Anda di halaman 1dari 104

PENGARUH LAMA PADA BERBAGAI MEDIA

PENYIMPANAN BAHAN SETEK TERHADAP


PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN
UBI JALAR (Ipomea batatas L.)
SKRIPSI
OLEH: Hetty L.E
Manurung 030301013
BDP/AGR

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA MEDAN
2007

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

PENGARUH LAMA PADA BERBAGAI MEDIA


PENYIMPANAN BAHAN SETEK TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN
UBI JALAR (Ipomea batatas L.)

SKRIPSI
OLEH:
Hetty L.E Manurung
030301013
BDP/AGR

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Melaksanakan Ujian Sarjana Di Departemen Budidaya Pertanian Fakultas P

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA MEDAN 2007

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Judul Skripsi

Nama Nim
Departemen
Program Study

: Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan


Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Hetty L.E
Manurung
030301013
Budidaya Pertanian
Agronomi

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Disetujui Oleh
Komisi pembimbing

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Judul Skripsi

Ir. Asil Barus, MS


Ketua

Ir. Jasmani Ginting, MP


Anggota

Mengetahui,

Ir. Edison Purba, Ph.D


Ketua Departemen

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di daerah sempakata kotamadya Medan yang


bertujuan untuk menguji pengaruh lama dan tempat penyimpanan bahan setek terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar. Lama penyimpanan yang dilakukan ada 4
macam yaitu langsung tanam (B1), 4 hari (B2), 8 hari (B3), dan 12 hari (B4) sedangkan
tempat penyimpadan pada 3 tempat yaitu dibawah pohon (tidak terkena cahaya), dibawah
pohon (tidak terkena cahaya) ditutup dengan daun pisang (T 2) dan dibawah pohon (tidak
terkena cahaya) ditutup dengan gedebok pisang (T 3). Hasil analisa data secara statistik
menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata pada tumbuhnya
tunas, pertambahan panjang tanaman umur 2 - 8 MST, umur berbunga dan jumlah umbi
pertanaman sampel dan berpengaruh tidak nyata pada jumlah cabang, berat umbi
pertanaman sample, berat umbi perplot, diameter umbi dan panjang umbi. Perlakuan
tempat penyimpanan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Interaksi antara
perlakuan lama penyimpanan dan tempat penyimpanan berpengaruh tidak nyata terhadap
semua parameter.

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 31 januari 1985 di Narumambing, kabupaten
Toba samosir, Sumatera Utara, anak ke-2 dari 6 bersaudara. Putri dari Ayahanda S.
Manurung dan Ibunda T. Nainggolan.
Adapun pendidikan yang pernah ditempuh hingga saat ini adalah:
1. Pendidikan dasar di SD No.176373 dan lulus tahun 1997.
2. Pendidikan Menengah Pertama di SLTP Negeri 2 Porsea dan lulus tahun 2000.
3. Pendidikan Menengah Atas di SMU negeri 1 Porsea dan lulus tahun 2003.
4. Terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian universitas Sumatera Utara,
medan pada tahun 2003 melalui Panduan Minat Prestasi (PMP), di Departemen
Budidaya Pertanian pada Program Studi Agronomi. Melaksanakan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) periode juni sampai juli
2006 di PTPNII kebun Sawit Sebrang Kabupaten Langkat.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmadNya sehingga sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Adapun judul skripsi ini adalah Pengaruh Lama Pada Berbagai Media
Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi
Jalar (Ipomea batatas L), yang merupkan salah satu syarat untuk dapat mengikuti ujian
gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Terima kasih penulis sampaikan kepada bapak Ir.Asil Barus,MS selaku ketua
komisi pembimbing dan bapak Ir. Jasmani Ginting, MP selaku anggota komisi
pembimbing yang telah memberi arahan dan bimbingan selama penelitian dan penulisan
skripsi ini selesai. Ungkapan terima kasih yang tulus kepada yang tercinta ayahanda S.
Manurung dan ibunda T. Nainggolan, serta kakanda Diana Manurung dan adinda Antry
D. Manurung, Alex Manurung, Chandra Manurung dan Budiman Manurung atas bantuan,
dorongan, dan doanya yang tiada henti kepada penulis. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada teman-teman Elsa , Winda , Apriin, Bang Septa,Kak Seriana, Bang
Ramlan, KTB Sweet merpati (Bang Posma, Kak Vivi, Sapriani,Tetty), teman - teman di
UKM KMK UP Pertanian serta teman teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu
yang turut mendukung penulis dalam doa dan motivasi.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi
isi maupun formatnya. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua
pihak demi kesempurnaan skripsil ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
banyak membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat
bagi kita

Medan, November 2007

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Penulis

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

DAFTAR ISI

ABSTRACT ........................................................................................
ABSTRAK ...
RIWAYAT HIDUP ......
KATA PENGANTAR .......
DAFTAR ISI ...
DAFTAR TABEL ...................................................................................................
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .....
PENDAHULUAN
Lata Belakang.........................................................................................
Tujuan Penelitian .....................................................................................
Hipotesa Penelitian ..................................................................................
Kegunaan Penelitian ................................................................................

iii
iv
v
vi
viii
x
xi
xii
1
6
7
7

TINJAUAN PUSTAKA
Botani Tanaman .......................................................................................
Syarat Tumbuh.........................................................................................
Iklim ...............................................................................................
Tanah...............................................................................................
Penyediaan Bibit ......................................................................................
Penyimpanan Bahan Setek........................................................................
Faktor-Fartor Pertumbuhan.......................................................................

8
10
10
10
11
13
14

METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................................
Bahan dan Alat..........................................................................................
Metode Penelitian ....................................................................................
Pelaksanaan Penelitian..............................................................................
Penyiapan Bibit ........................................................................................
Penyimpanan Bahan Setek........................................................................
Penyiapan Lahan dan Pengolahan.............................................................
Penanaman ...............................................................................................
Pemeliharaan.............................................................................................
Penyulaman ....................................................................................
Penyiraman......................................................................................
Penyiangan dan Pembumbunan ......................................................
Pengangkatan Batang......................................................................
Pemupukan......................................................................................
Pengendalian Hama dan Penyakit...................................................
Panen...............................................................................................
Pengamatan Parameter .............................................................................
Pertambahan Panjang Tanaman (cm)...............................................
Tumbuhnya Tunas (hari).................................................................
Jumlah Cabang (cabang).................................................................

17
17
17
20
20
20
21
21
22
22
22
22
23
23
23
23
24
24
24
24

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Umur Berbunga (hari) ....................................................................


Jumlah Umbi Pertanaman Sampel (umbi) ......................................
Berat umbi Pertanaman sample (kg) ...............................................
Berat Umbi Perplot (kg)..................................................................
Diameter Umbi (mm) .....................................................................
Panjang Umbi (cm) ........................................................................

25
25
25
25
26
26

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil .........................................................................................................
Pertambahan Panjang Tanaman (cm)...............................................
Tumbuhnya Tunas (hari).................................................................
Jumlah Cabang (cabang).................................................................
Umur Berbunga (hari) ....................................................................
Jumlah Umbi Pertanaman Sampel (buah).......................................
Berat umbi Pertanaman sample (kg) ..............................................
Berat Umbi Perplot (kg)..................................................................
Diameter Umbi (mm) .....................................................................
Panjang Umbi (cm) ........................................................................
Pembahasan..............................................................................................
Lama Penyimpanan Bahan Setek Beperengaruh Terhadap
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman
Ubijalar...........................................................................................
Penyimpanan Bahan Setek Ubi Jalar Berpengaruh
Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman
Ubijalar...........................................................................................
Pengaruh Interaksi Lama dan Tempat Bahan Setek
Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman
Ubijalar...........................................................................................

27
27
28
30
31
33
34
35
36
37
39

39

43

45

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan .....................rtrrr ^-^-rrf........................................................
Saran.........................................................................................................
DAFTAR

46
46

PUSTAKA

LAMPIRAN

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Nomor

Judul Halaman

DAFTAR TABEL

5. Komposisi Zat Gizi Umbi Ubi Jalar 100 gram.............................................. 3


6. Rataan pertambahan panjang tanaman 5 MST pada perlakuan lama
penyimpanan dan tempat penyimpanan......................................................... 27

7. Rataan Tumbuhnya Tunas pada perlakuan lama penyimpanan


dan tempat penyimpanan............................................................................... 29

8. Rataan jumlah cabang pada perlakuan lama penyimpanan


dan tempat penyimpanan.............................................................................. 31

9. Rataan Umur Berbunga pada perlakuan lama penyimpanan


dan tempat penyimpanan.............................................................................. 32

10. Rataan Jumlah Umbi pada perlakuan lama penyimpanan


dan tempat penyimpanan.............................................................................. 33

11. Rataan Berat Umbi Pertanaman Sampel pada perlakuan lama


penyimpana dan empat penyimpanan............................................................ 35

12. Rataan Berat Umbi perplot pada perlakuan lama


penyimpanan dan tempat penyimpanan......................................................... 36

13. Rataan Diameter Umbi pada perlakuan lama


penyimpanan dan tempat penyimpanan......................................................... 37

14. Rataan Panjang Umbi pada perlakuan lama


penyimpanan dan tempat penyimpanan......................................................... 38

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Nomor

Judul Halaman

DAFTAR GAMBAR

15. Hubungan antara Pertambahan Panjang Tanaman Umur 8 MST


dengan Lama Penyimpanan........................................................................... 28

16. Hubungan antara Tumbuhnya Tunas dengan Lama Penyimpanan.................. 30


17. Hubungan antara Umur Berbunga dengan Lama Penyimpanan..................... 32
18. Hubungan antara Jumlah Umbi Pertanaman Sampel dengan Lama
Penyimpanan.................................................................................................. 34

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Nomor

Judul

Hal

DAFTAR LAMPIRAN

19. Data Pengamatan Tumbuhnya Tunas..............................................................

47

20. Daftar Sidik Ragam Tumbuhnya Tunas........................................................... 47


21. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 2 MST (cm).............................................. 48
22. Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman 2 MST..................................................

48

23. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST (cm).............................................. 49


24. Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman 4 MST..................................................

49

25. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 6 MST (cm).............................................. 50


26. Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman 6 MST..................................................

50

27. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 8 MST (cm).............................................. 51


28. Daftar Sidik Ragam Tinggi Tanaman 8 MST..................................................

51

29. Data Pengamatan Jumlah Cabang (cabang)..................................................... 52


30. . Daftar Sidik Ragam Jumlah Cabang.............................................................. 52
31. Data Pengamatan umur Berbunga (hari)........................................................

53

32. Daftar Sidik Ragam umur Berbunga (hari).....................................................

53

33. Data Pengamatan Jumlah Umbi Pertanaman Sampel (Buah)..........................

54

34. Daftar Sidik Jumlah Umbi Pertanaman Sampe..............................................

54

35. Data Pengamatan Berat Umbi Pertanaman Sampel (kg)................................. 55


36. Daftar Sidik Ragam Berat Umbi Pertanaman Sampel..................................... 55
37. . Data Pengamatan Berat Umbi Perplot (kg)..................................................

56

38. Daftar Sidik Ragam Berat Umbi Perplot.......................................................

56

39. Data Pengamatan Diameter Umbi (cm)..........................................................

57

40. Daftar Sidik Ragam Diameter Umbi..............................................................

57

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

23. Data Pengamatan Panjang Umbi (cm)...........................................................

58

41. Daftar Sidik Ragam Panjang Umbi................................................................. 58


42. Rangkuman uji Beda Rataan Pengaruh Lama dan tempat
penyimpanan bahan setek terhadap pertumbuhan dan
produksi Tanaman Ubi Jalar............................................................................ 59

43. Bagan Lahan Penelitian................................................................................... 60


44. Jadwal Kegiatan Penelitian.............................................................................. 62
45. Deskripsi Tanaman Ubi Jalar........................................................................... 63

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

PENDAHULUAN

Latar belakang
Ubi jalar atau ketela rambat atau "sweet potato" diduga berasal dari benua
Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar
adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian Tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov
adalah seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi
jalar adalah Amerika bagian tengah. Ubi jalar menyebar keseluruh dunia diperkirakan
pada abad ke-16. Pada tahun 1960-an penanaman ubijalar sudah meluas hampir di semua
propinsi Indonesia (Rukmana, 1997).
Menurut Sarwono (2005) produksi ubi jalar di Indonesia belum memuaskan.
Karena produksi cenderung stabil bahkan menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 1985
data BPS mencatat luas areal panen tanaman ubi jalar adalah 265.000 Ha dengan produksi
2.16 juta ton, tahun 1886 turun menjadi 213.000 Ha dengan produksi 2.0 juta ton. Tahun
2001 luas panen semakin susut menjadi 181.026 Ha dengan produksi sebesar 1.749.070
ton.
Di Indonesia, status ubi jalar sebagai komoditas pangan belum sebanding dengan
Padi atau Jagung. Penggunaan ubi jalar sebagai "Makanan Pokok" sepanjang tahun
terbatas dikonsumsi oleh penduduk di Irian Jaya dan Maluku. Selama ini masyarakat
menganggap bahwa ubi jalar merupakan bahan pangan dalam situasi darurat. Padahal
potensi ekonomi dan sosial dari tanaman ubi jalar cukup tinggi, antara lain sebagai bahan
pangan yang efisien pada masa mendatang dan bahan baku industri. Sentral-sentral
produksi tanaman ubi jalar yang paling

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

luas adalah propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara Irian Jaya dan Nusa
Tenggara Timur ( Rukmana, 1997).
Produktivitas tanaman ubi jalar masih dapat ditingkatkan tiga sampai empat kali
lipat dari rata-rata produksi tahun 1992 (9.4 ton/ha). Menurut Balitkabi penyebab
produktivitas tanaman ubi jalar yang rendah adalah;

46. Petani masih banyak menggunakan varietas local karena kesulitan dalam mendapat
bibit varietas unggul.

47. Imput yang diberi ke dalam pertanaman masih rendah.


48. Petani umumnya menggunakan bibit perbanyakan secara setek dengan bahan tanam
diambil dari pertanaman produksi sehingga hasilnya kurang bagus.

49. Adanya gangguan hama dan penyakit tertentu seperti hama boleng dan penyakit kudis
dan sebagainya.
5) Adanya hambatan non biologis seperti kekeringan dan naungan.
(Sarwono, 2005).
Varietas tanaman ubi jalar berdasarkan warna daging dan rasanya terdiri atas dua
jenis yakni dengan warna daging kuning-orange yang lembut, basah dan manis ketika
dimasak dan varietas yang lain dengan warna daging putih mulai dari yang kering hingga
basah dan sering disebut dengan nama " Yams"
(Decotau, 2000).
Umbi dari ubi jalar dapat diolah dalam berbagai bentuk , misalnya daun untuk
sayuran dan pakan ternak, kulit umbi dan batang sebagai pakan ternak, umbi segar
sebagai bahan makanan dan pati untuk pakan ternak (Anonimous, 2006).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Umbi dari tanaman ubi jalar merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori
(energi) yang cukup tinggi, dan menduduki peringkat keempat setelah padi, jagung, dan
ubi kayu. Umbi juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang cukup baik untuk
memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Keunggulan umbi tanamana ubi
jalar dalam hal kandungan gizi terletak pada kandungan beta karoten yang cukup tinggi
dibanding dengan jenis tanaman pangan lainnya (Juanda dan Cahyono, 2000).
Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif yaitu melalui biji dan secara
vegetatif melalui setek batang atau setek pucuk. Perbanyakan tanaman secara generatif
hanya dilakukan pada penelitian untuk menghasilkan varietas baru (Anonimous, 2007).

