Anda di halaman 1dari 2

Bandung, 13 November 2014

Puisi ini aku dedikasikan untuk akhwatfillah (read: ukhties) ODOJ Grup 87
Aku rindu ukhuwah itu,
Rindu ini lebih dari rindu biasa,
Rindu akan canda tawa,
Rindu akan nasihat juga perhatian,
Aku rindu ukhuwah itu,
Rindu kehadiran mereka yang berbulan-bulan mengisi inbox WA-ku
Penuh memoriku,
Tapi mereka membuka cakrawala, dan kepekaan baru.
Aku rindu ukhuwah itu,
Ketika seorang adik tiba-tiba menyapa manja diriku,
Dan ketika aku mencoba mencari nasihat dari sang kakak
Dan ya, aku rindu mereka
Rindu ketika bertukar pendapat
Rindu saling memahami karakter antara kau, kamu dan kalian
Rindu mendengar berita bahagia , kelahiran, pernikahan, kelulusan.
Tapi tahukah kamu?
Kami belum pernah bertatap wajah,
Tulisan yang menyampaikan perasaan kami ini.
Duhai ukhties,
Aku rindu kalian
Semua rasa kini membuncah dalam hati
Inilah yang paling aku takutkan,
Ketika aku putuskan pergi,
Dan sekarang aku rasakan itu,
Semoga alunan doa-doa tetap merapatkan barisan ukhuwah ini.
Sesungguhnya Engkau tau
Bahwa hati ini tlah berpadu
Berhimpun dalam naungan cinta-Mu
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan jalannya
Terangilah dengan cahya-Mu yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami