Anda di halaman 1dari 11

Nama : Juliana Jessica Novia

Kelas : C
NRP

: 1130316

TUJUH (7) KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF

1.

Jadilah Proaktif
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya
bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa
mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai
ketimbang pada suasana hati atau keadaan.

(+)

Senantiasa tenang dan bijak mengawal emosi


Contoh:
Pak Ari mendapat teguran dari Dekan karena 80% mahasiswa yang diajari Pak Ari mendapat nilai
buruk. Menghadapi situasi tersebut, Pak Ari senantiasa tersenyum dan sabar meskipun dimarahi dan
dikritik gagal menyampaikan pengetahuan kepada mahasiswa.

Pak Ari mencari solusi lain dan

bersikap bijaksana. Ia tidak menyalahkan dirinya tetapi memandang kejadian tersebut terjadi

karena ada factor eksternal, seperti kurangnya usaha dari mahasiswa itu sendiri.
Mengelak dari sikap suka mengeluh dan Melihat aspek positif dalam musibah yang melanda
Contoh:
Deo mendapat tugas memimpin rapat kepanitiaan, tetapi ia belum menyiapkan materi untuk dibahas
pada saat rapat. Di saat yang bersamaan, laptop Deo hilang dan semua dokumen penting berada di
laptop tersebut. Padahal rapat akan diadakan keesokkan harinya. Deo tidak merasa panik sama
sekali, tetapi ia mencari jalan lain dan memprioritaskan hal penting yang bisa ia lakukan terlebih
dahulu. Ia tetap menyiapkan materi dengan menggunakan alat elektronik yang lain dengan semangat
dan melihat kejadian tersebut sebagai suatu proses pendewasaan diri, bahwa dalam situasi sulit
sekalipun ia harus tetap mengutamakan hal yang penting terutama hal yang berkaitan dengan banyak

orang.
Inisiatif dan Solutif
Contoh:
F dan N bersahabat. Saat N melihat F berbuat kesalahan ataupun mengalami suatu masalah, N akan
memberikan suatu respon dengan menasihati dan memberi solusi. Dengan inisiatifnya sendiri, tanpa
paksaan, N akan bersikap lebih peka dan selalu berusaha untuk member sebelum diminta. Ia tidak

akan menunggu kondisi lingkungan dan tidak menunggu keadaan yang menggerakkannya. Ia akan
memberikan alternative ketiga dalam setiap kondisi dan situasi.
(-)

Karena sikap proaktif selalu berkaitan dengan bebas melakukan tindakan apa saja, maka hal yang
perlu disadari adalah segala tindakan memiliki konsekuensi yang harus dihadapi di masa mendatang.
Contoh:
Putri membela Tiwi saat Tiwi berdebat dengan Ibu kos. Padahal Putri sendiri tidak tahu kejadian
yang lebih jelasnya seperti apa. Karena sikapnya yang proaktif terhadap teman, ia bertindak
langsung membela temannya dan memberikan sebuah keputusan dalam masalah tersebut. Apabila
suatu waktu Putri menyadari telah mengambil tindakan yang salah, maka ia harus mengakuinya
dengan sportif, dan belajar dari kesalahan tersebut. Dengan kata lain, bagaimana keadaan kita hari
ini merupakan akibat dari keputusan yang kita ambil dihari kemarin.

Orang yang proaktif cenderung tidak mudah tersinggung


Sikap ini terkadang membuat orang yang proaktif menjadi kurang peka dengan hal-hal kecil yang
menurutnya kurang berpengaruh untuk dirinya. Terkadang sikap tidak mudah tersinggung justru
membuatnya kurang mempedulikan masukan atau sindiran kecil dari orang-orang di sekitarnya yang
sebenarnya berniat untuk mengkritik suatu hal yang perlu diubah dalam dirinya.
Contoh:
Eci sering telat datang ke kampus, sehingga dosen sudah menghafal wajah eci, sehingga dosen
menegur eci tetapi dengan cara halus sembari memberikan senyum. Eci merasa teguran tersebut
merupakan sesuatu yang biasa atau hanyalah sebuah candaan