Tabel 1. Kandungan gizi umbi tanaman ubi jalar setiap 100 g bahan yang dapat dimakan
Jenis Zat
Air
Serat kasar
Kalori
Protein
Fe (zat besi)
Na (Natrium)
Ca (zat Kalsium)
P (fosfor)
Vitamin A
Vitamin B1
Vitamin B2
Niacin
Vitamin C
Abu
Lemak
Karbohidrat
Gula
Amilosa

Jumlah Kandungan
70 g
0.3 g
113 kal
2-3 g
1.0 mg
5 mg
46 mg
49 mg
7100iu
0.08 mg
0.05 mg
0.9 mg
20 mg
1-2 g
0.7 g
27.9 g
2-6.7 g
9.8-26 g

Sumber : Tsou, dkk. (1989) dalam widowati (1994), dan direktorat Gizi (1967)

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Perbanyakan tanman ubi jalar dimulai pada tahap awal dengan menanam turusturus. Perbanyakan dengan menggunakan turus sudah banyak yang berhasil Turus harus
mengandung paling sedikit satu buku, kemudian diletakkan pada medium yang lembab,
yamg bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan akar (Goldsworthy and Fisher, 1984).
Menurut Juanda dan Cahyono (2005) menyatakan bahwa bahan setek untuk
tanaman ubi jalar dilakukan penyimpanan selama 1-7 hari ditempat yang teduh atau
terhindar dari sinar matahari langsung.
Penyimpanan bahan setek pada tempat yang lembab bertujuan untuk
mempercepat pertumbuhan akar, jika akar semakin cepat muncul akan mempengaruhi
pertumbuhan tanaman atau munculnya tunas. Akar dari tanaman ubijalar berfungsi
sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis. Semakin cepat terbentuknya akar akan
menentukan jumlah akar umbi. Menurut literature Goldsworthy and Fisher ( 1984)
mengatakan bahwa jumlah akar umbi ditentukan pada 30 hari pertama setelah
penanaman.
Dalam penyimpanan perlu diperhatikan temperatur dan kelembaban, temperatur
yang tinggi pada saat penyimpanan akan mengakibatkan kerusakan pada bahan tanaman.
Karena akan memperbesar terjadinya penguapan zat cair. Umumnya temperatur
penyimpanan dipengaruhi langsung oleh temperatur udara pada tempat penyimpanan.
Temperatur dan kandungan air yang tinggi akan meningkatkan kegiatan respirasi benih
dan menghasilkan panas serta CO2. Selain terjadi akumulasi panas didalam tempat
penyimpanan akibat hasil respirasi tersebut, terjadi pula kondensasi pada permukaan
bahan tanaman sehingga titik-titik air akan diserab oleh bahan tanaman tersebut.
Kandungan air yang tinggi

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

akan meningkatkan kegiatan enzim-enzim yang mana akan mempercepat terjadinya


respirasi, sehingga perombakan cadangan makanan makain besar (Sutopo, 1988).
Kehilangan air dari daun bisa mengurangi kandungan air setek sehingga akan
mempersulit pertumbuhan dan perkembangan setek. Untuk mengurangi kehilangan air
dari bahan setek dilakukan dengan memelihara keadaan lingkungan setek (Hardmann,
Kester, Davies dan Geneve, 2002)
Dengan penyimpanan bahan setek dibungkus dengan daun pisang dan gedebok pisang
bertujuan untuk mengurangi terjadinya transpirasi dan evapotrasnpi dari bahan setek
tersbut.
Tanaman yang distresskan dengan penyimpanan akan dapat kembali normalkan
saat dilakukan penanaman, karena stress ini memiliki sifat reversible dengan
menyingkirkan stressnya, yang berarti tidak merusak. Tapi perlu diketahui jika stress
berlangsung lama dapat berakibat pada kerusakan sampai kematian. karena disebabkan
ketidakmampuan organisme tersebut untuk bersaing dengan tanaman yang lain (Harjadi
dan Yahya, 1997).
Tanaman yang mengalami stress dapat memperpendek pertumbuhan vegetatif
sehinnga mempercepat pertumbuhan generatif yaitu pemunculan bunga. Bahan setek ubi
jalar yang disimpan akan merangsang cepatnya inisiasi akar, sehingga memacu
pertumbuhan daun dan tunas-tunas baru. Semakin banyaknya daun akan mempengaruhi
fotosintesis dan perkembangan umbi.
Pemindahan tanaman dari suatu tempat ketempat lain merupakan pola paling
penting untuk mengembangkan pertanian di seluruh dunia. Keperluan akan

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

varietas unggul mendorong kita untuk mendatangkannya dari daerah lain. Untuk
mendatangkan suatu tanaman ke daerah baru pastinya menempuh jarak dan waktu yang
lama (Allard, 1960).
Ketahanan suatu tanaman akan menentukan kualitas dari tanaman tersebut,
tanaman yang mengalami perjalanan jauh akan mempengaruhi fisik dari tanaman
tersebut. Faktor-faktor fisik dipengaruhi oleh lingkungannya yaitu suhu, kelembaban
relatif dan cahaya. Faktor lingkungan tersebut akan berinteraksi dengan genotif tanaman
budidaya yang diintroduksi (Welsh, 1960).
Pada umumnya petani menggunakan bangian dari tanaman ubi jalar sebagai
bahan perbanyakan olek karena itu petani tidak mengintroduksi biji tetapi batang dari
tanaman tersebut. Perjalanan jauh dan waktu yang lama akan merusak bahan tanaman
tersebut. Untuk itu perlu diketahui berapa lama bahan setek dari tanaman ubi jalar
disimpan dan tempat penyimpanan yang baik tanpa mengurangi kualiatanya.
Dari hal diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh lama
dan cara penyimpanan bahan setek terhadap tertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar
(Ipomea batatas L).

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan cara penyimpanan
bahan setek terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Hipotesa Penelitian

50. Lama penyimpanan bahan setek berpengaruh terhadap pertumbuhan dan


produksi tanaman ubi jalar.

51. Cara penyimpanan bahan setek ubi jalar berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan produksi tanaman ubi jalar.
52. Interaksi antara lama penyimpanan dengan tempat penyimpanan berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubijalar.

Kegunaan Penelitian

53. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

54. Sebagi bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman
Para ahli taksonomi meggolongkan tanaman ubi jalar sebagai berikut:
Divisio
: Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Class
: Dicotyledoneae
Family
: Convolvulaceae
Genus
: Ipomea
Species
: Ipomea batatas (L) Lam
(Rukmana, 2001)
Tanaman ubi jalar adalah tanaman dikotil termasuk keluarga convolvulaceae yang
memiliki dua tipe akar, yaitu akar penyerap hara disebut akar sejati dan akar penyimpan
energi hasil fotosintesis yang disebut umbi. Akar serabut dapat tumbuh di kedua sisi tiap
ruas pada bagian batang yang bersinggungan dengan tanah (Sarwono, 2005).
Ubi jalar berbatang lunak, berbentuk bulat, dan teras bagian tengah bergabus,
batang ubi jalar beruas-ruas dan panjang ruas antara 1 - 3 cm dan setiap ruas ditumbuhi
daun, akar, dan tunas atau cabang. Panjang batang utama beragam tergantung varietasnya,
yakni berkisar 2 - 3 meter untuk varietas ubi jalar merambat dan 1 - 2 meter untuk
varietas ubi jalar tidak merambat (Juanda dan
Cahyono, 2000).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Daun ubi jalar berbentuk bulat, menyerupai jantung (hati) atau seperti jari tanga,
tertopang tangkai yang tegak. Tipe daun bervariasi antara rata, berlekuk dangkal dan
menjari, ujung daun runcing atau tumpul. Warna daun bervariasi dari hijau tua sampai
hijau kekuningan, warna tangkai daun dan tulang daun antara hijau sampai ungu, sesuai
warna batangnya (Sarwono, 2005).
Tanaman ubi jalar yang sudah berumur kira-kira 3 minggu setelah tanam
biasanya sudah membentuk umbi. Bentuk umbi biasanya bulat sampai lonjong dengan
permukaan rata sampai tidak rata. Kulit umbi berwarna putih, kuning, ungu atau ungu
kemerah-merahan tergantung jenisnya. Struktur kulit umbi bervariasi antara tipis sampai
dengan tebal, dan biasanya bergetah, daging umbi berwarna putih, kuning, atau jingga
sedikitungu (Rukmana, 2001).
Buah pada tanaman ubi jalar berkotak tiga. Buah akan tumbuh setelah terjadi
penyerbukan. Satu bulan setelah terjadi penyerbukan, buah ubi jalar sudah masak. Di
dalam buah banyak berisi biji yang sangat ringan. Biji buah memiliki kulit yang keras.
Biji-biji tersebut dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif untuk
menghasilkan varietas ubi jalar yang baru ( Juanda dan Cahyono, 2000).
Mahkota bunga menyatu berbentuk terompet, berdiameter 3 - 4 cm, berwarna
merah jambu pucat dengan leher terompet kemerahan, ungu pucat atau ungu, menyerupai
warna bunga 'mekar pagi'. Biji terbentuk dalam kapsul, sebanyak 1-4 biji. Biji matang
berwarna hitam, bentuknya memipih, dan keras, dan biasanya membutuhkan pengausan
(skarifikasi) untuk membantu perkecambahan

(Rubatzky dan Yamaguchi, 1995).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Syarat Tumbuh

Iklim
Tanaman ubi jalar cocok dibudidayakan di daerah yang memiliki suhu yang
tinggi pada siang maupun malam hari, umumnya intensitas cahaya tinggi dan hari
panjang yang mendukung pertumbuhan tajuk (Rubatzky dan Yamaguchi, 1995).
Daerah yang paling ideal untuk mengembangkan ubi jalar adalah
daerah bersuhu antara 21 - 27 C, yang mendapat sinar matahari 11-12
jam/hari, berkelembaban udara (RH) 50%-60%, dengan curah hujan 750 mm
- 1500mm pertahun. Pertumbuhan dan produksi optimal untuk usaha ubi jalar pada
musim kering (kemarau) (Rukmana, 2001).

Tanah
Tanaman ubi jalar tidak tahan terhadap genangan air, tanah yang becek atau
berdrainase buruk akan mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil, daun menguning dan
umbi membusuk. Tanaman ubi jalar dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) 4,5-7,5,
tetapi yamg optimal untuk pertumbuhan umbi pada pH 5,5-7. Sewaktu muda tanaman
membutuhkan kelembaban tanah yang cukup
(Sarwono, 2005).
Sifat fisik tanah yang baik mempengaruh peningkatan peredaran oksigen, oksigen
yang tersedia di dalam tanah mendukung aktivitas mikroorganisme didalam tanah. Sifat
fisika tanah yang gembur memudahkan perakaran tanaman berkembang dengan baik
sehingga pertumbuhan tanaman pun menjadi baik pula.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tanaman ubi jalar yang tumbuh dengan baik akan menghasilkan umbi yang banyak,
bentuknya bagus dan permukaan umbi yang rata (Juanda dan Cahyono, 2000).
Ubi jalar menyukai tanah liat berpasir remah yang berdrainase baik, dengan
aerase yang memadai. Pemadatan tanah berpengaruh buruk terhadap bentuk dan ukuran
umbi (Rubatzky dan Yamaguchi, 1995).

Penyediaan Bibit
Perkembangbiakan tanaman ubi jalar dapat dilakukan secara generatif (biji) dan
secara vegetatif (batang, pucuk, dan umbi). Pembiakan ubi jalar secara generatif
umumnya hanya dilakukan untuk pemuliaan tanaman dan pembiakan tanaman ubi jalar
dengan setek batang, setek pucuk dan setek umbi dilakukan para petani
(Juanda dan
Cahyono, 2005).
Perbanyakan dengan menggunaan potongan umbi adalah yang paling umum dan
merupakan satu-satunya yang dilakukan dalam produksi umbi komersial. Perbanyakan
melalui potongan kuncup eram (bulbil) adalah sangat serupa dengan yang melalui umbi.
Dua metode perbanyakan vegetatif ubi lainnya yang baru-baru ini meningkat peranannya
adalah perbanyakan melalui turus batang dan budidaya jaringan (Goldsworthy dan Fisher,
1984).
Pada umumnya ubi jalar diperbanyak dengan setek yaitu bangian batangnya yang
akan digunakan untuk bibit. Bibit yang diperoleh dari ujung batang merupakan bibit
tanaman yang paling bagus (Lingga, Djazuli, dan Dimiyati, 1989).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Bahan tanaman dari tunas-tunas umbi jauh sebelumnya harus dilakukan


pemilihan umbi yang umumnya cukup tua, keadaan umbi sehat, dan berukuran minimal
sebesar telur ayam. Umbi tersebut ditanam pada lahan khusus penunasan, setelah
berumur 2 bulan dipindahkan dengan cara pemotongan bahan tanaman (Rukmana, 1997).
Didaerah iklim sedang umbi digunakan untuk menghasilkan bibit. Hal ini
memerlukan jumlah umbi yang sangat besar, yang sebetulnya bisa dikonsumsi. Ubi kecil,
yang tidak sesuai untuk dipasarkan kadang digunakan tanam langsung dilapang.
(Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Bahan tanaman (setek) dapat berasal dari tanaman produksi dan dari tunas-tunas
ubi yang secara khusus disemai atau melalui proses penunasan. Perbanyakan tanaman
dengan setek batang atau setek pucuk secara terus-menerus mempunyai kecenderungan
penurunan hasil pada generasi-generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3 - 5
generasi perbanyakan harus diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi
untuk bahan perbanyakan (Anonimous, 2006).
Bibit ubi jalar yang ditanam dikebun harus dipilih dari jenis bibit ubi jalar yang
baik. Untuk mendapat bibit ubi jalar yang baik harus dilakukan penyeleksian yang ketat
dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
55. Bibit berasal dari ubi jalar varietas unggul
56. Bibit yang berasal dari setek batang atau setek pucuk harus sudah berumur
minimal 2 bulan atau lebih, dan dari tanaman yang sehat, dan pertumbuhannya
baik. Setek dapat diambila dari pertanaman dikebun atau persemaian khusus.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

57. Panjang setek batang atau setek pucuk adalah 25 cm, yang ruas-ruasnya rapat dan
buku-bukunya belum tumbuh akar.

58. Setek telah mengalami penyimpanan 1-7 hari.


59. Setek tidak berasal dari perbanyakan tanaman yang lebih dari tiga generasi
karena hasilnya sudah menurun.
(Juanda dan Cahyono, 2000).

