Anda di halaman 1dari 15

1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Puskesmas

sebagai

unit

pelayanan

kesehatan

mandiri

memiliki

wewenang dan tugas dalam menetapkan kebijakan dan program kerja


puskesmas sesuai dengan kondisi serta masalah kesehatan yang ada di
wilayah kerjanya. Dalam proses manajemen pelayanan kesehatan baik pada
tingkat individu, keluarga, maupun komunitas, identifikasi masalah atau
diagnosis merupakan langkah pertama. Identifikasi tersebut merupakan kunci
dalam penyusunan rencana kerja atau rencana penatalaksanaan pasien.
Keberhasilan kinerja Puskesmas dapat diukur melalui standar Pelayanan
Minimal (SPM) bidang kesehatan. Evaluasi indikator SPM dapat dilakukan
melalui pemantauan dalam bentuk pencatatan dan pelaporan program
pelayanan kesehatan, baik program pokok maupun program pengembangan
yang dilaporkan dalam kurun waktu satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan
satu tahun.
Sebagai lini pertama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan
komunitas dalam seting epidemiologi wilayah kerja puskesmas diperlukan
diagnosis komunitas dan perencanaan kerja berbasis data yang akan
diperlukan untuk proses perencanaan, penetapan prioritas masalah, hingga
menetapkan solusi terhadap masalah tersebut. Hal ini penting karena kita
akan kesulitan menyelesaikan semua masalah kesehatan yang ada oleh
karena terbatasnya sumber daya yang tersedia.
Proses diagnosa komunitas dalam lingkup kesehatan adalah suatu
proses

untuk

mengidentifikasi

permasalahan

kesehatan

pada

tingkat

komunitas, faktor penyebab atau resiko dan sumber daya yang berpotensi
dalam

penanggulangan

permasalahan

kesehatan

tersebut.Ketetapan

penilaian permasalahan kesehatan dan faktor yang mempengaruhinya dapat


menjadi dasar dalam menetapkan intervensi yang tepat sesuai permasalahan
sekaligus untuk mencegah timbulnya permasalahan berulang. Penilaian
kapasitas sumberdaya akan menjadi dasar dalam mempertimbangkan bentuk
intervensi yang feasibel atau sesuai dengan kemampuan berkelanjutan.
UPTD Puskesmas Poncokusumo

adalah salah satu dari 38 Unit

Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Masyakat yang ada di Kabupaten


Malang. Berdasarkan SK Bupati Malang nomer 35 tahun 2001 maka tugas
UPTD Puskesmas Poncokusumo

adalah melaksanakan pembangunan

bidang kesehatan secara mandiri dan mempunyai kewenangan mengelola

sumber daya, merencanakan dan mendisain bentuk pembangunan kesehatan


di wilayah satu Kecamatan sesuai dengan situasi, kondisi, kultur budaya dan
potensi setempat.
Pada tugas epidemiologi dan biostatistik ini dipilih desa Pajaran
kecamatan Poncokusumo. Menurut data sekunder yang diperoleh pada tahun
2011, permasalahan komunitas desa tersebut adalah penyakit infeksi. Dari
penyakit infeksi ini, yang perlu untuk dibahas adalah tingginya angka penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yaitu sebanyak 484 kasus. ISPA
merupakan penyakit infeksi yang memiliki variasi klinis yang sangat luas dari
gejala yang ringan hingga berat dan sangat mudah menular. ISPA dipengaruhi
oleh banyak sekali faktor risiko dan pencegahannya merupakan langkah
penting untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas masyarakat. Oleh
karena itu, perlu diketahui faktor risiko dan sumber daya yang ada di desa
Pajaran

sehingga

dapat

disusun

suatu

rencana

intervensi

untuk

menyelesaikan masalah tersebut serta dapat melakukan evaluasi hasil


intervensi bila programnya sudah dilaksanakan.

