Anda di halaman 1dari 21

A.

DEFINISI
Pelayanan antenatal ialah untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila
mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani
secara memadai (Saifuddin, dkk., 2002). Pemeriksaan kehamilan atau ANC merupakan
pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam
kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan mereka post partum sehat
dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental (Wiknjosastro, 2005).
Program-program yang di integrasikan dalam pelayanan antenatal
terintegrasi meliputi :
a. Maternal Neonatal Tetanus Elimination (MNTE)
b. Antisipasi Defisiensi Gizi dalam Kehamilan (Andika)
c. Pencegahan dan Pengobatan IMS/ISR dalam Kehamilan (PIDK)
d. Eliminasi Sifilis Kongenital (ESK) dan Frambusia
e. Pencegahan dan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi (PMTCT)
f. Pencegahan Malaria dalam Kehamilan (PMDK)
g. Penatalaksanaan TB dalam Kehamilan (TB-ANC) dan Kusta
h. Pencegahan Kecacingan dalam Kehamilan (PKDK)
i. Penanggulangan Gangguan Intelegensia pada Kehamilan (PAGIN).
(Depkes RI, 2009)
B. TUJUAN ANC
Tujuan Asuhan Antenatal yaitu :
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan Ibu dan tumbuh
kembang bayi;
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan social ibu dan bayi,
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi
selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan,
d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, Ibu maupun
bayinya dengan trauma seminimal mungkin,
e. Mempersiapkan peran Ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat
tumbuh kembang secara normal (Saifuddin, dkk., 2002).
Ini berarti dalam antenatal care harus diusahakan agar :
a. Wanita hamil sampai akhir kehamilan sekurang kurangnya harus sama sehatnya atau
lebih sehat;
b. Adanya kelainan fisik atau psikologik harus ditemukan dini dan diobati,
c. Wanita melahirkan tanpa kesulitan dan bayi yang dilahirkan sehat pula fisik dan metal
(Wiknjosastro, 2005)

C. PELAYANAN ANTENATAL
Cara pelayanan antenatal, disesuaikan dengan standar pelayanan
antenatal menurut Depkes RI yang terdiri dari :
a.

Kunjungan Pertama
1)

Catat identitas ibu hamil

2)

Catat kehamilan sekarang

3)

Catat riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu

4)

Catat penggunaan cara kontrasepsi sebelum kehamilan

5)

Pemeriksaan fisik diagnostic dan laboratorium

6)

Pemeriksaan obstetric

7)

Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT)

8)

Pemberian obat rutin seperti tablet Fe, calsium, multivitamin, dan mineral
lainnya serta obat-obatan khusus atas indikasi.

9)
b.

Penyuluhan/konseling.

Jadwal Kunjungan Ibu Hamil


Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam
jiwanya. Oleh karena itu, wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan
selama periode antenatal:
1) Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu).
2) Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14 28).
3) Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28 36 dan sesudah
minggu ke 36).(Saifudin, dkk.,2002)
4) Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dilaksanakan ada gangguan atau bila
janin tidak bergerak lebih dari 12 jam (Pusdiknakes, 2003:45)

.
Pada setiap kunjungan antenatal, perlu didapatkan informasi yang sangat penting.
a. Trimester pertama sebelum minggu ke 14
1)

Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu


hamil.

2)

Mendeteksi masalah dan menanganinya

3)

Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia


kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan

4)

Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi


komplikasi

5)

Mendorong perilaku yang shat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan
sebagainya

b. Trimester kedua sebelum minggu ke 28


Sama seperti diatas, ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklampsia (tanya ibu
tentang gejala gejala preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi edema, periksa
untuk apakah ada kehamilan ganda
c.

Trimester ketiga antara minggu 28-36


Sama seperti diatas, dtambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada
kehamilan ganda.

d.

Trimester ketiga setelah 36 minggu


Sama seperti diatas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain
yang memerlukan kelahiran di rumah sakit. (Saifuddin, dkk., 2002)

Pelayanan/asuhan standar minimal termasuk 7 T


a.

(Timbang) berat badan

b.

Ukur (Tekanan) darah

c.

Ukur (Tinggi) fundus uteri

d.

Pemberian imunisasi (Tetanus Toxoid)

e.

Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan

f.

Tes terhadap penyakit menular sexual

g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. (Saifudin, 2002).


o

Kebijakan

program pelayanan antenatal menetapkan frekuensi kunjungan

antenatal sebaiknya minimal 4 (empat) kali selama kehamilan, dengan ketentuan


sebagai berikut :
1. Minimal satu kali pada trimester pertama (K1).
2. Minimal satu kali pada trimester kedua (K2).
3. Minimal dua kali pada trimester ketiga (K3 dan K4). (Depkes, 2009)
Beberapa kebijakan teknis pelayanan antenatal rutin yang selama ini dilaksanakan dalam

rangka peningkatan cakupan pelayanan antara lain meliputi :


1) Deteksi dini ibu hamil melalui kegiatan P4K dengan stiker dan buku KIA, dengan
melibatkan kader dan perangkar desa serta kegiatan kelompok Kelas Ibu Hamil.
2)

Peningkatan kemampuan penjaringan ibu hamil melalui kegiatan kemitraan Bidan


dan Dukun.