Penyimpanan Bahan Setek


Bahan setek disimpan dengan tujuan agar tanaman tersebut mengalami stress,
sehingga daun akan mengalamai pelayuaan. Menurut Dwidjoseputro (1985) pada daundaun yang mulai layu, kita ketahui adanya respirasi yang lebih giat disebabkan oleh
bertambahnya gula yang terbentuk dan timbunan tepung, dan hal ini mempengaruhi
aktivitas enzim.
Pada saat penyimpanan akan terjadi inisiasi akar. Inisiasi terjadi sesudah bagian
batang atau cabang dipotongan, di daerah bekas potongan tersebut menjadi luka, yang
mana akar adventif selalu terjadi pada bagian tanaman yang bersifat meristematik. Pada
luka ini terjadi diferensiasi sel kembali (Ashari, 2006).
Jika suatu jaringan terluka tampaklah respirasi lebih giat sebagai manifestasi
aktivitas sel-sel parenkim yang berusaha menutupi luka tersebut (Goldsworthy and Fisher,
1984).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah


suhu, ketersediaan air, cahaya, komposisi udara. Pada suhu yang tinggi maka laju
transpirasi akan meningkat akibatnya jaringan tanaman mengalami hidrasi. Pertumbuhan
tanaman sangat tergantung kepada jumlah air yang tersedia didalam tanah. Pertumbuhan
akan dibatasi oleh kandungan air sangat rendah maupun kandungan air sangat tinggi. Air
dibutuhkan tanaman untuk membuat karbohidrat didaun, untuk menjaga hidarasi
protoplasma, dan sebagai pengangkutan dan mentranslokasi makanan-makanan dan
unsure-unsur mineral. Tegangan air internal (di dalam sel) mengakibatkan reduksi
pembelaan dan perpanjangan sel. Peningkatan suplai air kedalam tanah menghasilkan
serapan hara cenderung meningkat oleh tanaman. Jika penyediaan air cukup didalam
tanah, maka pupuk yang diberi terpakai secara optimal (Nyakpa, Lubis, Pulung, Amrah,
Munawar, Hong, dan Hakim , 1988).
Sistem perakaran tanaman lebih dikendalikan oleh factor genetis dari tanaman
yang bersangkutan, tetapi telah dibuktikan juga bahwa sistem perakaran tanaman tersebut
dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah atau tempat tumbuh tanaman. Pertumbuhan system
perakaran tanaman ini akan menyimpang dari kondisi idealnya, jika kondisi tanah tanah
sebagai tempat tumbuhnya tidak pada kondisi optimal. Sebagai contoh jika lapisan
tanahnya terdapat lapisan tumbuhan secara horizontal menyebar di atas tanah tersebut
(Lakitan, 2000).
Akar-akar adventif berkempang pada pada tahap awal dari buku - buku dekat
penempelan daun pertama yang berkembang sempurna. Jumlah akar yang

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan


terbentuk mencapai suatu maksimum pada 10 - 15 hari setelah pertanaman. Kondisi
lingkungan selama pertumbuhan awal mempengaruhi bangian akar yang terbentuk dalam
masing-masing golongan. Suhu dingin (220 - 24o c) dan persediaan kalium yang cukup
menyebabkan aktivitas yang cepat dalam pembentukan lignin akar sedikit (Goldsworthy
and Fisher, 1992).
Pada tumbuhan berkayu meristem samping (kambium) menghasilkan xilem
sekunder yang menyebabkan diameter batang dan akar membesar. Pembesaran ini
diakibatkan dari pengambilan air oleh sel yang kemudian merenggangkannya. Sel
menyerap air lalu membesar akibat aktivitas metabolic sel (turgor) menyebabkan
terjadinya petumbuhan dengan cara mendorong dingding dan membran untuk melar
(Salisbury ara/Ross, 1992).
Kemampuan tanaman untuk menggunakan air secara efisien dan menghindarkan
pengaruh yang merusakkan dari stress air tergantung atas tahap perkembangan. Sebagai
contoh dalam beberapa penelitian telah ditemukan bahwa tanmaman sangat sensitive
terhadap stress air pada permulaan fase reproduktif tetapi relatif tidak sensitive selama
pertumbuhan vegetatif (Fitter andHay, 1991).
Cahaya mempengaruhi pembentukan akar umbi, intensitas cahaya rendah
menurunkan baik aktivitas kambium maupun pembentukan lignin dan menunda
perkembangan. Sitokinin nampaknya memegang peranan dalam perkembangan umbi
melalui percepatan pembelahan dan pembesaran sel. Sementara akar berkembang
kandungan sitokininnya meningkat sebanding dengan kenaikan umbi (Goldsworthy and
Fisher, 1992).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pertumbuhan umbi karena pembelahan dan pembesaran sel yang terus menerus.
Pembentukan umbi akibat mobilitas karbohidrat kepangkal daun-daun muda. Menurut
Beath dan Roldsworth (1984) disini terjadi penghambatan pertumbuhan meristemmeriatem apical dan akar, umumnya bersama-sama dengan penghentian pembelahan sel
dan mulai penggelembungan kearah lateral dipangkal daun-daun muda (Thomson and
Kelly, 1957).
Untuk pembentukan umbi dipengaruhi oleh masa pencahayaan hari
pendek ( tanaman hari pendek). Pembentukan umbi dirangsang oleh hari yang
panjang. Stimulus untuk pembentukan umbi maupun terbentuk didaun-daun dan
diangkut kebangian yang bersangkutan. Aukxin merangsang pembentukan umbi.
Pembesaran
umbi
terjadi
karena
pembelahan sel
(Heddy, SusantoJaw Kurniaty , 1994).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

BAHAN DAN METODE

Tempat dan waktu Penelitian

Penelitian telah dilakukan di daerah Sempakata kotamadya Medan dengan


ketinggian 25 m di atas permukaan laut. Penelitian dilakukan awal bulan Juni sampai
awal bulan Oktober 2007.

Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan setek pucuk ubi jalar
sebagai bahan tanaman, pupuk urea, TSP, KCL sebagai sumber hara bagi tanaman,
gedebog pisang dan daun pisang sebagai tempat penyimpanan setek dan bahan-bahan lain
yang mendukung penelitian ini.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul untuk membersihkan
dan megolah tanah, pisau untuk memotong bahan setek, gembor untuk menyiram
tanaman, timbangan untuk menimbang berat umbi, meteran untuk mengukur pertambahan
tinggi tanaman, pacak perlakuan untuk menandai perlakuan, alat tulis untuk mencatat
data-data yang diamati dan alat yang mendukung dalam penelitian ini.

Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) factorial dengan dua factor perlakuan yaitu:

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

I . Faktor lama penyimpanan bahan setek (B) yang terdiri dari empat taraf yaitu Bi =
langsung tanam B2 = 4 hari B3 = 8 hari B4 = 12 hari
II. Faktor Tempat penyimpanan bahan setek (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu
T1 = Kontrol (tanpa dibungkus)
T2 = Dibungkus dengan daun pisang
T3 = Dibungkus dengan gedebok pisang
Sehingga diperoleh 12 perlakuan kombinasi
B1T1 B2Ti
B1T2 B2T2
B1T3 B2T3

Jumlah ulangan
Jumlah kombinasi
Ukuran plot
Jarak antar plot
Jarak tanam
Jumlah plot
Jumlah tanaman per plot
Jumlah tanaman sampel
Jumlah total tanaman sampel
Jumlah tanaman seluruhnya

B3T1

B4T1

B3T2

B4T2

B3T3

B4T3

= 3 ulangan
= 12 kombinasi
= 300 cm X 280 cm
= 40 cm
= 100 cm x 40 cm
= 30 plot
= 9 tanaman
= 2 tanaman
= 60 tanaman
= 270 tanaman

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Adapun metode analisa penelitian yang digunakan adalah: Yijk =

M + PI + j + p k + (aP )jk + Dimana:


Yijk

: Hasil pengamatan pada blpk ke-I yang mendapat perlakuan waktu

penanaman bahan setek pada taraf ke-j dan cara penyimpanan


bahan setek-k
LI

Pi
aj
Pk
(aP)jk

Syk

: Nilai tengah yang sebenarnya


: Pengaruh ulangan pada taraf ke-j
: Pengaruh waktu penanaman bahan setek pada taraf ke -j
: Tempat penyimpanan bahan setek pada taraf ke-k
: Pengaruh interaksi perlakuan waktu penanaman bahn setek pada taraf ke -j dan
cara penyimpanan bahan setek pada taraf ke -k
: Gal at

Data hasil penelitian pada perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan
uji beda rataan uji jarak dunkan (DMRT) dengan taraf 5 % (Bangun, 1991).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pelaksanaan Penelitian

Adapun kegiatan - kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini


adalah:
Penyiapan Bibit
Tata cara penyiapan bahan tanaman (bibit) ubi jalar dari tanaman produksi adalah
sebagai berikut:
Di pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih yang
keadaan pertumbuhannya sehat dan normal. Bahan setek terdiri dari empat
buku, pengambilan bahan setek dilakukan
pada pagi hari dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam,
dihindarkan setek dari batang yang telah keluar akar karena hasilnya
kurang bagus.
Setek ubi jalar dikumpulkan dan diikat sesuai dengan kebutuhan kemudian di
simpan, lama penyimpanan disesuaikan dengan perlakuan.

Penyimpanan Bahan setek


Bahan setek disimpan pada tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari
langsung dengan suhu rata-rata 28.5 0 C. Peyimpanan bahan setek disesuaikan dengan
perlakuan. Sebelum bahan setek tersebut dibungkus terlebih dahulu diikat dengan tali,
diusahkan agar ikatannya tidak ketat atau longgar agar tidak rusak.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Penyiapan Lahan dan Pengolahannya

Penyiapan lahan dengan tanah diolah terlebih dahulu. Dibersihkan dari gulma,
kemudian di cangkul hingga gembur. Kemudian dibuat bedengan, arah bedengan timurbarat agar cahaya matahari dapat menyebar secara merata. Bedengan berukuran lebar 60
cm, tinggi 30 cm, panjang 160 cm dan jarak antar bedengan 40 cm Selanjutnya dibuat
saluran drainase pada pinggir lahan pada tempat yang paling rendah dengan lebar 80 cm
dengan dalam lebih rendah dari lahan, kemudian dibiarkan selama satu minggu.
Pada bedengan yang telah dibuat selanjudnya dilakuakan pembuatan lubang

Penanaman

tanam sepanjang puncak bedengan dengan cangkul sedalam 10 cm dengan jarak tanam
atau antar lubang 40 cm. Penanaman bahan setek disesuaikan dengan perlakuan yaitu
lama penyimpanan bahan setek dan tempat penyimpanan. Penanaman bibit setek ubi jalar
dilakukan dengan posisi mendatar. Pangkal setek ditanam sedalam 10 cm (2/3 bagian
terbenam) sehingga tinggal bagian pucuk setek (1/3 bagian) yang menyempul
kepermukaan tanah. Selanjutnya tanah didekat pangkal setek dipadatkan. Kemudian
dilakukan pemupukan pupuk fosfat (P) (Juanda dan Cahyono, 2000).

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pemeliharaan

Adapun pemeliharaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah ; penyulaman,


penyiraman, penyiangan dan pembumbunan, pengangkatan batang, pemupukan,
pengendalian hama dan penyakit, dan panen

a. Penyulaman

Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 minggu, jika ada bibit yang
mati atau pertumbuhannya tidak bagus.

60.

Penyiraman

Pada hakekatnya tanaman ubi jalar tidak tahan terhadap air yang banyak, oleh
karena itu penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi dilapangan.

61.

Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan dan pembumbunan bertujuan untuk memelihara kebersihan dari


rerumputan (gulma) yang mengganggu tanaman ubi jalar dan memperbaiki struktur tanah
agar tetap gembur. Penyiangan dilakukan pada saat gulma masih muda agar tidak
menimbulkan kerusakan akar tanaman ubi jalar. Penyiangan dapat dilakukan secara
manual, yaitu dengan dicabut. Pembersihan rumput pada selokan dilakukan dengan
menggunakan cangkul sekalian memperbaiki selokan.
Pembumbunan tanaman ubi jalar dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam,
kemudian pembumbunan diulang pada saat tanaman berumur 50-60 hari setelah tanam.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

d. Pengangkatan batang

Pengangkatan batang bertujuan untuk mencengah terbentuknya umbi-umbi kecil


pada ruas-ruas batang. Pengangkatan atau pembalikan batang dilakukan pada umur 60-70
hari setelah tanam atau dilakukan berdasarkan pengamatan adanya akar yang tumbuh
pada ruas-ruas batang.

e. Pemupukan
Pemupukan pupuk phospat dilakuakn pada waktu tanam, sedangkan waktu
pemupukan pupuk nitrogen dan kalium diberikan pada 7 hari setelah tanam yaitu 1/3
dosis dan 42 hari setelah tanam yaitu 2/3 dosis. Adapun pupuk yang dibutuhkan tanaman
ubi jalar adalah : urea (422 kg), SP (165 kg) dan KCL (618 kg).

f. Pengendalian hama dan penyakit


Pada penelitian ini pengendalian hama dan penyakit tidak dilakukan, karena dari
hasil pengamatan dilapangan tanaman ubi jalar tidak diserang hama dan penyakit.

Panen
Tanaman ubi jalar dipanen setelah berumur 4 bulan. Pemanenan dilakukan
dengan cara menyabit dan memotong batang ubi jalar lalu menggali guludan dengan hatihati jangan sampai umbinya rusak lalu dikumpulkan dan ditimbang.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pengamatan Parameter

Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan panjang


tanaman (cm), tumbuhnya tunas (hari), jumlah cabang (cabang), umur berbunga (hari),
jumlah umbi pertanaman sample (umbi), berat umbi pertanaman sample (kg), berat umbi
perplot (kg), diameter umbi (cm) dan panjang umbi (cm).

a. Pertambahan Panjang Tanaman (cm)


Pertambahan panjang tanaman diukur dengan menggunakan meteran. Panjang
tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ke titik tumbuh tanaman. Pengukuran
panjang tanaman dilakukan 2 minggu setelah tanam. Pengamatan dilakukan dengan
interval 2 minggu sampai berakhirnya masa vegetatif ditandai dengan munculnya bunga.

62.

Tumbuhnya Tunas (hari)

Tumbuhnya tunas dapat diamati pada hari keberapa tunas dari tanaman tersebut
tumbuh. Pengamatan dilakukan apabila 75 % tanaman tersebut bertunas.

63.

Jumlah Cabang

Jumlah cabang dihitung dengan cara mengamati berapa banyak cabang yang
tumbuh dari batang tanaman. Cabang yang diamati adalah cabang yang tumbuh dari
batang utama. Pengamatan dilakukan sekali yaitu pada waktu panen.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

d.Umur Berbunga (hari)

Pengamatan dilakukan apabila tanaman yang berbunga 75 % dari jumlah


keseluruhan.

64.

Jumlah Umbi Pertanaman Sampel (buah)


Jumlah umbi dihitung dengan cara mengamati berapa banyak umbi yang
terbentuk dari akar tanaman. Umbi yang diamati adalah umbi yang terbentuk pada akar
batang utama (setiap akar yang sudah membentuk umbi) sedangkan umbi yang terbentuk
pada batang yang menjalar tidak termasuk

65.

Berat Umbi Pertanaman Sampel (kg)

Berat umbi pertanaman sample dihitung dengan cara menimbang berat umbi
pertanaman. Umbi tanaman sebelum ditimbang dibersihkan terlebih dahulu dari tanah.

66.

Berat Umbi Perplot (kg)

Berat umbi perplot dihitung dengan cara menimbang berat umbi perplot, .
sebelum ditimbang umbi tanaman dibersihkan terlebih dahulu dari tanah.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

h.Diameter Umbi (cm)


Diameter umbi diambil dari pengukuran diameter pangkal ditambah diameter
bagian ujung lalu dirata-ratakan. Diameter umbi diukur dengan menggunakanjangka
sorong.

i. Panjang Umbi (cm)

Panjang umbi diambil dari pengukuran pangkal umbi sampai ujung umbi diukur
dengan menggunakan meteran.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Setelah dilakukan pengamatan mulai dari 2 minggu setelah tanam (MST) hingga
16 MST, maka diperoleh hasil penelitian yang akan dijelaskan dibawah ini.
Pertambahan Panjang (cm)

Hasil analisis data (pada lampiran 2, 4, 6, 8) menunjukkan bahwa perlakuan lama


penyimpanan berpengaruh terhadap pertambahan panjang tanaman. Juga dapat dilihat
bahwa media penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap pertambahan panjang
tanaman dan interaksi antara kedua perlakuan.
Pertambahan panjang tanaman ubi jalar pada masing-masing taraf perlakuan
dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel

2.

