Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 4

CHYNTIA FATIKA
MELISA INELDA
RAHMAD SYARIL HIDAYAT
SISKA KEMALA PUTRI
SUCI RAHMALIA
MACAM SUMBER AIR DAN
KARAKTERISTIK AIR

Siklus Air Secara Alamiah


Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water
cycle atau siklus air. Suatu sirkulasi air yang
meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer,
dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut
lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi
merupakan rangkaian proses berpindahnya air
permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat
lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.

Siklus hidrologi dibedakan ke dalam


tiga jenis yaitu:
1. Siklus Pendek : Air laut menguap kemudian

melalui proses kondensasi berubah menjadi


butir-butir air yang halus atau awan dan
selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan
akan kembali berulang.

2. Siklus Sedang : Air laut menguap lalu dibawa


oleh angin menuju daratan dan melalui proses
kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh
sebagai hujan di daratan dan selanjutnya
meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut
melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

3. Siklus Panjang : Air laut menguap, setelah


menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu
terbawa oleh angin ke tempat yang lebih
tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju
atau es di pegunungan-pegunungan yang
tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di
puncak gunung dan karena gaya beratnya
meluncur ke tempat yang lebih rendah,
mencair terbentuk gletser lalu mengalir
melalui sungai-sungai kembali ke laut.

Sumber-sumber Air
1. Air Permukaan
Air permukaan adalah air hujan yang mengalir
di permukaan bumi.
Air permukaan yang meliputi badan-badan air
seperti sungai, danau, telaga, waduk, rawa,
air terjun, dan laut, sebagian besar berasal
dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi.

2. Air tanah
Air tanah merupakan air yang berada di bawah
permukaan air tanah. Air tanah merupakan
sumber utama, tapi bukan satu-satunya
sumber air minum.
Air tanah (Ground water) berasal dari air hujan
yang jatuh ke permukaan bumi yang kemudian
mengalami perkolasi atau penyerapan ke
dalam tanah dan mengalami proses filtrasi
secara ilmiah. Proses-proses yang telah dialami
air hujan tersebut, di dalam perjala nannya ke
bawah tanah, membuat air tanah menjadi
lebih baik dan lebih murni dibandingkan air
permukaan

Proses-proses yang telah dialami air hujan


tersebut, di dalam perjala nannya ke bawah
tanah, membuat air tanah menjadi lebih baik
dan lebih murni dibandingkan air permukaan
3. Mata Air
Adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya
kepermukaan tanah. Mata air yang berasal
dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh
oleh musim dan kuantitas/ kualitasnya sama
dengan keadaan air dalam.

4. Air Hujan
Air Angkasa atau air hujan merupakan sumber
utama air di bumi. Walau pada saat resipitasi
merupakan air yang paling bersih, air tersebut
cendrung mengalami pencemaran ketika
berada di atmosfer.

Karakteristik Air
1. Air hujan
Adapun sifat dari air angkasa sebagai berikut :
Air angkasa bersifat lunak (soft water) karena
tidak/kurang mengandung larutan garam dan zat
mineral sehingga kurang terasa segar
Dapat mengendung beberapa zat yang ada di
udara seperti NH3 dan CO2 agresif sehingga
bersifat korosif.
Dari segi bakteriologis maka relative lebih bersih
tergantung pada tempat penampungannya.

2. Air tanah
a. Pertama air tanah biasanya bebas dari
kuman penyakit dan tidak perlu mengalami
proses penjernihan. Air tanah juga tersedia
sepanjang tahun.
b. pergerakan yang sangat lambat dan waktu
tinggal (residence time) yang sangat lama,
dapat mencapai puluhan bahkan ratusan
tahun.
Karena pergerakan yang sangat lambat dan
waktu tinggal yang lama tersebut, air tanah
akan sulit untuk pulih kembali jika mengalami
pencemaran.

Gambaran kualitas air permukaan pada umumnya


dimana merupakan analisa kandungan zat yang ada
di dalam air permukaan :
Kesadahan (hardness) : 120 mg/l sebagai Ca CO3
Calcium : 80 mg/l sebagai Ca CO3
Magnesium : 40 mg/l sebagai Mg CO3
Sodium : 19 mg/l sebagai Na
Bicarbonat : 106 mg/l sebagai Ca CO3
Chlorida : 23 mg/l sebagai Cl
Sulfat : 38 mg/l sebagai SO4
Nitrat : 0,4 mg/l sebagai N
Besi : 0,3 mg/l sebagai Fe
Silica : 18 mg/l sebagai Si O2
Carbon dioxide : 4 mg/l sebagai Ca Co3
pH : 6

Faktor yang mempengaruhi


kelestarian
air
Kadar Bahan Organik
Kadar bahan organic tanah mempunyai pori pori
yang jauh lebih banyak dari pada partikel mineral
tanah yang berarti luas permukaan penyerapan
juga lebih banyak sehingga makin tinggi kadar
bahan organic tanah makin tinggi kadar dan
ketersediaan air tanah.
2.
Kedalaman Solum
Kedalaman solum atau lapisan tanah menentukan
volume simpan air tanah, semakin dalam maka
ketersediaan kadar air juga akan semakin banyak.

3. Iklim dan Tumbuhan


Iklim dan tumbuhan pempunyai pengaruh yang
penting bagi ketersediaan air yang dapat
diabsorbsi dengan efisiensi tumbuhan dalam
tanah. Temperature dan perubahan udara
merupakan perubahan iklim dan berpengaruh
pada efisiensi penggunaan air tanah dan
penentuan air yang dapat hilang melalui
saluran evaporasi permukaan tanah. Kelakuan
akan ketahanan pada kekeringan keadaan dan
tingkat pertumbuhan adalah factor
pertumbuhan yang berarti.

4. Tekstur Tanah
Tekstur tanah berpengaruh bahwa dengan
adanya perbedaan jenis tekstur tanah dapat
menggambarkan tingkat kemampuan tanah
untuk mengikat air.
5. Tanah, Permeabilitas, Serta Pori tanah
Tanah yang mempunyai ruang pori yang lebih
banyak akan mampu menyimpan air lebih
banyak.