3) Peningkatan akses ke pelayanan dengan kunjungan rumah


4) Peningkatan akses pelayanan persalinan dengan rumah tunggu. (Depkes, 2009)
D. INTERVENSI ANTENATAL
Intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah perlakuan yang diberikan
kepada ibu hamil setelah dibuat diagnosa kehamilan.
Adapun intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah :
a.

Intervensi Dasar
1)

Pemberian Tetanus Toxoid


a) Tujuan pemberian TT adalah untuk melindungi janin dari tetanus neonatorum,
pemberian TT baru menimbulkan efek perlindungan bila diberikan sekurangkurangnya 2 kali dengan interval minimal 4 minggu, kecuali bila sebelumnya
ibu telah mendapatkan TT 2 kali pada kehamilan yang lalu atau pada masa
calon pengantin, maka TT cukup diberikan satu kali (TT ulang). Untuk menjaga
efektifitas vaksin perlu diperhatikan cara penyimpanan serta dosis pemberian
yang tepat.
b)

Dosis dan pemberian 0,5 cc pada lengan atas

c) Jadwal pemberian TT
Tabel : 2.1Jadwal Pemberian TT
Antigen
TT1
TT2
TT3
TT4
TT5

Interval
(selang waktu

Lama

%
perlindungan

minimal)
perlindungan
Pada kunjungan
antenatal pertama
4 minggu setelah TT 13 tahun
80
6 bulan setelah TT2 5 tahun
95
1 tahun setelah TT 3 10 tahun
99
1 tahun setelah TT4 25 tahun/seumur99
hidup

keterangan : artinya apabila dalam waktu 3 tahun Wanita Usia Subur (WUS) tersebut
melahirkan, maka bayi yang dilahirkan akan terlindung dari Tetanus Neonatorum
(TN). (Saifudin, 2002)
2) Pemberian Vitamin Zat Besi

a) Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil
dan nifas karena pada masa kehamilan dan nifas kebutuhan meningkat.
b) Di mulai dengan memberikan satu sehari sesegera mungkin setelah rasa mual
hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 Mg (zat besi 60 Mg) dan Asam Folat
500 Mg, minimal masing-masing 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak di minum
bersama teh atau kopi, karena mengganggu penyerapan. (Saifudin, 2002)
b. Intervensi Khusus
Intervensi khusus adalah melakukan khusus yang diberikan kepada ibu hamil sesuai
dengan faktor resiko dan kelainan yang ditemukan, meliputi:
1) Faktor resiko, meliputi:
a) Umur
(1) Terlalu muda, yaitu
(2)
b)

c)

tua, yaitu diatas 35 tahun


Paritas

(1)

Paritas 0 (primi gravidarum, belum pernah melahirkan)

(2)

Paritas > 3
Interval

Jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan sekurang-kurangnya 2 tahun.


d)

Tinggi badan kurang dari 145 cm

e)

Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm

2) Komplikasi Kehamilan
a) Komplikasi obstetri langsung
(1) Perdarahan
(2) Pre eklamasi/eklamsia
(3) Kelainan letak lintang, sungsang primi gravida
(4) Anak besar, hidramnion, kelainan kembar
(5) Ketuban pecah dini dalam kehamilan.
b) Komplikasi obstetri tidak langsung
(1) Penyakit jantung
(2) Hepatitis
(3) TBC (Tuberkolosis)
(4) Anemia
(5) Malaria
(6) Diabetes militus
c)

Komplikasi yang berhubungan dengan obstetri, komplikasi akibat kecelakaan


(kendaraan, keracunan, kebakaran) (Mochtar R, 1998:75).