BAB 2
PROFIL dan DATA KESEHATAN DESA
Data-data berikut merupakan data sekunder yang didapatkan dari
Puskesmas Poncokusumo dan perangkat terkait mengenai geografi, demografi,
dan epidemiologi dari wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo, termasuk desa
Pajaran yang dipilih dalam pelaksanaan surveilans.
2.1 DESA PAJARAN
2.1.1 Geografis
Data-data berikut merupakan data sekunder yang didapatkan dari kantor
desa Pajaran dan perangkat terkait mengenai geografi, demografi, dan
epidemiologi dari desa Pajaran yang dipilih dalam pelaksanaan surveilans.
Batas Wilayah:
Sebelah utara

: Desa Ngingit Tumpang

Sebelah selatan : Desa Ngembal Wajak


Sebelah barat

: Desa Argosuko

Sebelah timur

: Desa Gunungsari Tajinan

Jarak desa ini dengan :


Puskesmas
Kecamatan
Kabupaten
RSSA
RSUD Kepanjen

:
:
:
:
:

7,1 km
7,3 km
24 km
15 km
24 km

No Aspek Geografis
1. Jarak desa Pajaran dari:

2.

Puskesmas
Kecamatan
Kabupaten
RSSA
RSUD Kepanjen
Batas-Batas:

:
:
:
:

Komentar
Puskesmas pembantu
7,1 km
7,3 km
: 24 km
15 km
24 km

(pustu) terletak di dekat


Balai Desa, dan dilewati
jalur utama transportasi

Sebelah utara : Desa Ngingit Tumpang


Sebelah selatan : Desa Ngembal Wajak
Sebelah barat : Desa Argosuko
Sebelah timur

: Desa Gunungsari

Tajinan
3.

Luas wilayah desa 468,6 Ha, dengan

Sebagian besar wilayah

proporsi lahan sebagai berikut:

persawahan sehingga

4.

Permukiman : 82,3 Ha
Persawahan : 152,2 Ha
Kuburan : 1,3 Ha
Pekarangan : 22,41 Ha
Perkantoran : 0,7 Ha
Prasarana umum lainnya : 7,8 Ha

mata pencaharian

Iklim dan curah hujan :


Berada pada ketinggian antara 600 sampai

Secara geografis

dengan 1200 meter diatas permukaan laut


dengan curah hujan rata-rata antara 2300
mm sampai dengan 2500 mm per tahun dan
suhu rata-rata 21,7 derajat celcius

utamanya adalah
petani, masih terdapat
hutan di beberapa
tempat

merupakan kawasan
dengan kondisi lahan
berupa hamparan lahan
yang cenderung
berbukit-bukit karena
berada di sebelah barat
lereng gunung semeru
yang sebagian besar
merupakan lahan
produktif
Kepadatan

5.

Terdiri dari 17 Rukun Warga dan 79 Rukun

penduduk

mencapai 16 jiwa/Ha

6.

Tetangga.
Jumlah Peduduk : 7426 jiwa
Jumlah KK : 1796 KK
Kondisi jalan penghubungnya beraspal (7
Km), tanah (3,3 km), dan makadam (15 km)

hanya dapat dilalui

Sulit dijangkau dan


kendaraan pribadi
(terutama motor), dan
masih banyak terdapat

7.

Sarana transportasi yang ada: kendaraan

jalan makadam.
Sarana
transportasi

pribadi, ada angkutan umum (truk umum,

baik,

angkutan umum, ojek, dokar)

transportasi
jarang

namun

untuk
umum

ada,

dan

masyarakatnya

lebih

sering

menggunakan

kendaraan pribadi.
2. KEADAAN PEMERINTAH DESA
No
1.
2.
3.
4.
5.

Jabatan
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Ka. Seksi Urusan Pemerintahan
Ka. Seksi Urusan Pembangunan
Ka. Seksi Urusan Pemberdayaan Masyarakat

Jumlah
1
1
1
1
1

6.
7.
8.
9.
9.
10.

Ka. Seksi Urusan Kesejahteraan Rakyat


Ka. Seksi Urusan Umum
Ka. Seksi Urusan Keuangan
Staf Pemerintahan Desa
Ketua RW
Ketua RT
Jumlah Total

1
1
1
10
17
79
114

Aktifitas LKMD dan LMD di desa ini : baik


Aktifitas kelompok dasawisma, PKK dan organisasi sosial masyarakat :
bergotong royang dalam menjaga kebersihan desa dan membangun
jembatan atau jalan.
Lembaga Kemasyarakatan
Jenis
Organisasi Perempuan
Organisasi Bapak
Organisasi Pemuda
Organisasi Profesi
Organisasi Keagamaan

Contoh
PKK
Dasa Wisma
Hadrah
Pertemuan RT
Pertemuan RW
Karang Taruna
Kelompok Tani

Jumlah
3
2
79
17
15
6
2

2.1.2 Demografi
Penduduk desa Pajaran terdiri atas 1796 kepala keluarga dengan jumlah
penduduk seluruhnya adalah 7426 jiwa. Berdasarkan kelompok umur, komposisi
penduduk desa Pajaran adalah sebagai berikut:

0 1 tahun

: 106 jiwa

1 5 tahun

: 319 jiwa

5 7 tahun

: 500 jiwa

7 18 tahun : 1532 jiwa

18 56 tahun : 3691 jiwa

> 56 tahun

: 671 jiwa

2.1.3 Komposisi tingkat pendidikan penduduk


Komposisi tingkat pendidikan penduduk desa Pajaran adalah sebagai
berikut:

Usia 3-6 tahun yang sedang TK/playgroup

: 278 orang

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

: 10 orang

Usia 18-56 tahun yang sedang pernah sekolah

: 277 orang

Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat

: 702 orang

Tamatan SD sederajad

: 379 orang

Jumlah usia 18-56 tahun tapi tidak tamat SLTP

: 380 orang

Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA

: 32 orang

Tamatan SLTP sederajad

: 380 orang

Tamatan SLTA sederajad

: 1069 orang

Tamatan D1

: 230 orang

Tamatan D3

: 298 orang

Tamatan D4

: 120 orang

Tamatan S1

: 45 orang

Berdasarkan data tersebut, sebagian besar penduduk desa Pajaran


adalah tamatan SLTA sederajad dengan jumlah 1069 orang dan disusul oleh
tamatan SD sejumlah 806 orang.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa

masyrakat desa Pajaran sudah mulai menyadari pentingnya pendidikan, sudah


sesuai dengan rencana program pemerintah yakni wajib belajar 12 tahun,
walaupun sebenarnya yang tamat SD pun masih banyak sehingga menurut
kelompok kami dalam masalah kesehatan untuk transfer ilmu kesehatan perlu
dilakukan secara berkelanjutan

agar dipahami dan dapat diaplikasikan oleh

masyarakat.
2.1.4

Mata Pencaharian Penduduk

Mata pencaharian penduduk desa Pajaran secara rinci adalah sebagai


berikut:
Tabel 2.1 Mata Pencaharian Penduduk Desa Pajaran
Mata Pencaharian
Petani + Buruh
Buruh bangunan
PNS
Industri
Pedagang
Bidan
Pengusaha kecil menengah
Tukang kayu/batu
Makelar
Tukang cikar/dokar
Tukang bejak
Sopir
Kesenian Daerah

Jumlah
875
61
11
561
178
1
48
119
11
9
5
90
285

(Reog/Kudalumping/Tari
tradisional/Pencak silat)
Guru Lembaga Agama
Guru Lembaga Formal
Guru PAUD

93
136
6

Karyawan Pemerintahan
Peternak + Buruh
Tukang jahit
Tukang Cukur
Tukang Besi
Tukang Gali sumur
Tukang Pijat/Urut
Service Elektronik
2.1.5

