Anda di halaman 1dari 5

RKL-RPL

Tabel 2.2. Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Normalisasi Kali Angke


Dampak
Indikator Keberhasilan
Sumber
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
No
Lingkungan
Pengelolaan
Dampak
Hidup
yang Dikelola
Lingkungan Hidup
Tahap Pra Konstruksi
A. Sosialisasi dan Penetapan Lahan
1.
Persepsi
Sosialisasi dan Tidak terjadi persepsi
a. Memberikan informasi yang tepat
masyarakat yang negatif
Masyarakat
Penetapan
kepada
masyarakat
tentang
dan
Lahan
(keresahan masyarakat) di
rencana kegiatan.
keresahan
daerah studi yaitu di 2
b. Melakukan sosialisasi dan dialog
sosial.
Kecamatan, 4 Kelurahan
khususnya dengan masyarakat
di Kota Jakarta Barat, 4
yang terkena dampak.
Kecamatan, 10 Kelurahan c. Memelihara
kepercayaan
di Kota Tangerang serta 1
masyarakat di sekitar rencana
Kecamatan, 1 Kelurahan
kegiatan, sehingga kerjasama
di Kota Tangerang
dalam pekerjaan dan pengelolaan
Selatan
lingkungan dapat dilaksanakan
dengan baik
B. Pembebasan Lahan
2.

Gangguan
kamtibmas

Kegiatan
pembebasan
lahan

Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru

Tidak terjadi gangguan


kamtibmas di daerah
studi yaitu di 2
Kecamatan, 4 Kelurahan
di Kota Jakarta Barat, 4
Kecamatan, 10 Kelurahan
di Kota Tangerang serta 1
Kecamatan, 1 Kelurahan
di Kota Tangerang
Selatan

Lokasi Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan
Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Wilayah Administratif Kegiatan

a. Melakukan

koordinasi
dan
kerjasama dengan aparat desa
setempat
sebelum
dilakukan
proses pembebasan lahan guna
memfasilitasi kegiatan sosialisasi
menyangkut
pemanfaatan
kompensasi lahan yang efektif,
agar kompensasi lahan yang
diterima bisa digunakan untuk
kegiatan yang lebih produktif.
Sosialisasi dilaksanakan guna
mengantisipasi
keresahan/kekhawatiran
masyarakat.
b. Mengadakan
sosialisasi
mengenai dasar peraturan untuk
pembebasan
lahan
bagi
kepentingan pembangunan.
c. Memberikan informasi yang tepat
kepada
masyarakat
tentang
rencana kegiatan dan mekanisme
proses
pembebasan
lahan
termasuk besarnya ganti rugi
yang
bisa
diperoleh
dari
bangunan dan lahan yang akan
dibebaskan.
d. Memberikan ganti rugi lahan dan
tanaman bernilai ekonomis yang
memadai agar bisa mendapatkan
ganti lahan di tempat lain.
e. Membuka fasilitas bagi penduduk
apabila mereka membutuhkan
konsultasi dan diskusi dalam
masalah penetapan harga ganti
rugi.
f. Bagi pemilik lahan tersebut
diharapkan
dapat
dilibatkan
sebagai tenaga kerja pada
pembangunan
bendung
dan
jaringan irigasinya.
d. Memelihara
kepercayaan
masyarakat di sekitar rencana
kegiatan,
sehingga
menghilangkan persepsi negatif
dan menjalin kerjasama dalam

Kecamatan

Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Periode Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Pelaksana

Dilaksanakan sebelum Dinas Bina


tahap konstruksi
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

a. Sosialisasi kegiatan
normalisasi
Kali
Angke, di masingmasing kelurahan
dilakukan satu kali
selama
kegiatan,
minimal satu bulan
sebelum
kegiatan
pembebasan lahan
dimulai.
b. Kegiatan pendataan
kegiatan
sosial
ekonomi penduduk
yang
mempunyai
lahan yang akan
digunakan
untuk
kepentingan
pembangunan
normalisasi
dilakukan
sekali
selama
kegiatan,
dan hasil pendataan
telah
selesai
maksimal
satu
bulan
sebelum
kegiatan
pembebasan lahan
dilaksanakan.

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengawas

BLH Kota Pekanbaru


Pemerintah Kecamatan

BLH Kota Pekanbaru


Pemerintah Kecamatan

Pelaporan

BLH Kota
Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

c. Penyelenggaraan
musyawarah
penggalian gagasan
dilaksanakan sekali
enam
bulan
sebelum
pelaksanaan
pembebasan
lahan/proses
pembayaran
gantirugi.
d. Pemberian gantirugi
untuk lahan yang
digunakan,
pemukiman
yang
harus dipindahkan
serta kompensasi
atas
hilangnya
usaha
dan
menurunnya
pendapatan usaha
dilaksanakan sekali
secara bersamaan.