dan ia tidak menanggapi teguran

tersebut. Karena sifatnya yang tidak mudah tersinggung, ia tidak begitu


memikirkan omongan dosen, dan akhirnya teguran itu berlalu.
Bertindak untuk membuat sesuatu terjadi
Orang akan bertindak demi mencapai tujuannya. Ia akan bertindak agar sesuatu terjadi sehingga
cenderung melakukan sesuatu bukan secara alami dan secara apa adanya terjadi tetapi cenderung
memaksakan diri untuk bertindak sehingga tujuannya tercapai.
Contoh:
Rudi seorang mahasiswa semester akhir. Ia akan mengajukan permohonan sidang kepada dosennya,
tetapi masih ada nilai mata kuliah yang perlu diperbaiki. Karena ia ingin segera lulus, maka ia tidak
memperdulikan mata kuliah yang nilainya kurang bagus tersebut, dan dia lebih memilih untuk segara
sidang dan akhirnya lulus. Kerugiannya adalah ia lulus dengan Indeks Prestasi yang kurang
memuaskan.

2. Merujuk pada Tujuan Akhir

Dalam hal ini mereka akan membentuk masa depan mereka masing-masing dengan terlebih
dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani
kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara
mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuantujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri
untuk melaksanakannya.

(+)

Berpikir lebih matang dan punya perencanaan yang jelas


Contoh:
Yuli telah lulus SMA dan akan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Jauh sebelum ia harus
memilih jurusan yang tepat, ia sudah terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan
dengan masa depannya. Ia telah menyiapkan berbagai perencanaan. Ia sudah tahu di bidang mana ia
akan bekerja jika ia mengambil jurusan tersebut beserta konsekuensi apa saja yang akan ia
tanggung nantinya, sehingga saat waktunya tiba ia telah siap memilih jurusan yang tepat dengan

pertimbangan yang sudah matang.


Mendahulukan hal-hal yang lebih penting atau lebih mengutamakan hal-hal yang berkaitan dengan
tujuan
Contoh:
Ani mengikuti kegiatan ekstra badminton di kampus dan sangat senang bermain badminton. Sehari
sebelum ujian, ia mempunyai jadwal latihan badminton untuk pertandingan antar fakultas yang
memakan waktu cukup lama, sedangkan masih ada beberapa bab yang belum ia pelajari di mata kuliah
tertentu. Ani berencana ingin mendapat nilai A, ia bertujuan ingin menaikkan IPnya. Karena ia lebih
mengutamakan nilainya, maka ia akan mendahulukan apa yang menjadi tujuannya. Ia akan
mengesampingkan latihan badminton dan lebih focus ke ujiannya, karena ia tahu ia sudah berlatih
cukup keras untuk pertandingannya, dan saatnya ia focus pada tujuannya.

Mendahulukan kesiapan mental dari pada fisik


Contoh:
saya bertujuan untuk memulai hidup sehat sejak dini, dalam hal ini saya akan mulai dengan menyusun
rencana (mental) terlebih dahulu, kesiapan diri dan niat yang teguh dan kemudian memulai dengan
merencanakan berapa kali sehari berolahraga, makanan apa yang wajib di konsumsi, dan lain-lain.
Dari contoh di atas dapat kita lihat bahwa seseorang yang mendahulukan mental daripada fisik akan
merencanakan tindakan yang akan ia lakukan terlabih dahulu sebelum melakukannya.

(-)
Karena memiliki misi pribadi dan tujuan hidup, maka seseorang cenderung akan lebih egois dan
bersikap saya adalah saya dan kamu adalah kamu .

Contoh:
seorang nenek kesulitan saat ingin menyebrangi jalan yang ramai. Seorang siswa yang kebetulan
lewat pada tempat itu melihat nenek tersebut. Tapi orang yang mempunyai sikap menjalani hidup
dengan misi pribadi akan bersika acuh tak acuh dengan keadaan yang ia lihat. Ia akan merasa
membantu nenek tersebut adalah hal yang tidak penting dan masih ada hal lain yang lebih penting

yang bisa ia lakukan.