Taraf Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (cm).


Lama
Tempat Penyimpanan
Penyimpanan
Ti
T2
T3
Bi
72.55
72.55
72.55
B2
58.63
41.40
15.35
B3
49.55
44.50
56.97
B4
70.45
50.18
65.60
Rataan
62.80 a
52.16 a
52.62 a

Rataan
72.55 a
38.46 c
50.34 bc
62.08 ab
55.86

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan baris
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Pertambahan Panjang Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing


Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa pertambahan panjang tanaman yang tertinggi pada
perlakuan lama penyimpanan yaitu tanpa penyimpanan (B 1) sebesar

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tumbuhnya Tunas (hari)


72.55 berturut turut di ikuti penyimpanan 12 hari (B 4) sebesar 62.08 kemudian
penyimpanan 8 hari (B3) sebesar 50.34 dan yang terrendah pada penyimpanan 4 hari (B 2)
sebesar 38.46. Selanjutnya pada media penyimpanan pertambahan panjang tanaman yang
tertinggi pada taraf perlakuan kontrol (T 1) sebesar 62.80 kemudian dibungkus dengan
gedebog pisang (T3) sebesar 52.62 dan yang terrendah dibungkus dengan daun pisang (T 2)
sebesar 52.16.
Kurva respon pertambahan panjang tanaman dengan lama penyimpanan dapat
dilihat pada gambar 1.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

i
I
i

Y = 70.245 - 9.0812B + 0.7161B2 R2


= 0.8366 Y min = 41.45 padaB = 6.34

"
5
*
a.

i
"

1 80
70
60
50
40
30
20
10
0

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tumbuhnya Tunas (hari)


4 8 Lama Penyimpanan
(Hari)

12

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Gambar 1. Hubungan antara Pertambahan Panjang Tanaman dengan Lama Penyimpanan.

Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa hubungan pertambahan panjang tanaman pada
taraf perlakuan lama penyimpanan adalah kuadratik. Dimana pertambahan panjang
tanaman ubi jalar tertinggi pada tanpa penyimpanan dan menurun pada penyimpanan
selama 4 hari kemudian berturut-turut naik pada penyimpanan 8 dan 12 hari.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Hasil analisis data (pada lampiran 10) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan berpengaruh terhadap tumbuhnya tunas. Juga dapat dilihat bahwa media
penyimpanan tidak berpengaruh terhadap tumbuhnya tunas dan interaksi antara kedua
perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap tumbuhnya tunas
Tumbuhnya tunas tanaman ubi jalar pada masing-masing taraf perlakuan dapat
dilihat pada tabel 3.
Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (hari).
Lama
Tempat Penyimpanan
Penyimpanan
Ti
T2
T3
Bl
7.33
7.33
7.33
B2
6.33
4.67
4.67
B3
5.00
4.67
5.00
B4
5.00
4.67
4.67
Rataan
5.92 a
5.33 a
5.42 a

Kataan
7.33 a
5.22 b
4.89 be
4.78 c
5.56

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan bans
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi
yang sama menunjukkan beda tidak nyata.

Tabel 3. Tumbuhnya Tunas Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf


Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa tumbuhnya tunas tercepat pada penyimpanan 12
hari (B4) sebesar 4.78 hari berturut - turut di ikuti penyimpanan 8 hari (B 3) sebesar 4.89
hari kemudia penyimpanan 4 hari (B 4) sebesar 5.22 hari dan yang tertinggi pada taraf
perlakuan tanpa penyimpanan (B1) sebesar 7.33 hari. Selanjutnya juga dapat dilihat pada
media penyimpanan tumbuhnya tunas yang tertinggi pada taraf perlakuan kontrol (T 1)
sebesar 5.92 hari kemudian dibungkus dengan gedebog pisang (T 3) sebesar 5.42 hari dan
yang terrendah pada taraf perlakuan media penyimpanan dibungkus dengan daun pisang
(T2) sebesar 5.33 hari.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Kurva respon tumbuhnya tunas tanaman ubi jalar dengan lama penyimpanan

Y = 7.2556 - 0.575B + 0.0313B2 R2 = 0.972

Gambar 2. Hubungan antara Tumbuhnya tunas dengan Lama Penyimpanan


dapat dilihat pada gambar 2.
Dari gambar 2 dapat dilihat bahwa hubungan antara lama penyimpanan dengan
perlakuan lama penyimpanan adalah kuadratik. Dimana semakin lama bahan setek
disimpan maka semakin cepat tumbuhnya tunas tanaman ubi jalar.
Jumlah Cabang (cabang)

Hasil analisis data (pada lampiran 12) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan dan tempat penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap jumlah
cabang. Selanjutnya juga dapat dilihat bahwa perlakuan lama penyimpanan dan media
penyimpanan tidak ada interaksi terhadap jumlah cabang.
Jumlah cabang tanaman ubi jalar pada masing-masing taraf perlakuan dapat
dilihat pada tabel 4.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 50. Jumlah Cabang Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf
__________Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (Cabang).__________________

Lama
Penyimpanan
B1
B2
B3
B4
Rataan

T1
3.17
3.00
3.17
3.50
3.21 a

Tempat Penyimpanan
T2
3.17
3.17
2.67
3.17
3.04 a

Rataan
3.17
3.00
3.00
2.83
3.00 a

3.17 a
3.06 a
2.94 a
3.17 a
3.08

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan baris
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa jumlah cabang pada perlakuan lama
penyimpanan yang tertinggi pada tanpa penyimpanan (Bi) dan penyimpanan 12
hari (B4) sebesar 3.17 cabang dan diikuti B2 sebesar 3.06 cabang, yang terrendah
pada penyimpanan 8 hari (B3) sebesar 2.94 cabang. Selanjutnya pada media
penyimpanan yang tertinggi pada taraf perlakuan kontrol (Ti) sebesar 3.21 cabang
kemudian dibungkus dengan daun pisang (T2) sebesar 3.04 cabang dan yang
terrendah dibungkus dengan gedebog pisang (T3) sebesar 3.00 cabang.

Umur Berbunga (hari)


Hasil analisis data (lampiran 14) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan dan berbagai media penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap
umur berbunga. Selanjutnya juga dapat dilihat bahwa perlakuan lama penyimpanan dan
berbagai media penyimpanan tidak ada interaksi terhadap umur berbunga.
Umur berbunga tanaman ubi jalar pada masing-masing taraf perlakuan dapat
dilihat pada tabel 5.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 51. Umur berbunga Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf
__________Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (hari)._____________________

Lama
Penyimpanan
B1
B2
B3
B4
Rataan

T1
71.00
75.00
74.67
81.00
75.42 a

Tempat Penyimpanan
T2
71.00
73.67
79.00
95.00
79.67 a

Rataan
71.00
75.67
79.33
87.00
78.25 a

71.00 c
74.78 bc
77.67 b
87.67 a
77.78

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan baris
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa pada perlakuan lama penyimpanan, umur
berbunga tertinggi terdapat pada taraf perlakuan penyimpanan 12 hari (B 4) sebesar 87.67
hari, diikuti oleh penyimpanan 8 hari (B3) sebesar 77.67 hari dan penyimpanan 4 hari B 2
sebesar 74.78 hari dan yang tercepat pada perlakuan tanpa penyimpanan (Bi) sebesar
71.00 hari. Selanjutnya juga dapat dilihat pada media penyimpanan umur berbunga
tanaman ubi jalar yang tertinggi pada taraf perlakuan dibungkus dengan daun pisang (T 2)
sebesar 79.67 hari diikuti perlakuan dibungkus dengan gedebog pisang (T 3) sebesar 78.25
hari dan yang terrendah pada perlakuan kontrol (Ti) sebesar 75.42 hari.
Kurva respon umur berbunga tanaman ubi jalar dengan lama penyimpanan dapat
dilihat pada gambar 3.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10 0

y = 69.844+ 1.3222B r

= 0.9157

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 6. Jumlah umbi Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf

12

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lama Penyimpanan (Hari)

Gambar 3. Hubungan antara umur Berbunga dengan Lama Penyimpanan


Dari Gambar 3 dapat dilihat bahwa hubungan umur berbunga dengan lama
penyimpanan linier positip yang artinya semakin lama penyimpanan bahan setek maka umur
berbunga akan semakin lama juga.
Jumlah Umbi Pertanaman Sampel (umbi)
Hasil analisis data (lampiran 16) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan berpengaruh terhadap jumlah umbi dan media penyimpanan cenderung
tidak berpengaruh terhadap jumlah umbi. Selanjutnya juga dapat dilihat bahwa interaksi
diantara kedua perlakuan cenderung tidak berpengaruh terhadap jumlah umbi.
Jumlah umbi pertanaman sampel pada masing-masing taraf perlakuan dapat dilihat
pada tabel 6.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 6. Jumlah umbi Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf

Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (umbi).


Lama
Tempat Penyimpanan
Penyimpanan
T1
B1
3.83
3.83
3.83
B2
2.50
3.33
2.67
B3
2.50
3.17
2.33
B4
2.67
2.83
2.17
Rataan
2.88 a
3.29 a
2.75 a

Rataan
3.83 a
2.83 b
2.67 cb
2.56 d
2.97

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan baris
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi
yang sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa jumlah umbi pada perlakuan penyimpanan yang
tertinggi pada pada taraf perlakuan langsung tanam (Bi) sebesar 3.83 umbi, diikuti
perlakuan penyimpanan 4 hari (B2) sebesar 2.83 umbi dan penyimpanan 8 hari (B 3)
sebesar 2.67 umbi dan yang terrendah pada penyimpanan 12 hari (B 4) sebesar 2.56 umbi.
Selanjutnya pada perlakuan media penyimpanan jumlah umbi yang tertinggi pada taraf
perlakuan dibungkus dengan daun pisang (T 2) sebesar 3.29 umbi diikuti taraf perlakuan
kontrol(Ti) sebesar 2.88 umbi dan yang terrendah pada taraf perlakuan dibungkus dengan
gedebog pisang (T3) sebesar 2.75 umbi.
Kurva respon jumlah umbi pertanaman sampel dengan lama penyimpanan dapat
dilihat pada gambar 4.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

y = 3.5722 - 0.1B
r = - 0.7784

S 4.5

.= 4 3.5
a 3 2.5

2 1.5
1
0.5 0

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 6. Jumlah umbi Tanaman Ubi Jalar pada Masing-Masing taraf

4 8 Lama Penyimpanan

12

(Hari)

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Gambar 3. Hubungan antara Jumlah Umbi pertanaman sampel dengan Lama Penyimpanan

Dari Gambar 4 dapat dilihat bahwa hubungan jumlah umbi dengan lama
penyimpanan linier negatif yang artinya jumlah umbi pertanaman sample akan semakin
sedikit jika penyimpana semakin lama.
Berat umbi Pertanaman Sample (kg)
Hasil analisis data (lampiran 18) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan dan media penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap berat umbi
pertanaman sampel. Selanjutnya juga dapat dilihat bahwa perlakuan lama penyimpanan
dan media penyimpanan cenderung tidak ada interaksi terhadap berat umbi pertanaman
sampel
Berat umbi pertanaman sampel pada masing-masing taraf perlakuan dapat dilihat
pada tabel 7.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Tabel 59. Berat Umbi Pertanaman Sampel pada Masing-Masing Taraf


__________Perlakuan Lama dan Media Penyimpanan (kg).______________________

Tempat Penyimpanan
Lama Penyimpanan-------------------------------------------------------------- Rataan
__________________________Ti____________J.2 __________T3______________________
Bi
1.07
1.07
1.07
1.07 a
B2
0.85
0.83
1.05
0.91 a
B3
0.87
0.98
0.68
0.84 a
________B4_______________0_90___________105__________0.65__________0.87 a
Rataan
0.92 a
0.98 a
0.86 a 0.92
Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan baris
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 7 dapat kita lihat bahwa berat umbi pertanaman sampel pada taraf
perlakuan lama penyimpanan yang tertinggi pada tanpa penyimpanan (Bi) sebesar 1.07 kg
berturut-turut diikuti penyimpanan 4 hari (B2) sebesar 0.91 kg dan penyimpanan 12 hari
(B4) sebesar 0.87 kg dan yang terrendah pada penyimpanan 8 hari (B 3) sebesar 0.84 kg.
Selanjutnya pada perlakuan media penyimpanan berat umbi pertanaman sample yang
tertinggi pada taraf perlakuan dibungkus dengan daun pisang (T 2) sebesar 0.98kg
kemudian pada taraf perlakuan kontrol (Ti) sebesar 0.92 kg dan terrendah pada taraf
perlakuan bungkus dengan gedebog pisang (T3) sebesar 0.86 kg.

Berat umbi perplot (kg)


Hasil analisis data (lampiran 20) menunjukkan bahwa perlakuan lama
penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap berat umbi perplot. Juga dapat
dilihat bahwa media penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap berat umbi
perplot, serta perlakuan lama penyimpanan dan media penyimpanan cenderung tidak ada
interaksi terhadap berat umbi perplot.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Berat umbi perplot pada masing-masing taraf perlakuan dapat dilihat pada
table 60.

Tabel 8. Berat Umbi Perplot pada Masing-Masing Taraf Perlakuan Lama


__________dan Media Penyimpanan (kg).______________________________________
Tempat Penyimpanan
Lama Penyimpanan---------------------------------------------------------------- Rataan
B1
B2
B3
B4

rx-i

11.43
10.57
9.35
8.40

rx-i rr-i

11.43
7.90
8.57
7.73

11.43
10.73
10.27
8.95

11.43 a
9.73 a
9.39 a
8.36 a

Rataan___________9.94 a__________8.91 a________10.35 a_________9.73


Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan bans
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 8 dapat kita lihat bahwa pada perlakuan lama penyimpanan berat umbi
perplot yang tertinggi pada taraf perlakuan tanpa penyimpanan (Bi) sebesar 11.43 kg
berturut-turut diikuti taraf perlakuan penyimpanan 4 hari (B 2) sebesar 9.73 kg dan
penyimpanan 8 hari (B3) sebesar 9.39 kg dan yang terrendah pada taraf perlakuan
penyimpanan 12 hari (B4) sebesar 8.36 kg. Selanjutnya pada perlakuan media
penyimpanan berat umbi perplot yang tertinggi pada taraf perlakuan dibungkus dengan
gedebog pisang (T3) sebesar 10.35 kg dan terrendah pada taraf perlakuan dibungkus
dengan daun pisang (T2) sebesar 8.91kg.

Diameter Umbi (cm)


Hasil analisis data (lampiran 22) menunjukkan bahwa perlakuan lama dan media
penyimpanan cenderung tidak berpengaruh terhadap diameter umbi. Selanjudnya
perlakuan lama penyimpanan dan media penyimpanan cenderung tidak ada interaksi
terhadap diameter umbi

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Diameter umbi pada masing-masing taraf perlakuan dapat dilihat pada


tabel 61.