E. Tempat Pelayanan Antenatal

Pelayanan kegiatan pelayanan antenatal terdapat dari tenaga medis yaitu dokter umum
dan dokter spesialis dan tenaga paramedic yaitu bidan, perawat yang sudah mendapat
pelatihan. Pelayanan antenatal dapat dilaksanakan di puskesmas, puskesmas
pembantu, posyandu, Bidan Praktik Swasta, polindes, rumah sakit bersalin dan rumah
sakit umum. (Depkes RI, 1995)
F. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANTENATAL CARE
1. Umur
Wiknjosastro (2005), juga menyatakan bahwa dalam kurun reproduksi sehat dikenal
bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian
maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahunternyata 2-5
kali lebih tinggi dari pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun.
Kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30-35 tahun.
2. Pendidikan
Tingkat pendidikan individu dan masyarakat dapat berpengaruh terhadap
penerimaan pendidikan kesehatan (Uhu Suliha dkk, 2002:51)
3. Paritas
Paritas adalah keadaan seorang ibu yang melahirkan janin lebih dari satu
orang. Sueheilif Paritas adalah status seorang wanita sehubungan dengan jumlah
anak yang pernah dilahirkannya. Ibu yang baru pertama kali hamil merupakan hal
yang sangat baru sehingga termotivasi dalam memeriksakan kehamilannya
ketenaga kesehatan. Sebaliknya ibu yang sudah pernah melahirkan lebih dari satu
orang mempunyai anggapan bahwa ia sudah berpengalaman sehingga tidak
termotivasi untuk memeriksakan kehamilannya (Wiknjosastro, 2005).
4. Pendapatan Perkapita
Menurut penelitian Shintha Kusumaning Pribadi (2008) meskipun faktor
ekonomi bukan penentu utama ketidakpatuhan seseorang, terhadap saran tenaga
kesehatan, namun kemapuan seseorang untuk membeli obat dari kantong sendiri
sedikit banyak mempengaruhi kepatuhan seseorang terhadap tenaga kesehatan.
Biaya pembelian obat yang dirasa terlalu mahal untuk ukuran kemampuan
ekonominya, cenderung tidak dibeli meskipun itu disarankan oleh tenaga kesehatan.
Walaupun obat yang gratis tidak terlalu disukai karena dirasa kurang khasiatnya.
5. Jarak
Indonesia merupakan negara yang luas sayangnya luas wilayah ini belum
diimbangi dengan kecukupan, ketersediaan sarana-sarana layanan public termasuk
dibidang kesehatan. Di beberapa desa masih kesulitan mendapatkan akses
pelayanan kesehatan, tidak semua desa mempunyai

puskesmas dan tenaga medis seperti : dokter, bidan, perawat. Secara geografis
masih banyak masyarakat yang tinggal jauh dari sarana kesehatan (Depkes RI,
2003).
G. Penyakit penyerta pada masa antenatal
Penyakit-penyakit yang sering terjadi pada wanita hamil, antara lain :
1.

Diabetes melitus
Sebanyak lima persen dari setiap kehamilan yang terjadi, berisiko mengalami
diabetes gestasional. Ini adalah kondisi sementara pada ibu hamil, ketika tubuh
tidak cukup memproduksi insulin selama kehamilan.

2. Anemia (kurang darah)


Sebagian besar wanita hamil berisiko menderita anemia dengan gejala cepat lelah,
nafas pendek, dan sering pusing. Gangguan ini bisa disebabkan karena kekurangan
zat besi. Pada masa kehamilan zat besi sangat diperlukan untuk memproduksi selsel darah merah janin sehingga kebutuhan akan zat besi bertambah dua kali lipat.
Anemia pada wanita hamil juga bisa disebabkan oleh kekurangan asam folat. Akibat
kekurangan asam folat, janin bisa mengalami risiko kecacatan otak dan sumsum
tulang belakang. Anemia juga dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi setelah
melahirkan. Pada kondisi ini wanita hamil disarankan untuk mengatur nutrisi pada
makanannya atau bila perlu mengkonsumsi suplemen zat besi dan asam folat
selama hamil.
Keluhan yang dirasakan ibu hamil, adalah:
a)

Lemas badan, lesu, lekas lelah.

b)

Mata berkunang-kunang.

c)

Jantung berdebar.
Bila diperiksa melalui tes laboratorium didapatkan kadar hemoglobin (Hb)
dalam darah kurang dari 11gr % (ICD X).

Adapun pengaruh anemia terhadap kehamilan antara lain:


a) Menurunkan daya tahan ibu hamil sehingga ibu mudah sakit
b) Menghambat pertumbuhan janin, sehingga bayi lahir dengan berat badan
rendah.
c) Persalinan premature
Bahaya yang dapat terjadi pada kehamilan dengan anemia berat, yaitu Hb
kurang dari 6 gram % :
a.

Kematian janin dalam kandungan.

b.

Persalinan premature, pada kehamilan kurang dari 37 minggu.

c.

Persalinan lama.

d. Perdarahan pasca persalinan.


Kebutuhan pertolongan medic :
a)

Perawatan antenatal yang teratur, pemberian gizi seimbang.

b) Pemberian obat-obatan, tablet zat besi.


H. Perubahan fisiologis pada ibu hamil
1)

Berat badan
a)

Peningkatanberatbadan : 25% darisebelumhamil (rata-rata 12,5 kg)

b)

Pada trimester II dan III : 0,5 Kg / minggu

c)

Pengaruh dari pertumbuhan janin, pembesaran organ maternal, penyimpangan


lemak dan protein dan peningkatan volume darah dan cairan interstisial pada
maternal

2)

Perubahan pada kulit.


Terjadi hiperpigmentasi, yaitu kelebihan pigmen di tempat tertentu. Pada
wajah, pipi dan hidung mengalami hiperpigmentasi sehingga menyerupai topeng
(Kloasmagravidarum). Pada daerah areola mamae dan putting susu, daerah yang
berwarna hitam di sekitar putting susu akan menghitam. Sekitar areola yang biasanya
tidak berwarna akan berwarna hitam. Hal ini disebut areola mamae sekunder.
Pada perut, selain hiperpigmentasi, terjadi striegravidarum yang merupakan
garis pada kulit. Terdapat dua jenis striegravidarum, yaitu strielivide (garis yang
berwarna biru) dan striealbikan (garis yang berwarna putih).

3)

Perubahan payudara
a) Payudara membesar, tegang, dan sakit.
b) Vena dibawah kulit payudara membesar dan terlihat jelas.
c) Hiperpigmentasi pada areola mamae dan putting susu serta muncul areola
mamae sekunder.
d) Kelenjar motgomery yang terletak di bawah areola mamae membesar dan
kelihatan dari luar. Kelenjar motgomery mengeluarkan lebih banyak cairan agar
putting susu selalu lembab dan lemas sehingga tidak menjadi tempat
berkembang biak bakteri.
e) Payudara ibu mengeluarkan cairan apabila dipijat mulai kehamilan 16 minggu,
cairan yang dikeluarkan jernih. Pada kehamilan 16 minggu sampai 32 minggu,
warna cairan agak putih seperti air susu yang sangat encer. Dari kehamilan 32
minggu sampai anak lahir, cairan yang keluar lebih kental, berwarna kuning, dan
banyak mengandung lemak. Cairan ini disebut kolostrum.

4)

Perubahan perut.

Setelah kehamilan lima bulan, perut mulai kelihatan membesar. Saat hamil tua,
perut menjadi tegang dan pusat menonjol keluar timbul striegravidarum dan
hiperpigmentasi pada lineal beserta lineanigra
5)

Perubahan alat kelamin luar.


Alat kelamin luar ini tampak hitam kebiruan karena adanya kongesti pada
peredaran darah. Kongesti terjadi karena pembuluh darah membesar, darah yang
menuju uterus sangat banyak, sesuai dengan kebutuhan uterus membesarkan dan
member makanan janin. Gambaran mukosa vagina mengalami kongesti berwarna
hitam kebiruan tersebut disebut tanda Chadwick.

6) Perubahan pada tungkai.


Timbul varises pada sebelah atau keduabelah tungkai. Pada hamil tua,
sering terjadi endema pada salah satu tungkai. Edema terjadi karena tekanan
uterus yang membesar pada vena femoralis sebelah kanan atau kiri.
7) Perubahan pada sikap tubuh.
Sikap tubuh itu menjadi lordosis karena perut yang membesar.
8) Perubahan pada system respirasi
Kebutuhan oksigen meningkat 15%-20%, diafragma juga terdorong ke
cranial, terjadi hiperventilasi, pernafasan dangkal (20-24x/menit) mengakibatkan
komplikasi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal meningkat. Volume
residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.
I.

Edukasi pada Ibu Hamil

Kunjungan entenatal memberi kesempatan bagi petugas kesehatan untuk memberikan


informasi kesehatan esensial bagi ibu hamil dan keluarganya termasuk rencana persalinan
(dimana, penolong, dana, pendamping, dan sebagainya) dan cara merawat bayi. Beberapa
informasi penting tersebut itu adalah sebagai berikut.
1) Nutrisi yang adekuat
Vitamin D
Berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Sumbernya terdapat
pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
Vitamin E
Berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat.Yang terdapat dalam
lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran
hijau.
Asam folat

Berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat
pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli.Pada buahbuahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan
asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama
kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat
bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
Zat besi
Dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia (kurang darah), banyak terdapat
pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging
dan hati.Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu. Susu
mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil
dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak
tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium
yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan
2)

Perawatan payudara
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke
dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. puting susu yang
normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke
dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa
menonjol. Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari,
daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara
sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.

Makanan yang Harus Dihindari


a)

Kafein
Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu

dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke
rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula.
b)

Garam
Konsumsi garam akan menambah tingginya tekanan darah. Hal ini tentunya akan

membahayakan kehamilan karena adanya korelasi antara pembengkakan pada kaki dan
naiknya tekanan darah akibat konsumsi garam. Pada kasus kehamilan pada penderita
darah rendah, konsumsi garam tidak dibatasi
Gejala dan tanda lain dari preeclampsia adalah sbb:
o
o

Hiperrefleksia (iritabilitas susunan saraf pusat)


Sakit kepala atau sefalgia (frontal atau oksipital)yang tidak membaik dengan
pengobatan umum

Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, skotomata, silau atau berkunang

kunang
o Nyeri epigastrik
o Oliguria (luaran kurang dari 500ml/24 jam)
o Tekanan darah sistolik 20-30 mmHg dan sistolik 10-20 mmHg diatas normal
o Poteinuria (di atas positif 3)
o Edema menyeluruh
J. Gejala dan Tanda Lain yang Harus Diwaspadai
o Muntah yang berlebihan yang berlangsung selama kehamilan
o Disuria
o Menggil atau demam
o Ketuban pecah dini atau sebelum waktunya
o Uterus lebih besar atau lebih kecil dari usia kehamilan yang sesungguhnya
K. Edukasi pada Ibu Hamil
Kunjungan entenatal memberi kesempatan bagi petugas kesehatan untuk
memberikan informasi kesehatan esensial bagi ibu hamil dan keluarganya termasuk
rencana persalinan (dimana, penolong, dana, pendamping, dan sebagainya) dan cara
merawat bayi. Beberapa informasi penting tersebut itu adalah sebagai berikut.
1)

