Anda di halaman 1dari 15

PENGERTIAN

1. Campak adalah organisme yang sangat


menular ditularkan melalui rute udara
dari seseorang yang terinfeksi pada
orang lain yang rentan (Smeltzer,
2001:2443
2. Morbili ialah penyakit infeksi virus akut,
menular yang ditandai dengan 3
stadium, yaitu (1) stadium kataral, (2)
stadium erupsi dan (3) stadirum
konvelensi. (Ngastiyah, 1997:351)

3. Morbili adlah penyakit infeksi virus


akut yang ditandai oleh tiga stadium
yaitu stadium kataral, stadium
erupsi, dan stadium konvalensi
(Suriadi, 2001:211).
4. Morbili adalah penyakit infeksi virus
akut, menular yang ditandai dengan
3 stadium, yaitu stadium kataral,
stadium erupsi, dan stadium
konvalesensi. (Mansjoer, 2000 : 47).

5. Campak adalah demam


eksantematosa akut oleh virus yang
menular ditandai oleh gejala
prodromal yang khas, ruam kulit dan
bercak koplik. (Ovedoff, 1995:451)
g. Measles atau rubeola adalah
penyakit infeksi tinggi akut
melibatkan traktus respiratorius dan
dikarakteristikkan oleh ras
makulopapuler confluent. (N. Clex,
2001:153).

ETIOLOGI
Penyebabnya adalah virus morbili yang
terdapat dalam sekret nasofaring
dan darah sealma masa prodormal
sampai 24 jam setelah timbul
bercak-bercak. Virus ini berupa virus
RNA yang termasuk famili
Paramiksoviridae, genus Morbilivirus.

Patofisiologi

Organisme (virus morbili) menular


melalui rute udara, dalam waktu 24
jam, dari awal muncul reaksi
terhadap virus morbili maka akan
terjadi eksudat yang serous dan
proliferasi sel mononukleus dan
beberapa sel polimorfonukleus di
sekitar kapiler. Kelainan ini terdapat
pada kulit, selaput lendir nasofaring,
bronkus dan konjungtiva

GEJALA KLINIS
1. Stadium Kataral (prodromal)
Biasanya stadium ini berlangsung selama
4-5 hari disertai panas, malaise, batuk,
fotofobia, konjungtivis, dan koriza.
Menjelang akhir stadium kataral dan 24
jam sebelum timbul enantema, timbul
bercak koplik yang patognomonik bagi
morbili, tetapi sangat jarang dijumpai.
Bercak koplik berwarna putih kelabu
sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh
eritema, lokasinya di mukosa bukalis
berhadapan dengan molar bawah.

2. Stadium erupsi
Koriza dan batuk-batuk bertambah.
Timbul enantema atau titik merah di
palatum durum dan palatum mole.
Kadang-kadang terlihat pula bercak
koplik. Terjadinya eritema yang berbentuk
makula-popula disertai menaiknya suhu
badan diantara macula terdapat kulit yang
montal. Mula-mula eritema timbul di
belakang telinga, dibagian atas lateral
tengkuk, sepanjang rambut dan bagian
belakang bawah, kadang-kadang terdapat
perdarahan ringan pada kulit, rasa gatal,
muka bengkak.

3. Stadium Konvalesensi
Erupsi berkurang meninggalkan bekas
yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi)
yang lama kelamaan akan hilang sendiri.
Suhu menurun sampai menjadi normal,
kecuali bila ada komplikasi
Komplikasi
- Otitis media akut
- Pneumonia / bronkopneumoni
- Encefalitis
- Bronkiolitis
- Laringitis obstruksi dan laringotrakkhetis

PENCEGAHAN
1. Imunusasi aktif Vaksin campak
2. Imunusasi pasif serum imunoglobulin
dengan dosis 0,25 ml/kg BB secara IM
dan diberikan selama 5 hari setelah
pemaparan atau sesegera mungkin.
Pengobatan :
Pengobatan simptomatik dengan
antipiretika bila suhu tinggi, sedativum,
obat batuk dan memperbaiki keadaan
umum. Tindakan lain ialah pengobatan
segera terhadap komplikasi yang timbul.


1.

Penatalaksanaan Keperawatan
Pengkajian :
a. Identitas diri :
b. Riwayat Imunisasi
c. Kontak dengan orang yang
terinfeksi
d. Pemeriksaan Fisik :
1) Mata : terdapat konjungtivitis,
fotophobia
2) Kepala : sakit kepala

3) Hidung : Banyak terdapat secret,


influenza, rhinitis/koriza, perdarahan
hidung (pada stad eripsi ).
4) Mulut & bibir : Mukosa bibir kering,
stomatitis, batuk, mulut terasa pahit.
5) Kulit : Permukaan kulit ( kering ),
turgor kulit, rasa gatal, ruam makuler
pada leher, muka, lengan dan kaki
(pada stad. Konvalensi), evitema,
panas (demam).

6) Pernafasan : Pola nafas, RR,


batuk, sesak nafas, wheezing,
renchi, sputum
7) Tumbuh Kembang : BB, TB, BB
Lahir, Tumbuh kembang R/
imunisasi.
8) Pola Defekasi : BAK, BAB, Diare
9) Status Nutrisi : intake output
makanan, nafsu makanan

Diagnosa yang mungkin muncul pada


pasien Morbili adalah
1. Resiko penyebaran infeksi
berhubungan dengan organisme
virulen
2. Ketidakefektifan bersihan jalan
nafas berhubungan dengan
adanya batuk
3. Gangguan integritas kulit
berhubungan dengan adanya rash

4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang


dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake yang tidak adekuat
5. Gangguan aktivitas diversional
berhubungan dengan isolasi dari
kelompok sebaya