Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Hipertensi merupakan salah satu penyebab paling penting dari kematian
dini karena erat kaitannya dengan resiko penyakit kardiovaskuler.1 Seorang pasien
disebut hipertensi jika tekanan darah sistoliknya lebih tinggi atau sama dengan 140
mm Hg serta tekanan darah diastoliknya lebih tinggi atau sama dengan 90 mm Hg
atau ketika seseorang sedang mengonsumsi obat antihipertensi untuk mengontrol
tekanan darah.
Hipertensi terbagi menjadi dua yaitu pertamaaHipertensi primer atau
esensial sebagai hipertensi yang tidak disebabkan oleh adanya gangguan organ lain
seperti ginjal dan jantung kedua Hipertensi sekunder hipertensi yang disebabkan/
sebagai akibat dari adanya penyakit lain. Hipertensi lama dan atau berat dapat
komplikasi berupa kerusakan organ pada jantung, otak,ginjal ,mata dan pembuluh
darah perifer .Pada jantung dapat terjadi hipertofi ventrikel kiri sampai gagal
jantung ,pada otak dapat terjadi strok karena pecahnya pembuluh darah serebral
dan pada ginjal dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik sampai pada gagal
ginjal.Pada mata dapat terjadi retinopati hipertensi berupa bercak bercak
perdarahan pada retina dan edema papil nervus optikus .
Hipertensi merupakan diagnosa primer yang umum di Amerika Serikat
karena menyerang hampir 50 juta penduduk dimana sekitar 69% orang dewasa
yang telah melewati 18 tahun sadar akan hipertensi yang mereka derita dan 58%
dari mereka dirawat, tetapi hanya 31% yang terkontrol.3,4 Prevalensi hipertensi di
benua Amerika lebih rendah dibandingkan di benua Eropa, dimana prevalensi
hipertensi di Amerika Serikat 20,3% dan Kanada 21,4% sedangkan di beberapa
Negara Eropa seperti Swedia 38,4%, Italia 37,7%, Inggris 29,6%, Spanyol 40%
dan Jerman 55,3%.1
Antihipertensi adalah obat obatan yang digunakan untuk mengobati
hipertensi atau darah tinggi hingga mencapai tekanan darah normal. Setelah
dilakukan diagnosis yang didasarkan pada pengukuran berulang- ulang maka dapat

dilakukan pengobatan hipertensi yang sesuai. Hal pertama yang harus diperhatikan
yaitu mekanisme pengaturan darah di dalam tubuh.
Tekanan darah dipertahankan melalui pengaturan cardiac output dan
peripheral vaskular resistance pada lokasi:
1.

Arteriol

2.

Postcapillary venules

3.

Jantung, dan

4.

Ginjal

Tekanan darah diatur dengan cara mengatur volume intravaskular.


Barorefleks yang diperankan oleh saraf otonom yang bekerja sama dengan
mekanisme humoral dan RAAS berfungsi untuk mengkoordinasi 4 lokasi
pengaturan untuk mempertahankan tekanan darah.
Saat ini, perkembangan obat obatan antihipertensi sangat beragam bagi
penderita hipertensi, mulai dari diuretik dan penyekat reseptor beta adrenergik (blocker) sampai belakangan diperkenalkan penghambat angiotensin converting
enzyme (ACE-inhibitor) dan antagonis kalsium.