10
188
22
3
11
7
31
1

Kesehatan

2.1.5.1 Data Kesehatan Lingkungan

Rumah tangga menggunakan sumur gali

: 100 kk

Rumah tangga menggunakan PAM

: 570 kk

Rumah tangga menggunakan perpipaan

: 616 kk

Rumah tangga menggunakan sungai

: 99 kk

Rumah tangga menggunakan mata air

: 716 kk

Jumlah rumah memiliki jamban keluarga

: 1433 kk

Jumlah SPAL

: 459 kk

2.1.5.2 Data Bayi dan Balita

jumlah bayi yang lahir

: 106

jumlah bayi usia 0-12 bulang

: 106

jumlah bayi usia 0-5 tahun

: 425

jumlah bayi usia 2 bulan

:7

jumlah bayi usia 3 bulan

:7

jumlah bayi usia 4 bulan

:7

jumlah bayi usia 9 bulan

:4

2.1.5.3 Sarana dan Prasarana Kesehatan

Puskesmas pembantu

:1

Poskesdes

:1

Posyandu

:6

Toko Obat

:1

Tumah bersalin

:1

Kantor praktek dokter

:1

Bidan desa

:1

Mantri kesehatan

:2

Kader kesehatan Posyandu : 30

Kader kesehatan Lansia

: 15

2.1.5.4 Kematian Bayi

Jumlah Bayi Lahir

: 106 orang

Jumlah keguguran kandungan

: 1 orang

Jumlah Bayi Lahir Mati

: 0 orang

2.1.5.5 Cakupan Imunisasi

Jumlah bayi yang di imunisasi Polio, DPT 1,BCG

: 103 orang

Jumlah bayi yang di imunisasi DPT-2, Polio 2

: 95 orang

Jumlah bayi yang di imunisasi DPT 1, BCG, polio 3

: 94 orang

Jumlah bayi yang diimunisasi campak

: 93 orang

2.1.5.6 Status Gizi Balita

Jumlah balita tahun ini

: 425 orang

Jumlah balita bergizi buruk

:-

Jumlah balita bergizi kurang

: 5 orang

Jumlah balita bergizi baik

: 420 orang

2.1

Kesehatan Masyarakat

2.1.1

Data 10 Penyakit Terbanyak di Desa Pajaran Pada Tahun 2011


Jumlah Penderita

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2.1.2

Umur

Masalah Kesehatan
ISPA
Arthritis
Demam
Diare
Hipertensi
Sakit kulit alergi
Gastritis
Sakit mata
Asma
Anemia

(jiwa)
484
316
209
156
152
138
94
67
53
7

Data Respondensi Kesehatan Masyarakat Pajaran

20-40

40-60

>60

18
jenis kelamin

Laki-laki

Perempuan

12

18

10

13

18

Pekerjaan
pendidikan terakhir
pendidikan tertinggi di keluarga
penghasilan keluarga

jumlah balita

11

0 balita

1-2 balita

13

10

3-4

>5

balita

balita

5
>3

jumlah lansia

0 lansia
18

1-2 lansia

lansia
12

2.2.3 Hasil Focus Group Discussion


2.2.3.1 Hasil FGD dengan Petugas Kesehatan Desa Pajaran
No
1.

Aspek Pertanyaan
Kegiatan kesehatan yang sudah

Intisari Jawaban
UKS, KIA, KB, imunisasi, Posyandu, ibu

2.

diberikan
Hal-hal yang menarik warga untuk

resti, PKK, gizi dan diare


Kegiatan 17 agustus, jumantik

3.

ikut serta kegiatan


Bagaimana warga

Sebagian besar antusias, tetapi ada juga

tentang
4.

kegiatan

mendengar
yang

Anda

lakukan?
Kendala utama pelaksanaan

yang acuh tak acuh


Masalah pendidikan yang masih rendah,
sebagian besar menganggap kesehatan
itu mahal dan tidak berobat bila tidak sakit

5.

Suku atau jenis kelamin yang

berat
Suku jawa, yang sering ikut adalah ibu

sering ikut

ibu. Pada acara tertentu terkadang diiukuti

yang

paling

mungkin

oleh toma setempat.


Penyuluhan dengan memberikan contoh

6.

Metode

7.

untuk meningkatkan partisipasi


Pembiayaan kegiatan

kasus yang ada


Dana talangan

8.

Cara mengevaluasi kegiatan

pelayanan kesehatan
Waktu dating di posyandu,

PNPN

untuk

semua
apabila

partisipasi kader sedikit dikenakan denda


9.

Kekuatan desa

(Rp. 2000,-)
Ekonomi bagus dan infrastruktur yang

10.
11.

Tantangan desa
Kebutuhan warga yang belum

bagus
Sumber daya manusia yang masih sedikit
Penyuluhan kesehatan, kerjasama lintas

10

12.

tersampaikan
Masalah kesehatan yang menjadi

sector
Kasus

13.

perhatian warga
Informasi
lain

scabies, DBD
Masih banyaknya

yang

ingin

disampaikan

TBC,

kesehatan

lingkungan,

masyarakat

yang

merokok

2.2.2.3.2 Hasil FGD dengan Tokoh Desa Pajaran


No
1.

Aspek Pertanyaan
Kelebihan kegiatan

2.

kesehatan
Perlunya perbaikan dari masalah

Perlu

3.

kesehatan yang ada di desa


Pelayanan
kesehatan
untuk

kesehatan
Tidak ada

4.

lansia
Kegiatan

Lansia

pelayanan

pelayanan

kesehatan

Intisari Jawaban
Memuaskan
adanya

pemerataan

pelayanan

yang belum ada dan diinginkan


5

masyarakat
Kegiatan pelayanan

kesehatan

Tidak ada

6.

untuk remaja
Kegiatan pelayanan

kesehatan

Tidak

ada

karena

posyandu

sudah

sebagian

besar

untuk anak-anak yang belum ada

berjalan

7.

dan diinginkan masyarakat


Pekerjaan yang banyak digeluti

Petani tebu

8.

masyarakat
Kondisi ekonomi desa

Sederahana

9.
10.

