Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MATA KULIAH PENGEMBANGAN PROFESI GURU

ARTIKEL ILMIAH
PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PENINGKATAN
KEPERCAYAAN DIRI DAN KREATIVITAS POLA PIKIR PADA PEMBELAJARAN
FISIKA

Disusun oleh :
Nama
NIM
Prodi / kelas

: Eva Yulita Sari


: K2312024
: Pendidikan Fisika 2012 A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2014

PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PENINGKATAN


KEPERCAYAAN DIRI DAN KREATIVITAS POLA PIKIR PADA PEMBELAJARAN
FISIKA
Eva Yulita Sari
Mahasiswa Pendidikan Fisika
Universitas Sebelas Maret Surakarta

ABSTRAK
Masalah utama dalam pembelajaran fisika adalah pandangan sebagian besar siswa dan
masyarakat bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit dan penuh dengan begitu banyak
rumus yang menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk belajar fisika khususnya
di SMA sehingga menghambat kepercayaan diri dan kreativitas mereka. Untuk meningkatkan
kepercayaan diri dan kreativitas belajar siswa maka perlu di gunakan strategi inovatif dalam
mengajar fisika. Strategi tersebut yaitu metode tutor sebaya. Metode ini dilakukan dengan
cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap yang tinggi, siswa tersebut
mengajarkan materi/latihan kepada teman-temannya yang belum faham. Metode ini banyak
sekali manfaatnya baik dari sisi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi siswa yang
diajarkan. Peran guru adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode ini dengan memberi
pengarahan dan lain-lain. Dengan tutor sebaya, siswa tidak akan merasa sungkan ataupun
canggung dalam menanyakan hal-hal yang ia rasa sulit sehingga kepercayaan diri dan
kreativitas dalam belajar fisika dapat meningkat.
Kata kunci : pembelajaran fisika, kepercayaan diri dan kreativitas belajar, tutor sebaya

PENDAHULUAN

Apa yang dimaksud dengan rasa percaya

Kepercayaan diri merupakan modal


awal

dalam

keberjalanan

suatu

pembelajaran. Seorang siswa akan mau


mempelajari sesuatu yang dianggap orang
bahkan sulit apabila dia memiliki rasa

diri itu sendiri? Bagaimana ciri-ciri siswa


yang percaya diri dalam pembelajaran?
Bagaimana
ditimbulkan

Rasa

percaya

diri

dari

rasa

percaya

diri

tersebut?

percaya diri untuk mampu mempelajari hal


tersebut.

kreativitas pola pikir yang

Tujuan dalam pemaparan artikel ini

tersebut

adalah untuk mengetahui dampak metode

mengakibatkan timbulnya kreativitas pola

tutor sebaya terhadap peningkatan rasa

pikir mengenai mata pelajaran terutama

percaya diri dan kreativitas pola pikir

fisika yang selama ini menjadi momok

dalam pembelajaran fisika.

siswa. Sebab yang mungkin adalah metode

Pengertian Belajar

yang diterapkan guru sehingga siswa


Belajar merupakan suatu proses

merasa takut atau canggung bertanya pada


guru sesuatu hal yang tidak diketahui oleh
siswa. Oleh sebab itu direkomendasikan
untuk menggunakan metode tutor sebaya.
Metode ini mengandalkan teman sekelas
sebagai tutor nya sehingga diharapkan
siswa tidak canggung kepada tutornya
serta muncul rasa percaya diri dan
kreativitas pola pikir.

yang ditandai dengan adanya perubahan


diri siswa. Perubahan yang merupakan
hasil belajar dapat ditunjukkan dalam
berbagai

pengetahuan,

metode tutor sebaya? Bagaimana peran


guru dalam metode tutor sebaya tersebut?

seperti

perubahan

pemahaman,

ketrampilan

dan sikap (Winkel, 1991: 14). Belajar juga


menghasilkan suatu perubahan tingkah
laku

keterampilan,

kecakapan
Lantas apa yang dimaksud dengan

bentuk

serta

kemapuan

dan

perubahan-perubahan

aspek-aspek lainnya yang ada pada diri


siswa yang melakukan kegiatan belajar.