Tabel 9. Diameter Umbi pada Masing-Masing Taraf Perlakuan Lama dan


__________Media Penyimpanan (cmi).________________________________________
Lama Penyimpanan
B1
B2
B3
B4
Rataan

T1
7.10
6.41
7.70
7.35
7.14 a

7.10
6.45
7.19
7.11
6.96 a

Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama

T3
7.10
6.92
6.42
7.25
6.92 a

Rataan
7.10 a
6.60 a
7.10 a
7.24 a
7.01

pada setiap kolom dan bans

menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 9 dapat kita lihat bahwa pada perlakuan lama penyimpanan diameter
umbi yang tertinggi pada taraf perlakuan penyimpanan 12 hari (B 4) sebesar 7.24 cm
berturut-turut diikuti tanpa penyimpanan (Bi) dan penyimpanan 8 hari (B 3) sebesar 7.10
cm dan yang terrendah pada taraf perlakuan penyimpanan 4 hari (B 2) sebesar 6.60 cm
dan. Selanjutnya pada perlakuan media penyimpanan diameter umbi yang tertinggi pada
taraf perlakuan kontrol (Ti) sebesar 7.14 cm dan terrendah pada taraf perlakuan
dibungkus dengan gedebog pisang (T3) sebesar 6.92 cm.
Panjang Umbi (cm)
Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan cenderung
tidak berpengaruh terhadap panjang umbi. Juga dapat dilihat bahwa media penyimpanan
cenderung tidak berpengaruh terhadap panjang umbi, serta perlakuan lama penyimpanan
dan media penyimpanan cenderung tidak ada interaksi terhadap panjang umbi.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Panjang umbi pada masing-masing taraf perlakuan dapat dilihat pada


tabel 62.

Tabel 10. Panjang Umbi pada Masing-Masing Taraf Perlakuan Lama dan
Media Penyimpanan (cm).
Lama
Rataan
Tempat Penyimpanan
Penyimpanan
T3
B1
8.47
8.47
8.47
8.47 a
B2
10.51
10.48
11.22
10.74 a
10.84
9.69
9.80
10.11 a
B4
11.64
10.96
10.41
11.00 a
Rataan
10.37 a
9.90 a
9.98 a
10.08
Keterangan: Angka-angka yang diikuti notasi yang tidak sama pada setiap kolom dan bans
menunjukkan beda nyata pada taraf 5 % dan angka-angka yang diikuti notasi yang
sama menunjukkan beda tidak nyata.

Dari tabel 10 dapat kita lihat bahwa pada perlakuan lama penyimpanan panjang umbi
yang tertinggi pada taraf perlakuan penyimpanan 12 hari B 4 sebesar 11.00 cm berturutturut diikuti penyimpanan 4 hari B2 sebesar 10.74 cm dan penyimpanan 8 hari (B3)
sebesar 10.11 dan yang terrendah pada taraf perlakuan tanpa penyimpanan (Bi) sebesar
8.47 cm. Pada perlakuan media penyimpanan rataan panjang umbi yang tertinggi pada
taraf perlakuan kontrol (Ti) sebesar 10.37 dan terrendah pada tempat penyimpanan
dibungkus dengan gedebog pisang (T3) sebesar 9.90 cm.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pembahasan
Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar.

Dari hasil analisa data secara statistik diperoleh bahwa perlakuan lama
penyimpanan berpengaruh nyata pada tumbuhnya tunas (hari), pertambahan panjang
tanaman umur 2, 4, 6 dan 8 MST, umur berbunga (hari) dan jumlah umbi pertanaman
sampel (umbi) dan berpengaruh tidak nyata pada jumlah cabang (cabang), berat umbi
pertanaman sampel (kg), berat umbi perplot (kg), diameter umbi (cm) dan panjang umbi
(cm).
Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada
umur 2-8 MST. Pada lama penyimpanan tinggi tanaman umur 8 MST yang tertinggi
(72.55 cm) pada perlakuan kontrol. Dari sini dapat kita lihat bahwa perlakuan tanpa
distreskan pertambahan tinggi tanaman lebih cepat daripada bahan setek yang distreskan.
Hal ini diduga karena proses metabolisme pada tanaman menjadi terganggu yang pada
akhirnya mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat. Sedangkan pada tanpa
perlakuan penyimpanan bahan setek, tanaman tidak mengalami stres sehingga proses
metabolisme pada tanaman berjalan dengan baik. Hasil fotosintesa sebagian ditranslokasi
keakar untuk menunjang pertumbuhan akar dan sebagian lagi kepucuk tanaman yang
menyebabkan pertumbuhan panjang tanaman. Hal ini didukung Harjadi (1996) yang
menyatakan jika suatu tanaman membentuk sel-sel baru, pemanjangan sel-sel tersebut
sebenarnya mengembangkan batang, daun dan sistem perakarannya. Menurut Gardner,
pearce dan Mitchell (1991) mengatakan pada meristem ujung

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

akar dan batang menghasilkan sel-sel baru sehingga tanaman bertambah tinggi atau
panjang.
Lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap umur tumbuh tunas, umur
tumbuh tunas yang tercepat pada perlakuan 12 hari penyimpanan selama 4.78 hari dan
terlama pada perlakuan tanpa penyimpanan selama 7.33 hari. Yang artinya semakin lama
penyimpanan maka akan membuat tanaman tersebut semakin stress dan mendorong cepat
mengeluarkan akar . Penyimpanan akan mengakibatkan daun berguguran, dengan
gugurnya daun akan mempercepat tumbuhnya tunas Terbentuknya akar pada saat
penyimpanan maka bahan setek tersebut ditanam dilapangan akan mempermudah
pembentukan tunas. Menurut Wilkins (1989) pembentukan tunas tergantung pada
munculnya akar. Dan menurut Wudianto (2002) mengatakan bahwa jumlah daun yang
banyak akan menghambat pertumbuhan akar setek, karena daun mengalami proses
penguapan yang besar, sehingga lebih bagus daun tidak ada.
Hal ini juga diduga jumlah kandungan auksin pada tanaman tinggi dan sitokinin
rendah sehingga mendorong pembentukan akar adventif. Hal ini sesuai dengan literatur
Ashari (2006) yang menyatakan sitokinin pada konsentrasi rendah akan mendorong kerja
auksin yaitu pembentukan akar adventif sedangkan pada saat auksin rendah akan
mendorong pertumbuhan tunas. Kebutuhan auksin itu terbukti dengan diperlukannya
faktor daun yang harus ada agar setek dapat membentuk akar (Gardner, dkk, 1991).
Menuru Hardmann (2002) sel - sel somatic yang dewasa mempunyai kemampuan
kembali untuk bersifat meristematis yang mempunyai kemampuna kembali untuk
membentuk tunas atau daun baru. Pada saat bahan tanaman

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

tersebut dipotong maka akan mulai terjadi inisiasi, pada daerah pemotongan itu akan
terjadi diferensisai (pembelahan sel).
Umur berbunga pada perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata, dengan
umur berbunga terendah pada perlakuan langsung tanam (71.00 hari) dan terlama pada
perlakuan 12 hari penyimpanan (87.67). Hal ini terjadi karena bunga yang muncul dari
batang utama. Biasanya tanaman yang menjalar bunga yang muncul pertama sekali dari
batang utama.
Pada parameter jumlah cabang memberikan pengaruh berbeda nyata, jumlah
cabang terbanyak pada perlakuan B4 (3.17) dan yang terrendah pada perlakuan B 3 yang
mana bahan tanaman disimpan 12 hari daun-daunnya sudah gugur maka akan
mempercepat pembentukan cabang dari kuncup-kuncup yang terbentuk, ini disebabkan
karena pada setiap tangkai daun ubi jalar mempunyai kuncup samping atau bakal tunas
yang selanjutnya dapat berkembang menjadi cabang. Hal ini sesuai dengan pendapat
Wargiono (1980) pada masa vegetatif setiap tangkai daun ubi jalar mempunyai kuncup
samping, kuncup tersebut akan berkembang pesat setelah tangkai daun gugur dan inilah
yang kita kenal sebagi cabang. Cabang dari ubi jalar dapat tumbuh melebihi batang
primer.
Harjadi (1982) menyatakan bahwa pembentukan cabang pada tanaman ubi jalar
seiring dengan pembentukan daun. Karena dari setiap tangkai daun akan membentuk
suatu cabang, tetapi tidak semua cabang tersebut dapat memanjang. Pembentukan cabang
akan berhenti bila tanaman ubi jalar membentuk bunga.
Penyimpanan bahan setek berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi. Perlakuan
teretinggi terdapat pada B1(3.83) dan terendah pada B4(2.56) yang

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

berarti semakin lama bahan tanaman disimpan maka akan mempengaruhi jumlah umbi
yang dihasilkan tanaman tersebut. Bahan setek pada langsung tanam lebih cepat
membentuk umbi karena akar yang tumbuh langsung berfungsi untuk calon akar umbi
sedangkan pada perlakuan disimpan 12 hari akar yang sudah terbentuk pada saat
penyimpanan tidak berfungsi untu pembentukan umbi karena akar-akar yang terbentuk
terkena cahaya. Menurut Juanda dan Cahyono (2000) akar yang terkena cahaya tidak
akan membentuk umbi sehingga akar-akar yang terbentuk pada saat penyimpanan tidak
mempengaruhi jumlah umbi.
Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) akar-akar adventif berkembang pada
tahap awal pada buku-buku dekat penempelan daun pertama yang berkembang sempurna.
Jumlah akar total yang terbentuk maksimum pada 1 0 - 1 5 hari setelah penanaman.
Kondisi lingkungan selama pertumbuhan awal mempengaruhi bagian akar yang terbentuk
dalam masing-masing golongan.
Perbedaan lama penyimpanan memberi pengaruh yang tidak nyata terhadap berat
umbi pertanaman sampel dan berat umbi perplot. Hal ini diduga karena pada perlakuan
langsung tanam jumlah umbi lebih banyak (3.83) sedangkan pada perlakuan disimpan 12
hari jumlah umbi yang terbentuk lebih sedikit (2.56). Sehingga diperoleh pada perlakuan
berat umbi pertanaman sampel pada perlakuan B 1 lebih tinggi (1.07) dan terrendah pada
perlakuan B3 (0.84) Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) perkembangan akar-akar
umbi tergantung jumlah dan ukuran sel. Peningkatan jumlah dan ukuran sel lebih cepat
pada umur 40 sampai 60 hari setelah penanaman.
Lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap diameter dan panjang umbi,
diameter umbi tertinggi pada B4 (7.24 cm) dan terrendah B2 (6.60cm)dan

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

panjang umbi yang tertinggi B4 11.00 cm) dan terrendah B 1 (8.47 cm) yang berarti
semakin lama penyimpanan maka mempengaruhi ukuran dari umbi tersebut.
Penyimpanan bahan tanaman akan mempengaruhi kualitas dari umbi. Hal ini diduga
karena pada perlakuan B4 jumlah umbi lebih sedikit sehingga diperoleh umbi lebih besar
dan panjang.
Pengaruh Media Penyimpanan Bahan Setek Ubi Jalar Terhadap Pertumbuhan dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar.
Perlakuan media penyimpanan berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan
panjang tanaman 2, 4, 6 dan 8 MST, tumbuhnya tunas, umur berbunga, jumlah cabang,,
jumlah umbi pertanaman sample, berat umbi pertanaman sample, berat umbi perplot,
panjang umbi dan diameter umbi.
Perlakuan media penyimpanan tidak mempengaruhi setiap parameter hal ini
diduga karena pertumbuhan tanaman tersebut terganggu bukan karena media dimana
bahan setek tersebut disimpan tetapi karena stressnya tanaman akibat penyimpanan yang
lama.
Pertambahan panjang tanaman tertinggi terdapat pada taraf perlakuan Ti (62.80
cm), tumbuhnya tunas tercepat terdapat pada taraf perlakuan Ti (5.92 hari). Hal ini diduga
karena keadaan lingkungan yang mana pada perlakuan tanpa penyimpanan tidak
mengalami gangguan pertumbuhan. Hal ini diduga karena pada saat penyimpanan hasil
fotosintesis mengalami penumpukan sehingga dapat digunakan untuk proses
pertumbuhan setelah ditanam. Selain itu juga pertumbuhan tanaman dipengaruhi keadaan
lingkungan. Menurut Nyakpa, dkk (1988) faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

adalah suhu, ketersediaan air, cahaya, komposisi udara. Menurut Lakitan (1996) faktor
lingkungan yang besar pengaruhnya dalam pemanjangan batang adalah suhu dan
intensitas cahaya. Suhu optimum untuk pemanjangan batang bervariasi gangguan jenis
tanaman.
Umur berbunga terlama pada taraf perlakuan T 2 (79.67 hari) yaitu dibungkus
dengan daun pisang dan yang tercepat pada tanpa dibungkus (T 1) sebesar 75.42.
Penyimpanan menutup dengan daun pisang akan membuat daun ubi jalar dan batangnya
lebih cepat layu dibanding yang disimpan pada gedebok pisang yang mana bahan setek
lebih segar tetapi daun lebih sedikit. Hal ini diduga pada perlakuan T 2 aktivitas hormon
terganggu. Menurut Lakitan perubahan tunas apical dari vegetatif menjadi tunas bunga
merupakan hasil dari aktivitas hormonal yang langsung pada tanaman tersebut yang
umumnya dirangsang oleh kondisi lingkungan tertentu, misalnya suhu dan perubahan
panjang hari.
Jumlah cabang terbanyak pada perlakuan Ti dan B 4 (3.21 cabang),jumlah umbi
pertanaman sample tertinggi terdapat pada taraf perlakuan T 2 (3.29 buah), berat umbi
pertanaman sampel tertinggi pada perlakuan T2 (0.98 kg), berat umbi perplot tertinggi
pada perlakuan T3 (10.35 kg), jumlah cabang dapat menguntungkan dan dapat pula
merugikan dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Secara umum pembentukan cabang
jika pada cabang-cabang tersebut akan dibentuk organ hasilnya; Sebaliknya akan
merugikan jika cabang-cabang tidak produktif, sehingga menjadi pesaing bagi organ hasil
dalam memanfaatkan fotosintat dihasilkan daun (Lakitan 1996)
Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) ukuran umbi pada dasarnya dilapangan,
sangat dipengaruhi oleh lingkungan pada 20 hari yang pertama setelah

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

penanaman. Peningkatan aerase tanah akan meningkatkan aktivitas pembelahan dan


pembesaran sel. Pada permulaan perkembangannya pernafasan oleh akar-akar umbi cepat
dan meninggkat kira-kira 25 persennya. Menurut Lakitan (1996) ukuran umbi pada
dasarnya tergantung pada aktivitas pembelahan sekunder yang terjadi pada semua sel
umbi tetapi laju pembelahan dan pembesaran sel tidak seragam tidak semua pada bagian
umbi.
Penyimpanan bahan setek pada tempat yang berbeda-beda tidak mempengaruhi
diameter umbi dan panajng umbi. Umbi yang paling panjang pada perlakuan Ti (10.37)
dan terpendek pada perlakuan T3 (9.98) sedangkan diameter umbi terbesar pada perlakuan
Ti (7.14 cm) dan diameter terkecil pada perlakuan T 3 (6.92). Untuk mendapatkan umbi
yang diameter kecil dan umbi yang panjang maka bahan setek disimpan ditempat teduh
terbuka.
Pengaruh Interaksi antara Lama Penyimpanan dengan Media Penyimpanan
terhadap Pertumbuhan dan Produksi tanaman ubijalar.
Interaksi antara perlakuan lama penyimpanan dan media penyimpanan
berpengaruh tidak nyata pada pertambahan panjang tanaman 2, 4, 6 dan 8 MST,
tumbuhnya tunas (hari), jumlah cabang (cabang), umur berbunga (hari), jumlah umbi
pertanaman sample (umbi), berat umbi pertanaman sample(kg), berat umbi perplot (kg),
diameter umbi (cm) dan panjang umbi (cm). Hal ini berarti bahwa antar kedua perlakuan
belum terdapat hubungan yang saling mendukung sehingga pengaruh dari kedua
perlakuan tersebut tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

67. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap pertambahan panjang


tanaman, umur tumbuhnya tunas, jumlah umbi dan umur berbunga.
Penyimpanan 12 hari menghasilkan diameter dan panjang umbi terbesar (7.24 cm)
dan (11.00

68. Media penyimpanan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi


69.

tanaman ubijalar
Interaksi antara perlakuan lama penyimpanan dan tempat penyimpanan tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman

Saran

70. Untuk memperoleh ukuran umbi yang tidak pajang disarankan agar bahan setek
71.

tidak disimpan, dan diameter umbi yang sedang bahan setek disimpan dengan
gedebok pisang
Dianjurkan agar penelitian lebih lanjut dilakukan pada media penyimpanan
dibungkus dengan daun dan gedebog pisang, sehingga diperoleh tempat
penyimpanan yang bagus untuk menyimpanan setek ubi jalar.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

DAFTAR PUSTAKA

Allard, W.R., 1960. Principle of Plant Breeding. W. John & Sons, inc, Colorodo State
University.
Anonimous., 2006. Ubi Jalar. http/www. Warintek.bantul.ge.id/ web.php/mod/ basis data.
(1 November 2006).
Anonimous., Ubi jalar. http.www.Beritaiptek. Com/berita. (08 November 2007)
Ashari, S., 2006. HortikulturaAspekBudidaya. Ul-Press, Jakara. Hal 136-143.
Bangun, M.K., 1991. Rancangan Percobaan. FP-USU, Medan
Docoteau. D.R., 2000. Vegetable Crops. Prentice-Hall International. United States.
Dwidjoseputro, D., 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia, Jakarta.
Fitter, A H and R.K.M. Hay., 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Terjemahan S.
Andani dan E.D. Purbayanti. UGM-Press, Yogyakarta.
Harjadi, M.M.S.S., 1996. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Harjadi, S.S dan S. Yahya., 1997. Fisiologi Stress Lingkungan. IPB, Bogor.
Hartmann, T.H., D.E Kester., F T Davies., dan R.L Geneve., 2002. PLANT
PROPAGATION Principles and Practices. Sixh Edition. Prentice-Hall of
India Pripate Limited, New Delhi. Hal 280, 312-314.
Heddy, S., W.H. Susanto dan M Kurniaty., 1994. Pengantar Produksi tanaman dan
Penaganan Pascapanen. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta
Gardner, F.B., R.B. Pearce., dan R.L. Mitchhell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya.
Penerjemah Herawati. S. Ul-Press, Jakarta
Goldsworthy, R.P dan N.M. Fisher., 1984. The Physiology of Trofikal Field Crops. John
Wiley and Sons Ltd. All Rights Reserved.
(___________). 1992 Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik Penerjemah
Soedharoedijo dan Tohari., Gadjahmada University Press, Yogyakarta.
Juanda D dan B. Cahyono., 2000. Ubi Jalar Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius,
Yogyakarta.

Lakitan., 2000. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

(____________), 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT.


Raja Grafindo, Jakarta.
Lingga, P., Djazuli, M dan A. Dimiyati. 1989. Pertanaman ubi-Ubian. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Nyakpa, M.Y., A.M. Lubis., M.A. Pulung., A.G. amrah., A. Munawar., G.B.
Hong., dan N. Hakim., 1988. Kesuburan Tanah. UNILA, Lampung.
Rubatzky, V.E dan M. Yamaguchi., 1996. Sayuran Dunia 2. Prinsip, Produksi dan gizi.
ITBPress, Bandung.
Rukmana. R., 1997. Ubi Jalar Budidaya Dan Pasca Panen. Kanisus, Yogyakarta.
Salisbury, B.F and C.W. Ross., 1992. Plant physiology. 4 th edition. Wadsworth
Publishing Co, A division of Wadsworth, inc..
Sarwono., 2005. Ubijalar. Penebar Swadaya, Jakarta
Steel, R.D., dan J.H. Torrier, 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik Suatu Pendekatan
Biometrik. Gramedia Pustaka Utama.
Sutopo., L., 1988. Teknologi Benih. CV. Rajawali, Jakarta.
Thompson and Kelly., 1957. Vegetable Crops. McGraw-hill Publications in the
Agricultura Sciences, New york Toronton London.
Wargiono, J., 1980. Penuntun Bercocok Tanam Ubi Jalar. Paper Disajikan pada Penataran
PPS Bidang Agronomi dan Pola Pertanaman, Bogor.
Welsh., R.M., 1960. Fundamental of Plant Genetic and Breeding. W. John & Sons, inc,
Colorado State University.
Widianti., H. Adil., Hermanto., D. Sadikin dan E. Hikmad., 2002. Deskripsi Varietas
Unggul pada dan Palawija 2001-2002. Pusat penelitian dan pengembangan
Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian.
Wilkins, M.B., 1991. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara, Jakarta.
Wudianto, R., 2002. Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Penebar swadaya, Jakarta.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Pembahasan

Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan dan Produksi


Tanaman Ubi Jalar.
Dari hasil analisa data secara statistik diperoleh bahwa perlakuan lama
penyimpanan berpengaruh nyata pada tumbuhnya tunas (hari), pertambahan panjang
tanaman umur 2, 4, 6 dan 8 MST, umur berbunga (hari) dan jumlah umbi pertanaman
sampel (umbi) dan berpengaruh tidak nyata pada jumlah cabang (cabang), berat umbi
pertanaman sampel (kg), berat umbi perplot (kg), diameter umbi (cm) dan panjang umbi
(cm).
Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada
umur 2-8 MST. Pada lama penyimpanan tinggi tanaman umur 8 MST yang tertinggi
(72.55 cm) pada perlakuan kontrol. Dari sini dapat kita lihat bahwa perlakuan tanpa
distreskan pertambahan tinggi tanaman lebih cepat daripada bahan setek yang distreskan.
Hal ini diduga karena proses metabolisme pada tanaman menjadi terganggu yang pada
akhirnya mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat. Sedangkan pada tanpa
perlakuan penyimpanan bahan setek, tanaman tidak mengalami stres sehingga proses
metabolisme pada tanaman berjalan dengan baik. Hasil fotosintesa sebagian ditranslokasi
keakar untuk menunjang pertumbuhan akar dan sebagian lagi kepucuk tanaman yang
menyebabkan pertumbuhan panjang tanaman. Hal ini didukung Harjadi (1996) yang
menyatakan jika suatu tanaman membentuk sel-sel baru, pemanjangan sel-sel tersebut
sebenarnya mengembangkan batang, daun dan sistem perakarannya. Menurut Gardner,
pearce dan Mitchell (1991) mengatakan pada meristem ujung

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

akar dan batang menghasilkan sel-sel baru sehingga tanaman bertambah tinggi atau
panjang.
Lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap umur tumbuh tunas, umur
tumbuh tunas yang tercepat pada perlakuan 12 hari penyimpanan selama 4.78 hari dan
terlama pada perlakuan tanpa penyimpanan selama 7.33 hari. Yang artinya semakin lama
penyimpanan maka akan membuat tanaman tersebut semakin stress dan mendorong cepat
mengeluarkan akar . Penyimpanan akan mengakibatkan daun berguguran, dengan
gugurnya daun akan mempercepat tumbuhnya tunas Terbentuknya akar pada saat
penyimpanan maka bahan setek tersebut ditanam dilapangan akan mempermudah
pembentukan tunas. Menurut Wilkins (1989) pembentukan tunas tergantung pada
munculnya akar. Dan menurut Wudianto (2002) mengatakan bahwa jumlah daun yang
banyak akan menghambat pertumbuhan akar setek, karena daun mengalami proses
penguapan yang besar, sehingga lebih bagus daun tidak ada.
Hal ini juga diduga jumlah kandungan auksin pada tanaman tinggi dan sitokinin
rendah sehingga mendorong pembentukan akar adventif. Hal ini sesuai dengan literatur
Ashari (2006) yang menyatakan sitokinin pada konsentrasi rendah akan mendorong kerja
auksin yaitu pembentukan akar adventif sedangkan pada saat auksin rendah akan
mendorong pertumbuhan tunas. Kebutuhan auksin itu terbukti dengan diperlukannya
faktor daun yang harus ada agar setek dapat membentuk akar (Gardner, dkk, 1991).
Menuru Hardmann (2002) sel - sel somatic yang dewasa mempunyai kemampuan
kembali untuk bersifat meristematis yang mempunyai kemampuna kembali untuk
membentuk tunas atau daun baru. Pada saat bahan tanaman

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

tersebut dipotong maka akan mulai terjadi inisiasi, pada daerah pemotongan itu akan
terjadi diferensisai (pembelahan sel).
Umur berbunga pada perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata, dengan
umur berbunga terendah pada perlakuan langsung tanam (71.00 hari) dan terlama pada
perlakuan 12 hari penyimpanan (87.67). Hal ini terjadi karena bunga yang muncul dari
batang utama. Biasanya tanaman yang menjalar bunga yang muncul pertama sekali dari
batang utama.
Pada parameter jumlah cabang memberikan pengaruh berbeda nyata, jumlah
cabang terbanyak pada perlakuan B4 (3.17) dan yang terrendah pada perlakuan B 3 yang
mana bahan tanaman disimpan 12 hari daun-daunnya sudah gugur maka akan
mempercepat pembentukan cabang dari kuncup-kuncup yang terbentuk, ini disebabkan
karena pada setiap tangkai daun ubi jalar mempunyai kuncup samping atau bakal tunas
yang selanjutnya dapat berkembang menjadi cabang. Hal ini sesuai dengan pendapat
Wargiono (1980) pada masa vegetatif setiap tangkai daun ubi jalar mempunyai kuncup
samping, kuncup tersebut akan berkembang pesat setelah tangkai daun gugur dan inilah
yang kita kenal sebagi cabang. Cabang dari ubi jalar dapat tumbuh melebihi batang
primer.
Harjadi (1982) menyatakan bahwa pembentukan cabang pada tanaman ubi jalar
seiring dengan pembentukan daun. Karena dari setiap tangkai daun akan membentuk
suatu cabang, tetapi tidak semua cabang tersebut dapat memanjang. Pembentukan cabang
akan berhenti bila tanaman ubi jalar membentuk bunga.
Penyimpanan bahan setek berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi. Perlakuan
teretinggi terdapat pada B1(3.83) dan terendah pada B4(2.56) yang

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

berarti semakin lama bahan tanaman disimpan maka akan mempengaruhi jumlah umbi
yang dihasilkan tanaman tersebut. Bahan setek pada langsung tanam lebih cepat
membentuk umbi karena akar yang tumbuh langsung berfungsi untuk calon akar umbi
sedangkan pada perlakuan disimpan 12 hari akar yang sudah terbentuk pada saat
penyimpanan tidak berfungsi untu pembentukan umbi karena akar-akar yang terbentuk
terkena cahaya. Menurut Juanda dan Cahyono (2000) akar yang terkena cahaya tidak
akan membentuk umbi sehingga akar-akar yang terbentuk pada saat penyimpanan tidak
mempengaruhi jumlah umbi.
Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) akar-akar adventif berkembang pada
tahap awal pada buku-buku dekat penempelan daun pertama yang berkembang sempurna.
Jumlah akar total yang terbentuk maksimum pada 1 0 - 1 5 hari setelah penanaman.
Kondisi lingkungan selama pertumbuhan awal mempengaruhi bagian akar yang terbentuk
dalam masing-masing golongan.
Perbedaan lama penyimpanan memberi pengaruh yang tidak nyata terhadap berat
umbi pertanaman sampel dan berat umbi perplot. Hal ini diduga karena pada perlakuan
langsung tanam jumlah umbi lebih banyak (3.83) sedangkan pada perlakuan disimpan 12
hari jumlah umbi yang terbentuk lebih sedikit (2.56). Sehingga diperoleh pada perlakuan
berat umbi pertanaman sampel pada perlakuan B 1 lebih tinggi (1.07) dan terrendah pada
perlakuan B3 (0.84) Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) perkembangan akar-akar
umbi tergantung jumlah dan ukuran sel. Peningkatan jumlah dan ukuran sel lebih cepat
pada umur 40 sampai 60 hari setelah penanaman.
Lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap diameter dan panjang umbi,
diameter umbi tertinggi pada B4 (7.24 cm) dan terrendah B2 (6.60cm)dan

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

panjang umbi yang tertinggi B4 11.00 cm) dan terrendah B1 (8.47 cm) yang berarti
semakin lama penyimpanan maka mempengaruhi ukuran dari umbi tersebut.
Penyimpanan bahan tanaman akan mempengaruhi kualitas dari umbi. Hal ini diduga
karena pada perlakuan B4 jumlah umbi lebih sedikit sehingga diperoleh umbi lebih besar
dan panjang.