Hubungan antar warga


Masalah kesehatan utama bagi

bekerja sebagai tani


Baik
Lansia, perlu pengobatan gratis

11.

warga
Cara

Pemerataan pelayanan kesehatan dan

mengatasi

masalah

kesehatan

karena

akses yang tidak terlalu jauh terhadap


pelayanan kesehatan

2.2.2.3.3 Hasil FGD dengan Beberapa Masyarakat Desa Pajaran


No
1.

Aspek Pertanyaan
Berapa kali mengalami

batuk

Intisari Jawaban
4-5 kali

pilek disertai panas dalam 6 bulan


2.

terakhir
Penyebab
disertai

3.

4.

utama

panas

batuk

di

pilek

Cuaca yang tidak menentu, tertular oleh

lingkungan

orang lain, kondisi badan yang terlalu

tempat tinggal

capek karena bekerja, alergi terhadap

Cara mengantisipasi agar tidak

debu
Menjaga

tertular

istirahat yang cukup dan makan bergizi

penyakit

dari

teman/tetangga
Cara mencegah agar tidak tertular

jarak

dengan

penderita,

Menjauh, memeriksaan yang sakit ke

11

bila dalam 1 rumah ada yang

dokter atau puskesmas

5.

sakit
Bila dalam 1 rumah ada yang

Bila sakitnya tidak terlalu berat maka di

6.
7.

sakit apa yang dilakukan


Tanggapan ISPA
Pengaruh lingkungan terhadap

obati sendiri
Penyakit pada saluran nafas
Cuaca yang tidak menentu, debu.

8.

ISPA
Realisasi

Menjaga kebersihan makanan maupun

kebiasaan-kebiasaan

dalam mencegah ISPA

tempat tinggal dan minum obat bila


pilek, penggunaan masker, saputangan
dan pembuangan ingus masih belum
dilakukan

secara

tepat.

Kebiasaan

mencuci tangan terutama dengan sabun


masih jarang dilakukan.

2.2.4 SURVEY MASYARAKAT


10 Masalah Kesehatan Menurut Masyarakat Desa Pajaran
Masalah Kesehatan
ISPA
Diare
Radang tenggorok
Asam urat
Gastritis
Skabies
Cangkrang
Gigi berlubang
Sariawan
Diabetes melitus

12

BAB 3
ANALISIS DATA

3.1 ANALISIS DATA


3.1.1 Pemilihan masalah
Berdasarkan hasil respondensi terhadap 30 responden yang dilakukan
secara acak terhadap masyarakat yang tinggal di Desa Pajaran, terdapat
beberapa masalah kesehatan yang utama yakni: ISPA, gastritis, diare, asam
urat, scabies, randang tenggorokan, pulpitis dan sariawan. Sedangkan menurut
laporan dari Data Kesakitan Puskemas Poncokusumo Tahun 2011 di Desa
pajaran, maka didapatkan 5 daftar masalah penyakit terbanyak adalah sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Jumlah kasus ISPA pada mencapai 484 kasus


Jumlah kasus Arthritis mencapai 316 kasus
Jumlah kasus demam mencapai 209 kasus
Jumlah kasus Diare mencapai 156 kasus
Jumlah kasus Hipertensi mencapai 152 kasus

3.1.2 Penentuan prioritas masalah dengan metode USG


ISPA merupakan masalah kesehatan dari desa pajaran berdasarkan data
10 penyakit terbanyak dari puskesmas di atas. Dalam pembahasan diagnosis
komunitas kali ini kami melakukan penilaian prioritas masalah sesuai dengan
tabel berikut :
No.

Masalah

Kode

1.

ISPA

2.

Arthritis

3.

Demam

4.

Diare

5.

Urgency
A>B

Seriousness
B>A

Growth
A>B

C>A

A>C

A>C

A>D

D>A

A>D

E>A

A>E

A>E

C>B

C>B

C>B

D>B

D>B

D>B

B>E

E>B

E>B

C>D

C>D

C>D

E>C

E>C

E>C

Skor

Hipertensi

D>E

E>D

D>E

TOTAL

13

Pada makalah ini, dengan menggunakan metode USG (Urgency,


Seriosness, Growth) maka permasalahan yang dibahas adalah kasus ISPA. Hal
ini disebabkan karena kasus ISPA adalah masalah kesehatan di Puskesmas
Poncokusumo khususnya Desa Pajaran yang mendapatkan skor tertinggi.
Analisis Faktor Resiko
Dari data-data yang telah ada, beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan
ISPA antara lain:
1.
2.
3.
4.