Menurut
belajar

adalah

memperoleh

Grendler
sikap

(1994:
proses

berbagai

1),

lingkungan yang dialami orang tersebut

orang

yang tampak pada tingkah lakunya. Jadi

kecakapan,

pengalaman

belajar

yang

diperoleh

keterampilan dan sikap. Slameto (1995: 2)

seseorang akan membekas dan meresap

menyatakan bahwa belajar adalah suatu

dalam jiwa sehingga akibat apa yang

proses usaha yang dilakukan seseorang

diperolehnya itu dapat bermanfaat bagi

untuk

dirinya

memperoleh

suatu

perubahan

tingkah laku yang baru secara keseluruhan


sebagai suatu hasil pengalamannya sendiri

dan

tingkah

lakunya

akan

mengalami perubahan.
Pengertian Mengajar

dalam interaksi dengan lingkungannya.


Mengajar pada prinsipnya adalah
Sudjana (2001: 28), menyatakan
bahwa belajar adalah suatu proses yang
ditandai dengan adanya perubahan pada
diri seseorang. Perubahan sebagai hasil
proses belajar dapat ditunjukkan dalam
berbagai

bentuk

seperti

berubah

pemahamannya, pengetahuannya, sikap

membimbing siswa dalam kegiatan belajar


atau dapat pula dikatakan bahwa mengajar
merupakan suatu usaha mengorganisasi
lingkungan dalam hubungannya dengan
siswa dan bahan pengajaran sehingga
menimbulkan terjadinya proses belajar
pada diri siswa.

dan tingkah lakunya, daya penerimaan dan


lain-lain aspek yang ada pada individu

Bruner dalam Usman (1993: 5)


menyatakan

siswa.

bahwa

mengajar

adalah

menyatakan ide, masalah atau pengetahuan


Berdasarkan

beberapa

pendapat

para ahli dapat disimpulkan bahwa belajar


adalah suatu bentuk perubahan pada diri
seseorang sebagai akibat dari pengalaman
dan latihan dalam berinteraksi dengan

dalam bentuk yang sederhana sehingga


dapat dipahami oleh setiap siswa. Hal ini
sejalan dengan Burton dalam Rusyan
(1989: 26) yang

menyatakan

bahwa

mengajar merupakan segala upaya dalam

suatu upaya menyajikan pengetahuan serta

memberikan

(stimulus),

memberikan bimbingan dan pengarahan

bimbingan, pengarahan, dan dorongan

kepada siswa melalui metode yang sesuai

kepada siswa agar terjadi proses belajar.

agar terjadi proses belajar.

perangsang

Mengajar secara efektif sangat


bergantung

pada

pemilihan

dan

penggunaan metode mengajar yang serasi


dengan tujuan mengajar. Cara belajar
mengajar

yang

lebib

baik

ialah

mempergunakan kegiatan siswa- siswa


sendiri

secara

merencanakan

efektif
dan

dalam

kelas,

melaksanakan

kegaiatan-kagiatan sedemikian rupa secara


kontinu dan juga melalui kerja kelompok
(Hadi, 2003: 141)
Dari

beberapa

Pengertian Tutor Sebaya


Pembelajaran tutor sebaya menurut
Djamarah dan Zain (2002:29) merupakan
metode pembelajaran yang terpusat pada
siswa, dalam hal ini siswa belajar dari
siswa lain yang memiliki status umur dan
kematangan/harga diri yang tidak jauh
berbeda, sehingga anak tidak merasa
begitu terpaksa untuk menerima ide-ide
dan sikap dari gurunya yang tidak lain
adalah teman sebayanya itu sendiri.

pendapat

diatas

dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah

PEMBAHASAN

arahan, dan motivasi agar para siswa


belajar secara efisien dan efektif.

