Anda di halaman 1dari 25

URTIKARIA

Gatal, edem setempat, warna kemerahan,

tengah pucat, dikelilingi halo eritematosa.


Biduren (Jawa), beliman/bial-bial, Kaligata
(sunda).
Insiden : semua umur, sering usia 25-35 th 1520% populasi. (berobat ke dokter 1-5%)
Akut (kurang 6 minggu) : penyebab lebih mudah
ditemukan (makanan, obat, gigitan serangga,
fisik).
Kronis (lebih 6 minggu) : penyebab sulit
ditemukan.

Wheals : ukuran milimeter sebesar


tangan, tunggal multipel, tersering
menghilang (bbrp jam 1-3 jam) dan akan
menghilang 24 jam
Dapat disertai angioedem (pembengkakan
yg terjadi dermis bawah, jaringan
subkutan/ submukosa, mengenai mulut /
faring, menetap lebih lama)
Pruritus, memberat pada malam hari
Mengurangi kualitas hidup : gangguan
tidur, lelah, energy loss, emosional/sexual
difficulties.

ETIOLOGI
1. Obat : hampir semua obat (sering antibiotik: penisilin, kotrimoksasol, sedatif,
analgesik-antipiretik: NSID, aspirin;
prokain, insulin dll.
2. Makanan : protein susu, keju, kerang,
ikan (laut, asin,udang cumi), telor, bahan
tambahan pengawet & pewarna (asam
benzoat & sitrat), jamur/yeast. Akut :
mencatat makan 24 jam sebelumnya.
Kronis : diet 3 minggu, bila tak timbul
baru dicoba makanan yg disangka/
diduga.

3.

4.

5.

6.
7.

8.

Alergen hirup :aspergilus flavus, serbuk sari


bunga, formaldehid, animal dander, TDR.
Infeksi & infestasi : sinusitis, tonsilitis, gigi,
virus (hepatitis), jamur & parasit (ankilostoma,
stronggiloides dll).
Gigitan serangga : urtikaria papuler (gigitan
lalat, tungau, kutu busuk)
Kontaktan : mentol, bahan kimia harian.
Penyakit sistemik : demam rematik, peny
jaringan ikat, keganasan.
Aktifitas komplemen & proses imun kompleks :
serum sicknes & vaskulitis.

9. Fisik : dermatografisme, urtikaria


tekanan, dingin, panas, kolinergik, solar,
aquagenik.
10. Psikogen
11. Genetik : angioedem herediter, cold /
heat urtikaria familial
12. Idiopatik

PATOGENESIS URTICARIA
Faktor imunologis
(Reaksi tipe 1 Kd 2&3)

F. non imunologis

Sel mast / basofil

Degranulasi

Pelepasan mediator

Histamin
Serotonin
Kinin
Prostaglandin
SRS-A
Anafilatoksin
Dll

Vasodilatasi kapiler

Permeabilitas meningkat

Transudasi

Pengumpulan cairan ekstraseluler

URTIKARIA

DIAGNOSIS
1.

Anamnesis : sistematis, seksama &


lengkap u cari etiologi.
2. Pemeriksaan fisik : jenis tertentu
memberikan gambaran klinis yg berbeda
(kolinergik, dermografisme, urtikaria
pigmentosa, urtikaria solaris)
3. Pemeriksaan penunjang : eosinofilia,
pemeriksaan u skrening penyakit
sistemik. Hitung darah lengkap,
urinanalisis, kimia darah, X foto thoraks,
tes ANA, tinja (telor& parasit), tes u
infeksi (hepatitis, bila curiga).
4. Tes kulit (prick test).

Tes kulit (PRICK TEST)


Urtikaria akut : dpt menentukan makan yg
jadi penyebab.
Urtikaria kronis : sulit mencari penyebab,
karena banyak yang positif. Membantu
dalam diet makan dan faktor inhalan
sebagai penyebab.
DIAGNOSIS BANDING : DKA, eritema
multiforme, insekt bite.

CRONIC URTICARIA
DIAGNOSTIC PROGRAM

STEP 1 : Basic Diagnostic

STEP 2 : Intensive Diagnostic

STEP 3 : Provocation Tests

BASIC DIAGNOSTIC PROGRAM


Patients history
Investigation of skin
Laboratory investigation
1.
2.
3.
4.
5.

Differential blood count


ESR (sistemic diseases)
Total serum IgE
Stool for worm eggs/parasites
C1-Esterase inhibitor

Allergy tests
1. Skin prick test & Physical skin tests

INTENSIVE DIAGNOSTIC PROGRAM

Patient history : diary.


Investigation of different organ systems
Laboratory in investigation

Serum enzymes
Spesific serum IgE
AST/ALT
ANA
Cryoglobulin

Alergy tests

Intracutaneus skin tests (food allergens)


Drugs (e.g penicilline)

PROVOCATION TESTS

Patient history : diets, food callenges


Skin biopsy
Allergy tests

Pseudoallergen-free diet
Food chalanges
Autologous skin serum test

Laboratory investigation

Thyroid hormones
Autoantibodies
Complement

PENGOBATAN

Antihistamin
Steroid
Kombinasi H1/H2 antagonis

MODALITAS PENGOBATAN BARU


Leukotriene receptor antagonist
Cyclosporin
Intravenous immunoglobin
Plasmapheresis
Cyclophosphamide

Antihistamines
SEDATING
Alkylamines (Doxylamine, Dimetinden,
Pheniramine)
Ethanolamines (clemastine)
Phenothiazines (promethazine, Alimemazines)
Piperidines (Cyproheptadine, Ketotifen)
Others
LESS (NON) SEDATING
Butyrophenones (Terfenadine, Fexofenadine)
Piperazines (Cetirizine, Levocetirizine)
Piperidines (Astemizol, Loratadine,Desloratadin)

Dermatografisme : write on skin,urtikaria linier (30 menit).


Hidroksisin.
Cold Urticaria : gatal dan urticaria setelah terpapar dingin. Tes
dg es batu pa tangan 2 menit. Siproheptadin.
Solar urticaria : setelah terpapar matahari. Saran pakai tabir
surya. Kortikosteroid / antihistamin.
Aquagenic Urticaria : kontak dg air. Antihistamin.
Urtikaria tekanan : garis ikat pinggang, sepatu sempit, bra,
elastic stoking. Terapi sulit, steroid sistemik.
Urtikaria kolinergik : lesi pungtata, daerah sekitar eritem.
Dicetuskan oleh cuaca panas, mandi air panas, olah raga/
berkeringat. Respon vaskuler yg berlebihan thd pelepasan
asetilkolin. Hidroksisin.
Urtikaria kontak : segera / tertunda 12 jam. Pencetus animal
dander, putih telor, wool, serbuk sari, obat/ bahan kimia.
Terapi : hindari agen penyebab.

Urtikaria fisik

Mekanik : Dermografisme (immediate/ delayed),


delayed presssure urticaria, vibratory
angioedema.
Perubahan temperatur : panas/stress (kolinergik,
andregenik), dingin (cold contact urticaria)
exercised-induced anaphylaxis.
Solar urticaria
Aquagenic urticaria

TERIMAKASIH