Nutrisi yang adekuat

Vitamin D
Berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Sumbernya terdapat
pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
Vitamin E
Berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat.Yang terdapat dalam lembaga
biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
Asam folat
Berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat pada
sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli.Pada buah-buahan,
asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat
selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan.
Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada
susunan saraf pusat maupun otak janin.
Zat besi
Dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia (kurang darah), banyak terdapat
pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan
hati.Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu. Susu
mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil
dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak
tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium yang
lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan

1)Makanan yang Harus Dihindari


a)

Kafein
Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan

ibu dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke
rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula.
b)

Garam
konsumsi garam akan menambah tingginya tekanan darah. Hal ini tentunya akan

membahayakan kehamilan karena adanya korelasi antara pembengkakan pada kaki dan
naiknya tekanan darah akibat konsumsi garam. Pada kasus kehamilan pada penderita
darah rendah, konsumsi garam tidak dibatasi
2) Perawatan payudara
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke
dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. puting susu yang normal
akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam
payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.
Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar
puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah
payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.
1. PEMERIKSAAN ANTENATAL
Hendaknya dilakukan sedini mungkin, supaya bidan mempunyai waktu yang cukup
banyak untuk mengatasi atau memperbaiki keadaan-keadaan dimana yang kurang
memuaskan.
Pada umumnya pemeriksaan kehamilan dilakukan:
a 1x sebulan sampai dengan bulan ke VI
b 2x sebulan dari bulan ke VI sampai dengan bulan ke IX
c

1x seminggu pada bulan terakhir

Pemeriksaan umum
a

Keadaan umum

Adakah anemia, sianosis, ikterus dan dipsnea.

Keadaan jantung dan paru-paru

Keadaan edema

Repleks patella

Tekanan darah: pada orang hamil tidak boleh lebih dari 140/90 mmHg .

Berat badan pada trisemester ketiga tidak boleh bertambah lebih dari 1kg/mg atau
3kg sebulan

Pemeriksaan laboratorium
1

air kencing terutama glukosa, zat putih telur dan sedimen

Darah terutama Hb.

Feses

Pemeriksaan kehamilan terbagi dalam:


a. Anamnesa
Anamnesa pada kunjungan pelayanan antenatal pertama dari ibu hamil meliputi:
1. Identifikasi ibu (nama, nama suami, usia, pekerjaan, agama & alamat ibu)
2. Keluhan utama atau apa yang diderita, apakah ibu datang untuk memeriksakan
3.
4.
5.

6.

kehamilan atau ada masalah lain


Riwayat haid, untuk mengetahui faal alat kandungan
Riwayat perkawinan
Riwayat kehamilan sekarang, meliputi:
HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
Gerak janin (kapan mulai dirasakan apakah ada perubahan)
Masalah atau tanda-tanda bahaya (termasuk pengelihatan kabur)
Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan
Penggunaan obat-obatan (termasuk jamu-jamuan)
Kekhawatiran-kekhawatiran lain yang dirasakan
Riwayat kebidanan yang lalu, meliputi:
Berapa kali hamil, anak yang lahir hidup, persalinan tepat waktu, persalinan
premature, keguguran atau kegagalan kehamilan, persalinan dengan tindakan

(dengan forcep, vakum, ekstraksi atau operasi caesar)


Adakah riwayat kehamilan / persalinan / abortus sebelumnya (dinyatakan

dengan kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa jumlah anak hidup.
Perdarahan pada kehamilan, persalinan, kelahiran atau paska persalinan
Persalinan yang lalu: spontan atau buatan, aterm atau premature, perdarahan,

siapa yg menolong
Riwayat hipertensi
Melahirkan janin dengan BB <2,5 kg atau >4 kg
Nifas dan laktasi
Bayi yg dilahirkan: jenis kelamin, BB & panjang badan, hidup atau mati, bila

mati umur berapa & penyebabnya


Masalah-masalah lain yg dialami
7. Riwayat kesehatan dahulu (penyakit yg pernah diderita), meliputi: penyakit
kardiovaskuler, TB paru, hepatitis B, diabetes, hipertensi, PMS atau HIV/AIDS,
malaria, status imunisasi TT, dll.
8. Riwayat keluarga meliputi penyakit keturunan, anak kembar, penyakit menular, dll
9. Riwayat sosial ekonomi & budaya meliputi:
Status perkawinan
Riwayat KB
Reaksi orangtua dan keluarga terhadap kehamilan ini
Dukungan keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga

Kebiasaan makan dan gizi yang dikonsumsi (gizi seimbang), dengan

perhatian pada vitamin A dan zat besi


Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merokok, minum obat/alcohol/obat

tradisional, & olahraga


Beban kerja & kegiatan sehari-hari
Tempat melahirkan & penolong yg diinginkan
Menentukan Taksiran Persalinan
Untuk siklus 28 hari:
HPHT (+7), bulan (-3), tahun (+1) = tanggal persalinan
Untuk siklus 35 hari:
HPHT (+14), bulan (-3), tahun (+1) = tanggal persalinan
Rumus tersebut tidak dapat digunakan apabila:
1. Ibu mempunyai riwayat haid yang tidak teratur atau tidak haid
2. Ibu hamil saat masih menyusui dan belum pernah haid lagi
3. Ibu hamil setelah berhenti mengkonsumsi pil KB dan belum haid lagi
b. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada kunjungan antenatal pertama meliputi komponen:
1. Pemeriksaan Luar
a. Pemeriksaan umum
Keadaaan umum ibu, keadaan gizi, kelainan bentuk badan, kesadaran
Adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspnoe
Keadaan jantung dan paru, periksa suhu badan, TD, denyut nadi, dan pernapasan
Tensi pada orang hamil tidak boleh mencapai 140 sistole atau 90 diastole.
Juga perubahan 30 systole dan 15 dyastole diatas tensi sebelum hamil
menandakan toxaemia gravidarum
Oedema
Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxaemia gravudarum
atau oleh tekanan rahim yang membesar pada vena-vena dalam panggul
mengalirkan darah dari kaki, tetapi juga oleh hypovitaminose B1,
hypoproteinemia dan penyakit jantung
TB
BB Walaupun prognosa kehamilan dan persalinan bagi orang gemuk kurang
baik dibandingkan dengan orang yang normal beratnya, dalam menimbang
seseorang bukan beratnya saja yang penting, tapi lebih penting lagi
perubahan berat setiap kali ibu itu memeriksakan diri. Berat badan trimester
ke III tidak boleh bertambah lebih dari 1 kg seminggu atau 3 kg sebulan.
Penambahan yang lebih dari batas-batas tersebut disebabkan oleh
penimbunan (retensi) air yang disebut praeoedema.
Reflek :Terutama refleks lutut. Refleks lutut negative pada hypovitaminose B1 dan
penyakit urat saraf
Pemeriksaan laboratorium sederhana bila ada, untuk kadar Hb, golongan darah dan
urine rutin
Ada/tidaknya nyeri kepala
Mata konjungtiva pucat / tidak, sklera ikterik / tidak.

Mulut / THT ada tanda radang / tidak, lendir, perdarahan gusi, gigi-geligi.
Paru / jantung / abdomen inspeksi palpasi perkusi auskultasi umum.
Ekstremitas diperiksa terhadap edema, pucat, sianosis, varises, simetri (kecurigaan
polio, mungkin terdapat kelainan bentuk panggul).
Jika ada luka terbuka atau fokus infeksi lain harus dimasukkan menjadi masalah
dan direncanakan penatalaksanaannya.
b. Pemeriksaan Kebidanan
Inspeksi
Muka : adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau

merah, adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi


Leher : apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung),

apakah ada pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar limfa membengkak


Dada: bentuk payudara, pigmentasi putting susu, keadaan putting susu
(simetris atau tidak), keluarnya kolostrum (dilakukan pemeriksaan setelah

usia kehamilan >28 minggu)


Perut: membesar kedepan atau kesamping (acites), keadaan perut, linea
alba, ada gerakan anak atau tidak, kontraksi rahim, striae gravidarum, &

bekas luka operasi


Vulva: keadaan perineum, varices, tanda Chadwick, fluor dan condyloma
Anggota bawah : cari varices, oedema, luka, cicatrix pada lipat paha
Genitalia eksterna
a Inspeksi luar: keadaan vulva/ uretra, ada tidaknya tanda radang, luka/
perdarahan, discharge, kelainan lainnya. Labia dipisahkan dengan dua
b

jari pemeriksa untuk inspeksi lebih jelas.


Inspeksi dalam menggunakan spekulum (in speculo) : Labia dipisahkan
dengan

dua

jari

pemeriksa,

alat

spekulum

Cusco

(cocorbebek)

dimasukkan ke vagina dengan bilah vertikal kemudian di dalam liang


vagina diputar 90o sehingga horisontal, lalu dibuka. Deskripsi keadaan
porsio serviks (permukaan, warna), keadaan ostium, ada/tidaknya
darah/cairan/ discharge di forniks, dilihat keadaan dinding dalam vagina,
ada/tidak tumor, tanda radang atau kelainan lainnya. Spekulum ditutup
horisontal, diputar vertikal dan dikeluarkan dari vagina.
Palpasi
-

Genitalia interna
Palpasi : colok vaginal (vaginal touch) dengan dua jari sebelah kanan dan
BIMANUAL dengan tangan lain menekan fundus dari luar abdomen.
Ditentukan konsistensi, tebal, arah dan ada/tidaknya pembukaan serviks.
Diperiksa ada/tidak kelainan uterus yang dapat ditemukan. Ditentukan bagian
terbawah (presentasi) janin.