Tutor Sebaya
Metode

tutor

sebaya

diterapkan sebagai metode pembelajaran


yaitu tidak ada persaingan antarsiswa atau
kelompok, karena mereka bekerjasama
untuk

menyelesaikan

masalah

dalam

mengatasi cara berpikir yangberbeda. Dan


alasan lain perlu diterapkannya metode ini
karena dalam pelaksanaannya mampu
menciptakan

ruang

psikologis

yang

nyaman bagi setiap anggota yang ada


didalamnya. Bantuan yang diberikan oleh
teman-teman sebaya pada umumnya terasa
lebih

dekat

dibandingkan

Subyek

perlu

dengan

hubungan antara siswa dengan guru.

sama dengan program bimbingan, yang


bertujuan memberikan bantuan kepada

tenaga

yang

memberikan bimbingan dalam kegiatan


tutorial dikenal sebagai tutor. Tutor dapat
berasal dari guru atau pengajar, pelatih,
pejabat struktural, atau bahkan siswa yang
dipilih

dan

ditugaskan

guru

untuk

membantu teman-temannya dalam belajar


di kelas. Siswa yang dipilih guru adalah
teman sekelas dan memiliki kemampuan
lebih

cepat

memahami

materi

yang

diajarkan, selain itu memiliki kemampuan


menjelaskan ulang materi yang diajarkan
pada teman-temannya. Karena siswa yang
dipilih menjadi tutor ini seumur (sebaya)
dengan

Program tutorial pada dasarnya

atau

teman-temannya

yang

akan

diberikan bantuan, maka tutor tersebut


sering

dikenal

dengan

sebutan

tutor

sebaya.

siswa atau peserta didik agar dapat


mencapai hasil belajar optimal. Hamalik
(1990: 73) menyatakan tutorial adalah
bimbingan pembelajaran dalam bentuk
pemberian bimbingan, bantuan, petunjuk,

Arikunto

(1986:

62)

mengemukakan bahwa dalam memilih


tutor perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:

1. Tutor dapat diterima (disetujui) oleh


siswa

yang

perbaikan

mendapat

Hubungan antara tutor dengan siswa

mempunyai rasa takut atau enggan

adalah hubungan antar kakak-adik atau

untuk bertanya kepadanya.

antar kawan, kekakuan yang ada pada guru

dapat

siswa

berdasarkan silabus yang telah ditentukan.

tidak

2. Tutor

sehingga

program

Para tutor dilatih untuk mengajar

menerangkan

bahan

agar dihilangkan. Dalam kegiatan ini tutor

perbaikan yang dibutuhkan oleh siswa

dan guru menjadi semacam staf ahli yang

yang menerima program perbaikan.

mampu mengatasi kesulitan yang dihadapi

3. Tutor tidak tinggi hati, kejam atau

murid, baik dengan cara satu lawan satu

keras hati terhadap sesama kawan.

maupun kelompok kecil (Muntansir,

4. Tutor mempunyai daya kreativitas


yang

cukup

untuk

memberikan

1985: 58).
Dari

sudut

lain

dapat

bimbingan, yaitu dapat menerangkan

diketengahkan bahwa efektifitas para tutor

pelajaran kepada kawannya.

itu cukup dapat diharapkan. Tentang

Siswa yang ditunjuk sebagai tutor

efektifitas tutor itu, Good dalam Muntansir

akan ditugaskan membantu siswa yang

(1985: 180) menyatakan bahwa tutor juga

akan

perbaikan,

dapat menjadi alat untuk menimbulkan

sehingga setiap tutor harus diberikan

motivasi pada pelajaran bermutu. Tutor ini

petunjuk yang sejelas-jelasnya tentang apa

juga mendapatkan keuntungan berupa nilai

yang

ini

pelajaran yang bertambah baik, sama

memang mutlak diperlukan bagi setiap

dengan yang ditutori, terutama kalau

tutor

fokusnya pada kemampuan kognitif.

mendapat

harus

karena

program

dilakukan.

hanya

Petunjuk

gurulah

yang

mengetahui kelemahan siswa, sedangkan


tutor

hanya

membantu

melaksanakan

perbaikan, bukan mendiagnosa.

