Anda di halaman 1dari 5

Kondisi ideal

Kondisi ideal menurut SOP tentang tata cara penerbitan surat tagihan pajak
di seksi pengawasan dan konsultasi dan peraturan menteri keuangan republik
Indonesia nomor 145/PMK.03/2012 tentang tata cara penerbitan surat ketetapan
pajak dan surat tagihan pajak adalah dimulai dengan AR mengidentifikasi terhadap
data-data yang akan diterbitkan STP (tidak termasuk pasal 19 ayat (1) dan (2) UU
KUP). Kemudian dilanjutkan dengan membuat nota penghitungan dan surat tagihan
pajak. Ar membuat nota penghitungan dan stp atas denda penagihan jika wp tidak
mengajukan banding atas keputusan keberatan dalam jangka waktu paling lama 3
bulan sejak keputusan keberatan diterima dan putusan banding yang menyebabkan
menambah jumlah pajak yang harus disetor. Dan di teliti dan di tandatangani oleh
kepala seksi waskon. Setelah di approve oleh kasi waskon, lalu diserahkan kepada
kasi pelayanan dan kasi pelayanan menugaskan pelaksana pelayanan untuk
mencetak stp tersebut dan diteliti dan ditandatangani oleh kasi pelayanan setelah
itu ditatausahakan dan disampaikan kepada wp, seksi penagihan dan seksi waskon
oleh pelaksana pelayanan.
Kondisi saat ini
Kondisi saat ini yang terjadi di KPP Pratama Denpasar Timur mengindikasikan
bahwa dalam rangka menerbitkan surat tagihan pajak menemui beberapa
permasalahan. Kita tahu stp diterbitkan jika:
- Pajak penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar .
- Dari hasil penelitian Surat Pemberitahuan terdapat kekurangan pembayaran pajak
sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung.
- Wajib pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga.
- Pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN tetapi tidak
melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.
- Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat faktur pajak atau
pengusaha telah dikukuhkan sebagai PKP tetapi tidak membuat Faktur Pajak atau
membuat faktur pajak tetapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi selengkapnya
faktur pajak.

Permasalahan yang sering terjadi biasanya dalam pencarian data sanksi2 yang
akan diterbitkan stp. Misalnya pencarian data SPT yang telat, ar kesulitan
mengidentifikasi spt yang telat karena tidak secara otomatis terpantau dalam
system sidjp milik ar. Itu akan memakan waktu yang cukup lama karena data wp
sangat banyak. Dan permasalahan yang kedua belum tersinkronisasi antara data
spt yang masuk dari pelayanan dan spt yang sudah masuk dalam system. Untuk
proses selanjutnya bias dikatakan tidak ada permasalahan yang signifikan.
Sasaran
Berdasarkan kondisi yang telah digambarkan di atas, sasaran yang hendak dicapai
dalam penulisan laporan pengamatan ini adalah mengidentifikasi permasalahan
yang terjadi dalam rangka pelaksanaan penerbitan surat tagihan pajak
Pratama Denpasar Timur atas masalah yang ditemukan.

di KPP

Bab II
Pembahasan
A. Permasalahan
Pengertian STP (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007) adalah surat
yang digunakan untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi
berupa bunga dan/atau denda. Surat tagihan pajak mempunyai kekuatan hokum
yang sama dengan surat ketetapan.
STP berfungsi :
1. Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT wajib pajak.
2. Sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga atau denda
3. Sarana untuk menagih pajak
STP sendiri diterbitkan jika pajak penghasilan tidak atau kurang bayar dalam
tahun berjalan, terdapat kekurangan pembayaran dalam SPT, WP dikenakan
sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda, pengusaha yang tidak
melapor sebagai PKP, dan pengusaha yang belum PKP tetapi membuat faktur
pajak atau kebalikannya.
Secara umum proses pembuatan dan penerbitan stp di KPP pratama denpasar
timur telah sesuai dengan SOP nomor KPP70-0063 tentang tata cara penerbitan
surat tagihan pajak (stp) di seksi pengawasan dan konsultasi. Walaupun begitu
masih terdapat beberapa kendala seperti :
1. Para account representative kesulitan dalam mengidentifikasi siapa saja yang
berhak dibuatkan surat tagihan pajak karena untuk mencari SPT wajib pajak
yang berhak diterbitkan stp tidak sepenuhnya terhubung dengan baik dengan
aplikasi sidjp para AR. Jadi para AR butuh waktu yang tidak singkat untuk
mengecek SPT wajib pajak yang perlu diterbitkan STP
2. Terdapat data-data yang kurang valid antara SPT yang masuk dengan yang
terekam di system misalnya SPT WP si A telah masuk sesuai tanggal lapor
namun di system belum masuk karena system ngadat ataupun masalah lain
yang dapat menyebabkan data kurang sinkron, hal itu menyebabkan
kerancuan dalam penerbitan STP.

B. Analisis penyebab timbulnya permasalahan utama


Sebab dari timbulnya masalah di atas adalah oleh hal-hal berikut :

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat diambil
adalah sebagai berikut :
1.