Pengaruh Media Penyimpanan Bahan Setek Ubi Jalar Terhadap Pertumbuhan dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar.
Perlakuan media penyimpanan berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan
panjang tanaman 2, 4, 6 dan 8 MST, tumbuhnya tunas, umur berbunga, jumlah cabang,,
jumlah umbi pertanaman sample, berat umbi pertanaman sample, berat umbi perplot,
panjang umbi dan diameter umbi.
Perlakuan media penyimpanan tidak mempengaruhi setiap parameter hal ini
diduga karena pertumbuhan tanaman tersebut terganggu bukan karena media dimana
bahan setek tersebut disimpan tetapi karena stressnya tanaman akibat penyimpanan yang
lama.
Pertambahan panjang tanaman tertinggi terdapat pada taraf perlakuan Ti (62.80
cm), tumbuhnya tunas tercepat terdapat pada taraf perlakuan Ti (5.92 hari). Hal ini diduga
karena keadaan lingkungan yang mana pada perlakuan tanpa penyimpanan tidak
mengalami gangguan pertumbuhan. Hal ini diduga karena pada saat penyimpanan hasil
fotosintesis mengalami penumpukan sehingga dapat digunakan untuk proses
pertumbuhan setelah ditanam. Selain itu juga pertumbuhan tanaman dipengaruhi keadaan
lingkungan. Menurut Nyakpa, dkk (1988) faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

adalah suhu, ketersediaan air, cahaya, komposisi udara. Menurut Lakitan (1996) faktor
lingkungan yang besar pengaruhnya dalam pemanjangan batang adalah suhu dan
intensitas cahaya. Suhu optimum untuk pemanjangan batang bervariasi gangguan jenis
tanaman.
Umur berbunga terlama pada taraf perlakuan T 2 (79.67 hari) yaitu dibungkus
dengan daun pisang dan yang tercepat pada tanpa dibungkus (T 1) sebesar 75.42.
Penyimpanan menutup dengan daun pisang akan membuat daun ubi jalar dan batangnya
lebih cepat layu dibanding yang disimpan pada gedebok pisang yang mana bahan setek
lebih segar tetapi daun lebih sedikit. Hal ini diduga pada perlakuan T 2 aktivitas hormon
terganggu. Menurut Lakitan perubahan tunas apical dari vegetatif menjadi tunas bunga
merupakan hasil dari aktivitas hormonal yang langsung pada tanaman tersebut yang
umumnya dirangsang oleh kondisi lingkungan tertentu, misalnya suhu dan perubahan
panjang hari.
Jumlah cabang terbanyak pada perlakuan Ti dan B 4 (3.21 cabang),jumlah umbi
pertanaman sample tertinggi terdapat pada taraf perlakuan T 2 (3.29 buah), berat umbi
pertanaman sampel tertinggi pada perlakuan T2 (0.98 kg), berat umbi perplot tertinggi
pada perlakuan T3 (10.35 kg), jumlah cabang dapat menguntungkan dan dapat pula
merugikan dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Secara umum pembentukan cabang
jika pada cabang-cabang tersebut akan dibentuk organ hasilnya; Sebaliknya akan
merugikan jika cabang-cabang tidak produktif, sehingga menjadi pesaing bagi organ hasil
dalam memanfaatkan fotosintat dihasilkan daun (Lakitan 1996)
Menurut Goldsworthy dan Fisher (1992) ukuran umbi pada dasarnya dilapangan,
sangat dipengaruhi oleh lingkungan pada 20 hari yang pertama setelah

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

penanaman. Peningkatan aerase tanah akan meningkatkan aktivitas pembelahan dan


pembesaran sel. Pada permulaan perkembangannya pernafasan oleh akar-akar umbi cepat
dan meninggkat kira-kira 25 persennya. Menurut Lakitan (1996) ukuran umbi pada
dasarnya tergantung pada aktivitas pembelahan sekunder yang terjadi pada semua sel
umbi tetapi laju pembelahan dan pembesaran sel tidak seragam tidak semua pada bagian
umbi.
Penyimpanan bahan setek pada tempat yang berbeda-beda tidak mempengaruhi
diameter umbi dan panajng umbi. Umbi yang paling panjang pada perlakuan Ti (10.37)
dan terpendek pada perlakuan T3 (9.98) sedangkan diameter umbi terbesar pada perlakuan
Ti (7.14 cm) dan diameter terkecil pada perlakuan T 3 (6.92). Untuk mendapatkan umbi
yang diameter kecil dan umbi yang panjang maka bahan setek disimpan ditempat teduh
terbuka.
Pengaruh Interaksi antara Lama Penyimpanan dengan Media Penyimpanan
terhadap Pertumbuhan dan Produksi tanaman ubijalar.
Interaksi antara perlakuan lama penyimpanan dan media penyimpanan
berpengaruh tidak nyata pada pertambahan panjang tanaman 2, 4, 6 dan 8 MST,
tumbuhnya tunas (hari), jumlah cabang (cabang), umur berbunga (hari), jumlah umbi
pertanaman sample (umbi), berat umbi pertanaman sample(kg), berat umbi perplot (kg),
diameter umbi (cm) dan panjang umbi (cm). Hal ini berarti bahwa antar kedua perlakuan
belum terdapat hubungan yang saling mendukung sehingga pengaruh dari kedua
perlakuan tersebut tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

72. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap pertambahan panjang


tanaman, umur tumbuhnya tunas, jumlah umbi dan umur berbunga.
Penyimpanan 12 hari menghasilkan diameter dan panjang umbi terbesar (7.24 cm)
dan (11.00

73. Media penyimpanan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi


74.

tanaman ubijalar
Interaksi antara perlakuan lama penyimpanan dan tempat penyimpanan tidak
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman

Saran

75. Untuk memperoleh ukuran umbi yang tidak pajang disarankan agar bahan setek
76.

tidak disimpan, dan diameter umbi yang sedang bahan setek disimpan dengan
gedebok pisang
Dianjurkan agar penelitian lebih lanjut dilakukan pada media penyimpanan
dibungkus dengan daun dan gedebog pisang, sehingga diperoleh tempat
penyimpanan yang bagus untuk menyimpanan setek ubi jalar.

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

DAFTAR PUSTAKA

Allard, W.R., 1960. Principle of Plant Breeding. W. John & Sons, inc, Colorodo State
University.
Anonimous., 2006. Ubi Jalar. http/www. Warintek.bantul.ge.id/ web.php/mod/ basis data.
(1 November 2006).
Anonimous., Ubi jalar. http.www.Beritaiptek. Com/berita. (08 November 2007)
Ashari, S., 2006. HortikulturaAspekBudidaya. Ul-Press, Jakara. Hal 136-143.
Bangun, M.K., 1991. Rancangan Percobaan. FP-USU, Medan
Docoteau. D.R., 2000. Vegetable Crops. Prentice-Hall International. United States.
Dwidjoseputro, D., 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia, Jakarta.
Fitter, A H and R.K.M. Hay., 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Terjemahan S.
Andani dan E.D. Purbayanti. UGM-Press, Yogyakarta.
Harjadi, M.M.S.S., 1996. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Harjadi, S.S dan S. Yahya., 1997. Fisiologi Stress Lingkungan. IPB, Bogor.
Hartmann, T.H., D.E Kester., F T Davies., dan R.L Geneve., 2002. PLANT
PROPAGATION Principles and Practices. Sixh Edition. Prentice-Hall of
India Pripate Limited, New Delhi. Hal 280, 312-314.
Heddy, S., W.H. Susanto dan M Kurniaty., 1994. Pengantar Produksi tanaman dan
Penaganan Pascapanen. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta
Gardner, F.B., R.B. Pearce., dan R.L. Mitchhell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya.
Penerjemah Herawati. S. Ul-Press, Jakarta
Goldsworthy, R.P dan N.M. Fisher., 1984. The Physiology of Trofikal Field Crops. John
Wiley and Sons Ltd. All Rights Reserved.
(___________). 1992 Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik Penerjemah
Soedharoedijo dan Tohari., Gadjahmada University Press, Yogyakarta.
Juanda D dan B. Cahyono., 2000. Ubi Jalar Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius,
Yogyakarta.

Lakitan., 2000. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

(____________), 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT.


Raja Grafindo, Jakarta.
Lingga, P., Djazuli, M dan A. Dimiyati. 1989. Pertanaman ubi-Ubian. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Nyakpa, M.Y., A.M. Lubis., M.A. Pulung., A.G. amrah., A. Munawar., G.B.
Hong., dan N. Hakim., 1988. Kesuburan Tanah. UNILA, Lampung.
Rubatzky, V.E dan M. Yamaguchi., 1996. Sayuran Dunia 2. Prinsip, Produksi dan gizi.
ITBPress, Bandung.
Rukmana. R., 1997. Ubi Jalar Budidaya Dan Pasca Panen. Kanisus, Yogyakarta.
Salisbury, B.F and C.W. Ross., 1992. Plant physiology. 4 th edition. Wadsworth
Publishing Co, A division of Wadsworth, inc..
Sarwono., 2005. Ubijalar. Penebar Swadaya, Jakarta
Steel, R.D., dan J.H. Torrier, 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik Suatu Pendekatan
Biometrik. Gramedia Pustaka Utama.
Sutopo., L., 1988. Teknologi Benih. CV. Rajawali, Jakarta.
Thompson and Kelly., 1957. Vegetable Crops. McGraw-hill Publications in the
Agricultura Sciences, New york Toronton London.
Wargiono, J., 1980. Penuntun Bercocok Tanam Ubi Jalar. Paper Disajikan pada Penataran
PPS Bidang Agronomi dan Pola Pertanaman, Bogor.
Welsh., R.M., 1960. Fundamental of Plant Genetic and Breeding. W. John & Sons, inc,
Colorado State University.
Widianti., H. Adil., Hermanto., D. Sadikin dan E. Hikmad., 2002. Deskripsi Varietas
Unggul pada dan Palawija 2001-2002. Pusat penelitian dan pengembangan
Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian.
Wilkins, M.B., 1991. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara, Jakarta.
Wudianto, R., 2002. Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Penebar swadaya, Jakarta.
Ulangan
Total
Rataan
I
II
III

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lakitan., 2000. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Perlakuan
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1

35.90
35.90
35.90
15.25
6.40
9.95
9.00
6.75
2.00
3.75
6.25
4.60
171.65
14.30

B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3
B4T1

B4T2
B4T3

Total
Rataan

16.95
16.95
16.95
31.80
22.75
2.25
8.00
8.30
4.90
14.40
18.85
5.35
167.45
13.95

19.85
19.85
21.95
21.10
14.00
10.50
17.45
5.55
0.80
5.05
2.25
2.25
140.60
11.72

72.70
72.70
74.80
68.15
43.15
22.70
34.45
20.60
7.70
23.20
27.35
12.20
479.70

24.23
24.23
24.93
22.72
14.38
7.57
11.48
6.87
2.57
7.73
9.12
4.07
13.33

Lampiran 2. Daftar sidik ragam pertambahan panjang tanaman


SK /
Blok
Perlakuan
B
linear
kuadrat
ik
kubik
T
linear
kuadrat
ik
BxT
Galat
Total

FK
kk
Ket
*
tn

dB
2
11
3
1

JK
47.30
2372.27
1865.68
1641.67

KT
23.65
215.66
621.89
1641.67

Fhit
0.45
4.06
11.70
30.89

tn
*

F05
3.44
2.27
3.05
4.30

tn
III

1
1
2
1

206.40
17.61
275.95
274.05

206.40
17.61
137.98
274.05

3.88
0.33
2.60
5.16

tn
tn
*

4.30
4.30
3.44
4.30

1
6
22
35

1.90
230.63
1169.09
3588.66

1.90
38.44
53.14

0.04
0.72

tn
tn

4.30
2.55

= 6392.00
= 54.71%
:
: nyata
: Tidak nyata

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 3. Data Pengamatan pertambahan panjang tanaman umur 4 MST (cm)


Perlakuan ---------------------------- Ulangan-------------------------I
II
III
B1T1
50.55
46.50
30.75
127.80
B1T2
50.55
46.50
30.75
127.80
B1T3
50.55
46.50
30.75
127.80
B2T1
53.60
71.90
17.80
143.30
B T
22
16.85
22.55
50.00
89.40
B T
23
29.25
32.15
31.65
93.05
B3T1
37.10
25.35
63.60
126.05
B T
32
16.15
24.95
23.55
64.65
B3T3
25.60
23.75
29.65
79.00
B4T1
13.00
13.05
5.50
31.55
B4T2
3.25
22.80
11.90
37.95
B4T3
14.70
5.45
5.00
25.15
Total
361.15
381.45
330.90
1073.50
Rataan
30.10
31.79
27.58

Ulangan

Total Rataan
42.60
42.60
42.60
47.77
29.80
31.02
42.02
21.55
26.33
10.52
12.65
8.38
29.82

Total

Rataan

Lampiran 4. Daftar sidik ragam pertambhan panjang tanaman


SK
Blok
Perlakuan
B
linear
kuadrati
k
kubik
T
linear
kuadrati
k
BxT
Galat
Total

dB

JK
107.85
6509.30
5189.42
4725.76

11
3
1

KT
53.92
591.75
1729.81
4725.76

Fhit
0.31
3.41
9.97
27.24

tn
*
*

F05
3.44
2.27
3.05
4.30

tn
III

1
1
2
1

382.85
80.80
628.89
448.07

382.85
80.80
314.44
448.07

2.21
0.47
1.81
2.58

tn
tn
tn

4.30
4.30
3.44
4.30

1
6

180.82
690.99
3816.59
10433.74

180.82
115.17
173.48

1.04
0.66

tn
tn

4.30
2.55

22
35

FK = 32011.2 kk
44.17 %
Ket
:
*
: nyata
tn
: Tidak nyata

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Perlakuan

B1T1
B1T2
B1T3
B2T1

III

60.05
60.05
60.05
82.15
26.50
72.00
67.90
52.45
84.50
65.05
61.50
37.70
729.90
60.83

B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3
B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

II
84.25
84.25
84.25
34.10
49.50
72.35
58.60
73.75
69.40
33.85
76.80
65.30
786.40
65.53

88.75
88.75
88.75
73.80
48.65
71.50
74.50
81.00
50.85
29.75
55.30
39.00
790.60
65.88

233.05
233.05
233.05
190.05
124.65
215.85
201.00
207.20
204.75
128.65
193.60
142.00
2306.90

77.68
77.68
77.68
63.35
41.55
71.95
67.00
69.07
68.25
42.88
64.53
47.33
64.08

Lampiran 6. Daftar sidik ragam pertambahan panjang tanaman


SK
Blok
Perlakuan
B
linear \
kuadratik
kubik
T
linear
kuadratik
BxT
Galat
Total

dB
2

11
3
1
1
1
2
1
1
6
22
35

JK
191.51
5717.88
3453.65
2151.43
11.00
1291.22
90.38
76.68
13.69
2173.85
5508.39
11417.78

KT
95.76
519.81
1151.22
2151.43
11.00
1291.22
45.19
76.68
13.69
362.31
250.38

Fhit
0.38
2.08
4.60
8.59
0.04
5.16
0.18
0.31
0.05
1.45

tn
tn
*
tn
*
tn
tn
tn
tn

F05
3.44
2.27
3.05
4.30
4.30
4.30
3.44
4.30
4.30
2.55

Perlakuan
Ulangan
Total
Rataan
FK
= 147827.43
I
II
III
kk
= 24.69%
B1T1
56.10
89.95
71.60
217.65
72.55
SK
dB
JK
KT
Fhit
F05
B1T2
56.10 :
89.95
71.60
217.65
72.55
Ket
Blok*B1T3
2 56.10
2506.73 89.95
1253.37
5.43
*
3.44
71.60
217.65
72.55
: nyata
Perlakuan
9610.69
873.70
3.78
2.27
B
2
T
1
59.95
62.60
53.35
175.90
58.63
*
tn
: Tidak nyata
B T
8.005853.79 81.65
34.55
124.20
41.40
B 22
3
1951.26
8.45
*
3.05
B T
7.90
46.05
15.35
linear2 3\
1 17.15171.80 21.00
171.80
0.74
tn
4.30
B3T1
38.90
148.65
49.55
kuadratik
1 28.104725.42 81.65
4725.42
20.47
*
4.30
B T
3
2
49.45
133.50
44.50
kubik
1 41.85956.58 42.20
956.58
4.14
tn
4.30
50.55
170.90
56.97
T B3T3
2 69.10867.93 51.25
433.96
1.88
tn
3.44
B4T1
70.45
211.35
70.45
linear
1 52.45621.69 88.45
621.69
2.69
tn
4.30
B4T2
58.00
150.55
50.18
kuadratik
1 54.25246.24 38.30
246.24
1.07
tn
4.30
FKx T
B
6 = 112319.94
2888.97
481.50
2.09
tn
2.55
Galat
5079.24
kk Hetty L.E. Manurung22
= 27.20%
: Pengaruh
Lama
Pada Berbagai230.87
Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
L), 2007
Total
KetTanaman Ubi Jalar (Ipomea
35 Batatas
17196.66
: USU Repository 2008
*
: nyata
tn
:
Tidak
nyatapertambahan panjang tanaman
Lampiran 8. Daftar sidik ragam

B4T3

72.50
571.65
47.64

Total
Rataan

70.65
807.60
67.30
Ulangan

53.65
631.60
52.63

196.80
2010.85
Total

65.60
55.86
Rataan

Perlakuan
I
8.00
8.00
8.00
7.00
4.00
4.00
6.00
4.00
6.00
6.00
4.00
5.00
70.00
5.83