Menurut

Hamalik

(1998:163)

tahap-tahap kegiatan pembelajaran di kelas

dengan menggunakan pendekaatan tutor

kelompok kecil dimana dalam hal ini

sebaya adalah sebagai berikut:

yang

A. Tahap persiapan

siswa yang akan menjadi tutor, dan

1. Guru membuat program pengajaran

melalui latihan klasikal, dimana siswa

satu pokok bahasan yang dirancang

seluruh kelas dilatih bagaimana proses

dalam bentuk penggalan-penggalan

pembimbingan ini berlangsung.

sub pokok bahasan. Setiap penggalan


satu

pertemuan

yang

mendapatkan

4. Pengelompokan

latihan

siswa

hanya

dalam

didalamnya

kelompok-kelompok kecil yang yang

mencakup judul penggalan tujuan

terdiri atas 4-6 orang. Kelompok ini

pembelajaran,

petunjuk

disusun berdasarkan variasi tingkat

pelaksanaan tugas-tugas yang harus

kecerdasan siswa. Kemudian tutor

diselesaikan.

sebaya yang telah ditunjuk di sebar

khususnya

2. Menentukan beberapa orang siswa

yang memenuhi kriteria sebagai tutor


sebaya. Jumlah tutor sebaya yang di
tunjuk disesuaikan dengan jumlah
kelompok yang dibentuk.

pelaksanaan

tutorial

telah ditentukan.
B. Tahap pelaksanaan
1. Setiap pertemuan guru memberikan
penjelasan terlebih dahulu tentang

3. Mengadakan latihan bagi para tutor.

Dalam

pada masing-masing kelompok yang

atau

materi yang di ajarkan.


2. Siswa belajar dalam kelompoknya

bimbingan ini, siswa yang menjadi

sendiri.

tutor bertindak sebagai guru. Sehingga

anggota

latihan yang diadakan oleh guru

bergantian akan hal-hal yang belum

merupakan semacam pendidikan guru

dimengerti, demikian pula halnya

atau siswa itu. Latihan di adakan

dengan menyelesaikan tugas. Jika ada

dengan dua cara yaitu melalui latihan

Tutor

sebaya

kelompoknya

menanyai
secara

masalah

yang

tidak

diselesaikan

barulah tutor meminta bantuan guru.


3. Guru

mengawasi

jalannya

sebagai

sumber

belajar

(learning

resources) bagi siswa. Siswa akan belajar

proses

dari seluruh penjelasan yang guru berikan.

belajar, guru berpindah-pindah dari

Tetapi dalam abad teknologi ini, siswa

satu kelompok ke kelompok yang lain

dapat

untuk memberikan bantuan jika ada

sumber. Namun bagaimanapun hebatnya

masalah yang tidak dapat diselesaikan

kemajuan teknologi peran guru akan tetap

dalam kelompoknya.

diperlukan. Adapun peran guru dalam

C. Tahap evaluasi
1. Sebelum

mempelajarinya

dari

berbagai

proses pembelajaran menurut Gintings

kegiatan

pembelajaran

(2008:14)

meliputi

merencanakan,

berakhir, guru memberikan soal-soal

menyiapkan,

latihan kepada anggota kelompok

mengevaluasi kegiatanpembelajaran bagi

(selain

tutor)

untuk

mengetahui

siswa. Adapun penjelasandari peran guru

apakah

tutor

sudah

menjelaskan

tugasnya atau belum.


2. Mengingatkan
mempelajari

dan

tersebut adalah sebagai berikut:


1. Merencanakan kegiatan pembelajaran

siswa
sub

menyelenggarakan,

pokok

untuk

Agar kegiatan pembelajaran sesuai

bahasan

dengan kompetensi dasar yang akan

sebelumnya di rumah

dicapai, guru harus merencanakan

Peran Guru dalam Pembelajaran

pembelajaran

Ketika ilmu pengetahuan masih terbatas,

Perencanaan pembelajaran ini dikenal

ketika penemuan hasil-hasil teknologi

dengan istilah Rencana Pelaksanaan

belum berkembang pesat seperti sekarang

Pembelajaran

ini,maka peran utama guru di sekolah

dijadikan

adalah menyampaikan ilmu pengetahuan.

menyiapkan,

Dalam kondisi demikian guru berperan

dengan

(RPP).

pegangan

seksama.

