Anda di halaman 1dari 1

Sejarah NSAID

NSAID ( New Society of Andalas pharmaceutical for education and Information about Drugs)
merupakan suatu Club yang lahir dari pemikiran dan kesamaan Visi Misi dari ketujuh orang
pendirinya yaitu Sheppriola Vonia, Riesa Uzvi Flowerini, Rizka Yunadia, Nur Idiani Islami, Fadhilla
Helnisa, Sujia Nospiatdi, dan Romma Rio Putra.
Semangat yang lahir dari rasa simpati dan kekecewaan akibat belum maksimalnya pengelolaan
potensi mahasiswa farmasi yang sebenarnya sangat luar biasa serta keinginan menunjukkan kepada
dunia bahwa kita bisa dan pantas mengukir prestasi yang jauh lebih hebat dari hari ini membuat
ketujuh mahasiswa ini menempuh berbagai halangan dan mengecilkan ego masing-masing demi
berdirinya rumah yang akan membuat kita jauh lebih percaya diri bersaing dan tampil terdepan.
Setelah pembahasan panjang oleh DPM dan BEM Fakultas Farmasi Universitas Andalas. NSAID resmi
didirikan pada 29 Februari 2013 dibawah pengawasan dan bimbingan Departemen Internal BEM
Fakultas Farmasi Universitas Andalas pada Sidang Umum Pengesahan Program Kerja BEM Fakultas
Farmasi Universitas Andalas Periode Jabatan 2012-2013.
NSAID sendiri merupakan klub kedua di Fakultas Farmasi Unand setelah Phasport ( Pharmacy Sport ).
Club ini awalnya diperjuangkan untuk menjadi sebuah UKF ( Unit Kegiatan Fakultas) yang memiliki
Otonomi sendiri, namun karena belum adanya Undang-Undang resmi dari DPM ( Dewan Perwakilan
Mahasiswa) Farmasi Unand yang mengatur proses berdirinya suatu UKF maka NSAID mengawali
kiprahnya dengan menjadi sebuah Club Inspiratif.
Lahirnya Club ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, baik KBMF maupun Keluarga Besar
Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Penghargaan tinggi juga diberikan kepada Uda Vanji Ikhsan
Aziz dkk, sebagai pembuka jalan dan penggerak semangat ketujuh pendiri NSAID, tanpa pikiran awal
dari beliau, NSAID mungkin belum lahir hingga hari ini.