2 - 16

RKL-RPL

No

Dampak
Lingkungan
yang Dikelola

Sumber
Dampak

Indikator Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Bentuk Pengelolaan Lingkungan


Hidup
pekerjaan
dan
lingkungan dapat
dengan baik

Keresahan
sosial dan
kamtibmas

Kegiatan
mobilisasi
tenaga kerja
dan operasi
base camp

Tidak terjadi persepsi


masyarakat yang negatif
di daerah studi.

c.

Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru

Wilayah Administratif Kegiatan

Dilaksanakan sekali
secara intensif berupa
pengaturan tenaga
kerja pada saat
kegiatan mobilisasi.

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLHD Kota Pekanbaru


Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru
Pemerintah Kota

BLH Kota
Pekanbaru

Dilaksanakan sekali
secara intensif berupa
pengaturan tenaga
kerja pada saat
kegiatan mobilisasi

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLHD Kota Pekanbaru


Pemerintah Kota

BLH Kota
Pekanbaru

Dilakukan sekali
secara intensif yang
berupa pengaturan
tenaga dan upah kerja

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLHD Kota Pekanbaru


Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru
Pemerintah Kota

BLH Kota
Pekanbaru

Kelurahan

khususnya untuk masyarakat yang


terkena dampak.
Menyerap tenaga kerja sebanyak
diperlukan
dari
kelurahankelurahan di daerah studi, sesuai
dengan kualifikasi yang ditentukan
oleh kontraktor pelaksana.
Melakukan seleksi secara terbuka
namun juga harus menjelaskan
kepada penduduk bahwa yang
diterima adalah yang sesuai
dengan kualifikasi yang diperlukan
dan
jumlahnya
proporsional
dengan jumlah penduduk tiap
kelurahan.

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya
Wilayah Administratif Kegiatan

a. Melakukan sosialisasi dan dialog


b.

Periode Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Pelaksana

Pelaporan

pengelolaan
dilaksanakan

Tahap Konstruksi
A. Mobilisasi Tenaga Kerja dan Operasional Basecamp
1.
Peluang kerja Mobilisasi
a. Penduduk di daerah a. Mengidentifikasi
kebutuhan
dan usaha
tenaga kerja
studi bisa terserap
tenaga kerja yang dibutuhkan
dan
sebagai tenaga kerja
serta potensi tenaga lokal yang
Operasional
sesuai dengan kriteria
dapat direkrut sesuai kualifikasi
Basecamp
dan
secara
yang dibutuhkan.
proporsional.
b. Mengatur
rekrutmen
pekerja
b. Tingkat
partisipasi
dengan maksud agar tenaga lokal
tenaga kerja lokal serta
dari setiap desa di daerah studi
peluang usaha dari
dapat
diikutsertakan
dengan
mitra
sub-kontrak
jumlah proporsional.
dalam kegiatan.
c. Mengidentifikasi kontraktor lokal
a. Ketegangan sosial
yang dapat dijadikan mitra/subantara penduduk lokal
kontrak
dalam
kegiatan
dengan pendatang,
pembangunan.
akibat persaingan
dalam memanfaatkan
peluang kerja dan
peluang usaha.
2.
Peningkatan
Mobilisasi
Penduduk di daerah
a. Mengutamakan tenaga kerja dari
Pendapatan
tenaga kerja
studi bisa terserap
kelurahan-kelurahan di daerah
Penduduk
dan
sebagai tenaga kerja
studi,
sesuai
sumberdaya
Operasional
dan mendapat upah/
manusia yang tersedia.
Basecamp
pendapatan yang
b. Memberikan upah yang layak
memadai.
kepada pekerja.
c. Memberikan kesempatan seluasluasnya pada masyarakat sekitar
untuk membuka usaha informal.

3.

Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengawas

Lokasi Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

2 - 17

RKL-RPL
Dampak
Indikator Keberhasilan
Sumber
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan
Pengelolaan
Dampak
Hidup
yang Dikelola
Lingkungan Hidup
B. Mobilisasi Peralatan Konstruksi dan Bahan Bangunan
1
Penurunan
Kegiatan
Kualitas udara dan tetap a. Penyiraman
secara
berkala
kualitas udara mobilisasi
di bawah baku mutu
sebanyak-banyaknya 2-3 kali per
peralatan
lingkungan berdasarkan
hari
pada
jalan-jalan
yang
konstruksi
PP No. 41 tahun 1999
digunakan serta menugaskan
dan bahan
tentang Pencemaran
seorang
untuk
mengawasi
bangunan
Kualitas Udara
kegiatan dan penduduk yang
mendekat agar terhindar dari
kecelakaan yang bisa muncul saat
pengoperasian
kendaraan
pengangkut.
b. Menutup alat transportasi/truk
dengan plastik, agar material tidak
tercecer ke jalan, membersihkan
ban-ban kendaraan pengangkut
alat dan material terlebih dahulu
sebelum digunakan.
c. Mengupayakan muatan peralatan
tidak berlebihan sehingga beban
tonase kendaraan terjaga. Jika
memungkinkan menggunakan
kendaraan pengangkut yang
tonasenya sesuai dengan kelas
jalan yang akan dilalui.
2.
Gangguan
Kegiatan
Pengguna jalan tidak
a. Mengingat jalan yang digunakan
arus lalu lintas mobilisasi
terganggu oleh
adalah
jalan
umum
yang
peralatan
peningkatan arus lalu lintas
digunakan penduduk, maka arus
konstruksi dan
lalu lintas bisa diatur dengan
bahan
menempatkan personil khusus.
bangunan
b. Pengaturan jadwal keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan

3.

4.

Kerusakan
prasarana
jalan

Penurunan
kesehatan
masyarakat

Kegiatan
Kondisi jalan menjadi baik a. Mengupayakan muatan peralatan
mobilisasi
kembali
konstruksi
tidak
berlebihan
peralatan
sehingga
beban
tonase
konstruksi dan
kendaraan
terjaga.
Jika
bahan
memungkinkan
menggunakan
bangunan
kendaraan
pengangkut
yang
tonasenya sesuai dengan kelas
jalan yang akan dilalui.
b. Mengecek lokasi jalan yang rusak
pada jalur jalan tersebut.
c. Melakukan perbaikan jalan yang
rusak yang diakibatkan oleh lalu
lalang kendaraan pengangkut
Kegiatan
Menurunnya resiko
a. Penyiraman secara berkala pada
mobilisasi
pengaruh/dampak negatif
jalan-jalan yang digunakan dan
peralatan
terhadap kesehatan yang
menugaskan seorang petugas
konstruksi dan disebabkan oleh
untuk mengawasi kegiatan serta
bahan
peningkatan kadar debu di
perbaikan sementara jalan yang
bangunan
udara yang menjadi vektor
digunakan
penyakit pada pernafasan, b. Karena
merupakan
dampak
iritasi mata serta alergi
turunan dari penurunan kualitas
dan gangguan
udara (debu), maka yang harus
kenyamanan.
dikelola dengan baik adalah
dampak utamanya.

Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru

Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengawas

Lokasi Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Periode Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Jalur jalan yang dilewati


kendaraan mobilisasi peralatan
konstruksi

Dilakukan minimal
satu kali untuk
pengecekan kelaikan
dan uji emisi
kendaraan proyek, &
penyiraman jalan
dilakukan sesuai
dengan kebutuhan
selama kegiatan
mobilisasi

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLH Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Wilayah Administratif Kegiatan

Dilaksanakan selama
tahap konstruksi.

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLH Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Dilakukan
pengawasan secara
intensif selama
kegiatan pemuatan
peralatan konstruksi
berlangsung,
sedangkan perbaikan
jalan dilakukan
minimal satu kali
setelah kegiatan
mobilisasi selesai

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLH Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Pengawasan
dilakukan setiap
minggu selama
kegiatan mobilisasi
peralatan konstruksi
berlangsung

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

No

Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Pelaksana

BLHD Kota Pekanbaru,


Dinas
Kesehatan/Puskesmas
Pekanbaru

Pelaporan

di

BLH Kota
Kota Pekanbaru

2 - 18

RKL-RPL
Dampak
Sumber
Lingkungan
Dampak
yang Dikelola
C. Pematangan lahan
1.
Gangguan
Kegiatan
arus lalu lintas pematangan
lahan
No

2.

Kerusakan
prasarana
jalan

Kegiatan
pematangan
lahan

Indikator Keberhasilan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengguna jalan tidak
terganggu oleh
peningkatan arus lalu
lintas

Bentuk Pengelolaan Lingkungan


Hidup
a. Mengingat jalan yang digunakan
adalah
jalan
umum
yang
digunakan penduduk, maka arus
lalu lintas bisa diatur dengan
menempatkan personil khusus.
b. Pengaturan jadwal keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan.

