipidemi merupakan penyakit yang sering dikeluhkan. 3al ini menurut narasumber
dipengaruhi oleh gaya hidup tenaga kerja diluar lingkungan kerja.
8.6.$ F(S,F,&(S KESE3(&()
3asil pengamatan mengenai fasilitas kesehatan di perusahaan tersebut didapatkan
adanya fasilitas klinik untuk tenaga kerja perusahaan, pada klinik tersebut terdapat dua dokter
perusahaan yang bekerja secara bergantian. Pada setiap lantai disediakan kotak P8K dan
tandu yang dapat digunakan bila terjadi kecelakaan kerja. Perusahaan telah mengadakan
pelatihan dan penyuluhan tentang berbagai masalah kesehatan minimal setahun sekali.
8.= K()&,) *() 1,G, KE<"(
3asil pengamatan dilapangan terdapat kantin yang cukup luas untuk menampung
tenaga kerja. 'anajemen menggunakan catering untuk pemenuhan makan. .ntuk gi2i dan
kalori pada setiap makanan yang diberikan telah dikalkulasikan sesuai dengan kebutuhan
tenaga kerja. Kantin juga menyediakan air minum yang bersih dan cukup juga gelas minum
yang cukup dan bersih. Sedang dari kebersihan kantin dinilai cukup bersih, sedangkan dapur
perusahaan tidak dapat dinilai secara detail. Kantin juga dilengkapi dengan !entilasi yang
baik dan -astafel yang bersih dan cukup bagi semua tenaga kerja.
8.> PE'%.()1() *() PE)1+F(3() F,'%(3
Perusahaan telah melakukan pengolahan limbah yang baik. Fimbah yang
dihasilkan diolah kembali agar menjadi ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali,
seperti limbah cair yang dihasilkan di olah kembali sehingga dapat dibuang dalam keadaan
aman bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.
11
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
KES,'P.F()
3al- hal penting yang dapat kami simpulkan mengenai aspek ergonomic dan
kesehatan kerja di P&. '()*+' ,)*+)ES,( &%K. (dalah :
Sudah terpenuhinya aspek ergonomic dalam sikap kerja, cara kerja, posisi kerja dan
beban kerja.
Kesehatan kerja juga telah berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan gi2i karya-an
sampai tersedianya klinik perusahaan maupun rumah sakit rekanan dari perusahaan
yang berorientasi pada kesehatan kerja tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan
secara promotif, pre!entif, kuratif dan rehabilitati!e.
12
S(<()
&idak banyak saran yang dapat disampaikan untuk perusahaan P&. '()*+'
,)*+)ES,( &%K. yang telah melakasanakan kesehatan dan keselamatan kerja. Satu hal
yang kami sarankan adalah pencegahan terjadinya cervical root syndrome terhadap
pengemudi forklift dan kecelakaan kerja karena tidak menggunakan spion.
13
*(F&(< P.S&(K(
#. Soeripto, '.$77?. Higiene Industri. "akarta: %alai Penerbit FK.,
$. Subaris, 3eru.$77?.Hygiene Lingkungan Kerja. ;ogyakarta: 'itra 0endika Press.
8. SumaHmur.#::6.Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. "akarta: 04 3aji 'asagung.
6. SumaHmur.#::>. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. "akarta: &oko gunung agung.
=. 5ahyu, (tjo.$778. Higiene Perusahaan. .ni!ersitas 3asanuddin.
>. ,ndan,Entjang.$777. Ilmu Kesehatan Masyarakat. %andung: P&. 0itra (ditya %akti
A. http:media.kompasiana.combuku$7#$76#AmakalahI-higiene-industry
14