Anda di halaman 1dari 3

rtikel kali ini penulis akan berbagi tentang masalah kontaminasi pada bidang permesinan atau

secara umum dapat diterapkan pada bidang lain yang relevan.


Kontaminasi berhubungan erat dengan kontaminan, kontaminan dapat diartikan sebagai
material atau benda asing yang bukan merupakan bagian dari suatu sistem dan tidak
seharusnya terdapat atau masuk pada suatu sistem. Yang dapat mengganggu ataupun
mempengaruhi kinerja, sifat, maupun kelangsungan sistem tersebut.
Yang dapat dikategorikan sebagai kontaminan antara lain:

Kotoran

Debu

Oli

Gram

Serpihan logam

Air

Udara

Efek dari kontaminan

Memperpendek umur komponen

Produktifitas mesin menurun

Menimbulkan kerusakan berulang kali

Produktifitas kerja menurun

Sumber kontaminan

Proses pembuatan alat

Proses pengemasan

Tempat kerja yang buruk

Proses kerja yang tidak bersih

Kondisi tempat kerja

Cara untuk meminimalkan kontaminan

Menciptakan budaya bersih

Menyediakan fasilitas dan alat kebersihan yang memadai

Membuat suatu petunjuk kerja tentang kebersihan kerja

Menggunakan alat yang standar dan bersih

Menciptakan standarisasi kontaminasi

Melakukan pemeriksaan terhadap kontaminasi

Mengikuti prosedur yang ada

Masalah kontaminasi ini harus menjadi perhatian dari semua pihak yang terlibat dalam suatu
uasaha. Produsen, konsumen, maupun pekerja harus menyadari betul arti pentingnya kontrol
terhadap kontaminasi ini. Tujuan dari perhatian ini tak lain adalah untuk meningkatkan
produktifitas yang berujung pada keuntungan bagi semua pihak terkait.(dari berbagai
sumber).
Bersambung ke Kontaminasi 2.
Setelah sebelumnya penulis berbagi tentang dasar kontaminasi, pada artikel lanjutan ini akan
penulis bagi tentang pelaksanaanpenanganan kontaminasi. Untuk itu penulis fokuskan pada
kerja di bengkel otomotif.
Pelaksanaan penangan kontaminasi ini terdiri dari beberapa komponen yakni tempat kerja,
pekerja, dan proses kerja. Penulis akan bahas satu-persatu.
Tempat kerja
Telah kita ketahui bersama bahwa lokasi atau lingkungan daerah kerja juga mempunyai
pengaruh terhadap kontaminasi. Berikut beberapa teknik tempat kerja yang dapat penulis
bagi.

Menata tempat kerja tetap bersih dan rapi selama dan setelah pekerjaan seleai.

Tempat kerja dibersihkan setiap hari.

Menjaga tempat kerja (meja kerja, tempat penyimpanan, dll)bebas dari debu dan kotoran.

Penataan tempat kerja, peralatan dan benda kerja sedemikian rupa agar rapi

Untuk teknik penyimpakan, tutupi atau bungkus benda kerja atau peralatan.

Selain ditutup, lapisi anti karat atau oli untuk mencegah karat pada benda yang
kemungkinan atau mudah berkarat.

Untuk barang baru, usahakan tetap terbungkus dan tersimpan rapi sampai proses
pemakaian.

Untuk penyimpanan oli, jika dengan drum besar, usahakan berada ditempat yang teduh
dan terhindar dari hujan. Tutupi bagian atas drum untuk mencegah air, debu, atau meterial
lain yang dapat mengotori sekitar atas drum yang kemungkinan dapat terbawa saar oli
digunakan.

Pekerja
Yang perlu diperhatikan oleh pekerja berkaitan dengan kontaminasi ini antara lain:

Memiliki kesadaran tentang pentingnya penanganan kontaminasi ini.

Memiliki pengetahuan yang memadai tentang pekerjaan, penggunaan alat, dan kebersihan
kerja.

Sebisa mungkin selalu menjaga kebersihan pakaian kerja.

Menjaga kebersihan alat yang akan digunakan.

Membersihkan benda kerja baik sebelum maupun sesudah proses pekerjaan.

Menjaga daerah kerjanya tetap berseih.

Menggunakan tisu atau lap untuk menjaga kebersihan selama proses kerjanya.

Mengerti penggunaan alat-alat kebersihan.

Proses kerja.
Selama proses kerja, seoran gpekerja harus memperhatikan beberapa hal antara lain:

Mengukuti prosedur yang baik dan benar.

Menjaga benda kerja tetap bersih dan tetap telindungi dari kontaminan.

Menggunakan meja kerja yang bersih.

Menggunakan tisu tau kain penyerapo oli untuk menjaga kontaminasi oli.

Setelah proses pekerjaan selesai segera membersihkan area kerja, membersihkan alat, dan
mengkondisikan berda kerja.

Mungkin itulah sedikit yang dapat penulis bagi bagi Rekan Muda semua, semoga dapat
menjadi masukan dan bahan pemukiran.(dari berbagai sumber)