Pada pemeriksaan di atas 34-36 minggu

dilakukan perhitungan pelvimetri klinik untuk memperkirakan ada/tidaknya


disproporsi fetopelvik/sefalopelvik.
Palpasi abdomen :Tentukan tinggi fundus uteri (pada kehamilan muda

dilakukan dengan palpasi bimanual dalam, dapat diperkirakan ukuran uterus pada kehamilan lebih besar, tinggi fundus dapat diukur dengan pita ukuran
sentimeter, jarak antara fundus uteri dengan tepi atas simfisis os pubis).
palpasi dalam pemeriksaan fisik pada ibu hamil bertujuan untuk :
i
j
k

Menentukan besarnya rahim untuk menentukan usia kehamilan


Menentukan letaknya anak dalam rahim
Mengetahui adanya tumor dalam rongga perut, cysta, myoma, limpa yang

membesar
Cara melakukan palpasi menurut Leopold terdiri atas 4 bagian, yaitu:

a) Leopold I
Leopold I digunakan untuk menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan
Leopold I dilakukan dengan cara :
-

Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha


Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat ke arah muka

penderita
Rahim dibawa ke tengah
Tingginya fundus uteri ditentukan
Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat pada fundus
a. Sifat kepala keras, bundar, dan melenting
b. Sifat bokong lunak, kurang bundar, dan kurang melenting
c. Pada letak lintang fundus uteri kosong
- Pemeriksaan tuanya kehamilan dari tingginya fundus uteri
a. Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar
b. Akhir bulan III (12 minggu) fundus uteri 1-2 jari atas symphisis
c. Akhir bulan IV (16 minggu) pertengahan antara symphisis dengan
-

pusat
d. Akhir bulan V (20 minggu) fundus uteri 3 jari bawah pusat
e. Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat
f. Akhir bulan VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari atas pusat
g. Akhir bulan VIII (32 minggu) pertengahan processus xyphoideus
pusat
h. Akhir bulan IX (36 minggu) sampai arcus costarum atau 3 jari di bawah
i.

processus xyphoideus
Akhir bulan X (40 minggu) pertengahan processus xyphoideus pusat

Jadi fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan ke IX. Setelah bulan
ke IX fundus uteri pada primigravida turun lagi karena kepala mulai turun ke
dalam rongga panggul. Pada orang multigravida yang berbaring fundus uteri
tetap setinggi arcus costarum dan menonjol ke depan. Untuk mengikuti
pertumbuhan anak dengan cara mengikuti pertumbuhan rahim, maka ukuran
rahim ditentukan dalam cm. Yang diukur adalah tinggi fundus uteri dan
perimeter umbilical (lingkar perut setinggi pusat).
Hubungan antara tinggi fundus uteri dan tuanya kehamilan adalah sebagai
berikut :
tinggi fundus uteri (cm)

= usia kehamilan dalam bulan

3,5 cm
Rumus McDonals :
Tinggi fundus (cm) x 2/7 = usia kehamilan dlm bulan
Tinggi fundus (cm) x 8/7 = usia kehamilan dlm minggu

b)

Leopold II

Tingginya fundus uteri (cm)


3-4 jari atas simfisis pubis
20/ 2-3 jari bawah umbilikus
23/ sejajar umbilikus
26/ 3 jari atas umbilikus
30/ 3 jari bawah xiphoid
33/ 2 jari bawah xiphoid
2 jari bawah xiphoid

Usia kehamilan (bulan)


16 minggu
5
6
7
8
9
10

Leopold II untuk menentukan letak punggung anak dan bagian-bagian kecil


-

Kedua tangan di pindah ke samping


Tentukan letak punggung anak
Punggung anak terdapat di bagian yang memberikan rintangan yang
terbesar, bagian-bagian kecil biasanya terletak di bagian yang berlawanan

c)

dengan bagian yang memberikan rintangan terbesar


Pada letak lintang terdapat kepala atau bokong
Leopold III
Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan
apakah bagian bawah anak sudah atau belum terpegang oleh rongga atas
panggul

Pergunakan satu tangan


Tentukan bagian bawah dengan menggunakan ibu jari dan jari lainnya
Pastikan apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan

d) Leopold IV
-

Pemeriksa merubah sikap dengan menghadap ke arah kaki ibu


Menentukan bagian bawah dengan menggunakan kedua tangan
Pastikan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam PAP, dan ukur

berapa masuknya bagian bawah ke dalam panggul


Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan bagian terbawah dari
kepala yang masih teraba dari luar dan :
a. Kedua tangan konvergen, hanya bagian kecil dari kepala turun ke
dalam rongga
b. Jika kedua tangan sejajar, separuh dari kepala masuk ke dalam rongga
panggul
c. Jika kedua tangan divergen, maka bagian terbesar dari kepala masuk
ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepla sudah
melewati PAP
Jika pada kepala yang telah masuk dalam PAP, masukkan tangan ke
dalam rongga panggul, maka satu tangan akan lebih jauh masuk,
sedangkan tangan satunya tertahan oleh tonjolan kepala Tonjolan kepala
pada fleksi disebabkan oleh daerah dahi, sedangkan pada letak defleksi
oeh belakang kepala. Jika tonjolan kepala berlawanan dengan bagian kecil,
maka anak dalam letak defleksi.