Lebih mendahulukan kepentingan diri sediri untuk mencapai tujuan sehingga tidak peduli dengan
orang lain.
Contoh:
saya mempunyai target untuk tidak terlambat masuk kelas saat saya kuliah. Tetapi saya juga
memiliki prinsip untuk harus selalu makan pagi sebelum saya melakukan berbagai aktivitas. Karena
tidak sempat memasak, saya membeli roti di supermarket yang berhadapan dengan tempat tinggal
saya. Saat membayar di kasir saya berada dalam antrian ke 3. Dalam hal ini karena saya ingin
memenuhi tujuan saya yaitu tidak datang terlambat, maka saya tidak akan segan-segan untuk

mendahulukan diri saya dengan menyeroboti orang lain saat membayar.


Cenderung lebih fokus pada tujuan, sehingga ketika hal-hal yang tidak direncanakan (kemungkinan
buruk) terjadi, orang tersebut belum siap dengan kemungkinan itu.
Contoh:
Intan hendak mutasi dari jurusan Psikologi ke jurusan Hukum karena ia ingin menjadi pengacara. Ia
begitu menggebu-gebu dan memfokuskan hati dan pikirannya ke fakultas tersebut. Saat ia sudah
masuk ke fakultas tersebut, ternyata bannyak sekali tantangan yang berat yang harus ia hadapi,
namun ia belum siap dengan tantangan-tantangan tersebut. Akibatnya ia stress dan pikirannya
terbengkalai.

3. Dahulukan yang utama yaitu menempatkan hal pertama dan utama dalam list pekerjaan yang harus
dilakukan, mengorganisir dan mengelola waktu serta peristiwa sesuai dengan prioritas pribadi.

(+)
Hidup seimbang.
Contoh:
Seseorang akan memprioritaskan serta melakukan hal-hal yang penting terlebih dahulu lalu
melakukan hal-hal lainnya. Tetapi bukan berarti melupakan hal-hal yang tidak penting. Ia tetap
mengambil pelajaran dari hal-hal yang kurang penting dan mencari makna dari setiap apa yang ia

lakukan. Dengan begitu ia telah hidup dengan seimbang.


Bertindak berdasarkan prioritas.
Contoh:
Saya memprioritaskan pekerjaan saya di atas kepentingan pribadi, sehingga ketika saya dihadapkan
dengan masalah dimana saya harus mengurusi hal-hal pribadi dan pekerjaan, maka sudah jelas bahwa
saya akan memilih pekerjaan, karena prioritas hidup saya adalah bekerja. Saat saya bekerja, saya

memiliki tanggung jawab bukan hanya untuk diri saya sendiri tetapi juga saya bertanggung jawab

atas siri orang lain.


Mengelola waktu dengan baik.
Contoh:
Sepulang kuliah, yeni tidak membuang-buang waktu luangnya dengan bersantai-santai saja di rumah.
Tetapi ia menyelesaikan tugas-tugasnya secepatnya, ia berusaha mengisi waktu luangnya dengan
melakukan pekerjaan yang belum teselesaikan sehingga ia dapat merencanakan hal-hal yang lain.

(-)
Memprioritaskan hal yang tidak penting.
Contoh:
Toni lebih mengutamakan untuk melakukan hal-hal yang ia prioritaskan yang sebetulnya tidak begitu
penting untuk dilakukan dari pada hal lain yang harus segera ia kerjakan.
Keras kepala.
Contoh:
Opi tidak mendengarkan dan sama sekali tidak peduli ketika orang lain memberi saran tentang halhal penting yang seharusnya ia lakukan terlebih dahulu, karena ia telah menetapkan prioritas dalam
hidupnya. Ia akan tetap berpegang teguh pada apa yang telah ia prioritaskan sejak awal. Hal ini
membuat ia tidak bisa dinasihati dan cenderung tidak begitu menyeleksi masukkan dari orang-orang

di sekitarnya.
Menunda pekerjaan.
Contoh:
Saya telah menetapkan prioritas utama dalam hidup saya adalah bekerja. Maka hal-hal lain akan saya
kesampingkan dan sebisa mungkin menunda untuk melakukan hal-hal di luar pekerjaan saya sekalipun
hal tersebut cukup penting untuk dilakukan