Kondisi jalan menjadi baik a. Mengupayakan muatan peralatan


kembali
konstruksi
tidak
berlebihan
sehingga
beban
tonase
kendaraan
terjaga.
Jika
memungkinkan
menggunakan
kendaraan
pengangkut
yang
tonasenya sesuai dengan kelas
jalan yang akan dilalui.
b. Mengecek lokasi jalan yang rusak
pada jalur jalan tersebut.
c. Melakukan perbaikan jalan yang
rusak yang diakibatkan oleh lalu
lalang kendaraan pengangkut
D. Konstruksi Pembentukan Trase Badan Jalan
1.
Peningkatan
Kegiatan
Penduduk tidak terganggu a. Lokasi kegiatan diisolasi misalnya
intensitas
konstruksi
oleh peningkatan
dengan seng.
kebisingan
pembentukan intensitas kebisingan
b. Melakukan koordinasi dengan
trase badan
aparat pemerintahan setempat
jalan
sebelum pelaksanaan konstruksi
dimulai dan memasang papan
pengumuman di lokasi kegiatan
agar warga sekitar maklum dan
tidak mendekati lokasi kegiatan
saat pelaksanaan kegiatan.
c. Pada saat konstruksi disarankan
saat
kegiatan
pemancangan,
sebaiknya menggunakan vibro
hammer yang suaranya lebih
kecil.
d. Penggunaan sumbat telinga (ear
plug) terutama bagi pekerja yang
terlibat
E. Konstruksi Sarana dan Prasarana Penunjang
1.
Gangguan
Kegiatan
Pengguna jalan tidak
a. Mengingat jalan yang digunakan
arus lalu lintas konstruksi
terganggu oleh
adalah
jalan
umum
yang
sarana dan
peningkatan arus lalu
digunakan penduduk, maka arus
prasarana
lintas
lalu lintas bisa diatur dengan
penunjang
menempatkan personil khusus.
b. Kegiatan sebaiknya dilakukan
pada malam hari bagi lokasi yang
sangat padat arus lalulintasnya.
c. Pengaturan arus lalu lintas yang
dibantu
oleh
Dinas
yang
berwenang
(Dinas
Perhubungan/DLLAJR dan atau
Kepolisian setempat)

Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru

Lokasi Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Periode Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengawas

Pelaksana

Pelaporan

Dilaksanakan selama
tahap konstruksi

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLHD Kota Pekanbaru


Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru,

BLH Kota
Pekanbaru

Dilakukan
pengawasan secara
intensif selama
kegiatan pemuatan
peralatan konstruksi
berlangsung,
sedangkan perbaikan
jalan dilakukan
minimal satu kali
setelah kegiatan
pengerukan (dan
pengangkutan)
sedimen.

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLHD Kota Pekanbaru,


Dinas Bina Marga Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Permukiman di sekitar kegiatan


konstruksi pembentukan trase
badan jalan

Dilaksanakan selama
tahap konstruksi
konstruksi
pembentukan trase
badan jalan

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLH Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Wilayah Administratif Kegiatan

Dilaksanakan selama
tahap konstruksi

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

BLH Kota Pekanbaru

BLH Kota
Pekanbaru

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya
Wilayah Administratif Kegiatan
Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

2 - 19

RKL-RPL
Dampak
Indikator Keberhasilan
Sumber
Bentuk Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan
Pengelolaan
Dampak
Hidup
yang Dikelola
Lingkungan Hidup
Tahap Pasca Konstruksi
A. Operasi dan Pemeliharaan
2.
Peningkatan
Operasi dan Jalan bisa diakses
a. Melakukan
sosialisasi
dan
Aksesibilitas
pemeliharaan penduduk dengan baik
penyuluhan tentang pentingnya
dan meningkatkan
prasarana jalan sebagai sarana
kelancaran lalu lintas
penduduk.
b. Meminta penduduk untuk ikut
menjaga agar jalan tetap pada
fungsinya

Lokasi Pengelolaan
Lingkungan Hidup

No

Jalan Lingkar Luar Kota Pekanbaru

Wilayah Administratif Kegiatan


Kelurahan

Kecamatan

Rejosari

Tenayan Raya

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Sail
Rejosari

Tenayan Raya

Tebing Tinggi Okura


Lembah Damai
Muara Fajar

Rumbai Pesisir
Rumbai Pesisir
Rumbai

Kulim
Sail

Tenayan Raya
Tenayan Raya

Periode Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Setahun sekali atau


bila terjadi kerusakan
jalan

Pelaksana

Dinas Bina
Marga dan
Sumber Daya
Air Kota
Pekanbaru

Institusi Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Pengawas

BLH Kota Pekanbaru

Pelaporan

BLH Kota
Pekanbaru

2 - 20