Faktor perubahan iklim


Kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat
Sanitasi yang buruk
Padatnya pemukiman penduduk

Penilaian Ketepatan Intervensi (PEARL)


Tingginya angka kasus ISPA
No.
1

Strategi/intervensi
Pemberian informasi dan edukasi tentang pengenalan, penularan,

P
Y

E
Y

A
Y

R
Y

L
Y

pengobatan, dan pencegahan penularan ISPA


Melakukan penyuluhan pentingnya menjaga sanitasi dan higienitas

lingkungan
Meningkatkan mutu pelayanan tenaga kesehatan dalam penanganan

masalah ISPA

= Proper & political feasible

= Economic

= Acceptable

= Resources

= Legal

RENCANA KERJA DAN EVALUASI (PLAN OF ACTION)


Masalah kesehatan

Angka penyakit ISPA yang tinggi di desa

Pajaran
Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka pendek

: Menurunnya angka kejadian penyakit ISPA


: Memberikan pengetahuan kepada masyarakat
tentang ISPA terutama penyebab, gejala, dan
Penatalaksanaannya.

14

BAB 4
PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dengan membandingkan
data primer dan data sekunder maka masalah kesehatan yang utama dari
masyarakat Desa Pajaran adalah ISPA. Dimana hal ini diderita oleh masyarakat
lebih dari 484 orang dalam 1 tahun. Menurut hasil FGD dengan petugas
kesehatan yang disini adalah bidan dan kader Desa Pajaran sendiri ISPA (batuk
pilek yang disertai panas) masih menjadi perhatian masyarakat utama Desa
Pajaran. Hal ini terbukti dari data respondensi yaitu sekitar 22 dari 30 responden
yang menganggap ISPA adalah penyakit yang sering diderita oleh masyarakat
namun sebagian besar mereka tidak tahu efek yang ditimbulkan bagi lingkungan
sekitar.
Adapun banyak factor yang membuat ISPA sering timbul di lingkungan
Desa Pajaran adalah letak demographis desa pajaran yang terletak didaerah
pegunungan, pencegahan terhadap penularan ISPA yang kurang. Berdasarkan
FDG dengan beberapa masyarakat desa, umumnya mereka tahu tentang ISPA
secara teori. Namun untuk pelaksanaan pencegahan seperti penggunaan
masker maupun saputangan masih kurang. Selain itu masih ada masyarakat
yang membuang ingus di sembarang tempat.
Dalam bidang pengobatan masyarakat sudah tanggap bila ada yang sakit
walaupun itu ISPA. Tetapi sebagian masyarakat masih ada yang menganggap
bahwa ini tidak berbahaya selama mereka masih kuat walaupun lendir yang
dihasilkan

berwarna

kuning

kehijauan.

Yang

paling

ditakutkan

adalah

penyebaran ISPA kepada anak-anak dimana sesungguhnya yang paling sering


datang ke puskesmas adalah anak-anak yang sudah lama terkena ISPA akibat
tertular oleh orang dewasa disekitarnya serta timbulnya komplikasi adanya
ascending infection yang bisa berakibat fatal.

BAB 5
PENUTUP

15

Diagnosis komunitas yang didapatkan di desa Pajaran adalah tingginya


angka kejadian ISPA yang merupakan penyakit terbanyak pertama dengan salah
satu faktor risikonya adalah perubahan iklim dan keaadan geograpis, perilaku
hidup bersih dan sehat. Faktor penyebab masalah yang memungkinkan menjadi
faktor resiko dari tingginya masalah ISPA adalah kurangnya usaha-usaha
pencegahan dalam penularan ISPA. Penentuan masalah dipilih berdasarkan data
primer dan data sekunder yang saling terpaut.

Sumber daya yang tersedia

adalah tenaga dan kader kesehatan, serta tokoh masyarakat, sehingga rencana
kerja yang kami usulkan adalah penyuluhan kesehatan yang dianalisis dengan
metode PEARL. Rencana kerja yang diusulkan adalah penyampaian penyuluhan
mengenai ISPA di Desa Pajaran. Sehingga masyarakat mengetahui bahaya dari
ISPA serta memiliki kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan penularan
penyakit ISPA.