4. Berpikir menang/menang, artinya kemampuan mentalitas berkelimpahan yaitu berbagi informasi,


kekuasaan, pengakuan, dan imbalan, yaitu cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan
bersama,dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi.
(+)

Tidak berpikir egois


Contoh:
Saya tidak mau berpikir seperti martir (kalah/menang) karena telah menjadi lebih berprinsip yang
suka berbagi pengakuan dan kekuasaan serta mengutamakan kepentingan orang lain dari pada
kepentingan pribadi. Meskipun saya harus kalah, tetapi saya akan merasa menang karena saya

berbuat untuk kepentingan dan kebaikan orang lain.


Rendah hati
Contoh:

Teman saya Erends berbuat salah, saya tidak akan langsung mendakwa atau memarahinya habis
habisan, tapi saya akan memberi tahu dengan baik tentang apa yang benar yang seharusnya ia

lakukan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Sikap saling menghormati
Contoh:
Dalam pelajaran lintas agama, kelompok A yang salah satu anggotanya adalah Billy melakukan
presentasi. Billy selalu menghargai setiap pendapat yang diberikan oleh teman-temannya dari
kelompok lain dan memberi tanggapan dengan baik. Meskipun ada beberapa temannya yang
memberikan kritik dengan emosional dan memancing emosinya, tetapi ia selalu menanggapinya dengan
kepala dingin.

(-)
Tidak memiliki padangan kedepan yaitu hanya berpikir tentang hari ini saja tanpa memikirkan
kedepannya seperti apa dan nyaman dengan setiap zona nyaman yang di ciptakan
Contoh:
Hasan bolos dari pelajaran matematika karena ia merasa ngantuk jika harus mendengarkan dosen
matematika mengajar di siang hari. Di setiap minggunya ia selalu melakukan hal yang sama tanpa
ketahuan dosen dan merasa nyaman dengan hal itu. Ia tidak memikirkan bagaimana ia mengerjakan
ujian nanti, bagaimana dengan kuis dan hal-hal lainnya. Ia tetap berlarut dalam zona nyamannya itu

dan tidak berusaha keluar dari zona tersebut.


Menghindari konflik yaitu hanya ingin terus berada dalam zona nyaman tanpa ingin keluar dari

dalamnya
Contoh:
Sama seperti contoh di atas (contoh Hasan)
Memilki sifat saling ketergantungan yang tinggi antar sesama anggota, yaitu karena dalam prinsip
berpikir menang/menang adalah mencari keuntungan bersama dan untuk manfaat bersama.
Contoh:
Chelsea selalu memutuskan sesuatu berdasarkan hasil keputusan dari teman-temannya. Karena
sifatnya yang solidaritas dan selalu mengutamakan kepentingan bersama, ia rela mengorbankan
kepentingannya demi kepentingan bersama. Sehingga cenderung ia tidak berani membela
kepentingannya, dan membiarkannya begitu saja dengan merelakannya.

5. Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti yaitu dapat memahami orang lain serta
memikirkan kepentingan orang lain.
(+)

Berpikir dewasa yaitu orang yang dapat mengerti orang lain terlebih dahulu baru mengharapkan
dirinya dimengerti adalah orang yang dapat berpikir dewasa serta memiliki komunikasi yang baik
dengan sesama.
Contoh:
Andre sebenarnya ingin sekali agar apa yang ia utarakan dapat diterima baik oleh Lusi. Namun Andre
selalu kembali memikirkan hal-hal yang mungkin sedang dipertimbangkan oleh Lusi. Andre tidak

memaksa Lusi tetapi mencoba untuk berbicara dengan baik apa yang sebenarnya diinginkan Lusi.
Terbuka, yaitu mau membuka diri dan berani membicarakan kejujuran walau ia tahu resikonya
Contoh:
Saya sering terlambat ke kampus. Teman-teman menanyakan kepada saya penyebab saya sering
datang terlambat ke kampus. Saya menjawabnya dengan jujur bahwa saya sulit bangun pagi dan saya
sering mengulur waktu. Saya berani membuka diri dan berani membicarakan kejujuran meskipun
berkaitan dengan hal buruk yang ada dalam diri saya, dan meskipun saya tahu resikonya orang-orang
akan menganggap saya buruk dan menjauhi saya. Saya tetap berpikir bahwa yang terpenting adalah