B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3

B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

II
6.00
6.00
6.00
7.00
5.00
4.00
4.00
5.00
4.00
5.00
5.00
4.00
61.00
5.08

III
8.00
8.00
8.00
5.00
5.00
6.00
5.00
5.00
5.00
4.00
5.00
5.00
69.00
5.75

Lampiran 10. Daftar Sidik Ragam tumbuhnya tunas


SK
dB
JK
KT
2
Blok
4.06
2.03
Perlakuan
11
44.89
4.08
B
3
38.89
12.96
linear
1
28.80
28.80
kuadratik
1
9.00
9.00
kubik
1
1.09
1.09
T
2
2.39
1.19
linear
1
1.50
1.50
kuadratik
1
0.89
0.89
BxT
6
3.61
0.60
Galat
22
17.94
0.82
Total
35
66.89
FK 1111.11 kk 16.26%
Ket
:
*
: nyata
tn
: Tidak nyata
Perlakuan
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

I
4
4
4
3
3.5
4
3.5
3

Ulangan
II
2
2
2
3
3
2.5
2.5
3

Fhit
2.49
5.00
15.89
35.31
11.03
1.33
1.46
1.84
1.09
0.74

22.00
22.00
22.00
19.00
14.00
14.00
15.00
14.00
15.00
15.00
14.00
14.00
200.00

7.33
7.33
7.33
6.33
4.67
4.67
5.00
4.67
5.00
5.00
4.67
4.67
5.56

F05
3.44
2.27
3.05
4.30
4.30
4.30
3.44
4.30
4.30
2.55

tn
*
*
*
*
tn
tn
tn
tn
tn

Rataan
III
3.5
3.5
3.5
3
3
2.5
3.5
2

Total
9.5
9.5
9.5
9
9.5
9
9.5
8

3.17
3.17
3.17
3.00
3.17
3.00
3.17
2.67

FK
= 342.25
kk
= 20.11%
Hetty L.E. Manurung : Pengaruh
Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman
Ket Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), :2007 USU Repository 2008
*
: nyata
tn
: Tidak nyata

B3T3
B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

3
4.5
4
2.5
43
3.58

3.5
3
2.5
3.5
32.5
2.71

Lampiran 12. Daftar sidik ragam jumlah cabang


SK
dB
JK
KT
Blok
2
4.88
2.44
11
1.42
0.13
Perlakuan B
3
0.31
0.10
linear \
1
0.01
0.01
kuadratik
1
0.25
0.25
kubik
1
0.05
0.05
T
2
0.29
0.15
linear
1
0.26
0.26
kuadratik
1
0.03
0.03
BxT
6
0.82
0.14
Galat
22
8.46
0.38
Total
35
14.75

2.5
3
3
2.5
35.5
2.96

9
10.5
9.5
8.5
Ill

3.00
3.50
3.17
2.83
3.08

Fhit
6.34
0.33
0.26
0.01
0.65
0.13
0.38
0.68
0.08
0.36

*
tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn

F05
3.44
2.27
3.05
4.30
4.30
4.30
3.44
4.30
4.30
2.55

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Perlakuan
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1

I
71
71
71
71
71
71
71
71
76
81
81
81
887
73.92

B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3

B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

Ulangan
II
71
71
71
78
75
75
75
75
81
81
101
81
935
77.92

III
71
71
71
76
75
81
78
91
81
81
103
99
978
81.50

Total
213
213
213
225
221
227
224
237
238
243
285
261
2800

Rataan
71
71
71
75
73.67
75.67
74.67
79
79.33
81
95
87
77.78

Lampiran 14. Daftar Sidik Ragam umur berbunga


SK
Blok
Perlakuan B
linear \
kuadratik
kubik
T
linear
kuadratik
BxT
Galat
Total

dB
2

113
1
1
1
2
1
1
6
22
35

JK
345.39
1717.56
1374.67
1258.76
87.11
28.80
112.39
48.17
64.22
230.50
519.28
2582.22

KT
172.69
156.14
458.22
1258.76
87.11
28.80
56.19
48.17
64.22
38.42
23.60

Fhit
7.32
6.62
19.41
53.33
3.69
1.22
2.38
2.04
2.72
1.63

F05
3.44
2.27 3.05

**
tn
tn
tn
tn
tn
tn

4.30
4.30
4.30
3.44
4.30
4.30
2.55

Perlakuan
I
III
Total
Rataan
Ulangan II
FK
= 217778
B1T1
4.5
3
4
11.5
3.83
kk
=
6.25%
B1T2
4.5
3
4
11.5
3.83
KetSK
dB : 4.5 JK
F05
B1T3
3 KT
4 Fhit
11.5
3.83
* Blok B2T1
: nyata
2
3.44
2 4.35
3 2.17
2.5 3.23
7.5 tn
2.50
B T
tn
2 2 : Tidak nyata
113 4.5 12.31 9.25 2 1.12 3.083.5 1.66 4.5810 tn*
3.33 3.05
Perlakuan
B
2.27
B T
23
3
2.5
2.5
8
2.67
linear \
1
7.20
7.20
10.69
4.30
B
3
T
1
2.5
3.5
1.5
7.5
2.50
kuadratik
1
1.78
1.78
2.64
tn
4.30
B T
32
3.5
2.5
3.5
9.5
3.17
kubik
1
0.27
0.27
0.40
tn
4.30
B3T3
2
3
2
7
2.33
T
2
1.93
0.97
1.43
tn
3.44
B4T1
3
3.5
1.5
8
2.67
linear
1
0.09
0.09
0.14
tn
4.30
B4T2
4.5
2
2
8.5
2.83
kuadratik
1
1.84
1.84
2.73
tn
4.30
B4T3
3
2.5
1
6.5
2.17
B
x
T
6
1.13
0.19
0.28
tn
2.55
FK = 318.03 kk
=
Galat
22
14.82
0.67
27.61%
Hetty
L.E.
Manurung
:
Pengaruh
Lama
Pada
Berbagai
Media
Penyimpanan
Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Total
35
31.47
Ket
: Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008
Tanaman Ubi
*
: nyata
tn
: Tidak nyata
Lampiran 16. Daftar sidik ragam jumlah umbi pertanaman sample (buah)

Total
Rataan
Perlakuan

41.5

I
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3
B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan
Perlakuan

33.5
3.46 2.79
Ulangan
III
II
1.60
0.60
1.60
0.60
1.60
0.60
0.65
1.45
0.75
0.58
0.90
1.35
0.65
0.55
1.20
0.73
0.90
0.60
0.80
1.20
1.70
0.80
1.10
0.55
13.45
9.60
1.12
0.80
Ulangan

32
2.67

107
2.97
Total

1.00
1.00
1.00
0.45
1.15
0.90
1.40
1.00
0.55
0.70
0.65
0.30
10.10
0.84

Rataan
3.20
3.20
3.20
2.55
2.48
3.15
2.60
2.93
2.05
2.70
3.15
1.95
33.15
Total

1.07
1.07
1.07
0.85
0.83
1.05
0.87
0.98
0.68
0.90
1.05
0.65
0.92
Rataan

Lampiran 18. Daftar sidik ragam berat umbi persampel


SK
Blok
Perlakua
nB
linear \
kuadratik
kubik
T
linear
kuadratik
BxT
Galat
Total

dB
2

113
1
1
1
2
1
1
6
22
35

JK
0.244
0.678
0.045
0.004
0.004
0.036
0.144
0.135
0.009
0.489
2.987
3.908

KT
0.122
0.062
0.015
0.004
0.004
0.036
0.072
0.135
0.009
0.082
0.136

Fhit
0.898
0.454 0.109
0.030
0.033
0.266
0.530
0.994
0.065
0.600

tn
tn tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn

F05
3.440
2.270
3.050
4.300
4.300
4.300
3.440
4.300
4.300
2.550

Lampiran 20. Daftar Sidik Ragam berat umbi perplot


SK
dB
jKf;
KT Fhit
F05
FK Blok
= 27.738
2
10.88
5.44 0.66
tn
3.44
kk Perlakuan B = 41.98%
113
tn tn
65.73
5.980.73 1.79
2.27 3.05
Ket
:
43.99
14.66
*
: nyata
linear \
1
41.09
41.09 5.02
*
4.30
tn
: Tidak nyata
kuadratik
1
1.00
1.00 0.12
tn
4.30
kubik
1
1.90
1.90 0.23
tn
4.30
T
2
13.17
6.58 0.80
tn
3.44
linear
1
1.00
1.00 0.12
tn
4.30
kuadratik
1
12.17
12.17 1.49
tn
4.30
FK
= 3408.61
BxT
6
8.57
1.43 0.17
tn
2.55
kk
=22
29.40%
Galat
180.08
8.19
Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Ket
Tanaman
Batatas L), :2007 USU
Repository 2008
Total Ubi Jalar (Ipomea 35
256.69
*
: nyata
tn
: Tidak nyata

I
12.10
12.10
12.10
11.10
7.50
14.00
8.90
7.50
11.60
7.20
11.50
9.95
125.55
10.46

B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3
B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan
Perlakuan
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3

B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

I
7.68
7.68
7.68
6.89
6.14
6.79
8.23
7.56
8.14
6.67
6.60
8.34
88.36
7.36

II
8.00
8.00
8.00
14.70
6.70
12.70
7.75
9.80
9.70
7.90
6.20
10.20
109.65
9.14
Ulangan
II
7.47
7.47
7.47
7.45
5.74
7.43
4.92
7.02
5.20
6.46
7.94
7.48
82.04
6.84

III
14.20
14.20
14.20
5.90
9.50
5.50
11.40
8.40
9.50
10.10
5.50
6.70
115.10
9.59
III
6.16
6.16
6.16
4.91
7.48
6.55
9.95
6.98
5.91
8.92
6.79
5.94
81.88
6.82

34.30
34.30
34.30
31.70
23.70
32.20
28.05
25.70
30.80
25.20
23.20
26.85
350.30

11.43
11.43
11.43
10.57
7.90
10.73
9.35
8.57
10.27
8.40
7.73
8.95
9.73

Total
21.30
21.30
21.30
19.24
19.35
20.77
23.10
21.56
19.25
22.04
21.33
21.75
252.27

Rataan
7.10
7.10
7.10
6.41
6.45
6.92
7.70
7.19
6.42
7.35
7.11
7.25
7.01

Lampiran 22. Daftar sidik ragam diameter umbi


SK
Blok
Perlakuan B

dB
2
113

JK
2.28
5.21 2.15

linear \
kuadratik
kubik
T
linear
kuadratik
BxT
Galat
Total

1
1
1
2
1
1
6
22
35

0.37
0.92
0.86
0.32
0.28
0.04
2.74
33.18
40.67

KT
1.14
0.47
0.72
0.37
0.92
0.86
0.16
0.28
0.04
0.46
1.51

Fhit
0.76
0.31 0.48

tn
tn tn

F05
3.44
2.27 3.05

0.25
0.61
0.57
0.11
0.19
0.03
0.30

tn
tn
tn
tn
tn
tn
tn

4.3
4.3
4.3
3.44
4.3
4.3
2.55

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi

FK Tanaman Ubi Jalar (Ipomea


= 1767.80
Batatas L), 2007 USU Repository 2008
kk
= 17.53%
Ket
:

Perlakuan
B1T1
B1T2
B1T3
B2T1
B T

22

B T

23

B3T1
B T

32

B3T3
B4T1
B4T2
B4T3

Total
Rataan

I
9.14
9.14
9.14
11.10
9.51
9.69
7.82
9.83
9.95
12.52
10.67
12.63
121.12
10.09

Ulangan
II
8.50
8.50
8.50
14.40
12.63
12.96
8.65
10.03
9.32
10.16
11.54
9.00
124.17
10.35

Lampiran 24. Daftar sidik ragam panjang umbi


1
dB
JK
SK
S KT
Blok
2
1.81
0.90
Perlakuan
11
40.71
3.70
B
3
34.95
11.65
linear
1
21.87
21.87
kuadratik
1
4.27
4.27
kubik
1
8.81
8.81
T
2
1.50
0.75
linear
1
0.91
0.91
kuadratik
1
0.59
0.59
BxT
6
4.25
0.71
Galat
22
102.07
4.64
Total
35
144.59

Total

III
7.77
7.77
7.77
6.04
9.31
11.03
16.05
9.22
10.14
_r 12.25
10.67
9.60
117.59
9.80

25.41
25.41
25.41
31.54
31.45
33.67
32.52
29.07
29.40
34.93
32.87
31.23
362.88

8.47
8.47
8.47
10.51
10.48
11.22
10.84
9.69
9.80
11.64
10.96
10.41
10.08

Fhit
0.19
0.80
2.51
4.71
0.92
1.90
0.16
0.20
0.13
0.15

Rataan

F05
tn
tn
tn
*
tn
tn
tn
tn
tn
tn

3.44
2.27
3.05
4.30
4.30
4.30
3.44
4.30
4.30
2.55

FK = 3657.73
kk= 21.37%
Ket
*
tn

:
: nyata
: Tidak nyata

1: nyata
tn : Tidak nyata

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

B2T1
B1T1

B2T1

U
B1T1
B

B3T1

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

B 4 Ti

B3T1

BiT 2

BiT 2

B2T2

B 2 Ti

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

B2T2,

BiT 2

B1T1

B3T2

B4T2

B2T3

B4T2

B3T2

B3T2

B1T3

B2T3

B 4 Ti

B2T3

BiT 3

B3T3

B3T3

B4T3

B4T2

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

B4T3

B3T3

B4T3

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

b
Blok I Ket:
Panjang (a) = 160 cm
cm

Blok II

Blok III

Lebar (b) = 300 cm Jarak antar bedengan (c) = 40

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

X
X
X
X

X
0
0
X

X
X
X
X

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Ket:
0
X

Tanaman Sampel
Tanaman pinggir

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan
Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 25. Bagan penelitian

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan
Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Lampiran 26. DESKRIPSI TANAMAN

Tahun pelepasan SK

: Segitiga sama sisi

Mentan

: Tepi daun bersekuk dangkal

Nomor induk

: Bercuping lima

Tipe tanaman

: Lanceolate

Asal

: Kecil

Umur panen Diameter buku ruas

: Hijau bangian atas

Panjang buku ruas Warna dominan

: Hijau dengan ungu pada tepi

sulur Bentuk kerangka daun

: agak ungu

Kedalaman cuping daun Jumlah

: Sangatpendek

cuping daun Bentuk cuping pusat

: Merah

Ukuran daun dewasa Warna tulang

: Kuning tua

daun Warna daun dewasa Warna

: Enak dan manis

daun muda Panjang tangkai daun

: 28 %

Warna kulit umbi Warna danging

: 1.67 %/1.9 %/5.23 %/32.48 %

umbi Rasa umbi

: 21.52/100 g

Kandungan bahan kering

: 380.92 mkg/100 g

Kandungan serat/protein/gula/pati

: agak tahan boleng dan penggulung daun, tahan

Vitamin C Beta caroten

penyakit kudis dan bercak daun : 30-35 ton/Ha

Ketahanan hama/penyakit

: St. A. Rahayuningsih, Sutrisno, Gatot, dan Jaka


restuono.

Potensi hasil
Pemulia
: 2001
: 525/KPTS/tp
240/40/20001 : MLS
104-1
: semi Kompak
: Peresilangan genjah lante x lapis :
3.5 - 4 bulan : Sangattipis : Pendek :
Hijau

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008

Hetty L.E. Manurung : Pengaruh Lama Pada Berbagai Media Penyimpanan Bahan Setek Terhadap
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas L), 2007 USU Repository 2008