Palpasi secara Leopold yang lengkap baru dapat dilakukan jika janin sudah
cukup besar, kira-kira dari bulan VI ke atas.
Auskultasi
Digunakan stetoskop atau Doppler, untuk mendengan bunyi jantung janin, bising
tali pusat, gerakan janin, bising rahim, bunyi aorta, dan bising usus yang
ditempelkan di daerah punggung janin, dihitung frekuensi selama satu menit.
Frekuensi denyut jantung janin normal adalah 120-160 x /menit.
Pada kehamilan aterm, perkiraan berat janin dapat menggunakan rumus cara
Johnson-Tossec yaitu : tinggi fundus (cm) - (10/11/12/13)* x 155 gram.
*(10/11 jika sebagian besar msk PAP, 12 jika sebagian kecil msk PAP, 13 jika
belum msk PAP)
2. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan pada saat kunjungan pertama pemeriksaan
antenatal pada hamil muda dan kehamilan trimester III untuk menentukan
-

keadaan panggul.
Pemeriksaan dalam (vaginal touch) seringkali tidak dilakukan pada kunjungan
antenatal pertama, kecuali ada indikasi.Umumnya pemeriksaan dalam yang
sungguh bermakna untuk kepentingan obstetrik (persalinan) adalah pemeriksaan
pada usia kehamilan di atas 34-36 minggu, untuk memperkirakan ukuran, letak,
presentasi janin, penilaian serviks uteri dan keadaan jalan lahir, serta pelvimetri
klinik untuk penilaian kemungkinan persalinan normal pervaginam. Alasan
lainnya, pada usia kehamilan kurang dari 36 minggu, elastisitas jaringan lunak

sekitar jalan lahir masih minimal, akan sulit dan sakit untuk eksplorasi.
Kontraindikasi relatif colok vaginal adalah :
1. perdarahan per vaginam pada kehamilan trimester ketiga,

karena

kemungkinan adanya plasenta previa, dapat menjadi pencetus perdarahan


yang lebih berat (hanya boleh dilakukan di meja operasi, dilakukan dengan
sangat hati-hati)

2. ketuban pecah dini - dapat menjadi predisposisi penjalaran infeksi


(korioamnionitis).
Pemeriksaan rektal (rektal touch) : dilakukan atas indikasi (hemorrhoid, tumor

rektal).
Pelvimetri
Distansia Spinarum ( 24 26 cm)
Jarak antara kedua spina iliaca anterior superior sinistra dan dextra
Distansia Cristarum ( 28 30 cm)
Jarak terpanjang antara dua tempat yang simetris pada crista iliaca sinistra dan

dextra
Conjugata Eksterna (Boudeloque) 18 cm
Jarak antara bagian atas symphisis ke prosessus spinosus lumbal 5

Pemeriksaan Antenatal Ulangan


Yaitu setiap kunjungan pemeriksaan antenatal dilakukan setelah kunjungan
pemeriksaan antenatal pertama. Kunjungan ulang lebih diarahkan untuk mendeteksi
komplikasi-komplikasi,

mempersiapkan

kelahiran,

dan

mendeteksi

kegawatdaruratan, pemeriksaan fisik yang terarah serta penyuluhan bagi ibu hamil.
Pemeriksaan antenatal ulangan meliputi:

Riwayat kehamilan sekarang: gerak janin, setiap masalah atau tanda bahaya,

keluhan-keluhan lazim dalam kehamilan, kekhawatiran-kekhawatiran lain


Pemeriksaan fisik: BB, TD, pengukuran TFU, palpasi abdomen untuk mendeteksi
kehamilan ganda, maneuver Leopold, bunyi jantung janin, menghitung taksiran BB

janin
Pemeriksaan laboratorium: khususnya terhadap protein dalam urin, pemeriksaan
laboratorium lainnya dilakukan apabila ada indikasi
Laboratorium
Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai
normal. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang kembali
pada kehamilan 32-34 minggu. Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella,
Cytomegalovirus, Hepatitis / HIV). Periksa gula darah pada kunjungan pertama, bila
normal, periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28, untuk deteksi dini diabetes
mellitus gestasional.
Lain-lain
Pelvimetri radiologik (akhir trimester 3), jika diperlukan, untuk perhitungan jalan
lahir. Pada trimester 3 akhir, pembentukan dan pematangan organ janin sudah
hampir selesai, sehingga kemungkinan mutasi/karsinogen jauh lebih kecil
dibandingkan pada trimester 1/2. Tetap harus digunakan dosis radiasi sekecilkecilnya.

Ultrasonografi (USG) tidak berbahaya karena menggunakan gelombang suara.


Frekuensi yang digunakan dari 3.5, 5.0, 6.5 atau 7.5 MHz.