saya berani jujur dan menunjukkan diri saya apa adanya, tanpa berusaha untuk menyembunyikannya.
Berani, yaitu seseorang yang dapat mendengarkan orang lain terlebih dahulu adalah orang yang
bersikap berani dalam mengungkapkan pendapat dan mempertahankan apa yang diyakininya benar.

(-)
Merasa harus ada ketegasan yaitu ketika seseorang yang telah mendengar penjelasan dari orang lain
dan tiba gilirannya untuk berbicara, ia secara tidak langsung akan menuntut suatu ketegasan dalam
respon maupun sikap lawan bicaranya
Contoh:
Dalam rapat Kongres Kemahasiswaan Ubaya, saya terlibat sebagai peserta rapat. Dalam rapat
tersebut, saya seringkali merasa bahwa pendapat dari Kak Bela cenderung bertujuan untuk
keuntungan organisasi mereka semata. Saat saya diberi kesempatan untuk menanggapi, saya dengan
tegas memberikan pendapat mengenai sikap Kak Bela tersebut. Dalam hal ini, saya terlalu cepat
mengambil tindakan tanpa mendiskusikannya dulu dengan orang lain, bagaimana pendapat mereka.
Saya hanya menilai dari apa yang saya rasakan, tanpa menanyakan ke teman-teman lain bagaimana

pandangan mereka tentang Kak Bela.


Merasa harus dihargai yaitu merasa harus ada feedback yang sama ketika ia mendengarkan lawan
bicaranya terlebih dahulu terhadapya ketika tiba giliran ia berbicara.
Contoh:
Saat presentasi Tokoh Penginspirasi dalam kuliah Kepemimpinan berlangsung, saya memberikan
sebuah tanggapan kepada kelompok A, tetapi tidak ada tanggapan balik dari kelompok tersebut
kepada saya. Saya merasa bahwa mereka sama sekali tidak mempedulikan tanggapan saya, maka saya
pun memberikan komentar dan menanyakan lagi bagaimana tanggapan dari mereka terhadap

pendapat saya.
Menuntut kemurahan yaitu menuntut untuk dipahami serta keberanian lawan bicara

6. Bersinergi yaitu kemampuan kreatifitas (penciptaan sesuatu) melalui dua pikiran yang saling
menghormati satu sama lain.

(+)
Mengatasi masalah dengan bijaksana, yaitu :menghasilkan alternatif ketiga bukan caraku, bukan
caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing
Contoh:
Susi dan Susan sedang mempeributkan sebuah masalah dan belum menemukan solusinya. Susi ingin
menggunakan rencana A, Susan ingin menggunakan rencana B. Karena Susi memiliki sifat yang lebih
dewasa dibangdingkan Susan, maka Susi memberikan pendapat bagaimana jika mencari alternative
jalan keluar yang lain. Akhirnya Susi dan Susan bersama-sama menemukan jalan keluar lain yaitu
dengan menggunakan rencana C, dimana jika mereka menggunakan rencana C maka mereka tidak akan
berbeda pendapat lagi dan bisa berjalan bersama.

Memanfaatkan perbedaan yaitu mengesampingkan sifat sifat merugikan dari individu dan
menggunakan

perbedaan

yang

ada

untuk

kepentingan

dan

manfaat

bersama.

Contoh:
Kelas C ingin membuat acara untuk hari ulang tahun ketua kelas mereka. Mereka berencana
memesan nasi bungkus, dan mereka sedang mendiskusikan lauk yang cocok. Beberapa di antara
mereka tidak ingin memakai lauk tempe karena tidak biasa makan tempe, ada juga yang tidak bisa
makan telur karena alergi, beberapa yang lain tidak mau makan daging ayam karena takut gemuk, dan
masih banyak alasan lainnya. Tetapi ketua kelas tidak bisa memikirkan keinginan dari masing-masing
individu tersebut, ketua kelas juga harus memikirkan kepentingan semua orang dalam kelas
tersebut. Maka dari itu, ketua kelas memutuskan memakai tempe telur dan ayam, sehingga bagi yang
tidak bisa makan salah satu dari lauk tersebut masih ada lauk lain yang bisa dimakan.