RPP
guru

melaksanakan

ini
dalam
dan

mengevaluasi kegiatan pembelajaran

siswa denganmemberikan bimbingan

bagi siswa.

dan arahankepada siswa ketika siswa

2. Menyiapkan kegiatan pembelajaran

mengalamikesulitan

belajar),

Ing

Setelah RPP disusun, tugas guru

Madyo Mangun Karso (ketika berada

selanjutnya

di tengah, guru membangun semangat,

berbagai

adalah
keperluan

digunakan

menyiapkan
yang

dalam

akan

berswakarya dan berkreasi pada anak

kegiatan

didik dengan menjadi teman diskusi

pembelajaran. Keperluan ini meliputi

bagi

metode pembelajaran, bahan ajar,

pengetahuannya),

media

sarana

Handayani (ketika berada dibelakang,

nonfisik seperti kesiapan psikologi

guru mengikuti dan mengarahkan

gurudalam

siswa

pembelajaran,

dan

menyajikan

materi

pembelajaran.

siswa

agar

bertanggung

3. Menyelenggarakan

untuk

memperkaya

dan

berani

Tut

Wuri

bersikap

jawab

dan

dengan

kegiatan

memberikan motivasi siswa untuk

pembelajaran Setelah merencanakan

terus berupaya memahami materi yang

dan menyiapkan segala sesuatu untuk

diajarkan).

kegiatan pembelajaran, tugas guru

4. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran

selanjutnya adalah menyelenggarakan

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui

kegiatan

apakah kegiatan pembelajaran telah

pembelajaran.

menyelenggarakan
pembelajaran

guru

Dalam
kegiatan

berjalan

dan

mencapai

hasil

seharusnya

sebagaimana yang ditetapkan pada RPP.

menganut prinsip yang dikemukakan

Hasil evaluasi digunakan untuk sebagai

oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing

patokan

Ngarso Sung Tulodo (ketika berada di

langkah-langkah tindak lanjut kegiatan

muka, gurudijadikan teladan bagi

pembelajaran selanjutnya.

gurudalam

mengambil

Rasa Percaya Diri

yang terjadi yang berhubungan

Menurut Thantaway (2005: 87),

dengan kemampuan individu untuk

kepercayaan diri adalah kondisi mental

mengevaluasi

atau

fenomena yang terjadi tersebut.

psikologis

diri

seseorang

yang

memberi keyakinan kuat akan kemampuan

2. Bertindak

serta

mengatasi

mandiri

dalam

pada dirinya untuk berbuat atau melakukan

mengambil keputusan yaitu dapat

sesuatu tindakan.

Sedangkan menurut

bertindak

dalam

Gallahue dan Ozmun (2005) menyatakan

keputusan

terhadap

hal

dilakukan

secara

yang

lebih

spesipik

tentang

mengambil
diri

mandiri

yang
atau

kepercayaan diri yaitu berkaitan dengan

tanpa adanya keterlibatan orang

keyakinan

lain dan mampu untuk meyakini

individu

akan

kemampuan

dirinya untuk dapat melakukan suatu

tindakan yang diambil.

tindakan untuk dapat mencapai tujuan

3. Memiliki rasa positif terhadap diri

didalam dirinya. Dengan kata lain bahwa

sendiri yaitu adanya penilaian yang

jika individu memiliki kepercayaan diri

baik dari dalam diri sendiri, baik

yang positif maka dalam diri individu

dari pandangan maupun tindakan

tersebut terdapat sebuah keyakinan yang

yang dilakukan yang menimbulkan

dapat mendorong individu untuk dapat

rasa positif terhadap diri dan masa

mencapai tujuan yang diharapkan.

depannya.