Mamanfaatkan peluang yaitu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk sesuatu yang lebih baik dan
mengubah hal hal merugikan menjadi hal-hal yang menguntungkan.
Contoh:
Saya mendapat kesempatan untuk menjadi sekben UKM Tari. Saya tahu bahwa menjadi sekben itu
tidak mudah karena saya akan menjadi sangat sibuk dan akan selalu diperintah oleh atasan saya.
Tetapi saya kembali memikirkan bahwa ini adalah kesempatan baik bagi saya untuk menambah
pengalaman dan bertumbuh. Dengan menjadi sekben akan banyak hal yang mungkin sebelumnya tidak
saya ketahui membuat saya menjadi tahu. Dan akan banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan.
(-)

Kesulitan untuk menyatukan dua pikiran yang berbeda yaitu dalam hal ini harus ada salah satu orang
yang mempunyai sifat saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain dan dimana diantara
kedua pihak tidak saling menganggap remeh antara satu dengan yang lainnya.
Contoh:
Saya dan Dini berada dalam satu kelompok untuk membuat sebuah presentasi tugas desain. Saya
menginginkan lebih banyak animasi atau gambaran yang bisa mencerminkan kejadian nyata sehingga
orang bisa ikut berpikir maksud dan tujuan dari gambaran tersebut karena saya berpikir kalau
dijelaskan dengan tulisan sudah biasa dilakukan dan orang akan bosan, tetapi Dini ingin lebih banyak
tulisan dan penjelasan dan berpikir bahwa dengan animasi orang sulit memahami. Kami berdua samasama mempertahankan pendapat dan pemikiran kami dan cenderung menganggap remeh tentang
pendapat yang tidak sesuai dengan keinginan kami, sehingga pada akhirnya tugas kami tidak bisa
diselesaikan tepat waktu. Dalam hal ini seharusnya ada salah satu yang mengalah dan bertindak
sebagai penengah agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

Seseorang mundur karena tidak bisa bekerja sama dengan baik dalam kelompok, seseorang tidak
dapat berpikiran sejalan, seseorang tidak mampu bekerja sama yang baik dengan temannya atau
kelompoknya sehingga tidak bisa searah, sejalan, dan akhirnya mundur.
Contoh:
Karena merasa tidak cocok dengan kelompok belajar, karena sering terjadi perbedaan pendapat dan
tidak sejalan, Rina mundur dan merasa dirinya tidak cocok dalam kelompok itu karena tidak pernah
satu pikiran.

Harus memiliki dan menjunjung tinggi prinsip dalam berkelompok


Contoh:
Apapun pendapat dan keinginan yang ingin disampaikan oleh Rumi, ia tidak bisa menyampaikannya
karena prinsip dalam kelompok mereka telah diputuskan dan disetujui. Akibatnya, jika ada alasan
tertentu yang mendesak dan ingin disampaikan, cenderung tidak akan bisa ditoleransi karena sudah
mengutamakan prinsip dalam kelompok tersebut.

7. Asalah gergaji, merupakan kemampuan unik dari perbaikan berkelanjutan atau pembaharuan diri

untuk mengatasi kemacetan.


(+)
Memperbaharui diri secara terus menerus yaitu dapat menerima kritik dari orang lain, mengubah
sifat-sifat buruk dan berusaha menjadi lebih baik setiap harinya
Contoh:
Saya mendapat kritikan dan pandangan dari seorang sahabat saya bahwa saya orangnya emosional
dan sering berbicara tanpa dipikirkan dulu. Saya menerima baik masukkan tersebut dan
mengintrospeksi diri serta merenungkannya untuk mengubah diri saya menjadi lebih baik. Saya tidak

hanya sekedar memikirkannya satu kali saja, tetapi setiap hari saya mencoba untuk mengubah

kebiasaan buruk saya tersebut, dan melihat kembali apakah sudah ada perubahan dalam diri saya.
Terhindar dari kemerosotan moral, yaitu ketika seseorang dapat memperbaiki dirinya semakin hari
semakin baik bukannya buruk, maka dalam hal ini, ia telah selangkah menjauh dari terjadinya
kemerosotan moral
Contoh:
Karena saya selalu mencoba setiap harinya untuk mengubah diri saya menjadi lebih baik, dan
mengusahakan untuk belajar tentang diri saya, apa kekurangan dan kelemahan saya, maka saya sudah
mulai belajar banyak hal. Banyak pelajaran yang saya dapatkan, entah dari permasalahan yang saya

dapat, atau mungkin kekurangan saya, sehingga tidak terjadi kemerosotan moral.
Memposisikan organisasi dijalan pertumbuhan yang baru yaitu, memandang sebuah organisasi bukan
sebagai tempat untuk menghabiskan waktu luang dan untuk melakukan hal-hal tidak berguna, tetapi
sebagai tempat untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Contoh:
Saya mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas

Surabaya,

dan

saya

memandangnya sebagai wadah untuk menumbuhkembangkan diri saya, entah dari pengalaman baik
sampai ke pengalaman buruk. Saya menilai bahwa setiap permasalahan yang terjadi dalam organisasi
tersebut memiliki tujuan sebagai pembelajaran untuk saya sendiri sehingga apabila nantinya saya
memiliki permasalahan, saya sudah terbiasa untuk menyelesaikan masalah dan setidaknya
bertambahlah pengalaman serta berbagai pilihan untuk menemukan jalan keluarnya.

(-)
Jangka panjang yaitu tidak praktis untuk dilakukan, membutuhkan waktu lama untuk melakukannya
dengan sempurna
Contoh:
Saya ingin mengubah diri saya menjadi lebih baik. Saya ingin menghilangkan kebiasaan-kebiasaan
buruk saya, tetapi saya tidak bisa mengubahnya langsung secara instant dan langsung saat itu juga.

Saya harus bersabar, melalui proses yang panjang dan itu membutuhkan waktu yang lama.
Membiarkan informasi membanjiri pikiran yaitu ketika seseorang ingin menjadi lebih baik ia harus
mendengar setiap informasi yang ada agar ia dapat mengerti segala sesuatu dengan baik serta
menjalankannya. Tetapi hal ini dapat memberikan pengaruh negatif juga terantung dari bagaimana
kita dapat menyaring informasi yang diperoleh
Contoh:
Karena saya ingin agar saya banyak tahu, saya berusaha sebisa mungkin agar saya tidak ketinggalan
informasi. Saya mencari tahu berbagai informasi yang ada dan berusaha selalu up to date. Namun
saya sering mendapatkan informasi yang sebenarnya buruk dan bisa mempengaruhi cara berpikir
saya, tetapi saya memasukkannya ke dalam pikiran saya dan menyimpannya. Sehingga saya yang

sebelumnya belum mempunyai cara berpikir seperti itu, dengan informasi yang saya dapatkan

kemudian justru mengubah cara berpikir saya menjadi kurang baik.


Banyak menghabiskan waktu. Yaitu dalam mengasah gergaji, kita harus menguasai 4 bidang
kehidupan yaitu : fisik, social, mental dan spiritual.
Hal ini tentu memakan waktu bagi kita untuk

dapat

menguasai

semua

hal

tersebut.

Contoh:
Karena saya ingin menambah pengalaman dalam diri saya dan bermaksud ingin meningkatkan kualitas
diri saya, sehingga saya ingin mengambil setiap kesempatan untuk berkembang dari berbagai aspek,
entah secara fisik, mental, social dan spiritual, dengan cara itu yang justru membuat waktu saya
banyak tersita karena saya harus bisa menyediakan waktu yang banyak untuk bisa mengambil semua
kebaikan yang ada dalam berbagai aspek tersebut.