Lauster

(2006)

mengemukakan

4. Berani mengungkapkan Pendapat

tentang ciri-ciri orang yang percaya diri,

adanya suatu sikap untuk mampu

yaitu:

mengutarakan sesuatu dalam diri

1. Percaya pada kemampuan sendiri.

yang ingin diungkapkan kepada

Yaitu suatu keyakinan atas diri

orang lain tanpa adanya paksaan

sendiri terhadap segala fenomena

atau rasa yang dapat menghambat

PENUTUP

pengungkapan tersebut.

Tutor Sebaya merupakan salah satu

Pola Pikir Kreatif


Menurut

strategi pembelajaran untuk membantu


Ruseffendi

(2008)

memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini

manusia yang berpikir kreatif adalah

merupakan pendekatan kooperatif bukan

manusia yang selalu ingin tahu, fleksibel,

kompetitif. Rasa saling menghargai dan

awas dan sensitif terhadap reaksi dan

mengerti dibina di antara peserta didik

kekeliruan,

yang bekerja bersama.

mengemukakan

pendapat

dengan teliti dan penuh keyakinan, tidak

Tutor Sebaya akan merasa bangga

tergantung pada orang lain, tidak begitu

atas perannya dan juga belajar dari

saja

pengalamannya.

menerima

kadang-kadang
Munandar

suatu

pendapat,

susah

dan

diperintah.

ini

membantu

memperkuat apa yang telah dipelajari dan


36)

diperolehnya atas tanggung jawab yang

yang

dibebankan kepadanya. Ketika mereka

kreatif yaitu: imajinatif, mempunyai minat

belajar dengan Tutor Sebaya, peserta

yang luas, mandiri dalam berpikir, penuh

didik juga mengembangkan kemampuan

energi, percaya diri, berani mengambil

yang lebih baik untuk mendengarkan,

resiko, dan berani dalam pendirian dan

berkonsentrasi, dan memahami apa yang

keyakinan.

dipelajari dengan cara yang bermakna.

mengemukakan

(2009:

Hal

ciri-ciri

pribadi

Penjelasan Tutor Sebaya kepada temannya


lebih

memungkinkan

berhasil

dibandingkan guru. Peserta didik melihat


masalah

dengan

cara

yang

berbeda

dibandingkan orang dewasa dan mereka


menggunakan bahasa yang lebih akrab.

Hal tersebut dapat menimbulkan rasa


percaya diri pada siswa sehingga timbul

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,

Suharsimi.

2008.

Pendidikan

Evaluasi

pola pikir yang kreatif. Dalam penggunaan

Program

Pedoman

metode pembelajaran tentunya memiliki

Teoritis dan Praktis Bagi mahasiswa

kelebihan dan kekurangan, seperti halnya

dan Praktisi Pendidikan. Jakarta:

tutor sebaya. Uraian di atas adalah

Bumi Aksara.

beberapa kelebihan dari metode tutor

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain.

sebaya sementara kekurangan metode ini

2002. Strategi Belajar Mengajar.

antara lain :

Jakarta: Rineka Cipta

1. Tidak

semua

siswa

dapat

menjelaskan kepada temannya.


2. Tidak

semua

siswa

dapat

menjawab pertanyaan temannya.

Gintings, Abdorrakhman. 2008. Esensi


Belajar dan Pembelajaran Disiapkan
untuk Pendidikan

Profesi

dan

Sertifikasi Guru-Dosen (Edisi Revisi).


Bandung: Humaniora
Mayer, R. E. 2010. Applying the Science
of Learning. Upper Saddle River:
Pearson.
Mayer, R. E. 2011. Towards A Science Of
Motivated Learning In TechnologySupported Environments.

Education

Tech Research Dev. 59, 301308.


Mazur,

E.

2008.

Farewell,

lecture?

Science Education, 323, 5051

Sudjana, Nana. 1991. Penilaian Hasil


Proses Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya.